Tim terpadu saat menertibkan pedagang di kompleks Pasar Serasi.
ZONA KOTAMOBAGU – Tim terpadu Pemerintah Kota (Pemkot) yang terdiri dari Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub), menertibkan pedagang yang berjualan di badan jalan kompleks Pasar Serasi, Rabu (13/6) sekira pukul 02.00 Wita dini hari. Pasalnya, aktivitas pedagang di area tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan dan menjadi pemicu terjadinya kemacetan kendaraan.
“Mereka kita pindahkan karena berjualan bukan di tempat yang semestinya,” kata Kepala Disdagkop dan UKM, Herman Aray.
Disisi lain, ia mengimbau kepada semua pedagang agar menempati tempat yang sudah disiapkan, yakni di dalam area pasar.
“Kita harap ada kerja sama dari para pedagang agar tidak lagi menggunakan badan jalan sebagai tempat berjualan. Ada petugas Dishub yang stand by untuk mengawasi di sana,” imbaunya. (ads/gito)
Badan Pengurus Cabang GMKI Kotamobagu foto bersama usai audiens dengan Pjs walikota di rumah dinas walikota.
ZONA KOTAMOBAGU – Pengurus cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Kotamobagu terus mematangkan persiapan jelang pelaksanaan Konsultasi Wilayah (Konswil) X GMKI wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulut-Go) yang akan dilaksanakan di Kota Kotamobagu, 22 hingga 23 Juni mendatang.
Menurut Ketua Badan Pengurus Cabang GMKI Kotamobagu, Nelson Yonathan Ochotan SPd, kegiatan tersebut akan dilaksanakan di Gereja GMIBM PNIEL Tumubui dan direncanakan akan dibuka Penjabat Sementara (Pjs) Walikota. “Persiapan terus kita matangkan, baik itu kesiapan tempat, teknis acara maupun para senior GMKI yang akan diundang. Kemarin kita sudah audiens dengan walikota serta Ketua Sinode GMIBM, dan mendapat respon sangat baik,” katanya.
Atas nama Badan Pengurus Cabang GMKI Kotamobagu dan panitia pelaksana kegiatan Konswil X Sulawesi Utara dan Gorontalo menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pjs Walikota atas dukungan moril terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. “Terima kasih dan apresiasi kami kepada Pemerintah Kota Kotamobagu atas dukungannya. Semoga kegiatan ini dapat berjalan lancar sesuai yang kita harapkan bersama,” ungkapnya.
Dijelaskannya, fokus pembicaraan pada Konswil kali ini adalah untuk membicarakan perkembangan organisasi di tingkat kabupaten dan kota, serta persiapan pelaksanaan Konsultasi Nasional (Konas) yang akan dilaksanakan di Kota Bitung, Juli mendatang. “Hasil Konswil ini nantinya akan menjadi rekomendasi untuk dibawa ke Konas nanti,” jelasnya. (trz)
ZONA KOTAMOBAGU – Semua Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) wajib mengikuti apel kerja perdana pasca cuti bersama Idul Fitri, pada Kamis (21/6). Sanksi tegas siap diberikan bagi abdi negara yang bolos di hari kerja pertama itu.
“Cuti bersama dalam rangka Idul Fitri tahun ini terbilang cukup panjang. Jadi tidak ada alasan untuk sengaja menambah libur. Tanpa terkecuali baik PNS maupun tenaga kontrak, semua wajib ikut apel perdana pada tanggal 21,” tegas Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Sahaya Mokoginta.
Ia mengungkapkan, pihaknya sebelumnya telah mengeluarkan surat edaran dengan nomor: 800/BKPP-KK/390/v/2018 tentang penetapan cuti bersama. Dalam surat edaran itu tertuang waktu cuti bersama PNS yaitu tanggal 11, 12, 13, 14, 18, 19 dan 20 Juni. Penetapan cuti bersama itu berdasarkan keputusan bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (MenPAN-RB) nomor 223 Tahun 2018, nomor 46 tahun 2018 dan nomor 13 tahun 2018 tentang perubahan atas keputusan bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan MenPAN-RB nomor 707 tahun 2017, nomor 256 Tahun 2017 dan nomor 01/SKB/MENPAN-RB/09/2017 tentang pelaksanaan cuti idul fitri tahun 1439 hijriah.
