Beranda blog Halaman 631

Walikota Apresiasi Kinerja SKPD

Tatong Bara

ZONAKOTAMOBAGU – Walikota Tatong Bara mengapresiasi kinerja jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang telah bekerja keras dalam penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 2016. Dari hasil penilaian tim Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri), LPPD Pemerintah Kota (Pemkot) mendapat ranking kedua tertinggi di Sulut.

“LPPD ini merupakan salah satu alat ukur keberhasilan pemerintahan daerah. Sebuah pemerintahan bisa dikatakan sukses jika dinilai dari tiga indikator, yaitu opini BPK, LPPD dan LAKIP. Kalau tiga hal ini baik, maka secara umum pemerintahan itu berjalan dengan baik. Opini BPK dan LPPD sudah ada hasilnya dan alhamdulillah baik. Kita tinggal menunggu LAKIP, mudah-mudahan mendapat nilai B,” kata walikota, saat audiens dengan sangadi, lurah, LPM, BPD dan tokoh masyarakat, pekan lalu.

Walikota menambahkan, capaian Pemkot di tahun 2016 itu akan terus ditingkatkan kedepannya. “Ini menjadi pemcau dan pemicu semangat bagi kita untuk terus memberi yang terbaik bagi daerah ini,” tambah walikota.

Seperti diketahui, peringkat Kota Kotamobagu dalam penilaian LPPD dalam terus mengalami peningkatan. Di Tahun 2014, Kota Kotamobagu hanya berada di peringkat 14 atau kedua terendah di Sulut. Di Tahun 2015 naik drastis ke peringkat 7 dan di tahun 2016 kembali naik ke peringkat 2.

“Alhamdulillah berkat kerja keras semua SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) serta dorongan dan motivasi walikota, LPPD kita tahun 2016 berada di peringkat ke-dua menggeser Kota Tomohon, Kabupaten Sangihe, Minahasa Selatan, Sitaro dan Minahasa Tenggara,” ujarnya. (ads/gito)

Intensitas Hujan Tinggi, Waspada Banjir dan Longsor

Refly Mokoginta

ZONAKOTAMOBAGU – Hujan dengan intensitas tinggi terus mengguyur wilayah Kota Kotamobagu dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir. Warga yang beraktivitas di luar rumah diminta untuk selalu waspada. Meski tidak berdampak banjir maupun tanah longsor, namun kondisi cuaca seperti saat ini sangat rentan terjadi bencana.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat beberapa desa dan kelurahan sebagai rawan bencana, seperti Kelurahan Upai, Gogagoman, Kobo Besar, Desa Moyag Bersatu, Poyowa Besar I dan II serta Kobo Kecil.
“Kita semua harus waspada. Banjir, longsor dan pohon tumbang memungkinkan terjadi disaat kondisi seperti ini,” kata Kepala BPBD, Refly Mokoginta.

Ia mengungkapkan, pihaknya terus memantau kondisi terkini wilayah serta berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). “Kita terus pantau, kalau terjadi bencana pasti akan langsung ditindaklanjuti. Ada tim kita yang selalu siaga setiap saat,” ungkapnya. (ads/gito)

Tatong: Beri yang Terbaik untuk Kemajuan Bangsa

ZONA KOTAMOBAGU –  Peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) diharapkan dapat dimaknai dan dijadikan momentum oleh elemen masyarakat dalam memberi yang terbaik untuk kemajuan bangsa. Hal ini diutarakan Walikota Tatong Bara, usai upacara di Lapangan Boki Hotinimbang, Kamis (17/8).

“Hari ini (upacara) ada sebuah rasa yang berbeda dengan tahun lalu. Mudah-mudahan kita semua dapat memaknainya dan berkomitmen bersama untuk membuat negara dan khususnya daerah kita menjadi lebih maju dan mandiri,” kata Tatong.

Sebagai pimpinan daerah lanjut Tatong, dirinya memaknai peringatan hari kemerdekaan ini dengan hal yang sangat dalam.

