Beranda blog Halaman 32

RSUD Kota Kotamobagu Jalani Evaluasi Tahunan Akreditasi Rumah Sakit Secara Daring

RSUD Kota Kotamobagu Jalani Evaluasi Tahunan Akreditasi Rumah Sakit Secara Daring
RSUD Kota Kotamobagu Jalani Evaluasi Tahunan Akreditasi Rumah Sakit Secara Daring

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kotamobagu kembali menjalani evaluasi tahunan dari tim Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), Kamis, 24 Juli 2025.

Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun oleh lembaga independen penyelenggara akreditasi yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

Berbeda dari verifikasi faktual yang dilakukan secara langsung di lapangan, evaluasi tahunan kali ini kembali dilakukan secara daring melalui platform Zoom Meeting.

Meski demikian, prosesnya tetap berlangsung ketat dan menyeluruh.

Dalam sesi evaluasi, tim akreditasi tidak hanya melakukan wawancara dengan Direktur RSUD Kotamobagu, Fernando M. Mongkau, S.Kep, Ns, M.Kes., tetapi juga mewawancarai sejumlah tenaga medis dan staf rumah sakit lainnya.

Menurut Fernando, tim juga melakukan pengecekan terhadap berbagai fasilitas rumah sakit secara virtual.

“Tim akreditasi melakukan tinjauan menyeluruh terhadap sarana dan prasarana kami untuk memastikan apakah semuanya masih sesuai dengan standar akreditasi,” jelas Fernando.

Jika ditemukan adanya fasilitas atau aspek layanan yang dinilai tidak lagi sesuai standar, RSUD KK diberikan waktu dua hari untuk melakukan pembenahan.

Setelah perbaikan dilakukan, rumah sakit wajib mengirimkan laporan sebelum dan sesudah pembenahan kepada tim akreditasi.

“Ini adalah bagian dari proses peningkatan mutu layanan. Kami harus terus menjaga standar tinggi yang sudah ditetapkan,” tambah Fernando.

Evaluasi tahunan ini merupakan bagian dari siklus penjaminan mutu yang lebih besar. RSUD Kotamobagu dijadwalkan akan menjalani verifikasi faktual kembali pada tahun 2027 mendatang.

Sebelumnya, verifikasi terakhir dilakukan pada 2022, yang mengukuhkan status RSUD KK sebagai rumah sakit paripurna dengan akreditasi lima bintang.

Dengan evaluasi rutin dan semangat pembenahan berkelanjutan, RSUD Kotamobagu menunjukkan komitmennya dalam menjaga mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Status paripurna lima bintang bukan hanya prestasi, tetapi juga tanggung jawab yang terus dijaga melalui standar dan akuntabilitas yang tinggi.

Kemenag Apresiasi Pemkot Kotamobagu Anggarkan Dana untuk Pendamping Haji Daerah

Kemenag Apresiasi Pemkot Kotamobagu Anggarkan Dana untuk Pendamping Haji Daerah
Kepala Kemenag Kotamobagu, Jamaluddin Lamato

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kotamobagu, Jamaluddin Lamato, menyampaikan apresiasi atas langkah Pemerintah Kota Kotamobagu yang menganggarkan dana melalui APBD untuk dua orang Petugas Pendamping Haji Daerah (PHD) tahun 2025 ini.

Menurut Jamaluddin, kebijakan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kelancaran dan kualitas pelayanan ibadah haji bagi warga Kotamobagu.

Apalagi, kata dia, saat ini antrean haji di wilayah Kotamobagu sudah sangat panjang.

“Kalau ada yang baru mendaftar sekarang, waktu tunggunya bisa sampai 15 tahun. Oleh karena itu, sangat disayangkan jika kuota yang sudah disiapkan pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Agama tidak terisi,” ujar Jamaluddin, Kamis, 24 Juli 2025, di ruang kerjanya.

Ia menjelaskan, untuk kategori petugas PHD, Kementerian Agama RI mendapatkan jatah sekitar 2.000 kuota untuk se-Indonesia.

Kuota ini harus dipenuhi agar tidak ada kekosongan dalam pelaksanaan teknis dan pelayanan jamaah haji di tanah suci.

