ZONA KOTAMOBAGU – Dana desa (Dandes) tahap III senilai Rp6,9 miliar atau 40 persen dari total Rp17,4 miliar segera dicairkan. Namun demikian, 15 desa penerima dana tersebut terlebih dahulu harus memasukan laporan realisasi anggaran tahap sebelumnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Teddy Makalalag, Dandes tahap III bisa dicairkan jika realisasi anggaran tahap sebelumnya sudah berada di angka 80 persen. “Kita masih menunggu laporan realisasi dari semua desa kemudian tahap akhir akan dicairkan,” katanya.
Kepala Seksi Pemberdayaan Kelembagaan Masyarakat (PKM), Rum Mokoagow, menjelaskan pencairan 40 persen dandes tahap III paling lambat dilakukan Bulan Juli, dengan syarat laporan realisasi minimal 75 persen dari dana yang diterima di Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) telah disalurkan ke Rekening Kas Desa (RKD), serta laporan konsolidasi realisasi penyerapan dan capaian output minimal 50 persen untuk tahan sebelumnya. “Kalau tahun sebelumnya pencairan dana desa hanya dua tahap, tapi tahun ini menjadi tiga tahap. Tahap I 20 persen dan tahap II, III masing-masing 40 persen,” jelasnya.
Ditambahkannya, pihaknya terus mendorong semua desa agar mempercepat realisasi dana desa tahap II dengan memaksimalkan semua program dan kegiatan yang didanai melalui Dandes. “Pekerjaan harus dipacu, tapi harus tetap memperhatikan kualitasnya. Kemudian administrasi juga menjadi bagian terpenting yang harus diperhatikan, agar penggunaan dana desa tak bermasalah di kemudian hari,” tambahnya. (ads/gito)
TINGKATKAN PELAYANAN: Pemkot membangun Puskesmas Rawat Inap di Kelurahan Kotobangon. Tampak walikota meletakkan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan.
ZONA KOTAMOBAGU – Pembangunan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Rawat Inap Kelurahan Kotobangon, dimulai. Rabu (15/8), Walikota Tatong Bara meletakkan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Puskesmas berlantai dua dengan anggaran sebesar Rp4,6 miliar itu.
Menurut walikota, pembangunan Puskesmas rawat itu merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ke masyarakat. “Sektor kesehatan menjadi salah satu fokus perhatian kami. Mudah-mudahan kehadiran Puskesmas rawat ini dapat lebih meningkatkan pelayanan ke masyarakat,” sebut walikota.
Pada kesempatan itu, walikota juga mendorong pihak ketiga pelaksana proyek tersebut, untuk memperhatikan kualitas serta waktu pelaksanaan pekerjaan. “Kita harap pelaksana proyek ini dapat melaksanakan pekerjaan dengan sebaik mungkin. Agar setelah selesai pekerjaan, bisa langsung digunakan,” kata walikota.
Bangunan Puskesmas tersebut memiliki dua lantai yang dilengkapi alat kesehatan, ruang gawat darurat, ruang pemeriksaan umum, ruang administrasi, ruang rawat inap, ruang poli gigi dan mulut, ruang tunggu pasien, ruang rapat serta rumah dinas dokter. Anggaran pembangunannya sebesar Rp4.693.294.000 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018. (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU – Pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan sedang bergulir. Terinformasi, Rabu (15/8) hari ini, akan dilaksanakan paripurna tahap I sebelum dilanjutkan pada tahap pembahasan di tingkatan komisi.
“Rencananya besok (hari ini, red) paripurna tahap I. Kita memang merencanakan akan mempercepat proses pembahasan agar bisa segera ditetapkan, karena setelah ini (APBD-P) kita langsung fokus pada APBD 2019,” kata Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Adnan Massinae.
