Beranda blog Halaman 40

Ironi Musisi Daerah: Dihargai di Luar, Diabaikan di Rumah Sendiri

~ Mereka berkarya, bukan karena ingin dikenal, tapi karena ingin didengar. ~

Ironi Musisi Daerah: Dihargai di Luar, Diabaikan di Rumah Sendiri
Ironi Musisi Daerah: Dihargai di Luar, Diabaikan di Rumah Sendiri

Opini, ZONABMR.COM – Lembaran kertas penuh tulisan dan coretan, lantunan alat musik dan senandung dari bibir yang coba menyesuaikan harmoni sembari berusaha keras mencari nada yang sekiranya pantas; sesekali berhenti untuk menyesap asupan air hitam pekat. Belum lagi waktu yang entah butuh berapa banyak – sebuah proses yang sering diabaikan banyak orang – mengiringi karya itu lahir.

Senyap menyelimuti para pemilik suara. Musisi daerah. Mereka yang mengukir nada dari bilik sempit dan menulis lirik dari luka yang tak dilihat siapa-siapa. Mereka yang berkarya, bukan karena ingin dikenal, tapi karena ingin didengar.

Namun sayang, mereka lebih sering disambut tepuk tangan di tempat asing, daripada di tempat yang mereka sebut rumah.

Ironi itu terus berulang: yang dekat dianggap biasa, yang jauh dielu-elukan. Padahal, karya-karya mereka tak kalah merdu, tak kurang tulus, tak sedikit pun kehilangan nyawa.

Lucunya, dunia hari ini lebih cepat jatuh cinta pada suara yang menyanyikan ulang lagu orang lain. Musisi cover dengan pencahayaan pas dan estetika kekinian dihujani pujian dan dibanjiri tayangan.

Sedang musisi yang menulis dari nol – dengan getar jari dan degup hati – harus menunggu waktu lebih lama, atau bahkan tak pernah cukup dianggap.

Mereka tidak punya lagu yang sudah viral untuk dijadikan umpan. Mereka hanya punya kejujuran yang kadang terlalu asing untuk didengar.

Tidak, saya tidak pernah bermasalah dengan musisi cover, – saya pernah juga menjadi bagian dari itu demi sedikit pundi-pundi cuan untuk bertahan hidup di perantauan – dan saya memiliki hubungan yang cukup baik dengan mereka.

Ini bukan soal siapa yang lebih layak, tapi soal siapa yang berani menciptakan dari ruang sunyi. Mereka yang melahirkan karya dari ketiadaan seharusnya jadi pondasi ekosistem musik yang sehat.

Namun apa daya, perhatian kita kadang terlampau silau oleh nama-nama besar, hingga lupa bahwa bintang pun pernah redup di tanahnya sendiri.

Dan lebih menyakitkan lagi—dukungan yang paling dibutuhkan, justru tak datang dari yang paling dekat. Keluarga yang diam, teman yang pura-pura lupa, tetangga yang hanya mengintip dari balik layar.

Mereka tahu lagunya enak, mereka tahu karyanya niat, tapi untuk membagikan? Untuk datang saat tampil? Untuk memberi semangat sederhana? Tak banyak yang tergerak.

Terlebih di kota kecil ini, mereka yang punya kemampuan lebih untuk turut mempromosikan, nyatanya tak bisa diharapkan.

Mereka yang mengaku pernah menjadi bagian dari pergerakan musik lokal, nyatanya mungkin hanya dijadikan batu loncatan untuk meraup simpati.

Atau mungkin faktor gengsikah? Faktor merasa harusnya mereka lebih besar, lebih hebat, lebih berkemampuan? Atau mungkin ada faktor lain? Entahlah.

Musisi daerah tak butuh karpet merah. Mereka hanya ingin didengar sebelum terlambat. Mereka hanya ingin diyakini, sebelum dunia melakukannya lebih dulu.

Jangan sampai ketika mereka berdiri di panggung besar, kita baru sibuk mengklaim, “Itu orang sini,” padahal dulu kita sendiri yang tak pernah hadir di barisan penontonnya.

Saatnya kita di BMR ubah cara pandang. Mulailah dengarkan yang belum populer. Sebarkan karya yang lahir dari tanah para Bogani ini. Hargai musisi yang menulis, bukan hanya yang mengulang.

