Beranda blog Halaman 457

SAR Kotamobagu Siapkan Tim Reaksi Cepat Siaga Bencana Alam

Koordinator Pos SAR Kotamobagu, Nuriadin Gumeleng.

ZONA KOTAMOBAGU – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) Manado Pos SAR Kotamobagu menyiagakan personel tim reaksi cepat (TRC) guna mengantisipasi terjadinya bencana alam selama musim penghujan di wilayah Bolaang Mongondow Raya.

Koordinator Pos (Korpos) SAR Kotamobagu, Nuriadin Gumeleng menuturkan, Pos SAR Kotamobagu memiliki tim reaksi cepat dalam mengantisipasi bencana alam di wilayah BMR.

“Sesuai informasi yang kami dapat dari BMKG bahwa cuaca di bulan februari cukup ekstrim di wilayah Sulawesi Utara khususnya di Bolmong Raya. Untuk itu kami Pos SAR Kotamobagu menyiapkan delapan personil reaksi cepat antisipasi bencana alam. Mereka akan bersiaga selama 24 jam,” kata Nuriadin.

Lanjutnya, untuk mengantisipasi jika terjadinya bencana alam di wilayah Bolmong Raya, pihaknya juga akan bekerjasama dengan instansi terkait.

“Dalam siaga bencana ini, kami juga akan bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah di seluruh wilayah BMR. Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa siap siaga dan waspada bencana alam,” ujarnya.

Pos SAR Kotamobagu juga membuka nomor aduan jika terjadi bencana alam di wilayah Bolmong Raya. “Jadi bisa langsung hubungi di nomor 115 atau call center SAR 0823-4411-0707,” pungkasnya. (gjm)

Pemerintah dan Masyarakat Kopandakan I Kembali Berangkatkan Imam Masjid Ibadah Umroh

Wakil Wali Kota, Nayodo Koerniawan (kiri), bersama imam masjid yang akan berangkat umroh.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah dan masyarakat Desa Kopandakan I kembali memberangkatkan imam masjid melaksanakan ibadah umroh, Jumat (31/1). Kali ini yang diberangkatkan melalui program gerakan sedakah 1.000 per hari adalah Malan Modeong.

Wakil Wali Kota, Nayodo Koerniawan, saat melepas pemberangkatan itu menyampaikan apresiasi atas inisiatif pemerintah dan masyarakat Desa Kopandakan I memberangkatkan imam masjid menunaikan ibadah umroh. “Apa yang dilakukan ini sangat mulia. Kita doakan agar imam yang diberangkatkan umroh diberi kesehatan, keselamatan serta kelancaran selama melaksanakan semua rangkaian ibadah umroh,” sebut Nayodo.

Pelepasan itu dihadiri Ketua TP PKK, Ketua Dharma Wanita Persatuan, Camat Kotamobagu Selatan, sejumlah pejabat asal Desa Kopandakan I serta jajaran pemerintah Desa Kopandakan I. (gjm)

Soal PBB-P2, Sangadi-Lurah Akan Study Tiru di Tanggerang Selatan

Wali Kota Tatong Bara, saat menyerahkan Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan (SPPT) PBB-P2 Tahun 2020 kepada lurah dan sangadi.

ZONA KOTAMOBAGU – Desa dan Kelurahan yang mencapai target tertinggi dalam penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan-Perkotaan (PBB-P2) tahun 2019, mendapat hadiah atau reward dari Pemerintah Kota Kotamobagu.

Demikian disampaikan Wali Kota, Tatong Bara, saat penyerahan Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan (SPPT) PBB-P2 Tahun 2020 di Aula Kantor wali kota, Jumat (31/1).

Menurut wali kota, Pemkot akan membiayai para lurah dan sangadi ke Tanggerang Selatan, Provinsi Banten, untuk studi tiru di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten.

“Setiap tahun di daerah ini realisasi PPB nya 100 persen, dan kita harus meniru mereka,” terang Tatong.

