Beranda blog Halaman 630

Rastra Juli-Agustus Belum Tersalur

ZONA KOTAMOBAGU – Jatah beras sejahtera (rastra) Bulan Juli-Agustus belum disalurkan. Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Bagian Perekonomian masih menunggu laporan dari Bulog sebagai distributor beras subsidi dari pemerintah itu.

“Kita akan koordinasikan lagi dengan pihak Bulog agar bisa dipercepat. Sebisa mungkin akhir bulan ini sudah disalurkan,” kata Kabag Perekonomian, Alfian Hasan.

Dijelaskannya, jatah raskin Bulan Juli-Agustus sebanyak 30 kilo gram yang diterima setiap Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM), dengan rincian 15 kilo gram setiap bulannya. “Harga tebus per kilo Rp1.600. Tidak boleh lebih dari itu,” jelasnya.

Ia berharap,  rastra yang akan didistribusikan ke penerima manfaat berkualitas baik dan layak dikonsumsi. “Kalau ada yang menerima beras dengan kualitas kurang baik jangan diterima. Laporkan ke pemerintah desa atau kelurahan untuk ditindaklanjuti ke pihak bulog,” harapnya. (ads/gito)

Dandes Tahap II Segera Dicairkan

Hamdan Monigi

ZONAKOTAMOBAGU – Sangadi (kepala desa, red) dan perangkat diminta segera memasukan Surat Pertanggungjawaban (SPj) penggunaan dana desa (dandes) tahap I. Sebab, pencairan tahap II atau sebesar 40 persen dari total anggaran tak bisa dicairkan jika SPj tahap sebelumnya yang menjadi syarat belum dimasukan.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Hamdan Monigi, mengatakan pencairan dandes tahap II sudah bisa dilakukan saat ini. “Ini kita sudah sampaikan pada pertemuan sebelumnya. SPj tahap I harus dimasukan dulu baru tahap II bisa proses pencairannya,” katanya.

Diungkapkannya, SPj tahap I tersebut akan ditindaklanjuti sebagai usulan pencairan tahap sebelumnya. “Harus serentak. Artinya kalau hanya 10, 11 atau 12 desa saja tidak akan diproses. Berkas semua desa yang harus dibawa. Jadi kalau ada desa yang belum memasukannya, maka pencairannya tahap II juga akan ditunda,” ungkapnya.

Lanjutnya, hasil evaluasi yang dilakukan pihaknya, realisasi dandes tahap I rata-rata sudah berada di angka 70 persen. “Setiap desa sudah bisa mencarikan mengajukan permohonan pencairan tahap II,” tambahnya.

Dandes tahap II yang akan diterima 15 desa sebesar Rp6.06 miliar dari total anggaran Rp15,1 miliar. (ads/gito)

Jelang Idul Adha, Harga Hewan Kurban Naik

PERMINTAAN BANYAK: Harga hewan kurban naik jelang Hari Raya Idul Adha. Tampak salah satu tempat penjualan hewan kurban, di Kelurahan Mogolaing.

ZONAKOTAMOBAGU – Sepekan jelang Hari Raya Idul Adha, harga hewan kurban terus naik. Untuk sapi misalnya, jika sebelumnya hanya berada diangka Rp12 juta hingga Rp15 juta per ekor, kita naik menjadi Rp17 juta hingga Rp20 juta. Demikian juga dengan kambing, per ekor sebelumnya hanya Rp2,5 juta naik menjadi Rp3,5 juta hingga Rp4 juta.

“Harganya memang naik, karena pertimbangan biaya angkutan ke Kotamobagu. Selain itu stok juga kurang. Ini (hewan kurban) kita bawa dari Gorontalo,” kata Burhan Adam, salah satu pedagang hewan.

Khusus Kambing, para pedagang di Kotamobagu memasoknya dari Gorontalo. Sebab, ketersediaan kambing di wilayah Bolmong Raya kurang seiring meningkatnya permintaan masyarakat. “Kambing-kambing ini kita pasok dari Gorontalo, karena di sini (Kotamobagu) sangat kurang sementara permintaan masyarakat cukup tinggi,” ujar Fandi, pedagang kambing.