Karena di balik setiap lagu yang belum viral, ada jiwa yang menanti pengakuan. Dan barangkali, lewat dukungan kecil kita, sebuah karya besar sedang tumbuh.

Bila bukan kita yang lebih dulu percaya, maka kita pun tak pantas ikut bangga saat dunia menyambutnya. ***

Berkarya di Tengah Badai: Belajar dari Eyang Titiek Puspa
Udi Masloman

*Penulis adalah Pemimpin Redaksi Zonabmr. Aktif di pergerakan musik lokal daerah, frontman dan penulis lagu di band Krayon INS. Pernah menjadi penyiar di stasiun radio lokal DC FM; saat ini menjabat sebagai Ketua DPC organisasi  pers Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Kabupaten Bolmong

RVM Resmi Buka Seleksi Paskibra Kota Kotamobagu Tahun 2025

RVM Resmi Buka Seleksi Paskibra Kota Kotamobagu Tahun 2025
RVM Resmi Buka Seleksi Paskibra Kota Kotamobagu Tahun 2025

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Wakil Wali Kota Kotamobagu, Rendy Virgiawan Mangkat (RVM) secara resmi membuka tahapan seleksi pembentukan Pasukan Pengibar Bendera Paskibra tingkat Daerah Kota Kotamobagu Tahun 2025.

Acara pembukaan tersebut dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan Kota Kotamobagu pada hari Senin, 14 April 2025, dan dihadiri oleh unsur pemerintah, panitia seleksi, serta para peserta seleksi dari berbagai sekolah tingkat menengah atas se-Kotamobagu.

Dalam sambutannya, RVM menegaskan bahwa seleksi Paskibra bukan hanya menjadi bagian dari rutinitas tahunan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, namun memiliki makna yang sangat mendalam dalam rangka pembinaan karakter generasi muda bangsa.

“Menjadi bagian dari Paskibra bukan hanya soal baris-berbaris, tapi juga tentang semangat kebangsaan dan kepemimpinan. Ini adalah wadah strategis untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme, kedisiplinan, dan integritas kepada para pelajar yang merupakan calon-calon pemimpin bangsa di masa depan,” ungkap RVM

RVM menyampaikan harapan besar kepada para peserta seleksi agar mengikuti seluruh tahapan dengan penuh semangat, kejujuran, dan dedikasi tinggi.

“Kami berharap, anak-anak kita yang mengikuti seleksi ini mampu menunjukkan dedikasi, semangat, dan kecintaan pada Tanah Air. Jadikan ini sebagai pengalaman berharga yang akan membentuk kalian menjadi generasi yang kuat, cinta tanah air, dan siap memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara,” tutur RVM.

Tak lupa, mantan anggota DPRD Kotamobagu itu juga menegaskan pentingnya profesionalisme dan transparansi dalam proses seleksi.

“Bagi panitia seleksi, kami titipkan tugas mulia ini agar dilakukan secara objektif, profesional, dan transparan. Kita ingin menghasilkan calon-calon Paskibra yang benar-benar layak dan siap mewakili Kota Kotamobagu, baik di tingkat daerah maupun hingga ke Tingkat Nasional jika terpilih. Seleksi ini bukan hanya tentang siapa yang terbaik secara fisik, tapi juga menyangkut keteguhan sikap, mental, dan kecintaan terhadap bangsa,” tegas RVM.

Seleksi Paskibra tingkat daerah akan menjadi dasar dalam memilih peserta terbaik yang nantinya akan mewakili Kota Kotamobagu dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 yang akan diselenggarakan pada bulan Agustus 2025 mendatang.

Para peserta yang lolos seleksi akan menjalani pelatihan intensif, baik dalam hal keterampilan teknis baris-berbaris maupun dalam pembinaan mental dan wawasan kebangsaan.

Dengan terlaksananya kegiatan seleksi itu, PemKot Kotamobagu menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cakap secara fisik, namun juga memiliki karakter yang kuat, nasionalisme tinggi, serta mampu menjadi panutan dan teladan bagi sesama.

