SEMANGAT NASIONALISME: Pemkot memprakarsai deklarasi semangat kemerdekaan. Tampak bendera merah putih dengan ukuran panjang 117 meter dibentangkan para pelajar saat deklarasi berlangsung.
ZONA KOTAMOBAGU – Aparatur Sipil Negara (ASN) bersama Forum Koodrinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sera ribuan pelajar mengikuti deklarasi kemerdekaan di Lapangan Boki Hotinimbang, Kotamobagu, Selasa (14/8). Kegiatan yang diprakarsai Pemerintah Kota (Pemkot) itu dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia (RI).
Walikota Tatong Bara, dalam sambutannya mengungkapkan kemerdekaan Indonesia yang sedang dinikmati semua anak bangsa saat ini merupakan hasil kerja keras dan buah perjuangan para pahlawan bangsa. Oleh karena itu, walikota mengajak semua elemen masyarakat untuk senantiasa mengenang jasa para pejuang sekaligus mencotohi semangat juang dan rela berkorban yang telah ditunjukkan para pahlawan.
“Sebagai generasi penerus bangsa, kita wajib mengisi kemerdekaan dengan upaya konstruktif dan inovatif di segala bidang pembangunan. Itu penting demi kemajuan, kemakmuran dan kesejahteraan bangsa ini,” sebut walikota.
Pada kesempatan itu, walikota juga mengajak semua masyarakat agar menjadikan momentum Hari Kemerdekaan ke-73 tahun ini sebagai pemicu dan pemacu semangat untuk berperan aktif serta bekerja keras membangun dan memajukan bangsa. “Jiwa patriotisme dan semangat nasionalisme harus kita tanamkan dalam diri kita masing-masing,” ujar walikota.
Pada kegiatan itu, disiapkan bendera merah putih berukuran kecil sebanyak 1.945 buah sekaligus pembentangan bendera berukuran panjang 117 meter oleh peserta deklarasi. (ads/gito)
Pemkot menyosialisasikan rencana pembangunan ring road kepada masyarakat. Tampak sosialisasi yang dilaksanakan di Desa Moyag.
ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) mulai menyosialisasikan rencana pembangunan ring road di Kota Kotamobagu. Selasa (14/8), sosialisasi dilaksanakan di Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur, dengan menghadirkan pemerintah dan masyarakat setempat.
Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Sande Dodo, sosialisasi tersebut penting dilakukan agar masyarakat khususnya pemilik lahan bisa mengetahui rencana pembangunan mega proyek tersebut. “Kita sampaikan ke masyarakat bahwa kedepannya ada pembangunan ring road. Alhamdulillah, masyarakat yang lahannya akan dilintasi ring road menanggapi positif,” kata Sande.
Dijelaskannya, selain Desa Moyag, ada sejumlah desa dan kelurahan lainnya yang akan diintasi ring road, yaitu Desa Bungko, Tabang, Poyowa Besar I, Poyowa Besar II, Kobo Kecil, Sia, Bilalang I, Bilalang II serta Kelurahan Upai. “Ring road yang akan dibangun sepanjang 33 kilo meter. 17 kilo meter melintas di wilayah Kota Kotamobagu, 9 kilo meter di wilayah Kabupaten Bolmong dan sisanya 7 kilo meter di wilayah Kabupaten Bolmong Timur. Anggarannya delapan ratus miliar dari APBN,” jelasnya.
Ia berharap, masyarakat pemilik lahan yang ada ditiap desa dan kelurahan mendukung rencana pembangunan proyek tersebut. “Kita harap ada dukungan masyarakat, agar pembangunannya nanti berjalan lancar dan sesuai yang kita harapkan bersama,” harapnya. (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU – Semua tempat usaha diminta untuk tidak menggunakan Liqued Petrilium Gas (LPG) bersubsidi. Hal ini disampaikan Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang), Alfian Hasan.
Menurutnya, LPG berukuran tiga kilo gram itu hanya diperuntukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sehingga itu, tempat-tempat usaha tidak diperkenankan menggunakan LPG jenis tersebut. “LPG tiga kilo gram itu hanya untuk masyarakat kurang mampu. Kalau tempat usaha tidak boleh,” katanya.