Ia mengungkapkan, APBD Perubahan tahun ini takkan mengakomodir kegiatan-kegiatan yang belum terlalu mendesak serta kegiatan rutin lainnya. Meski tak merinci rancangan APBD-P, namun ia memastikan ada efisiensi anggaran untuk mengurangi beban belanja pada APBD-P. “Ada efisiensi anggaran. Kegiatan-kegiatan yang belum terlalu mendesak kita pending dulu. Ini dilakukan karena keterbatasan anggaran,” ungkapnya.
Dijelaskannya, pemangkasan kegiatan tersebut merata di semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Kegiatan yang dimaksud adalah perjalanan dinas, honorarium pengelola keuangan, belanja Bahan Bakar Minyak (BBM), pakaian dinas, sewa gedung, makan minum rapat dan kegiatan lainnya. “Semua diefisiensi, kecuali DAK itu tak bisa disentuh serta kegiatan yang berkaitan dengan pelayanan publik,” jelasnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD), Inontat Makalalag, mengungkapkan ada beberapa hal yang menjadi prioritas pada APBD Perubahan, salah satunya adalah peluntasan utang ke pihak ketiga yang belum sempat terbayarkan di tahun anggaran sebelumnya. “Ada sekitar enam miliar untuk beberapa kegiatan, termasuk pembangunan tower rumah sakit,” ungkapnya. (ads/gito)
SEMANGAT NASIONALISME: Pemkot memprakarsai deklarasi semangat kemerdekaan. Tampak bendera merah putih dengan ukuran panjang 117 meter dibentangkan para pelajar saat deklarasi berlangsung.
ZONA KOTAMOBAGU – Aparatur Sipil Negara (ASN) bersama Forum Koodrinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sera ribuan pelajar mengikuti deklarasi kemerdekaan di Lapangan Boki Hotinimbang, Kotamobagu, Selasa (14/8). Kegiatan yang diprakarsai Pemerintah Kota (Pemkot) itu dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia (RI).
Walikota Tatong Bara, dalam sambutannya mengungkapkan kemerdekaan Indonesia yang sedang dinikmati semua anak bangsa saat ini merupakan hasil kerja keras dan buah perjuangan para pahlawan bangsa. Oleh karena itu, walikota mengajak semua elemen masyarakat untuk senantiasa mengenang jasa para pejuang sekaligus mencotohi semangat juang dan rela berkorban yang telah ditunjukkan para pahlawan.
“Sebagai generasi penerus bangsa, kita wajib mengisi kemerdekaan dengan upaya konstruktif dan inovatif di segala bidang pembangunan. Itu penting demi kemajuan, kemakmuran dan kesejahteraan bangsa ini,” sebut walikota.
Pada kesempatan itu, walikota juga mengajak semua masyarakat agar menjadikan momentum Hari Kemerdekaan ke-73 tahun ini sebagai pemicu dan pemacu semangat untuk berperan aktif serta bekerja keras membangun dan memajukan bangsa. “Jiwa patriotisme dan semangat nasionalisme harus kita tanamkan dalam diri kita masing-masing,” ujar walikota.
Pada kegiatan itu, disiapkan bendera merah putih berukuran kecil sebanyak 1.945 buah sekaligus pembentangan bendera berukuran panjang 117 meter oleh peserta deklarasi. (ads/gito)
Pemkot menyosialisasikan rencana pembangunan ring road kepada masyarakat. Tampak sosialisasi yang dilaksanakan di Desa Moyag.
ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) mulai menyosialisasikan rencana pembangunan ring road di Kota Kotamobagu. Selasa (14/8), sosialisasi dilaksanakan di Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur, dengan menghadirkan pemerintah dan masyarakat setempat.
Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Sande Dodo, sosialisasi tersebut penting dilakukan agar masyarakat khususnya pemilik lahan bisa mengetahui rencana pembangunan mega proyek tersebut. “Kita sampaikan ke masyarakat bahwa kedepannya ada pembangunan ring road. Alhamdulillah, masyarakat yang lahannya akan dilintasi ring road menanggapi positif,” kata Sande.