“Contohnya, pada pelaksanaan haji tahun ini, Provinsi Sulawesi Utara sebenarnya mendapat enam kuota petugas PHD, tapi yang terisi hanya lima. Maka sisa satu kuota itu akan diberikan ke provinsi lain agar tetap mencapai jumlah nasional,” ungkapnya.

Hal yang sama, lanjutnya, juga berlaku untuk kuota jamaah haji. Jika ada yang berhalangan berangkat dan tidak ada pengganti dari provinsi asal, maka akan diisi oleh jamaah dari daerah lain.

“Oleh karena itu, kami sangat mengapresiasi kebijakan Pemkot Kotamobagu. Ini bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memaksimalkan kuota yang tersedia dan mempercepat pelayanan kepada jamaah,” tambahnya.

Diketahui, anggaran untuk petugas PHD ini disiapkan melalui APBD 2025 dan dialokasikan bagi dua orang pendamping dari daerah.

Petugas PHD memiliki peran strategis dalam membantu jamaah, mulai dari bimbingan manasik, pendampingan selama perjalanan, hingga membantu kebutuhan teknis selama berada di tanah suci.

Kebijakan ini juga dinilai sejalan dengan semangat nasional dalam peningkatan pelayanan haji yang lebih profesional dan humanis, seiring terus meningkatnya jumlah pendaftar haji dari tahun ke tahun.

Pemerintah Kota Kotamobagu sendiri menyatakan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen pelayanan publik berbasis keagamaan dan dukungan terhadap visi keumatan.

Dinas PUPR Kotamobagu Siapkan Program Sanitasi di Wilayah Padat Penduduk

Dinas PUPR Kotamobagu Siapkan Program Sanitasi di Wilayah Padat Penduduk
Yeyen Yambo

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Kotamobagu melalui Bidang Cipta Karya akan melaksanakan program pembangunan sanitasi masyarakat secara swakelola di dua desa dan empat kelurahan.

Kepala Bidang Cipta Karya, Yeyen Yambo, mengungkapkan program ini difokuskan pada pembangunan tangki septik individual bagi masyarakat di wilayah padat penduduk.

Hal tersebut disampaikannya saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Rabu, 23 Juli 2025.

“Berdasarkan hasil pendataan dan pemantauan lapangan, ditemukan bahwa di beberapa wilayah, pembuangan WC warga masih langsung ke aliran sungai,” ungkap Yeyen.

Adapun desa dan kelurahan yang akan menerima bantuan program ini adalah Desa Kobo Kecil, Desa Kopandakan Satu, serta Kelurahan Kotobangon, Mongondow, Pobundayan, dan Gogagoman.

Setiap desa dan kelurahan akan mendapatkan masing-masing empat unit tangki septik individual.

Total anggaran yang disiapkan untuk program ini mencapai Rp480 juta, dengan alokasi Rp80 juta per wilayah.

Yeyen menambahkan, tahapan sosialisasi telah rampung, dan Kelompok Swakelola Masyarakat (KSM) di masing-masing lokasi juga telah terbentuk.

“Saat ini kita sudah masuk pada tahap penandatanganan kontrak, dan pekerjaan akan mulai dilaksanakan pada minggu depan,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan pembangunan direncanakan berlangsung mulai 28 Juli hingga 24 Desember 2024.

Pemerintah Kota Kotamobagu berharap program ini dapat membantu masyarakat yang belum memiliki fasilitas sanitasi layak serta menekan angka pencemaran lingkungan, khususnya di daerah aliran sungai.

Dinas Pol PP dan Damkar Kotamobagu Resmi Pindah ke Kantor Baru

Dinas Pol PP dan Damkar Kotamobagu Resmi Pindah ke Kantor Baru
Sahaya Mokoginta Memimpin Apel Perdana di Kantor Dinas Satpol PP dan Damkar yang Baru

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Kotamobagu resmi menempati kantor baru terhitung sejak 21 Juli 2025.

Kantor baru tersebut berlokasi di Kelurahan Kotamobagu, tepatnya di depan Masjid Agung Baitul Makmur, yang sebelumnya merupakan gedung eks Polres Kotamobagu.

