Beranda blog Halaman 559

DPMD Monitoring Proyek Dandes

Teddy Makalalag

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) memonitoring pekerjaan proyek fisik yang dibiayai Dana Desa (Dandes) tahap I Tahun 2018. Hal itu dilakukan untuk memastikan anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) itu benar-benar digunakan sesuai peruntukkannya.

“Kita turun ke tiap desa memonitor pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Nantinya hasil monitoring itu akan kita bawa dalam rapat evaluasi,” kata Kepala DPMD, Teddy Makalalag.

Disisi lain, ia mengingatkan Kepala Desa (Kades) untuk dapat memanfaatkan Dandes pada kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. “Dana desa ini diberikan pemerintah dengan tujuan untuk mempercepat pembangunan desa. Sehingga itu, harus dimanfaatkan dengan baik. Setiap pekerjaan harus dikerjakan dengan baik. Bukan hanya fisiknya saja, tapi administrasinya juga harus diperhatikan, agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” tambahnya.

Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Rum Mokoagow, mengungkapkan selain memonitoring pelaksanaan pekerjaan proyek fisik di lapangan, pihaknya juga akan rutin melakukan evaluasi serapan anggaran di tiap desa. “Evaluasi ini akan kita laksanakan setiap bulan secara rutin, sehingga kita bisa mengetahui apa permasalahan yang dihadapi setiap desa kemudian dicari solusinya secara bersama-sama,” ungkapnya.

Terkait pencairan Dandes tahap II, ia mengakui hingga kini baru 13 desa yang mengajukan permintaan pencairan. “Masih ada Desa Moyag Tampoan dan Desa Bungko yang belum mengajukan permintaan, karena progres pembangunan fisik belum mencapai lima puluh persen. Kalau desa lainnya sudah,” ujarnya. (ads/gito)

Peminat Tinggi, Bisnis Bunga Hias Terus Berkembang

Salah satu pengusaha bisnis bunga hias di Kotamobagu.

ZONA KOTAMOBAGU – Minat warga akan tanaman bunga dan bunga hias ternyata cukup tinggi. Hal ini tergambar dari banyaknya pembeli yang membeli bunga di sentra usaha bunga hias Thiana Nursery yang berada di Kelurahan Molinow, Kecamatan Kotamobagu Barat.

Menurut pemilih Thiana Nursery, Susanti Hidayat, prospek usaha tanaman bunga dan bunga hias tersebut cukup menjanjikan. Dari usaha yang dikelola bersama suaminya itu, ia bisa mendapatkan keuntungan hingga puluhan juta per bulan. “Per bulan bisa sampai dua puluh juta. Harga bunga yang kita jual bervariasi, ada yang hanya dua puluh ribu, tapi ada juga yang sampai dua. Tergantung dari jenis dan kualitasnya,” sebutnya.

Ia mengungkapkan, ada berbagai jenis bunga yang dijualnya. Bunga-bunga itu katanya bisa diletakkan di luar ataupun di dalam rumah. “Ada agronema, anggrek, antorium, kaktus dan lainnya. Yang datang membeli sudah banyak. Ada yang dari Kota Kotamobagu, dan ada juga dari daerah lain. Pembelinya juga bukan hanya ibu-ibu, tapi banyak juga dari kalangan pejabat,” ungkapnya.

Ditambahkannya, kondisi cuaca di Kota Kotamobagu sangat membantu dan menunjang pengembangan bisnis bunga. Oleh karena itu, bisnis tersebut akan tetap dikembangkan agar kedepannya bisa memberi peluang kerja bagi masyarakat. “Untuk merawatnya tentu kita perlu tenaga pembantu. Kedepan ini kalau sudah berkembang, kita akan mencari orang untuk membantu mengurusnya,” tambahnya. (ads/gito)

Seleksi Anggota Paskibraka Segera Diumumkan

Maulana Lombu

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) segera mengumumkan 38 orang anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang akan bertugas saat Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi, 17 Agustus mendatang.