Untuk memastikan kesehatan hewan kurban baik sapi maupun kambing, Dinas Pertanian akan turun melakukan pemeriksaan kesehatan hewan di tempat-tempat penjualan. “Pemeriksaannya kita lakukan di tempat penjualan. Itu penting untuk menjamin kesehatan hewan yang akan disembelih. Kita sekarang juga sedang menunggu kiriman pisau dari provinsi yang akan dibagikan di masjid-masjid untuk penyembelihan hewan kurban saat idul adha,” ujar Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, Samsul Hidayat Lasena. (ads/gito)

Data Center Hampir Rampung

Yusrin Mantali

ZONAKOTAMOBAGU – Pembangunan fasilitas data center terus hampir rampung. Realisasi proyek berbanderol Rp9,2 miliar itu sudah mencapai 90 persen.

“Pembangunannya sudah masuk dalam tahap finishing, tinggal pemasangan koneksi jaringan CCTV di sejumlah titik. Kalau pembangunan utama sudah rampung,” kata Kabid TIK Dinas Komunikasi dan Informatika, Yusrin Mantali.

Diungkapkannya, pekerjaan tersebut ditarget rampung akhir Agustus ini dan langsung di launching. “Nanti sudah rampung semua baru kita launching,” tambahnya.

Seperti diketahui, dalam data center tersebut memuat data yang berkaitan dengan Kota Kotamobagu baik itu potensi, luas wilayah, jumlah penduduk dan sebagainya. Data center itu juga merupakan penunjang program smart city yang digagas Pemkot, serta terkoneksi dengan CCTV yang akan dipasang di sejumlah titik strategis di Kotamobagu. (ads/gito)

3 ASN Kotamobagu ‘Tarung’ di Tingkat Provinsi

ABDI NEGARA: Tiga ASN Kotamobagu mengikuti lomba ASN teladan tingkat Provinsi Sulut yang diselenggarakan BKD Provinsi. Tampak ketiga ASN tersebut.

ZONAKOTAMOBAGU – Tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) bersaing dengan 70 ASN dari 15 kabupaten dan kota se-Provinsi Sulawesi Utara, dalam lomba ASN teladan angkatan 02 Tahun 2017 yang diselenggarakan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulut. Kegiatan tersebut dimulai Senin (21/8) hingga Jumat (25/8) mendatang, di Kantor Gubernur.

Ke-tiga ASN yang dimaksud yakni, Sekretaris Kelurahan Motoboi Kecil Muhammad Ferdinand Mamonto dan Lurah Gogagoman Vanny Pudul untuk kategori pengawas, serta Staf Puskesmas Motoboi Kecil Ni Nyoman Warnika untuk kategori golongan III.

Salah satu peserta, Muhammad Ferdinand Mamonto, mengungkapkan setelah pembukaan kegiatan, semua peserta mendapat pembekalan dan materi dan panitia penyelenggara. Sedangkan untuk tahapan tes psikologi dilakukan sehari setelah pembukaan atau Selasa (22/8). “Untuk tes CAT utusan Pemprov besok (hari ini, red), kemudian utusan kabupaten kota Hari Kamis (besok, red). Setelah proses seleksi berakhir, hasil penilaian akan dikumpulkan dan ditentukan 5 perwakilan mengikuti tes wawancara untuk menentukan juara I, II dan III ditiap kategori,” katanya.

Ia mengakui, meski proses seleksi akan berlangsung ketat, namun ia bersama dua ASN utusan Pemkot lainnya siap memberi yang terbaik untuk Kota Kotamobagu. “Insya allah kami bertiga bisa. Semua kemampuan akan dikeluarkan demi nama baik daerah tercinta,” sebutnya.

Ditambahkannya, keikutsertaan di lomba ASN teladan bukan semata mengejar hadiah yang disiapkan panitia, melainkan demi menambah pengetahuan dan pengalaman. “Secara pribadi tentu sangat bersyukur bisa mengikuti lomba ASN teladan ini. Insya allah kami semua bisa menorehkan prestasi,” tambahnya. (ads/gito)

Pendaftaran Seleksi Terbuka Diperpanjang

Adnan Massinae

ZONA KOTAMOBAGU – Tahapan pengumuman dan pendaftaran seleksi terbuka calon pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot),  terpaksa harus diperpanjang hingga Senin (28/8) pekan depan. Pasalnya, hingga batas akhir pendaftaran, Senin (21/8), ada beberapa formasi jabatan yang belum memenuhi kuota pendaftar. Perpanjangan tahapan pendaftaran ini sesuai pengumuman panitia seleksi bernomor 02/Pansel-KK/VIII/2017 yang ditandatangani ketua panitia seleksi, Adnan Massinae.

