Sam Sachrul Mamonto foto bersama tim penjaringan serta sejumlah pendukungnya setelah prosesi pendaftaran.
ZONA POLITIK – Sam Sachrul Mamonto (SSM) sudah mendaftar di Partai Nasdem sebagai bakal calon bupati. Dengan mendaftarnya mantan ketua DPRD Boltim itu, semakin menegaskan bahwa SSM siap bertarung dan siap merebut kemenangan di Pilkada Tahun 2020.
“Niat kami ke sini adalah untuk bertarung dan menang,” sebut SSM, usai menyerahkan berkas pendaftaran di sekretariat penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati, di Desa Tutuyan, Senin (9/12).
Pada kesempatan itu, SSM juga menyatakan tekadnya menjadikan Boltim yang merupakan tanah kelahirannya sebagai daerah yang masyarakatnya Sehat, Sejahtera dan Mandiri, serta terus berkembang dan bisa berdiri sejajar dengan daerah maju lainnya. “Saya ingin menjadikan Boltim sebagai daerah yang Sehat, Sejahtera dan Mandiri,” kata SSM.
Dihadapan pengurus DPD Nasdem dan tim penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati, SSM menyatakan harapannya bisa mendapat restu dan dicalonkan sebagai calon bupati Boltim. “Dalam proses penjaringan seperti ini, ada tahapan-tahapan yang dilalui, dan saya siap mengikuti semua tahapan dan mekanisme yang dilakukan mulai dari tingkat DPD, DPW dan DPP. Jika Allah meridhoi, insya allah bersama Nasdem kita bisa memenangkan Pilkada Boltim,” ujar SSM.
“Saya tegaskan, pasangan saya (bakal calon wakil bupati) adalah berasal dari Dapil I (wilayah Kecamatan Nuangan, Motongkad, Tutuyan dan Kotabunan). Niat kami datang ke sini adalah niat bertarung dan menang,” tambah SSM. (red)
Rapat evaluasi dan koordinasi gugus tugas kota layak anak yang dilaksanakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) menggelar rapat Evaluasi dan Koordinasi Gugus Tugas Kota Layak Anak (KLA) tahun 2019, bertempat di Kantor DP3A Kotamobagu, Senin (9/12).
Kepala DP3A Kotamobagu, Siti Rafiqa Bora mengatakan, kegiatan ini telah diagendakan tiap triwulan untuk mengetahui sejauh mana program KLA yang dilaksanakan sepanjang tahun 2019.
“Yang kita bahas di rapat evaluasi ini terkait program di tahun 2019 apakah sudah terlaksana dengan maksimal. Dan ternyata masih ada yang belum maksimal dan itu akan menjadi target untuk dilaksanakan di tahun 2020. Sesuai dengan aturan sekarang KLA sudah menjadi Peraturan Pemerintah (PP) dan bukan lagi Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang selama ini dasar hukumnya kita berpatokan disitu,” kata Rafiqa.
Lanjutnya, sejak ditandatangani Presiden Joko Widodo menjadi Peraturan Pemerintah (PP) nomor 59 tahun 2019, maka di tahun 2020 KLA sudah menjadi tanggung jawab semua stakeholder yang ada.
“Tentu leading sector-nya ada di DP3A namun melibatkan semua OPD yang ada, makanya kita kembali mengevaluasi untuk lebih penguatan di gugus tugas KLA untuk tahun 2020. Insya Allah apa yang kita sudah bahas tadi dan semua pro aktif dalam menyampaikan apa saja yang menjadi materi mereka untuk keberpihakan terhadap urusan perempuan dan anak di tahun 2020 akan tercapai,” ucapnya.
Menurutnya, jika program KLA ini tercapai di tahun 2020, ia yakin Kotamobagu dapat menerima penghargaan dari pemerintah pusat. “Namun untuk soal penghargaan itu hanyalah sebuah simbol bahwa kita dihargai dan diakui, tapi sesungguhnya yang paling utama adalah bagaimana mewujudkan masyarakat Kotamobagu itu yang sejahtera terutama perempuan dan anaknya,” sebutnya.