“Kita harap semua PNS mematuhi ketentuan waktu cuti bersama ini,” ungkapnya.
Ditambahkannya, kehadiran PNS saat apel kerja perdana menjadi bagian dari penghitungan Tunjangan Penghasian Pegawai (TPP). Oleh karena itu, ia berharap agar tidak ada PNS yang absen saat apel perdana nanti. “Ada beberapa kriteria dalam penghitungan TPP, salah satunya adalah soal kehadiran pada apel perdana. Ketika kewajiban itu dilaksanakan maka akan ada reward dari pemerintah, berupa pemberian TPP,” tambahnya. (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU – Penjabat Sementara (Pjs) Walikota Muhammad Mokoginta bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dijadwalkan akan melaksanakan sholat Idul Fitri di Masjid Raya Baitul Makmur (MRBM).
“Insya allah walikota akan sholat ID di MRBM,” kata Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial (Kesos), Adin Mantali.
Ia mengungkapkan, bangunan MRBM sedang dalam tahap perampungan. Namun demikian, bagian dalam masjid sudah bisa digunakan untuk shlat meski belum secara keseluruhan. “Daya tampung masjid bisa sampai lima ribu jamaah, tapi karena ada beberapa bagian yang belum selesai dikerjakan sehingga untuk kapasitas untuk shlat ID tahun ini hanya tiga ribu jamaah saja,” ungkapnya.
Ditambahkannya, pihaknya saat ini mulai melakukan pembenahan lokasi pelaksaan sholat ID. “Sementara dilakukan pembersihan termasuk penyiapkan perlengkapan sholat,” tambahnya. (ads/gito)
Gedung Bobakidan yang berada di Kelurahan Kotobangon.
ZONA KOTAMOBAGU – Kota Kotamobagu memiliki berbagai potensi daerah yang menjanjikan. Salah satunya adalah potensi wisata budaya. Informasi didapat dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), terdapat sejumlah objek daya tarik wisata yang yang menjanjikan seperti yakni Rumah Adat Bobakidan, Pembangunan Museum dan Patung Bogani di Kelurahan Kotobangon, Makam Raja Datu Cornelis Manoppo di Kelurahan Matali, Makam Raja Datoe Binangkang di Desa Poyowa Besar I, Makam Raja Abo’ Tadohe di Kelurahan Upai, Rumah Adat Khas Bolaang Mongondow di Kelurahan Molinow dan Desa Kopandakan I.
“Tempat-tempat bernuansa budaya yang ada di Kota Kotamobagu perlu didorong untuk dikembangkan, agar bisa menarik perhatian wisatawan dari luar daerah. Itu adalah satu potensi yang dimiliki daerah ini,” kata Erwin, salah satu pemerhati budaya Bolaang Mongondow.
Kepala Dinas Disparbud, Agung Adati, mengungkapkan pengembangan objek wisata budaya sudah masuk dalam tahap perencanaan, namun dilakukan secara bertahap kedepannya. Yang pertama ini adalah Rumah Adat Bobakidan yang akan direhabilitasi. “Sesuai nama Bobakidan, ini berfungsi sebagai tempat musyawarah. Rumah adat ini juga sering digunakan sebagai tempat pertunjukan seni dan budaya. Sudah disiapkan DED-nya (Detail Enginering Design). Untuk anggarannya sekitar 12 miliar. Gedung itu nantinya akan berfungsi sebagai gedung kesenian,” ungkapnya.
Ditambahkannya, selain wisata budaya, Kota Kotamobagu juga memiliki sejumlah potensi wisata bdaya dan religi, seperti masjid tertua di Bolmong Raya yakni Masjid Al Huda yang berada di Desa Kopandakan I, Gereja Masehi Injili Bolaang Mongondow di Kelurahan Kotamobagu, Klenteng Tian Shang Shen Mu di Kelurahan Mongkonai dan Pura Jagatnata Kotamobagu di Kelurahan Mogolaing, serta Masjid Raya Baitul Makmur di Kelurahan Kotamobagu. “Semua itu perlu kita jaga bersama, karena menjadi simbol kebudayaan dan keberagaman di daerah in,” tambahnya. (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU – Momen Idul Fitri benar-benar dimanfaatkan para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk mengais rejeki. Salah satunya adalah pengrajin kacang telur yang ikut mencari keuntungan di momen tahunan ini.