“Kita bisa merasakan getaran di 17 agustus ini, saat bendera merah putih dinaikan dengan hikmat. Betapa besar perjuangan yang dilakukan oleh para pejuang, hingga akhirnya negara ini bisa terbebas dari belenggu penjajahan. Sehingga itu, sebagai generasi penerus bangsa, marilah kita menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, dengan mengisi aktivitas-aktivitas positif,” ujar Tatong. (ads/gito)

7 Narapidana Bebas, 148 Lainnya Dapat Pengurangan Masa Hukuman

PENGURANGAN HUKUMAN: 155 narapidana di Rutan Kelas IIB Kotamobagu mendapat remisi umum dalam rangka HUT Proklamasi. Tampak walikota saat memberi SK remisi umum II kepada salah satu narapidana.

ZONAKOTAMOBAGU – 155 dari 319 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang menghuni Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Kotamobagu mendapat remisi umum dalam rangka HUT Proklamasi. Dari jumlah itu, terdapat tujuh diantaranya yang mendapat remisi umum II atau langsung bebas. Surat Keputusan (SK) Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) nomor W27-47.PK.01.01.02/2017 tentang remisi umum dibacakan oleh petugas Rutan dan diserahkan Walikota Tatong Bara pada upacara pemberian remisi kepada narapidana di halaman rutan, Kamis (17/8).

“Ada tujuh orang yang mendapat remisi umum II atau langsung bebas. Sisanya 148 orang itu bervariasi, paling banyak lima bulan dan paling rendah satu bulan,” kata Kepala Rutan, Anton Heru Susanto.

Ia menjelaskan, dasar pemberian remisi umum bagi 155 narapidana tersebut karena selama berada di rutan para WBP tersebut berkelakuan baik, menaati aturan yang ada serta mendapat predikataik dari pelaksanaan program pembinaan yang diselenggarakan petugas rutan. “Remisi umum ini diberikan kepada narapidana saat HUT Proklamasi. Kemudian ada juga remisi khusus yang diberikan saat hari besar keagamaan,” terangnya.

Ditambahkannya, narapidana yang diberikan remisi adalah yang hukumannnya maksimal 20 tahun penjara. Selebihnya, narapidana yang bersangkutan harus mengajukan grasi ke presiden untuk bisa mendapatkan pengurakan masa hukuman. “Minimal enam bulan menjalani hukuman itu bisa mendapat remisi, dan tidak semua bisa mendapatkannya (remisi) karena kita menilai kelakuan mereka selama berada di sini (rutan),” tambahnya.

Sementara itu, Walikota Tatong Bara, berharap para narapidana yang mendapat remisi umum bebas agar kembali dan berbaur dengan masyarakat. “Mereka memang pernah berbuat kesalahan, tapi di sini (rutan) mereka belajar berbuat baik untuk menjauhkan mereka dari perbuatan atau tindakan yang sudah mereka lakukan,” harap walikota.

Usai pelaksanaan upacara, walikota menyempatkan diri bersalaman dan berdialog singkat dengan para narapidana. (ads/gito)

Wali Kota: Semangat Juang dan Kerja Keras Para Pahlawan Harus Diteladani

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) melaksanakan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Kamis (17/8), di Lapangan Boki Hotinimbang. Walikota Tatong Bara bertindak sebagai inspektur dalam upacara yang dihadiri ribuan peserta yang terdiri ASN dan berbagai elemen masyarakat.

 

Menurut walikota, peringatan HUT Proklamasi ini adalah sebuah pengingat dan penanda bagi semua anak bangsa untuk terus bekerja keras melanjutkan kemerdekaan yang berhasil diraih para pahlawan dengan perjuangan dan kerja keras.

“Hari ini kita semua merayakan 72 tahun kemerdekaan bangsa ini. Mari kita maknai dan mengambil hikmah dari peringatan momentum yang sangat bersejarah ini. Semangat juang yang tinggi dan kerja keras para pahlawan kita yang merebut kemerdekaan harus kita teladani. Tugas kita semua saat ini adalah melanjutkan kemerdekaan dengan kerja bersama,” sebut walikota.(adv/gito)

Tatong: Peringatan Hari Kemerdekaan Bukan Hanya Sekadar Seremonial

ZONA KOTAMOBAGU – Walikota Tatong Bara meminta agar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Republik Indonesia, tidak hanya sekadar kegiatan seremonial.

“Harapan saya ini jangan dilewatkan sebagai seremonial biasa, tapi harus kita jadikan sebagai enegri dan kita implementasikan ditengah masyarakat, apapun peran kita,” kata Tatong, saat memantau persiapan pelaksanaan upacara 17 Agustus di Lapangan Boki Hotinimbang, Selasa (15/08).

