Beranda blog Halaman 484

Pedagang Kuliner di Jalan Kartini Siap-siap Dipindah ke Eks RSUDB

Lokasi eks RSUDB yang akan dijadikan sebagai pusat kawasan kuliner.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) berencana merelokasi pedagang kuliner di Jalan Kartini ke eks Rumah Sakit Umum Datoe Binangkang (RSUDB). Relokasi pedagang itu dilakukan setelah pembangunan kawasan kuliner rampung dalam beberapa beberapa bulan ke depan.

“Semua pedagang kuliner di Jalan Kartini akan dipindahkan di situ. Mereka sudah membuat pernyataan bahwa siap pindah ke situ,” kata Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM), Herman Aray, kemarin.

Ia mengungkapkan, relokasi pedagang itu dimaksudkan agar semua pedagang kuliner terfokus pada satu titik, sehingga aktivitas jual-beli kuliner hanya berada dalam satu kawasan saja. “Lokasinya strategis karena berada di pusat kota dan memiliki area parkir yang luas sehingga takkan mengganggu arus lalu lintas,” ungkapnya.

Pembangunan kawasan kuliner itu sudah dimulai. Anggarannya sebesar Rp455 juta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Pengerjaan proyek tersebut ditargetkan rampung akhir tahun ini. (gjm)

Dinas Kominfo Boltim “Tambah Ilmu” di Kotamobagu

Sekretaris Dinas Kominfo Boltim, Udel Simbala, diwawancarai wartawan saat berada di Kantor Dinas Kominfo Kotamobagu.

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kotamobagu dipilih sebagai tempat tujuan study banding terkait manajemen kerja sama dengan media massa oleh Dinas Kominfo Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

“Rekomendasinya ke Kota Kotamobagu. Karena saat ini memang Kotamobagu menjadi menjadi salah satu daerah yang sudah baik dalam mengelola kerja sama dengan media massa, baik dari sisi administrasinya maupun konsep kerja sama dan teknis penyebarluasan informasi pemerintah melalui media,” kata Sekretaris Dinas Kominfo Boltim, Udel Simbala, saat berada di Kantor Dinas Kominfo Kotamobagu.

Hasil study yang didapat di Kota Kotamobagu katanya akan diadopsi kemudian diterapkan di Boltim mulai tahun anggaran 2020. “Termasuk tahun depan itu syarat media dan kompetensi wartawan juga akan kita terapkan,” ujarnya.

Kepala Bidang Statistik Informasi Komunikasi Publik (SIKP) Dinas Kominfo Kotamobagu, Fahri Damopolii, mengaku pihaknya selalu terbuka dengan daerah lain terkait sharing informasi yang berkaitan dengan pengelolaan manajemen kerja dengan media massa. “Pokok pembahasan kita tadi seputar informasi soal kerja sama dengan media cetak dan media online. Tentu kita menyambut baik dan mengapresiasi Dinas Kominfo Boltim yang sudah datang ke sini,” sebutnya. (gjm)

Pengembangan Kawasan Pertanian Sesuai Jenis Tanaman Unggulan

Muljadi Suratinoyo

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) terus menggenjot sektor pertanian sebagai salah satu unggulan di Kota Kotamobagu. Salah satu yang dilakukan adalah pengembangan kawasan pertanian organic berdasarkan wilayah.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian, Ramjan Mokoginta, mengatakan pengembangan kawasan pertanian organic itu disesuaikan dengan clushter unggulan di tiap wilayah. Ia mencotohkan, di Kecamatan Kotamobagu Utara cocok dengan tanaman Kakao, maka pusat pengembangan tanaman jenis itu akan dipusatkan di wilayah tersebut. “Begitu juga dengan wilayah lain. Kalau di Kecamatan Kotamobagu Selatan cocok dengan Kopi Arabika, maka akan kita fokuskan di sana. Kita lakukan begitu agar pengembangan sektor pertanian bisa lebih terarah,” katanya.