“Minimal dalam satu formasi jabatan harus empat orang. Setelah itu kita masuk ke tahapan selanjutnya,” kata Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Sahaya Mokoginta.

Ia optimis, hingga batas akhir perpanjangan pendaftaran semua formasi jabatan akan terisi. “Banyak yang sudah mengambil formulir tapi belum mengembalikannya. Alasan mereka masih akan melengkapi berkas,” ujarnya.

Ditambahkannya, para pejabat yang sudah mendaftar mengikuti seleksi terbuka semuanya berasal dari internal Pemkot Kotamobagu. “Seleksi ini terbuka untuk pejabat dari daerah lain, tapi harus mengantongi rekomendasi pimpinan daerah yang bersangkutan,” tambahnya.

Ketua Pansel, Adnan Massinae, mengungkapkan setelah perpanjangan waktu pendaftaran akan dilanjutkan dengan seleksi administrasi dan pengumuman hasil seleksi administrasi. “Kalau memang sampai tanggal 28 belum memenuhi kuota, kita bisa mengundang hingga menunjuk pejabat untuk mendaftar dan mengikuti seleksi. Ada aturan yang membolehkannya. Tapi kalau juga tidak ada yang mendaftar, bisa saja formasi jabatan itu akan ditunda,” ungkap Plt Sekkot itu, kemarin.

Lanjutnya, semua tahapan seleksi terbuka dilakukan oleh panitia seleksi yang terdiri dari kalangan profesional, birokrat dan unsur pers. Sedangkan walikota sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) hanya menerima hasil yang disodorkan panitia seleksi. “Untuk pelantikannya dilakukan oleh walikota, tapi sebelum itu dikoordinasikan dulu dengan Depdagri,” tambahnya. (ads/gito)

7 Bulan, 125 ASN Disanksi

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) tak main-main soal disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN). Sanksi tegas langsung diberikan bagi yang kedapatan melakukan tindakan indisipliner. Data diperoleh dari Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), sejak Januari hingga Juli tahun ini, ada 125 ASN yang sanki. Sanksi yang diberikan bervariasi, mulai dari teguran lisan, teguran tertulis hingga pemecatan.

Senin (21/8), Pemkot memecat satu ASN berinisial LB yang terdaftar sebagai pegawai di salah satu bagian di Sekretariat Daerah (Setda).

Menurut Plt Kepala BKPP, Sahaya Mokoginta, sanksi bagi ASN diberikan karena tindakan indisipliner. Sedangkan jenis sanksi yang tergantung dari tingkat pelanggaran yang dilakukan. “Ada sanksi ringan, sedang dan berat. Semua tergantung tingkat pelanggarannya,” kata Sahaya, Senin (21/8), di ruang kerjanya.

Ia mengungkapkan, sebelum menjatuhkan sanksi ASN yang melakukan tindakan pelanggaran diproses terlebih dahulu ditingkatan Majelis Kode Etik (MKE). “Kalau pelanggarannya masuk kategori ringan, akan dibina terlebih dahulu oleh pimpinan di SKPD-nya, seperti teguran lisan maupun tulisan. Tapi kalau pelanggaran berat, akan disidang oleh majelis kode etik,” ungkapnya.

Penegakan disiplin menjadi salah satu fokus Pemkot. Walikota Tatong Bara diberbagai kesempatan selalu mengingatkan ASN agar terus meningkatkan disiplin maupun kinerja. “Yang melanggar pasti akan ditindak sesuai aturan yang berlaku. Kita harapkan dengan adanya ASN yang kena sanksi akan memberi efek jera bagi ASN yang lain dan berdampak pada peningkatan kedisiplinan,” ujarnya. (ads/gito)

Kostum Kreatif Kabela Raih The Best Performance

Agung Adati

ZONAKOTAMOBAGU – Kostum kreatif kabela dan kopi yang dirancang berdasar latar belakang adat dan budaya serta keunggulan khas Kotamobagu yang ditampilkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud), terpilih menjadi the best performance pada lomba flower fashion carnaval tingkat umum, Tomohon International Flower Festival (TIFF) yang digelar 6-12 Agustus lalu di Tomohon.

“Pialanya sudah diterima. Tentu ini prestasi luar biasa, karena peserta yang ikut kegiatan TIFF itu banyak sekali. Bahkan dari luar negeri juga banyak yang ikut. Ini membuktikan desain baju yang kita kembangkan lalu tampilkan, benar-benar menarik dan memiliki nilai lebih,” kata Kepala Disbudpar, Agung Adati.

