
ZONA KOTAMOBAGU — Pertandingan Kawan Kota FC melawan Kopandakan Legend, Rabu (14/10), menjadi pembuka kegiatan sepakbola yang diselenggarakan pemuda dan Pemerintah Desa Kopandakan I, Kecamatan Kotamobagu Selatan.

ZONA KOTAMOBAGU — Pertandingan Kawan Kota FC melawan Kopandakan Legend, Rabu (14/10), menjadi pembuka kegiatan sepakbola yang diselenggarakan pemuda dan Pemerintah Desa Kopandakan I, Kecamatan Kotamobagu Selatan.

ZONA KOTAMOBAGU – Sempat tertunda beberapa pekan, akhirnya seleksi terbuka calon pejabat tinggi akhirnya kembali dilanjutkan. Surat rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan ijin tertulis dari Departemen Dalam Negeri (Depdagri) yang menjadi kendala pelaksanaan tahapan seleksi, akhirnya dikantongi panitia seleksi (pansel).
“Seleksi terbuka ini sudah mendapat ijin dari KASN dan Depdagri,” kata Plt Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Sahaya Mokoginta.
Sebagai tindaklanjut atas rekomendasi KASN dan ijin tertulis Depdagri nomor: 800/7602/OTDA, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan panitia seleksi terkait lanjutan pelaksanaan tahapan seleksi. “Insya allah Hari Kamis (besok) sudah bisa dilanjutkan untuk tahapan wawancara dan presentase makalah,” ujarnya.
Tahapan wawancara dan presentase makalah sebelumnya dijadwalkan pada tanggal 11 September hingga 15 September lalu. Namun karena belum ada rekomendasi KASN dan ijin tertulis dari Depdagri, Pansel akhirnya menunda pelaksanaan seleksi hingga beberapa pekan. Pada seleksi kali ini, ada 11 formasi jabatan yang akan diisi lewat proses seleksi terbuka. (ads/gito)

Walikota Tatong Bara menerima kunjungan Tim Sekretariat Jenderal (Setjen) Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas) di aula rumah dinas walikota, Rabu (4/10). Kunjungan tim yang dipimpin Brigjen Ali Hamdan Gobra itu untuk melihat langsung sekaligus menganalisa semua aspek baik itu ekonomis, sosial, kemasyarakatan dan lainnya untuk disampaikan ke Presiden Joko Widodo.

“Pertemuan amat sangat baik. Karena banyak hal yang bisa kita sampaikan kemudian dikaji oleh Tim Wantanas dan disampaikan langsung ke presiden,” kata walikota.

Pada kesempatan itu, walikota juga membeber berbagai prestasi yang sudah dirah Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu. Selain itu walikota juga menyampaikan beberapa poin yang paling dibutuhkan masyarakat, seperti perguruan tinggi negeri, penyelesaian pembangunan RSUD Kotamobagu, dana desa dan lainnya. “Mudah-mudahan apa yang kita sampaikan ini dapat ditindaklanjuti untuk mendapatkan jalan keluar dari berbagai permasalahan yang ada,” harap walikota. (adv/gito)

ZONA KOTAMOBAGU – Tahapan pemilihan sangadi (Pilsang) antar waktu di Desa Tabang, Kecamatan Kotamobagu Selatan, terus bergulir. Saat ini panitia pelaksana sedang melakukan verifikasi berkas bakal calon untuk sebelum penetapan calon sangadi.
“Verifikasi berkas sampai Kamis (pekan ini). Kemudian Senin (pekan depan) penetapan calon,” kata Kepala Bagian Tata Pemerintahan, Anas Tungkagi.
Berdasarkan jadwal yang ditentukan, waktu pemilihan sangadi Tabang dilakukan pada 12 Oktober mendatang. Namun demikian, pihaknya masih akan berkoordinasi dengan pihak panitia pelaksana soal waktu pelaksanaannya. “Kalau tidak berubah lagi tanggal 12 pemilihan. Mudah-mudahan tidak bergeser lagi,” ujarnya. (ads/gito)

ZONA KOTAMOBAGU – Tingginya angka perceraian, pernikahan dini dan Kekerasaran Dalam Rumah Tangga (KDRT) rupanya menjadi perhatian khusus Pemerintah Kota (Pemkot). Berbagai program dan kegiatan yang ditujukan untuk menekan dan mengantisipasi kasus-kasus tersebut sudah dilakukan. Untuk lebih memaksimalkannya, Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) yang digagas Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPA), akan segera di-launching di Kotamobagu.
Menurut Kepala DPPPA, Siti Rafiqah Bora, Puspaga adalah tempat pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan menuju keluarga sejahtera yang dilakukan tenaga profesional. “Dalam pelaksanaannya kita akan menggandeng beberapa pihak, termasuk Kemenag. Untuk gedung sudah siap, tinggal diresmikan. Kalau bukan akhir tahun ini berarti awal tahun depan,” katanya.
Lanjutnya, dalam Puspaga itu akan ada sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan kapasitas orang tua atau keluarga, agar bertanggungjawab terhadap anak khususnya dalam mengasuh dan melindunginya dari kekerasan, eksploitasi, perlakuan salah dan penelantaran. “Untuk mengantisipasi kasus yang demikian, memang perlu ada kerja sama semua pihak,” ujarnya. (ads/gito)