Selain mengembangkan kawasan pertanian, hal lain yang juga dilakukan Dinas Pertanian adalah memandu petani untuk mengarah ke sistem organik. “Kalau organic itukan ada jaminan kesehatannya. Tanaman tidak dicampurkan pupuk kimia. Untuk itu kita dorong agar semua petani beralih ke sistem organic,” ujarnya. (gjm)

Begini Penjelasan Tim Pansel Soal Pelantikan Pejabat Hasil Seleksi JPT Pratama

ZONA KOTAMOBAGU – Panitia Seleksi (Pansel) sudah mengumumkan hasil uji kompetensi seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah. Dalam pengumuman nomor: 14/Pansel-KK/X/2019 yang ditandatangani Ketua Pansel, Sande Dodo, tertuang tiga besar nama peserta yang mendapatkan nilai tertinggi atas penilaian semua tahapan.

Meski sudah diumumkan, namun siapa pejabat yangg akan dilantik serta waktu pelantikannya, belum bisa diketahui. Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) harus terlebih dahulu mendapatkan rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

“Waktu pelantikan belum diketahui, karena tergantung rekomendasi KASN,” kata Anggota Tim Sekretariat Panitia Seleksi (Pansel), Dedy Afandi Iman.

Permohonan wali kota terkait pelantikan pejabat hasil seleksi JPT Pratama diagendakan akan dibawa ke KASN pekan depan. “Insya allah minggu depan itu (permohonan ke KASN) akan dibawa,” ujarnya.

Nama-nama yang diumumkan itu berdasarkan hasil pleno Tim Pansel yang dilaksanakan beberapa hari lalu di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional XI Manado. Tiga nama di tiap formasi juga telah diserahkan ke wali kota sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK). “Untuk memilih siapa diantara tiga nama itu adalah hak prerogative wali kota selaku PPK,” ungkapnya. (gjm)

Tiga Pimpinan DPRD Bolmong Dilantik

Tiga Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bolaang  Mongondow (Bolmong) periode 2019-2024, dilantik dan diambil sumpah jabatan oleh Ketua Pengadilan Negeri Kotamobagu. Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah itu melalui sidang paripurna yang dilaksanakan Kamis (24/10).

Tiga pimpinan DPRD yang dilantik dan diambil sumpah adalah; Welty Komaling sebagai Ketua DPRD, serta Sukron Mamonto dan Abdul Kadir Mangkat masing-masing sebagai Wakil Ketua DPRD.

Ke-tiga pimpinan DPRD yang dilantik itu bersumpah dan berjanji akan bekerja dengan sungguh-sungguh, mengutamakan bangsa dan negara daripada kepentingan pribadi, perseorangan serta golongan. Ketiganya juga berjanji dan bersumpah akan memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Usai diambil sumpah janji, Ketua DPRD, Welty Komaling, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak sehingga pelantikan dan pengambilan sumpah janji pimpinan DPRD Bolmong itu bisa terlaksana. Ia juga berharap, agar tercipta sinergitas dan saling mendukung antar sesama anggota DPRD dalam menjanlankan tugas.

Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah disaksikan Bupati yasti Soepredjo Mokoagow, Wakil Bupati Yanny Ronny Tuuk, Sekretaris Daerah Tahlis Galang dan jajaran Pemerintah Kabupaten Bolmong serta sejumlah tamu dan undangan lainnya. (advertorial)

Tiga Triwulan, Nilai Investasi Tembus 71,8 miliar

Noval Manoppo
Noval Manoppo

ZONA KOTAMOBAGU – Gairah investasi di Kota Kotamobagu terus meningkat. Dari catatan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), total nilai investasi sejak Januari hingga Agustus mencapai Rp71,8 miliar.

Kepala DPMPTSP, Noval Manoppo, mengatakan nilai investasi yang ditargetkan tahun ini sebesar Rp100 miliar. Ia  optimis, angka tersebut bisa dicapai dengan melihat progres dan capaian hingga akhir triwulan III lalu. “Kalau diakumulasikan dengan Bulan September dan Oktober, angkanya sudah hampir 100 miliar. Kita yakin sampai akhir tahun nanti angkanya bisa di atas angka itu (100 miliar),” katanya.