Weny Gaib Sambut Dukungan TBS untuk Pembangunan Kotamobagu

Weny Gaib Sambut Dukungan TBS untuk Pembangunan Kotamobagu
Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib dan Wakil Wali Kota Rendy Virgiawan Mangkat saat Audiensi dengan Komunitas TBS

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Komunitas Torang Baku Sayang (TBS) menyatakan dukungan penuh terhadap program-program strategis Pemerintah Kota Kotamobagu.

Dukungan tersebut disampaikan saat audiensi dan silaturahmi dengan Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib dan Wakil Wali Kota Kotamobagu, Rendy Virgiawan Mangkat yang berlangsung di ruang kerja Wali Kota, Senin, 14 April 2025.

Dalam pertemuan yang berlangsung akrab itu, Ketua TBS, Michael Sholat Bibisa, menegaskan komitmen komunitasnya untuk menjadi mitra strategis pemerintah, terutama dalam mendukung pembangunan daerah melalui penyebaran informasi yang konstruktif dan berintegritas.

Weny Gaib – Rendy V. Mangkat menyambut baik kehadiran TBS sebagai mitra strategis.

Dalam dialog tersebut, mereka juga membahas sejumlah isu penting, salah satunya pengembangan sektor pertanian, khususnya pada komoditas kakao.

Selain menyatakan dukungan, TBS juga memaparkan rencana pelaksanaan kegiatan halalbihalal sebagai sarana mempererat hubungan antara komunitas dan pemerintah. Michael menambahkan bahwa acara tersebut bertujuan memperkokoh sinergi dalam membangun daerah.

Weny Gaib – Rendy Virgiawan Mangkat pun berjanji akan menghadiri kegiatan Halal Bi Halal yang akan digelar oleh komunitas TBS.

Audiensi tersebut diakhiri dengan kesepahaman untuk terus memperkuat kerja sama antara komunitas dan Pemerintah Kota Kotamobagu ke depan.

Berkarya di Tengah Badai: Belajar dari Eyang Titiek Puspa

~ Karena seperti kata eyang Titiek, “Hidup itu indah, kalau kita mau menciptakannya.” ~

Berkarya di Tengah Badai: Belajar dari Eyang Titiek Puspa
Berkarya di Tengah Badai: Belajar dari Eyang Titiek Puspa

Opini, ZONABMR.COM – Di kota kecil ini, di antara riuh rendah harapan dan pesimisme yang kadang terasa menyesakkan, saya memilih tetap berkarya.

Tidak selalu mudah, memang. Kadang semangat naik turun seperti nada dalam lagu yang belum selesai ditulis. Tapi setiap kali hati mulai ragu, bayangan eyang Titiek Puspa muncul dalam benak saya.

Bagi saya, beliau bukan hanya musisi legendaris – beliau adalah cahaya kecil yang terus menyala di tengah gelap, pengingat bahwa berkarya itu soal ketulusan, bukan semata soal sorak sorai dunia.

Eyang Titiek Puspa, dalam pandangan saya, adalah versi perempuan dari almarhum Hi. Benyamin Sueb: sosok multi-talenta yang tak pernah kehilangan senyumnya, bahkan ketika hidup menantangnya habis-habisan.

Seperti Bang Ben, eyang Titiek tidak hanya menyanyi; beliau bercerita, menghidupkan rasa, menyulam suara menjadi bagian dari napas kehidupan.

Sebagai vokalis dan penulis lagu di Krayon INS, saya belajar dari mereka. Bahwa menjadi musisi itu bukan hanya soal mengejar ketenaran, tetapi soal menjadi penggerak. Saya ingin – meskipun kecil – menjadi bagian dari angin yang mendorong kapal-kapal kecil bernama “musisi daerah” untuk berlayar lebih jauh.

Bukan hanya menyanyikan ulang lagu orang lain, tapi berani menyanyikan kisahnya sendiri. Menulis nadanya sendiri. Membunyikan mimpi-mimpinya sendiri.

Karena karya orisinal itu seperti sidik jari – tidak ada dua yang benar-benar sama.

Dan di dalam karya itu, ada keberanian, ada kegembiraan, ada luka, ada tawa, semua berbaur menjadi satu dalam harmoni yang mungkin sederhana, tapi sangat bermakna.

Pengalaman saya sebagai penyiar di DC FM pun saya manfaatkan untuk memperjuangkan mimpi ini.