Menurut penuturan salah satu pengrajin, Widyawati, permintaan kacang telur meningkat pada beberapa hari jelang Idul Fitri. Untuk memenuhi permintaan pembeli, ia menyiapkan 400 bungkus kacang seukuran setengah kilo gram dan satu kilo gram. “Ada satu orang yang memesang sampai 100 bungkus dan akan di jual lagi. Ada juga yang hanya pesar dua atau tiga bungkus saja karena hanya untuk cemilan saja,” katanya.
Ia mengakui, penjualan kacang hasil olahannya itu meningkat signifikan dan mencapai jutaan rupiah per hari. “Kalau ukuran setengah kilo di jual 30 ribu per bungkus. Dan satu kilo harganya 60 ribu. Pemesannya ada yang dari Gorontalo, Manado dan daerah lain. Tapi paling banyak di wilayah Bolmong Raya,” ujarnya.
Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM), Herman Aray, mengungkapkan Pemkot menaruh perhatian serius terhadap pengembangan UKM di Kota Kotamobagu. Pelatihan kepada para pelaku UKM serta pemberian ijin gratis dan sertifikat sudah dilakukan dalam rangka merangsang gairah pengembangan produk-produk UKM. “Tahun 2017 ada 1.250 pelaku UKM yang mendapat ijin gratis. Kemudian tahun ini juga ada 750, jadi totalnya sudah 2.000. Ijin gratis itu kita berikan dalam rangka memberi kemudahan bagi mereka (pelaku UKM) untuk mendapatkan pinjaman modal di bank,” ujarnya. (ads/gito)
Pemasangan tuntul sebagai tanda dimulainya lomba monuntul tahun ini.
ZONA KOTAMOBAGU – Lomba monuntul atau pasang lampu dimulai. Senin (11/6) malam, Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, membuka secara simbolis kegiatan tersebut di Lapangan Aruman Jaya, Kelurahan Motoboi Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan.
“Monuntul ini adalah tradisi turun temurun masyarakat Bolaang Mongondow dan dilombakan oleh Pemerintah Kota Kotamobagu agar lebih meriah lagi. Saya harap kegiatan seperti ini tetap berkesinambungan,” kata Pjs walikota.
Pada kesempatan itu, Pjs walikota juga sedikit menjelaskan soal tradisi monuntul yang dilaksanakan masyarakat. Menurutnya, tradisi itu dilakukan karena jaman dulu daerah Bolaang Mongondow Raya masih gelap gulita sehingga orang-orang berinisiatif untuk memasang lampu botol di depan rumah masing-masing di tiga hari terakhir bulan ramadhan.
“Orang-orang tua kita terdahulu melakukan itu sebagai tanda bahwa tidak lama lagi akan Idul Fitri, sehingga mereka memasang lampu di halaman rumah masing-masing. Tradisi itu sampai sekarang masih dilakukan masyarakat dan kita lombakan agar lebih semarak lagi,” terangnya.
Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial (Kesos), Adin Mantali, mengatakan ada beberapa kriteria penilaian yang diputuskan bersama melalui rapat panitia, seperti partisipasi dan antusiasme masyarakat, kreasi lampu dan keserasian. “Masing-masing kriteria ada bobot penilaiannya. Yang paling tinggi adalah partisipasi masyarakat, bobotnya 40 persen. Kemudian kreativitas atau penataan lampu bobot nilainya 35 persen. Sisanya 25 persen diambil dari kreas lampu,” kata Adin.
Ditambahkannya, lomba monuntul akan dimulai pada Senin (11/6) hingga Rabu (13/6) dengan total hadiah yang disiapkan panitia sebesar Rp37,5 juta. “Juara I mendapat 15 juta, juara II 10 juta dan juara III 7,5 juta,” tambahnya. (ads/gito)
Posko pelayanan e-KTP yang disiapkan Dinas Dukcapil di Pasar Senggol Desa Poyowa Kecil.
ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) memanfaatkan kegiatan pasar senggol di Desa Poyowa Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan, dengan membuka posko pelayanan perekaman e-KTP. Hal itu dilakukan dalam rangka memaksimalkan pelayanan ke masyarakat khususnya yang belum mengurus kartu identitas tersebut.