Dijelaskannya, selain Desa Moyag, ada sejumlah desa dan kelurahan lainnya yang akan diintasi ring road, yaitu Desa Bungko, Tabang, Poyowa Besar I, Poyowa Besar II, Kobo Kecil, Sia, Bilalang I, Bilalang II serta Kelurahan Upai. “Ring road yang akan dibangun sepanjang 33 kilo meter. 17 kilo meter melintas di wilayah Kota Kotamobagu, 9 kilo meter di wilayah Kabupaten Bolmong dan sisanya 7 kilo meter di wilayah Kabupaten Bolmong Timur. Anggarannya delapan ratus miliar dari APBN,” jelasnya.
Ia berharap, masyarakat pemilik lahan yang ada ditiap desa dan kelurahan mendukung rencana pembangunan proyek tersebut. “Kita harap ada dukungan masyarakat, agar pembangunannya nanti berjalan lancar dan sesuai yang kita harapkan bersama,” harapnya. (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU – Semua tempat usaha diminta untuk tidak menggunakan Liqued Petrilium Gas (LPG) bersubsidi. Hal ini disampaikan Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang), Alfian Hasan.
Menurutnya, LPG berukuran tiga kilo gram itu hanya diperuntukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sehingga itu, tempat-tempat usaha tidak diperkenankan menggunakan LPG jenis tersebut. “LPG tiga kilo gram itu hanya untuk masyarakat kurang mampu. Kalau tempat usaha tidak boleh,” katanya.
Lanjutnya, pihaknya akan menyosialisasikan hal tersebut ke semua pemilik usaha yang ada di Kota Kotamobagu. Jika sudah disosialisasikan kemudian masih ada yang menggunakan LPG jenis itu, maka pihaknya tak segan melakukan tindakan. “Kita akan tindaki kalau ada tempat usaha yang menggunakan LPG tiga kilo gram,” ujarnya.
Selain tempat usaha, Pegawai Negeri Sipil (PNS) juga tak diperkenankan menggunakan LPG bersubsidi. Ukuran LPG untuk para abdi negara itu ada yang berukuran 5,5 kilo gram. “Kita harap ada kerja sama dari semua PNS maupun tempat usaha. LPG ukuran tiga kilo gram hanya untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” tambahnya. (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU – Momen perayaan Hari Raya Idul Adha dimanfaatkan para pedagang kambing untuk mengais rejeki. Tak hanya pedagang dari Kota Kotamobagu, tapi ada juga yang berasal dari daerah lain, seperti Gorontalo. Pantauan koran ini, lahan kosong di pinggiran jalan yang ada di beberapa titik dimanfaatkan pedagang untuk mendirikan tenda penjualan.
“Kalau saya sering jualan kambing, bukan hanya jelang Idul Adha saja,” kata Ridwan Lihawa (42), warga Kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat, kemarin.
Ia mengakui, menjelang Hari Raya Idul Adha telah banyak pelanggan yang memesan kambing kepadanya. “Sudah ada pelanggan saya. Setiap tahun mereka membeli kambing di sini. Harga perekor ada yang dua juta, tapi ada juga yang lima juta. Tergantung ukuran dan jenisnya. Kambing-kambing ini dibawa dari Gorontalo dan Sulawesi Tengah,” sebutnya.
Ditambahkannya, daya beli masyarakat mulai meningkat seiring makin dekatnya Hari Raya Idul Adha. “Ada yang sudah pesan lebih dulu dan langsung dibawa pulang, tapi ada juga yang masih dititipkan di sini dan nanti hari raya baru diambil,” tambahnya.
Pedagang lainnya, Nurdin (48), mengaku dirinya sengaja datang dari Gorontalo hanya untuk berjualan Kambing di Kota Kotamobagu. “Ada kerabat di sini sehingga saya jauh-jauh dari Gorontalo ke Kotamobagu untuk jualan kambing. Dua minggu lalu memang masih agak sepi pembeli, tapi beberapa hari terakhir ini sudah ada yang datang membeli, dan banyak juga yang baru sekadar menanyakan harga,” sebutnya.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian, Manaf Pudul, mengungkapkan pihaknya terus memantau aktivitas jual-beli hewan kurban di semua tempat penjualan di Kota Kotamobagu. “Kemarin kita sudah turun mengechek ketersediaan hewan kurban, dan jumlah yang ada cukup untuk memenuhi kebutuhan Idul Adha,” ungkapnya.