Menurut Kepala Bidang Kepemudaan, Maulana Lombu, ada 126 peserta yang berasal dari perwakilan SMA sederajat se-Kota Kotamobagu yang mengikuti seleksi tahap I dan II. Namun dari jumlah itu, hanya 38 diantaranya yang akan dipilih untuk bertugas pada 17 Agustus. “Hanya 38 yang akan diambil, dan dua diantaranya akan dikirim ikut seleksi tingkat provinsi. Setelah pengumuman, yang lulus seleksi itu akan dilatih terkait pelaksanaan tugas nanti,” katanya.

Ditegaskannya, proses seleksi berlangsung cukup ketat. Setiap peserta di tes soal kemampuan baris berbaris dan sejumlah kriteria lainnya, termasuk tinggi badan. “Hasil seleksi adalah murni dari capaian dan kemampuan peserta masing-masing,” tegasnya.

Ia berharap, semua peserta yang dinyatakan lulus seleksi nanti bisa mengeluarkan semua kemampuan dan memberi yang terbaik yang bertugas nanti. “Harapanya kita semua berjalan lancar dan sesuai yang kita harapkan,” tambahnya. (ads/gito)

Kotamobagu Miliki Satu Orang Dokter Hewan

muljadi-surotenojo
Muljadi Suratinoyo

ZONA KOTAMOBAGU – Menjawab keluhan sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat soal penanganan kesehatan hewan, Kementrian Pertanian (Kementran) menempatkan satu orang dokter hewan untuk menyelesaikan persoalan kesehatan hewan di Kota Kotamobagu.

“Sekarang ini sudah ada satu orang dokter hewan yang ditugaskan oleh kementrian di sini,” kata Kepala Dinas Pertanian, Muladi Suratinoyo.

Ia mengungkapkan, penempatan satu orang dokter hewan itu merupakan tindaklanjut dari usulan yang dilakukan pihaknya ke Kementan di awal tahun ini. “Alhamdulillah usulan kita itu disetujui. Di sini, dokter hewan itu kita beri fasilitas berupa tempat tinggal dan kendaraan dinas untuk menopang pelaksanaan tugasnya,” ungkapnya.

Ia berharap, dengan hadirnya dokter hewan di Kota Kotamobagu, bisa menjawab berbagai permasalahan yang berkaitan dengan kesehatan hewan. “Jika ada keluhan mengenai hewan ternak, masyarakat dapat menghubungi dokter di sini (Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan) untuk ditindaklanjuti,” tambahnya. (ads/gito)

Dinas PU Lobi Anggaran Perbaikan Jalan Gogagoman-Mongkonai

Sande Dodo

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) diminta segera memperbaiki jalan lingkar penghubung Kelurahan Gogagoman dan Mongkonai. Pasalnya, jalan yang menjadi alternatif warga menuju atau kembali dari pusat kota itu, sudah mulai rusak. Lubang berbagai ukuran menganga di badan jalan.

“Jalan ini adalah akses paling dekat ke pusat kota kalau dari Terminal Mongkonai. Banyak pengendara yang lewat di sini. Ini harus segera diperbaiki, karena kalau dibiarkan akan semakin parah dan membahayakan keselamatan pengguna jalan. Jalan ini juga perlu dilebarkan,” kata salah satu pengendara, Marlon Manoppo.

Menanggapinya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Sande Dodo, mengungkapkan pihaknya sedang mengupayakan anggaran untuk perbaikan jalan tersebut, dengan melobi ke pemerintah pusat serta akan mengusulkannya dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2019.

“Kita sedang melobi anggaran di pusat. Itu juga akan memasukannya dalam perencanaan tahun 2019. Kemungkinan nanti tahun depan,” kata Sande.

Meski demikian, ia mengaku pihaknya akan segera menindaklanjuti kerusakan jalan tersebut dengan menambal titik-titik jalan yang berlubang. “Untuk sementara begitu (tambal) dulu, dengan anggaran melalui dana pemeliharaan jalan,” ujarnya.

Ditambahkannya, tahun ini hanya ada tujuh paket pekerjaan perbaikan atau peningkatan jalan dengan anggaran sebesar Rp37 miliar yang tersebar di beberapa desa dan kelurahan. “Tujuh paket itu sementara dikerjakan,” tambahnya. (ads/gito)

Pemkot Awasi Peredaran Kosmetik Palsu

Herman Aray
Herman Aray

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM) mewaspadai peredaran kosmetik palsu. Pasalnya, ada dugaan berbagai produk kosmetik yang dijual murah dan bebas di pasaran, tak memiliki ijin Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) serta tak layak edar.

