Beranda blog Halaman 579

Mendes PDTT Puji Infrastruktur Desa

MenDes PDTT saat meninjau pelaksanaan pekerjaan proyek karya tunai di Desa Bilalang I.

ZONA KOTAMOBAGU – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, memuji infrastruktur di desa yang ada di Kota Kotamobagu. Hal itu diutarakannya saat berkunjung ke Desa Bilalang I, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kamis (12/4) pekan lalu.

Menurutnya, kucuran dana desa dari pemerintah pusat ke semua desa termasuk di Kota Kotamobagu, memberi dampak terhadap percepatan pembangunan infrastruktur desa.

“Saya lihat infrastruktur di desa sudah bagus, sehingga gunakan dana desa untuk pemberdayaan masyarakat,” katanya dihadapan masyarakat Desa Bilalang I.

Ia mengungkapkan, pemerintah desa wajib mengakomodir masyarakat dari setiap pelaksanaan pekerjaan proyek fisik yang dibiayai dana desa.

“Tidak boleh lagi menggunakan jasa kontraktor. Harus berdayakan masyarakat, kemudian 30 persen dari biaya proyek untuk upah pekerja yang dibayar harian atau mingguan. Ini harus diperhatikan semua kepala desa,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Mendes PDTT juga mengajak masyarakat ikut mengawal pelaksanaan kegiatan yang dibiayai Dandes.

“Dandes bisa terealisasi dengan baik jika masyarakat ikut mengawalnya,” tambahnya.

Sementara itu,Penjabat Sementara (Pjs) Walikota Muhammad Mokoginta, menuturkan Dandes yang masuk ke Kota Kotamobagu setiap tahunnya mengalami kenaikan. Di tahun 2015 Dandes yang diterima Rp4,5 miliar, Tahun 2016 Rp10,2 miliar dan Tahun 2017 Rp15,1 miliar. Anggaran tersebut katanya telah terealisasi untuk pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat.

“Manfaat dari dana desa sudah mulai dirasakan masyarakat,” tuturnya. (ads/gito)

KK Masuk Nominasi Penerima PPD 2018

Sofyan Mokoginta

ZONA KOTAMOBAGU – Kota Kotamobagu (KK) masuk nominasi penilaian tahap IV Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2018. Dalam surat elektronik nomor: 3948/D.9/4/2018 tertanggal 13 April 2018 yang diterima Pemerintah Kota (Pemkot), Kota Kotamobagu menjadi satu-satunya daerah di Sulwesi Utara yang masuk nominasi penerima penghargaan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Kepala Badan Perencanaan Penelitian Pembangunan Daerah (Bappelitbangda), Sofyan Mokoginta, mengatakan ada 29 kota dan 31 kabupaten di Indonesia yang dinilai pada tahap III. Dari semua daerah itu katanya, hanya 16 kota dan 14 kabupaten diantaranya yang lolos dan masuk ke penilaian tahap IV.

“Masuknya Kota Kotamobagu pada penilaian tahap IV ini tentu menjadi sebuah kesyukuran, apalagi Kota Kotamobagu menjadi satu-satunya daerah di Sulawesi Utara yang lolos di tahapan selanjutnya,” katanya.

Lanjutnya, pihaknya saat ini sedang mempersiapkan bahan dan materi untuk penilaian tahap IV yang akan dilaksanakan di Jakarta pada 18 April hingga 21 April pekan depan. Pada tahapan itu katanya, metode penilaiannya adalah presentase dan wawancara.

“Sementara kita siapkan semuanya untuk menghadapi penilaian selanjutnya, termasuk coaching clinic dengan tim independen PPD dari Provinsi Sulawesi Utara,” ujarnya.

Ia berharap, mendapat hasil yang memuaskan pada penilaian tahap IV agar penghargaan pembangunan daerah tingkat nasional bisa didapat tahun ini.

“Insya allah semuanya berjalan lancar dan mendapat hasil yang memuaskan,” harapnya.

Diketahui, tahun sebelumnya penghargaan ini bernama Anugerah Pangripta Nusantara dan telah diubah menjadi Penghargaan Pembangunan Daerah. Kriteria penilaiannya dititikberatkan pada perencanaan dan pencapaian pembangunan. (ads/gito)

Peringatan Isra’ Mi’raj Diharapkan jadi Momentum Meningkatkan Iman dan Taqwa

Pemerintah Kota (Pemkot) bekerja sama dengan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) menggelar peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW Tahun 1439 hijriah/2018 masehi.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Lapangan Kelurahan Molinow, Kecamatan Kotamobagu Barat, dan dihadiri Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, sejumlah anggota DPRD, unsur Forkopimda, pejabat di lingkup Pemkot Kotamobagu dan masyarakat se-Kota Kotamobagu.

Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW tersebut diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan. Selain itu, semua umat muslim terutama yang ada di Kota Kotamobagu diimbau untuk selalu mengamalkan ajaran dan mencontohi akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Kepribadian Nabi Muhammad SAW harus kita contohi dan dijadikan pedoman hidup sehari-hari,” kata Pjs Walikota, Muhammad Mokoginta. (advertorial)

Antisipasi Kelangkaan LPG, Pemkot Usul Penambahan Kuota

Alfian Hasan

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) mulai mengantisipasi kelangkaan gas LPG jelang bulan ramadhan, dengan akan mengusulkan penambahan kuota ke pihak pertamina. Hal ini dikatakan Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang), Alfian Hasan.

Menurutnya, kebutuhan masyarakat soal penggunaan LPG pada menjelang hingga selama bulan ramadhan meningkat. Oleh karena itu, pihaknya akan segera mengajukan permintaan penambahan kuota untuk mengantisipasi kelangkaannya.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan kita ajukan, agar mendekati bulan ramadhan tidak ada masyarakat yang mengeluh soal kelangkaan LPG,” ujarnya.

Dijelaskannya, usulan penambahan kuota LPG sebanyak 1o persen dari jumlah reguler. Meski tak menyebut angka pasti berapa kuota LPG di Kota Kotamobagu, namun ia berharap agar usulan tersebut bisa diakomodir untuk mengantisipasi kelangkaannya.

“Tahun lalu hanya 8 persen, insya allah tahun ini yang kita usulkan disetujui semua,” jelasnya.

Ramla Batalipu, warga Kelurahan Sinindian berharap tidak ada kelangkaan LPG menjelang dan selama bulan ramadhan.

“LPG sekarang sudah menjadi kebutuhan utama. Mudah-mudahan stoknya tersedia, apalagi saat bulan ramadhan,” harapnya. (ads/gito)

Dandes Bantu Percepatan Pembangunan

Pjs Walikota saat memberi sambutan pada seminar regional UU Desa yang dihadiri Menteri Desa PDTT dan Ketua DPD RI.

ZONA KOTAMOBAGU – Dana Desa (Dandes) yang diberikan pemerintah pusat ke semua desa di Indonesia termasuk di Kota Kotamobagu, sangat memberi dampak positif terhadap pembangunan serta perekonomian masyarakat desa.

Hal ini diutarakan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, saat memberi sambutan pada Seminar Regional Implementasi Undang-undang Desa Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa di Hotel Sutanraja, Kamis (12/4).

Menurutnya, setiap tahun Dandes yang dialokasikan lewat Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) terus meningkat. Hal itu merupakan bentuk komitmen Presiden Joko Widodo yakni membangun dari pinggiran.

“Dana desa ini diberikan ke semua desa dengan maksud untuk mempercepat pembangunan yang dampaknya pada peningkatan ekonomi masyarakat,” katanya.

Ia menerangkan, dari rekapitulasi pemanfaatan dana desa sejak tahun 2015 hingga 2017, dana desa sangat memberi dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat yang meliuti pembangunan jalan desa dengan panjang 123.145 kilo meter, jembatan 791.258 meter, pasar desa 5.220 unit, BUMDes 26.579 unit kegiatan, tambatan perahu 2.882 unit, embung 1.927 unit, irigasi 28.091 unit serta sarana olahraga 1.004 unit.

Selain itu katanya, dana desa yang diterima setiap desa membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat seperti penahan tanah sebanyak 291.393 unit, air bersih 32.711, MCK 82.356, Polindes 6.041, drainase 590.371 unit, Posyandu 13.973 unit serta sumur 45.865 unit.

“Dari pembangunan yang dilaksanakan itu, dana desa juga berkontribusi terhadap tersedianya lapangan kerja,” terangnya.

Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, menuturkan dana desa yang masuk ke Kota Kotamobagu setiap tahunnya mengalami kenaikan. Di Tahun 2015 Dandes yang diterima Rp4,5 miliar, Tahun 2016 Rp10,2 miliar dan 2017 Rp15,1 miliar. Besaran anggaran tersebut katanya telah terealisasi untuk pembangunan.

“Untuk tahun 2018 dana desa sebesar Rp17,4 miliar. Pencairan tahap I sudah dilakukan di empat desa, yaitu Desa Bilalang I, Desa Sia, Desa Moyag Todulan dan Desa Tabang. Desa lainnya sedang dalam penyelesaian APBDes,” ungkapnya.