Lanjutnya, meskipun masih ada beberapa desa dan kelurahan yang belum bisa mencapai 100 persen untuk realisasi Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) pada tahun 2019 di Kota Kotamobagu, namun capaian yang bisa diraih sebesar 93,27 persen terbilang cukup baik.

“Capaian PBB-P2 tahun ini sebesar 93,27 persen sudah cukup baik walaupun masih ada beberapa kelurahan dan desa yang belum lunas 100 persen,” ungkapnya.

Dijelaskan, memang ada beberapa kelurahan yang mempunyai target pajak cukup tinggi.

“Kelurahan Gogagoman, Kelurahan Molinow, Kelurahan Mogolaing, Kelurahan Kotamobagu dan Kelurahan Kotobangon mempunyai objek pajak yang cukup banyak dan artinya mempunyai tagihan pajak yang tinggi. Namun, capaian pada tahun 2019 sudah meningkat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya. (gjm)

Wali Kota Kunjungi Sekolah dan Rumah Warga yang Terdampak Kebakaran

Wali Kota, Tatong Bara, saat menyerahkan dokumen kependudukan kepada warga yang terdampak kebakaran.

ZONA KOTAMOBAGU – Wali Kota, Ir Tatong Bara, mengunjungi SDN 1 Motoboi Besar dan rumah warga yang terdampak kebakaran, Jumat (31/1). Dalam kunjungan itu, wali kota didampingi sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Kedatangan wali kota dan jajarannya itu sebagai bentuk keprihatinan atas musibah kebakaran yang terjadi di sekolah dan dua rumah warga Kelurahan Motoboi Besar.

Pada kesempatan itu, wali kota menyerahkan dokumen kependudukan kepada Keluarga Fuad Lolangion dan Muliati Lolangion yang rumahnya ikut terdampak kebakaran yang terjadi Kamis (30/1). Dokumen kependudukan yang diserahkan adalah KTP, Kartu Keluarga dan Akta Kelahiran. (gjm)

Dekot-Pemkot Mapping Aset Daerah Potensi PAD

Pembahasan Bapemperda bersama instansi terkait.

ZONA KOTAMOBAGU – Dewan Kota (Dekot) mengundang Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pengelola aset daerah yang berpotensi mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Kamis (30/1). Hal itu dilakukan sebagai bagian dari tahapan dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang retribusi pemakaian kekayaan daerah.

“Ini dalam rangka mapping aset-aset daerah yang akan dijadikan objek retribusi, karena Ranperda tentang retribusi pemakaian kekayaan daerah sudah (paripurna) tahap I,” kata Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), Anugerah Beggie Chandra Gobel.

SKPD yang diundang adalah Dinas Pertanian yang berkaitan dengan pengelolaan Balai Benih Ikan (BBI), Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) mengenai lapangan futsal dan kolam renang di Gelora Ambang, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) berkaitan dengan penggunaan alat berat, serta Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD). (gjm)

Kopi dan Kakao Jadi Potensi Andalan Sektor Pertanian

Bibit Kakao.

ZONA KOTAMOBAGU – Potensi pertanian di wilayah Kota Kotamobagu hingga saat ini terus dikembangkan oleh pemerintah daerah setempat, salah satunya dengan melakukan pemetaan kawasan pertanian organic, berdasarkan wilayah.

Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian Kotamobagu Mulijadi Suratinojo lewat Kepala Bidang Tanaman pangan dan Hortikultura, Ramjan Mokoginta.

“Contohnya potensi pertanian di Kecamatan Kotamobagu Utara di adalah tanaman Kakao, sementara di Kotamobagu Selatan lebih mengarah kepada kopi jenis arabika, tentu itu yang kita dorong, sehingga pengembangan hasil pertaniannya bisa terarah,” ucap Ramjan.

