Beranda blog Halaman 617

Walikota Terima Kunjungan Wakapolda Sulut

Walikota Tatong Bara memberi sambutan pada acara penyambutan kunjungan kerja Wakapolda Sulut di aula rumah dinas walikota.

ZONA KOTAMOBAGU — Walikota Tatong Bara menerima kunjungan kerja Wakil Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sulut, Brigjen Drs Jhony Asadoma MHum, Kamis (26/10) di aula rumah dinas walikota.
Dihadapan Wakapolda dan rombongannya, walikota menyampaikan situasi dan kondisi keamanan di wilayah Kotamobagu.

“Masyarakat Kotamobagu sangat taat hukum. Sekarang ini kondisi keamanan dan ketertiban di wilayah ini masih tetap terkendali,” kata walikota.

Pada kesempatan itu, walikota juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wakapolda dan jajarannya yang sudah datang berkunjung ke Kotamobagu. “Atas nama pemerintah dan masyarakat Kotamobagu menyampaikan terima kasih atas kunjungannya,” sebutnya.

Sementara itu, Wakapolda Brigjen Drs Jhony Asadoma mengatakan tujuan kesatangannya ke Kotamobagu adalah untuk melihat langsung keadan Polres Bolmong yang membawahi wilayah Bolmong Raya. Pada kesempatan itu, ia juga menekankan soal keamanan dan ketertiban wilayah, terlebih Kota Kotamobagu akan menyelenggarakan Pilwako.

“Soal pengamanan Pilkada akan kita bagi dua. Sebagian di Kotamobagu, sebagian juga di Bolmut. Nantinya juga ada bantuan personil dari Polda Sulut. Kemudian dalam pengamanan nanti aakanbjuga melibatkan unsur TNI untuk menjaga keamanan,” sebutnya. (ads/gito)

Serapan PBB-P2 Minim, 29 Desa dan Kelurahan Terancam Sanksi

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) menyiapkan sanksi bagi desa dan kelurahan yang realisasi Pajak Bumi Bangunan – Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tak mencapai angka 80 persen hingga akhir Oktober ini.. Sanksi yang dimaksud adalah pemasangan bendera hitam di kantor desa atau kelurahan yang bersangkutan.

Data diperoleh, baru ada beberapa desa dan kelurahan yang realisasinya sudah di atas angka 80 persen, yakni Kelurahan Mongondow dengan presentase 90 persen, Kelurahan Molinow 84 persen, Desa Sia 99,45 persen, Desa Moyag Tampoan 86, 16 persen dan Kelurahan Matali 87,90 persen. Sedangkan desa dan kelurahan lainnya masih rata-rata berada pada angka 60 persen. Yang paling minim penyerapannya adalah Desa Moyag, Moyag Tampoan, Bungko, Tabang, Kelurahan Kobo Besar dan Kotobangon dengan presentase di bawah angka 50 persen.

 “Sanksi ini sudah dibahas saat rapat evaluasi PBB-P22 waktu lalu, dan ini akan diterapkan,” kata Kepala Bidang Pendataan dan Pendaftaran Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), Ilmar Rusman.

Diungkapkannya, secara keseluruhan realisasi PBB-P2 baru berada sekira 55 sampai 60 persen. “Itu secara keseluruhan, tapi sudah ada beberapa desan dan kelurahan yang di atas 80 persen, seperti Desa Sia yang sudah 100 persen,” ungkapnya.

Dia mengakui, secara teknis tidak ada kendala dalam penyerapan PBB-2. Hanya saja kesadaran masyarakat yang masih minim menyebabkan serapannya masih sangat rendah. “Secara teknis tidak ada yang menghambat, tinggal bagaiaman kesadaran kita dalam membayar pajak ini. Harusnya pro aktif, karena pajak yang dibayarkan nantinya juga dikembalikan ke masyarakat,” sebutnya. (ads/gito)

Besok Tim KKS Kunjungi Kotamobagu

Tendy Ponubu

ZONA KOTAMOBAGU — Tim penilai Kabupaten Kota Sehat (KKS) dijadwalkan akan mulai melakukan penilaian di Kota Kotamobagu, Kamis (26/10). Hal ini disampaikan anggota forum kota sehat, Tendy Ponubu.

