Salah satu calon Paskibraka Kotamobagu menerima suntikan dosis pertama vaksin covid-19.
ZONA KOTAMOBAGU — Program percepatan penanganan Covid-19 melalui vaksinasi terus digulir Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu.
Selain menyasar masyarakat di 33 desa dan kelurahan se-Kota Kotamobagu, kali ini giliran calon pasukan pengibar bendera pusaka (Capas) Kota Kotamobagu menerima suntikan dosis pertama vaksin covid-19 yang digelar di alun-alun Boki Hontinimbang, Kamis (15/7).
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kotamobagu, Marham Anas Tungkagi mengatakan, total 51 peserta yang mengikuti vaksinasi. Terdiri dari 36 orang calon Paskibraka inti, 10 orang capas cadangan ditambah 5 orang pelatih.
“Dari semua peserta, 4 diantaranya belum divaksin, karena pada saat screnning mereka baru mengkonsumsi obat. Kemungkinan nanti menyusul jika sudah memenuhi syarat untuk divaksin,” kata Anas.
Dalam program tersebut lanjut Anas, pihaknya juga meminta persetujuan orang tua calon Paskibraka melalui surat yang ditandatangani.
“Adapun jenis vaksin yang digunakan sinovac dan setelah observasi kurang lebih 30 menit, semua berjalan aman dan lancar,” tandasnya. (*/guf)
ZONA KOTAMOBAGU — Aparat Desa Kelurahan di Kota Kotamobagu dihimbau untuk lebih proaktif lagi dalam melakukan pendataan warga masyarakatnya yang akan menjalani vaksinasi. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kotamobagu, dr Tanty Korompot, M.Kes., ditemui di ruang kerjanya, Kamis (15/7).
Menurut Tanty, dari evaluasi yang dilakukan Gugus Tugas Covid-19 Pemkot Kotamobagu terkait pelaksanaan program vaksinasi, masih dijumpai beberapa keluhan yang disampaikan masyarakat, terutama warga yang antusias datang ke lokasi pelaksanaan vaksin namun belum sempat terlayani, maupun kerumunan yang terjadi saat pelaksanaannya.
“Sebisa mungkin kami meminta aparat desa kelurahan untuk bisa mengatur dengan baik teknis pendataan dan pendaftaran warga yang akan divaksin. Di beberapa lokasi masih terdapat warga yang sudah datang namun tidak terlayani karena kuota yang terbatas. Untuk mengantisipasi ini, sosialisasi ke warga perlu di-intens-kan lagi, termasuk teknis pendataan warga yang akan divaksin. Ini penting agar warga yang sudah terdata bisa langsung dilayani dan bisa mengurangi kerumunan,” ucap Tanty.
Teknis pendataan dan pendaftaran warga yang akan divaksin lanjut Tanty, merupakan kewenangan pemerintah desa dan kelurahan. Diperlukan kerjasama dan koordinasi yang baik antara aparat desa kelurahan yang ada agar tahapan vaksinasi bisa berjalan sebagaimana yang diharapkan.
“Teknisnya memang ada di aparat desa kelurahan. Prosesnya perlu diatur dengan baik agar permasalahan yang muncul di lapangan pada saat pelaksanaan vaksinasi bisa diminimalisir. Sebisa mungkin masyarakat yang datang bisa terlayani, dan yang belum bisa langsung didata untuk diprioritaskan pada vaksinasi berikutnya,” ujarnya.
Untuk ketersediaan vaksin Dinkes Kotamobagu masih bergantung alokasi yang diberikan Dinas Kesehatan Provinsi Sulut sebagai pihak yang menentukan jumlah alokasi vaksin di setiap daerah di Sulut. Jumlah kebutuhan vaksin dari target yang ada sudah kami sampaikan ke Dinkes Sulut. Posisi Rabu kemarin stok yang ada sejumlah 4.800, masing-masing Astrazeneca 2.000 dan Sinovac sebanyak 2.800.
“Pemkot mengerahkan 7 tim yang turun setiap harinya dalam vaksinasi ini. 5 tim dari Puskesmas, 1 dari RSUD Kotamobagu, dan 1 tim lagi dari Dinas Kesehatan. Setiap tim diberi target 100 orang untuk setiap lokasinya, jadi total per hari mencapai 700 orang yang akan divaksin. Untuk total warga Kotamobagu yang sudah divaksin sampai dengan Rabu (14/7) kemarin mencapai 27.796 orang,” ucapnya.