Sebelumnya, Dinas Pol PP dan Damkar berkantor di jalur dua Jalan Paloko Kinalang.

Kepala Satpol PP Kotamobagu, Sahaya Mokoginta, menjelaskan bahwa pemindahan kantor dilakukan karena gedung lama sudah tidak lagi memadai untuk menampung seluruh personel dan aktivitas dinas.

“Sekarang kami sudah menempati kantor baru di depan Masjid Agung, bekas kantor Polres. Lokasinya lebih luas, memiliki banyak ruangan untuk pegawai, dan tersedia area parkir untuk armada pemadam kebakaran,” ungkap Sahaya saat dihubungi, Selasa, 22 Juli 2025.

Menurutnya, jumlah keseluruhan personel Satpol PP dan Damkar mencapai sekitar 150 orang, sehingga membutuhkan ruang kerja yang representatif.

Di kantor lama, keterbatasan ruang menjadi kendala utama.

“Di kantor yang baru, ruangannya cukup memadai, sehingga tidak ada lagi pegawai yang harus berdesak-desakan,” tambahnya.

Sahaya juga mengimbau kepada masyarakat agar langsung menuju kantor baru jika memiliki keperluan terkait layanan Satpol PP maupun Damkar.

“Bagi masyarakat yang memiliki urusan atau membutuhkan layanan dari Damkar maupun Satpol PP, silakan langsung datang ke kantor kami yang baru,” ucapnya.

Fighter to Watch at Kotamobagu Baku Pukul: Abdul Manaf Mokobela

Fighter to Watch at Kotamobagu Baku Pukul: Abdul Manaf Mokobela
Abdul Manaf Mokobela

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Dalam setiap kompetisi bela diri, selalu ada satu nama yang muncul tak hanya karena pukulannya keras, tapi karena cerita di balik langkahnya ke atas ring.

Di ajang TCW Kotamobagu Baku Pukul, nama itu adalah Abdul Manaf Mokobela – seorang remaja dari Kelurahan Genggulang, yang menjadikan ring sebagai tempat memperjuangkan lebih dari sekadar kemenangan.

Lahir pada 16 September 2006, Manaf telah jatuh hati pada dunia bela diri sejak usia 13 tahun.

Ia memulai langkahnya secara serius pada tahun 2019, saat usianya masih belia. Tapi dari usia muda itulah ia sudah menunjukkan karakter petarung sejati: tekun, sabar, dan tak mudah puas.

Di luar ring, ia adalah remaja sederhana yang tumbuh dalam lingkungan yang penuh nilai-nilai kedisiplinan dan kekeluargaan.

Nama ibunya, Masni Mokobela, adalah sosok yang selalu ada di balik setiap langkah yang ia ambil.

“Saya bertarung untuk banyak hal, tapi yang utama, untuk Ibu. Setiap keringat dan luka, saya ingat wajah beliau. Kemenangan ini, saya persembahkan sepenuhnya untuk ibu yang tak pernah berhenti mendoakan dan mendukung saya,” tutur Manaf dengan suara yang nyaris bergetar setelah naik podium juara.

Dimana pada partai final TCW Kotamobagu Baku Pukul, ia mengalahkan fighter tangguh, Penaldi Papuputungan.

Disiplin dan Latihan yang Menempa Karakter

Sebelum naik ring di TCW, Manaf bukan pemula. Ia telah mencicipi kerasnya duel di Tarsius Combat, juga menempuh jalur teknik dari taekwondo aliran Jidokwan.

Dua arena itu menjadi fondasi penting yang membentuknya sebagai petarung lengkap – menguasai teknik, memahami tempo, dan tak gentar pada tekanan.

Namun segalanya berubah ketika ia bergabung dengan TCW Fighting Camp, tempat ia menempa diri lebih serius.

Di bawah komando Coach Akbar Taufik Polontalo, Manaf menjalani latihan intensif: dari pagi hari yang dingin hingga malam yang melelahkan, semuanya ia jalani tanpa keluhan.

“Anak ini punya daya tahan, bukan cuma secara fisik, tapi juga emosional. Dia tahu kenapa dia bertarung, dan itu membuat latihannya jadi sangat fokus dan produktif,” ujar Coach Akbar.