Menurutnya, penilaian akan dilaksanakan selama sehari, dengan target tatanan permukiman, sarana dan prasarana serta tatanan kehidupan masyarakat sehat dan mandiri. “Setelah dari Bolmut mereka (tim penilai) akan ke Kotamobagu. Secara kesiapan kita sudah siap,” katanya.

Diungkapkannya, tim penilai yang akan menilai kelayakan Kotamobagu menjadi Kota Sehat 2017 terdiri dari unsur Kementrian Kesehatan (Kemenkes), Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri). “Jumlah mereka (tim penilai) ada lima orang, tiga dari Kemenkes dan dua dari Kemendagri. Jadi besok ada jalan sehat dulu bersama jajaran pemerintah kota, dilanjutkan dengan senam dan setelah itu ada peninjauan ke sekretariat forum kota sehat, desa dan kelurahan,” ungkapnya.

Diterangkannya, setelah penilaian tersebut pihaknya tinggal menunggu hasil yang akan diumumkan saat peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) 12 November mendatang di Jakarta. “Insya allah berbagai persiapan dan pembenahan yang kita laksanakan, target meraih Kota Sehat kategori Swasti Saba Padapa bisa didapat,” terangnya. (ads/gito)

Walikota Hadiri RKP di Instana Negara

ZONA KOTAMOBAGU – Walikota Tatong Bara bersama 576 kepala daerah se-Indonesia lainnya menghadiri Rapat Kerja Pemerintah (RKP) di Istana Negara, Selasa (24/10).

Menurut walikota, sebelum mendengarkan arahan dari Presiden Joko Widodo, para kepala daerah menyimak paparan singkat dari Menteri Koordinator Bidang Polhukam, Menko Perekonomian dan Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

“Menko Polhukam menjabarkan kebijakan keamanan terutama stabilitas menjelang Pilkada dan lain-lain. Ibu Puan Maharani (Menko PMK) memaparkan kebijakan pembangunan dalam hal ini KIS (Kartu Indonesia Sehat), KIP (Kartu Indonesia Pintar) dan PKH (Program Keluarga Harapan). Sedangkan Par Darmin Nasution (Menko Perekonomian) menekankan stabilitas ekonomi Indonesia dan kebijakan untuk Tahun 2018,” kata Tatong.

Lanjut Tatong, materi RKP tersebut terkait pemanfaatan dana pemerintah yang sudah diorientasikan ke pertumbuhan ekonomi, menekan inflasi, peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia) dan masih banyak lagi. “Presiden menekankan agar pimpinan daerah mampu mengendalikan pemanfaatan dana, agar terjadi lompatan pembangunan, tidak monoton dan harus melakukan terobosan-terobosan baru. Selain itu, harus ada juga inovasi bagaimana mempermudah investasi dengan menyingkat perijinan, pembebasan lagan dan investasi di bidang pariwisata,” ujarnya. (ads/gito)

Pemkot Kebagian 2 Alumni IPDN

ZONA KOTAMOBAGU — Pemerintah Kota (Pemkot) menerima dua dari 74 Aparatur Sipil Negara (ASN) lulusan Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN) yang diberikan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada pemerintah kabupaten dan kota di Sulawesi Utara (Sulut). Senin (23/10), Sekretaris Kota (Sekkot) Adnan Massinae dan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sahaya Mokoginta menerima penyerahan ASN di kantor gubernur, Manado.

“Ada 74 yang diberikan Kemendagri dan kita menaapat dua orang, mereka dari Kalimantan Timur,” kata Kepala BKPP, Sahaya Mokoginta.

Ia mengaku, ketambahan dua ASN tersebut akan sangat membantu kerja-kerja pemerintah, apalagi saat ini Pemkot masih kekurangan ASN. “Dengan ketambahan dua ASN itu, kita harap dapat lebih meningkatkan kinerja pemerintah,” sebutnya.