Disinggung terkait penambahan tim tenaga kesehatan yang dikerahkan untuk mempercepat pelaksanaan vaksin, ia menuturkan memang menjadi permasalahan tersendiri bagi pemerintah daerah.
“Kami harus merencanakan ini dengan matang. Tenaga kesehatan masih terbatas, sementara pelaksanaan vaksinasi juga tidak boleh menganggu pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang ada, apalagi di tengah kondisi seperti saat ini. Jika kami menambah tim lagi, otomatis tenaga kesehatan di RSUD maupun Puskesmas akan berkurang dan bisa mempengaruhi pelayanan kesehatan yang diberikan. Belum ditambah tenaga kesehatan yang harus menjalani isolasi mandiri karena terpapar Covid-19,” tutur Tanty.
Pemkot Kotamobagu sendiri menargetkan 90 ribu penduduk yang akan divaksin dari kurang lebih 123 ribu jiwa jumlah penduduk Kota Kotamobagu yang akan dilaksanakan secara bertahap hingga pertengahan tahun depan. (*/guf)
ZONA BOLTIM – Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sam Sachrul Mamonto, Rabu (14/7), dinyatakan pulih dari Covid-19 setelah dilakukan tes swab PCR oleh Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) Manado, dan hasilnya negatif.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan swab PCR BPOM manado, Bupati Boltim bapak Sam Sachrul Mamonto, alhamdulillah hasilnya Negatif. Dan beliau sudah melakukan isolasi mandiri selama 10 hari dan insha allah besok beliau akan beraktifitas kembali di Kantor Bupati seperti biasanya,” terang Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boltim, Eko Marsidi.
Lanjut Eko, meski Bupati telah dinyatakan pulih dari covid-19, pihaknya akan melakukan pengetatan dan pemeriksaan untuk setiap tamu yang akan berkunjung ke kantor Bupati Boltim. “Untuk akses masuk ke kantor bupati hanya satu pintu yakni, pintu lantai 1 sebelah Barat. Khusus pak Bupati dan pak Wabup masuk melalui pintu timur lantai 2,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto, kepada media ini mengungkapkan, bahwa dirinya telah melakukan dua kali pemeriksaan yakni, tes swab antigen dan swab PCR dengan hasil negatif.
“Jadi untuk lebih memastikan hasilnya, saya melakukan swab PCR dan alhamdulillah hasilnya negatif,” ungkap Bupati Sachrul.
Bupati menambahkan, setelah dinyatakan positif covid-19 pada 5 Juli 2021, dirinya langsung melakukan isolasi mandiri meski tanpa gejala. “Ini untuk menjaga agar virus ini tidak tertular kepada orang lain. Selama isolasi mandiri, saya rutin berolahraga, mengkonsumsi vitamin dan tidak berinteraksi dengan siapapun,” ujar bupati. (guf)
ZONA BOLTIM – Setelah sepekan menjalani isolasi mandiri di rumah pribadinya, saat ini kondisi kesehatan Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sam Sachrul Mamonto, semakin membaik. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boltim, Eko Marsidi, Rabu (14/7).
“Kondisi pak bupati saat ini semakin sehat. Sehat sekali, dan terus mendapat pengawasan dari dokter juga tim tenaga kesehatan. Nah, untuk memastikannya kita sudah melakukan pemeriksaan lagi kepada beliau (Bupati), sudah dites swab kembali. Untuk hasilnya kami masih menunggu,” ujar Eko Marsidi.
Dikatakannya, tim Dinkes Boltim juga selalu mengawasi perkembangan kondisi Bupati beberapa hari ke depan. “Walaupun sudah dikatakan sehat, tapi kita tetap menunggu hasil tes swab lanjutan. Makanya pak bupati masih melakukan isolasi mandiri, menjaga jangan ada kontak dengan orang lain dan beliau selalu mengkonsumsi vitamin juga makanan sehat, istirahat yang cukup, untuk meningkatkan imun beliau,” terangnya.
Seperti diketahui sebelumnya, Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto, mengakui dirinya dinyatakan positif covid-19 pada Rabu 7 Juli setelah menjalani Swab PCR.
