ZONA BOLA — FIFA telah melakukan pengundian grup untuk putaran final Piala Dunia 2018 pada Jumat (1/12/2017) di Istana Kremlin, Rusia. Sebanyak 32 tim yang akan berpartisipasi dalam kompetisi terakbar jagat sepakbola itu dan telah terbagi dalam delapan grup.
Berikut hasil drawing Piala Dunia 2018 Rusia
Grup A
– Rusia
– Arab Saudi
– Mesir
– Uruguay
Grup B
– Portugal
– Spanyol
– Maroko
– Iran
Grup C
– Perancis
– Australia
– Peru
– Denmark
Grup D
– Argentina
– Islandia
– Kroasia
– Nigeria
Grup E
– Brazil
– Swiss
– Kosta Rika
– Serbia
Grup F
– Jerman
– Meksiko
– Swedia
– Korea Selatan
Pasangan Jainudin Damopolii dan Suharjo Makalalag (JaDi-Jo)
ZONA KOTAMOBAGU – Jalan berliku harus dilalui bakal pasangan calon Jainudin Damopolii dan Suharjo Makalalag. Meski jumlah dan sebaran dukungan yang diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah dinyatakan memenuhi syarat, namun pasangan dengan jargon JaDi-Jo itu masih harus melalui jalan panjang dan penuh liku.
10.537 Kartu Tanda Penduduk (KTP) warga yang diserahkan sebagai syarat dukungan menjadi penentu nasib JaDi-Jo untuk bisa tampil di Pilwako mendatang. Sebab KPU masih akan melakukan verifikasi administrasi, analisis dukungan ganda hingga verifikasi faktual terhadap dokumen syarat dukungan yang sebelumnya sudah dinyatakan memenuhi syarat oleh penyelenggara.
Selain itu, bakal calon wakil walikota, Suharjo Makalalag, juga harus terlebih dahulu mengundurkan diri sebagai ASN Pemkab Bolmong, serta wajib mengungumumkan diri ke media massa soal status dirinya sebagai mantan narapidana.
“Setelah memverifikasi jumlah dan sebaran dukungan, selanjutnya KPU akan memverifikasi administrasi dan analisis dukungan ganda hingga 8 Desember mendatang. Setelah itu akan lanjut kepada verifikasi faktual,” kata Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU, Aditya Tegela.
Meski proses yang harus dilalui masih panjang, namun pasangan JaDi-Jo meyakini bisa melewatinya dan akan lolos sebagai peserta Pilwako.
“Alhamdulillah syarat dukungan melebihi batas minimum. Etape pertama sudah OK dan insya allah sampai pada tahap akhir,” sebut bakal calon walikota, Jainudin Damopolii, usai menerima berita acara hasil verifikasi jumlah minimal dan sebaran dukungan calon perseorangan di Kantor KPU.
Sementara itu, Suharjo Makalalag, mengakui dirinya siap melepas status ASN yang melekat padanya saat ini.
“Yang pasti sebelum pendaftaran saya sudah mengundurkan diri. Tapi saya juga akan segera mengajukan pensiun dini. Insya allah Senin depan surat pengunduran diri akan diajukan. Mudah-mudahan disetujui bupati, tapi kalau tidak saya tetap akan mengundurkan diri sebelum ditetapkan sebagai calon,” sebutnya.
Selain pengunduran diri, ia juga menyatakan siap mengumumkan diri ke media massa soal status mantan narapidana.
“Itu akan saya lakukan pada Bulan Februari nanti,” tambahnya. (trz)
ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM) berencana menggelar pasar murah jelang Hari Natal dan Tahun Baru 2018. Hal ini diutarakan Kepala Disdagkop dan UKM, Herman Aray.
Menurutnya, pasar murah tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan menjelang hari besar keagamaan seperti Idul Fitri dan Natal serta Tahun Baru. “Yang akan di jual di pasar murah itu adalah bahan pokok (bahan pokok) yang menjadi kebutuhan masyarakat seperti beras, gula pasir, telur, tepung terigu dan lainnya,” kata Aray.
Dijelaskannya, tujuan dilaksanakan pasar murah adalah untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan jelang Hari Natal maupun Tahun Baru. “Kita harap dengan kegiatan itu (pasar murah), masyarakat akan terbantukan terutama dalam mendapatkan kebutuhan sehari-hari. Harga bahan pokok yang di jual lebih murah dibandingkan dengan harga normal di pasaran,” jelasnya.
