Beranda blog Halaman 586

Keluyuran, Satpol PP Ciduk Empat Pelajar

TERCIDUK: Empat pelajar saat berada di Kantor Dinas Satpol PP.

ZONA KOTAMOBAGU – Empat pelajar yang berasal dari salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Kotamobagu, diciduk petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), saat giat operasi yang dilaksanakan Senin (12/3). Keempat pelajar itu terdiri dari dua laki-laki dan dua perempuan berinisial masing-masing FL, TG, VM dan FD.

Informasi didapat, keempat pelajar itu terjaring razia saat jam belajar sedang berlangsung. Saat itu, pasukan penegak Perda sedang melakukan operasi turin di sejumlah wilayah di Kota Kotamobagu. Saat menuju ke Desa Sia’, Kecamatan Kotamobagu Utara, petugas mendapati ada mobil avanza yang terparkir di tepi jalan. Curiga ada sesuatu, petuga kemudian mendekat ke mobil tersebut dan ternyata di dalamnya ada empat orang pelajar tersebut. Saat ditanyai petugas, keempat pelajar yang semuanya duduk di bangku kelas III itu tak bisa menjawab dan terlihat seperti kebingungan. Dari situ petugas menggiring keempatnya ke Kantor Dinas Satpol PP untuk diberi pembinaan.

“Mereka didapati berada di mobil avanza. Saat ditanyai alasan berada di situ, mereka tak bisa menjawab dan seperti kebingungan. Kita bawa mereka ke kantor untuk ditindaklanjuti,” kata Kepala Seksi Operasional dan Penertiban, Rio Lasabuda.

Lanjutnya, setelah diperiksa dan dilakukan pendataan, keempat pelajar tersebut langsung dipulang. Namun sebelum itu diberi pembinaan dan dibuatkan surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan yang sama. “Mereka sudah dipulangkan,” tambahnya. (ads/gito)

Dishub Tambah Dua Set Alat Parkir Elektronik

Sugiarto Yunus

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Perhubungan kembali menambah dua set alat parkir elektronik tahun ini yang akan dipasang di area Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Hal ini disampaikan Sekretaris Dinas Perhubungan, Sugiarto Yunus.

Menurutnya, pengadaan alat tersebut dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp198 juta. “Sekarang alat itu sedang dalam pengiriman. Mudah-mudahan akhir bulan ini sudah tiba dan akan langsung di pasang. Itu akan dipasang di pintu masuk dan keluar. Nantinya di situ akan ada tiga alat parkir elektronik,” katanya.

Ia mengungkapkan, setelah tiga set alat parkir terpasang semuanya, pihaknya akan membuatkan jalur khusus untuk pegawai RSUD dan mobil ambulance. “Nantinya itu akan dipisahkan, agar akses masuk karyawan dan mobil ambulance terpisah dengan kendaraan pengunjung,” ungkapnya.

Lanjutnya, pemasangan alat parkir tersebut merupakan salah satu upaya dalam menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perparkiran. “Target PAD untuk retribusi parkir sebesar 2,8 miliar. Dengan menggunakan parkir elektronik itu, kita yakin target PAD bisa dicapai,” ujarnya.

Soal tarif, ia menambahkan masih mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2011 tentang retribusi parkir, dengan besaran tarif Rp500 untuk kendaraan roda dua dan Rp1.000 untuk kendaraan roda empat. “Nantinya tarif itu akan kita sesuaikan lagi, karena Perda itu sementara direvisi,” tambahnya. (ads/gito)

Pemkot Tunggu Tawaran Investor Soal Pemanfaatan Gedung Eks RSUDB

Muhammad Mokoginta

ZONA KOTAMOBAGU – Eks Gedung Rumah Sakit Umum Datoe Binangkang (RSUDB) yang berada di Kelurahan Kotamobagu, Kecamatan Kotamobagu Barat, hingga kini belum dimanfaatkan. Beberapa bangunan gedung tersebut untuk sementara ditempati Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas).

Menurut Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, lokasi berdirinya bangunan tersebut masuk pada kawasan pengembangan sarana perdagangan dan jasa. “Rumah sakit itu masuk kawasan perdagangan dan jasa, karena berada di kawasan perkotaan. Jadi tidak boleh untuk pembangunan pabrik apapun,” katanya, pekan lalu.

