Beranda blog Halaman 513

Wali Kota Ingatkan Masyarakat Soal Pelaporan SPT

Wali Kota Tatong Bara (kedua dari kanani) dan Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan (kanan) berdiskusi dengan jajaran KPP Pratama di ruang kerja wali kota, kemarin.

ZONA KOTAMOBAGU – Wali Kota Tatong Bara mengajak semua Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta masyarakat untuk segera melakukan pelaporan surat pemberitahuan tahunan orang pribadi. Hal ini diungkapkan wali kota usai menerima kunjungan kepala dan jajaran KPPT Pratama Kotamobagu, di ruang kerjanya, Senin (4/3).

Menurut wali kota, batas pelaporan SPT tahunan orang pribadi hanya sampai pada 31 Maret mendatang. Oleh karena itu, ia mengajak semua wajib pajak untuk memanfaatkan waktu yang tersisa dengan segera melaporkan SPT. “Pelaporan sekarang ini tak lagi harus mengantri di kantor pajak. Kita bisa memanfaatkan teknologi dengan melakukan pelaporan secara online,” kata wali kota.

Wali kota mengungkapkan, pelaporan dan pembayaran pajak yang dilakukan para wajib pajak merupakan sebuah kontribusi terhadap pembangunan daerah. “Pajak ini jangan dijadikan sebagai sesuatu yang memberatkan. Karena dengan membayar pajak, berarti kita sudah ikut berkontribusi terhadap kemajuan daerah,” ungkap wali kota.

Wali kota mengakui, ia telah melaporkan SPT tahunan untuk tahun pajak 2018 ke KPP Pratama. Pelaporan itu dilakukannya via e-filling. “Saya lapor pajak lewat e-filling, saat itu sebelum sarapan pelaporannya menggunakan handphone saja. Jadi tidak lagi harus ke kantor pajak. Begitu juga dengan pak wakil (Nayodo Koerniawan), melapor SPT secara online,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Pajak Pratama (KPP) Kotamobagu, Denny Tri Satrianto, mengapresiasi wali kota dan wakil wali kota yang telah menjadi contoh kepada masyarakat dengan membayar pajak tepat waktu. “Kami datang ke sini untuk memberi apresiasi kepada wali kota dan wakil wali kota yang sudah melapor SPT pada tanggal 2 (Sabtu),” sebutnya. (ads/trz)

Tatong Tantang Pejabat Eselon II Ikut Seleksi Sekda

Tatong Bara

ZONA KOTAMOBAGU – Tahapan pendaftaran seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama untuk formasi jabatan Sekretaris Daerah (Sekda), sudah dibuka sejak 22 Februari lalu. Namun demikian, hingga Senin (1/3) belum ada satupun pejabat yang mendaftarkan diri sebagai peserta seleksi calon panglima ASN itu.

“Seleksi ini jadi ajang unjuk kemampuan pejabat yang benar-benar memiliki kapasitas untuk jabatan Sekda. Saya harap, mereka (pejabat) mandiri dan merespon ini dan membuktikan bahwa mereka mampu,” kata Tatong.

Menurut saya, para pejabat khususnya yang ada di lingkungan Pemkot Kotamobagu harus memberanikan diri ikut seleksi Sekda. “Ikut seleksi ini, karena ini ajang untuk mengukur kemampuan sekaligus gambaran bahwa mereka sanggup berada pada level ini. Intinya bertarung dulu. Saya tantang kepala SKPD untuk ikut seleksi ini,” sebut Tatong.

Informasi didapat dari tim sekretariat Panitia Seleksi (Pansel) JPT Pratama, sudah sejumlah pejabat yang berkomunikasi dengan tim pansel untuk mendaftar seleksi. Namun demikian, para pejabat tersebut saat ini masih mempersiapkan dokumen yang dipersyaratkan dalam mengikuti seleksi.

“Belum ada yang mendaftar. Mereka masih menyiapkan dokumen,” sebut Deddy Afandi Iman, anggota tim secretariat Pansel JPT Pratama.