Lanjutnya, pihaknya akan menyosialisasikan hal tersebut ke semua pemilik usaha yang ada di Kota Kotamobagu. Jika sudah disosialisasikan kemudian masih ada yang menggunakan LPG jenis itu, maka pihaknya tak segan melakukan tindakan. “Kita akan tindaki kalau ada tempat usaha yang menggunakan LPG tiga kilo gram,” ujarnya.
Selain tempat usaha, Pegawai Negeri Sipil (PNS) juga tak diperkenankan menggunakan LPG bersubsidi. Ukuran LPG untuk para abdi negara itu ada yang berukuran 5,5 kilo gram. “Kita harap ada kerja sama dari semua PNS maupun tempat usaha. LPG ukuran tiga kilo gram hanya untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” tambahnya. (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU – Momen perayaan Hari Raya Idul Adha dimanfaatkan para pedagang kambing untuk mengais rejeki. Tak hanya pedagang dari Kota Kotamobagu, tapi ada juga yang berasal dari daerah lain, seperti Gorontalo. Pantauan koran ini, lahan kosong di pinggiran jalan yang ada di beberapa titik dimanfaatkan pedagang untuk mendirikan tenda penjualan.
“Kalau saya sering jualan kambing, bukan hanya jelang Idul Adha saja,” kata Ridwan Lihawa (42), warga Kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat, kemarin.
Ia mengakui, menjelang Hari Raya Idul Adha telah banyak pelanggan yang memesan kambing kepadanya. “Sudah ada pelanggan saya. Setiap tahun mereka membeli kambing di sini. Harga perekor ada yang dua juta, tapi ada juga yang lima juta. Tergantung ukuran dan jenisnya. Kambing-kambing ini dibawa dari Gorontalo dan Sulawesi Tengah,” sebutnya.
Ditambahkannya, daya beli masyarakat mulai meningkat seiring makin dekatnya Hari Raya Idul Adha. “Ada yang sudah pesan lebih dulu dan langsung dibawa pulang, tapi ada juga yang masih dititipkan di sini dan nanti hari raya baru diambil,” tambahnya.
Pedagang lainnya, Nurdin (48), mengaku dirinya sengaja datang dari Gorontalo hanya untuk berjualan Kambing di Kota Kotamobagu. “Ada kerabat di sini sehingga saya jauh-jauh dari Gorontalo ke Kotamobagu untuk jualan kambing. Dua minggu lalu memang masih agak sepi pembeli, tapi beberapa hari terakhir ini sudah ada yang datang membeli, dan banyak juga yang baru sekadar menanyakan harga,” sebutnya.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian, Manaf Pudul, mengungkapkan pihaknya terus memantau aktivitas jual-beli hewan kurban di semua tempat penjualan di Kota Kotamobagu. “Kemarin kita sudah turun mengechek ketersediaan hewan kurban, dan jumlah yang ada cukup untuk memenuhi kebutuhan Idul Adha,” ungkapnya.
Lanjutnya, pihaknya juga akan segera memeriksa kesehatan hewan kurban dengan melibatkan dokter hewan. “Kita akan data dulu jumlah hewa kurban di tiap desa dan kelurahan. Setelah itu kita turun periksa kesehatan. Kemudian bagi masyarakat yang ingin hewannya diperiksa kesehatan, akan kita layani karena itu bagian dari tugas dan kewajiban kami,” ujarnya. (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM) mengagendakan inspeksi mendadak (sidak) makanan dan minuman (mami) kadaluarsa pasar maupun pusat perbelanjaan. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi jenis makanan atau minuman yang tak layak edar jelang Hari Raya Idul Adha.
Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM), Herman Aray, mengatakan sidak makanan dan minuman kadaluarsa itu merupakan agenda rutin yang dilaksanakan dengan tujuan untuk memberi keamanan dan kenyaman masyarakat sebagai konsumen dalam berbelanja. “Bukan hanya momen hari besar keagamaan saja, kita selalu rutin sidak bersama tim terpadu,” katanya.