Latihan itu pun terbayar lunas. Saat masuk final TCW Kotamobagu Baku Pukul, Manaf tampil percaya diri.

Bukan hanya tekniknya yang tajam, tapi juga ketenangan dan kontrol diri yang luar biasa.

Ia bertarung dengan kepala dingin, membaca lawan, dan tahu kapan harus menyerang maupun bertahan.

Petarung yang Menghargai Proses

Yang membuat sosok Manaf begitu menarik adalah sikapnya di luar ring. Meski keluar sebagai pemenang, ia tidak menganggap dirinya lebih unggul.

Dalam pernyataan usai pertandingan, ia justru memberi semangat kepada mereka yang belum berhasil meraih kemenangan.

“Buat semua fighter yang kalah, saya tahu rasanya. Tapi jangan berhenti. Latihan, tempa diri, dan balik lebih kuat. Dan untuk teman-teman yang menang, termasuk saya, jangan cepat puas. Karena yang kalah hari ini, besok bisa saja jadi juara berikutnya. Kita semua di sini untuk belajar dan berkembang.”

Statement itu menunjukkan karakter yang matang, jauh melampaui usianya.

Ia tidak bertarung hanya untuk menang, tapi juga untuk membuktikan bahwa bela diri adalah jalan hidup – jalan yang mengajarkan hormat, kerja keras, dan kerendahan hati.

Dukungan dari TCW dan Komunitas Petarung Lokal

Owner TCW Group sekaligus ketua panitia pelaksana turnamen, Michael Solat Bibisa, mengaku bangga bisa melihat sosok seperti Abdul Manaf muncul dari ajang ini.

“Manaf adalah contoh sempurna dari tujuan kami menyelenggarakan TCW Baku Pukul: menemukan, membina, dan memajukan petarung lokal yang punya semangat dan karakter kuat. Kita butuh lebih banyak anak muda seperti dia, yang tidak hanya jago bertarung, tapi juga punya jiwa sportivitas tinggi.”

Ajang seperti ini bukan hanya soal medali, tapi tentang perjalanan. Dan bagi Abdul Manaf Mokobela, perjalanan itu baru saja dimulai.

Dengan semangat membara, sikap rendah hati, dan cinta tulus untuk keluarganya – terutama ibunya – ia bukan hanya petarung untuk hari ini.

Ia adalah harapan besar untuk masa depan dunia bela diri di Kotamobagu, Sulawesi Utara bahkan tak menutup kemungkinan untuk Indonesia.

Karena di dalam ring, kadang yang paling kuat bukanlah yang paling keras pukulannya, tapi yang paling tulus niatnya.

IAIM Kotamobagu Gelar Wisuda, 96 Mahasiswa Resmi Sandang Gelar Sarjana

IAIM Kotamobagu Gelar Wisuda, 96 Mahasiswa Resmi Sandang Gelar Sarjana
Para Wisudawan/Wati Bersama Rektor dan Civitas Academika IAIM Kotamobagu

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Kota Kotamobagu kembali menggelar prosesi wisuda program Sarjana Strata 1 (S1) yang berlangsung khidmat di Ballroom Hotel Sutanraja, Senin, 21 Juli 2025.

Kegiatan ini merupakan Sidang Terbuka Senat Akademik dalam rangka Wisuda Periode Tahun 2025, dan menjadi momentum penting dalam dunia pendidikan tinggi di wilayah Bolaang Mongondow Raya.

Rektor IAIM Kotamobagu, Prof. Dr. Evra Willya, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan bahwa sebanyak 96 mahasiswa berhasil menyelesaikan studi dan diwisuda pada periode ini.

“Sebanyak 96 mahasiswa diwisuda, yang berasal dari enam program studi. Yakni, Fakultas Tarbiyah dengan Prodi PGMI dan MPI, Fakultas Syariah dengan Prodi Hukum Keluarga (HK) dan Perbankan Syariah, serta Fakultas Ushuluddin dengan Prodi Manajemen Dakwah dan Komunikasi Penyiaran Islam,” jelasnya.

Prof. Evra berharap para lulusan IAIM dapat menjadi agen perubahan yang mampu menjawab tantangan global dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah, khususnya di Kota Kotamobagu.