“Kalau perempuan dan anak itu sejahtera maka daerah pasti nyaman. Tidak ada huru hara sebab perempuan mampu mendidik anaknya. Dan anaknya mampu untuk menjadi generasi hebat. Hanya dua poin ini yang kita buat untuk membangun sumber daya manusia yang baik untuk menopang infrastruktur yang ada.
Untuk hasil evaluasi, ia menyebut, ada beberapa hal untuk lebih penguatan di tahun 2020, terutama iklan rokok karena itu sangat berpengaruh. “Sebab di rokok itu tertulis ingat merokok akan membunuhmu, tapi masih ada dimana-mana. Nah bagaimana semua ini tidak membunuh anak-anak kita, sehingga dalam KLA ini program pemerintah untuk bisa mewujudkan Kotamobagu sebagai kota layak anak ini maka kita hilangkan dulu yang namanya rokok,” terangnya.
Ditambahkan, dari dinas kesehatan juga sementara menggodok untuk Perda tentang kawasan bebas rokok. “Insya Allah persoalan ini kita bahas bersama instansi terkait untuk bagaimana menghilangkan iklan-iklan rokok yang ada di Kotamobagu. Salah satu hal yang sangat signifikan untuk mengurangi nilai kita di tahun 2019 adalah iklan rokok,” pungkasnya. (gjm)
ZONA KOTAMOBAGU – Mengantisipasi terjadinya kelangkaan gas LPG ukuran 3 Kg jelang Natal dan Tahun Baru 2020, Pemkot Kotamobagu menambah kuota sebanyak 880 tabung untuk didistribusikan ke pangkalan-pangkalan di Kotamobagu.
“Dihari biasa stok normal 6.120 tabung kita distribusikan, pagi dan sore. Saat ini kita tambah menjadi 7.000-an bahkan lebih untuk mengantisipasi kelangkaan. Sebab kebutuhan gas jelang Natal dan tahun baru meningkat,” kata Kepala Bagian Ekonomi, Alfian Hasan.
Lanjutnya, untuk mengantisipasi kelangkaan gas LPG 3 Kg di Kotamobagu, pihaknya akan turun mengawasi pendistribusian di pangkalan-pangkalan. “Setiap hari kita akan monitoring pendistribusian disetiap pangkalan. Jika ada pangkalan yang kedapatan sengaja mempermainkan harga LPG 3 Kg dengan menjual diatas HET (Harga Eceran Terendah), maka otomatis kita akan cabut ijin pangkalannya,” tegasnya.
Dirinya juga menghimbau, kepada warga yang mampu atau atau berpenghasilan lebih agar tidak membeli gas LPG ukuran 3 Kg. “Gas LPG 3 Kg hanya diperuntukkan kepada masyarakat yang berhak atau kurang mampu. Diimbau juga bagi ASN dilingkungan Pemkot Kotamobagu agar beralih ke gas non subsidi,” imbaunya. (gjm)
Sam Sachrul Mamonto (SSM) saat menyerahkan formulir pendaftaran kepada tim penjaringan.
ZONA POLITIK – Sam Sachrul Mamonto (SSM) diantar pendukung fanatiknya mendaftar sebagai bakal calon bupati di Partai Nasdem, Senin (9/12). Pendukung yang ikut mendaftarkan SSM itu adalah warga Bolaang Mongondow Timur (Boltim) yang berasal dari berbagai desa di wilayah pegunungan -sebutan untuk dapil II-yang meliputi Kecamatan Modayag Bersatu dan Mooat, serta wilayah pesisir -sebutan untuk dapil I- yang terdiri dari Kecamatan Nuangan, Motongkad, Tutuyan dan Kotabunan. Mereka yang datang itu adalah pendukung setia dan militan SSM yang terus dan tetap terjaga sejak lama.
SSM dan pendukung fanatiknya tiba di sekretariat pendaftaran penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati, di Desa Tutuyan, sekira pukul 10.45 Wita, setelah sebelumnya bertolak dari kediamannya di Desa Modayag II.
