Beranda blog Halaman 560

Usaha Keripik Pisang Janjikan Keuntungan Besar

Rita Datunsolang, Pelaku usaha keripik pisang asal Desa Kopandakan I.

ZONA KOTAMOBAGU – Kaum perempuan khususnya Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kota Kotamobagu mulai produktif. Tak sedikit IRT yang memanfaatkan berbagai potensi agar bisa mendapatkan penghasilan sendiri. Seperti yang dilakukan Rita Datunsolang. Warga Desa Kopandakan I, Kecamatan Kotamobagu Selatan itu, kini mulai menikmati hasil usaha keripik pisang yang digelutinya sejak 2017 lalu.

“Alhamdulillah sampai sekarang masih bertahan,” katanya.

Ia menceritakan, keripik pisang hasil olahannya di jual ke masyarakat di sejumlah wilayah di Kota Kotamobagu. Selain di warung-warung, ia juga memanfaatkan media sosial untuk menjual produk usahanya tersebut. “Harganya per bungkus sepuluh ribu. Alhamdulillah, hasilnya lumayan. Setiap hari bisa lima piluh sampai enam puluh bungkus yang terjual,” sebutnya.

Disisi lain, ia berharap agar usaha yang gelutinya itu mendapat perhatian pemerintah. “Mudah-mudahan ada bantuan yang diberikan agar usaha ini tetap berkembang,” harapnya.

Pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang dilakoni IRT sudah dilakukan Pemkot. Sejak tahun 2016, Pemkot melalui Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Disdagkop dan UKM) memberi ijin gratis kepada pelaku usaha yang bisa dijadikan jaminan pinjaman modal di bank.

“Kota Kotamobagu menjadi tujuan banyak orang. Peluang ini harus ditangkap. Manfaatkan, benahi dan perbaiki usaha dengan baik,” kata Walikota Tatong Bara, beberapa waktu lalu.

Lanjutnya, kaum perempuan perlu diberi kesempatan untuk memanfaatkan berbagai potensi. Hal itu untuk menumbuhkembangkan kemandirian serta kesetaraan di dalam berwirausaha. Katanya, usaha ekonomi produktif yang terus tumbuh, khususnya yang dikelola oleh kaum perempuan menandakan semakin besarnya inisiatif, kepedulian dan tanggung jawab masyarakat dalam memperbaiki derajat kehidupan. “Hasilnya nanti akan dirasakan oleh masyarakat itu sendiri,” kata Tatong, beberapa waktu lalu. (ads/gito)

100 ribu Benih Ikan Nila Untuk 10 Kelompok Budidaya

Anto Mamonto

ZONA KOTAMOBAGU – Sektor perikanan menjadi salah satu fokus perhatian Pemerintah Kota (Pemkot). Memiliki potensi menjanjikan serta diyakini bisa menggerakkan roda ekonomi masyarakat, Pemkot melalui Dinas Pertanian dan Perikanan terus mendorong pengembangannya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberi bantuan benih kepada kelompok-kelompok budidaya ikan. Kali ini, bantuan 100 ribu benih ikan nilai sudah disiapkan dan akan segera diberikan kepada 10 kelompok budidaya ikan nilai di Kota Kotamobagu.

“Bantuan itu (benih ikan nila) disalurkan Juli ini. Ada 10 kelompok yang menerima, dan setiap kelompok mendapatkan 10 ribu benih,” kata Kepala Bidang Perikanan, Anto Mamonto.

Ia menjelaskan, kelompok penerima bantuan tersebut merupakan hasil verifikasi yang sebelumnya dilakukan dan sesuai dengan Surat Keputusan (SK) walikota. “Pengadaan bantuan benih ini dari APBD. Satu kelompok terdiri dari 10 orang. Setelah disalurkan, akan kita awasi bagaimana tindaklanjut dari setiap kelompok di lapangan,” jelasnya.

Ditambahkannya, selain bantuan tersebut pihaknya juga akan memberi bantuan yang sama kepada 11 kelompok yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). “Tahun ini kita dapat jatah 250 ribu benih dari APBN. Nantinya kelompok penerima bantuan ini hanya yang memenuhi persyaratan berdasarkan hasil survey,” tambahnya. (ads/gito)

Jaga Persatuan Pasca Pilkada

Hendra Makalalag

ZONA KOTAMOBAGU – Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Kotamobagu Periode 2018-2023 telah berakhir. Meski hasil penghitungan sementara versi real qount desk Pilkada Pemkot, scanning formulir C1 Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun rekapitulasi suara di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) telah ada pemenangnya, namun masyarakat Kota Kotamobagu diminta untuk tidak terlalu berlarut dalam euforia kemenangan.

