Beranda blog Halaman 586

Pemdes Bilalang II Cari Terobosan Kembangkan Potensi Kemiri

ZONA KOTAMOBAGU – Potensi kemiri di Desa Bilalang II sangat menjanjikan. Tak sedikit warga setempat yang mengandalkan hasil penjualan kemiri sebagai salah satu sumber pendapatan.

Untuk menunjang produktifitas dan meningkatkan kualitas hasil olahannya, saat ini pemerintah desa setempat sedang mencari formula baru agar kedepannya bisa menjadi lebih baik lagi.

“Kami sementara mencari solusi bagaimana mengolah kemiri jadi produk siap pakai. Sekarang ini sampai sekarang masih digunakan sebagai bumbu dapur,” kata Sekretaris Desa (Sekdes), Djafar Mokoagow, Kamis (8/3).

Ia mengungkapkan, lahan perkebunan kemiri di Desa Bilalang Bersatu tergolong besar. Rata-rata pohon kemiri itu katanya ditanam sejak puluhan tahun yang lalu.

“Bisa dikatakan kalau Desa Bilalang sebagai penghasil kemiri terbesar di Bolmong Raya. Kalau pengolahannya sudah baik, maka kemiri ini bukan hanya jadi bumbu masakan saja, tapi juga bisa untuk kebutuhan lainnya,” ungkapnya. (ads/gito)

Investor Cina Siap Bangun Pabrik Pengalengan Nenas di Kotamobagu

Pertemuan investor China dengan Pjs Walikota bersama SKPD terkait di ruang kerja walikota.

ZONA KOTAMOBAGU – Investor asal China siap membangun pabrik pengalengan nenas di Kota Kotamobagu. Kamis (8/2), tiga orang investor asal negeri tirai bambu itu datang dan menggelar pertemuan dengan Penjabat Sementara (Pjs) Walikota bersama sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terakit.

“Mereka dari Guangzhou dan tertarik mengembangkan industri di bidang pertanian, seperti nenas, kelapa dan ikan. Tapi yang paling utama adalah nenas,” kata Pjs Walikota, Muhammad Mokoginta, usai pertemuan dengan investor China, kemarin.

Ia mengakui, Pemerintah Kota (Pemkot) Pemkot sangat menyambut baik rencana investor China itu untuk membangunan pabrik pengalengan nenas di Kota Kotamobagu. Lahanya seluas satu hingga dua hektare untuk pembangunan pabrik tersebut disiapkan di wilayah Kelurahan Mongkonai, Kecamatan Kotamobagu Barat.

“Untuk areal perkebunan nenas di sini (Kotamobagu) kecil, jadi hanya pabriknya saja. Jadi kita berbagi dengan Kabupaten Bolmong, nenasnya dari Desa Lobong (Bolmong) dan pabriknya di Kotamobagu. Ini sangat baik dan menguntungkan bagi masyarakat. Kalau sudah ada pabriknya, tentu tenaga kerjanya prioritas dari Kotamobagu, kecuali untuk tenaga ahli itu berasal dari luar daerah,” ungkapnya.

Lanjutnya, setelah pertemuan tersebut pihak investor akan melakukan study kelayakan dengan melihat kualitas nenas dan besarnya area perkebunannya.

“Mereka butuh areal yang besar sekitar 30 hektare. Kalau tersedia, mereka tertarik dan siap ke sini. Kita sudah koordinasi dengan Dinas Pertanian Bolmong, di sana ada 30 hektare lahan tanaman nenas dan masih ada cadangan sekitar 10 ribu hektare lagi,” ujarnya.

Ditambahkannya, pihaknya investor tersebut sangat serius mengembangkan investasinya di wilayah Bolmong Raya termasuk di Kota Kotamobagu. “Mereka serius, kami juga sangat serius,” tambahnya. (ads/gito)

Dinsos Cek Kualitas Rastra di Gudang Bulog

Kepala Dinas Sosial, Sarida Mokoginta, saat mengecek kualitas rastra di Gudang Bulog, kemarin.

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Sosial (Dinsos) mengecek ketersediaan serta keualitas beras sejahtera (rastra) di Gudang Bulog yang berada di Kelurahan Mogolaing, Kecamatan Kotamobagu Barat, Kamis (8/3). Pengecekan itu dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok serta kualitas beras subsidi dari pemerintah itu sebelum disalurkan ke masyarakat.

“Sebelum kita salurkan kita chek dulu. Ini untuk memastikan agar beras yang diberikan ke masyarakat benar-benar layak di konsumsi. Dari hasil pengecekan tadi (kemarin, red), stok beras tersedia dan kualitasnya baik,” kata Kepala Dinsos, Sarida Mokoginta.

