ZONA KOTAMOBAGU – Kopi Kotamobagu ditargetkan merambah pasar Sulawesi Utara (Sulut). Hal ini diutarakan Wali Kota, Tatong Bara, usai peresmian replika Komalig di Desa Kopandakan I, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Senin (18/11).
Menurut wali kota, kopi merupakan salah satu produk unggulan Kota Kotamobagu. Pemerintah Kota (Pemkot) katanya terus berupaya mengembangkannya. Sasarannya adalah menguasai pasar Sulut melalui café-café yang ada. “Pak gubernur sudah tegaskan, kalau seluruh produk kerajinan apa saja dibawa ke Manado. Mereka akan beli. Ini tantangan bagi kita bagaimana produk yang kita bawa itu bisa terterima. Tentu kualitasnya harus baik, selain itu pengemasannya juga harus menarik agar ada daya tariknya,” kata wali kota.
Untuk mewujudkan target itu, wali kota mengungkapkan pihaknya akan melibatkan kader PKK yang ada di daerah. “PKK akan kita libatkan, mulai proses pengemasan dan seterusnya. Nantinya kader PKK ini juga akan diberi pendampingan, agar semua prosesnya berjalan baik dan sesuai yang kita harapkan,” ungkapnya. (gjm)
Wali Kota, Tatong Bara, memberi sambutan saat membuka kegiatan HKG PKK ke-47, dan Jambore Temu Kader PKK ke-1, di Desa Kopandakan I.
ZONA KOTAMOBAGU — Wali Kota, Tatong Bara, dan Wakil Wali Kota, Nayodo Koerniawan, menghadiri sekaligus membuka kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-47 dan Jambore Temu Kader ke-1 PKK Kotamobagu yang dipusatkan di Lapangan Beringin, Desa Kopandakan 1, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Senin (18/11).
Kegiatan yang mengambil tema “Tingkatkan kinerja kader PKK melalui pengelolaan administrasi PKK itu, juga turut dihadiri unsur Forkopimda, seluruh Kepala SKPD, Camat, lurah dan sangadi serta seluruh kader PKK se-Kota Kotamobagu.
Wali Kota usai membuka kegiatan tersebut mengatakan, dari pemantauan disejumlah stand, paling tidak mereka sudah mulai melakukan inovasi, satu kreasi, satu produk yang mereka bisa hasilkan. Tinggal memang ada beberapa hal yang harus kita sempurnakan seperti pengemasan.
“Ingredients untuk barang itu harus ada tercantum kadar makanannya, kadar gizinya sampai pada batas waktunya. Kedepan ini memang harus dipelihara, terus dipantau, terus dibina, agar nilai atau valuenya bisa berubah dan bisa lebih luas pemasarannya,” tutur Wali Kota.
Lebih lanjut Wali Kota mengatakan, bapak Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, sudah menyampaikan bahwa seluruh produk kerajinan apa saja dari Kotamobagu bisa dibawa ke Manado mereka akan beli.
“Tetapi proses dari kita harus lebih ditingkatkan lagi, termasuk ingredients tercantum kandungan makanan di dalam kemasan. Saya memberi apresiasi untuk sementara hari ini. PKK memberikan satu geliat yang cukup baik tinggal memang kita perlu pendampingan termasuk beberapa produk yang pemakingannya sudah bagus, seperti produk kopi, gula merah dan produk lainnya. Dan ini sudah saya sampaikan pintu gerbangnya kita ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) untuk bisa lebih luas lagi,” ujarnya.
Wali Kota juga mengungkapkan, target Pemkot Kotamobagu kopi harus bisa masuk diseluruh kafe di Sulawesi Utara. “PKK akan membantu dan PKK bisa kita intervensi sampai pada pengawalan dari pemakingan hingga dari hulu ke hilirnya. Paling tidak penanamannya harus kita kontrol lewat pertanian, cara penanganannya sampai pada prosesnya,” kata Tatong.
Ditambahkan, Untuk promosi, nantinya Pemkot Kotamobagu akan mengadakan satu promosi tunggal dalam satu produk. “Tapi kita harus memberikan satu pendampingan yang kuat, termasuk pemakingannya, kandungan makanannya, rasanya sampai dalam pewarnaan jangan sampai ada bahan kimia,” pungkas Wali Kota. (gjm)
Wali kota dan wakil wali kota foto bersama memperlihatkan salah satu kerajinan tangan Bolaang Mongondow yang ada di dalam bangunan replika Komalig.