Ia menambahkan, tahapan seleksi dapat berlanjut jika jumlah pendaftar minimal empat orang. “Setelah tahapan pendaftaran ini akan dilanjutkan dengan seleksi administrasi, pengumuman hasil seleksi administrasi, assessment dan wawancara. Untuk assessment dan wawancara ini direncanakan dilaksanakan di Kantor BKN Regional XI Manado,” tambahnya. (ads/trz)

Pemkab Bolmut Serius Tangani Stunting

Tim penanggulangan stunting foto bersama usai pertemuan dengan Pemkab Gorontalo.

ZONA BOLMUT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) terus berupaya menekan angka stunting atau anak yang memiliki tinggi badan lebih rendah dari usia standarnya. Kamis (28/2) hingga Jumat (1/3), tim penanggulangan stunting Pemkab berkunjung ke Kabupaten Gorontalo untuk study tiru cara penanggulangan stunting yang dilakukan daerah yang berada di Provinsi Gorontalo itu.

Wakil Bupati, Amin Lasena, mengatakan penanganan stunting merupakan implementasi program nasional percepatan pencegahan anak tumbuh kerdil di Kabupaten Bolmut. “Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pencegahan stunting di daerah kita,” kata Wabup yang memimpin agenda study tiru tersebut.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes), Ally Dumbela, mengungkapkan ada banyak hal yang menjadi fokus perhatian pihaknya selama berada di Kabupaten Gorontalo, diantaranya soal syiar gerakan masyarakat sehat yang dikolaborasikan dengan agenda rutin Pemkab, regulasi serta keterlibatan semua stakeholder. “Nantinya apa yang kita dapatkan selama berada di Gorontalo, akan kita terapkan di Kabupaten Bolmut,” ungkapnya.

Ditambahkannya, pencegahan stunting terus dilakukan pihaknya dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2016 lalu, katanya angka stunting berhasil ditekan hingga 36 persen. Setahun kemudian atau pada 2017, presentase angka stunting berhasil ditekan hingga 34 persen, dan 28 persen ditekan pada 2018. “Kita targetkan angka stunting di Bolmut terus berkurang dari tahun ke tahun,” tambahnya. (Rendy)

Terungkap Identitasnya, Satu Jasad Korban Tambang Bakan Dijemput Keluarga di RSUD Kotamobagu

dr Paula Lihawa

ZONA KOTAMOBAGU — Satu jasad korban tambang Bakan yang sebelumnya tidak diketahui identitasnya, telah dijemput pihak keluarga, Kamis (28/3) sekira pukul 13.00 Wita.

Identitas korban adalah Abdul Pitres Larame (44), warga Desa Bilalang III, Kecamatan Bilalang, Kabupaten Bolaang Mongondow.

“Jasad korban sudah dijemput tadi oleh istri dan keluarganya,” kata Kepala Tim Postmortem DVI Polda Sulut, dr Paula Lihawa.

Sebelum menyerahkan jasad korban ke pihak keluarga, katanya pihaknya terlebih dahulu meminta keterangan ke pihak keluarga terkait ciri-ciri korban. “Kita tidak langsung menyerahkan, tapi disesuaikan dulu antara keterangan keluarga dengan ciri-ciri korban,” terangnya. (trz)

Ini Jumlah Sementara dan Nama Korban Tragedi Tambang Bakan

Proses evakuasi di lokasi kejadian.

ZONA KOTAMOBAGU — Upaya evakuasi terhadap korban yang tertimbun di lokasi pertambangan Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong, terus dilakukan. Sejak Selasa (26/2) hingga Rabu (27/2) sekira pukul 20.00 Wita, sudah ada 23 korban yang berhasil dievakuasi oleh tim gabungan dari unsur TNI, Polri, Basarnas dan kelompok masyarakat lainnya.

Baca Juga: Umur Sekira 40 Tahun, Ini Ciri-ciri Korban Tambang Bakan yang Belum Teridentifikasi

Dari jumlah yang berhasil dievakuasi itu, terdapat empat korban meninggal dunia, dengan tiga diantaranya telah berhasil diidentifikasi dan sudah diketahui identitasnya. Sedangkan 19 korban lainnya masih selamat namun beberapa diantaranya mengalami luka berat dan luka ringan.