Selain makanan dan minuman kadaluarsa, pergerakan harga bahan pokok juga terus dipantau. “Kita juga akan pantau harga bapok. Tapi sampai sekarang harga rata-rata masih nomral. Kalaupun ada kenaikan untuk bapok tertentu tapi tidak terlalu signifikan,” ujarnya.
Ia berharap ada kerja sama dari semua pedagang dengan tidak menjual makanan dan minuman kadaluarsa serta tidak menaikkan harga sepihak. “Semua pedagang diimbau untuk memperhatikan kualitas barang dagangannnya. Kalau ada yang sudah tak layak jual, jangan lagi dipajang sebagai barang dagangan,” harapnya. (ads/gito)
Dropcap the popularization of the “ideal measure” has led to advice such as “Increase font size for large screens and reduce font size for small screens.” While a good measure does improve the reading experience, it’s only one rule for good typography. Another rule is to maintain a comfortable font size.
Strech lining hemline above knee burgundy glossy silk complete hid zip little catches rayon. Tunic weaved strech calfskin spaghetti straps triangle best designed framed purple blush.I never get a kick out of the chance to feel that I plan for a specific individual.
Separated they live in Bookmarksgrove right at the coast of the Semantics, a large language ocean. A small river named Duden flows by their place and supplies it with the necessary regelialia. It is a paradisematic country, in which roasted parts of sentences fly into your mouth.
A wonderful serenity has taken possession of my entire soul, like these sweet mornings of spring which I enjoy with my whole heart. Even the all-powerful Pointing has no control about the blind texts it is an almost unorthographic life One day however a small line of blind text by the name of Lorem Ipsum decided to leave for the far World of Grammar. The Big Oxmox advised her not to do so, because there were thousands of bad Commas, wild Question Marks and devious Semikoli, but the Little Blind Text didn’t listen.
On her way she met a copy. The copy warned the Little Blind Text, that where it came from it would have been rewritten a thousand times and everything that was left from its origin would be the word “and” and the Little Blind Text should turn around and return to its own, safe country.
A wonderful serenity has taken possession of my entire soul, like these sweet mornings of spring which I enjoy with my whole heart. I am alone, and feel the charm of existence in this spot, which was created for the bliss of souls like mine. I am so happy, my dear friend, so absorbed in the exquisite sense of mere tranquil existence, that I neglect my talents.
But nothing the copy said could convince her and so it didn’t take long until a few insidious Copy Writers ambushed her, made her drunk with Longe and Parole and dragged her into their agency, where they abused her for their projects again and again. And if she hasn’t been rewritten, then they are still using her.
A busy man keeps working while he waits. | Image: Unsplash
Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts. Separated they live in Bookmarksgrove right at the coast of the Semantics, a large language ocean. A small river named Duden flows by their place and supplies it with the necessary regelialia.
A collection of textile samples lay spread out on the table – Samsa was a travelling salesman – and above it there hung a picture that he had recently cut out of an illustrated magazine and housed in a nice, gilded frame. It showed a lady fitted out with a fur hat and fur boa who sat upright, raising a heavy fur muff that covered the whole of her lower arm towards the viewer.
Gregor then turned to look out the window at the dull weather. Drops of rain could be heard hitting the pane, which made him feel quite sad. “How about if I sleep a little bit longer and forget all this nonsense”, he thought, but that was something he was unable to do because he was used to sleeping on his right, and in his present state couldn’t get into that position. However hard he threw himself onto his right, he always rolled back to where he was.
The will to win, the desire to succeed, the urge to reach your full potential these are the keys that will unlock the door to personal excellence.
One morning, when Gregor Samsa woke from troubled dreams, he found himself transformed in his bed into a horrible vermin. He lay on his armour-like back, and if he lifted his head a little he could see his brown belly, slightly domed and divided by arches into stiff sections.