Ia mengakui, pemerintah merespon jika ada investor yang tertarik memanfaatkan bangunan tersebut. “Kalau ada yang mau tukar guling, kita respon itu selagi pemanfaatannya untuk pembangunan dua sarana itu, yakni perdagangan atau jasa,” sebutnya.

Seperti diketahui, aktivitas di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong itu berakhir pada awal 2017 lalu. Sejak itulah, tak ada lagi aktivitas di bangunan yang berdiri pada Tahun 1948 itu. (ads/gito)

Pemdes Bilalang II Cari Terobosan Kembangkan Potensi Kemiri

ZONA KOTAMOBAGU – Potensi kemiri di Desa Bilalang II sangat menjanjikan. Tak sedikit warga setempat yang mengandalkan hasil penjualan kemiri sebagai salah satu sumber pendapatan.

Untuk menunjang produktifitas dan meningkatkan kualitas hasil olahannya, saat ini pemerintah desa setempat sedang mencari formula baru agar kedepannya bisa menjadi lebih baik lagi.

“Kami sementara mencari solusi bagaimana mengolah kemiri jadi produk siap pakai. Sekarang ini sampai sekarang masih digunakan sebagai bumbu dapur,” kata Sekretaris Desa (Sekdes), Djafar Mokoagow, Kamis (8/3).

Ia mengungkapkan, lahan perkebunan kemiri di Desa Bilalang Bersatu tergolong besar. Rata-rata pohon kemiri itu katanya ditanam sejak puluhan tahun yang lalu.

“Bisa dikatakan kalau Desa Bilalang sebagai penghasil kemiri terbesar di Bolmong Raya. Kalau pengolahannya sudah baik, maka kemiri ini bukan hanya jadi bumbu masakan saja, tapi juga bisa untuk kebutuhan lainnya,” ungkapnya. (ads/gito)

Investor Cina Siap Bangun Pabrik Pengalengan Nenas di Kotamobagu

Pertemuan investor China dengan Pjs Walikota bersama SKPD terkait di ruang kerja walikota.

ZONA KOTAMOBAGU – Investor asal China siap membangun pabrik pengalengan nenas di Kota Kotamobagu. Kamis (8/2), tiga orang investor asal negeri tirai bambu itu datang dan menggelar pertemuan dengan Penjabat Sementara (Pjs) Walikota bersama sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terakit.

“Mereka dari Guangzhou dan tertarik mengembangkan industri di bidang pertanian, seperti nenas, kelapa dan ikan. Tapi yang paling utama adalah nenas,” kata Pjs Walikota, Muhammad Mokoginta, usai pertemuan dengan investor China, kemarin.

Ia mengakui, Pemerintah Kota (Pemkot) Pemkot sangat menyambut baik rencana investor China itu untuk membangunan pabrik pengalengan nenas di Kota Kotamobagu. Lahanya seluas satu hingga dua hektare untuk pembangunan pabrik tersebut disiapkan di wilayah Kelurahan Mongkonai, Kecamatan Kotamobagu Barat.

“Untuk areal perkebunan nenas di sini (Kotamobagu) kecil, jadi hanya pabriknya saja. Jadi kita berbagi dengan Kabupaten Bolmong, nenasnya dari Desa Lobong (Bolmong) dan pabriknya di Kotamobagu. Ini sangat baik dan menguntungkan bagi masyarakat. Kalau sudah ada pabriknya, tentu tenaga kerjanya prioritas dari Kotamobagu, kecuali untuk tenaga ahli itu berasal dari luar daerah,” ungkapnya.

Lanjutnya, setelah pertemuan tersebut pihak investor akan melakukan study kelayakan dengan melihat kualitas nenas dan besarnya area perkebunannya.

“Mereka butuh areal yang besar sekitar 30 hektare. Kalau tersedia, mereka tertarik dan siap ke sini. Kita sudah koordinasi dengan Dinas Pertanian Bolmong, di sana ada 30 hektare lahan tanaman nenas dan masih ada cadangan sekitar 10 ribu hektare lagi,” ujarnya.