Dihadapan Mendes PDTT dan jajarannya serta Ketua DPD RI, Pjs walikota juga membeber berbagai potensi alam seperti tempat permandian air panas, air terjun dan lainnya. Selain itu katanya, juga terdapat juga berbagai produk unggulan daerah seperti Kopi Dinodok, Kopi Sinondag, gula aren, sapu ijuk dan sebagainya.

“Meski Kota Kotamobagu adalah wilayah perkotaan, tapi punya 15 desa. Setiap desa memiliki potensi alam yang akan dikembangkan melalui dana desa serta produk unggulan daerah yang akan dikelolah melalui BUMDes,” terangnya.

Usai membuka Seminar Regional Implementasi Undang-undang Desa Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa di Hotel Sutanraja, Mendes PDTT , Ketua DPD RI dan para rombongan berkunjung ke Desa Bilalang I. Di desa yang berada di Kecamatan Kotamobagu Utara, Mendes PDTT meresmikan sejumlah proyek fisik yang dibiayai dana desa sekaligus meninjau pelaksanaan proyek padat karya tunai. (ads/gito)

Mendes PDTT Kunjungi Kota Kotamobagu

Pemerintah Kota (Pemkot) menyambut kedatangan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, dan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI), Oesman Sapta Odang, serta rombongan di Kota Kotamobagu, Kamis (12/4).

Kedatangan dua tokoh nasional itu dalam rangka Seminar Regional Implementasi Undang-undang Desa Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa sekaligus meresmikan proyek yang dibiayai dana desa tahun sebelumnya serta meninjau pelaksanaan proyek fisik yang dilaksanakan melalui padat karya tunai di Desa Bilalang I, Kecamatan Kotamobagu Utara.

Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi kunjungan kerja Mendes PDTT dan Ketua DPD RI serta rombongan itu.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat menyampaikan terima kasih atas kunjungan kerja ini yang sekaligus bersilaturahmi dengan masyarakat Kota Kotamobagu,” sebutnya.

Saat berkunjung ke Desa Bilalang I, Mendes PDTT sempat berdialog dengan masyarakat setempat soal pemanfaatan dana desa serta memberi bantuan berupa uang sebesar Rp50 juta untuk penyertaan modal pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Dana desa ini akan berjalan dengan baik jika masyarakat ikut mengawasinya. Begitu juga dengan BUMDes, harus dikelola dengan baik agar bisa memberi dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat,” kata Mendes PDTT.

Pada kesempatan itu, Mendes PDTT juga menandatangani prasasti sebagai simbol peresmian sejumlah proyek fisik yang dibiayai dana desa seperti, jalan paving block Desa Pontodon, Bangunan BumDes Amanah Desa Poyowa Besar, saluran drainase dan lainnya. Selanjutnya, Mendes PDTT bersama Ketua DPD RI dan rombongan melihat langsung proses pengerjaan proyek padat karya tunai yang dilaksanakan masyarakat.

“Pekerjaan ini harus dipacu dan dikerjakan dengan baik agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” ujar Mendes PDDT dihadapan masyarakat. (advertorial)

Lima Desa Segera Nikmati Dandes Tahap I

Rum Mokoagow

ZONA KOTAMOBAGU – Dana Desa (Dandes) Tahap I Tahun 2018 akan segera dicairkan di lima desa, yakni Desa Bilalang I, Sia, Tabang, Moyag Todulan dan Kopandakan I. Peraturan Desa (Perdes) tentang Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) yang menjadi syarat mutlak pencairan anggaran yang bersumber dari APBN itu telah selesai dievaluasi Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Kepala Seksie Pemberdayaan Kelembagaan Masyarakat (PKM) Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Rum Mokoagow, mengatakan setelah evaluasi Perdes APBDes, ke-lima desa tersebut sudah bisa mengajukan dokumen pencairan ke Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD).

“Alurnya, setelah evaluasi diajukan ke walikota melalui BPKD untuk permohonan permintaan penyaluran dana,” katanya, kemarin.

Ia mengungkapkan, pihaknya juga masih menunggu dokumen Perdes APBDes di 10 desa lainnya yang saat ini masih sedang dalam perampungan.

“Masih 10 desa yang belum. Ada yang masih proses penginputan di desa ada juga yang sementara verifikasi di kecamatan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah tuntas semuanya agar bisa segera dievaluasi ditingkatakan TAPD kemudian dicairkan,” ungkapnya.

Kepala Bidang Perbendaharaan BPKD, Syarifudin Abas, mengaku pihaknya sudah menerima dokumen permintaan pencairan dandes tahap I dari empat desa, yakni Desa Tabang, Sia, Moyag Todulan dan Bilalang I.

“Dokumennya sudah kita terima dan sedang diproses,” sebutnya.

