Beranda blog Halaman 528

Kotamobagu Dapat Kuota 30 ribu Sertifikat Bidang Tanah

Kabag Tapem bersama sejumlah sangadi saat berkunjung ke Kementrian ATR, pekan lalu.

ZONA KOTAMOBAGU – Kota Kotamobagu mendapatkan kuota 30 ribu sertifikat bidang tanah melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) dari Kementrian Agraria dan Tata Ruang di tahun 2019 hingga 2020 mendatang. Hal ini diutarakan Kepala Bagian (Kabag) Tata Pemerintahan (Tapem), Anas Tungkagi.

Menurutnya, kuota 30 ribu sertifikat bidang tanah itu ditarget tahun 2019 hingga 2020 mendatang. “Kemarin (Kamis) kita berkunjung ke Kementrian ATR untuk mempresentasekan realisasi program PTSL di Kota Kotamobagu. Dalam pertemuan itu, Bagian Humas Kementrian ATR mengungkapkan jatah sertifikat bidang tanah tahun 2019 sampai 2020 sebanyak 30 ribu,” katanya.

Kuota yang diberikan Kementrian ATR itu katanya merupakan kabar baik bagi masyarakat, terutama yang bidang tanahnya belum memiliki sertifikat. “Nantinya ini akan kita tindaklanjuti, agar ke depan semua bidang tanah di Kota Kotamobagu telah bersertifikat,” ujarnya.

Terkait realisasi program PTSL tahun ini, ia mengakui proses pendataan sudah selesai. Laporan realisasinya katanya sudah disampaikan ke Kementrian ATR. “Tahun ini kita dapat kuota 2.100 sertifikat, dan sudah selesai. Sekarang kita tinggal menunggu tindak lanjut untuk tahun depan,” tambahnya. (ads/trz)

Cegah Pencemaran, Masyarakat Diminta tak Buang Sampah di Sungai

Nasrun Gilalom

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus melakukan pengawasan semua sungai yang ada di Kota Kotamobagu. Hal itu dilakukan guna memastikan sungai yang mengalir di wilayah Kota Kotamobagu tak tercemar.

Plt Kepala DLH, Nasrun Gilalom, mengatakan terdapat enam titik aliran sungai yang menjadi fokus pengawasan, yakni sungai Upai, Kopandakan, Kobo, Sinindian, Bungko dan Osion dan Katulidan. “Setiap saat kita melakukan pengawasan dan memantau semua sungai itu, untuk memastikan tidak ada pencemaran. Dari pengawasan dilakukan, semua sungai di daerah ini tidak tercemar,” katanya.

Ia mengungkapkan, dari enam sungai tersebut, ada dua diantaranya yang memiliki limbah terbanyak, yakni Sungai Osion dan Sungai Katulidan. Namun limbah di kedua sungai itu hanya limbah rumah tangga, kotoran hewan dan sebagainya. “Hanya itu, kalau limbah kimia tidak ada,” ungkapnya.

Kepala Bidang Pengendalian dan Kerusakan Lingkungan, Dewi Anggraini Dohi, menuturkan pihaknya rutin memantau kualitas air sungai. “Kita sudah menguji kualitas air sungai di sini. Hasilnya, semunya aman atau tidak tercemar,” tuturnya.

Namun demikian, ia mengaku pihaknya akan terus mengawasi semua aliran sungai, terutama di dua sungai yang ditemukan banyak terdapat limbah rumah tangga dan kotoran hewan. “Hasil uji baku mutu bahwa dua sungai itu limbah yang dihasilkan rumah tangga, kotoran hewan dan limbah alam lainnya. Itu yang menjadi fokus perhatian kami,” sebutnya.

Disisi lain, ia mengimbau masyarakat khususnya yang bermukim di sekitar daerah aliran sungai untuk tidak membuang sampah serta selalu menjaga kebersihan sungai. “Sungai bukan tempat membuang sampah. Ini harus diperhatikan agar sungai-sungai yang ada di daerah ini terhindar dari pencemaran,” imbaunya. (ads/trz)

Jaga Kamtibmas Jelang Natal

Dolly Dzulhadji

ZONA KOTAMOBAGU – Stabilitas keamanan menjadi salah satu fokus Pemerintah Kota (Pemkot) jelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan dberdayakan untuk ikut menjaga situasi yang aman dan damai.

Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dolly Dzulhadji, mengatakan pihaknya akan rutin melakukan patroli untuk memastikan situasi di lingkungan masyarakat tetap kondusif. “Ini kita lakukan untuk mencegah hal-hal yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat,” katanya.

