Beranda blog Halaman 552

Bawa Sabu, Pria Berambut Gondrong Ditangkap di Modayag

Tersangka saat diamankan petugas.

ZONA HUKRIM – Satuan Reserse Narkoba Polres Bolmong kembali mengungkap kasus peredaran sabu di Bumi Totabuan. Dalam pengungkapan kasus itu, seorang tersangka berinisial IM (34), warga Desa Pusian, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, diamankan bersama barang bukti satu paket sabu yang dibawanya dari Tompaso Baru, Kabupaten Minahasa Selatan. Tersangka ditangkap saat melintas di Jalan Raya Desa Modayag, Kabupaten Bolmong Timur.

Pengungkapkan kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat yang ditindaklanjuti petugas dengan melakukan penyelidikan selama beberapa hari. Sebelum dilakukan penangkapan, petugas terlebih dahulu membuntuti tersangka saat perjalanan pulang seusai membeli barang haram itu dari Desa Tompaso Baru menuju ke Desa Pusian.

Ketika melintas di Jalan Raya Desa Modayag Barat, petugas dengan kendaraan roda empat mencegat dan menghentikan sepeda motor jenis Kawasaki Ninja berwarna hijau tanpa nomor polisi yang dikendarai tersangka. Tak ada perlawanan saat dilakukan penangkapan, namun pria berambut gondrong itu mencoba mengelabui petugas dengan membuang barang bukti yang dibawanya itu di pinggiran jalan. Meski demikian, petugas berhasil menemukan barang bukti tersebut dan langsung membawa tersangka ke Polsek Modayag.

“Tersangka sudah ditahan dan sekarang dalam penyidikan,” kata Kasat Narkoba, AKP Stenly Mawidingan.

Ia mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan petugas, tersangka mengaku mendapat satu paket sabu itu setelah dibeli dari rekannya yang ada di Desa Tompaso Baru seharga Rp1 juta. “Dia (tersangka) mengaku sudah beberapa kali membeli sabu kepada temannya itu,” ungkapnya.

Atas perbuatannya itu, ia menambahkan tersangka diancam dengan pasal 112 Undang-undang nomor 35 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling rendah lima tahun.

“Kita mengimbau kepada masyarakat untuk menjauhi narkoba. Kita terus melakukan operasi untuk memberantas peredaran narkoba di Bolmong Raya. Kalau ditemukan, pasti akan ditindak tegas,” tambahnya.

Sebelumnya Satres Narkoba Polres Bolmong juga berhasil mengungkapkan peredaran 1,4 kilo gram ganja dan 10 paket sabu. Dari pengungkapkan dua kasus sebelumnya itu, ada enam orang yang diamankan petugas. (trz/gito)

Lobi Bus Sekolah dan APJ, Walikota Temui Menhub

Walikota Tatong Bara melobi bantuan bus sekolah dan Alat Penerang Jalan (APJ) di Kementrian Perhubungan (Kemenhub). Jumat (3/8), walikota menemui langsung Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, menyerahkan proposal bantuan.

Menurut walikota, upaya melobi bantuan bus tersebut adalah untuk memenuhi kebutuhan transportasi khusus pelajar. “Dengan adanya bus sekolah, tentu akan sangat membantu anak-anak kita ke sekolah,” ujar walikota.

Selain itu, walikota mengungkapkan Kota Kotamobagu saat ini masih membutuhkan fasilitas APJ. Usulan APJ ke Kemenhub tersebut direncanakankan akan dipasang pada 1.000 titik yang tersebar di semua wilayah. “Kotamobagu saat ini menjadi tujuan banyak orang, dan itu berdampak pada meningkatnya volume pekerjaan. Untuk memberi rasa aman dan nyaman bagi pengendara khusus di malam hari, perlu ada lampu penerang jalan,” ungkap walikota.

