ZONA BOLTIM – Kopi Bulawan produksi Zulfikar Simbala, warga Desa Modayag II, Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menjadi salah satu pilihan bagi para penikmat kopi di Bolaang Mongondow (Bolmong) Raya.
Owner Kopi Bulawan yang akrab disapa Fikar ini menuturkan, kopi yang dijualnya tersebut, merupakan hasil dari perkebunan kopi miliknya sendiri.
“Kopi ini berasal dari wilayah perkebunan Dumatolan di Desa Modayag II, jadi 100 persen asli Boltim, selain itu semua penikmat kopi di Sulawesi Utara khususnya Bolmong Raya sudah tidak asing lagi dengan kopi Modayag” ujarnya.
Pria yang gemar bermain drum ini mengungkapkan, dirinya tetap menjaga kualitas rasa kopi dengan mempertahankan cara pengolahan biji kopi sebelum di pasarkan. “Proses produksinya cukup panjang, dimulai dari pemetikan sampai dengan pengemasan sebelum dijual,” ungkapnya.
Fikar juga menambahkan, Kopi Bulawan hanya mengambil biji kopi yang benar-benar matang dan siap panen, “Yang kita ambil hanyalah biji kopi yang sudah berwarna merah, selanjutnya biji kopi tersebut kita uji dulu apakah layak untuk dijual atau tidak. Setelah tahu kualitasnya baru kemudian kita olah dan kemas untuk dipasarkan,” tambahnya.
Harga Kopi Bulawan tergantung ukuran dan beratnya, mulai dari berat 150gr, 250gr, 500gr sampai 1 kg. Bagi yang berminat bisa langsung datang di rumah Kopi Bulawan yang terletak di Desa Modayag II kompleks masjid Alhayatul Islam atau bisa juga menghubungi via WhatsApp di nomor 082191359283. (*/guf)
ZONA EKONOMI — Usaha penyewaan atau rental peralatan camping saat ini menjadi salah satu jenis usaha yang cukup menjanjikan. Tak heran jika banyak pelaku usaha yang tertarik menjalankan bisnis ini.




ZONA POLITIK – Ketua DPRD Kotamobagu Meiddy Makalalag, menerima kunjungan kerja Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bertempat di ruang kerjanya, Kamis (20/1).
Informasi diperoleh, pertemuan Ketua DPRD Kotamobagu Meiddy Makalalag bersama dengan rombongan Komisi III DPRD Provinsi Sulut tersebut, untuk membahas sejumlah hal terutama soal pembangunan infrastruktur yang ada di pedesaan, terlebih khusus di wilayah Kota Kotamobagu.
Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Provinsi Sulawesi Utara Berthi Kapojos ketika diwawancarai media ini mengatakan, sebagai ketua Komisi III DPRD Provinsi Sulut membidangi Infrastruktur, pihaknya ke DPRD Kotamobagu ingin melihat pembangunan yang ada desa.
Diketahui, program pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan saat ini mendapatkan pengawasan juga dari pihak DPRD Kota Kotamobagu, dimana hal itu bisa dilihat dengan keseriusan dari para wakil rakyat yang ada di DPRD Kota Kotamobagu, ikut mengawal anggaran pembangunan daerah, hingga ke pelosok pedesaan di daerah tersebut. (Advertorial)