Selain itu, penyalahgunaan obat batuk cair, lem merk tertentu maupun minuman keras juga menjadi fokus perhatian pasukan penegak perda itu. “Itu perlu kita antisipasi bersama. Pencegahannya harus dilakukan sedini mungkin, karena itu semua berpotensi menggangu keamanan dan ketertiban,” ujarnya.

Selain intens melakukan patroli di lapangan, pihaknya selalu stand by menunggu informasi atau laporan masyarakat. Setiap ada laporan katanya akan langsung ditindaklanjuti. “Ketertiban di lingkungan masyarakat perlu kita jaga bersama. Apalagi ini sudah menjelang akhir tahun. Saudara-saudara kita umat kristiani akan merayakan natal,” tambahnya. (ads/trz)

Pemkot Peringati HUT Korpri ke-47

Pemerintah Kota (Pemkot) menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-47 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), Kamis (29/11), di halaman kantor SKPD, Mogolaing. Sekretaris Kota (Sekkot), Adnan Massinae, bertindak sebagai inspektur pada upacara yang dihadiri para pejabat dan PNS di lingkungan Pemkot Kotamobagu.

“Korpri telah menjadi salah satu pengikat dalam memperkokoh persaudaraan dan persatuan nasional dalam keberagaman. Jajaran Aparatur Sipil Negara telah menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan menjadi motor penting dalam pembangunan nasional,” kata Adnan, saat membacakan sambutan Presiden Joko Widodo.

Setiap anggota Korpri harus selalu memberikan yang lebih baik kepada masyarakat, bangsa dan negara. Dihadapkan pada perubahan sosial dan ekonomi yang sangat pesat, Aparatur Sipil Negara juga harus melakukan banyak penyesuaian untuk mengantisipasi perubahan zaman. Selain itu, semua anggota Korpri juga ditekankan untuk menjadi pilar utama pemersatu bangsa dan negara, dengan aparatur sipil negara sebagai agen perekat kebinekaannya.

“Korpri harus benar-benar memahami peta kompetisi ke depan. Tidak ada pilihan lain kecuali menuntaskan program pembangunan nasional melalui inovasi yang berlandaskan pada moralitas dan berdasar pada pancasila,” ungkap Adnan. (advertotial)

Pemdes Moyag Tampoan Segera Miliki Balai Desa Representatif

Pengerjaan bangunan balai desa Moyag Tampoan..

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Desa (Pemdes) Moyag Tampoan memanfaatakan anggaran sekira Rp600 juta yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) untuk membangun kantor desa. Pembangunannya saat ini sedang berlangsung dan dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat setempat.

“Insya allah tidak ada kendala, akhir tahun ini sudah selesai. Sekarang sementara pengecoran tiang-tiang penyangga. Setelah itu baru lanjut untuk pekerjaan lain,” kata Sekretaris Desa (Sekdes), Alfian Golonda.

Lanjutnya, pengerjaan pembangunan kantor desa tersebut melibatkan masyarakat setempat sebagai pekerja dan diberikan honor sebesar Rp100 ribu per orang. “Ini kita lakukan agar masyarakat bisa merasakan manfaat. Dengan begini, uang proyek tersebut juga berputar di desa ini,” ujarnya.

Ditambahkannya, bangunan kantor desa yang sedang dalam perampungan itu akan sangat menunjang tugas pelayanan pemerintah desa ke masyarakat. “Setelah selesai dikerjakan akhir tahun ini, maka insya allah awal tahun depan kita sudah berkantor di situ,” tambahnya. (ads/trz)

BPKD Pacu Realisasi Pajak Daerah

ZONA KOTAMOBAGU – Pajak daerah menjadi salah sumber pendapatan daerah terbesar Pemerintah Kota (Pemkot). Oleh karena itu, instansi terkait yang mengelola berbagai jenis perpajakan diminta untuk memaksimalkan semua potensi yang ada. Tahun ini, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak ditarget sebesar Rp13,8 miliar, realisasi hingga 22 November lalu yakni Rp11,6 miliar atau 84 persen.

“Pajak daerah ini adalah salah satu sumber PAD kita. Ini harus dimaksimalkan. Petugas yang menanganinya harus maksimal melakukan penagihan,” kata Wakil Wali Kota, Nayodo Koerniawan.