Saat menemui Menhub di  ruang kerjanya, walikota datang bersama Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow, anggota Komisi V DPR RI Nurhayati serta Sesdit Perhubungan Udara Kemenhub Pramintohadi. (advertorial)

Dinas Kominfo Uji Coba Penggunaan Aplikasi e-CHK

ahmad yani umar
Ahmad Yani Umar

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) terus berinovasi dengan memanfaatkan Informasi Teknologi (IT) dalam pelaksanaan tugas pemerintahan. Setelah sukses dengan berbagai aplikasi layanan publik dan layanan pemerintahan, kini melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Pemkot menghadirkan aplikasi Elektronik Catatan Harian Kinerja (e-CHK) khusus tenaga kontrak.

Kepala Dinas Kominfo, Ahmad Yani Umar, mengatakan e-CHK adalah sistem informasi yang mempermudah pengelolaan laporan kinerja harian tenaga kontrak khususnya di Dinas Kominfo.

“Aplikasinya sudah bisa di download smartphone. Cara kerjanya adalah setiap tenaga kontrak menginput laporan kinerja harian secara online. Absen juga sudah termasuk di dalamnya. Jadi kalau ada yang tidak menginput laporan, maka sama saja yang bersangkutan itu tidak masuk kantor. Untuk laporan kinerja bulan ini, di print out pada awal bulan berikutnya. Nantinya itu yang akan menjadi dasar evaluasi kinerja mereka (tenaga kontrak),” katanya.

Lanjutnya, penggunaan e-CHK tersebut saat ini masih dalam tahap uji coba untuk tenaga kontrak di Dinas Kominfo, dan kedepannya akan diterapkan di semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Rencananya dua minggu depan kita akan sosialisasikan ke semua SKPD hingga ke Kecamatan dan sampai ke desa dan kelurahan.

“Ini hanya khusus tenaga kontrak, karena untuk ASN sudah ada aplikasi SIKAP (Sistem Informasi Kinerja Aparatur Pemerintahan),” ujarnya.

Dijelaskannya, penggunaan e-CHK tersebut akan sangat membantu pimpinan SKPD dalam mengevaluasi kinerja tenaga semua tenaga kontrak. “Manfaat dari penggunaan aplikasi ini adalah mempermudah proses pelaporan kinerja. Dengan adanya e-CHK ini tentu akan memotivasi semua tenaga kontrak untuk meningkatkan kinerjanya,” jelasnya. (ads/gito)

 

Diknas Buka Pendaftaran Paket B dan C

Rukmi Simbala

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Pendidikan (Diknas) memberi kesempatan kepada masyarakat khususnya yang putus sekolah, untuk dapat mengikuti paket B dan C atau setara SMP dan SMA melalui program pendidikan non formal. Saat ini sudah dibuka pendaftarannya secara gratis.

“Pendaftarannya sudah dibuka. Tahap I mulai 1 April sampai 30 Mei. Kemudian tahap II mulai 1 Juli sampai 1 September. Jika ada masyarakat yang ingin mendapatkan ijazah setara SMP atau SMA bisa segera mendaftar. Ini gratis lewat kebijakan ibu walikota,” kata Kepala Dinas Pendidikan, Rukmi Simbala.

Lanjutnya, kegiatan belajar mengajar untuk program paket B dan C akan dilaksanakan di Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). “Masih ada kesempatan bagi yang belum sempat mendaftar. Untuk kegiatan belajar mengajar akan dimulai pada Bulan September. Waktu yang tersisa saat ini bisa dimanfaatkan untuk mendaftarkan diri,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, program pendidikan non formal selalu dilaksanakan setiap tahunnya yang tujuannya adalah untuk menekan angka putus sekolah. “Ibu walikota menargetkan bahwa angka rata-rata pendidikan masyarakat Kotamobagu harus naik dari SMP menjadi SMA. Program ini akan kita maksimalkan,” ungkapnya.

Ditambahkannya, pihaknya melalui Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) sudah menyurati semua kepala desa dan lurah, untuk mendata masyarakat di tiap desa dan kelurahan yang putus sekolah kemudian diikutkan pada program tersebut.