“Kami harap agar hal itu dapat disikapi dengan dewasa. Kepada yang menang versi hitung cepat, kiranya tidak merayakan secara berlebihan. Mari kita terima apapun hasilnya dengan peuh kedamaian. Siapapun yang menang, dia adalah pemimpin rakyat Kotamobagu yang sudah dipilih secara demokratis,” kata Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Hendra Makalalag.

Ia mengungkapkan, beda pilihan dalam Pilkada adalah hal biasa. Oleh karena itu, ia meminta agar persatuan dan kesatuan serta hubungan silaturahmi antar sesama harus tetap dijaga. Proses politik dan demokrasi Pilkada katanya hanya bagian dari pelaksanaan kedaulatan rakyat yang diamanatkan oleh konstitusi lewat penjabaran undang-undang nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah.

“Hubungan baik antar sesama masyarakat jangan sampai terkoyak oleh perbedaan pilihan. Mari kita kawal bersama proses ini agar berjalan aman, lancar dan penuh kedamaian,” ungkapnya.

Ia juga mengimbau agar semua elemen masyarakat tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pasca pemungutan suara. “Keamanan dan kedamaian di kota ini harus kita jaga bersama,” imbaunya. (ads/gito)

BPKD Proses Pencairan Gaji 13

ZONA KOTAMOBAGU – Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) mulai memproses pencairan gaji 13 untuk untuk 2.298 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot). Informasi didapat, pencairan gaji tersebut akan dilakukan setelah pembayaran gaji rutin Bulan Juli.

“Sudah sebagian besar yang mengajukan. Tapi yang dibayar dulu gaji Juli setelah itu gaji 13,” kata Kepala Bidang Perbendaharaan, Syarifudin Abas.

Ia mengungkapkan, tak ada syarat tertulis yang dipersyaratkan dalam pembayaran gaji 13. Namun demikian, ia meminta semua PNS tetap memperhatikan kewajiban berupa Pajak Bumi Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) dan retribusi sampah. “Syarat tertulisnya tidak ada, tapi alangkah baiknya antara hak dan kewajiban harus beriringan,” ungkapnya.

Senada, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), Inontat Makalalag, mengungkapkan hampir semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) telah mengajukan permintaan pembayaran. “Pembayarannya setelah gaji Bulan Juli,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, pembayaran gaji 13 disesuaikan dengan momen penerimaan siswa baru. Besaran gaji yang diterima katanya disesuaikan dengan gaji pokok, tunjangan keluarga dan tunjangan jabatan masing-masing PNS. “Besarannya beda-beda. Untuk mekanisme pembayarannya sama seperti gaji rutin setiap bulan. Anggarannya 9,6 miliar,” jelasnya. (ads/gito)

Tower A dan B RSUD Segera Diresmikan

Kondisi terkini bangunan tower A dan B RSUD Kotamobagu.

ZONA KOTAMOBAGU – Bangunan Tower A dan B Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotamobagu siap diresmikan. Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) maupun pihak rumah sakit tinggal mempersiapkan beberapa hal untuk kelengkapan operasional rumah sakit yang berada di Kelurahan Pobundayan, Kecamatan Kotamobagu Selatan itu.

“Masih ada beberapa hal yang akan disiapkan. Kemungkinan akhir bulan ini peresmiannya,” kata Humas RSUD, Gunawan Ijom.

Ia menerangkan, bangunan gedung, alat kesehatan serta fasilitas penunjang lainnya sudah siap. Pihaknya katanya tinggal memastikan aliran air bersih yang menjadi bagian terpenting dalam operasional rumah sakit yang dipersiapkan sebagai rujukan regional di wilayah Bolmong Raya dan beberapa daerah tetanggal lainnya. “Untuk kebutuhan listrik dan lainnya sudah siap. Tinggal kelancaran air saja yang ditunggu kemudian pindah ke situ,” terangnya.