Nilai investasi yang ditargetkan pemerintahan Tatong Bara-Nayodo Koerniawan (TB-NK) sebagai wali kota dan wakil wali kota sebesar Rp7 triliun. Target itu lebih tinggi dibandingkan periode pertama Wali Kota, Tatong Bara, yang hanya Rp3,5 miliar. Investasi yang masuk rata-rata bergerak di bidang jasa dan perdagangan. Hal itu sejalan dengan visi misi Pemerintah Kota yakni; Kota Kotamobagu Sebagai Kota Model Jasa dan Pusat Perdagangan di Kawasan Bolaang Mongondow Raya.

“Untuk periode pertama target nilai investasi berhasil dicapai, bahkan lebih. Ini kita didapat karena berbagai kemudahan yang diberikan pemerintah kepada para pelaku usaha. Untuk periode kedua wali kota ini, kita yakin bisa dicapai. Tentu ada banyak terobosan yang kita lakukan agar gairah investasi terus meningkat dari tahun ke tahun,” ujarnya.

Ditambahkannya, Pemkot sangat terbuka dengan kehadiran setiap investor yang datang berinvestasi di Kota Kotamobagu. Namun katanya, berbagai ketentuan terutama soal perijinan harus dipatuhi. “Pemerintah terbuka dengan siapa saja yang ingin berinvestasi di sini, karena dampaknya pasti pada peningkatan ekonomi masyarakat. Tapi catatannya, harus patuh terhadap semua aturan yang berlaku.” Tambahnya. (gjm)

10 Parpol Terima 680 juta Banpol, ini Rinciannya

Hendra Makalalag

ZONA KOTAMOBAGU – Dana Bantuan Politik (Banpol) untuk Partai Politik (Parpol) peraih kursi di DPRD Kota Kotamobagu, segera dicairkan. Hal ini diutarakan Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Hendra Makalalag.

Menurutnya, pihaknya tinggal menunggu pengajuan permintaan pencairan dari masing-masing Parpol. Adapun mekanisme pencairannya dilakukan dalam dua tahap. Tahap I untuk delapan Parpol peraih kursi di DPRD Kota Kotamobagu periode 2014-2019, sedangkan tahap II, adalah milik 10 Parpol peraih kursi periode 2019-2024. “Anggarannya sudah tersedia, dan siap dicairkan,” kata Hendra, kemarin.

Besaran Banpol yang diterima tiap Parpol disesuaikan dengan perolehan suara masing-masing berdasarkan penetapan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Satu suara seharga Rp9.700 yang dikalikan total suara parpol. Untuk periode 2014-2019, Parpol peraih suara terbanyak adalah PAN dengan nilai Rp190.061.800. Sedangkan di periode 2019-2024 adalah PDI Perjuangan dengan nilai Rp170.933.400.

“Diharapkan partai politik segera memasukan proposal pemintaan Banpol agar cepat terealisasi, apalagi ini sudah akhir tahun,” imbaunya. (gjm)

Rincian Banpol Tiap Parpol Peraih Kursi di DPRD Kota Kotamobagu Periode 2019-2024

Nama ParpolPerolehan SuaraNilai Banpol
Golkar8.577Rp83.196.900
PAN3.612Rp35.036.400
PDI Perjuangan17.622Rp170.933.400
Demokrat4.958Rp47.092.600
PKB6.950Rp67.415.500
PKS3.633Rp35.240.100
PPP1.893Rp18.362.100
Hanura6.417Rp62.244.900
Gerindra2.387Rp23.153.900
Nasdem14.108Rp136.847.600
TOTAL70.157Rp680.522.900

***Sumber: Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kotamobagu

Operasi Zebra Sasar Pelanggar Lalu Lintas

Operasi zebra yang dilakukan tim gabungan di depan Paris Superstore.

ZONA KOTAMOBAGU – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kotamobagu menggelar operasi lalu lintas bersandikan ‘Operasi Zebra Samrat 2019’. Operasi tersebut digelar 14 hari dimulai 23 Oktober sampai 5 November.