“Ini harus diwaspadai bersama. Pengawasan di lapangan tetap kita lakukan. Biasanya produk yang di jual murah itu adalah palsu dan tak layak edar,” kata Kepala Disdagkop dan UKM, Herman Aray, kemarin.

Ia mengakui, hingga kini pihaknya belum mendapati produk kosmetik palsu. Namun demikian, katanya pihaknya akan tetap mengawasi semua produk yang diperjual-belikan di pasaran. “Kami belum menerima laporan, tapi kita tetap rutin mengawasi di lapangan. Kita juga selalui berkoordinasi dengan instansi yang memiliki kompetensi dalam menguji kualitas dan keamanan produk bagi konsumen,” ujarnya.

Disisi lain, ia mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam membeli produk kosmetik. “Harus berhati-hati. Diteliliti dulu sebelum membeli. Bukan hanya kosmetik, tapi semua jenis barang atau jenis makanan dan minuman yang beredar bebas di pasaran,” imbaunya. (ads/gito)

Dinas Perpustakaan Usul Tambah Buku Bacaan

Bambang Ginoga

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) terus meningkatkan minat baca masyarakat. Berbagai buku bacaan sudah disiapkan, baik di Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, perpustakaan keliling serta di Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA) yang menyediakan buku bacaan khusus anak-anak.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, Bambang Ginoga, mengatakan buku bacaan yang disediakan dikhususkan bagi pelajar serta masyarakat umum. Namun demikian, ia mengaku bahwa minat baca kalangan pelajar berkurung karena lebih memilih membaca lewat smartphone untuk kebutuhan belajar dibandingkan buku bacaan. “Kita sudah sosialisasikan soal ketersediaan buku bacaan ini, tapi memang kalangan pelajar banyak yang memilih membaca lewat smartphone,” katanya.

Lanjutnya, minat baca kalangan pelajar kalah banyak dengan masyarakat umum khususnya yang berprofesi sebagai petani dan pengusaha. “Mereka (petani dan pelaku usaha) justru lebih aktif membaca buku. Khusus petani, mereka membaca soal tata cara bertani, cocok tanam dan lainnya. Kemudian kalau pelaku usaha, mereka mencari tahu cara mengelolah dan produksi,” ujarnya.

Ditambahkannya, pihaknya terus menyesuaikan kebutuhan pembaca melalui penyediaan buku bacaan. “Kita akan usulkan penambahan buku, namun akan lebih banyak buku pedoman yang dibutuhkan petani, peternak atau pelaku usaha,” tambahnya. (ads/gito)

Realisasi PAD 28,10 persen, Pemkot Optimis Maksimal Diakhir Tahun

Hamka Daun

ZONA KOTAMOBAGU – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih sangat minim. Hingga 28 Juni atau akhir triwulan II, tercatat baru Rp15,8 miliar atau 28,10 persen dari target sebesar Rp56 miliar.

Data didapat dari Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), dari sepuluh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang mendapat target PAD, baru tiga diantaranya yang presentasenya sudah di atas angka 50 persen, yakni BPKD dengan presentase 51,76 persen, Dinas PUPR 55,52 persen serta Dinas Satpol 57,65 persen. Sedangkan tujuh SKPD lainnya masih berada di bawah angka 50 persen. Bahkan beberapa diantaranya, seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH), UPTD RSUD, Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Disdagkop dan UKM) dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) masih berada di bawah angka 20 persen.

Melihat capaian per SKPD tersebut, tiap SKPD masih harus bekerja kerja keras dan memaksimalkan semua potensi di sisa waktu yang ada, agar besaran target yang diberikan bisa terealisasi hingga akhir tahun anggaran.

“Per 28 Juni yang terealisasi sudah lima belas miliar lebih,” kata Kepala Bidang Penagihan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), Hamkah Daun.

