Beranda blog Halaman 22

Golkar Kotamobagu Gelar Rapat Pleno Perdana Usai Pilkada 2024

Golkar Kotamobagu Gelar Rapat Pleno Perdana Usai Pilkada 2024
Golkar Kotamobagu Gelar Rapat Pleno Perdana Usai Pilkada 2024. (Foto: Udi)

Kotamobagu, ZONABMR.COM– Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Kotamobagu menggelar Rapat Pleno perdana pasca pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Wali Kota dan Wakil Wali Kota pada Pemilu 2024.

Rapat yang dipimpin Sekretaris DPD II Golkar Kotamobagu, Herdy Korompot, digelar di Café Kusu-Kusu Kelurahan Kotobangon pada Jumat, 26 September 2025, dan dihadiri jajaran pengurus DPD II serta DPC.

Meski hingga kini DPD II Golkar Kotamobagu masih mengalami kekosongan posisi ketua definitif, Korompot menegaskan hal itu tidak menghambat soliditas maupun agenda partai.

“Kami menunggu hasil DPD I Sulawesi Utara, karena provinsi sendiri juga belum melaksanakan pemilihan. Nantinya kami akan menyesuaikan hasil dari provinsi,” ujarnya.

Terkait Musyawarah Daerah (Musda) untuk pemilihan Ketua DPD II Golkar, agenda tersebut belum menjadi pokok bahasan dalam rapat perdana kali ini.

Menurut Korompot, wacana bakal calon ketua juga belum mengerucut, meski sejumlah kader eksternal yang memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) disebut berminat maju.

“Partai Golkar itu sangat terbuka. Siapa saja dari eksternal pengurus bisa mencalonkan, asalkan memiliki KTA dan memenuhi persyaratan,” jelasnya.

Ditanya soal peluang dirinya maju sebagai calon ketua, Herdy yang juga Ketua Fraksi Golkar di DPRD Kotamobagu tak menampik kemungkinan tersebut.

“Kalau saya menunggu hasil dari provinsi,” katanya singkat.

Selain membahas dinamika kepemimpinan, rapat pleno ini juga fokus pada persiapan perayaan HUT ke-61 Partai Golkar.

Salah satunya terkait rencana pembagian sembako yang akan diserahkan langsung oleh Ketua Golkar Kotamobagu, Ibu CEP (Christina Euginia Paruntu), dalam waktu dekat.

“Pasca Pilkada, ini merupakan rapat perdana kami dalam rangka HUT ke-61 Golkar sekaligus membahas kaderisasi partai serta visi-misi untuk memperkuat solidaritas kerakyatan,” tutup Korompot.

Penghayatan yang Tak Terulang: Jodi Mamonto dan Jejak Kon Bonawang (Umpaka Nogiyayuandon)

~ Dari teras rumahnya, musisi legendaris BMR itu membuka kisah di balik lagu Kon Bonawang—lagu yang melambungkan namanya dan hingga kini masih menjadi penanda rindu banyak orang pada kampung halaman ~

Penghayatan yang Tak Terulang: Jodi Mamonto dan Jejak Kon Bonawang (Umpaka Nogiyayuandon)
Jodi Mamonto. (Foto: Arsip Pribadi Jodi Mamonto)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Hujan baru saja reda ketika saya tiba di rumah Jodi Mamonto di Kelurahan Pobundayan, Kotamobagu Selatan. Udara malam masih menyisakan aroma tanah basah, sementara tetes-tetes air jatuh pelan dari atap seng, menambah nuansa hening.

Di teras rumah, sebuah meja sederhana telah tersaji: secangkir kopi hitam yang mengepul hangat dan semangkuk mie bakso yang uapnya perlahan memudar.

Kami duduk berhadapan. Tatapan mata Jodi yang teduh segera membawa saya pada perbincangan panjang tentang perjalanan musiknya—perjalanan yang melahirkan lagu legendaris Kon Bonawang (Umpaka Nogiyayuandon).

“Lagu itu awalnya digubah oleh Idris Daapala, ayah dari Bayu Daapala (frontman band Skaire, red.) Beliau kemudian memberikan kepercayaan kepada saya untuk menyanyikannya,” ujar Jodi, suaranya pelan namun penuh keyakinan.