Untuk lokasi pasar murah, ia mengaku akan ditempatkan di wilayah yang strategis. “Tahun lalu di Kelurahan Tumubui. Tahun ini kita akan lihat dulu lokasinya,” tambahnya. (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU – Masjid Raya Baitul Makmur (MRBM) yang sedang dalam perampungan ditarget bisa digunakan pada pelaksanaan sholat Idul Fitri Tahun 2018. Untuk mewujudkan target itu, Pemerintah Kota (Pemkot) terus memacu pekerjaan di lapangan dengan menggenjot para pekerja agar segera menuntaskan target pekerjaan yang diberikan.
“Target kita MRBM sudah bisa digunakan sholat ID tahun depan,” kata Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial (Kesos), Adin Mantali.
Ia mengungkapkan, saat ini pihak ketiga pelaksana proyek MRBM sedang memacu pekerjaan sebelum batas akhir kontrak pada 22 Desember mendatang. “Sekarang tinggal pemasangan marmer dan pengecatan,” ungkapnya.
Diterangkannya, realiasi proyek MRBM saat ini sudah mencapai angka 89 persen. Iapun optimis target pekerjaan akan selesai sebelum batas akhir kontrak.
“Kita sudah rapat dengan pihak ketiga pelaksana proyek, mereka menyanggupi akan menyelesaikan pekerjaan sebelum 22 Desember,” terangnya.
Ditambahkannya, anggaran sebesar Rp15 miliar dialokasikan dalam APBD 2018 untuk lanjutan pekerjaan yang meliputi, pemasangan marmer, kaligrafi dan finishing lainnya.
“Awal Desember sudah akan dilelang. Insya allah berjalan lancar agar awal tahun depan sudah dimulai pekerjaannya,” tambahnya. (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU – Peraturan Daerah (Perda) tentang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018 selesai dievaluasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut. Selanjutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) tinggal menunggu surat resmi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) terkait hasil evaluasi tersebut.
Sekretaris Kota (Sekkot), Adnan Massinae, mengatakan dalam proses evaluasi, ada beberapa catatan yang diberikan Pemprov Sulut atas Perda APBD tersebut. Namun demikian katanya, catatan-catatan yang diberikan hanya bersifat saran dan masukan.
“Catatan tetap ada, tapi hanya sebatas diingatkan agar hati-hati dalam pengelolaan APBD, aturan-aturan harus lengkap dan beberapa hal lainnya. Kita tinggal menunggu surat resmi dari Pemprov soal hasil evaluasi itu kemudian menindaklanjuti apa yang menjadi catatan-catatan itu,” kata Adnan, Rabu (29/11).
Setelah evaluasi tersebut, Pemkot tinggal menunggu penomoran dan SK gubenur. Sedangkan untuk sejumlah kegiatan fisik yang tidak dikoreksi saat proses evaluasi, sudah bisa ditender.
“Alhamdulillah semua berjalan lancar dan insya allah awal tahun sudah bisa jalan. Untuk kegiatan fisik yang tidak dikoreksi akan sudah bisa ditender akhir tahun ini, seperti proyek MRBM,” ujarnya. (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU – Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) mengumpulkan semua Kepala Sub Bagian (Kasubag) Kepegawaian ditiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk menginput data pegawai ke aplikasi Sistem Informasi Penataan Aparatur Sipil Negara (SIAP-ASN).
Menurut Kepala BKPP, Sahaya Mokoginta, proses penginputan data akan berlangsung selama empat hari atau sampai 30 November mendatang. “Jadi semua SKPD harus menginput data pegawai ke dalam aplikasi ini. Sudah ada 13 yang selesai, yang lain sementara berproses. Proses penginputannya dipandu oleh Tim IT Data Center Dinas Kominfo,” katanya.
Dijelaskannya, data yang diinput ke dalam aplikasi SIAP-ASN adalah pangkat, data diri, golongan dan data lainnya yang berhubungan dengan data ASN. Oleh karena itu, ia meminta para Kasubag Kepegawaian untuk menyiapkan data yang dibutuhkan dan benar-benar valid agar prosesnya berjalan lancar.