Lanjutnya, keikutsertaan Kotamobagu pada event ini merupakan bentuk dukungan Pemkot atas penyelenggaraan TIFF 2017, serta menjadi bagian dari upaya mendukung promosi pariwisata Sulawesi Utara (Sulut) yang dicanangkan pemerintahan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw saat ini.

“Kotamobagu juga sudah saatnya mengelola sektor pariwisata secara lebih serius untuk mendukung visi Kotamobagu sebagai kota jasa. Kami sudah dapat instruksi Ibu Walikota Kotamobagu untuk mulai mempersiapkan sektor pariwisata sebagai sektor unggulan. Ibu Walikota mengarahkan agar multi player efect pertumbuhan pariwisata Sulut harus bisa memberi manfaat bagi masyarakat kotamobagu,” tambah mantan Kadis Kominfo itu. (ads/gito)

Awal September, Walikota Terima Penghargaan dari UGM

ZONA KOTAMOBAGU – Walikota Tatong Bara mendapat undangan menerima penghargaan  Pemda dengan peringkat kondisi keuangan daerah terbaik dari Universitas Gajah Mada (UGM). Dalam undangan bernomor: 1770/UN1/EB/Maksi/PM/2017 tertanggal 1 Agustus yang ditujukan kepada Walikota Kotamobagu, penghargaan itu akan diterima pada Kamis (7/9) mendatang di Gedung Graha Sabha Pramana UGM.

Diraihnya penghargaan tersebut karena berdasar pada hasil penelitian yang dilakukan oleh Prodi Magister Akuntansi FEB UGM, Pemerintah Kota Kotamobagu merupakan salah satu Pemda yang memperoleh indeks kondisi keuangan daerah terbaik untuk regional Sulawesi.

“Penghargaan ini akan diserahkan Rektor UGM,” kata Kasubag Pengumpulan Data dan Informasi Bagian Humas, Hendry Mokodompit.

Penyerahan penghargaan tersebut bersamaan dengan seminar nasional bertema “Dari WTP menuju pengelolaan keuangan yang sehat dan transparan”.

Seperti diketahui, dalam empat tahun terakhir, pengelolaan keuangan Pemkot Kotamobagu selalu mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Memperbaiki sistem pengelolaan keuangan daerah merupakan komitmen semua jajaran Pemkot.

“Opini WTP yang kita dapat menjadi pemacu dan pemicu semangat bagi kita semua untuk terus memberi yang terbaik bagi daerah,” kata Walikota Tatong Bara, beberapa waktu lalu. (ads/gito)

Rekam e-KTP, Dinas Dukcapil Masuk Desa

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Kependudukan dan Catatan (Dukcapil) mulai turun ke desa dan kelurahan untuk merekam e-KTP, Senin (21/8) hingga Senin (16/10) mendatang. Para wajib KTP berusia 17 tahun ke atas dan belum merekam menjadi target Dukcapil.

“Mulai besok (hari ini, red). Jadwal pertama di Desa Pontodon Timur. Mulai pukul 09.00 Wita sampai pukul 14.00 Wita. Tempat perekaman di balai desa. Setelah itu kita pindah ke desa dan kelurahan lain. Tujuan kita turun ke tiap desa dan kelurahan adalah untuk penyempurnaan data kependudukan. Agar ketika dibutuhkan, kita punya data valid,” kata Sekretaris Dukcapil, Muliyono Mokodompit, Minggu (20/8).

Dijelaskannya, ada sekira 4000-an wajib KTP yang belum melakukan perekaman. Namun demikian, pihaknya akan berupaya agar beberapa bulan ke depan para wajiib KTP itu sudah terekam. “Setelah merekam kita akan mengeluarkan surat keterangan pengganti KTP sementara sembari menunggu pencetakan. Kalau untuk blanko, saat ini masih aman,” jelasnya.

Untuk memaksimalkan perekaman di tiap desa dan kelurahan, ia meminta para sangadi dan lurah untuk dapat menginformasikannya kepada masyarakat. “Kita harapan bantuan dari pemerintah desa dan kelurahan. Dari data yang ada, paling banyak yang belum merekam adalah petani yang setiap harinya berada di kebun,” tambahnya. (ads/gito)