Sementara itu, Asisten II Setda Kota Kotamobagu, Adnan Masinae, M.Si., yang hadir mewakili Pemerintah Daerah, turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya wisuda tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kota Kotamobagu, saya menyampaikan apresiasi kepada IAIM yang telah melaksanakan wisuda ini. Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang hari ini resmi menyandang gelar sarjana,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Kopertais Wilayah VIII Sulawesi, Maluku, dan Papua, Dr. KH. Nur Taufiq, M.Ag., menegaskan bahwa IAIM Kotamobagu telah memenuhi seluruh aspek legalitas sebagai institusi pendidikan tinggi.

“Kampus IAIM telah melalui uji kelayakan, baik dari aspek akademik, kelayakan penguji dan pembimbing, serta administrasi. Dengan demikian, mahasiswa lulusan dari kampus ini sah secara administratif dan akademik,” tegasnya.

Dengan mengusung semangat Islam Berkemajuan dan nilai-nilai Muhammadiyah, para lulusan IAIM diyakini akan mampu mengimplementasikan ilmu, menjunjung integritas, serta berkomitmen untuk memberi manfaat bagi umat, bangsa, dan negara.

IAIM Kotamobagu Gelar Wisuda, 96 Mahasiswa Resmi Sandang Gelar Sarjana

IAIM Kotamobagu Gelar Wisuda, 96 Mahasiswa Resmi Sandang Gelar Sarjana
Para Wisudawan/Wati Bersama Rektor dan Civitas Academika IAIM Kotamobagu

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Kota Kotamobagu kembali menggelar prosesi wisuda program Sarjana Strata 1 (S1) yang berlangsung khidmat di Ballroom Hotel Sutanraja, Senin, 21 Juli 2025.

Kegiatan ini merupakan Sidang Terbuka Senat Akademik dalam rangka Wisuda Periode Tahun 2025, dan menjadi momentum penting dalam dunia pendidikan tinggi di wilayah Bolaang Mongondow Raya.

Rektor IAIM Kotamobagu, Prof. Dr. Evra Willya, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan bahwa sebanyak 96 mahasiswa berhasil menyelesaikan studi dan diwisuda pada periode ini.

“Sebanyak 96 mahasiswa diwisuda, yang berasal dari enam program studi. Yakni, Fakultas Tarbiyah dengan Prodi PGMI dan MPI, Fakultas Syariah dengan Prodi Hukum Keluarga (HK) dan Perbankan Syariah, serta Fakultas Ushuluddin dengan Prodi Manajemen Dakwah dan Komunikasi Penyiaran Islam,” jelasnya.

Prof. Evra berharap para lulusan IAIM dapat menjadi agen perubahan yang mampu menjawab tantangan global dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah, khususnya di Kota Kotamobagu.

Sementara itu, Asisten II Setda Kota Kotamobagu, Adnan Massinae, M.Si., yang hadir mewakili Pemerintah Daerah, turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya wisuda tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kota Kotamobagu, saya menyampaikan apresiasi kepada IAIM yang telah melaksanakan wisuda ini. Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang hari ini resmi menyandang gelar sarjana,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Kopertais Wilayah VIII Sulawesi, Maluku, dan Papua, Dr. KH. Nur Taufiq, M.Ag., menegaskan bahwa IAIM Kotamobagu telah memenuhi seluruh aspek legalitas sebagai institusi pendidikan tinggi.

“Kampus IAIM telah melalui uji kelayakan, baik dari aspek akademik, kelayakan penguji dan pembimbing, serta administrasi. Dengan demikian, mahasiswa lulusan dari kampus ini sah secara administratif dan akademik,” tegasnya.

Dengan mengusung semangat Islam Berkemajuan dan nilai-nilai Muhammadiyah, para lulusan IAIM diyakini akan mampu mengimplementasikan ilmu, menjunjung integritas, serta berkomitmen untuk memberi manfaat bagi umat, bangsa, dan negara.