Diungkapkannya, penyaluran beras rastra untuk jatah bulan Februari akan mulai dilakukan Jumat (9/3) hari ini. Namun demikian, katanya pihaknya masih menunggu kesiapan mobil operasional Bulog yang masih melakukan penyaluran di wilayah Bolmong, Bolmut dan Bolsel.

“Untuk jumlah penerima masih seperti tahun lalu yaitu 5.510 kepala keluarga. Setiap penerima mendapat 10 kilogram. Itu gratis atau tidak ada biaya tebusan,” ungkapnya.

Lanjutnya, data penerima rastra tersu diperbarui. Itu dilakukan agar warga yang layak menerima bisa mendapatkan beras tersebut. “Datanya diperbarui terus setiap tahun. Jika ada penerima yang tak lagi masuk kategori penerima seperti sudah pindah domisili, meninggal dunia ataupun sudah ada peningkatan dari segi ekonomi, akan diganti dengan yang lain,” ujarnya.

Disisi lain, ia mengingatkan agar warga penerima manfaat untuk dapat memanfaatkan rastra tersebut dengan baik dan tidak diperjualbelikan. “Kita harap ada kerja sama dari pemerintah desa dan kelurahan agar penyalurannya di lapangan bisa tepat sasaran,” tambahnya. (ads/gito)

Tiga Kelompok Tani Dapat Bantuan Mesin Pengolahan Kopi

Pjs Walikota memberi sambutan sebelum peresmian mesin pengolahan kopi di Desa Bilalang II.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) serius mengembangkan kopi sebagai salah satu produk unggulan daerah. Berbagai upaya dilakukan, termasuk menggandeng Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) untuk bekerja sama dalam dalam pengembangannya. Sebagai tindaklanjut dari kerja sama itu, BI telah menyerahkan bantuan mesin pengolah kopi kepada tiga kelompok tani yakni Bangelo, Bubungayo dan Sumayat.

Kamis (8/3), Penjabat Sementara (Pjs) Walikta, Muhammad Mokoginta, meresmikan mesin pengolahan kopi tersebut di Desa Bilalang II, Kecamatan Kotamobagu Utara.

“Saya harapkan dengan adanya mesin ini, produksi dan kopi lebih meningkat lagi,” kata Pjs Walikota.

Lahan tanaman kopi di area perkebunan Bilalang seluas 130 hektare dengan produksi mencapai 125 ton per tahun. Besarnya luas lahan serta tingginya angka produksi itu diharapkan bisa memberi dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. “Dengan adanya mesin ini, masyarakat juga harus terus menaman, agar produksinya terus meningkat,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Pjs walikota juga berharap agar pihak BI terus mendorong perkembangan usaha kecil menengah khususnya di Kota Kotamobagu. “Bukan hanya untuk komoditas kopi saja, tapi juga UMKM lainnya,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Sulut, Soekowardojo, mengatakan pemberian mesin pengolah kopi itu dimaksudkan untuk meningkatkan produktifitas dan kualitas kopi yang muaranya pada peningkatan perekonomian masyarakat desa. “Kami harapkan kopi Robusta di Kotamobagu ini bisa bersaing dengan kopi dari daerah lain,” ungkapnya. (ads/gito)

Pencairan Dandes Tunggu Perampungan APBDes

Hamdan Monigi

ZONA KOTAMOBAGU — Dana Desa (Dandes) untuk 15 desa di Kota Kotamobagu, siap dicairkan. Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) tinggal menunggu perampungan penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) dari masing-masing desa.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Hamdan Monigi, mengatakan hingga kini belum ada satu-pun desa yang menyelesaikan APBDes. “Itu (APBDes) menjadi syarat pencairannya. Tinggal tergantung desa, kalau soal anggaran sudah siap dicairkan. Dalam APBDes itu tertuang program dan kegiatan yang akan dilaksanakan tiap desa,” kata Hamdan, Selasa (7/3).

Ia mengungkapkan, pihaknya memberi kesempatan hingga pekan kedua Bulan Maret untuk menyelesaikan APBDes.

“Kita kasih waktu sampai minggu kedua. Kalau sudah rampung langsung dicairkan. Makin cepat pencairannya makin bagus, agar kegiatan yang sudah diprogramkan pemerintah dan masyarakat desa bisa langsung action,” ungkapnya.

Dandes yang akan diterima 15 desa tahun ini sebesar Rp17,4 miliar. Jumlah itu naik sekira Rp2,3 miliar dari tahun sebelumnya atau hanya berjumlah Rp15,1 miliar. Kenaikan jumlah anggaran tersebut akan sangat bermanfaat terhadap percepatan pembangunan di dalam desa.

