
ZONA BOLTIM – Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sam Sachrul Mamonto, melaksanakan shalat Idul Adha 1442 Hijriah di Masjid Al Hayyatul Islam, Desa Modayag II, Selasa (19/7).
Bupati hadir didampingi Kepala Kementrian Agama (Kemenag), Camat Modayag dan beberapa pejabat.
Sholat Ied kali ini tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes). Setiap jamaah yang masuk ke masjid menggunakan masker, dan jarak antar jamaah juga diatur. Sementara di luar area masjid, ada pihak keamaan yang terdiri dari pihak kepolisian, TNI, Satpol PP dan organisasi masyarakat yang berjaga-jaga.
Kepala Seksi Haji dan Bimas Islam Kementrian Agama Boltim, Muh Ma’mur S.Ag, dalam khotbahnya menyampaikan, ada dua peristiwa penting yang tidak bisa lepas dari hari raya idul Adha, kedua peristiwa tersebut adalah Haji dan kurban.
“Namun pada situasi saat ini kedua ibadah tersebut harus dilaksanakan di tengah pandemi covid-19 yang sampai saat ini belum mereda. Seperti kita ketahui bersama akibat covid-19 yang berkepanjangan mewabah di berbagai penjuru dunia sehingga jamaah Haji indonesia selama dua tahun berturut-turut tidak diberangkatkan ke tanah suci, sehingga betul-betul menguji kesabaran jamaah haji,” ucapnya dalam khutbah. (*/guf)

ZONA KOTAMOBAGU – Hingga Senin (19/7) malam pukul 20.54 Wita, jumlah hewan kurban di Kota Kotamobagu mencapai 421 ekor, masing-masing; sapi 354 dan kambing 67. Demikian dikatakan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kotamobagu, Hamdan Mokoagow, Senin (19/7).
ZONA POLITIK – Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Kotamobagu, Beggie Chandra Gobel, memimpin rapat pembahasan rancangan retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah (PKD) Kota Kotamobagu, Senin (19/7).

Adapun Prokes yang diterapkan, yakni sebelum masuk ke lokasi pelaksanaan shalat Idul Adha, jamaah diwajibkan mencuci tangan di tempat yang sudah disediakan, kemudian melakukan pengukuran suhu tubuh, menggunakan masker dengan benar, serta mengatur jarak ketika sudah berada di dalam lokasi pelaksanaan shalat Idul Adha. Selain itu, Pemdes Moyag juga membatasi jamaah yang hadir, seperti lansia dan anak-anak serta masyarakat yang sedang sakit untuk tidak melakukan shalat berjamaah.
Selain itu, Prokes ketat juga diterapkan saat melakukan pemotongan hewan kurban. Dalam ketentuan itu, panitia hingga masyarakat penerima daging kurban wajib menggunakan masker selama pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, serta menjaga jarak antara pelaksana kurban. Kemudian masyarakat yang sakit diimbau juga agar tidak bergabung dalam pelaksanaan kurban. (Advertorial)
Sangadi Moyag, Rusmin Mamonto mengatakan, Musdes kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena tahun ini Musdes RKPDes tahun 2022 dipimpin langsung oleh Ketua BPD.
Dirinya berharap, dari beberapa program usulan prioritas ini dapat menjadi perhatian pemerintah daerah agar akses dan roda perekonomian masyarakat akan terus meningkat.