TCW Kotamobagu “Baku Pukul” Sukses Digelar, Ini Daftar Juara dari Laga Final Seru Antar Fighter

TCW Kotamobagu “Baku Pukul” Sukses Digelar, Ini Daftar Juara dari Laga Final Seru Antar Petarung
Para Fighter Peserta TCW Kotamobagu Baku Pukul bersama Panitia Pelaksana

Kotamobagu, ZONABMR.COM — Turnamen Terbuka TCW Kotamobagu Baku Pukul yang digelar di pelataran parkir Kampus UDK Kelurahan Kotobangon, yang digelar 17-19 Juli 2025, berlangsung meriah.

Laga final yang mempertemukan para fighter dari berbagai desa dan kecamatan di wilayah Bolaang Mongondow Raya ini menyuguhkan pertarungan sengit dan penuh sportivitas.

Sebanyak 23 partai final digelar dari berbagai kelas berat, mulai under 48 kg hingga 80 kg, menarik minat ribuan pasang mata.

Masing-masing juara berhasil menaklukkan lawannya dan keluar sebagai yang terbaik di kelasnya.

Berikut daftar juara dan lawan yang mereka kalahkan di partai final:

Kelas Under 48 Kg:

Irfandi Lompu (Matali) mengalahkan Pemas Paputungan (Matali)

Alfa Utusan (Gogagoman) mengalahkan Moh. Rifky Idrus (Liberia)

Rifki Podomi (Matali) mengalahkan Exel Simbala (Matali)

Kelas Under 52 Kg:

Firmansyah Paputungan (Inobonto) mengalahkan Basyir Ahmad (Konarom)

Aswir Mokodompit (Tanoyan) mengalahkan Vico Damopolii (Langagon)

Rivaldi Paputungan (Lolan) mengalahkan Adit Holingi (Matali)

Rafka Pobela (Bilalang) mengalahkan Indra Bayu Biloa (Gogagoman)

Abdul Manaf Mokobela (Genggulang) mengalahkan Penaldi Paputungan (Lolan)

Eko Susanto (Mongondow) mengalahkan Rivaldi Mamonto (Matali)

Rezky Paputungan (Poyowa Kecil) mengalahkan Rasya (Abak)

Andika Katili (Tanoyan) mengalahkan Regiyanto Makalalag (Matali)

Baim Andahaeng (Tanoyan) mengalahkan Moh. Djamal (Gorontalo)

Kelas Under 63 Kg:

Ancer Umbola (Motoboi Kecil) mengalahkan Dido Mango (Tanoyan)

Marselino Tongkasi (Dumoga) mengalahkan Asril Badu (Motoboi Kecil)

Kelas Under 65 Kg:

Anci mengalahkan Mahmud Mamonto

Kelas Under 67 Kg:

Firman Yusuf (Dumoga) mengalahkan Eca Dotulong (Gogagoman)

Arnet Anggai (Lolan) mengalahkan Riki Limonu (Tadoy)

Kelas Under 71 Kg:

Joshua Lapian (Gogagoman) mengalahkan Yeremia (Biga)

Kelas Under 72 Kg:

Riko Apriyanto (Mopuya) mengalahkan Gunawan Lamariang (Lolan)

Vicky Katili (Tanoyan) mengalahkan Nicky Bangki (Motoboi Kecil)

Kelas Under 80 Kg:

Yadi (Bilalang) mengalahkan Alvarezi (Dumoga)

Daniel Happy (Gorontalo) mengalahkan Fadly Mokodompis (Dumara)

Para juara menerima uang tunai, medali, dan piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan mereka di ring.

Tak hanya untuk para juara, para Fighter finalis juga mendapatkan hadiah.

Apresiasi dari Tokoh dan Pemerintah Daerah

Ketua panitia dan penggiat olahraga tarung, Michael Solat Bibisa, mengapresiasi kesuksesan acara. “TCW Baku Pukul adalah ruang pembuktian bagi generasi muda yang ingin menyalurkan bakatnya di jalur yang positif.

Semua peserta menunjukkan teknik dan semangat yang luar biasa. Ini membanggakan,” ucap Michael.

Sementara itu, Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, juga memberikan dukungan penuh atas pelaksanaan kegiatan ini.

“Kami dari pemerintah sangat mendukung turnamen seperti ini. Selain menjaga kesehatan dan daya saing pemuda, ini juga bisa menjadi jalan mencetak atlet-atlet profesional dari daerah,” kata Weny.