“Kita harap ada kerja sama dari sangadi dan lurah agar menyosialisasikan ini, kemudian mendorong masyarakat khususnya yang putus sekolah untuk ikut program ini,” tambahnya. (ads/gito)

 

Lomba Olahraga dan Kesenian Tradisional Meriahkan HUT Kemerdekaan

Aljufri Ngandu
Aldjufri Ngandu

ZONA KOTAMOBAGU – Panitia pelaksana terus mematangkan persiapan jelang bergulirnya berbagai kegiatan lomba olahraga dan kesenian dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-73.

Menurut Sekretaris Panitia, Aldjufri Ngandu, pencanangan kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI tahun ini akan dirangkaikan dengan perayaan Hari Anak Nasional.

“Kegiatannya akan dimulai Hari Senin (pekan depan) dan akan dibuka oleh ibu walikota. Nantinya akan ada jalan sehat bersama dan dilanjutkan dengan senam three ends,” katanya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) itu menjelaskan, setelah pencanangan tersebut, ada beberapa kegiatan olahraga dan kesenian yang akan diperlombakan. Namun untuk lomba-lomba tersebut akan terfokus pada olahraga dan kesenian tradisional.

“Kegiatan ini melibatkan semua SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) hingga ke desa dan kelurahan. Jadi semarak 17 Agustus tak hanya terpusat di tingkat kota saja, tapi sampai juga ke desa dan kelurahan,” jelasnya.

Ia berharap, semua SKPD maupun pemerintah desa dan kelurahan dapat ikut ambil bagian dan mensupport penuh berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI tahun ini. “Harapan kita ada kerja sama dari semua SKPD serta dukungan dari masyarakat agar berbagai kegiatan yang sudah kita rencanakan bisa berjalan lancar sesuai yang diharapkan,” harapnya. (ads/gito)

Trump Attends the Return of the Remains of the Navy SEAL Who Died in Yemen

Dropcap the popularization of the “ideal measure” has led to advice such as “Increase font size for large screens and reduce font size for small screens.” While a good measure does improve the reading experience, it’s only one rule for good typography. Another rule is to maintain a comfortable font size.

Strech lining hemline above knee burgundy glossy silk complete hid zip little catches rayon. Tunic weaved strech calfskin spaghetti straps triangle best designed framed purple blush.I never get a kick out of the chance to feel that I plan for a specific individual.

Separated they live in Bookmarksgrove right at the coast of the Semantics, a large language ocean. A small river named Duden flows by their place and supplies it with the necessary regelialia. It is a paradisematic country, in which roasted parts of sentences fly into your mouth.

A wonderful serenity has taken possession of my entire soul, like these sweet mornings of spring which I enjoy with my whole heart. Even the all-powerful Pointing has no control about the blind texts it is an almost unorthographic life One day however a small line of blind text by the name of Lorem Ipsum decided to leave for the far World of Grammar. The Big Oxmox advised her not to do so, because there were thousands of bad Commas, wild Question Marks and devious Semikoli, but the Little Blind Text didn’t listen.

On her way she met a copy. The copy warned the Little Blind Text, that where it came from it would have been rewritten a thousand times and everything that was left from its origin would be the word “and” and the Little Blind Text should turn around and return to its own, safe country.

A wonderful serenity has taken possession of my entire soul, like these sweet mornings of spring which I enjoy with my whole heart. I am alone, and feel the charm of existence in this spot, which was created for the bliss of souls like mine. I am so happy, my dear friend, so absorbed in the exquisite sense of mere tranquil existence, that I neglect my talents.

But nothing the copy said could convince her and so it didn’t take long until a few insidious Copy Writers ambushed her, made her drunk with Longe and Parole and dragged her into their agency, where they abused her for their projects again and again. And if she hasn’t been rewritten, then they are still using her.

A busy man keeps working while he waits. | Image: Unsplash

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts. Separated they live in Bookmarksgrove right at the coast of the Semantics, a large language ocean. A small river named Duden flows by their place and supplies it with the necessary regelialia.

A collection of textile samples lay spread out on the table – Samsa was a travelling salesman – and above it there hung a picture that he had recently cut out of an illustrated magazine and housed in a nice, gilded frame. It showed a lady fitted out with a fur hat and fur boa who sat upright, raising a heavy fur muff that covered the whole of her lower arm towards the viewer.