“Pagi tadi gelar pasukan dipimpin bapak Kapolres Kotamobagu yang dihadiri instansi terkait, antara lain Dinas Perhubungan, Satpol PP, Jasa Raharja, Samsat, Denpom serta seluruh kapolsek jajaran dan perwakilan personil,” kata Kanit Dikyasa Satlantas Polres Kotamobagu, Ipda Agus Julianto.

Dikatakannya, dalam gelar pasukan tersebut Kapolres menekankan agar dalam penindakan nanti di lapangan, harus dengan cara humanis, profesional serta tidak ada kolusi dan nepotisme. “Dalam operasi zebra samrat 2019 melibatkan 50 personel, sasaran penindakan seperti kelengkapan surat kendaraan, kelengkapan pribadi, helm harus standar nasional, tidak menggunakan handphone dalam berkendara, tidak dalam pengaruh alkohol serta roda empat wajib menggunakan sabuk pengaman,” ujarnya.

Untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, Satlantas Polres Kotamobagu menghimbau kepada masyarakat untuk patuh dan taat dalam berlalu lintas. “Imbauan juga kepada generasi millenial, tidak dibenarkan mengemudi apabila belum memiliki SIM. Stop pelanggaran, stop kecelakaan, keselamatan untuk kemanusiaan,” ucapnya.

Pada Operasi Zebra Samrat 2019 yang digelar, Rabu (23/10) tadi, Satlantas Polres Kotamobagu menggelar operasi ditiga titik yakni Jalan Adampe Dolot, jalur dua Paloko Kinalang dan Kawasan Tertib Lalu Lintas depan Paris Superstore.

Adapun pelanggar lalu lintas yang terjaring operasi sebanyak 47 pelanggar. Rata-rata pelanggaran karena tak memiliki dokumen atau surat kendaraan. “Untuk pelanggar yang tidak memakai helm, tak ada kaca spion, kita tahan SIM dan STNK-nya. Sementara bagi kendaraan yang tidak memiliki surat-surat serta tidak ada plat nomor, kendaraannya kita tahan di Kantor Satlantas,” ujar Agus. (gjm)

Prihatin Kasus Kekerasan Terhadap Guru, Begini Imbauan Asisten III Setda Kotamobagu

Adnan Massinae

ZONA KOTAMOBAGU – Kasus penganiayaan menggunakan barang tajam yang dialami seorang guru di salah satu sekolah di Sulawesi Utara, mendapat tanggapan dari Assiten III Sekretariat Daerah (Setda), Adnan Massinae.

Mantan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) itu berharap kasus serupa tidak sampai terjadi di Kota Kotamobagu. “Kita harap kejadian seperti ini tidak terjadi di Kotamobagu,” harapnya.

Untuk mengantisipasi kejadian itu, ia mengingatkan meminta Dinas Pendidikan untuk lebih meningkatkan atau mengarahkan lagi masalah kurikulum di sekolah tentang kegiatan-kegiatan siswa, serta pola pendekatan antara guru dan orang tua murid.

“Pola ini harus dilakukan disetiap sekolah di Kotamobagu, agar guru dan orang tua bersama-sama mendidik anak. Sebab guru tidak cukup mendidik anak begitu juga orang tua, karena 8 jam anak-anak di sekolah. Sehingga lingkungan keduanya itu yang akan mempengaruhi tingkat pola anak-anak,” ujar Adnan.

Lanjutnya, bagi para orang tua dan masyarakat agar jangan sampai membiarkan anak-anak lepas dari kendali, seperti hidup sendiri, minum minuman keras, terbiasa dengan rokok pada saat anak masuk diusia remaja.

“Makanya yang sangat penting pengendalian di bidang agama. Sebab anak-anak sekarang tingkat emosinya labil. Apalagi tingkat SMP/SMA masa puber mereka yang harus dikendalikan dengan nilai-nilai agama dan nilai-nilai sosial budaya yang baik,” kata Adnan.