“Aplikasi ini akan lebih mempermudah dalam penyajian data kepegawaian yang dibutuhkan. Kemudian akan memudahkan juga dalam mengontrol urusan kepegawaian,” jelasnya.
Ditambahkannya, launching aplikasi tersebut direncanakan pada awal tahun depan. “Insya allah awal Januari tahun depan. Sekarang kita masih mengumpulkan data dulu agar saat launching nanti semua sudah siap,” tambahnya. (ads/gito)
Pasangan Jainudin Damopolii dan Suharjo Makalalag (JaDi-Jo)
ZONA KOTAMOBAGU – Dokumen syarat dukungan bakal pasangan calon, Jainudin Damopolii-Suharjo Makalalag (JaDi-Jo) dinyatakan memenuhi syarat jumlah minimal dan sebaran dokumen. Hal ini sesuai penelitian yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dilaksanakan selama dua hari mulai Senin (27/11) hingga Selasa (28/11).
Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU, Aditya Tegela, mengatakan dalam verifikasi jumlah dan sebaran dukungan pasangan calon perseorangan, KPU melakukan verifikasi terhadap jumlah dukungan dan persebaran yang terdapat dalam dokumen asli, hard copy, formulir model B-1-KWK perseorangan. Selain itu KPU juga memverifikasi jumlah lampiran formulir model B-1-KWK perseorangan.
“Kemudian kita juga memverifikasi jumlah dukungan dan persebaran yang terdapat dalam soft copy dan formulir model B-1-KWK perseorangan,” katanya, usai menyerahkan berita acara hasil penelitian jumlah minimal dan sebaran dokumen kepada bakal pasangan calon JaDi-Jo, kemarin.
Dijelaskannya, jumlah minimum dan sebaran dukungan bakal pasangan calon JaDi-Jo dalam hard copy formulir model B-1-KWK perseorangan sebanyak 10.821 orang dan tersebar di empat kecamatan atau 100 persen dan dinyatakan lebih dari jumla minimal dan sebaran dukungan.
“Kemudian untuk jumlah foto copy identitas kependudukan atau surat keterangan dari Dinas Catatan Sipil yang menjadi lampiran formulir model B-1-KWK perseorangan sebanyak 10.829 pendukung atau lebih dari jumlah minimal dukungan,” jelasnya.
Setelah memverifikasi jumlah dan sebaran dukungan, selanjutnya KPU akan memverifikasi administrasi dan analisis dukungan ganda hingga 8 Desember mendatang.
“Setelah itu (verifikasi administrasi dan analisis dukungan ganda) akan lanjut kepada verifikasi faktual,” ujarnya.
Sementara itu, bakal pasangan calon JaDi-Jo, tetap optimis akan lolos hingga akhir tahapan administrasi.
“Alhamdulillah syarat dukungan melebihi batas minimum. Etape pertama sudah OK dan insya allah sampai pada tahap akhir,” sebut Jainudin Damopolii yang didampingi bakal calon wakilnya Suharjo Makalalag.
Ia berharap, semua proses yang sedang berlangsung di KPU dapat berjalan dengan lancar dan sesuai harapan. “Kita harap semua sesuai proses yang ada. Kami yakin KPU har ini benar-benar bekerja profesional,” harapnya. (trz)
Pemerintah Kota (Pemkot) berhasil meraih penghargaan swasti saba padapa. Selasa (28/11), piala dan piagam penghargaan diserahkan Dirjen Bina Pembangunan Daerah, Diah Indrajati, dan diterima Kepala Dinkes, drg Haris Mongilong, yang mewakili Walikota Tatong Bara, di Ruang Sasana Bhakti Praha Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).
Raihan penghargaan tersebut dipersembahkan pemerintah untuk semua masyarakat Kota Kotamobagu. Katanya, tanpa peran dan dukungan masyarakat, penghargaan tersebut tak mungkin bisa didapat. “Ini adalah berkat kerja sama, kerja ikhlas dan kerja cerdas dari semua lintas program dan lintas sektor,” sebutnya.
Lanjutnya, raihan penghargaan tersebut juga tak lepas dari komitmen Walikota Tatong Bara dalam menyelenggarakan program kota sehat sangat tinggi, sehingga seluruh lintas program dan lintas sektor serta masyarakat dapat mengaplikasikan melalui dua tatanan, yakni kawasan permukiman, sarana dan prasarana sehat serta tatanan kehidupan masyarakat sehat mandiri. “Alhamdulillah semua itu berhasil dan berbuah penghargaan ini,” sebutnya. (advertorial)
Kepala Dinkes Haris Mongilong saat menerima penghargaan swasti saba padapa.