A wonderful serenity has taken possession of my entire soul, like these sweet mornings of spring which I enjoy with my whole heart. Even the all-powerful Pointing has no control about the blind texts it is an almost unorthographic life One day however a small line of blind text by the name of Lorem Ipsum decided to leave for the far World of Grammar. The Big Oxmox advised her not to do so, because there were thousands of bad Commas, wild Question Marks and devious Semikoli, but the Little Blind Text didn’t listen.
His room, a proper human room although a little too small, lay peacefully between its four familiar walls. A collection of textile samples lay spread out on the table – Samsa was a travelling salesman – and above it there hung a picture that he had recently cut out of an illustrated magazine and housed in a nice, gilded frame.
It showed a lady fitted out with a fur hat and fur boa who sat upright, raising a heavy fur muff that covered the whole of her lower arm towards the viewer. Gregor then turned to look out the window at the dull weather. Drops of rain could be heard hitting the pane, which made him feel quite sad.
Walikota saat meninjau fasilitas penunjang operasional RSUD
ZONA KOTAMOBAGU – Bangunan Tower A dan B Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) mulai difungsikan. Jumat (10/8), jajaran RSUD membaca doa syukuran sebagai awal penggunaan gedung kembar yang dibangun dengan anggaran puluhan miliar itu.
“Alhamdulillah, tadi pagi (kemarin, red) kita semua baca doa syukuran di situ. Insya allah doa yang kita panjatkan itu menjadi pelancar aktivitas kita di dua bangunan itu,” kata Humas RSUD, Gunawan Ijom.
Usai doa bersama itu, semua jajaran RSUD langsung membenahi semua ruangan di dua gedung berkapasitas tiga kamar itu. “Mulai hari ini (kemarin, red) dua gedung itu mulai difungsikan. Tapi mungkin efektifnya pekan depan, sebab kita sekarang membenahi semua ruangan. Untuk fasilitas, semua sudah lengkap. Jadi kalau ada pasien yang datang akan diarahkan di gedung baru ini,” ujarnya.
Diungkapkannya, selain bangunannya yang representatif serta telah dilengkapi fasilitas penunjang operasional, dua gedung kembar itu juga dilengkapi 30 Closed Camera Television (CCTV). “Setiap gedung ada 15 kamera. CCTV ini penting demi keamanan dan kenyaman petugas maupun pasien,” ungkapnya.
Walikota Tatong Bara, menjelaskan peresmian gedung kembar itu akan dilakukan dalam waktu dekat. “Setelah baca doa (kemarin) kita tinggal menunggu waktu yang pas untuk soft opening. Insya allah dalam waktu dekat ini,” jelasnya. (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) terus memberi rangsangan terhadap pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM). Berbagai program dan kegiatan seperti pemberian ijin usaha gratis, pelatihan dan pameran hasil produk UKM, sudah disiapkan dan direncakan dilaksanakan tahun 2019 mendatang.
“Semua program dan kegiatan itu bertujuan untuk membantu para pelaku UKM dalam mengembangkan usahanya,” kata Kepala Bidang Koperasi dan UKM Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM), Mohammad Yamin Paputungan.
Dijelaskannya, ijin usaha yang akan diberikan secara gratis itu akan sangat membantu pelaku usaha dalam mendapatkan pinjaman modal di salah satu bank yang sudah bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Kotamobagu.
“Pemberian ijin gratis ini sudah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Sudah ada ribuan pelaku usaha yang kita berikan. Kemudian untuk pameran hasil produk UKM itu juga penting, sebagai upaya untuk mempromosikan produk-produk UKM,” jelasnya.
Disisi lain, Kepala Disdagkop dan UKM, Herman Aray, berharap agar semua pelaku UKM untuk terus meningkatkan kualitas produk usahanya masing-masing. “Usaha yang dijalani harus dikelola dengan baik agar bisa memberi dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat,” harapnya. (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) terus mendorong pengembangan usaha kerajinan yang bisa menopang ekonomi masyarakat. Untuk mewujudkan itu, berbagai potensi yang ada terus dimaksimalkan, termasuk pengrajin parang yang ada di daerah.