Jumlah korban tersebut masih memungkinkan bertambah. Terinformasi masih ada puluhan penambang lain yang belum berhasil dievakuasi dan masih terjebak dalam lubang galian material di lokasi kejadian. (trz)

 

Nama Korban Tambang Bakan yang Sudah Dievakuasi:

1) Muin Andriase

2) Harson Mokoginta

3) Fandi Modeong

4) Rusman Pobela

5) Rustam Golonggom

6) Topan Potabuga

7) Madinanto Singosari

8) Anas Sutyo Nugroho

9) Fian Potabuga

10) Sudarto Tulong

11) Kito Tulong

12) Sapri Mokodompit

13) Eman

14) Langkau

15) Beny Mamonto

16) Arifin Mamonto

17) Waldi Tiwang

18) Risko Tampoi

19) Heldi Mokoagow

20) Toni Paputungan

21) Udin Tulong

22) Ikran Makahinda

Umur Sekira 40 Tahun, Ini Ciri-ciri Korban Tambang Bakan yang Belum Teridentifikasi

dr Paula Lihawa

ZONA KOTAMOBAGU – Salah satu korban meninggal dunia yang dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotamobagu, belum diketahui identitasnya. Hingga Rabu (27/2) pukul 20.00 Wita malam ini, jasad korban masih berada di ruang jenazah.

“Ada dua korban meninggal dunia yang dibawa hari ini, dan yang teridentifikasi baru satu. Yang sudah diidentifikasi itu tinggal menunggu keluarga untuk dibawa pulang,” kata Kepala Tim Postmortem DVI Polda Sulut, dr Paula Lihawa.

Ia menjelaskan, jasad korban yang belum teridentifikasi itu berjenis kelamin laki-laki dengan usia diperkirakan di atas 40 tahun, tinggi badan 152 centi meter (cm), tidak ada tahi lalat, tidak ada tato, tidak ada bekas patah dan memiliki tindik di telinga bagian kiri. “Korban menggunakan kaos berwarna hijau dan celana pendek biru bergaris hitam-putih. Di dalam saku celana hanya ada satu bungkus rokok, macis dan uang seratus ribu,” jelasnya.

Ditambahkannya, pihaknya masih menunggu hingga Kamis (28/2) hari ini. Namun jika belum ada yang datang melapor memiliki anggota keluarga seperti cirri-ciri tersebut, maka jasad korban tersebut akan langsung dikuburkan. “Kita sudah koordinasi dengan wali kota dan wakil wali kota, kalau sampai besok belum ada, maka jasad korban akan langsung dikuburkan,” tambahnya. (trz)

1 Maret, Lima Unit BRT Diuji Coba

Nasli Paputungan

ZONA KOTAMOBAGU – Bantuan Bus Rapid Transit (BRT) yang diberikan Kementrian Perhubungan (Kemenhub) akan segera dioperasikan. Namun sebelum dioperasikan sebagai angkutan penumpang jenis baru di Kota Kotamobagu, akan di uji coba terlebih dahulu oleh Dinas Perhubungan (Dishub).

Kepala Dishub, Nasli Paputungan, mengatakan uji coba BRT tersebut direncanakan Jumat (1/3). Selama masa uji coba, katanya masyarakat bisa memanfaatkan bus tersebut sebagai angkutan umum secara gratis. “Karena masih pelat merah sehingga masih gratis. Masyarakat bisa menggunakannya tanpa harus membayar,” katanya, kemarin.

Ia mengungkapkan, pengguna BRT akan dikenakkan tarif jika telah dialihkan menjadi pelat kuning. “Tarifnya sedang dalam pembahasan, tapi yang pasti lebih murah dan terjangkau. Nanti jalurnya akan melewati shelter-shelter yang ada di dua koridor,” ungkapnya.

Wakil Wali Kota, Nayodo Koerniawan, mengatakan BRT tersebut akan segera dioperasikan. Infrastruktur penunjang, seperti shelter katanya telah rampung dan siap digunakan. “Rencananya Hari Sabtu, tapi karena ada agenda lain sehingga kita majukan di Hari Jumat,” ujar Nayodo, saat meninjau kesiapan operasional BRT di Kantor Dishub, kemarin. (ads/trz)

Tragedi Tambang Bakan, Wali Kota Ucapkan Belasungkawa

Wali Kota, Tatong Bara (tengah) saat berada di lokasi kejadian.