ZONA KOTAMOBAGU – Bangunan replika komalig (rumah raja) yang dibangun di Desa Kopandakan I, Kecamatan Kotamobagu Selatan, diresmikan Wali Kota, Tatong Bara, Senin (18/11). Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita, yang dilanjutkan dengan peninjauan peralatan serta benda-benda peninggalan sejarah Bolaang Mongondow di dalam bangunan tersebut.
“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya atas dibangunnya bangunan replika Komalig ini. Dari bangunan ini, kita bisa mengetahui peninggalan leluhur kita,” sebut wali kota.
Wali kota mengungkapkan, sejumlah fasilitas maupun peralatan di dalam bangunan tersebut masih perlu dan akan ditambah. “Nanti kita akan memperluas dan menantang kita untuk mengoleksi lebih besar lagi, menyiapkan tempat yang lebih besar dan representatif lagi,” ungkapnya.
Peresmian bangunan replika Komalig itu dihadiri Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan, Sekretaris Daerah Sande Dodo bersama sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), serta Kepala Balai Pelestarian Budaya Wilayah Suluttengo, Apolos Marisan. (gjm)
ZONA KOTAMOBAGU – Pendaftar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kota Kotamobagu yang sudah menyelesaikan proses pendaftaran melalui sscn.go.id, berjumlah 36 orang.
“Jumlah pendaftar sudah 36, terdiri dari 8 orang laki-laki, dan 26 perempuan,” kata Kasubid Pengadaan dan Pemberhentian Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Alfi Syahrin Rustam.
Disisi lain, ia mengimbau calon pelamat untuk mempersiapkan dokumen yang menjadi syarat pendaftaran. Selain itu, pelamar juga diminta teliti saat menginput data via online. “Jika ada yang ingin berkonsultasi atau meminta penjelasan berkaitan dengan pendaftaran, silahkan datang ke Kantor BKPP. Kami siap melayani,” tambahnya.
Untuk membantu pendaftaran via online, Pemerintah Kota melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) juga siap memfasilitasi para calon pelamar dalam proses pendaftaran. “Silahkan datang ke Dinas Kominfo. Kami menyediakan fasilitas komputer maupun jaringan internet dengan kapasitas 50 Mbps,” kata Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Muhammad Syarif Tongkukut. (gjm)
ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) kembali menerima penghargaan kota sehat dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes). Berdasarkan radiogram yang diterima Pemkot Kotamobagu, penghargaan itu akan diserahkan pada 19 November mendatang di ruang Sasana Bhakti Praja Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Insya allah ibu (wali kota) yang akan menerima langsung penghargaan itu,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Ahmad Yani Umar.
Penghargaan kota sehat yang diterima Pemkot tahun ini naik satu tingkat dibandingkan tahun sebelumnya. Di tahun 2018, yang diterima adalah kategori swasti saba padapa. Sedangkan tahun ini adalah swasti saba wiwerda. “Empat tatanan yang menjadi fokus penilaian semua terpenuhi, dan Alhamdulillah kita bisa dapat kategori swasti saba wiwerda,” ujarnya.
Empat tatanan yang dimaksud adalah tatanan pemukiman sarana dan prasarana sehat. Yang dinilai adalah keberadaan sarana pengolahan sampah yang baik, seperti di TPA, sarana sekolah sehat, hutan kota, pengelolaan pasar yang baik serta penyediaan air bersih di tempat umum. Tatanan kedua adalah industri dan perkantoran sehat. Penilaiannya meliputi industri rumahan yang sehat dan ramah lingkungan, serta kawasan perkantoran yang sehat.
Untuk tatanan ketiga adalah kehidupan masyarakat sehat dan mandiri. Fokus penilaiannya meliputi gerakan penanaman pohon, posyandu aktif, posbindu aktif, desa siaga dan adanya larangan merokok di tempat umum, seperti rumah sakit dan kompleks perkantoran. “Kemudian untuk tatanan keempat adalah ketahanan pangan dan gizi. Fokusnya adalah peningatan produksi pangan, tersedianya cadangan dan lumbung pangan, dan kasus gizi buruk menurun,” jelasnya. (gjm)
Suasana pelatihan cara penyembelihan hewan kurban yang dilaksanakan Pemkot bekerja sama dengan Baznas di Balai Desa Bungko.
ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kotamobagu, menggelar pelatihan tata cara penyembelihan hewan. Pelatihan itu dilaksanakan di Balai Desa Bungko, Kamis (14/11), yang diikuti 150 imam dan pegawai syari’i.
Asisten I, Teddy Makalalag, mengatakan pelatihan itu penting untuk setiap imam dan pegawai syari’i. Mengingatkan katanya para imam dan pegawai syari’i sering diminta masyarakat untuk menyembelih hewan baik itu sapi maupun kambing dalam setiap hajat di masyarakat.
“Setiap hajat di masyarakat, imam dan pegawai syari’i biasa diminta menyembelih sapi atau kambing. Jika salah menyembelih, maka daging yang disajikan tidak mendapatkan berkah. Untuk itu, melalui pelatihan ini kita harap para imam dan pegawai syari’i bisa lebih memahami soal tata cara penyembelihan hewan yang benar,” katanya, saat membuka kegiatan itu.
Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial (Kesos), Adin Mantali, mengungkapkan kegiatan pelatihan tersebut akan kembali dilaksanakan pada tahun 2020 mendatang. “Insya allah tahun depan Pemkot dan Baznas Kota Kotamboagu akan mengundang lebih banyak lagi imam dan pegawai syari’i di tiap desa dan kelurahan untuk mengikuti pelatihan seperti ini, agar kapasitas mereka selaku pelayan umat semakin mantap,” ungkapnya. (gjm)
Wakil Wali Kota, Nayodo Koerniawan, dan jajaran Pemerintah Kota saat menyambut kedatangan tim surveyor akreditas FKTP di Puskesmas Gogagoman.
ZONA KOTAMOBAGU – Tim surveyor akreditas Fasilatas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Kementrian Kesehatan (Kemenkes), mengunjungi Puskesmas Gogagoman, Kamis (14/11). Kedatangan mereka untuk menilai kelayakan Pusksesmas tersebut mendapatkan akreditasi kategori paripurna.
Wakil Wali Kota, Nayodo Koerniawan, saat menyambut kedatangan tim surveyor tersebut berharap akreditasi Puskesmas Gogagoman bisa naik dari madya menjadi paripurna. “Kalau dibandingkan dengan Puskesmas di daerah lain yang sudah mendapatkan akreditasi paripurna, maka ada peluang besar Puskesmas Gogagoman mendapatkannya,” katanya, usai menyambut kedatangan tim surveyor akreditas FKTP.
Sementara itu, Ketua Tim Surveyor Akreditas FKTP, Agus Hamang, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas penjemputan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot). Selama berada di Kota Kotamobagu, katanya pihaknya akan memantau seluruh aktivitas pelayanan di Puskesmas Gogagoman. “Penilaian ini akan kami lakukan selama tiga hari. Jika semua kompone penilaian sudah sesuai standar, maka akreditasi paripurna yang menjadi harapan semua bisa diharapkan,” ujarnya. (gjm)
Proses produksi gula aren secara manual oleh pengrajin di Desa Moyag.
ZONA KOTAMOBAGU – Potensi gula aren di Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur, sangat menjanjikan. Tak sedikit warga setempat yang menggantungkan hidup dengan bekerja sebagai pengrajin gula berbahan dasar air nira tersebut.
Melihat besarnya potensi itu, pemerintah desa setempat menaruh perhatian serius dengan memberdayakan para pengrajin dan mengakomodirnya dalam satu kelompok. Selain itu, pemerintah desa juga melirik gula aren sebagai salah satu jenis usaha yang akan dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Hal itu dilakukan guna membantu para pengrajin mulai dari proses produksi, peningkatan kualitas produk hingga pemasarannya. Sasarannya adalah peningkatan ekonomi masyarakat khususnya para pengrajin.