Kedepan, masih kata Ramjan dengan proses pemetaan seperti itu, maka pengembangan pertanian akan dipusatkan di tiap Kecamatan, sesuai dengan kecocokan tanaman berdasarkan pemetaan yang dilakukan mereka.

“Nantinya, dari pemetaan itu, Kecamatan Kotamobagu Utara bisa dijadikan pusat pengembangan tanaman kakao, begitu juga dengan Kecamatan Kotamobagu Selatan yang bisa diarahkan menjadi pusat pengembangan tanaman kopi arabika,” tambahnya.

Lebih dari itu, masih kata Ramjan pihaknya juga terus berupaya untuk mendorong pengembangan pertanian secara organic, dimana hal tersebut akan terus disosialisasikan mereka ke seluruh kelompok tani yang ada di daerah itu.

“Sebab, dengan metode system pertanian organic akan lebih aman dari sisi kesehatan, dimana pupuk yang dipakai murni dari alam dan tidak ada campuran bahan kimia,’ tuturnya. (gjm)

Gedung Sekolah Terbakar, KBM di SDN 1 Motoboi Besar Pindah ke Sekolah Lain

Rukmi Simbala

ZONA KOTAMOBAGU – Aktivitas belajar mengajar di SDN 1 Motoboi Besar (Motbes), Kecamatan Kotamobagu Timur, terpaksa akan dipindah sementara ke sekolah lain. Pasalnya, beberapa Ruang Kegiatan Belajar (RKB) dan bangunan lainnya tak bisa ditempati lagi akibat kebakaran yang terjadi Kamis (30/1) sekira pukul 10.00 Wita.

“Untuk proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) akan dilaksanakan di SDN 2 Motoboi Besar. Itu untuk semua siswa (kelas I-VI),” kata Kepala Dinas Pendidikan, Rukmi Simbala.

Demi kelancaran proses KBM, ia mengungkapkan pihak sekolah sudah membagi jadwal belajar mengajar. “Siswa SDN 2 masuk pagi (pukul 07.00 Wita-pukul 12.00 Wita). Untuk SDN 1 masuk siang (pukul 12.30 Wita-pukul 16.30 Wita),” ungkapnya.  (gjm)

Begini Taksiran Kerugian Akibat Kebakaran Sekolah dan Dua Rumah Warga Motbes

Kebakaran hebat yang menghanguskan bangunan SDN 1 Motoboi Besar.

ZONA KOTAMOBAGU – Kebakaran yang menghanguskan sejumlah bangunan sekolah dan dua rumah warga di Kelurahan Motoboi Besar (Motbes), Kecamatan Kotamobagu Timur, Kamis (30/1), mengakibatkan kerugian yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

“Kerugian bangunan SD yang terbakar kurang lebih 500 juta, sesuai informasi Ibu kepala sekolah Maabi Paputungan. Sementara kebakaran dua rumah penduduk kerugiannya ditaksir sekira 150 juta,” ungkap Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Dinas Satpol PP dan Damkar, Erwin Sugeha.

Petugas Damkar Kotamobagu saat memadamkan api di ruang kelas.

Kebakaran yang terjadi sekira pukul 10.00 Wita itu diduga akibat arus pendek listrik dari ruang belakang Rumah Dinas Guru (RDG) SDN 1 Motoboi Besar.

“Objek yang terbakar antara lain, enam ruang kelas, ruang perpustakaan dan dua rumah penduduk masing-masing milik almarhum Fuad Lolangion dan Muliati Lolangion,” katanya.

Dikatakan, pihaknya menerima laporan tepat pukul 10.00 Wita. Selang sepuluh menit 4 unit armada Damkar yang dikerahkan tiba di TKP. (gjm)

Ketua DPRD Hadiri Musrenbang Kelurahan Motoboi Kecil

Ketua DPRD Kotamobagu, Meiddy Makalalag foto bersama dengan Pemerintah Kelurahan Motoboi Kecil usai kegiatan Musrenbang.