Ditambahkannya, pendistribusian ASN lulusan IPDN tersebut dilakukan serentak se-Indonesia dan merupakan tindaklanjut dari instruksi Presiden Joko Widodo. “Kegiatan ini serentak se-Indonesia,” tambahnya. (ads/gito)

Pekan ini Hasil Assessment Diumumkan

ZONA KOTAMOBAGU — Pelaksanaan assessment pada seleksi terbuka calon pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) telah berakhir pada Jumat (20/10) pekan lalu. Saat ini, Panitia Seleksi (Pansel) sedang merekapitulasi nilai tiap peserta pada semua tahapan seleksi mulai dari presentase makalah, wawancara hingga assessment.

“Sementara rekapitulasi nilai. Mudah-mudahan akan selesai pekan ini, setelah itu kita laporkan umumkan tiga nama berdasarkan perolehan nilai tertinggi dan dilaporkan ke KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara),” kata Ketua Tim Sekretariat Pansel, Asral Impe.

Lanjutnya, setelah proses di KASN hasil seleksi tersebut akan dikembalikan ke walikota untuk ditetapkan satu nama hasil seleksi. “Kemudian walikota akan menyurat ke Mendagri untuk permohonan pelantikan. Nanti setelah ada persetujuan Mendagri baru boleh dilaksanakan pelantikan pejabat hasil seleksi terbuka. Jadi pelaksanaannya (pelantikan) tergantung dari persetujuan itu (Mendagri),” ujarnya.

Seperti diketahui, sebagai 33 pejabat atau peserta seleksi yang mengikuti tahapan presentase makalah dan wawancara. Namun dari jumlah itu, terdapat tiga diantaranya yang tak lolos ke tahapan assessment. (ads/gito)

Jalan Masuk Pabrik Gula Aren Dikerjakan Tahun Depan

ZONA KOTAMOBAGU — Peningkatan akses jalan menuju pabrik gula aren di Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur, akan diprioritaskan tahun depan. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Sande Dodo.

Menurutnya, anggaran pengerjaan proyek tersebut akan diusulkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018. “Anggarannya masih dihitung lagi, baru itu akan diusulkan di APBD tahun depan,” katanya.

Diungkapkannya, akses jalan yang akan ditingkatkan dimulai dari kompleks perkampungan warga hingga ke lokasi pabrik yang panjangnya berkisar 1.000 meter hingga 2.000 meter. “Jadi yang akan diaspal itu sampai ke pabrik,” ungkapnya.

Usulan pengaspalan jalan menuju pabrik gula aren itu pernah disampaikan Sangadi Moyag, Rusmin Mamonto, kepada Walikota Tatong Bara saat perayaan Halal bi Halal di Desa Moyag tahun lalu.

Menurut Rusmin, pengaspalan jalan tersebut sangat mendesak, karena selain menjadi akses petani juga di sekitar lokasi tersebut berdiri pabrik gula aren. Walikota yang mendengar aspirasi tersebut berjanji akan menindaklanjutinya dengan mengalokasikan anggaran melalui APBD.

“Gula aren adalah produk unggulan Desa Moyag. Ini akan terus kita kembangkan. Selain pabrik, infrastruktur penunjang lainnya seperti akses jalan masuk ke pabrik akan ditingkatkan,” ujar walikota. (ads/gito)

Pengusaha Kuliner Wajib Urus Sertifikat Laik Sehat

 

ZONA KOTAMOBAGU – Pelaku usaha rumah makan, restoran maupun kuliner diminta untuk mengurus sertifikat laik sehat. Hal itu sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor 1098/Menkes/SK/VII/2013 tentang persyaratan hygiene dan sanitasi rumah makan maupun restoran. Hal ini diutarakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Haris Mongilong.

Menurutnya, sertifikat laik sehat akan dikeluarkan jika tempat usaha restoran, rumah makan atau kuliner sudah mengantongi sertifikat higienis dan sanitasi dari Dinkes. “Kita harap ada kerja sama dari para pelaku usaha, terutama dalam mengurus sertifikat laik sehat. Ini penting untuk kelancaran usaha masing-masing,” katanya.