Lanjutnya, setelah diresmikan, pihaknya langsung membuka pelayanan di rumah sakit tersebut. “Setelah gunting pita, langsung ada pelayanan,” tambahnya. (ads/gito)

Dinkes Data Pasien Bibir Sumbing

Devi Lala

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Kesehatan (Dinkes) mendata pasien bibir sumbing untuk dioperasi secara massal. Saat ini, petugas Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) sedang turun ke desa dan kelurahan untuk mencari 20 pasien yang akan ditangani.

Kepala Dinkes, Devi Lala, mengatakan sejak awal tahun pihaknya sudah mulai melakukan pendataan pasien bibir sumbing. Selain menurunkan petugas di lapangan, pihaknya juga berkoordinasi dengan para kepala desa dan lurah. “Kita masih menunggu data itu. Karena syaratnya harus 20 pasien, kemudian kita akan koordinasikan dengan dokter ahli dari provinsi untuk melakukan operasi,” katanya.

Diungkapkannya, beberapa bulan lalu pihaknya mendapati ada satu pasien bibir sumbing. Namun karena hanya satu orang, sehingga operasinya dilakukan di wilayah Gorontalo yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Gorontalo. “Bulan Februari ada satu pasien. Kebetulan ada operasi di Atinggola oleh Pemprov Gorontalo, sehingga kita fasilitasi agar bisa tertangani,” ungkapnya.

Disisi lain, ia mengimbau kepada para kepala desa dan lurah maupun petugas Pustu dan Poskesdes untuk segera melaporkan jika ada pasien bibir sumbing di setiap desa dan kelurahan atau wilayah masing-masing. “Kalau ada langsung dilaporkan. Nantinya kalau sudah ada 20 orang langsung kita tindakanjuti,” imbaunya. (ads/gito)

Pemdes Kobo Kecil Bangun Rumah Adat

Rumah Adat Bolaang Mongondow yang dibangun Pemerintah Desa Kobo Kecil.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Desa (Pemdes) Kobo Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan, memanfaatkan sebagian Dana Desa (Dandes) untuk mengembangkan potensi wisata budaya di desa tersebut. Salah satu yang dilakukan adalah membangun rumah adat Bolaang Mongondow.

Sekretaris Desa (Sekdes), Irwan Mokodompit, mengatakan pembangunan rumah adat tersebut bertujuan untuk menopang Desa Kobo Kecil sebagai desa wisata di Kota Kotamobagu. “Tahun lalu desa ini sudah ditetapkan sebagai desa wisata. Untuk menopang itu, harus ada rumah adat. Anggaran untuk pembangunannya 100 juta lebih dialokasikan lewat dana desa tahun 2017,” katanya.

Lanjutnya, tahun ini pihaknya kembali mengalokasikan anggaran untuk pengadaan fasilitas penunjang lainnya. “Semua kebutuhan dari lembaga adat di sini kami anggaran dan akan disimpan di rumah adat itu. Sekarang ini kita masih berkoordinasi dengan para lembaga adat untuk kelengkapan lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Agung Adati, mengungkapkan pihaknya mendorong langkah Pemdes Kobo Kecil dalam mengembangkan sektor wisata budaya di desanya. “Desa itu sudah ditetapkan sebagai desa wisata tahun lalu. Salah satu syarat menjadi desa wisata adalah memiliki rumah adat. Sebagai instansi terkait, tentu kami sangat mendorong upaya yang sedang dilakukan Pemerintah Desa Kobo Kecil,” ungkapnya. (ads/gito)

Tekan Angka Kematian Bayi, Dinkes Kampanyekan Imunisasi MR

Pertemuan advokasi dan sosialisasi dalam rangka kampanye dan introduksi imunisasi Measles Rubella (MR)yang dilaksanakan Dinas Kesehatan di Hotel Sutanraja.

ZONA KOTAMOBAGU – Guna menekan angka kematian anak, Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar pertemuan advokasi dan sosialisasi dalam rangka kampanye dan introduksi imunisasi Measles Rubella (MR). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Sutanraja, Jumat (29/6), dan dibuka Sekretaris Kota (Sekkot) Adnan Massinae.

Menurut Kepala Dinkes, Devie Lala, kegiatan kampanye dan introduksi imunisasi MR merupakan program nasional. Dalam pelaksanaannya, pihaknya bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut dan berkoordinasi dengan seluruh lintas sektor mitra kesehatan.

“Ini baru sebatas kampanye, karena baru akan dilaksanakan pada Bulan Agustus sampai September tahun ini,” katanya.