Ia mengungkapkan, PAD didapat dari sektor pajak dan retribusi yang meliputi pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan, PBHTB, serta retribusi sampah, parkir dan lainnya. “Kalau dilihat dari angkanya, memang belum memenuhi target, tapi kami optimis angkanya akan naik signifikan dalam beberapa bulan ke depan dan bisa mencapai target di ahkir tahun anggaran,” ungkapnya.

Lanjutnya, seperti tahun-tahun sebelumnya, PAD akan terealisasi maksimal pada triwulan III dan IV. Ia mencontohkan, penarikan PAD dari sektor dana kapitasi JKN yang ada di tiap Puskesmas masuk pada akhir tahun anggaran. “Namun demikian, kita tetap berusaha akan PAD bisa maksimal tanpa harus menunggu akhir tahun,” ujarnya. (ads/gito)

Dinas Kominfo Hadirkan Aplikasi Si Kemas, Ini Fungsinya

Ahmad Yani Umar

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) tak henti-hentinya menciptakan inovasi baru melalui pemanfaatan teknologi informasi. Setelah sukses dengan berbagai aplikasi layanan publik dan layanan pemerintah, Pemkot melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) membuat aplikasi baru bernama Sistem Keluhan Masyarakat (Si KeMas). Aplikasi tersebut dibuat untuk membantu masyarakat dalam menyampaikan keluhan ataupun kritik terkait pelayanan publik.

“Aplikasi ini sudah ada di play store. Semua bisa download,” kata Kepala Data Center, Rudianto Unu.

Kepala Bidang Statistik Informasi dan Komunikasi Publik (SIKP), mengungkapkan sistem kerja aplikasi Si KeMas terintegrasi dengan semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). “Nantinya setiap laporan, keluhan, saran yang disampaikan masyarakat lewat aplikasi ini secara otomatis akan di forward oleh sistem ke SKPD terkait untuk menunggu respon atau tanggapan. Waktu menanggapi  atau menindaklanjuti setiap laporan dan keluhan tergantung dari tingkat permasalahan yang disampaikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Ahmad Yani Umar, mengatakan aplikasi tersebut sangat memberi manfaat bagi pemerintah maupun masyarakat. “Dengan adanya aplikasi ini, masyarakat bisa menyampaikan keluhan seputar pelayanan publik, seperti proses perijinan, pelayanan kependudukan, persampahan, penataan parkir, penataan pasar, sarana jalan, pelayanan pajak dan lainnya,” katanya. (ads/gito)

Dinas Pertanian Tertarik Kembangkan Labu Brazil

Tim Dinas Pertanian berada di lokasi penanaman buah labu di Kelurahan Genggulang.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) tertarik mengembangkan tanaman buah Labu Kuning atau Labu Brazil. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pertanian, Muljadi Suratinoyo. Menurutnya, pengembangan buah tersebut katanya dilakukan di 33 desa dan kelurahan.

“Kami akan coba mengembangkan buah Labu Kuning atau Labu Brazil, karena bentuknya yang unik dan belum banyak di tanam petani di sini,” ungkap Muljadi.

Ia mengatakan, pengembangan tanaman buah tersebut sudah dilakukan kelompok pertanian Kelurahan Genggulang. “Nantinya ini akan kita kembangkan di tiap desa dan kelurahan, dengan percontohannya adalah kelompok tani di Genggulang,” katanya.

Ditambahkannya, keunikan dari buah Labu Brazil itu berbentuk bulat dengan ukuran kecil dan berbeda dengan labu biasa yang banyak ditemui. “Manfaat dan kandungan gizinya lengkap untuk kesehatan. Buah ini mengandung lemak, protein, kalori serta beberapa kandungan vitamin dan gizi lainnya,” tambahnya.

Salah satu petani, Darwis Ibrahim, mengungkapkan uji coba tanaman Labu Kuning ditanam pada lahan seluas satu hektare dan memberi hasil yang memuaskan. “Cara tanamnya berbeda. Terlebih dahulu disemai, kemudian setelah sembilan hari dipindahkan ke lahan yang lebih besar. Seminggu sekali diberi pupuk dan satu bulan setengah tanaman ini sudah bisa dipanen secara bertahap,” ungkapnya. (ads/gito)