Beranda blog Halaman 550

Bisnis Batu Bata Janjikan Keuntungan Besar

Tempat pengolahan batu bata di Kelurahan Pobundayan.

ZONA KOTAMOBAGU – Menjadi pengrajin batu bata mungkin bukan menjadi pilihan utama warga, terlebih yang di wilayah perkotaan. Namun siapa bilang hasil dari kerajinan membuat salah satu jenis material bangunan itu tak menjanjikan keuntungan besar. Di Kelurahan Pobundayan, Kecamatan Kotamobagu Selatan, ada banyak masyarakat yang menggantung hidup sebagai sebagai pengrajin batu bata.

Harto Yambo (45), salah satu pengrajin, mengakui dirinya sudah bertahun-tahun menekuni usaha batu bata dan menjadikannya sebagai sumber pendatapan utama keluarganya. Dari penjualan batu bata hasil olahannya itu, ia mampu membiayai kebutuhan hidup keluarganya, termasuk menyekolahkan anak-anaknya. “Alhamdulillah, hasilnya lumayan. Biaya hidup sehari-sehari dan juga biaya sekolah dan kuliah anak-anak bisa saya dapatkan dari hasil ini,” sebutnya, saat ditemui di tempat pembuatan batu bata.

Batu bata hasil olahannya itu tak hanya dipasarkan di wilayah Kota Kotamobagu saja, tapi sudah menyasar ke wilayah di Bolmong Raya dan daerah tetangga lainnya. Batu bata itu juga tak hanya sekadar dimanfaatkan untuk bangunan rumah saja, tapi juga untuk proyek bangunan gedung, perkantoran dan lainnya. “Biasanya kalau sudah musim proyek itu banyak yang pesan. Tapi di hari biasanya juga ada, meskipun tidak banyak orderan,” katanya.

Untuk bisa menghasilkan batu bata, ia bersama beberapa orang rekan kerjanya terlbih dahulu mengumpulkan tanah yang sudah bercampur air, kemudian dicetak, dijemur dan dibakar. “Setiap harinya bekerja begini (membuat batu bata) meskipun tidak ada yang pesan. Harganya empat ratus untuk ukuran sembilan, dan enam ratus untuk ukuran dua belas. Dalam sekali produksi biasanya bisa 10 ribu buah,” ungkapnya.

Informasi didapat dari Pemerintah Kelurahan, proses produksi batu bata dilakukan secara kelompok dan juga perorangan. “Ada sekitar 10 kelompok di sini, tapi yang lebih banyak dikelola secara pribadi,” kata Lurah, Apri Djunaidi Paputungan. (ads/gito)

Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

Dropcap the popularization of the “ideal measure” has led to advice such as “Increase font size for large screens and reduce font size for small screens.” While a good measure does improve the reading experience, it’s only one rule for good typography. Another rule is to maintain a comfortable font size.

Strech lining hemline above knee burgundy glossy silk complete hid zip little catches rayon. Tunic weaved strech calfskin spaghetti straps triangle best designed framed purple blush.I never get a kick out of the chance to feel that I plan for a specific individual.

Separated they live in Bookmarksgrove right at the coast of the Semantics, a large language ocean. A small river named Duden flows by their place and supplies it with the necessary regelialia. It is a paradisematic country, in which roasted parts of sentences fly into your mouth.

A wonderful serenity has taken possession of my entire soul, like these sweet mornings of spring which I enjoy with my whole heart. Even the all-powerful Pointing has no control about the blind texts it is an almost unorthographic life One day however a small line of blind text by the name of Lorem Ipsum decided to leave for the far World of Grammar. The Big Oxmox advised her not to do so, because there were thousands of bad Commas, wild Question Marks and devious Semikoli, but the Little Blind Text didn’t listen.

On her way she met a copy. The copy warned the Little Blind Text, that where it came from it would have been rewritten a thousand times and everything that was left from its origin would be the word “and” and the Little Blind Text should turn around and return to its own, safe country.

A wonderful serenity has taken possession of my entire soul, like these sweet mornings of spring which I enjoy with my whole heart. I am alone, and feel the charm of existence in this spot, which was created for the bliss of souls like mine. I am so happy, my dear friend, so absorbed in the exquisite sense of mere tranquil existence, that I neglect my talents.

But nothing the copy said could convince her and so it didn’t take long until a few insidious Copy Writers ambushed her, made her drunk with Longe and Parole and dragged her into their agency, where they abused her for their projects again and again. And if she hasn’t been rewritten, then they are still using her.