Proses rekaman lagu tersebut, kenangnya, berlangsung sekitar tahun 1997 di studio D.L Record yang berada di kompleks Pasar 45 Manado.

“Aslinya lagu itu bernuansa mars tradisional. Tapi saya mencoba menyesuaikan aransemen menjadi pop, agar bisa diterima pendengar lebih luas.

“Uniknya, Kon Bonawang bukanlah lagu utama di album itu. Kompilasi tersebut menampilkan banyak penyanyi, seperti Lola Draekel sebagai main artist, Desi Mokodompit dari Bongkudai, juga Marmamo Daeng Ali. Tapi justru lagu saya yang kemudian diterima luas masyarakat.”

Mata Jodi menerawang jauh ke masa itu. “Saya masih ingat jelas. Saat rekaman, jadwal saya seharusnya pukul setengah tiga dini hari. Ketika diminta istirahat dulu, saya menolak. Saya ingin segera menyanyi. Begitu memasang headphone, saya larut sepenuhnya dalam lirik.

“Gugup, tapi justru itulah yang menghadirkan penghayatan paling dalam. Sampai sekarang, saya tidak pernah bisa lagi menyanyikan Kon Bonawang dengan rasa yang sama. Penghayatan itu hanya terjadi sekali—dan tidak pernah terulang.”

Kata-katanya menggantung di udara. Untuk sesaat, hanya terdengar suara sendok beradu dengan mangkuk bakso. Malam yang hening seolah menegaskan betapa dalam pernyataan itu.

Sejak saat itulah nama Jodi Mamonto melekat di ingatan masyarakat Bolmong Raya.

Lagu Kon Bonawang diputar di pesta-pesta, hajatan, hingga di mikrolet yang wara-wiri sebelum moda itu digantikan bentor.

“Kepuasan itu tidak bisa diukur dengan uang. Setiap kali ada yang bilang lagu ini membuat mereka rindu pulang, saya merasa sudah mendapatkan lebih dari sekadar bayaran.”

Namun Kon Bonawang bukan satu-satunya karya yang ia tinggalkan. Jodi menyebut deretan lagu lain seperti Totabuan ciptaan Gabs Gobel, Tuhan In Monantu ciptaan Chairul A. Luli, Dendang Tanobku, hingga dua lagu duet Mongondow bertajuk Tumpala Molukad dan Gasoku.

“Kalau disebut semua memang banyak. Tapi biasanya orang lebih sering menyanyikan Totabuan dan Tuhan In Monantu. Itu yang paling melekat di telinga masyarakat,” katanya sembari tersenyum.

Kini, perjalanan hidup membawanya menapaki jalan yang berbeda. Jodi adalah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Pembinaan (Kasubbagbin) di Kejaksaan Negeri Kotamobagu.

Dua dunia itu—musik dan birokrasi—ia jalani berdampingan. Satu dunia berisi lampu panggung dan tepuk tangan, dunia lainnya berisi rapat-rapat dan administrasi.

Namun jauh di lubuk hatinya, gema Kon Bonawang tak pernah padam. Ia sadar, karya adalah warisan terindah seorang musisi.

“Kalau dulu ukuran lagu diterima itu kalau diputar di hajatan atau mikrolet. Sekarang kan sudah ada YouTube, Spotify, dan platform lain. Tapi esensinya sama: karya harus bisa hidup di tengah masyarakat.”

Pesannya sederhana, tapi dalam. “Generasi sekarang harus saling mendukung. Lihat saja lagu-lagu Ambon yang bisa viral sampai nasional, itu karena mereka saling mengangkat satu sama lain. Kalau kita di BMR bisa begitu, saya yakin karya kita juga bisa dikenal lebih luas.”

Ia juga menitipkan harapan kepada penyelenggara acara musik. “Kalau ada konser besar yang mendatangkan artis lokal atau artis timur, jangan lupakan kami para penyanyi senior.

“Bukan soal bayaran, tapi soal penghargaan. Kami ingin memperdengarkan kembali karya-karya lama, agar generasi baru bisa mengenal dan menghargai sejarah musik BMR. Itu sekaligus bukti bahwa musisi BMR sejak dulu sudah berani melahirkan karya yang abadi.”