Ia mengungkapkan, kampanye imunisasi MR adalah kegiatan imunisasi secara massal sebagai upaya untuk memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella pada anak usia 9 bulan sampai dengan di bawah 15 tahun, tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya. “Sasaran utama kami adalah anak berusia sembilan bulan sampai lima belas tahun bisa disuntuk semua,” ungkapnya.

Ditambahkannya, imunisasi MR diberikan untuk melindungi anak Indonesia termasuk Kota Kotamobagu dari penyakit kelainan seperti gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, kelainan jantung dan retardasi mental yang disebabkan adanya infeksi rubella pada saat kehamilan. “Upaya pencegahan kita lakukan lewat imunisasi ini,” tambahnya. (ads/gito)

Pemkot Dorong Pengembangan Kreativitas Bernilai Jual

Kerajinan tangan buatan warga Kelurahan Biga terpajang sebagai barang dagangan.

ZONA KOTAMOBAGU – Ivira Neli Putong (52), warga Kelurahan Biga, Kecamatan Kotamobagu Utara,  menggali kreativitas dengan membuat berbagai kerajinan tangan yang berbahan dasar rotan, seperti penutup saji, keranjang, kursi dan sebagainya. Hasil kerajinan tangannya itu kemudian dijual kembali di lapan depan rumahnya.

Menurut pengakuannya, dirinya sudah mulai menekuni usaha itu sejak puluhan tahun lalu. “Sudah sekitar 30 tahun saya menjual kerajinan tangan ini. Ada tutup saji, kursi rotan dan lainnya semua tersedia di sini,” katanya.

Ia mengungkapkan, tempat penjualan hasil kerajinan tangan berbahan dasar rotan miliknya itu hanyalah satu-satunya yang berada di Kota Kotamobagu. “Di Kotamobagu hanya ada di sini, makanya banyak dari luar daerah yang datang membeli  di sini,” ungkapnya.

Hasil penjualan kerajinan tangan yang dibuatnya katanya cukup lumayan dan bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga biaya sekolah dan kuliah anak-anaknya. “Harganya ada yang sepuluh ribu, ada juga yang enam juta. Tergantung dari barang apa yang mereka beli. Setiap bulan hasilnya lumayan bisa tiga juta sampai lima juta,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud), Agung Adati, mengungkapkan Pemerintah Kota (Pemkot) terus mendorong pengembangan berbagai produk unggulan daerah agar kedepannya bisa menjadi salah satu icon daerah.

“Itu sangat baik, menggali kreativitas yang bernilai jual. Itu juga bisa menyedot wisatawan datang ke Kotamobagu. Tentu ini harus didorong bersama sebagai bentuk kreativitas masyarakat Kota Kotamobagu,” ungkapnya. (ads/gito)

Jaga Kamtimbas Pasca Penghitungan Suara

Irianto Mokoginta

ZONA KOTAMOBAGU – Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Periode 2018-2023 telah berakhir. Meski sudah ada hasil real qount desk Pilkada Pemkot Kotamobagu, namun penentuan siapa pemenang hajat lima tahunan itu masih menunggu keputusan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Hasil real qount sudah ada, tapi tetap kita menunggu keputusan resmi dari KPU,” kata Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Irianto Mokoginta.

Disisi lain, ia mengapresiasi proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Tahun 2018 di Kota Kotamobagu yang berjalan dengan aman dan lancar. “Kalaupun ada riak-riak kecil di lapangan, itu hal biasa dan dinamika pesta demokrasi. Situasi dan kondisi masih cukup kondusif. Terima kasih juga kepada masyarakat yang sudah menyalurkan hak pilihnya, serta pihak kepolisian dan TNI yang sudah ikut membantu kelancaraan pelaksanaannya,” sebutnya.

Ia mengimbau, semua elemen masyarakat tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) pasca penghitungan suara. “Keamanan dan ketertiban harus tetap kita jaga bersama,” imbaunya.

Seperti diketahui, hasil real qount desk Pilkada Kotamobagu, Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Nomor Urut 1, Tatong Bara-Nayodo Koerniawan (TB-NK), meraup 54,19 persen suara atau sebanyak 33.907. Sedangkan sang rival, Paslon Nomor Urut 2, Jainudin Damopolii-Suharjo Makalalag (Jadi-Jo), hanya mendapatkan dukungan 28.690 suara dengan presentase 45,81 persen. (ads/gito)