Kepala Bidang Penarikan Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD), Hamkah Daun, mengatakan penagihan PAD khususnya dari sektor pajak terus dilakukan. Setiap saat, katanya ada petugas yang turun melakukan penagihan termasuk mendatangi para wajib pajak. “Realisasi sekarang sudah 84 persen. Waktu tersisa sekarang ini akan dimaksimalkan. Kita yakni sampai akhir Desember bisa 100 persen,” katanya.

Pendapatan daerah dari sektor pajak terdiri dari pajak hotel, restoran, tempat hiburan, reklame, penerangan jalan, BPHTB, PBB sektor perkotaan, PBB sektor pedesaan serta pajak mineral bukan logam dan batuan. “Untuk pajak hotel sekarang sudah 95 persen. Pajak restoran 78 persen, pajak hiburan 84 persen, pajak reklame 66 persen, pajak penerangan jalan 94 persen, BPHTB 97 persen, PBB sektor perkotaan 67 persen, PBB sektor pedesaan 61 persen, kemudian pajak mineral bukan logam dan bautan 18 persen. Sesuai instruksi pimpinan, bahwa ini harus dipacu karena tidak lama akan berakhir tahun anggaran 2018,” ungkapnya. (ads/trz)

2019, 15 Desa Terima 63 miliar

Rum Mokoagow

ZONA KOTAMOBAGU – 15 desa akan menerima anggaran lebih dari Rp63 miliar pada tahun 2019 mendatang. Besaran anggaran tersebut bersumber dari Dana Desa (Dandes) Rp21 miliar, Alokasi Dana Desa (ADD) Rp41 miliar, Dana Bagi Hasil (DBH) Rp800 juta dan retribusi daerah Rp500 juta.

Kepala Seksi Kelembagaan dan Pemberdayaan Masyarakat (KPM) Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Rum Mokoagow, mengatakan besaran anggaran yang diterima setiap desa bervariasi. Proyeksi anggaran dalam Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) terbesar sekira Rp5 miliar yang akan diterima Desa Kobo Kecil. Sedangkan APBDes terkecil Rp3 miliar untuk Desa Sia’. “Untuk pencairannya dilakukan secra bertahap. Dana desa dilakukan tiga tahap. Tahap I 20 persen, tahap II dan III masing-masing 40 persen. Kemudian ADD, DBH dan retribusi disalurkan tiap triwulan sekali sebanyak 25 persen dari total anggaran,” katanya.

Lanjutnya, anggaran yang diterima setiap desa diperuntukan pada kegiatan pembangunan dan  pemberdayaan masyarakat. Untuk Dandes katanya prioritas penggunaannya disesuaikan dengan tipologi desa tertinggal, berkembang dan maju.

“Sesuai data dari Kementrian Desa, desa-desa di Kotamobagu sudah masuk kategori desa berkembang dan desa maju. Sehingga penggunaannya dana desa disesuaikan dengan tipologi desa itu. Untuk desa berkembang prioritasnya adalah untuk penguatan sektor usaha ekonomi pertanian dan non pertanian, sarana dan prasarana sosial dasar lingkungan, serta pengembangan infrastruktur dasar. Kemudian di sektor pemberdayaan seperti pengembangan dan penguatan BUMDes serta usaha ekonomi masyarakat. Untuk desa maju juga demikian, prioritas penggunaannya tetap disesuaikan dengan tipologi desa,” ujarnya.

Sedangkan untuk ADD, ia mengungkapkan penggunaannya harus disinkronkan dengan kebijakan prioritas pembangunan daerah. “30 persen dari pagu diperuntukan pada pemberdayaan, seperti kegiatan peningkatan usaha ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Disisi lain, ia berharap besaran anggaran yang masuk ke tiap desa dapat dimanfaatkan dengan baik dan sesuai peruntukkannya. “Program dan kegiatan yang dilaksanakan tentu harus mengacu ke perencanaan awal yang didalamnya mengakomodir kebutuhan masyarakat. Tidak boleh sembarangan menggunakannya, karena ini harus dipertanggungjawabkan,” tambahnya. (ads/trz)

Jelang Natal, Disdagkop Gelar Pasar Murah

Herman Aray

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM) berencana menggelar pasar murah jelang pada awal Desember mendatang. Kegiatan itu dimaksudkan untuk membantu masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan jelang Hari Natal dan Tahun Bara.

Kepala Disdagkop dan UKM, Herman Aray, mengatakan kegiatan pasar murah itu merupakan agenda rutin yang dilaksanakan saat menjelang hari besar keagamaan, baik Natal maupun Idul Fitri. “Setiap tahun pasti ada pasar murah. Ini kita lakukan agar masyarakat terbantukan dalam mendapatkan kebutuhan berupa bahan pokok untuk keperluan hari raya,” katanya.