ZONA KOTAMOBAGU – Penghargaan swasti saba padapa dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) akhirnya didapat Kota Kotamobagu. Selasa (28/11), penghargaan tersebut diterima Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) drg Haris Mongilong dari Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Dian Indrajati, di Gedung Sasaba Bhakti Praha kantor Kemendagri.
Menurut Kepala Dinkes, Haris Mongilong, diraihnya penghargaan Swasti Saba Padapa tersebut, merupakan bukti nyata dari keinginan pemerintah Kota Kotamobagu serta peran masyarakat, untuk mewujudkan Kota Kotamobagu sebagai Kota Sehat.
“Penghargaan Swasti Saba Padapa yang diberikan oleh pemerintah pusat tersebut, juga merupakan penghargaan atas pelaksanaan program kemandirian masyarakat dalam kemandirian kesehatan, pengelolaan kesehatan dan sarana kesehatan yang ada di Kota Kotamobagu,” ujarnya.
Lanjutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) dibawah kepemimpinan Walikota Tatong Bara, saat ini juga terus meningkatkan serta melaksanakan berbagai kegiatan pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat, termasuk melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan yang menyentuh langsung kepada masyarakat.
“Peningkatan pelayanan kesehatan merupakan salah satu kegiatan yang terus dilaksanakan oleh pemerintah Kota Kotamobagu, apalagi kesehatan sangat berpengaruh terhadap Indeks Pembangunan Manusia. Untuk tahun 2018 mendatang, Pemerintah Kota Kotamobagu menargetkan dapat meraih penghargaan Swasti Saba Wiwerda,” terangnya. (ads/gito)
Sekkot Adnan Massinae didampingi Asisten II Gunawan Damopolii memantau proses pengerjaan proyek MRBM
ZONA KOTAMOBAGU – Bangunan Masjid Raya Baitul Makmur (MRBM) sedang dalam perampungan. Saat ini, pihaknya ketiga pelaksana proyek berbanderol Rp16 miliar terus memacu pekerjaan agar bisa menyelesaikan target pekerjaan sebelum 22 Desember mendatang. Meski demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Bagian Kesejahteraan Sosial (Kesos) sudah berencana melelang kembali fisik proyek tersebut pada awal Desember mendatang.
Saat entry meeting bersama BPK Perwakilan Sulawesi Utara di aula rumah dinas walikota, Senin (27/11), Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial (Kesos), Adin Mantali, meminta saran dan masukan kepada para auditor terkait rencana pelelangan proyek tersebut.
“Konsultan pengawas sudah diserahkan ke ULP untuk dilelang, kemudian untuk fisik kita rencanakan awal Desember pelalangannya. Sehingga itu kami meminta saran agar tidak keliru dalam pengambilan keputusan,” katanya.
Diterangkannya, saat ini realisasi pekerjaan proyek pembangunan MRBM sudah berada pada angka 89 persen. Saat ini pihak ketiga tinggal menyelesaikan pekerjaan pemasangan marmer dan pengecatan. “Kita juga sudah rapat dengan pihak pelaksana kegiatan, dan mereka menyanggupi akan menuntaskan pekerjaan sebelum batas akhir kontrak,” terangnya.
Ditambahkannya, anggaran sebesar Rp15 miliar dialokasikan untuk pengerjaan lanjutan proyek tersebut, dengan target pekerjaan meliputi pemasangan marmer, kaligrafi depan dan finishing lainnya. “Target kita sholat idul fitri tahun depan masjid itu sudah bisa difungsikan,” tambahnya.
Ketua Tim Audit Interim, Tutus Sulfani Sulaiman, menyerahkan sepenuhnya kepada Pemkot. Jika meyakini pekerjaan bisa dituntaskan sesuai volume, maka bisa segera dilakukan pelelangan. “Lelang proyek itu tidak salah. Tapi kalau sementara pengerjaan kemudian sudah dilelang lagi, maka hitungannya dimulai dari mana. Jangan sampai pemborong (pihak ketiga pelaksan proyek) tidak bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai volume. Tapi kalau yakin, silahkan,” sebutnya. (ads/gito)