A busy man keeps working while he waits. | Image: Unsplash

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts. Separated they live in Bookmarksgrove right at the coast of the Semantics, a large language ocean. A small river named Duden flows by their place and supplies it with the necessary regelialia.

A collection of textile samples lay spread out on the table – Samsa was a travelling salesman – and above it there hung a picture that he had recently cut out of an illustrated magazine and housed in a nice, gilded frame. It showed a lady fitted out with a fur hat and fur boa who sat upright, raising a heavy fur muff that covered the whole of her lower arm towards the viewer.

Gregor then turned to look out the window at the dull weather. Drops of rain could be heard hitting the pane, which made him feel quite sad. “How about if I sleep a little bit longer and forget all this nonsense”, he thought, but that was something he was unable to do because he was used to sleeping on his right, and in his present state couldn’t get into that position. However hard he threw himself onto his right, he always rolled back to where he was.

The will to win, the desire to succeed, the urge to reach your full potential these are the keys that will unlock the door to personal excellence.

One morning, when Gregor Samsa woke from troubled dreams, he found himself transformed in his bed into a horrible vermin. He lay on his armour-like back, and if he lifted his head a little he could see his brown belly, slightly domed and divided by arches into stiff sections.

A wonderful serenity has taken possession of my entire soul, like these sweet mornings of spring which I enjoy with my whole heart. Even the all-powerful Pointing has no control about the blind texts it is an almost unorthographic life One day however a small line of blind text by the name of Lorem Ipsum decided to leave for the far World of Grammar. The Big Oxmox advised her not to do so, because there were thousands of bad Commas, wild Question Marks and devious Semikoli, but the Little Blind Text didn’t listen.

His room, a proper human room although a little too small, lay peacefully between its four familiar walls. A collection of textile samples lay spread out on the table – Samsa was a travelling salesman – and above it there hung a picture that he had recently cut out of an illustrated magazine and housed in a nice, gilded frame.

It showed a lady fitted out with a fur hat and fur boa who sat upright, raising a heavy fur muff that covered the whole of her lower arm towards the viewer. Gregor then turned to look out the window at the dull weather. Drops of rain could be heard hitting the pane, which made him feel quite sad.

Pemkot Peringati HUT ke-73 Kemerdekaan RI

Prosesi pengibaran bendera merah putih.

Pemerintah Kota (Pemkot) melaksanakan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Jumat (17/8), di Lapangan Boki Hotinimbang. Walikota Tatong Bara bertindak sebagai inspektur dalam upacara yang dihadiri ribuan peserta yang terdiri ASN dan berbagai elemen masyarakat.

Walikota Tatong Bara dan Wakil Walikota Jainudin Damopolii bersama unsur Forkopimda saat mengikuti upacara

Menurut walikota, peringatan HUT Proklamasi ini adalah sebuah pengingat dan penanda bagi semua anak bangsa untuk terus bekerja keras melanjutkan kemerdekaan yang berhasil diraih para pahlawan dengan perjuangan dan kerja keras.

Walikota saat tabur bunga di salah satu makam pahlawan yang ada di TMP.

“Hari ini kita semua merayakan 73 tahun kemerdekaan bangsa ini. Mari kita maknai dan mengambil hikmah dari momentum yang sangat bersejarah ini. Semangat juang yang tinggi dan kerja keras para pahlawan yang merebut kemerdekaan harus kita teladani. Tugas kita semua saat ini adalah melanjutkan kemerdekaan dengan terus bekerja dan bersama mengisi pembangunan dengan upaya konstruktif dan inovatif di segala bidang pembangunan,” sebut walikota. (advertorial)

Tatong: Beri yang Terbaik untuk Kemajuan Bangsa

Prosesi pengibaran bendera merah putih.

ZONA KOTAMOBAGU –  Peringatan 73 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) diharapkan dapat dimaknai dan dijadikan momentum untuk memberi yang terbaik demi kemajuan bangsa. Hal ini diutarakan Walikota Tatong Bara, usai upacara di Lapangan Boki Hotinimbang, Kamis (17/8).

Menurut walikota, momentum Hari Kemerdekaan tahun ini harus menjadi pemicu dan pemacu semangat bagi semua anak bangsa untuk berperan aktif serta bekerja keras membangun dan memajukan bangsa.

“Melalui momentum ini kita semua harus terus bersama dan berkomitmen membuat negara dan khususnya daerah tercinta kita ini menjadi lebih maju dan mandiri,” kata Tatong.