“Hari ini saya mendaftar sebagai bakal calon bupati. Terima kasih kepada jajaran pengurus DPD Nasdem dan tim penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati yang sudah menerima kedatangan kami di tempat ini,” kata SSM.
SSM juga mengungkapkan, kedatangannya di rumah restorasi Nasdem Boltim itu adalah untuk bertarung dan siap memenangkan pertarungan. “Niat kami ke sini adalah bertarung dan menang,” ungkap SSM.
Ketua DPD Nasdem Boltim, Deval Pontoh, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada SSM yang sudah mendaftar sebagai bakal calon bupati di Partai Nasdem. “Insya allah dengan niat baik ini, Pak Sachrul bisa diusung Partai Nasdem sebagai calon bupati. Terima kasih juga kepada bapak ibu yang sudah mendampingi Pak Sachrul, mudah-mudahan doa bapak ibu bisa mengantarkan Pak Sam Sachrul Mamonto menjadi bupati,” ungkap Deval.(red)
Tim dari Kementrian Koordinator PMK saat berada di salah satu tempat usaha kopi di Kota Kotamobagu.
ZONA KOTAMOBAGU – Pelaku wirausaha kopi di Kota Kotamobau diminta selalu meng-update pengetahuan, terus berkreasi serta berinovasi. Hal ini diutarakan Kepala Sub Bidang Peningkatan Kreativitas Pemuda Kementrian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Subkhan Awaludin, saat berada di Kota Kotamobagu, pekan lalu.
Menurutnya, pelaku wirausaha harus mampu memanfaatkan perkembangan revolusi industri 4.0. Caranya adalah memanfaatkan media sosial atau aplikasi jual-beli dalam pengembangan usahanya. “Kita harus terus berkreasi dan berinovasi agar tidak tergilas dengan perkembangan revolusi industri 4.0. Pelaku wirausaha kopi harus mampu menyasar pembeli dengan skala yang lebih luas, jadi tak hanya lokal saja. Kalau bisa internasional,” ujarnya, usai meninjau salah satu lokasi wirausaha kopi yang ada di Kota Kotamobagu.
Dari hasil pemantauan pihaknya, ia menyebut banyak pelaku usaha yang masih mengandalkan kedai kopi untuk mengembangan bisnis usahanya. “Rata-rata belum menjual dengan packaging yang menarik untuk dijual online, tapi masih menjual di kedai kopi langsung. Kalau pemasarannya melalui online, maka akan membuat Kopi Kotamobagu lebih dikenal oleh pembeli nasional, dan bahkan internasional. Makanya era industri 4.0 ini menuntut kita untuk selalu kreatif dan inovatif,” ujarnya.
Tim dari Kementrian Koordinator PMK itu datang ke Kota Kotamobagu dalam rangka survei untuk memperoleh informasi tentang kesiapan Pemerintah Kota Kotamobagu bersinergi dengan pemerintah pusat dalam pengembangan usaha kecil mikro menengah (UMKM) melalui kegiatan wirausaha pemuda.
“Kunjungan tim dari Kementrian PMK ini adalah tindak lanjut dari Rakor pengembangan wirausaha pemuda di Jakarta, beberapa waktu lalu,” kata Wali Kota, Tatong Bara, usai menyambut kedatangan tim dari Kementrian PMK, di rumah dinas, pekan lalu.
Dari kunjungan itu, wali kota berharap kedepannya ada program dan kegiatan dari Kementrian PMK akan akan dilaksanakan di Kota Kotamobagu, dengan melibatkan wirausaha pemuda. (gjm)
TIm Kota Kotamobagu (jongkok) dan Tim Kabupaten Bolmong foto bersama sebelum pertandingan perebutan medali perunggu cabang olahraga sepak bola pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-X, Kota Bitung.
ZONA OLAHRAGA – Tim sepak bola Kota Kotamobagu sukses meraih medali perunggu usai menumbangkan tim Kabupaten Bolaang Mongondow dengan skor akhir 1-0, pada pertandingan final perebutan medali perunggu di cabang olahraga (Cabor) sepak bola Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-X Kota Bitung. Gol kemenangan Kotamobagu lahir lewat kaki Ucok Karim pada menit ke-35.