Diungkapkannya, pihaknya berencana memberi pelatihan kepada pemilik usaha kuliner agar memenuhi standar hyginie dan sanitasi. Hal itu bertujuan agar jenis makanan atau minuman yang disajikan laik sehat. “Restoran laik sehat wajib memberikan jaminan kepada masyarakat selaku konsumen untuk mendapatkan makanan yang laik sehat, melalui penyediaan bahan baku yang segar dan sehat, proses pengelolaan yang baik hingga sarana prasarana sanitasi yang memadai,” ungkapnya.

Ditambahkannya, setelah pelatihan tersebut pihaknya akan mengeluarkan sertifikat hygiene dan sanitasi yang akan digunakan untuk mengurus sertifikat laik sehat. “Kita harap ada kerja sama dari semua pelaku usaha,” tambahnya. (ads/gito)

Sekkot: Manfaat Potensi Desa

 

Adnan Massinae

ZONA KOTAMOBAGU – Sekretaris Kota (Sekkot), Adnan Massinae, meminta seluruh sangadi dan perangkatnya untuk memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada di desa masing-masing melalui Badan Usaha Milik Desa (BumDes) yang didanai melalui Dana Desa (Dandes).

“Dandes yang diberikan cukup besar. Itu bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat desa. Banyak potensi yang bisa digarap dan dimaksimalkan melalui BumDes,” kata Adnan.

Lanjutnya, keberadaan BumDes ditiap desa akan sangat berpengaruh pada perputaran roda ekonomi masyarakat desa, karena bisa dimanfaatkan sebagai mitra dagang melalui tanam saham atau modal bagi warung kecil. “Jadi BumDes itu bukan hanya untuk simpan pinjam, tapi bisa juga dimanfaatkan untuk perdagangan melalui penanaman modal ke warung-warung kecil yang ada di desa,” ujarnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Teddy Makalalag, mengungkapkan semua desa di Kotamobagu sudah membentuk BumDes. “Tapi yang berjalan baru di Desa Bilalang I. Yang lain masih menunggu penyertaan modal melalui dana desa tahap II, kemudian ada juga yang sedang merampungkan administrasinya,” ungkapnya. (rpm)

MBFC Siap Tampil di JSFT 2017

 

 

Tim Mitra Bhayangkara FC

ZONA BOLA – Tim Mitra Bhayangkara FC (MBFC) siap berlaga di turnamen Jurnalist Sulut Futsal Toernament (JSFT) 2017. Tim yang berisi wartawan yang kesehariannya bertugas meliput di Polres Bolmong itu, mengusung target besar, yakni lolos babak fase grup di turnamen yang memperebutkan piala tetap dari Gubernur Olly Dondokambey dan piala bergilir dari Wakil Gubernur Steven Kandouw.

“Target kita lolos ke putaran selanjutnya dulu, setelah itu tercapai baru kita pasang target lain,” kata Manager MBFC, Bripka Toto Monoarfa didampingi pelatih Bripka Arafat Mamonto.

Meski memasang target lolos putaran selanjutnya, namun Katim Bogani Polsek Urban Kotamobagau itu meminta para pemain untuk tetap fokus dan tak menjadikan target tersebut sebagai beban. “Jadikan setiap pertandingan sebagai final. Kita tak boleh memandang remeh tim lawan, tapi kita juga harus berjuang dan bekerja keras agar tak diremehkan,” sebutnya.

Pembina dan penasehat MBFC, AKBP Gani Fernando Siahaan SIK MH, menitip pesan kepada semua pemain dan official tim untuk selalu menjunjung tinggi sportivitas selama mengikuti turnamen. “Keluarkan kemampuan kalian semua. Dan yakinlah bahwa kalian semua bisa,” sebutnya, saat pelepasan tim di halaman Mapolres, sore tadi.

MBFC tergabung dalam grup A bersama Bolmong Hebat, JIPS, Jaya Sakti FC. Dipertandingan pertama Senin (23/10), MBFC akan menjajal kekuatan JIPS yang berstatus sebagai juara bertahan. (Tim Redaksi)