“Sebelumnya tanggal 3 Juli hasil swab PCR saya negatif, tapi karena ada kontak erat dengan beberapa staf saya dan mereka positif maka saya kembali melakukan swab PCR dan hasilnya positif. Tapi tadi malam hasil rapid Antigen justru sudah negative, tapi saya tetap waspada untuk menjaga kontak dengan orang lain. Dan saya putuskan untuk isolasi mandiri,” kata Bupati Sachrul. (*/guf)
ZONA KOTAMOBAGU – Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Kotamobagu tahun 2021, akan menjalani program vaksinasi covid-19, Kamis (15/7) besok.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Marham Anas Tungkagi, mengatakan seluruh calon anggota Paskibraka (Capas) wajib mengikuti vaksinasi termasuk tim pelatih.
“Kita sudah lakukan koordinasi dengan pihak dinas kesehatan, dan sesuai dengan jadwal vaksinasi untuk para capas akan dilaksanakan, Kamis (15/7) besok, bertempat di Lapangan Boki Hotinimbang,” kata Anas, Rabu (14/7).
Sebelum dijadwalkan, lanjut Anas, pihaknya juga telah menyampaikan soal kewajiban para capas untuk mengikuti vaksinasi ini kepada para orang tua.
“Alhamdulillah seluruh orang tua Capas mengizinkan anak-anak mereka untuk divaksin yang dituangkan dalam surat persetujuan yang telah diserahkan beberapa waktu,” terangnya.
Selain 36 Capas, pihak Dispora juga telah menyiapkan cadangan Capas 10 orang yang terdiri dari 5 putri dan 5 putra.
“Mereka juga diwajibkan untuk melakukan Vaksinasi Covid-19, karena mereka, disiapkan untuk menggantikan Capas yang berhalangan berupa sakit atau cedera menjelang pelaksanaan upacara nanti. Termasuk pelatih capas juga wajib divaksin,” pungkasnya. (*/guf)
ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kotamobagu, terus melakukan pendampingan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Hingga pertengahan Juli 2021, Dinas P3A telah menerima 63 laporan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Susilawati Gilalom menyebut, dari 63 kasus tersebut merupakan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan non KDRT.
“Kasus kekerasan terhadap perempuan yang kami terima sebanyak 21 kasus, dan kasus kekerasan terhadap anak sebanyak 42 kasus,” kata Susi, Rabu (14/7).
Dikatakannya, hingga saat ini pihaknya terus melakukan pendampingan terhadap kasus-kasus tersebut.
“Sudah ada sekitar 20 kasus yang sudah sampai proses penuntutan, sementara sisanya sedang dimediasi, penyelidikan dan penetapan,” ujarnya.
Sementara, untuk kasus Anak Berhadapan dengan Hukum atau kasus perundungan, kata Susilawati, saat ini sedang diversi di Kejaksaan. “Dan kami terus melakukan pendampingan,” pungkasnya. (*/guf)
ZONA BOLTIM – Panitia peringatan HUT ke-13 Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), terus mematangkan persiapan jelang hari puncak pelaksanaan 21 Juli 2021 mendatang.
Untuk mensukseskan HUT nanti, Pemkab Boltim sudah membentuk panitia pelaksana yang diketuai Asisten I Bidang Hukum dan Pemerintahan, Sekretariat Daerah (Setda), Priyamos SH MM.
“Selanjutnya kami akan menggelar rapat panitia yang nantinya melibatkan pihak TNI dan Polri,” ujar Priyamos, Senin (12/7).
Lanjutnya, dalam pelaksanaannya seluruh rangkaian peringatan HUT Boltim akan digelar secara sederhana mengingat kondisi saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19.
“Dalam pelaksanaan nanti, kita juga akan melakukan koordinasi dengan tim gugus tugas penanggulangan Covid-19,” ujarnya.
Priyamos menambahkan bahwa untuk rangkaian kegiatan peringatan HUT diantaranya Upacara Bendera dan Paripurna Istimewa DPRD Boltim.
“Namun semuanya akan kita bahas dulu lewat rapat terkait teknis pelaksanaannya nanti, tentunya juga dengan penerapan protokol yang ketat,” tandasnya. (*/guf)
ZONA KOTAMOBAGU – Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Kotamobagu, bersama Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotamobagu menggelar rapat finalisasi terkait pembahasan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Kotamobagu tahun anggaran 2020, bertempat di ruang Banmus DPRD, Selasa (13/7).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kotamobagu, Sande Dodo mengatakan, bahwa rapat finalisasi terkait pembahasan laporan LPJ pelaksanaan APBD 2020 belum selesai.