“Alhamdulillah kita meraih medali perunggu yang berasa emas,” kata Sekretaris Tim, Reflin Buntuan.
Bagi para pemain dan official, raihan medali perunggu tersebut merupakan hasil yang sesuai dengan target dalam memperbaiki prestasi dari Porprov sebelumnya yang hanya sampai pada babak penyisihan. “Apresiasi yang sangat tinggi atas perjuangan anak-anak saat pertandingan perebutan medali perunggu. Mereka bermain sangat baik dibawah terik matahari pukul sembilan pagi. Dan berusaha bangkit dari kekecewaan atas hasil di babak semi final,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kotamobagu yang telah memberikan kepercayaan penuh kepada tim pelatih dan seluruh pemain diajang Porprov tahun ini. “Atas nama official, tim pelatih dan seluruh pemain menyampaikan permohonan maaf karena hanya bisa mempersembahkan medali perunggu,” ucapnya.
Dirinya berharap, semoga untuk Porprov dua tahun mendatang Kota Kotamobagu bisa menjadi tuan rumah. Menurutnya, pemain yang ada sekarang masih bisa bermain di Porprov berikut. “Rata-rata pemain kita masih berusia 18-19 tahun. Merujuk ke regulasi Porprov batas usia pemain 23 tahun. Maka untuk dua tahun depan tim yang bermain hari ini masih boleh bermain untuk Porprov mendatang,” pungkasnya. (gjm)
ZONA POLITIK – Sam Sachrul Mamonto (SSM) berencana mendaftar di Partai Nasdem sebagai bakal calon bupati Bolaang Mongondow Timur. Melalui utusannya, SSM sudah mengambil formulir pendaftaran di sekretariat penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati, di Desa Tutuyan, Sabtu (7/12).
“Formulir pendaftaran sudah diambil tadi siang, dan insya allah Hari Senin saya akan menyerahkan formulir dan mendaftar sebagai bakal calon bupati,” kata SSM.
Mantan Ketua DPRD Boltim itu juga mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada tim penjaringan bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati yang sudah menyambut dan menerima kedatangan timnya tersebut. “Alhamdulillah formulir pendaftarannya sudah kami terima, dan saya siap mengikuti semua proses dan tahapan penjaringan sebagai bakal calon bupati melalui Partai Nasdem,” sebut SSM.
Pengambilan formulir pendftaran yang menjadi syarat mengikuti penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati itu, merupakan proses awal sekaligus bentuk keseriusan SSM bertarung di Pilkada Boltim. “Kalau ditanya soal kesiapan, saya sangat siap bertarung di Pilkada Boltim,” ungkap SSM. (red)
Wali Kota, Tatong Bara, menyerahkan bahan pokok yang dibeli warga dari kegiatan pasar murah.
ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemko) menggelar pasar murah di Lapangan Boki Hotinimbang, Kotamobagu, Sabtu (7/12). Pasar murah yang menyiapkan ratusan paket bahan pokok (bapok) itu dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Natal dan Tahun Baru.
Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM), Herman Aray, mengatakan pasar murah itu merupakan agenda rutin pihak menjelang hari besar keagamaan. “Ini kita laksanakan untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan jelang Natal. Kegiatan yang sama juga kita laksanakan saat menjelang Idul Fitri,” kata Aray.
Melalui kegiatan pasar murah itu, ia berharap masyarakat dapat terbantu terutama dalam mendapatkan kebutuhan jelang Natal. “Harga bahan pokok yang kita jual jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran. Mudah-mudahan ini akan membantu masyarakat,” harapnya.