Gregor then turned to look out the window at the dull weather. Drops of rain could be heard hitting the pane, which made him feel quite sad. “How about if I sleep a little bit longer and forget all this nonsense”, he thought, but that was something he was unable to do because he was used to sleeping on his right, and in his present state couldn’t get into that position. However hard he threw himself onto his right, he always rolled back to where he was.

The will to win, the desire to succeed, the urge to reach your full potential these are the keys that will unlock the door to personal excellence.

One morning, when Gregor Samsa woke from troubled dreams, he found himself transformed in his bed into a horrible vermin. He lay on his armour-like back, and if he lifted his head a little he could see his brown belly, slightly domed and divided by arches into stiff sections.

A wonderful serenity has taken possession of my entire soul, like these sweet mornings of spring which I enjoy with my whole heart. Even the all-powerful Pointing has no control about the blind texts it is an almost unorthographic life One day however a small line of blind text by the name of Lorem Ipsum decided to leave for the far World of Grammar. The Big Oxmox advised her not to do so, because there were thousands of bad Commas, wild Question Marks and devious Semikoli, but the Little Blind Text didn’t listen.

His room, a proper human room although a little too small, lay peacefully between its four familiar walls. A collection of textile samples lay spread out on the table – Samsa was a travelling salesman – and above it there hung a picture that he had recently cut out of an illustrated magazine and housed in a nice, gilded frame.

It showed a lady fitted out with a fur hat and fur boa who sat upright, raising a heavy fur muff that covered the whole of her lower arm towards the viewer. Gregor then turned to look out the window at the dull weather. Drops of rain could be heard hitting the pane, which made him feel quite sad.

Walikota Ikut Lokakarya Pembangunan Infrastruktur di Istana Wapres

Walikota Tatong Bara (kanan) foto bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) dan Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow (kiri).

Walikota Tatong Bara mengikuti mengikuti lokakarya pembangunan infrastruktur melalui kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU), di istana wakil presiden, Kamis (2/8).

Kegiatan tersebut dibuka Wakil Presiden Jusuf Kalla serta dihadiri perwakilan Komisi V DPR RI, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementrian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN), Director General Southeast Asia Development ADB, PT Sarana Multi Infrastruktur dan Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP).

Walikota Tatong Bara foto bersama peserta kegiatan.

Materi lokakarya itu diantaranya, tantangan kebijakan pembangunan infrastruktur di Indonesia, inovasi kerja sama pemerintah dengan badan usaha untuk pembangunan infrastruktur, dan respon kebijakan terhadap inovasi KPBU untuk pembangunan infrastruktur. Menariknya, dari semua peserta yang mengikuti kegiatan tersebut, hanya Walikota Tatong Bara bersama Bupati Bolmong Yasti Soepredo Mokoagow yang hadir dengan kapasitas sebagai kepala daerah.

 

Walikota Tatong Bara saat mengikuti kegiatan tersebut.

Menurut walikota, Pemerintah Kota (Pemkot) sangat mendukung kegiatan pembangunan infrastruktur pemerintahan melalui kerja sama dengan badan usaha. “Kegiatan ini sangat penting dalam rangka percepatan proses pembangunan infrastruktur. Karena melalui kerja sama dengan badan usaha, akan dapat mengurangi pembiayaan pemerintah untuk kegiatan pembangunan infrastruktur baik melalui APBD atau APBN,” kata walikota.

Setelah mengikuti kegiatan tersebut, walikota berkesempatan berdiskusi langsung dengan Wakil Presiden dan menyampaikan banyak hal yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur di Kota Kotamobagu. (advertorial)

BPK Audit 4 SKPD Soal Penyaluran Dandes

Syair Lentang

ZONA KOTAMOBAGU – Empat orang auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) mengaudit khusus peranan empat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang berurusan dengan pengelolaan dana desa di Kota Kotamobagu. Empat SKPD tersebut adalah Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Inspektorat, Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) dan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD).