Lanjutnya, pihaknya juga akan segera memeriksa kesehatan hewan kurban dengan melibatkan dokter hewan. “Kita akan data dulu jumlah hewa kurban di tiap desa dan kelurahan. Setelah itu kita turun periksa kesehatan. Kemudian bagi masyarakat yang ingin hewannya diperiksa kesehatan, akan kita layani karena itu bagian dari tugas dan kewajiban kami,” ujarnya. (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM) mengagendakan inspeksi mendadak (sidak) makanan dan minuman (mami) kadaluarsa pasar maupun pusat perbelanjaan. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi jenis makanan atau minuman yang tak layak edar jelang Hari Raya Idul Adha.
Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM), Herman Aray, mengatakan sidak makanan dan minuman kadaluarsa itu merupakan agenda rutin yang dilaksanakan dengan tujuan untuk memberi keamanan dan kenyaman masyarakat sebagai konsumen dalam berbelanja. “Bukan hanya momen hari besar keagamaan saja, kita selalu rutin sidak bersama tim terpadu,” katanya.
Selain makanan dan minuman kadaluarsa, pergerakan harga bahan pokok juga terus dipantau. “Kita juga akan pantau harga bapok. Tapi sampai sekarang harga rata-rata masih nomral. Kalaupun ada kenaikan untuk bapok tertentu tapi tidak terlalu signifikan,” ujarnya.
Ia berharap ada kerja sama dari semua pedagang dengan tidak menjual makanan dan minuman kadaluarsa serta tidak menaikkan harga sepihak. “Semua pedagang diimbau untuk memperhatikan kualitas barang dagangannnya. Kalau ada yang sudah tak layak jual, jangan lagi dipajang sebagai barang dagangan,” harapnya. (ads/gito)
Dropcap the popularization of the “ideal measure” has led to advice such as “Increase font size for large screens and reduce font size for small screens.” While a good measure does improve the reading experience, it’s only one rule for good typography. Another rule is to maintain a comfortable font size.
Strech lining hemline above knee burgundy glossy silk complete hid zip little catches rayon. Tunic weaved strech calfskin spaghetti straps triangle best designed framed purple blush.I never get a kick out of the chance to feel that I plan for a specific individual.
Separated they live in Bookmarksgrove right at the coast of the Semantics, a large language ocean. A small river named Duden flows by their place and supplies it with the necessary regelialia. It is a paradisematic country, in which roasted parts of sentences fly into your mouth.
A wonderful serenity has taken possession of my entire soul, like these sweet mornings of spring which I enjoy with my whole heart. Even the all-powerful Pointing has no control about the blind texts it is an almost unorthographic life One day however a small line of blind text by the name of Lorem Ipsum decided to leave for the far World of Grammar. The Big Oxmox advised her not to do so, because there were thousands of bad Commas, wild Question Marks and devious Semikoli, but the Little Blind Text didn’t listen.
On her way she met a copy. The copy warned the Little Blind Text, that where it came from it would have been rewritten a thousand times and everything that was left from its origin would be the word “and” and the Little Blind Text should turn around and return to its own, safe country.
A wonderful serenity has taken possession of my entire soul, like these sweet mornings of spring which I enjoy with my whole heart. I am alone, and feel the charm of existence in this spot, which was created for the bliss of souls like mine. I am so happy, my dear friend, so absorbed in the exquisite sense of mere tranquil existence, that I neglect my talents.
But nothing the copy said could convince her and so it didn’t take long until a few insidious Copy Writers ambushed her, made her drunk with Longe and Parole and dragged her into their agency, where they abused her for their projects again and again. And if she hasn’t been rewritten, then they are still using her.