Dimana saat itu, lewat program kecil yang saya beri nama OK’D (Orang Kota Do’eh), saya mengundang teman-teman musisi daerah yang sudah berani punya lagu sendiri. Saya beri mereka ruang – sekecil apapun itu – untuk bersuara, untuk dikenal lebih luas.

Bagi saya, setiap lagu mereka adalah potongan jiwa yang patut dirayakan, bukan dilupakan.

Jejak Luka dan Mimpi Seorang Musisi dari Pelosok

Namun, tidak semua perjalanan mulus.

Saya sempat menyayangkan pernyataan dari seorang kenalan sekaligus juga tokoh yang cukup berpengaruh di daerah kami, yang pernah berkata,

Ngoni ini (musisi daerah) datang-datang suka tampil mar minta bayar. Sapa ngoni? Nda terkenal! (Kalian ini datang ingin diberi panggung, tapi minta dibayar. Kalian siapa? Tidak terkenal!)”

Kalimat itu sempat terasa menampar. Seperti ombak dingin yang menghantam perahu kecil di tengah laut.

Dan tentunya amat sangat disayangkan, ketika kalimat itu keluar dari lisan seseorang yang punya kapasitas – dan kalau tidak salah ingat, beliau sempat menjadi host salah satu pagelaran musik kolektif lokal – mendorong masyarakat untuk lebih mengapresiasi musisi daerah.

Sangat kontras dengan tokoh muda di daerah sebelah yang bahkan ketika memegang posisi lebih tinggi di provinsi, tetap berusaha memberi panggung untuk musisi dari daerahnya.

Tapi sudahlah, saya memilih tidak tenggelam dalam kekecewaan. Karena tentunya jalan pemikiran dan pemahaman seseorang tak mungkin untuk selalu selaras dengan kita.

Saya jadikan itu sebagai bahan bakar untuk berkarya lebih keras, lebih baik, dengan harapan suatu hari nanti, akan ada musisi daerah yang bukan hanya dikenal di tanah sendiri, tapi juga mengharumkan nama di tingkat nasional, bahkan internasional.

Toh saya sudah pernah membuktikan, bahwa dengan segala keterbatasan yang ada, saya bersama Krayon INS mampu membawa pulang kebanggaan: peringkat 3 nasional dalam ajang pencarian bakat yang disponsori salah satu produk rokok ternama 13 tahun silam.

Dan tentu saja meski mungkin hanya segelintir, ketika lagu-lagu Krayon INS dibawakan ada saja di antara penonton ikut bernyanyi.

Pun tak cukup itu, beberapa sahabat musisi dari kota kecil ini saya tahu persis punya pencapaian yang membanggakan; hanya karena keterbatasan akses informasi dan perkembangan medsos belum seperti sekarang saja hingga tidak terekspos.

Itu adalah bukti-bukti kecil, bahwa dari daerah pun kita bisa bersuara nyaring, sepanjang kita mau bertahan, belajar, dan percaya.

Saya percaya, meski perlahan, perubahan akan datang.

Saya percaya, bahwa di balik ragu, ada asa.

Saya percaya, bahwa musisi daerah, dengan semua keterbatasannya, bisa menjadi api kecil yang suatu hari nanti membakar langit.

Dan setiap kali saya mulai merasa lelah, saya kembali mengingat eyang Titiek Puspa – perempuan tangguh yang menulis hidupnya dalam nada, yang membuktikan bahwa usia, situasi, bahkan zaman, tidak pernah benar-benar bisa memadamkan semangat berkarya.

Berkarya itu keputusan. Berkarya itu doa. Berkarya itu janji, kepada diri sendiri – untuk tidak menyerah.

Maka, biarlah saya tetap di sini, di panggung kecil ini, menyanyikan lagu-lagu yang lahir dari hati, dengan harapan suatu hari gema kecil ini akan menemukan hatinya yang lain, di tempat-tempat yang belum saya jamah.