Ia mengungkapkan, bahan pokok yang disiapkan untuk pasar murah terdiri dari beras, telur, mentega, tepung, minyak kelapa gula pasir dan sebagainya. Harga bahan pokok tersebut katanya jauh lebih murah dibandingkan dengan harga di pasaran. “Untuk lokasinya tahun ini kita rencanakan di Kelurahan Tumubui, tapi masih akan disurvey terlebih dahulu,” ungkapnya.

Ditambahkannya, pasar murah tersebut dikhususkan bagi masyarakat yang akan merayakan Hari Natal. Itu artinya, tidak semua masyarakat bisa berbelanja bahan pokok di pasar murah tersebut. “Karena ini menjelang natal, maka yang bisa berbelanja hanya umat kristiani saja. Untuk umat muslim, tentu ada juga saat jelang Idul Fitri nanti,” tambahnya. (ads/trz)

Ini Hasil Penilaian Menpan-RB Soal Pelayanan Publik di Tiga OPD Lingkup Pemkot Kotamobagu

Suasana penyerahan penghargaan ke unit penyelenggara pelayanan publik yang dilaksanakan KemenPAN-RB di Balai Kartini, Jakarta. (Foto: Istimewa)

ZONA KOTAMOBAGU – Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (KemenPAN-RB) mengumumkan hasil penilaian pelayanan publik yang dilakukan unit penyelenggara di instansi pemerintah daerah. Hasilnya, dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) yakni; Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), mendapat penghargaan sebagai unit penyelenggara pelayanan publik dengan kategori baik. Sedangkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotamobagu mendapat kategori baik dengan catatan. Penyerahan penghargaan berupa piagam diserahkan MenPAN-RB, Syarifuddin, di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (27/11).

“Alhamdulillah tadi kita menerima piagam penghargaan dari KemenPAN-RB soal pelayanan publik. Untuk Dinas Catatan Sipil dan DPMPTSP sama-sama mendapat kategori baik. Kemudian RSUD Kotamobagu juga kategori baik tapi dengan catatan,” kata Kepala Dinas Dukcapil, Virginia Olii.

Kepala DPMPTSP, Noval Manoppo, mengatakan penilaian unit kerja penyelenggara pelayanan publik dilakukan pada Agustus lalu, dengan berbagai indikator penilaian. “Kita bersyukur karena dari hasil penilaian masuk kategori baik. Itu berarti semua indikator penilaiannya sudah terpenuhi,” jelasnya.

Ia mengakui, raihan penghargaan tersebut tak lepas dari dorongan Wali Kota Tatong Bara yang tak henti-hentinya mengingatkan semua OPD terutama yang berurusan dengan pelayanan publik untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan ke masyarakat.

“Ibu (wali kota) selalu menekankan bahwa masyarakat adalah atasan dan kita (pegawai) adalah pelayan, sehingga sebagai pelayan harus selalu melayani atasan (masyarakat) dengan maksimal. Itu yang selalu wali kota sampaikan. Penghargaan ini akan terus kita pertahankan dan lebih ditingkatkan lagi kedepannya,” sebutnya. (ads/trz)

Ditarget Rampung Akhir Tahun, Pembangunan Shelter Dipacu

Nasli Paputungan

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Perhubungan (Dishub) terus memacu penyelesaian pekerjaan pembagunan shelter. Saat ini, progres pengerjaan infrastruktur penunjang operasioanal Bus Rapid Transit (BRT) itu mencapai angka 70 persen.

“Sekarang sementara pengerjaan. Kita terus awasi agar pekerjaannya bisa selesai tepat waktu dan sesuai yang kita harapkan bersama,” Kepala Dishub, Nasli Paputungan.

Ia mengungkapkan, pengoperasioan BRT masih menunggu selesainya pembangunan 21 shelter yang dibagi dalam dua koridor itu. “Kalau semua selesai akhir tahun ini, baik itu pembangunan shelter ataupun hal lain yang menunjang operasional BRT, maka Bulan Februari kita launching angkutan BRT,” ungkapnya.

Lima unit BRT katanya saat ini sudah siap dioperasikan. BRT tersebut diberikan Kementrian Perhubungan (Kemenhub) sebagai moda transportasi baru di Kota Kotamobagu. “BRT ini bisa menjadi alternatif baru bagi masyarakat dalam memilih angkutan umum,” tambahnya. (ads/trz)