Malam semakin larut. Kopi di cangkir sudah tinggal ampas, dan kuah bakso yang tadi mengepul kini dingin. Namun, hangatnya cerita Jodi masih terasa.

Ketika saya pamit meninggalkan rumahnya, sisa hujan masih jatuh pelan dari atap seng, menimbulkan irama sederhana yang berpadu dengan dinginnya malam. Jodi berdiri di teras, melambaikan tangan dengan senyum hangat.

Saat langkah saya menjauh, gema Kon Bonawang seolah ikut mengiringi, menjadi pengingat bahwa ada karya yang tak lekang dimakan waktu—dan bukti nyata bahwa musisi BMR sejak dulu sudah berani melahirkan karya yang abadi.

Stok Beras di Bolmong Raya Aman hingga Awal 2026, Bulog Pastikan Distribusi Lancar

Stok Beras di Bolmong Raya Aman hingga Awal 2026, Bulog Pastikan Distribusi Lancar
Kepala Cabang Bulog Bolmong, Ismail Azis, STP

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Perum Bulog Cabang Bolaang Mongondow (Bolmong) memastikan stok beras di wilayah Bolaang Mongondow Raya dalam kondisi aman hingga akhir 2025 bahkan berlanjut sampai awal 2026.

Hal ini disampaikan Kepala Cabang Bulog Bolmong, Ismail Azis, STP, saat diwawancarai di ruang kerjanya Jumat, 26 September 2025.

Ia mengungkapkan, saat ini ketersediaan beras di gudang Bulog mencapai 220 ton, ditambah 500 ton yang sedang dalam proses pengiriman dari Bitung. Pihaknya juga telah mengajukan tambahan permintaan sebanyak 1.500 ton untuk memperkuat ketahanan pangan di wilayah ini.

“Perputaran beras di Bulog lancar, keluar masuk secara rutin. Tidak ada istilah jatah, karena prinsipnya semua wilayah terhubung secara nasional. Jika stok di sini berkurang, maka akan disuplai dari daerah sentra produksi seperti Sulawesi Selatan atau Jawa Timur,” jelas Ismail.

Dari sisi kualitas, beras SPHP (Stabiltas Pasar Harga Pangan) yang didistribusikan Bulog disebut memiliki standar ketat: bebas bau, tidak menguning, tidak menghitam, serta memenuhi kadar maksimal air dan kerapatan butir.

Lebih lanjut, Ismail menambahkan, meski harga gabah di tingkat petani sempat naik hingga Rp13 ribu per kilogram pada musim hujan lalu, Bulog tetap berupaya menjaga keseimbangan harga.

“Pemerintah ingin petani tidak rugi, tetapi juga menjaga agar harga beras di masyarakat tidak terlalu tinggi,” ujarnya.

Untuk penyaluran kepada rekanan, Bulog memberikan batas maksimal 2 ton per minggu dengan harga Rp11 ribu per kilogram.

Seluruh transaksi pembayaran dilakukan melalui transfer ke rekening Bulog.

Dengan cadangan beras nasional yang kini tercatat lebih dari 3 juta ton, Bulog optimistis stok pangan di Bolmong Raya tetap aman dan terjaga, meski ada tantangan cuaca maupun transportasi.

Penguatan dan Penyehatan PDAM Bolmong Tunjukkan Tren Positif 20 Persen

Penguatan dan Penyehatan PDAM Bolmong Tunjukkan Tren Positif 20 Persen
Plt Direktur Utama PDAM Bolmong, Rudi Mokoagow, SP, CFra

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Pergantian kepemimpinan di tubuh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bolmong mulai menunjukkan hasil positif.

Di bawah kepemimpinan Plt Direktur Utama PDAM Bolmong, Rudi Mokoagow, SP, CFra, kinerja keuangan perusahaan daerah tersebut mengalami penguatan dengan tren positif hingga 20 persen.

Saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat, 26 September 2025, Rudi mengungkapkan salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mengubah kebijakan pembayaran tunggakan pelanggan.

Jika sebelumnya pelanggan diwajibkan melunasi minimal tiga bulan tunggakan ditambah iuran bulan berjalan, kini cukup membayar satu bulan tunggakan ditambah iuran bulan berjalan.