Sebagai pimpinan daerah lanjut Tatong, dirinya memaknai peringatan hari kemerdekaan ini dengan hal yang sangat dalam.

“Kita bisa merasakan getaran di 17 agustus ini, saat bendera merah putih dinaikan dengan hikmat. Betapa besar perjuangan yang dilakukan oleh para pejuang, hingga akhirnya negara ini bisa terbebas dari belenggu penjajahan. Sehingga itu, sebagai generasi penerus bangsa marilah kita menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, serta mengisi kemerdekaan dengan upaya konstruktif dan inovatif di segala bidang pembangunan,” ujar Tatong.

Seperti diketahui, sehari sebelum upacara peringatan HUT kemerdekaan, walikota dan jajarannya bersama unsur Forkopimda menggelar upacara sekaligus tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) di Kelurahan Mongkonai Barat, Kecamatan Kotamobagu Barat, Kamis (16/8). (ads/gito)

This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

Intro text we refine our methods of responsive web design, we’ve increasingly focused on measure and its relationship to how people read.

Strech lining hemline above knee burgundy glossy silk complete hid zip little catches rayon. Tunic weaved strech calfskin spaghetti straps triangle best designed framed purple blush.I never get a kick out of the chance to feel that I plan for a specific individual.

Separated they live in Bookmarksgrove right at the coast of the Semantics, a large language ocean. A small river named Duden flows by their place and supplies it with the necessary regelialia. It is a paradisematic country, in which roasted parts of sentences fly into your mouth.

A wonderful serenity has taken possession of my entire soul, like these sweet mornings of spring which I enjoy with my whole heart. Even the all-powerful Pointing has no control about the blind texts it is an almost unorthographic life One day however a small line of blind text by the name of Lorem Ipsum decided to leave for the far World of Grammar. The Big Oxmox advised her not to do so, because there were thousands of bad Commas, wild Question Marks and devious Semikoli, but the Little Blind Text didn’t listen.

On her way she met a copy. The copy warned the Little Blind Text, that where it came from it would have been rewritten a thousand times and everything that was left from its origin would be the word “and” and the Little Blind Text should turn around and return to its own, safe country.

A wonderful serenity has taken possession of my entire soul, like these sweet mornings of spring which I enjoy with my whole heart. I am alone, and feel the charm of existence in this spot, which was created for the bliss of souls like mine. I am so happy, my dear friend, so absorbed in the exquisite sense of mere tranquil existence, that I neglect my talents.

But nothing the copy said could convince her and so it didn’t take long until a few insidious Copy Writers ambushed her, made her drunk with Longe and Parole and dragged her into their agency, where they abused her for their projects again and again. And if she hasn’t been rewritten, then they are still using her.

A busy man keeps working while he waits. | Image: Unsplash

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts. Separated they live in Bookmarksgrove right at the coast of the Semantics, a large language ocean. A small river named Duden flows by their place and supplies it with the necessary regelialia.

A collection of textile samples lay spread out on the table – Samsa was a travelling salesman – and above it there hung a picture that he had recently cut out of an illustrated magazine and housed in a nice, gilded frame. It showed a lady fitted out with a fur hat and fur boa who sat upright, raising a heavy fur muff that covered the whole of her lower arm towards the viewer.

Gregor then turned to look out the window at the dull weather. Drops of rain could be heard hitting the pane, which made him feel quite sad. “How about if I sleep a little bit longer and forget all this nonsense”, he thought, but that was something he was unable to do because he was used to sleeping on his right, and in his present state couldn’t get into that position. However hard he threw himself onto his right, he always rolled back to where he was.

The will to win, the desire to succeed, the urge to reach your full potential these are the keys that will unlock the door to personal excellence.

One morning, when Gregor Samsa woke from troubled dreams, he found himself transformed in his bed into a horrible vermin. He lay on his armour-like back, and if he lifted his head a little he could see his brown belly, slightly domed and divided by arches into stiff sections.

A wonderful serenity has taken possession of my entire soul, like these sweet mornings of spring which I enjoy with my whole heart. Even the all-powerful Pointing has no control about the blind texts it is an almost unorthographic life One day however a small line of blind text by the name of Lorem Ipsum decided to leave for the far World of Grammar. The Big Oxmox advised her not to do so, because there were thousands of bad Commas, wild Question Marks and devious Semikoli, but the Little Blind Text didn’t listen.