Ditambahkannya, Dandes tahap I sebesar 20 persen atau Rp3,4 miliar dari total Rp17,4 miliar telah berada di Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) sejak akhir Februari lalu dan siap dicairkan ke rekening desa masing-masing.

“Ada syarat pencairannya. Setiap desa harus melengkapi laporan pertanggungjawaban APBDes 2017, dokumen RKPDes serta APBDes 2018,” tambahnya. (ads/gito)

2.740 Siswa SMP Siap Ikut UNBK

Rukmi Simbala

ZONA KOTAMOBAGU – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP sederajat akan dilaksanakan pada 23 April hingga 26 April mendatang. Data diperoleh, ada 2.740 peserta dari 21 sekolah negeri dan swasta yang terdaftar sebagai peserta ujian tahun ini.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan, Rastono, mengatakan pihaknya terus mematangkan persiapan jelang pelaksanaan ujian, mulai dari kesiapan komputer dan fasilitas penunjang lainnya.

“Semua sekolah sudah siap melaksanakan ujian, tinggal menunggu waktu pelaksanaannya saja,” katanya.

Ia mengungkapkan, pihaknya menyiapkan 180 unit komputer yang akan dibagikan ke sembilan SMP negeri di Kota Kotamobagu. Ketambahan fasilitas komputer itu katanya sangat membantu pelaksanaan ujian tahun ini.

“Kita juga sudah bekerja sama dengan beberapa SMK dan beberapa SMP yang memiliki komputer. Alhamdulillah, komputer sudah cukup dan siap tanpa kendala lagi” ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Rukmi Simbala, menuturkan dari semua SMP yang ada di Kota Kotamobagu, hanya tiga diantaranya yang mandiri atau melaksakana UNBK dengan fasilitas sendiri, yakni SMP Kristen, SMP Katolik dan SMP Negeri 1 Kotamobagu.

“Yang lainnya ujian di beberapa SMK yang memiliki fasilitas,” tuturnya.

Ia berharap, semua peserta UNBK tahun ini bisa mendapatkan hasil memuaskan.

“Harapan kita tentu angka kelulusan bisa 100 persen. Untuk itu semua siswa diminta lebih giat belajar,” harapnya. (ads/gito)

Besok Mendes PDTT Kunjungi Desa Bilalang I

Muhammad Rudi Mokoginta

ZONA KOTAMOBAGU – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, dijadwalkan akan berkunjung ke Desa Bilalang I, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kamis (12/4) untuk meresmikan proyek fisik yang dibiayai dana desa.

“Besok pak menteri ke Desa Bilalang. Beliau akan meresmikan proyek dana desa dan melihat langsung proyek padat karya,” kata Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, kemarin.

Diterangkannya, sebelum ke Desa Bilalang I, Mendes PDTT akan memberi materi pada seminar Undang-undang Desa bersama Ketua DPD RI di Hotel Sutanraja. Kegiatan itu katanya akan dihadiri semua kepala desa se-Bolmong Raya.

“Pak menteri tiba di Kota Kotamobagu pukul tujuh pagi. Setelah itu ada akan menghadiri acara pernikahan di Desa Poyowa Besar kemudian dilanjutkan dengan seminar di Hotel Sutanraja,” terangnya.

Ditambahkannya, penjemputan kedatangan Mendes PDTT sudah dimatangkan dan tinggal menunggu kedatangannya saja.

“Persiapan sudah 95 persen, tinggal penyambutannya saja besok,” tambahnya. (ads/gito)

Dua Koperasi Ikut Lomba Tingkat Provinsi

Herman Aray
Herman Aray

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM) ambil bagian dalam perayaan hari koperasi yang diperingati setiap 12 April, dengan mengutus dua koperasi dalam koperasi berprestasi tingkat Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Kedua koperasi tersebut adalah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Union Mototabian Kotamobagu dan KSP Masinar Gogagoman.

“Lomba koperasi ini dalam rangka perayaan Hari Koperasi Tingkat Provinsi Sulut,” kata Kepala Disdagkop dan UKM, Herman Aray.

Ia mengungkapkan, dua koperasi tersebut dipilih mengikuti lomba di tingkat provinsi karena keduanya dinilai terbaik dan berprestasi. “Yang kita utus ini tentu yang terbaik di Kotamobagu,” ungkapnya.

Diterangkannya, ada beberapa kriteria yang menjadi penilaian dalam lomba tersebut, seperti administrasi, laporan neraca keuangan dan lainnya.

“Dua koperasi itu membawa nama Kota Kotamobagu. Untuk itu diharapkan agar segera menyiapkan apa yang dibutuhkan agar bisa memberi yang terbaik demi nama daerah,” tambahnya. (ads/gito)