Kepala Dinas Dukcapil, Virginia Olii, mengatakan pelayanan perekaman e-KTP di lokasi pasar senggol dilakukan setiap harinya mulai Sabtu (9/6) hingga Rabu (13/6) yang dimulai pukul 10.00 Wita hingga pukul 16.00 Wita. Selain itu, pihaknya juga membuka pelayanan yang sama di Kantor Dinas Dukcapil yang beralamat di Jalan Paloko Kinalang selama waktu libur dalam rangka Idul Fitri saat ini. “Warga yang datang merekam langsung dibuatkan surat keterangan pengganti e-KTP,” katanya.
Dijelaskannya, masih ada sekira 6.300 wajib KTP yang belum merekam. Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya memaksimalkan pelayanan baik mobile ke desa dan kelurahan, pelayanan di kantor atau pada kegiatan-kegiatan tertentu yang melibatkan orang banyak seperti pasar senggol yang sedang berlangsung. “Kendala kita di lapangan adalah ketika kita turun ke desa atau kelurahan, yang bersangkutan sedang tidak berada di rumah. Ada yang kerja di luar daerah dan sebagainya. Sehingga itu, jelang Idul Fitri saat ini kita tetap membuka pelayanan, karena warga yang sebelumnya bekerja di luar daerah pasti pulang kampung di saat seperti ini. Kesempatan ini yang kita manfaatkan,” jelasnya.
Ia mengakui, sejak hari pertama membuka posko pelayanan di lokasi pasar senggol, ada warga yang datang melakukan perekaman. “Alhamdulillah, ketika tahu ada pelayanan di pasar senggol, warga langsung datang dan meminta dilayani untuk perekaman,” tambahnya. (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menyiagakan anggota untuk bertugas menjaga keamanan dan ketertiban di lokasi pasar senggol yang berada di Desa Poyowa Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Satpol PP, Dolly Dzulhadji.
Menurutnya, setiap harinya ada petugas yang bertugas jaga di lokasi pasar senggol bersama petugas keamanan dari unsur TNI dan Polri maupun panitia yang dibentuk pemerintah desa setempat. “Keamanan dan kenyamanan pengunjung yang datang ke sana perlu kita jamin. Untuk itu, ada anggota yang stand by tiap hari di sana bekerja sama dengan panitia lokal dan petugas dari TNI dan Polri,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, penjagaan lokasi pasar senggol dilakukan mulai hari pertama hingga hari terakhir pelaksanaan pasar senggol. “Setiap hari anggota kami berjaga di situ selama 1 x 24 jam,” ungkapnya.
Ia berharap, pelaksanaan pasar senggol mulai hari pertama hingga hari terakhir berjalan aman dan lancar. “Mudah-mudahan berjalan aman. Pengunjung selalu merasa aman ketika datang ke pasar senggol,” harapnya. (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) terus mematangkan persiapan jelang pelaksanaan lomba monuntul atau pasang lampu di tiga malam terakhir ramadhan. Rabu (6/6), panitia pelaksana telah melaksanakan rapat sekaligus menentukan poin-poin yang menjadi sasaran penilaian.
Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial (Kesos), Adin Mantali, mengatakan ada beberapa kriteria penilaian yang diputuskan bersama melalui rapat panitia, seperti partisipasi dan antusiasme masyarakat, kreasi lampu dan keserasian. “Masing-masing kriteria ada bobot penilaiannya. Yang paling tinggi adalah partisipasi masyarakat, bobotnya 40 persen. Kemudian kreativitas atau penataan lampu bobot nilainya 35 persen. Sisanya 25 persen diambil dari kreas lampu,” kata Adin.
Ia mengungkapkan, dalam pelaksanaannya peserta kegiatan yang terdiri dari desa dan kelurahan tak diperkenankan menggunakan badan jalan untuk penataan lampu. Jika ditemukan ada yang demikian, katanya hal itu takkan dinilai dan akan didiskualifikasi. “Jadi lampu botol tidak boleh ditata di badan jalan,” ungkapnya.
Ditambahkannya, lomba monuntul akan dimulai pada Senin (11/6) hingga Rabu (13/6) dengan total hadiah yang disiapkan panitia sebesar Rp37,5 juta. “Juara I mendapat 15 juta, juara II 10 juta dan juara III 7,5 juta,” tambahnya. (ads/gito)