ZONA KOTAMOBAGU – Potensi gula aren di Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur, yang sangat menjanjikan membuat Pemerintah Kota (Pemkot) terpanggil untuk mengembangkannya. Selain memberi pelatihan bagi para pengrajinnya, Pemkot juga menyiapkan rumah produksi serta mesin pencetak gula aren sebagai infrastruktur penunjang dalam peningkatan kualitas dan produktifitasnya.
Pantauan di lokasi proyek, para pekerja sementara menyelesaikan pembangunan di beberapa sisi bangunan serta melakukan penataan bagian luar atau halaman rumah produksi. Sementara di bagian dalam sudah tersedia beberapa unit mesin pencetak gula aren
“Pembangunannya sementara berlangsung. Insya allah tahun depan sudah rampung dan bisa segera difungsikan,” kata Sekretaris Desa (Sekdes) Moyag, Maskur Gumalangit.
Ia mengungkapkan, dalam pelaksanaannya, air nira sebagai bahan dasar pembuatan gula aren dari petani akan dibawa ke dalam rumah produksi tersebut kemudian diolah menjadi gula aren.
Proses pengolahannya akan lebih cepat dan menghemat biaya. Kemudian kualitasnya juga tentu akan lebih baik. Ini akan sangat membantu para petani gula aren di sini,” ungkapnya.
Selain membantu pembangunan infrastruktur dan mesin pencetak, Pemkot juga telah membangun komunikasi dan melobi sejumlah pengusaha untuk ikut memasarkan gula aren tersebut. (ads/gito)

ZONA KOTAMOBAGU – Harapan warga Kelurahan Gogagoman yang menjadi korban bencana kebakaran untuk mendapatkan tempat tinggal, akhirnya terwujud. Pemerintah Kota (Pemkot) memanfaatkan rumah susun sewa (rusunawa) dan menempatkan 14 kepala keluarga yang kehilangan tempat tinggal serta harta benda akibat insiden yang terjadi pada beberapa bulan lalu itu.
“Setelah selesai baca doa syukuran hari rabu (pekan lalu), 14 kepala keluarga langsung tinggal di situ (rusunawa),” kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP), Imran Amon.
Ia mengungkapkan, meski rusunawa tersebut menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), namun 14 kepala keluarga (kk) yang sudah mulai tinggal di tempat itu belum akan diambil retribusi selama dua bulan ke depan. “Memang ada retribusinya yang diatur dalam Perda. Tapi untuk dua bulan pertama ini masih digratiskan,” ungkapnya.
Salah satu warga, Rahman Saleh, menyampaikan rasaa terima kasihnya kepada pemerintah kota yang telah menyiapkan tempat tinggal bagi dirinya dan warga lain yang menjadi korban bencana kebakaran. “Tentu kami senang. Terima kasih kepada pemerintah dan pihak lain yang sudah membantu kami,” sebutnya. (ads/gito)

ZONA KOTAMOBAGU – Pemasangan traffic light di simpang empat Kelurahan Kotobangon yang direncanakan tahun ini, terpaksa harus ditunda. Pasalnya, anggaran sekira Rp400 juta yang dialokasikan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk pengerjaannya menjadi salah satu item kegiatan yang dipangkas oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dengan alasan efisiensi.
“Itu (pemasangan traffic light) masih ditunda sampai tahun depan. Soalnya ada efisiensi anggaran, jadi digeser pada kegiatan yang lain,” kata Sekretaris Dishub, Sugiarto Yunus.
Selain traffic light, rencana pembangunan jalan juga dipending. Yang tersisa hanyalah pengadaan rambu lalu lintas yang saat ini sudah berproses. “Pengadaan rambu lalin itu tidak dipangkas karena saat dilakukan efisiensi proses pengadaannya sudah berjalan,” ujarnya.
Ia mengakui, pemasangan traffic light maupun pembangunan marka jalan sangat mendesak. “Tapi karena keterbatasan anggaran jadi masih ditunda lagi. Kita harap, para pengedara tetap mematuhi aturan berkendara, terutama saat melintas di simpang empat Kelurahan Kotobangon, karena arus kendaraan di situ padat,” tambahnya. (ads/gito)

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) menargetkan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Tahun 2016 mendapat nilai BB atau meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya mendapat nilai CC. Berbagai upaya sudah dilakukan, termasuk mengirim sejumlah pejabat mengikuti coaching clinic di Kementrian Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (KemenPAN-RB). Selain itu, Pemkot juga menghadirkan pemateri dari pusat untuk evaluasi peningkatan kualitas implementasi sistem Akip.
“Target kita LAKIP 2016 harus nilai BB,” Kata Plt Sekretaris Kota (Sekkot), Adnan Massinae.
Adnan menjelaskan, banyak indikator yang menjadi penilaian dalam emberian nilai LAKIP, diantaranya sistem pelayanan, pelaporan keuangan, renstra dan renja. “Kalau penilaian BPK hanya pada administrasi keuangan, tapi kalau LAKIP banyak. Tapi kita optimis bisa nilainya akan meningkat dari sebelumnya,” jelasnya.
Kepala Bagian Organisasi Kepegawaian (Orpeg), Nehru Mokoginta, mengungkapkan hasil penilaian LAKIP akan dimumkan pada akhir tahun ini. “Kita tingga menunggu hasilnya. Penilaian sudah dilakukan dan dokumennya sudah diserahkan ke KemenPAN-RB,” ungkapnya. (ads/gito)