Turnamen TCW Kotamobagu Baku Pukul tahun ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, namun juga momentum memperkuat silaturahmi dan semangat sportivitas di tengah masyarakat Kotamobagu dan sekitarnya.

“Baku Pukul” di Atas Ring, Baku Sayang di Luar Ring: TCW Kotamobagu Open Tournament 2025 Sukses Digelar

“Baku Pukul” di Atas Ring, Baku Sayang di Luar Ring: TCW Kotamobagu Open Tournament 2025 Sukses Digelar
Panitia Penyelenggara TCW Kotamobagu Baku Pukul Open Tournament 2025

Kotamobagu, ZONABMR.COM — Dentuman sorak dan semangat solidaritas mewarnai suksesnya gelaran TCW Kotamobagu Baku Pukul Open Tournament 2025.

Sebuah ajang bela diri yang bukan hanya menjadi tempat adu teknik dan ketangkasan, tetapi juga menjadi simbol persaudaraan dan kebersamaan.

Digelar dengan persiapan yang singkat, event ini tetap berhasil memikat ratusan pasang mata warga Kotamobagu dan sekitarnya.

Antusiasme penonton yang luar biasa menjadi bukti betapa besarnya kecintaan masyarakat Bolaang Mongondow Raya (BMR) terhadap olahraga bela diri.

Salah satu panitia yang juga merupakan anggota komunitas Torang Baku Sayang (TBS), Lucky Belenehu, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat.

“Kami hanya punya waktu sangat singkat untuk persiapan, tapi semangat teman-teman luar biasa. Panitia kerja siang malam, saling bantu, saling topang. Ini bukti bahwa kalau torang baku dukung, semua bisa terlaksana,” ujar Lucky.

Dari sisi peserta, semangat serupa juga terasa.

Yadi Mokoginta, fighter asal Bilalang yang ikut bertanding, mengungkapkan harapannya agar event seperti ini terus digelar secara berkelanjutan.

Event ini bukan hanya tentang menang atau kalah, tapi tentang bertemu teman-teman baru, belajar dari satu sama lain, dan mempererat tali silaturahmi. Harapannya TCW dan TBS bisa bikin acara begini terus,” kata Yadi.

Wali Kota Kotamobagu, Wenny Gaib, yang turut hadir dan menyaksikan TCW Kotamobagu Baku Pukul secara langsung, juga memberikan dukungannya.

“Baku pukul cukup di atas ring. Tapi di luar itu, harus jadi ajang baku dapa, baku kase inga, dan baku sayang. Ini kegiatan positif yang bisa menumbuhkan minat dan bakat anak-anak muda kita,” ungkap Wenny dalam sambutannya.

Ketua panitia sekaligus pemilik TCW Group, Michael Solat Bibisa, tak dapat menyembunyikan rasa syukur atas kesuksesan event perdana yang digelar komunitas TBS ini.

“Alhamdulillah, Puji Tuhan, event pertama komunitas TBS Kotamobagu Baku Pukul 2025 sukses. Terima kasih untuk semua yang sudah mendukung dengan waktu, tenaga, dan materi. Ini bukan sukses saya pribadi, ini sukses kita semua—seluruh anggota TBS,” tutur Michael dengan penuh haru.

Ia pun menambahkan harapan agar kebersamaan dalam komunitas TBS terus terjaga

“Semoga kita semua diberi kesehatan, umur yang berkah, jadi manusia yang bermanfaat. TBS harus makin solid: baku sayang, baku lindungi, baku suport, baku kase inga tentang kebaikan, dan yang paling penting, baku jaga satu sama lain. Kita hindari perselisihan dan perpecahan, guys!”

Ajang ini bukan sekadar turnamen. Ia adalah refleksi semangat baru warga muda Kotamobagu: bertarung dengan sportivitas, namun tetap pulang dengan pelukan persaudaraan.

Torang Baku Sayang, bukan cuma slogan tapi jadi cara hidup.