Lanjutnya, sebagai pimpinan daerah dirinya memaknai peringatan hari kemerdekaan ini dengan hal yang sangat dalam. “Kita bisa merasakan getaran di 17 agustus ini, saat bendera merah putih dinaikan dengan hikmat. Betapa besar perjuangan yang dilakukan oleh para pejuang, hingga akhirnya negara ini bisa terbebas dari belenggu penjajahan. Sehingga itu, sebagai generasi penerus bangsa, marilah kita menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, dengan mengisi aktivitas-aktivitas positif,” ujar Tatong.

Terkait persiapan upacara 17 Agustus, Tatong mengaku sudah rampung. “Dari gambaran yang ada ini sudah sangat siap. Tinggal ada pembenahan sedikit, yakni beberapa kanopi yang disiapkan besok (hari ini, red) dan kita monitor terus. Untuk pasukan pengibar bendera pada intinya sudah siap,” tambah Tatong. (ads/gito)

Disparbud Juara II di Festival Pesona Bunaken

Hasna Pasambuna

ZONA KOTAMOBAGU – Tari Mosau yang ditampilkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) berhasil meraih juara II pada pagelaran seni dan budaya di Festival Pesona Bunaken 2017 yang diikuti semua daerah di Sulawesi Utara.

Menurut Plh Kepala Disparbud, Meifi Muhammad, keikutsertaan Pemerintah Kota (Pemkot) pada kegiatan tersebut adalah bentuk komitmen pemerintah  dalam mendukung program pengembangan sektor pariwisata di Sulawesi Utara. “Iven ini juga menjadi ajang promosi kesenian daerah dan merupakan upaya kita untuk melestarikan seni dan budaya daerah dari kepunahan,” ujarnya.

Kepala Bidang Pariwisata, Hasna Pasambuna, menuturkan seni dan tari khas daerah yang dimiliki merupakan aset daerah yang akan terus dipromosikan.  “Termasuk beberapa destinasi pariwisata yang saat ini sedang dalam kajian untuk dikembangkan. Bila kedua aset ini dikelola dengan baik, maka kedepan Kota Kotamobagu akan menjadi daerah tujuan wisata terkemuka di Sulawesi Utara,” ujarnya.

Seperti diketahui, Tari Mosau yang ditampilkan peserta dari Kota Kotamobagu merupakan tarian yang dilakukan untuk menjemput para bogani yang baru pulang dari perang setelah mereka memenangkan peperangan. (ads/gito)

Jangan ada Pungli Dalam Pendataan Sertifikat Tanah

ZONA KOTAMOBAGU – Target penerbitan lima juta sertifikat tanah oleh Presiden Joko Widodo pada program sertifikasi tanah mulai ditindaklanjuti Pemerintah Kota (Pemkot). Senin (14/8), Walikota Tatong Bara melakukan audiens dengan para sangadi, lurah, BPD, LPM dan tokoh masyarakat terkait pendataan tanah sistematis lengkap (PTSL) di Kota Kotamobagu.

Pada kegiatan yang dihadiri pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN), walikota meminta para sangadi dan lurah serta jajarannya untuk segera melakukan pendataan di tiap desa dan kelurahan. “Tahun ini target pemerintah pusat lima juta sertifikat, termasuk di Kota Kotamobagu ada 10 ribu. Ini harus segera ditindaklanjuti,” kata walikota.

Walikota menegaskan, tidak ada pungutan dalam proses pendataan hingga pengajuan permohonan sertfikat tersebut. “Perangkat desa dan kelurahan yang melakukan pendataan tidak boleh memungut biaya kepada masyarakat. Itu semua gratis,” tegas walikota.

Pada kesempatan itu, walikota juga mengimbau semua Aparatur Sipil Negara (ASN) serta perangkat desa dan kelurahan untuk dapat menyosialisasikan program tersebut kepada masyarakat. “Setelah ini harus ditindaklanjuti ke masyarakat. Saya berharap, agar kegiatan yang kita laksanakan hari ini dapat memberikan pemahaman kepada kita semua, untuk selanjutnya dapat memberikan informasi seluas-luasnya kepada masyarakat, tentang pentingnya sertifikat kepemilikan tanah, sebagai bukti kepemilikan atas hak tanah,” tambah walikota.