Dirinya menekankan, kepada Dinas pendidikan harus lebih meningkatkan lagi dan mengarahkan kurikulum dipembinaan agama serta sosial budaya. “Pengenalan lingkungannya, dan kemudian banyak bersosialisasi antara orang tua dan guru untuk lebih mengenal karakter anak-anak didik bagaimana dia sekolah,” imbuhnya.

Mantan Penjabat (Pj) Sekda Kotamobagu ini, juga menghimbau bagi sekolah-sekolah agar lebih proaktif dan sering mengundang orang tua murid. “Jadi setiap ada persoalan dari anak-anak, orang tua langsung diundang untuk membicarakan karakter anak tersebut agar tidak ada mis komunikasi antara siswa dan orang tua,” imbaunya.

Adnan juga berharap, para orang tua murid juga harus memahami kinerja guru, misalnya anak-anak dibina, dibimbing atau dihukum kecil-kecilan, gurunya harus dibantu untuk memahami anaknya. “Setelah sampai di rumah diingatkan ke anak-anak bahwa guru kamu itu betul, karena tugasnya untuk membimbing. Kemudian orang tua harus memahami bahwa 8 jam anak di sekolah harus diserahkan sepenuhnya ke guru. Dan guru juga harus memahami bahwa tugasnya mendidik, tidak serta merta melakukan tindakan yang tidak baik, dan harus mengetahui karakter anak didiknya,” tutur Adnan.

Selain itu kata Adnan, guru dan para orang tua juga harus memantau setiap aktifitas anak-anak ketika sudah pulang sekolah. “Sekarang banyak anak-anak pulang sekolah belum tentu mereka langsung ke rumah. Kadang singgah di warnet, kongko-kongko, apalagi di media sosial sangat mempengaruhi pola pikir mereka,” ujarnya.

Ditambahkannya, kepada tenaga pendidik diharapkan agar pada lima menit terakhir sesi pembelajaran akan berakhir, supaya dikeluarkan himbauan kepada para siswa kalau pulang sekolah langsung ke rumah masing-masing.

“Jika sudah sampai dirumah, cium tangan orang tua dan lain sebagainya. Jadi lima menit terakhir gurunya menjadi orang tua murid, sampaikan bahasa bahasa yang baik, jangan hanya jadi pendidik tapi jadi orang tua juga. Saya berharap dinas pendidikan juga harus memperhatikan kesejahteraan para tenaga pendidik, mudah-mudahan pemerintah daerah punya dana lebih untuk memperhatikan kesejahteraan para guru,” tukasnya. (gjm)

Kotamobagu Miliki Lima Potensi Wisata Air Terjun

Agung Adati

ZONA KOTAMOBAGU – Kota Kotamobagu mengoleksi lima titik air terjun yang berpotensi dikembangkan menjadi objek wisata alam. Ke-lima titik air terjun itu adalah; Air Terjun Molimpungan di Desa Kobo Kecil, Air Terjun Mongkonai di Kelurahan Mongkonai Barat, Air Terjun Batu Putih di Desa Bilalang I serta Air Terjun Boliangonan dan Mobuya di Desa Poyowa Besar I.

“Dari survey yang dilakukan tim dari KPHP Unit II Seksi Perencanaan dan Pemanfaatan Dinas Kehutanan Provinsi Sulut lalu, ada lima titik air terjun yang berpotensi untuk dikembangkan dan dijadikan destinasi wisata,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Parwisata (Disbudpar), Agung Adati.

Ia mengungkapkan, ke lima titik air terjun tersebut akan dikembangkan namun dilakukan secara bertahap. Air Terjun Molimpungan menjadi prioritas. Bahkan untuk mengembangkan air terjun yang berlokasi di Desa Kobo Kecil itu, Disbudpar sudah melakukan berbagai upaya termasuk strategi pengembangannya. Tak hanya itu, Dinas Pariwisata Provinsi Sulut juga telah datang melakukan survey sekaligus berkoodinasi dengan Pemkot terkait anggaran pengembangannya. “Intinya semua akan kita perhatikan, tapi dilakukan secara bertahap,” ungkapnya. (gjm)