Ditambahkannya, pihaknya investor tersebut sangat serius mengembangkan investasinya di wilayah Bolmong Raya termasuk di Kota Kotamobagu. “Mereka serius, kami juga sangat serius,” tambahnya. (ads/gito)

Dinsos Cek Kualitas Rastra di Gudang Bulog

Kepala Dinas Sosial, Sarida Mokoginta, saat mengecek kualitas rastra di Gudang Bulog, kemarin.

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Sosial (Dinsos) mengecek ketersediaan serta keualitas beras sejahtera (rastra) di Gudang Bulog yang berada di Kelurahan Mogolaing, Kecamatan Kotamobagu Barat, Kamis (8/3). Pengecekan itu dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok serta kualitas beras subsidi dari pemerintah itu sebelum disalurkan ke masyarakat.

“Sebelum kita salurkan kita chek dulu. Ini untuk memastikan agar beras yang diberikan ke masyarakat benar-benar layak di konsumsi. Dari hasil pengecekan tadi (kemarin, red), stok beras tersedia dan kualitasnya baik,” kata Kepala Dinsos, Sarida Mokoginta.

Diungkapkannya, penyaluran beras rastra untuk jatah bulan Februari akan mulai dilakukan Jumat (9/3) hari ini. Namun demikian, katanya pihaknya masih menunggu kesiapan mobil operasional Bulog yang masih melakukan penyaluran di wilayah Bolmong, Bolmut dan Bolsel.

“Untuk jumlah penerima masih seperti tahun lalu yaitu 5.510 kepala keluarga. Setiap penerima mendapat 10 kilogram. Itu gratis atau tidak ada biaya tebusan,” ungkapnya.

Lanjutnya, data penerima rastra tersu diperbarui. Itu dilakukan agar warga yang layak menerima bisa mendapatkan beras tersebut. “Datanya diperbarui terus setiap tahun. Jika ada penerima yang tak lagi masuk kategori penerima seperti sudah pindah domisili, meninggal dunia ataupun sudah ada peningkatan dari segi ekonomi, akan diganti dengan yang lain,” ujarnya.

Disisi lain, ia mengingatkan agar warga penerima manfaat untuk dapat memanfaatkan rastra tersebut dengan baik dan tidak diperjualbelikan. “Kita harap ada kerja sama dari pemerintah desa dan kelurahan agar penyalurannya di lapangan bisa tepat sasaran,” tambahnya. (ads/gito)

Tiga Kelompok Tani Dapat Bantuan Mesin Pengolahan Kopi

Pjs Walikota memberi sambutan sebelum peresmian mesin pengolahan kopi di Desa Bilalang II.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) serius mengembangkan kopi sebagai salah satu produk unggulan daerah. Berbagai upaya dilakukan, termasuk menggandeng Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) untuk bekerja sama dalam dalam pengembangannya. Sebagai tindaklanjut dari kerja sama itu, BI telah menyerahkan bantuan mesin pengolah kopi kepada tiga kelompok tani yakni Bangelo, Bubungayo dan Sumayat.

Kamis (8/3), Penjabat Sementara (Pjs) Walikta, Muhammad Mokoginta, meresmikan mesin pengolahan kopi tersebut di Desa Bilalang II, Kecamatan Kotamobagu Utara.

“Saya harapkan dengan adanya mesin ini, produksi dan kopi lebih meningkat lagi,” kata Pjs Walikota.

Lahan tanaman kopi di area perkebunan Bilalang seluas 130 hektare dengan produksi mencapai 125 ton per tahun. Besarnya luas lahan serta tingginya angka produksi itu diharapkan bisa memberi dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. “Dengan adanya mesin ini, masyarakat juga harus terus menaman, agar produksinya terus meningkat,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Pjs walikota juga berharap agar pihak BI terus mendorong perkembangan usaha kecil menengah khususnya di Kota Kotamobagu. “Bukan hanya untuk komoditas kopi saja, tapi juga UMKM lainnya,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Sulut, Soekowardojo, mengatakan pemberian mesin pengolah kopi itu dimaksudkan untuk meningkatkan produktifitas dan kualitas kopi yang muaranya pada peningkatan perekonomian masyarakat desa. “Kami harapkan kopi Robusta di Kotamobagu ini bisa bersaing dengan kopi dari daerah lain,” ungkapnya. (ads/gito)