Skema ini dinilai lebih meringankan pelanggan sekaligus menekan angka piutang.

“Kebijakan ini kami berlakukan secara bertahap hingga nantinya tidak ada lagi tunggakan. Dari awal saya dipercaya sebagai Plt Dirut, kondisi PDAM dimulai dari minus. Alhamdulillah, sekarang sudah ada peningkatan sekitar 20 persen,” ujar Rudi.

Rudi menambahkan, kondisi keuangan PDAM yang sebelumnya sering was-was menjelang pembayaran gaji karyawan kini jauh lebih stabil.

“Kalau dulu setiap tanggal gajian kami menunggu apakah uang masuk cukup atau tidak. Sekarang, insya Allah keuangan PDAM cukup untuk tiga bulan ke depan, termasuk biaya perbaikan, pemeliharaan, dan operasional. Meski ada beberapa pos yang harus dipangkas karena efisiensi,” jelasnya.

Selain kebijakan pembayaran tunggakan, pendekatan persuasif juga diterapkan kepada pelanggan yang masih menunggak.

Cara ini dinilai lebih efektif dibanding langsung melakukan pencabutan meteran. Hasilnya, angka piutang pelanggan mulai berkurang signifikan.

Tak hanya itu, PDAM Bolmong juga menyiapkan kebijakan khusus bagi pelanggan yang mengajukan komplain terkait lonjakan tagihan akibat kebocoran pada meteran.

Jika terbukti, pelanggan cukup membayar tagihan sesuai pemakaian bulan sebelumnya, sementara pihak PDAM segera melakukan perbaikan pada meteran tersebut.

Lebih jauh, Rudi memastikan PDAM Bolmong menargetkan setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun ini akan meningkat dari capaian sebelumnya.

“Tahun lalu, PAD yang masuk dari PDAM berada di angka Rp180 juta. Targetnya tentu harus naik, dan kami optimistis dengan perbaikan manajemen saat ini hal itu bisa tercapai,” tegasnya.

Menurut Rudi, tujuan utama penguatan dan penyehatan PDAM Bolmong bukan untuk memperkaya diri, melainkan demi kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan air bersih yang lebih baik dan kontribusi nyata terhadap PAD daerah.

Pangdam XIII/Merdeka Tekankan Nilai Leluhur Mongondow dan Umumkan Pembangunan Batalion Baru di Boltim

Pangdam XIII/Merdeka Tekankan Nilai Leluhur Mongondow, Umumkan Pembangunan Batalion Baru di Boltim
Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Suhardi saat Memberikan Arahan di Markas Kodim 1303/BM. (Foto: Gie)

Bolmong, ZONABMR.COM – Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Suhardi, dalam kunjungan kerjanya ke Kodim 1303 Bolaang Mongondow, Kamis 25 September 2025, menekankan pentingnya menjadikan falsafah leluhur Mongondow sebagai pedoman hidup dan pengabdian prajurit.

Menurutnya, nilai Mototompiaan, Mototabian, Mototanoban—yang bermakna sangat dalam—harus terus dihidupkan agar tercipta suasana kebersamaan.

Ia mengingatkan, banyak keluarga di sekitar kita yang hidup dalam beragam kondisi, sehingga sikap saling menghargai menjadi kunci terwujudnya kehidupan yang harmonis.

“Harmoni tidak datang dari luar, melainkan berawal dari diri kita masing-masing,” ujar Pangdam. Karena itu, ia meminta prajurit, PNS, maupun Persit untuk saling menguatkan dan menjaga persatuan di lingkup Kodim.

Selain menekankan nilai budaya, Pangdam juga menyampaikan rencana pembangunan Batalion 868 Bantong Sapi di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Satuan teritorial yang akan diperkuat lebih dari 600 prajurit ini diyakininya dapat memberi kontribusi besar bagi perkembangan wilayah tersebut.

Ia menambahkan, keberadaan batalion baru tidak hanya memperkuat pertahanan, tetapi juga diharapkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Dalam arahannya, Mayjen TNI Suhardi turut mendorong dukungan terhadap berbagai program teritorial, termasuk inisiatif Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan keluarga, menyiapkan generasi muda untuk proses rekrutmen TNI, serta memaknai setiap penugasan sebagai wujud pengabdian.