Kepala Seksi Kelembagaan Masyarakat Dinas Pemberdayaan Kelembagaan Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Rum Mokoagow, mengatakan audit khusus tersebut akan dilakukan selama 40 hari terhitung mulai 30 Juli hingga 18 Agustus mendatang.

“Tadi tim audit ke sini (Dinas PMD). Fokus mereka adalah soal peranan SKPD yang berkaitan dengan dana desa mulai dari tahun 2015 sampai tahap I 2018, seperti evaluasi serapan anggaran, proses penyusunan APBDes dan lainnya oleh Dinas PMD. Kemudian di SKPD lain juga seputar tupoksi mereka masing-masing,” katanya.

Lanjutnya, dari 15 daerah di Kota Kotamobagu, hanya Kota Kotamobagu dan Minahasa Utara yang diaudit. “Audit ini sangat baik bagi kami, karena bisa diketahui apa yang menjadi kekurangan selama ini kemudian diperbaiki,” ujarnya.

Senada, Kepala Inspektorat Syair Lentang, mengatakan fokus audit tersebut adalah SKPD yang terkait dengan pengelolaan dana desa. “Fokus mereka adalah soal kinerja instansi terkait dengan dan desa. Mereka tidak menyentil soal realisasi pekerjaan fisik dana desa, tapi hanya proses penyalurannya saja,” ujarnya. (ads/gito)

Kembangkan Potensi Sepak Bola, Pemdes Moyag Renovasi Lapangan Olahraga

Proses renovasi Lapangan Sepakbola Desa Moyag.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Desa (Pemdes) Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur, mengalokasikan anggaran sekira Rp131 juta dari Dana Desa (Dandes) untuk merenovasi lapangan sepak bola desa setempat. Kegiatan pembangunan sarana olahraga itu bertujuan untuk menggali potensi olahraga termasuk sepak bola.

Sangadi (Kepala Desa, red), Rusmin Mamonto, mengatakan minat masyarakat dan bakat sepak bola di desanya itu sangat tinggi. Untuk mengembangkannya, ia mengaku perlu ditunjang dengan ketersediaan infrastruktur atau fasilitas yang memadai.

“Anggarannya kita alokasikan lewat dana desa. Sekarang sementara pengerjaan perataan tanah, setelah itu akan ditanam bibit rumput khusus lapangan. Nantinya kita juga akan membangun tempat duduk khsusus penonton,” katanya.

Lanjutnya, dengan ketersediaan fasilitas yang memadai, ia meyakini kedepannya Desa Moyag bisa menjadi salah satu penghasil bibit-bibit sepak bola di Kota Kotamobagu.

“Lapangan ini nantinya akan menjadi wadah bagi masyarakat khususnya generasi muda dalam mengembangkan minat dan bakat sepak bola,” ujarnya.

Ditambahkannya, pengembangan potensi sepak bola di Desa Moyag tak hanya sampai pada penyiapan fasilitas yang memadai, tapi kedepannya sudah disiapkan program dan kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan olahraga sepak bola.

“Setelah pekerjaan rampung, kita rencanakan akan menggelar turnamen sepak bola se-Bolmong Raya,” tambahnya.

Kepala Seksi Kelembagaan Masyarakat Dinas Pemberdayaan Kelembagaan Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Rum Mokoagow, mengungkapkan setiap desa diperbolehkan mengalokasikan anggaran untuk pembangunan sarana olahraga di desa.

“Pembangunan sarana olahraga boleh dianggarkan lewat dana desa. Anggarannya juga tergantung dari kebutuhannya,” ungkapnya.