His room, a proper human room although a little too small, lay peacefully between its four familiar walls. A collection of textile samples lay spread out on the table – Samsa was a travelling salesman – and above it there hung a picture that he had recently cut out of an illustrated magazine and housed in a nice, gilded frame.

It showed a lady fitted out with a fur hat and fur boa who sat upright, raising a heavy fur muff that covered the whole of her lower arm towards the viewer. Gregor then turned to look out the window at the dull weather. Drops of rain could be heard hitting the pane, which made him feel quite sad.

Potensi Wisata Alam Desa Bilalang I Masuk Ripparda

Agung Adati

ZONA KOTAMOBAGU – Desa Bilalang I menyimpan berbagai potensi alam yang menjanjikan. Selain komoditas tanaman perkebunan, seperti kopi, kemiri dan lainnya, desa yang berada di Kecamatan Kotamobagu Utara itu juga memiliki berbagai potensi wisata. Data di dapat dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), tercatat ada tiga objek wisata alam di desa tersebut, yakni Air Panas Malelang, Air Batu Putih dan Kawasan Batu Putih Malelang.

Besarnya potensi wisata alam di desa tersebut membuat Pemerintah Kota (Pemkot) terpanggil untuk mengembangkannya. Namun demikian, pengembangan semua objek wisata itu dilakukan secara bertahap. “Kita sudah menginventarisir semua objek itu dan telah memasukannya ke dalam Ripparda (Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah) Kota Kotamobagu 2017-2023. Bukan hanya (objek wisata) di Desa Bilalang I saja, tapi semua akan dikembangkan tapi dilakukan secara bertahap,” kata Kepala Disparbud, Agung Adati.

Mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) itu juga mendorong pemerintah desa untuk mengembangkan potensi wisata yang ada di desa masing-masing dengan menggunakan anggaran dari Dana Desa (Dandes) maupun Alokasi Dana Desa (ADD). “Pemerintah desa harus jeli melihat semua potensi yang ada. Kemudian kembangkan agar kedepannya bisa menjadi sumber pendapatan desa,” ujarnya. (ads/gito)

Tatong Harap Masyarakat Dukung Pemerintahan TB-NK

Tatong Bara

ZONA KOTAMOBAGU – Walikota Tatong Bara meminta pihak legislatif, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Aparatur Sipil Negara (ASN) serta semua elemen masyarakat, untuk terus mendukung pelaksanaan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Hal itu diutarakan Tatong saat paripurna pembacaan surat keputusan dan berita acara pengusulan pemberhentian walikota dan wakil walikota periode 2013-2018, di gedung DPRD, Rabu (15/8).

Menurut walikota, melalui dukungan pihak legislatif, ASN serta seluruh elemen masyarakat Kota Kotamobagu, penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan tahun 2018-2023 akan berjalan dengan baik.

“Saya harap semua elemen masyarakat di daerah ini mendukung penuh kepada saya dan Nayodo Koerniawan sebagai walikota dan wakil walikota periode 2018-2023. Saya yakin dan percaya, dengan adanya dukungan itu berbagai capaian dan prestasi yang diraih lima tahun ini (2013-2018) dapat dipertahankan dan lebih ditingkatkan lagi,” sebut Tatong.

Pada kesempatan itu, Tatong juga mengapresiasi semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan roda pemerintahan dan pembangunan selama lima tahun berjalan. “Jelang akhir masa jabatan ini, saya ucapkan terima kasih dan mengapresiasi kepada semua elemen masyarakat yang telah mendukung jalannya roda pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan dalam lima tahun ini,” kata Tatong. (ads/gito)

 

Desa Didorong Percepat Realisasi Dandes

Teddy Makalalag

ZONA KOTAMOBAGU – Dana desa (Dandes) tahap III senilai Rp6,9 miliar atau 40 persen dari total Rp17,4 miliar segera dicairkan. Namun demikian, 15 desa penerima dana tersebut terlebih dahulu harus memasukan laporan realisasi anggaran tahap sebelumnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Teddy Makalalag, Dandes tahap III bisa dicairkan jika realisasi anggaran tahap sebelumnya sudah berada di angka 80 persen. “Kita masih menunggu laporan realisasi dari semua desa kemudian tahap akhir akan dicairkan,” katanya.