Pencairan Dandes Tunggu Perampungan APBDes

Hamdan Monigi

ZONA KOTAMOBAGU — Dana Desa (Dandes) untuk 15 desa di Kota Kotamobagu, siap dicairkan. Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) tinggal menunggu perampungan penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) dari masing-masing desa.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Hamdan Monigi, mengatakan hingga kini belum ada satu-pun desa yang menyelesaikan APBDes. “Itu (APBDes) menjadi syarat pencairannya. Tinggal tergantung desa, kalau soal anggaran sudah siap dicairkan. Dalam APBDes itu tertuang program dan kegiatan yang akan dilaksanakan tiap desa,” kata Hamdan, Selasa (7/3).

Ia mengungkapkan, pihaknya memberi kesempatan hingga pekan kedua Bulan Maret untuk menyelesaikan APBDes.

“Kita kasih waktu sampai minggu kedua. Kalau sudah rampung langsung dicairkan. Makin cepat pencairannya makin bagus, agar kegiatan yang sudah diprogramkan pemerintah dan masyarakat desa bisa langsung action,” ungkapnya.

Dandes yang akan diterima 15 desa tahun ini sebesar Rp17,4 miliar. Jumlah itu naik sekira Rp2,3 miliar dari tahun sebelumnya atau hanya berjumlah Rp15,1 miliar. Kenaikan jumlah anggaran tersebut akan sangat bermanfaat terhadap percepatan pembangunan di dalam desa.

“Jumlah yang akan diterima setiap desa bertambah. Untuk nominalnya pasti berbeda-beda, karena disesuaikan dengan jumlah penduduk, luas wilayah dan lainnya,” ujarnya. (ads/gito)

Cegah Luapan Air, Pemkot Perbaiki Drainase Sinindian

Imran Amon

ZONA KOTAMOBAGU — Perbaikan drainase di Jalan Paloko Kinalang Kelurahan Kotobangon dan Jalan KS Tubun Kelurahan Sinindian, akan segera dikerjakan. Saat ini, proses lelang paket pekerjaan tersebut sudah selesai dan tinggal menunggu pelaksanaan pekerjaan.

“Penandatanganan kontrak pekerjaan sudah selesai dengan pihak pelaksana kegiatan,” kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP), Imran Amon.

Ia mengungkapkan, perbaikan dua drainase tersebut sudah sangat mendesak, mengingat di dua lokasi itu sering terjadi banjir khususnya disaat hujan deras akibat luapan air dari drainase.

“Daya tampung drainase sudah tak memadai. Saat hujan deras air meluap ke jalan hingga ke pemukiman warga. Anggarannya 3,4 miliar,” ungkapnya.

Ia berharap, perbaikan drainase didua wilayah itu dapat mengantisipasi luapan air yang sering terjadi. “Kita harap setelah pekerjaan selesai, tidak ada lagi luapan air, dan warga sekitar merasa aman dari ancaman banjir,” harapnya. (ads/gito)

Kinerja Tenaga Kontrak Terus Dievaluasi

Penyerahan SK tenaga kontrak secara simbolis oleh Kepala BKPP, Sahaya Mokoginta, beberapa waktu lalu.

ZONA KOTAMOBAGU — Semua tenaga kontrak yang ada di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) diharuskan mengikuti tes kembali. Hal ini ditegaskan Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokogita, saat sosialisasi Peraturan Walikota (Perwako) nomor 1 Tahun 2018 tentang tenaga kontrak dan Perwako nomor 2 Tahun 2018 tentang pedoman Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), Selasa (6/3) di Aula Rumah Dinas Walikota.

Menurutnya, ada banyak orang yang belum bekerja dan ingin menjadi tenaga kontrak, namun Pemkot tidak sembarangan mengakomodir karena ada ketentuannya.

“Setiap tenaga kontrak harus di tes. Jadi tenaga kontrak yang sudah bekerja jangan mengira tidak akan dievaluasi,” kata Rudi.

Ia menjelaskan, setiap tahun ada perubahan tenaga kontrak untuk menuju perbaikan regulasi.
“Jadi kita evaluasi setiap tahun. Mana yang lulus itu yang dikontrak,” ujarnya.

Seperti diketahui, jumlah tenaga kontrak sebanyak 1.604 orang yang tersebar di semua SKPD. (ads/gito)