Kepala Bidang Sosial Dinas Sosial (Dinsos), Roi Paputungan, mengatakan ada bantuan yang dikhususkan kepada kelompok pengrajin. Namun demikian, pihaknya diharuskan memverifikasi terlebih dahulu soal kelayakan mendapatkan bantuan tersebut.
“Bantuan untuk kelompok pengrajin ada tapi kita harus verifikasi dulu, karena ada kriteria dan persyaratannya. Kita juga akan lihat dulu apakah akan bisa dibantu lewat Dinas Sosial atau lewat dinas tenaga kerja. Pada intinya, pemerintah terus mendorong usaha kerajinan seperti itu,” sebutnya.
Sementara itu, Muchtar Andu (62), pengrajin parang asal Desa Poyowa Besar I, Kecamatan Kotamobagu Selatan, sangat berharap perhatian pemerintah untuk pengembangan usaha yang digelutinya sejak tahun 1979 itu. Bantuan yang dimaksud berupa modal serta peralatan.
“Saya hanya fokus membuat peralatan kebun, seperti parang. Banyak yang pesan, tapi sering terkendala dengan proses pembuatan yang hanya dilakukan secara manual. Sehari hanya bisa membuat tiga. Kalau menggunakan mesin blower maka pembuatannya lebih cepat, dan permintaan pembeli bisa segera terpenuhi. Bahan bakunya semua dibeli. Besi tua dibeli dua puluh ribu per kilo, kemudian arang tempung empat ratus per kilo,” katanya.
Ia mengungkapkan, parang hasil kerajinannya itu dijual dengan harga bervariasi. Jika menggunakan bahan bakunya sendiri, maka satu buah parang dihargai Rp200 ribu. Sedangkan jika bahan baku disiapkan pembeli, maka harganya hanya Rp150 ribu.
“Kalau ada yang pesan baru saya buat. Yang memesan ini adalah para petani di sini (Kotamobagu), tapi ada juga dari luar daerah,” ungkapnya.
Ia mengakui, hasil yang didapat dari membuat parang itu cukup lumayan untuk mememunuhi kebutuhan rumah tangganya. “Meskipun tidak seberapa, tapi hasilnya bisa untuk kebutuhan sehari-hari,” sebutnya. (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Kependudukan dan Catatatan Sipil (Dukcapil) mulai menyesuaikan format baru Kartu Keluarga (KK). Sejak 1 Agustus lalu, KK yang diterbitkan sudah ketambahan dua kolom atau menjadi 16 dari sebelumnya hanya 14 kolom. Dua kolom itu untuk golongan darah dan nomor akta nikah.
Kepala Dinas Dukcapil, Virginia Olii, mengatakan penerbitan KK dengan format baru itu merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 118 tahun 2017 yang disesuaikan dengan Sistem Informasi Adminisrasi Kependudukan (SIAK) versi 7.
“KK dengan format baru ini berlaku mulai 1` Agustus. Tapi yang KK (format) lama tetap berlaku, namun kalau ada perubahan data dalam KK, maka sudah harus diganti dengan format baru,” katanya.
Ia menjelaskan, penambahan dua kolom pada KK itu bertujuan untuk lebih menertibkan data kependudukan.
“Pemuatan informasi golongan darah dalam KK memang sangat penting, dalam rangka menunjang pelayanan publik. Begitu juga dengan nomor surat nikah, dari situ bisa diketahui status pernikahan anggota keluarga yang status kawin, apakah menikah secara hukum negara atau hanya menikah siri. Nomor akta nikah bagi yang sudah menikah secara hukum negara adalah yang diterbitkan Kementrian Agama. Sedangkan bagi yang menikah siri, di kolom isian nomor surat nikah diisi nomor yang surat perkawinan yang diterbitkan pemuka agama yang menikahkan,” jelasnya.
Disisi lain, ia mengimbau kepada masyarakat yang hendak mengurus KK untuk dapat membawa serta foto copy buku nikah dan kartu golongan darah.
“Karena ada ketambahan kolom untuk golongan darah dan nomor akta nikah, maka pengurusan KK sekarang ini sudah harus melampirkan foto copy akta nikah dan kartu atau bukti golongan darah,” imbaunya. (ads/gito)