“Jumlah yang akan diterima setiap desa bertambah. Untuk nominalnya pasti berbeda-beda, karena disesuaikan dengan jumlah penduduk, luas wilayah dan lainnya,” ujarnya. (ads/gito)

Cegah Luapan Air, Pemkot Perbaiki Drainase Sinindian

Imran Amon

ZONA KOTAMOBAGU — Perbaikan drainase di Jalan Paloko Kinalang Kelurahan Kotobangon dan Jalan KS Tubun Kelurahan Sinindian, akan segera dikerjakan. Saat ini, proses lelang paket pekerjaan tersebut sudah selesai dan tinggal menunggu pelaksanaan pekerjaan.

“Penandatanganan kontrak pekerjaan sudah selesai dengan pihak pelaksana kegiatan,” kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP), Imran Amon.

Ia mengungkapkan, perbaikan dua drainase tersebut sudah sangat mendesak, mengingat di dua lokasi itu sering terjadi banjir khususnya disaat hujan deras akibat luapan air dari drainase.

“Daya tampung drainase sudah tak memadai. Saat hujan deras air meluap ke jalan hingga ke pemukiman warga. Anggarannya 3,4 miliar,” ungkapnya.

Ia berharap, perbaikan drainase didua wilayah itu dapat mengantisipasi luapan air yang sering terjadi. “Kita harap setelah pekerjaan selesai, tidak ada lagi luapan air, dan warga sekitar merasa aman dari ancaman banjir,” harapnya. (ads/gito)

Kinerja Tenaga Kontrak Terus Dievaluasi

Penyerahan SK tenaga kontrak secara simbolis oleh Kepala BKPP, Sahaya Mokoginta, beberapa waktu lalu.

ZONA KOTAMOBAGU — Semua tenaga kontrak yang ada di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) diharuskan mengikuti tes kembali. Hal ini ditegaskan Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokogita, saat sosialisasi Peraturan Walikota (Perwako) nomor 1 Tahun 2018 tentang tenaga kontrak dan Perwako nomor 2 Tahun 2018 tentang pedoman Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), Selasa (6/3) di Aula Rumah Dinas Walikota.

Menurutnya, ada banyak orang yang belum bekerja dan ingin menjadi tenaga kontrak, namun Pemkot tidak sembarangan mengakomodir karena ada ketentuannya.

“Setiap tenaga kontrak harus di tes. Jadi tenaga kontrak yang sudah bekerja jangan mengira tidak akan dievaluasi,” kata Rudi.

Ia menjelaskan, setiap tahun ada perubahan tenaga kontrak untuk menuju perbaikan regulasi.
“Jadi kita evaluasi setiap tahun. Mana yang lulus itu yang dikontrak,” ujarnya.

Seperti diketahui, jumlah tenaga kontrak sebanyak 1.604 orang yang tersebar di semua SKPD. (ads/gito)

Lelang Proyek Pembangunan Talud Sungai Osion Tinggal Tunggu Pemenang

Sande Dodo

ZONA KOTAMOBAGU – Proyek pembangunan talud Sungai Agoan yang berada di Kampung Baru, Kelurahan Kotamobagu, Kecamatan Kotamobagu Barat, segera action. Saat ini, lelang proyek berbanderol Rp3 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) itu sedang berproses di Unit Layanan Pengadaan (ULP) dan tinggal menunggu pemenangnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Sande Dodo, mengatakan lelang paket pekerjaan tersebut sudah masuk pada tahap pemasukan penawaran dan evaluasi penawarannya.

“Insya allah minggu depan sudah ada pemenangnya, selanjutnya pelaksana kegiatan menyiapkan administrasinya termasuk jaminan lima persen sebelumnya memulai pekerjaan di lapangan,” kata Sande, Senin (5/3).

Dengan adanya kegiatan tersebut, ia berharap dapat mengurangi dampak luapan air sungai yang kerap terjadi khususnya saat hujan deras turun.

“Mudah-mudahan mulai proses lelang sampai pada pekerjaannya berjalan lancar,” harapnya.

Disisi lain, ia mengimbau warga untuk tidak mendirikan bangunan di dekat bantaran sungai. Katanya, berdasarkan Peraturan Walikota (Perwako) tentang garis sepadan sungai, bahwa jarak bangunan dari sungai adalah lima meter.