Lanjutnya, tahun ini ada tiga desa yang memprogramkan pembangunan sarana olahraga yakni, Desa Moyag, Sia dan Kopandakan I. “Kalau di Sia itu pengadaan lapangan olahraga, jadi itu anggarannya cukup besar dibandingkan di Desa Moyag. Kalau di Kopandakan I mereka juga merenovasi lapangan. Kemudian tahun sebelumnya juga ada Desa Kobo Kecil yang membangun sarana olahraga,” ujarnya. (ads/gito)

Memori Keberatan Ditolak Bawaslu, Jadi-Jo Kalah Lagi

Pasangan Jainudin Damopolii dan Suharjo Makalalag (JaDi-Jo)

ZONA POLITIK – Kemenangan Tatong Bara dan Nayodo Koerniawan pada pemilihan walikota dan wakil walikota, semakin sempruna. Selain telah menang telak dalam penghitungan suara mulai dari tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) hingga ke tingkat Komisi Pemilihan Umum (KPU), pasangan dengan jargon TB-NK itu juga berkali-kali menang atas lawan tunggalnya pasangan Jainudin Damopolii-Suharjo Makalalag (JadiJo), menyusulan gugatan yang dilayangkan sang lawan itu ditolak Panwaslu Kotamobagu, Bawaslu Provinsi Sulut dan Bawaslu RI.

Rabu (1/8), Bawaslu RI dalam putusannya nomor 002/KB/BWSL/VII/2018 menyatakan menolak keberatan pelapor (Jainudin Damopolii dan Suharjo Makalalag), dan menegaskan bahwa tidak ditemukan kesalahan dan kekeliruan dalam penerapan hukum yang terdapat pada putusan Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara nomor 01/TSM/BWSL-SULUT/VI/2018 tanggal 10 Juli 2018.

Wakil Walikota terpilih, Nayodo Koerniawan, mengaku puas dan menyampaikan puji syukur atas putusan Bawaslu RI tersebut. “Yang namanya kebenaran itu tidak bisa dikalahkan. Bagaimanapun caranya dan upaya apapun yang dilakukan untuk menjegal legitimasi rakyat, tidak akan mampu,” kata Nayodo.

Mantan Ketua KPU Kotamobagu itu juga mengimbau kepada semua pendukung TB-NK untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat. “Kita boleh bereuforia, karena kita adalah pemenang. Tapi keamanan, ketertiban dan hubungan persaudaraan harus tetap kita jaga bersama,” imbau Nayodo.

Calon Walikota terpilih, Tatong Bara, mengungkapkan sejak awal pihaknya meyakini tidak ada kesalahan yang dilakukan, serta tidak ada kekhawatiran atas memori keberatan yang dilayangkan lawan politik di Pilwako.

“Kami tahu persis apa yang harus dilakukan. Misalnya soal pembagian sedekah, itu sudah rutin dilaksanakan tahun-tahun sebelumnya dan bukan pada momen Pilkada saja. Saya tidak ada kekhawatiran bahwa Panwaslu Kotamobagu, Bawaslu Provinsi Sulut dan Bawaslu RI tidak akan mengambil keputusan yang memberatkan. Karena apa yang dituduhkan atas perbuatan yang kita lakukan (pembagian sedekah) itu adalah rutinitas setiap tahun saat buan ramadhan,” ungkap Tatong.

Tatong juga mengimbau kepada semua masyarakat baik pendukung TB-NK dan Jadi-Jo untuk sama-sama menerima hasil Pilkada, dan memahami bahwa tahapan Pilkada Kotamobagu telah berjalan sebagaimana mestinya.

“Mari kita terima putusan ini dan harus legowo. Harus diakui bahwa inilah proses politik. Pertandingan telah selesai, dan mari berjabat tangan lagi. Saya harap tim Jadi-Jo bisa menerima putusan ini,” imbau Tatong.

Sementara itu, Calon Walikota Nomor Urut 2, Jainudin Damopolii, terkesan kecewa dengan keputusan Bawaslu tersebut. “Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Kalau sudah begitu, berarti kebenaran sudah mati. Tidak ada lagi yang bisa melihat penyimpangan-penyimpangan yang kasat mata itu. Ternyata di mata hukum itu tidak bisa dilihat. Kepada pendukung, meskipun hasilnya seperti itu (ditolak), tapi kita bangga bahwa sudah berhasil mewujudkan orang-orang baik dan sadar hukum. Ada 31 ribu yang tidak melanggar hukum, itu hal yang membanggakan,” kata Jainudin. (trz/gito)