Kepala Seksi Pemberdayaan Kelembagaan Masyarakat (PKM), Rum Mokoagow, menjelaskan pencairan 40 persen dandes tahap III paling lambat dilakukan Bulan Juli, dengan syarat laporan realisasi minimal 75 persen dari dana yang diterima di Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) telah disalurkan ke Rekening Kas Desa (RKD), serta laporan konsolidasi realisasi penyerapan dan capaian output minimal 50 persen untuk tahan sebelumnya. “Kalau tahun sebelumnya pencairan dana desa hanya dua tahap, tapi tahun ini menjadi tiga tahap. Tahap I 20 persen dan tahap II, III masing-masing 40 persen,” jelasnya.

Ditambahkannya, pihaknya terus mendorong semua desa agar mempercepat realisasi dana desa tahap II dengan memaksimalkan semua program dan kegiatan yang didanai melalui Dandes. “Pekerjaan harus dipacu, tapi harus tetap memperhatikan kualitasnya. Kemudian administrasi juga menjadi bagian terpenting yang harus diperhatikan, agar penggunaan dana desa tak bermasalah di kemudian hari,” tambahnya. (ads/gito)

4,6 miliar untuk Bangun Puskesmas Rawat Inap Kotobangon

TINGKATKAN PELAYANAN: Pemkot membangun Puskesmas Rawat Inap di Kelurahan Kotobangon. Tampak walikota meletakkan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan.

ZONA KOTAMOBAGU – Pembangunan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Rawat Inap Kelurahan Kotobangon, dimulai. Rabu (15/8), Walikota Tatong Bara meletakkan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Puskesmas berlantai dua dengan anggaran sebesar Rp4,6 miliar itu.

Menurut walikota, pembangunan Puskesmas rawat itu merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ke masyarakat. “Sektor kesehatan menjadi salah satu fokus perhatian kami. Mudah-mudahan kehadiran Puskesmas rawat ini dapat lebih meningkatkan pelayanan ke masyarakat,” sebut walikota.

Pada kesempatan itu, walikota juga mendorong pihak ketiga pelaksana proyek tersebut, untuk memperhatikan kualitas serta waktu pelaksanaan pekerjaan. “Kita harap pelaksana proyek ini dapat melaksanakan pekerjaan dengan sebaik mungkin. Agar setelah selesai pekerjaan, bisa langsung digunakan,” kata walikota.

Bangunan Puskesmas tersebut memiliki dua lantai yang dilengkapi alat kesehatan, ruang gawat darurat, ruang pemeriksaan umum, ruang administrasi, ruang rawat inap, ruang poli gigi dan mulut, ruang tunggu pasien, ruang rapat serta rumah dinas dokter. Anggaran pembangunannya sebesar Rp4.693.294.000 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018. (ads/gito)

Efisiensi Anggaran, Pemkot ‘Ikat Pinggang’ di APBD-Perubahan

Adnan Massinae

ZONA KOTAMOBAGU – Pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan sedang bergulir. Terinformasi, Rabu (15/8) hari ini, akan dilaksanakan paripurna tahap I sebelum dilanjutkan pada tahap pembahasan di tingkatan komisi.

“Rencananya besok (hari ini, red) paripurna tahap I. Kita memang merencanakan akan mempercepat proses pembahasan agar bisa segera ditetapkan, karena setelah ini (APBD-P) kita langsung fokus pada APBD 2019,” kata Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Adnan Massinae.

Ia mengungkapkan, APBD Perubahan tahun ini takkan mengakomodir kegiatan-kegiatan yang belum terlalu mendesak serta kegiatan rutin lainnya. Meski tak merinci rancangan APBD-P, namun ia memastikan ada efisiensi anggaran untuk mengurangi beban belanja pada APBD-P.  “Ada efisiensi anggaran. Kegiatan-kegiatan yang belum terlalu mendesak kita pending dulu. Ini dilakukan karena keterbatasan anggaran,” ungkapnya.

Dijelaskannya, pemangkasan kegiatan tersebut merata di semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Kegiatan yang dimaksud adalah perjalanan dinas, honorarium pengelola keuangan, belanja Bahan Bakar Minyak (BBM), pakaian dinas, sewa gedung, makan minum rapat dan kegiatan lainnya. “Semua diefisiensi, kecuali DAK itu tak bisa disentuh serta kegiatan yang berkaitan dengan pelayanan publik,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD), Inontat Makalalag, mengungkapkan ada beberapa hal yang menjadi prioritas pada APBD Perubahan, salah satunya adalah peluntasan utang ke pihak ketiga yang belum sempat terbayarkan di tahun anggaran sebelumnya. “Ada sekitar enam miliar untuk beberapa kegiatan, termasuk pembangunan tower rumah sakit,” ungkapnya. (ads/gito)