ZONA KOTAMOBAGU – Wali Kota Tatong Bara, Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan, dan jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), meninjau langsung proses evakuasi korban tragedi tambang Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Rabu (27/2).

“Biar bagaimanapun ada warga Kotamobagu yang bekerja di sana (Tambang Bakan). Mereka juga menjadi korban,” kata wali kota, kemarin.

Wali kota juga menyampaikan rasa keprihatinan dan turut berbelasungkawa atas kejadian yang menimbulkan korban, termasuk yang berasal dari Kota Kotamobagu.

“Terinformasi ada korban dari Kota Kotamobagu. Atas nama pemerintah menyampaikan turut berbelasungkawa. Dan semoga korban maupun pihak keluarga diberi kekuatan dan ketabahan,” sebut wali kota. (ads/trz)

Pemkab Berbenah Jelang Penilaian Kabupaten Kota Sehat

Rapat advokasi penyelenggaraan Kabupaten Kota Sehat yang dilaksanakan di ruang rapat Kantor Bappelitbangda.

ZONA BOLMUT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terus berbenah jelang penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) 2019. Selasa (26/2), dilaksanakan rapat advokasi penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat 2019, di ruang rapat Kantor Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan Daerah (Bappelitbangda).

Ketua Tim Pembina Kabupaten Sehat, Leksi Talibo, mengingatkan semua pihak yang terkait dengan penyelenggaraan Kabupaten Sehat untuk terus berbenah dan mempersiapkan berbagai hal yang dibutuhkan dalam penilaian. “Waktu penilaian semakin dekat, yaitu pada Bulan Maret. Untuk itu semua harus bekerja sama dan mematangkan persiapan penilaian,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan, Jusnan Mokoginta, menjelaskan ada enam kategori penilaian Kabupaten Kota Sehat, yaitu tatanan kehidupan sehat masyarakat mandiri, tertib lalu lintas dan pelayanan kesehatan, industry perkantoran sehat, pemukiman sarana dan prasarana sehat, ketahanan pangan dan gizi serta tatanan pariwisata sehat. “Dengan berbagai persiapan yang kita lakukan, insya allah kita bisa dapat penghargaan Kabupaten Sehat tahun ini,” jelasnya.

Ditambahkannya, penyelenggaraan kabupaten kota sehat merupakan upaya perwujudan gerakan masyarakat hidup sehat yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat. “Penyelenggaraannya lebih mengutamakan proses daripada target,” tambahnya. (Rendy)

Tak ada Anggaran, Atlit Kotamobagu Terancam tak Bisa Ikut Porprov

Atlit Kotamobagu yang diutus berlaga di Porprov tahun lalu.

ZONA KOTAMOBAGU — Atlit di Kota Kotamobagu terancam tak bisa ikut Pekan Olahraga Provinsi (Porpov) tahun ini. Pasalnya, tidak ada anggaran yang ditata dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk keikutsertaan atlit di ajang tersebut.

“Anggaran di bidang olahraga tidak ada, yang ada hanya di bidang kepemudaan saja untuk Paskibraka,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Tony Ponongoa.

Meski tidak ada anggaran, namun ia yakin tetap bisa mengikutsertakan atlit ke Porprov yang akan dilaksanakan di Bitung. Bahkan ia mengakui, saat ini sedang mempersiapkan atlit-atlit yang akan bertarung membawa nama Kota Kotamobagu pada ajang tersebut. “Ada 15 cabang olahraga yang kita persiapkan. Kita juga masih menunggu kepastiannya waktu pelaksanaan. Kalau Bulan September, maka kita akan mempihakketigakan tiap cabang olahraga ke BUMN-BUMN yang ada di sini. Nantinya satu cabang olahraga ada satu BUMN yang menangani. Tapi jika pelaksanaannya Bulan Desember, maka anggarannya kita akan tata di APBD Perubahan. Pada prinsipnya, kita tetap siap berangkat,” ungkapnya.

Ditambahkannya, pada Poprprov tahun ini pihaknya menargetkan Kota Kotamobagu masuk lima besar. “Insya allah tahun ini kita bisa masuk lima besar. Untuk tahun lalu target kita begitu (lima besar), tali hanya peringkat delapan,” tambahnya. (ads/trz)