ZONA POLITIK – Ketua DPRD, Meiddy Makalalag, menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dan RKPD Tahun 2021, yang digelar Pemerintah Kelurahan Motoboi Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Rabu (29/1).

Ikut hadir dalam kegiatan, Anggota DPRD Kotamobagu Rewi Daun, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sity Rafiqa Bora, perwakilan dari Bapelitbangda, Lurah Motoboi Kecil serta perwakilan masyarakat.

Ketua DPRD, Meiddy Makalalag, mengatakan Musrembang merupakan salah satu amanat undang-undang yang wajib dilakukan oleh pemerintah daerah secara berjenjang, mulai dari tingkatan kelurahan/desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi dan tingkat nasional.

“Ini bertujuan untuk menyerap semua aspirasi yang menjadi usulan dari masyarakat. Baik itu diintervensi lewat APBD Kotamobagu, APBD Provinsi, maupun APBN. Artinya jika ada proyek-proyek APBN seperti tadi yang memerlukan DAK besar, itu bisa diusulkan lewat dinas terkait untuk di usulkan kembali ke tingkatan berikutnya,” ujar Meiddy.

Meiddy juga mengapresiasi Pemerintah Kelurahan Motoboi Kecil, yang sudah mengundang pihak DPRD Kotamobagu untuk turut hadir pada pembahasan Musrembang tersebut.

“Kita perlu mengapresiasi atas undangan dari pihak kelurahan Motoboi Kecil ini. Sebab, pihak DPRD sudah memiliki bayangan apa yang menjadi prioritas-prioritas yang nantinya akan dikawal. Apalagi saya dan bapak Rewi Daun merupakan perwakilan dari Kotamobagu Selatan,” jelas Meiddy.

Sementara itu, Lurah Motoboi Kecil Suryono Daun, menyampaikan ucapan terima kasih atas adanya dampingan dari pihak DPRD Kotamobagu pada Musrembang kali ini.

“Terima kasih kepada Ketua DPRD dan anggota yang telah meluangkan waktu untuk hadir pada kegiatan ini. Semoga apa yang menjadi prioritas usulan pada pembahasan Musrembang, dapat dikawal dan bisa terealisasi,” kata Suriyono. (gjm)

Dinas Kominfo Uji Coba Aplikasi Smart School

Kepala Diskominfo Kotamobagu saat melihat ujicoba aplikasi smart school di SMP N 4.

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mulai menguji coba Aplikasi Smart School. Uji coba dilakukan di SMP Negeri 4 Kotamobagu.

“Alhamdulillah ujicoba aplikasi smart school di SMP 4 berjalan dengan baik,” kata Kepala Dinas Kominfo, Ahmad Yani Umar.

Lanjutnya, ujicoba aplikasi ini akan dilakukan selama satu minggu ke depan. “Tadi tim ahli IT Diskominfo melakukan scan sidik jari kepada seluruh siswa dan guru di SMP 4. Nantinya sidik jari tersebut akan di singkronkan lewat aplikasi smart school,” ujarnya.

Ia menjelaskan, cara kerja aplikasi smart school tersebut adalah memonitor kehadiran siswa dan guru tepat waktu.

“Kepala sekolah bisa melihat siswa dan guru yang datang terlambat atau tidak masuk sekolah. Kemudian aplikasi ini juga terintegrasi lewat handphone android para orang tua siswa. Jadi orang tua siswa juga langsung mengetahui kalau anaknya sudah sampai ke sekolah atau belum,” jelasnya.

Ia menambahkan, setelah SMP Negeri 4 kotamobagu, tim ahli Diskominfo akan melakukan pemasangan aplikasi smart scool di SDN 2 Kotamobagu.

“Esok pemasangan aplikasi kita lanjutkan di SDN 2 Kotamobagu. Tadi juga banyak sekolah yang meminta untuk pemasangan aplikasi smart school,” pungkasnya. (gjm)