“Satu pengrajin bisa menghasilkan 50 kilo gram per hari. Kalau dikalikan 10 orang dalam satu kelompok, maka gula aren yang diproduksi per hari bisa mencapai 500 kilo gram. Proses produksinya dilakukan secara manual dengan peralatan tradisional,” kata Kepala Desa Moyag, Rusmin Mamonto.
Gula aren yang diproduksi para pengrajin di Desa Moyag itu selanjutnya akan diproduksi lagi menjadi produk Gula Semut Moromimit. Permintaan pasarnya cukup tinggi. “Peminatnya banyak. Tapi untuk pemasarannya kita masih tunggu ijin dari Dinas Kesehatan, kemudian rekomendasi dari Dinas Perdagangan. Kalau semua sudah ada, pemasarannya bisa ke gerai-gerai yang ada di Kota Kotamobagu,” ungkapnya.
Gula aren menjadi salah satu produk unggulan Kota Kotamobagu. Untuk membantu pengembangannya, Pemerintah Kota membangun rumah produksi yang lokasinya berada di dekat area perkebunan warga setempat. (gjm)
Wakil Wali Kota, Nayodo Koerniawan, saat menandatangani berita acara tentang kesepakatan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Provinsi Sulawesi Utara dalam penanggulangan kemiskinan.
ZONA KOTAMOBAGU — Pemerintah Kota (Pemkot) mendukung penuh program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK) yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Hal ini diutarakan Wakil Wali Kota, Nayodo Koerniawan, usai mengikuti Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD), Rabu (13/11), di Hotel Aryaduta – Manado.
“Pemerintah Kota Kotamobagu mendukung penuh berbagai upaya percepatan penanggulangan kemiskinan yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara,” sebut Nayodo.
Sebagai bentuk dukungan nyata atas pelaksanaan program ODSK, Pemkot telah melaksanakan berbagai program dan kegiatan seperti; pemberian bantuan beasiswa anak asuh bagi keluaga kurang mampu, pelatihan keterampilan tenaga kerja, pemberdayaan keluarga miskin, pemberian bantuan bibit dan benih bagi para petani, serta berbagai program dan kegiatan lainnya.
Kegiatan Rakorev TKPKD itu dibuka Asisten III Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, A Gemmy Kawatu, yang mewakili Gubernur Sulawesi Utara, serta dihadiri Wakil Bupati dan Wakil Wali Kota se – Provinsi Sulawesi Utara tersebut.
Disela kegiatan itu, juga dilakukan penandatangan berita acara tentang kesepakatan Pemerintah Kabupaten/Kota se – Provinsi Sulawesi Utara dalam penanggulangan kemiskinan, yakni diantaranya, peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin, pemberdayaan ekonomi Mikro dan kecil, serta menyelesaikan finalisasi verifikasi dan validasi data penduduk miskin. (gjm)
ZONA HUKRIM – Kapolres Kotamobagu, AKBP Gani Fernando Siahaan SIK MH, mengeluarkan enam maklumat terkait pelaksanaan Pemilihan Sangadi (Pilsang) serentak di 105 desa di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Rabu (14/11).
Adapun maklumat Kapolres tersebut adalah;
Pertama: Siap menang dan siap kalah bagi peserta Pemilihan kepala desa dan tidak dijinkan melakukan konvoi baik jalan kaki atau menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat, setelah penetapan hasil pemilihan kepala desa.
Kedua: Acara syukuran kemenangan pemilihan kepala desa dilaksanakan di rumah masing-masing sampai pukul 21.00 Wita.
Ketiga: Pihak-pihak yang merasa dirugikan atau keberatan atas putusan hasil pemilihan kepala desa, disilahkan menempuh jalur hukum yang telah ditetapkan oleh undang-undang.
Keempat: Tidak diperkenankan membuat postingan-postingan yang berbau hoax di media sosial apalagi sampai menjurus kepada ujaran kebencian, apabila ditemukan akan dijerat dengan undang-undang ITE.
Kelima: Aparat keamanan akan menindak tegas sesuai ketentuan perundang-undangan bagi oknum yang menghalangi atau menggagalkan pelaksanaan pemilihan kepala desa di Kabupaten Bolaang Mongondow.
Keenam: Laksanakan pemilihan kepala desa yang jujur, adil, dan bermartabat demi kemajuan desa-desa di Kabupaten Bolaang Mongondow.