“Dimanapun kita ditugaskan, di situlah kita memberikan manfaat,” tegasnya.

Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Suhardi Kunjungi Kota Kotamobagu, Disambut Hangat Wali Kota Weny Gaib

Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Suhardi Kunjungi Kota Kotamobagu, Disambut Hangat Wali Kota Weny Gaib
Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Suhardi Kunjungi Kota Kotamobagu, Disambut Hangat Wali Kota Weny Gaib (Foto: Kominfo Kotamobagu)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, bersama Wakil Wali Kota Kotamobagu, Rendy Virgiawan Mangkat, menerima kunjungan Panglima Kodam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Suhardi, bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XIII/Merdeka, Ny. Evi Suhardi.

Kunjungan tersebut berlangsung pada Rabu, 24 September 2025 di Aula Rumah Dinas Wali Kota Kotamobagu.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kotamobagu menyampaikan ucapan selamat datang menggunakan bahasa adat “Dega Niondon Komintan”.

Ia juga memperkenalkan kondisi wilayah Kotamobagu yang terdiri dari empat kecamatan dan 33 desa serta kelurahan, dengan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai religius, adat, dan budaya.

“Alhamdulillah, situasi kamtibmas di daerah ini sangat kondusif. Pembangunan juga terus menunjukkan kemajuan yang signifikan, mulai dari pertumbuhan ekonomi, peningkatan pendapatan asli daerah, pembangunan infrastruktur, hingga menurunnya angka kemiskinan,” ujar Wali Kota.

Ia menambahkan, berbagai capaian prestasi yang diraih Kota Kotamobagu di tingkat provinsi maupun nasional tidak terlepas dari sinergi seluruh elemen masyarakat, serta dukungan penuh TNI dan Polri.

“Atas nama pribadi, pemerintah daerah, bahkan masyarakat, saya menyampaikan terima kasih kepada Panglima Kodam XIII/Merdeka bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XIII/Merdeka, yang berkenan melaksanakan kunjungan kerja sekaligus bersilaturahmi dengan pemerintah dan masyarakat Kota Kotamobagu,” ungkapnya.

Sementara, Panglima Kodam XIII/Merdeka saat diwawancarai usai kegiatan mengungkapkan bahwa ia masih memiliki agenda lain di BMR.

“Saya akan berkunjung ke Boltim untuk meninjau lokasi batalion teritorial pembangunan (TP)-868. Dan juga akan berkunjung ke Boltara,” singkatnya.

Kunjungan Panglima Kodam XIII/Merdeka di Kota Kotamobagu turut dihadiri Ketua DPRD Kotamobagu Adrianus Mokoginta, Dandim 1303 Bolaang Mongondow Letkol Inf. Fahmil Harris, Kapolres Kotamobagu AKBP Irwanto, S.I.K, Kepala Kejaksaan Negeri Kotamobagu Saptono, S.H., mantan Wakil Wali Kota Kotamobagu Jainuddin Damopolii, para asisten dan pimpinan OPD, camat, lurah, sangadi, serta tokoh agama, adat, masyarakat, pemuda, dan perempuan.

Polres Kotamobagu Bersama Densus 88 Tanamkan Nilai Toleransi di Kalangan Pelajar MAN 1

Polres Kotamobagu Bersama Densus 88 Tanamkan Nilai Toleransi di Kalangan Pelajar MAN 1
Polres Kotamobagu Bersama Densus 88 Tanamkan Nilai Toleransi di Kalangan Pelajar MAN 1 (Foto: Humas Polres Kotamobagu)

Kotamobagu, ZONABMR.COM — Sebagai langkah nyata dalam melindungi generasi muda dari pengaruh paham berbahaya, Polres Kotamobagu bersama Satgas Wilayah Sulut Densus 88 Antiteror Polri menggelar kegiatan Pembinaan Strategi Pencegahan Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme di MAN 1 Kotamobagu, Rabu, 24 Oktober 2025.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolres Kotamobagu AKBP Irwanto, SIK, MH, Kapolres Boltim AKBP Golfried Hasiholan, SH, MSi, Dandim 1303/BM Letkol Inf. Fahmil Harris, SIP, Katim Unit Identifikasi, Sosialisasi dan Pencegahan Satgaswil Sulut Densus 88 IPTU Elsronny Nongka, SH, serta Kepala Sekolah MAN 1 Kotamobagu Arkam Lahia, MPd, bersama para guru dan ratusan pelajar.