“LPJ pelaksanaan APBD 2020 masih sementara dibahas, kami dari Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu menunggu jadwal dari Banggar DPRD Kotamobagu untuk pembahasan selanjutnya,” katanya.
Lanjutnya, terdapat empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum selesaikan pembahasan LPJ. “Empat OPD tersebut masih menunggu jadwal dari Banggar. Untuk itu, pembahasan hari ini belum selesai,” katanya.
Turut hadir dalam rapat tersebut, Sekda Sande Dodo, Asisten II Rafika Bora, Asisten III Sofyan Mokoginta, Kepala Bapelitbangda Adnan Massinae, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan daerah Sugiarto Yunus, Kepala Bagian Ekonomi Sumitro Potabuga, Kabag Organisasi Ahmad Abasi, Kepala Sub Bagian Perundang-undangan Siska Potabuga, Kepala Bidang Aset Andry Mokoginta, Kepala bidang Akutansi Christine Imban, dan Sekretaris Bapelitbangda Ivone Rundengan.
Rapat tersebut dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD Kotamobagu, Syarifuddin Mokodongan, didampingi Herdy Korompot dan dihadiri oleh anggota Banggar DPRD Kotamobagu yakni, Royke Kasenda, Yossie Samad, Ahmad Sabir, Jusran Deby Mokolanot, Novy Reggie Manoppo, dan Agus Suprijanta. (*/guf)
Petugas Dinas Pertanian saat memeriksa kesehatan hewan kurban di salah satu tempat penjualan hewan, tahun lalu.
ZONA KOTAMOBAGU — Jelang Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriyah, Dinas Pertanian dan Perikanan (DPP) Kotamobagu terus melakukan pengawasan serta pemeriksaan kesehatan hewan kurban.
Kepala Bidang Peternakan, Samsul Hidayat Lasena, mengatakan terkait pengawasan kesehatan hewan kurban baik ternak sapi maupun kambing sudah dilakukan pihaknya jauh hari sebelumnya.
“Termasuk menyiapkan tim untuk melaksanakan pemantauan kantong-kantong ternak yang ada di seluruh wilayah Kota Kotamobagu, seperti pasar blante ternak sapi yang ada di Gogagoman dan pasar ternak kambing yang tersebar di sejumlah titik,” kata Samsul, Selasa (13/7).
Lanjutnya, untuk mempermudah proses pemantauan kesehatan hewan kurban, pihaknya juga telah melayangkan surat kepada seluruh lurah dan sangadi se-Kotamobagu.
“Kami juga sudah menyurat ke desa dan kelurahan yang ditandatangani bapak Sekda perihal permintaan data hewan kurban yang akan disembeli di masing-masing desa dan kelurahan, tujuannya agar mempermudah proses pemeriksaan kesehatan hewan yang akan disembeli pada hari raya kurban nanti. Jadi kami kantongi dulu data jumlah berapa hewan yang akan disembelih dan datanya itu kami tunggu paling lambat tanggal 19 Juli, sehari sebelum hari raya,” terangnya.
Ditambahkannya, dalam pelaksaan pemeriksaan kesehatan hewan kurban tersebut, pihaknya melibatkan sejumlah unsur terkait.
“Selain di back-up dokter hewan, ada juga tim penyuluh di masing-masing wilayah yang akan membantu proses pemeriksaan hewan kurban nanti,” tandasnya. (*/guf)
ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) mengimbau kepada seluruh masyarakat di Kota Kotamobagu agar segera melakukan pembaharuan data pada Kartu Keluarga (KK), jika terdapat perubahan atau bermasalah.
Kepala Disdukcapil Kotamobagu, Irianto Mokoginta mengatakan pembaharuan pada data KK sangat penting bagi masyarakat yang menerima bantuan dari pemerintah.
“Jika terdapat data yang perlu diperbaiki. Ini penting, apalagi masyarakat yang akan menerima bantuan karena ketika data tidak diperbarui otomatis tidak akan terbaca oleh sistem,” ujarnya.
Dirinya menambahkan, sampai hari ini pihaknya terus berusaha melayani masyarakat dengan cara yang terbaik dan cepat.
“Pelayanan terus kami tingkatkan demi kepentingan masyarakat Kotamobagu, adapun pengurusan di Dukcapil tidak dipungut biaya, akan tetapi masyarakat harus membawa persyaratan yang telah ditentukan sesuai apa yang akan diurus,” ungkapnya. (guf)