Aneke Sangi, Warga Kelurahan Kotamobagu, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota yang sudah melaksanakan pasar murah. Katanya, ia bersama sejumlah warga lainnya sangat terbantu dengan adanya kegiatan itu. “Harganya sangat murah, dan ini sangat membantu kami yang akan merayakan natal,” sebutnya. (gjm)
ZONA KOTAMOBAGU – Perempuan di Kota Kotamobagu diharapkan bisa memberi sumbangsih bagi pembangunan daerah. Hal ini diutarakan Wali Kota, Tatong Bara, saat launching rangkaian kegiatan Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-91, dan Peringatan hari Dharma Wanita Persatuan (DWP) ke-20, di Lapangan Boki Hotinimbang, Kotamobagu, Sabtu (7/12).
Menurut wali kota, momentum PHI dan peringatan hari DWP menjadi kesempatan bagi kaum perempuan untuk berbenah lebih maju dan lebih baik, serta berkapasitas. “Peringatan ini merupakan refleksi sebagai perempuan untuk memberi sumbangsih kepada daerah tercinta ini,” kata wali kota.
Berkaitan dengan launching rangkaian kegiatan PHI dan hari DWP, itu wali kota berharap bisa diikuti dan disemarakkan bersama. “Marilah kita sekalian mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ini, dan menyemarakkannya sebagai momen yang tidak akan terlupakan terutama bagi kaum perempuan di Kota Kotamobagu,” ujar wali kota.
Launching PHI dan Hari DWP itu ditandai dengan jalan sehat dan senam bersama yang dilaksanakan di Lapangan Boki Hotinimbang, dengan melibatkan jajaran pengurus TP PKK Kotamobagu, DWP, organisasi perempuan di Kotamobagu serta jajaran Pemerintah Kota Kotamobagu. (gjm)
ZONA OLAHRAGA – Tim Sepakbola Kota Kotamobagu gagal lolos ke partai final Pekan Olahraga (Porprov) ke-X Kota Bitung. Pada laga semi final melawan tim tuan rumah Kota Bitung, anak asuh I Wayan Hendrajaya kalah lewat drama adu penalti dengan skor akhir 3-4, setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal.
Pada laga yang dipimpin Wasit Jeky Runtulalo itu, Tim Kota Kotamobagu unggul terlebih dahulu pada menit ke-80, lewat sontekan Saiful Hippi. Namun sangat disayangkan, kemenangan yang sudah di depan mata itu buyar, setelah tim tuan rumah menciptakan gol balasan di menit 90+2 melalui tendangan penalty.
Perangkat pertandingan yang memimpin laga antara Kota Kotamobagu vs Kota Bitung di babak semi final cabang olahraga sepak bola.
Hadiah penalty bagi tuan tuan rumah yang diberi wasit itu, dinilai kontroversial.
“Berawal dari tendangan bebas di sisi kiri pertahanan Kotamobagu, bola jatuh di tengah-tengah kerumunan pemain dan terjadi kemelut dalam situasi itu. Tiba-tiba wasit meniup peluit. Pemain kedua tim justru sama-sama bingung, kemudian wasit menunjuk titik putih menghadiahi penalti untuk tim Bitung,” terang Sekretaris Tim, Reflin Buntuan, saat dikonfirmasi Wartawan Zonabmr.com.
Lanjutnya, penonton yang menyaksikan pertandingan itu katanya juga bersorak kebingungan atas keputusan yang kontroversial itu. “Wasit memutuskan pemain Kotamobagu nomor punggung 3 handsball. Padahal pemain (nomor punggung 3) itu berada jauh dari posisi jatuhnya bola,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, saat laga berlangsung sempat terjadi insiden pemukulan yang dilakukan pemain Bitung kepada pemain belakang Kotamobagu atas nama Bakri Paputungan.
“Tapi entah kenapa justru pemain kita yang mendapat kartu kuning dan tidak memberi hukuman sama sekali terhadap pemain lawan. Padahal kejadiannya tepat berada di depan pengawas pertandingan dan hakim garis,” ungkapnya.
“Kami sangat menyayangkan keputusan kontroversial wasit. Sayang melihat perjuangan anak-anak yang sangat luar biasa, yang tiba-tiba dirampas oleh kekeliruan wasit di menit-menit akhir pertandingan,” tambahnya. (gjm)