Dalam sambutannya, Kapolres Irwanto menegaskan bahwa intoleransi, radikalisme, dan terorisme adalah tiga ancaman serius yang dapat menggoyahkan persatuan bangsa.

“Intoleransi bisa memecah persaudaraan, radikalisme merusak nilai kebangsaan, dan terorisme mengancam keselamatan masyarakat. Karena itu, para pelajar harus paham sejak dini agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, terbuka, dan cinta damai,” tegasnya.

Senada dengan itu, Dandim 1303/BM Letkol Inf. Fahmil Harris menekankan pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman.

“Keberagaman adalah kekuatan bangsa. Kita harus saling menghargai perbedaan dan menolak segala bentuk ajaran radikal yang mengancam persatuan,” ujarnya.

Kegiatan yang dikemas dengan dialog interaktif ini memberikan pemahaman kepada pelajar agar bijak bermedia sosial, tidak mudah terprovokasi oleh informasi menyesatkan, serta berani menolak paham ekstremisme.

Antusiasme pelajar terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif berdiskusi dan bertanya seputar cara menangkal pengaruh radikalisme di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Polres Kotamobagu berharap dapat menanamkan nilai toleransi, cinta tanah air, dan semangat persatuan di kalangan pelajar sebagai benteng utama dalam mencegah berkembangnya paham radikal di wilayah Bolaang Mongondow Raya.

15 Sekolah di Kotamobagu-Boltim Meriahkan HUT ke-80 Sulut dengan Futsal dan Catur

15 Sekolah di Kotamobagu-Boltim Meriahkan HUT ke-80 Sulut dengan Futsal dan Catur
Penyerahan trofi oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kotamobagu-Boltim, Hansart Moonik, menandai puncak kemeriahan lomba olahraga antar guru dalam rangka HUT ke-80 Provinsi Sulut. (Foto: Jola)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Suasana semarak terlihat di SMAN 2 Kotamobagu, Senin, 22 September 2025.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melalui Cabang Dinas Pendidikan Daerah menggelar beragam lomba antar guru untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Provinsi Sulut. Tahun ini, kegiatan diangkat dengan tema “Kebersamaan dan Silaturahmi.”

Kompetisi yang dipertandingkan meliputi futsal putra, futsal putri, dan catur.

Pesertanya merupakan guru dan tenaga kependidikan (GTK) perwakilan dari SMA, SMK, serta SLB di wilayah Cabang Dinas Pendidikan Kotamobagu-Boltim. Tercatat ada 15 sekolah yang ikut ambil bagian.

Di cabang catur, gelar juara pertama diraih Djufri Panigoro (SMK Cokro). Posisi kedua ditempati Didi Limbanon (SMA Negeri 1 Kotamobagu), sedangkan tempat ketiga jatuh kepada Reinaldi Dako (SMK Negeri 2 Kotamobagu).

Untuk futsal putri, SMK Negeri 1 Kotamobagu sukses menyabet juara pertama. SMK Mooat harus puas di posisi kedua, dan SMA Negeri 2 Kotamobagu berada di peringkat ketiga.

Sedangkan di futsal putra, SMA Negeri 4 Kotamobagu berhasil keluar sebagai kampiun. SMK Mooat menyusul di posisi runner-up, dan SMA Negeri 2 Kotamobagu mengunci peringkat ketiga.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kotamobagu-Boltim, Hansart Moonik, mengapresiasi antusiasme peserta maupun dukungan sekolah yang ikut serta dalam kegiatan ini.

“Lomba ini bukan sekadar mencari pemenang. Lebih dari itu, menjadi ajang mempererat silaturahmi, menumbuhkan semangat sportivitas, dan membangun kebersamaan. Kami bangga melihat dedikasi para guru dan tenaga kependidikan yang turut berpartisipasi,” ujarnya.