Kepala BPN, Ishak Korompot, mengungkapkan proses pendataan tanah ditiap desa dan kelurahan sudah bisa dilakukan. Selanjutnya, pihaknya melalui pihak ketiga yang memenangkan tender akan melakukan pengukuran. “Kalau sudah ada pemenang lelangnya, akan langsung dilakukan pengukuran. Tapi mulai sekarang sudah bisa mengajukan permohonan penerbitan sertifikat,” ungkapnya. (ads/gito)

Resti, Satu JCH Batal Berangkat

ZONA KOTAMOBAGU – Satu dari 115 Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kota Kotamobagu yakni, Muhammad Hadi, batal berangkat ke tanah suci. Pasalnya, yang bersangkutan tiba-tiba menderita sakit saat persiapan berangkat dari asrama haji Manado ke embarkasih Balikpapan.

“Benar, satu jamaah tidak bisa berangkat karena yang bersangkutan menderita sakit dan termasuk salah satu jamaah dengan resiko tinggi (resti),” kata Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial (Kesos), Adin Mantali.

Diungkapkannya, sebelum bertolak ke tanah suci, para jamaah khususnya yang resti masih akan melalui tes kesehatan di embarkasih Balikpapan. “Kalau memang dokter merekomendasikan bisa berangkat, berarti mereka akan bersama jamaah yang lain ke tanah suci, tapi kalau tidak mereka akan diberangkatkan tahun depan,” ungkapnya.

Sebelumnya, pada acara pelepasan JCH Kota Kotamobagu di aula kantor walikota pekan lalu, Kepala Kemenag, Fathan Nooh, menyampaikan terdapat 26 JCH yang mengalami resti. Namun demikian, ia berharap semua JCH tersebut bisa diberangkatkan ke tanah suci. “Ada 26 yang resiko tinggi. Mudah-mudahan semuanya bisa berangkat,” ujarnya.

Walikota Tatong Bara pada kesempatan itu berharap semua JCH asal Kota Kotamobagu diberi kesehatan dan kekuatan mulai dari pemberangkatn hingga tiba di tanah suci melaksanakan semua rangkaian ibadah haji. “Ini adalah panggilan Allah. Semua harus siap secara jasmani dan rohani. Mudah-mudahan semua dalam keadaan sehat mulai dari sini (Kotamobagu) sampai di tanah suci dan kembali lagi (pulang) dalam keadaan sehat dan selamat,” harap walikota. (ads/gito)

Ikut Lelang Jabatan di Kotamobagu, Pejabat Luar Wajib Kantongi Rekom Pimpinan Daerah

ZONA KOTAMOBAGU – Tahapan seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemeritah Kota (Pemkot) sedang bergulir. Mulai Senin (7/8) hingga Senin (21/8) adalah tahapan pengumuman dan pendaftaran.

“Sudah ada beberapa yang mengambil formulir. Kemudian ada juga yang sudah mengkomunikasikan akan mendaftar,” kata Plt Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Sahaya Mokoginta.

Diungkapkannya, seleksi terbuka yang dilaksanakan Pemkot saat ini terbuka untuk pejabat dari daerah lain. Namun demikian, khususnya dari pejabat luar Pemkot Kotamobagu, diwajibkan mendapatkan rekomendasi dari pimpinan daerah tempatnya bekerja. “Itu wajib, jangan sampai sudah diterima tapi tak mendapat rekom dari pimpinan yang bersangkutan. Jadi kami harap agar sebelum mendaftar harus dipenuhi dulu semua persyaratanya, termasuk rekomendasi pimpinan khusus bagi pejabat dari luar daerah,” ungkapnya.

Ditambahkannya, usai tahapan pendaftaran langsung dilanjutkan dengan tahap verifikasi administrasi yang akan dimulai. “Tahapan verifikasi dan pengumuman hasil seleksi administrasi mulai tanggal 21 sampai 23 Agustus,” tambahnya.

Seperti diketahui, terdapat 13 jabatan eselon II yang akan diisi melalui seleksi terbuka, yakni Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Inspektorat Daerah, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Perhubungan, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan, Dinas Kesehatan, Sekretaris Dewan, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Pertanian dan Perikanan. (ads/gito)