A busy man keeps working while he waits. | Image: Unsplash
Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts. Separated they live in Bookmarksgrove right at the coast of the Semantics, a large language ocean. A small river named Duden flows by their place and supplies it with the necessary regelialia.
A collection of textile samples lay spread out on the table – Samsa was a travelling salesman – and above it there hung a picture that he had recently cut out of an illustrated magazine and housed in a nice, gilded frame. It showed a lady fitted out with a fur hat and fur boa who sat upright, raising a heavy fur muff that covered the whole of her lower arm towards the viewer.
Gregor then turned to look out the window at the dull weather. Drops of rain could be heard hitting the pane, which made him feel quite sad. “How about if I sleep a little bit longer and forget all this nonsense”, he thought, but that was something he was unable to do because he was used to sleeping on his right, and in his present state couldn’t get into that position. However hard he threw himself onto his right, he always rolled back to where he was.
The will to win, the desire to succeed, the urge to reach your full potential these are the keys that will unlock the door to personal excellence.
One morning, when Gregor Samsa woke from troubled dreams, he found himself transformed in his bed into a horrible vermin. He lay on his armour-like back, and if he lifted his head a little he could see his brown belly, slightly domed and divided by arches into stiff sections.
A wonderful serenity has taken possession of my entire soul, like these sweet mornings of spring which I enjoy with my whole heart. Even the all-powerful Pointing has no control about the blind texts it is an almost unorthographic life One day however a small line of blind text by the name of Lorem Ipsum decided to leave for the far World of Grammar. The Big Oxmox advised her not to do so, because there were thousands of bad Commas, wild Question Marks and devious Semikoli, but the Little Blind Text didn’t listen.
His room, a proper human room although a little too small, lay peacefully between its four familiar walls. A collection of textile samples lay spread out on the table – Samsa was a travelling salesman – and above it there hung a picture that he had recently cut out of an illustrated magazine and housed in a nice, gilded frame.
It showed a lady fitted out with a fur hat and fur boa who sat upright, raising a heavy fur muff that covered the whole of her lower arm towards the viewer. Gregor then turned to look out the window at the dull weather. Drops of rain could be heard hitting the pane, which made him feel quite sad.
Walikota saat meninjau fasilitas penunjang operasional RSUD
ZONA KOTAMOBAGU – Bangunan Tower A dan B Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) mulai difungsikan. Jumat (10/8), jajaran RSUD membaca doa syukuran sebagai awal penggunaan gedung kembar yang dibangun dengan anggaran puluhan miliar itu.
“Alhamdulillah, tadi pagi (kemarin, red) kita semua baca doa syukuran di situ. Insya allah doa yang kita panjatkan itu menjadi pelancar aktivitas kita di dua bangunan itu,” kata Humas RSUD, Gunawan Ijom.
Usai doa bersama itu, semua jajaran RSUD langsung membenahi semua ruangan di dua gedung berkapasitas tiga kamar itu. “Mulai hari ini (kemarin, red) dua gedung itu mulai difungsikan. Tapi mungkin efektifnya pekan depan, sebab kita sekarang membenahi semua ruangan. Untuk fasilitas, semua sudah lengkap. Jadi kalau ada pasien yang datang akan diarahkan di gedung baru ini,” ujarnya.
Diungkapkannya, selain bangunannya yang representatif serta telah dilengkapi fasilitas penunjang operasional, dua gedung kembar itu juga dilengkapi 30 Closed Camera Television (CCTV). “Setiap gedung ada 15 kamera. CCTV ini penting demi keamanan dan kenyaman petugas maupun pasien,” ungkapnya.
Walikota Tatong Bara, menjelaskan peresmian gedung kembar itu akan dilakukan dalam waktu dekat. “Setelah baca doa (kemarin) kita tinggal menunggu waktu yang pas untuk soft opening. Insya allah dalam waktu dekat ini,” jelasnya. (ads/gito)