“Kita lihat sudah banyak bangunan yang berdiri di dekat sungai. Itu menyebabkan penyempitan dan ketika hujan air meluap dan masuk ke pemukiman warga,” imbaunya. (ads/gito)

Bantu Warga Tanggulangi Bencana, Pemkot Bentuk TRC

ZONA KOTAMOBAGU – Tim Reaksi Cepat (TRC) bentukan Pemerintah Kota (Pemkot) siap action dan membantu masyarakat dalam proses evakuasi, rekonstruksi dan pembersihan di lokasi yang terdampak luapan air sungai.

Senin (5/3), TRC yang terdiri pejabat eselon II, III dan staf di tiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dibentuk dan mulai turun ke tiap kelurahan yang menjadi tanggung jawab masing-masing.

Sekretaris Kota (Sekkot) Adnan Massinae, mengatakan ada delapan kelurahan yang membutuhkan perhatian serius, yakni Kelurahan Kotamobagu, Mogolaing, Kotobangon, Biga, Gogagoman, Sinindian, Matali dan Upai. Setiap kelurahan itu katanya telah ada tim yang bertanggung jawab untuk penanganannya dan dipimpin kepala SKPD yang ditentukan dan dibantu para pejabat eselon II, III, staf di semua SKPD yang berdomisili di wilayah sekitar.

“Sebentar sore (kemarin, red) langsung turun ke wilayah masing-masing dan berkoodinasi dengan pemerintah kelurahan setempat. Tindaklanjuti apa yang bisa kita lakukan. Kemudian untuk tim kesehatan, lihat dan periksa kondisi kesehatan masyarakat dan juga lingkungan sekitar apakah ada potensi penyakit sebagai dampak dari luapan air,” kata Adnan, saat apel penanggulangan bencana bersama TRC, Senin (5/3).

Ia mengungkapkan, pembentukan TRC tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat terkena imbas luapan air sungai akibat hujan deras yang terus mengguyur wilayah Kota Kotamobagu.

“Kondisi cuaca seperti ini berpotensi menimbulkan banyak persoalan, seperti luapan air dari drainase ataupun sungai. Untuk itu perlu ada partisipasi dari kita semua. Kemudian kita sebagai ASN harus menjadi pioner dalam membantu masyarakat,” ujar Adnan.

Ia mengungkapkan, semua anggota TRC harus selalu siap setiap saat dan membatu masyarakat.

“Ketika hujan deras turun dan ada masyarakat yang membutuhkan bantuan, langsung turun dengan cepat. Kita beri bantuan sesuai apa yang dibutuhkan masyarakat, seperti evakuasi ke tempat yang aman, merekonstruksi dan membersihkan rumah warga yang terdampak luapan banjir, kemudian memberi bantuan berupa bahan natura seikhlasnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana TRC, Refly Mokoginta, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil identifikasi soal jumlah rumah warga yang terdampak bencana serta jumlah kerugian materil akibat luapan air sungai.

“Kita masih menunggu, ada tim bersama Dinas Sosial sedang turun mengidentifikasi di semua wilayah,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) itu. (ads/gito)

Taman Kota Pobundayan Diusul Jadi Lokasi Wisata Kuliner

ZONA KOTAMOBAGU – Taman Kota yang berlokasi di Kelurahan Pobundayan, Kecamatan Kotamobagu Selatan, diusulkan jadi lokasi wisata kuliner. Usulan itu disampaikan pemerintah kelurahan pada Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) beberapa waktu lalu.

“Kita usulkan agar Dinas Perdagangan membuat lapak tempat berjualan sekaligus panggung untuk tempat pertunjukan seni di situ, agar taman itu bisa memberi manfaat positif ke masyarakat. Mudah-mudahan usulan itu akan terakomodir,” kata Lurah Pobundayan, Apri Djunaidi Paputungan, pekan lalu.

Ia mengungkapkan, pengusulan itu dilakukan karena lokasinya dinilai strategis serta diyakini bisa memberi dampak positif ke masyarakat setempat.

“Kalau sudah dipasangi lampu kemudian pintu gerbang dibuat tulisan lokasi wisata kuliner, pasti itu akan ramai. Lokasinya strategis karena dekat dengan rumah sakit. Para pedagangnya adalah masyarakat di sini (Pobundayan) dan itu akan memberi dampak posifit khususnya di sektor ekonomi,” ungkapnya.

Ia mengakui, selesai di bangun beberapa tahun lalu, Taman Kota yang berada di sekitar pemukiman warga itu kurang dimanfaatkan dan justru dijadikan tempat untuk kegiatan-kegiatan negatif.

“Sering kali kita razia di situ. Banyak yang kedapatan melakukan kegiatan negatif. Untuk itu, agar ada manfaat positifnya, kita usulkan agar dijadikan pusat wisata kuliner,” tambahnya. (ads/gito)