Moonik juga menambahkan, kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai wadah mempererat hubungan antar GTK di wilayah Kotamobagu-Boltim.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 Kotamobagu, Drs. I Ketut Gunawan Adywisna, menyampaikan rasa bangga karena sekolah yang dipimpinnya dipercaya menjadi tuan rumah.

“Bagi kami, sebuah kehormatan bisa menjadi bagian dari perayaan HUT ke-80 Provinsi Sulut dengan menjadi tuan rumah kegiatan yang penuh makna ini. Kehadiran para guru dari berbagai sekolah menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya soal mengajar di kelas, tetapi juga tentang membangun kebersamaan, kebugaran jasmani, dan jiwa sportivitas. Kami berharap momentum ini semakin mempererat hubungan antar GTK sekaligus memberikan inspirasi bagi siswa bahwa guru pun bisa menjadi teladan dalam sportivitas,” tutur Adywisna.

Tak hanya pihak penyelenggara, para peserta juga merasakan manfaat kegiatan ini. Salah satunya, Reski Manangin, salah satu guru, yang mengaku senang bisa terlibat.

“Bertanding di lapangan bersama rekan-rekan guru dari sekolah lain adalah pengalaman yang sangat berharga. Kami bisa saling mengenal lebih dekat, berbagi semangat, sekaligus melepas penat dari rutinitas mengajar. Menang atau kalah bukanlah tujuan utama, yang terpenting adalah kebersamaan,” ungkap Reski.

Ia berharap lomba seperti ini terus dilaksanakan secara rutin agar silaturahmi antar guru semakin erat dan menjadi budaya positif di dunia pendidikan.

Drainase Perumahan PCI Motoboi Kecil Bermasalah, Warga: Ini Penipuan!

Drainase Perumahan PCI Motoboi Kecil Bermasalah, Warga: Ini Penipuan!
Drainase Buntu di Perum PCI Motoboi Kecil. (Foto: Udi)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Masalah drainase menjadi sorotan serius warga Perumahan Puri Citra Indah (PCI) Motoboi Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan.

Dalam pertemuan bersama pemerintah, TNI-Polri, dan stakeholder lain pekan lalu, forum warga menegaskan drainase yang dibangun developer tidak hanya bermasalah, tapi sama saja dengan melakukan penipuan.

Ketua Forum Persatuan Warga PCI, I Nyoman Arsana, saat diwawancarai Senin, 22 September 2025, menyebut drainase di kompleks PCI sejak awal tidak memiliki jalur pembuangan.

“Ini jelas bentuk penipuan. Bagaimana mungkin developer membangun perumahan tapi drainasenya buntu, tidak ada tembusan? Akibatnya setiap hujan, air meluap dan menggenangi rumah-rumah warga. Kami tidak akan diam dengan perlakuan seperti ini,” tegas Nyoman.

Sekretaris Forum, Michael Manoppo, di hari yang sama menegaskan kondisi tersebut sudah sangat meresahkan.

“Drainase dibuat hanya formalitas, tanpa ada saluran keluar. Air tergenang berhari-hari, menimbulkan bau, dan merusak kenyamanan warga. Ini bukan sekadar kelalaian, tapi pelecehan terhadap hak kami sebagai penghuni perumahan,” ujarnya.

Penasihat Forum, Yohanis Batara Randa, juga menyampaikan pernyataan keras. Menurutnya, dampak kesehatan dari drainase buntu itu sangat berbahaya.

“Air yang tidak mengalir bisa menjadi sarang penyakit. Dari genangan itu bisa muncul nyamuk penyebab demam berdarah (DBD), malaria, sampai penyakit kulit. Beberapa warga sudah merasakan gatal-gatal akibat lingkungan yang tidak sehat, bahkan sudah pernah ada kasus DBD,” jelasnya.

Hasil penelusuran langsung ZONABMR.COM di lapangan juga membenarkan temuan warga tersebut.

Saluran drainase yang dibangun developer memang tidak memiliki jalur tembusan alias buntu, sehingga air menggenang dan berpotensi memperparah banjir di lingkungan perumahan.

Forum warga menegaskan, sebelum berbicara soal fasilitas lain, masalah drainase harus menjadi prioritas developer untuk segera diselesaikan.