Fighter to Watch at TCW Kotamobagu Baku Pukul: Rafka Pobela

Fighter to Watch at TCW Kotamobagu Baku Pukul: Rafka Pobela
Rafka Pobela (kanan) Menerima Medali, Piagam dan Hadiah

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Di antara dentuman musik pembuka, sorakan penonton, dan atmosfer panas pertarungan malam final TCW Kotamobagu Baku Pukul Open Tournament, Sabtu, 19 Juli 2025, satu nama muda mencuri sorotan: Rafka Pobela.

Tidak seperti kebanyakan petarung yang mengusung aura garang dan tubuh berbalut otot, Rafka tampil sederhana.

Remaja 16 tahun ini lebih mirip siswa yang hendak ikut ujian sekolah daripada seorang atlet bela diri.

Tapi ketika kakinya menginjak kanvas, semuanya berubah.

Dalam partai final kelas under 52 kg, Rafka memperlihatkan teknik luar biasa.

Gerakannya ringan tapi terukur, serangannya cepat dan tajam.

Ia menghadapi lawan tangguh Indra Bayu Biloa, namun berhasil mengunci kemenangan lewat kombinasi tendangan dan kombo pukulan keras sebelum akhirnya menyudahi duel dengan pukulan liver kiri—teknik yang dikenal menyakitkan dan sulit diantisipasi.

“Saya fokus pada presisi dan kecepatan. Saat lawan lengah, itulah momen terbaik untuk menyelesaikan pertandingan,” ujar Rafka usai laga.

Latar Belakang: Lahir untuk Bertarung dengan Cara yang Benar

Rafka lahir di Kotamobagu, 9 Juli 2009. Ia merupakan anak kedua dari pasangan Yopi Pobela dan Herawati Putong, dan kini tinggal bersama keluarga di Kelurahan Bilalang II.

Semangat bertarungnya mulai tumbuh saat bergabung di Bogani Fighting Camp pada 2018, ketika usianya baru menginjak 9 tahun.

Saat ini, Rafka duduk di kelas 2 SMA Negeri 1 Kotamobagu.

Meskipun padat dengan latihan dan turnamen, ia tetap menjaga prestasi akademik agar seimbang.

Di luar ring, ia cukup aktif di media sosial, khususnya di Instagram lewat akun @rafkapbla, tempat ia membagikan aktivitas latihan dan motivasi bagi anak muda lainnya.

Rekam Jejak Prestasi

Turnamen Kotamobagu Baku Pukul tahun ini merupakan ajang kedelapan dan menjadi panggung besar kedua bagi Rafka di kota kelahirannya.

Sebelumnya, ia telah berhasil mengoleksi gelar juara saat ikut turnamen di Manado, Boltim dan Kotamobagu.

Semua prestasi itu ia persembahkan untuk keluarga, terutama kakaknya Serda Muhammad Riva Pobela yang tengah bertugas di Kalimantan.

Lebih dari Sekadar Kemenangan

Bagi Rafka, bela diri bukan hanya soal menang atau kalah. Lebih dari itu, ini adalah tentang disiplin, arah hidup, dan bentuk perlawanan terhadap kenakalan remaja.

“Stop jo ba nakal. Lebe bae se tunjung di ring,” kata Rafka. “Masih banyak pertandingan di depan, tetap latihan dan jangan cepat puas.”

Pesan ini ia tujukan bukan hanya untuk fighter muda di BMR, tapi juga untuk anak-anak sebayanya yang mungkin belum menemukan arah.

Idola dan Harapan

Dalam berkarier, Rafka mengidolakan sosok pelatih Andre Pakarianto—fighter yang menurutnya tidak hanya melatih teknik, tapi juga membentuk mental.

Ia berharap ke depan event seperti TCW Kotamobagu Baku Pukul akan terus digelar dan makin berkembang.

“Semoga makin banyak anak muda yang memilih ring sebagai tempat menyalurkan energi. Karena dari sini, kita belajar disiplin, tanggung jawab, dan menghormati lawan.”

Rafka Pobela bukan hanya petarung muda berprestasi. Ia adalah simbol dari generasi baru Kotamobagu yang memilih jalur positif untuk unjuk diri.

Dan dengan kemampuan, mental, dan semangat yang ia miliki, nama Rafka sangat mungkin jadi bintang masa depan bela diri Sulawesi Utara, bahkan Indonesia.