“Kalau ini tidak ditangani, kami akan tetap membawa persoalan ke DPRD bahkan menempuh jalur hukum,” pungkas Nyoman.

Pihak PT. Dwi Citra Lestari selaku developer Perumahan PCI sendiri, hingga saat ini masih bungkam dan belum memberikan statemen terkait persoalan tersebut.

Perkuat Kaderisasi, PKB Kotamobagu Hadirkan 100 Kader Anyar

Perkuat Kaderisasi, PKB Kotamobagu Hadirkan 100 Kader Anyar
Perkuat Kaderisasi, PKB Kotamobagu Hadirkan 100 Kader Anyar (Foto: YB)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Melalui kegiatan Pendidikan Kader Pertama (PKP) Kader Loyalis, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Kotamobagu melakukan kaderisasi terhadap sekitar 100 kader.

Pengkaderan yang menjadi bagian dari persiapan menghadapi Pemilu dan Pilkada serentak mendatang ini dibuka langsung oleh Wakil Ketua DPW PKB Sulut yang juga Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Senin 22 September 2025.

Bertempat di SELEVEL Resto and Cafe, kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Kotamobagu Rendy Virgiawan Mangkat, Ketua DPC PKB Kotamobagu Jusran Deby Mokolanot, Ketua Lembaga Kaderisasi DPP PKB Badrur Munir, Ketua dan Sekretaris Lembaga Pemenangan DPW PKB Sulut Dani Ikbal Mokoginta dan Muid Djalal, serta anggota DPRD Kotamobagu Fraksi PKB Refly Setiawan Mamonto, Hi. Saidin Mokoginta, dan Asni Labantu.

Selain ratusan peserta, jajaran pengurus, kader, hingga simpatisan PKB Kota Kotamobagu juga memadati kegiatan tersebut.

Ketua DPC PKB Kotamobagu, Jusran Deby Mokolanot, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta mengikuti PKP Kader Loyalis. Ia juga menyinggung perjalanan PKB Kotamobagu sejak 2009 silam.

“PKB Kota Kotamobagu pada Pemilu 2009 hanya meraih satu kursi di DPRD. Pada 2014 bertambah menjadi dua kursi, tahun 2019 menjadi tiga kursi dan membentuk fraksi utuh. Alhamdulillah pada Pemilu 2024, PKB meraih lima kursi dan berhasil merebut pimpinan dewan, serta salah satu kader terbaik PKB, dr. Weny Gaib, terpilih sebagai Wali Kota Kotamobagu,” ungkap Jusran.

Ia pun mengajak seluruh pengurus, kader, dan simpatisan untuk tetap solid mendukung kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kotamobagu.

“Wali Kota Kotamobagu adalah kader terbaik PKB. Karena itu, mari kita semua mendukung kepemimpinan beliau bersama Wakil Wali Kota dalam menjalankan roda pemerintahan,” tambahnya.

Sementara itu, Weny Gaib dalam sambutannya mewakili Ketua DPW PKB Sulut, Yusra Alhabsyi, menyampaikan terima kasih atas terlaksananya kegiatan tersebut. Menurutnya, partai tidak akan besar tanpa kader dan perencanaan yang matang.

“Partai selain bergantung pada strategi, juga pada kader. Agenda ini menjadi langkah penting untuk memperkuat kaderisasi internal partai sekaligus persiapan menghadapi Pemilu dan Pilkada mendatang,” ujar Weny.

Ketua Lembaga Kaderisasi DPW PKB Sulut, Dani Ikbal Mokoginta, menegaskan bahwa PKB adalah partai berbasis kaderisasi sehingga PKP Kader Loyalis menjadi agenda wajib untuk memperkuat internal.

“Agenda ini sangat penting bagi PKB. Inilah proses kaderisasi yang harus dijalankan,” jelas Dani yang juga Ketua Komisi II DPRD Kotamobagu.

Hal senada disampaikan Ketua Lembaga Kaderisasi DPC PKB Kotamobagu, Refly Setiawan Mamonto. Menurutnya, PKP Kader Loyalis ini menjadi sarana memperkuat internal partai.

“Kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta yang tersebar di Kota Kotamobagu, dengan pemateri langsung dari DPP dan DPW PKB Sulut,” pungkas Refly.