Dan saya percaya, musik adalah salah satu cara terindah untuk menciptakan hidup itu. ***

Berkarya di Tengah Badai: Belajar dari Eyang Titiek Puspa
Udi Masloman

*Penulis adalah Pemimpin Redaksi Zonabmr. Aktif di pergerakan musik lokal daerah, frontman dan penulis lagu di band Krayon INS. Pernah menjadi penyiar di stasiun radio lokal DC FM; saat ini menjabat sebagai Ketua DPC organisasi  pers Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Kabupaten Bolmong

PJS Sulawesi Utara Siap Mengawal Program Prabowo – Gibran

PJS Sulawesi Utara Siap Mengawal Program Prabowo - Gibran
PJS Sulawesi Utara Siap Mengawal Program Prabowo – Gibran

Manado, ZONABMR.COM – Organisasi pers DPD Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Sulawesi Utara menegaskan komitmennya untuk mengawal pelaksanaan program-program yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Sulawesi Utara.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua DPD PJS Sulut, Butje Lengkong, dan Sekretaris DPD PJS Sulut, Steven Pande-iroot, setelah melakukan rapat koordinasi dengan pengurus dan anggota DPC PJS Kota Manado pada Sabtu, 12 April 2025, di Komplek Lapangan KONI Sulut.

Steven Pande-iroot menyampaikan bahwa pers memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pembangunan bangsa. Selain berfungsi sebagai penyebar informasi, pers juga berperan sebagai kontrol sosial untuk memastikan kebijakan pemerintah berjalan dengan baik.

Menurut Steven Pande-iroot, hal itu sejalan dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 tentang Pers yang mengamanatkan media sebagai sarana transparansi dan akuntabilitas.

“Pers memiliki peran yang sangat vital dalam pembangunan negara. Tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga memastikan bahwa kebijakan pemerintah dilaksanakan secara tepat dan transparan,” kata Steven Pande-iroot.

Sementara itu, Butje Lengkong menambahkan bahwa pers tidak hanya berfungsi sebagai alat kontrol, tetapi juga sebagai wahana edukasi bagi masyarakat.

Ia menekankan bahwa pers harus berperan aktif dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai program-program pemerintah, agar masyarakat dapat berpartisipasi secara aktif dalam proses pembangunan.

“Program-program yang dijalankan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Sulawesi Utara wajib didukung dan dikawal. Pers akan terus berperan untuk memastikan program tersebut terlaksana dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Butje Lengkong.

Rapat koordinasi itu sendiri menegaskan keseriusan PJS Sulut dalam mendukung pemerintah pusat serta memperkuat peran pers dalam menciptakan pembangunan yang lebih baik dan lebih transparan di Sulawesi Utara.

Dengan komitmen tersebut, PJS Sulut siap memastikan setiap program pemerintah berjalan dengan baik demi kesejahteraan masyarakat.

Wali Kota Kotamobagu dan Bupati Bolmong Bersilaturahmi ke Kediaman YSM

Wali Kota Kotamobagu dan Bupati Bolmong Bersilaturahmi ke Kediaman Yasti Soepredjo Mokoagow
Yasti Soepredjo Mokoagow berbincang Akrab bersama para Kepala Daerah

Kotamobagu, ZONABMR.COM — Dalam suasana penuh kehangatan dan keakraban, Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib bersama Wakil Wali Kota Rendy Virgiawan Mangkat, serta Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) Yusra Alhabsyi didampingi Wakil Bupati Doni Lumenta, bersilaturahmi ke kediaman anggota DPR RI yang juga mantan Bupati Bolmong, Yasti Soepredjo Mokoagow.

Kegiatan ini berlangsung di kediaman pribadi Yasti Soepredjo Mokoagow di Kelurahan Matali, Kecamatan Kotamobagu Timur, pada Sabtu, 12 April 2025. Silaturahmi ini digelar dalam rangka mempererat hubungan kekeluargaan sekaligus merayakan Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah.

Dalam suasana penuh kekeluargaan tersebut, Yasti Soepredjo Mokoagow menerima langsung kunjungan para kepala daerah beserta rombongan dengan sambutan hangat. Silaturahmi ini menjadi momentum penting dalam mempererat tali persaudaraan, sekaligus membangun komunikasi yang harmonis antara pemerintah daerah di kawasan Bolaang Mongondow Raya.

Dalam kesempatan itu, Yasti Soepredjo Mokoagow menyampaikan apresiasi atas kehadiran para kepala daerah. Ia menekankan pentingnya menjaga hubungan baik demi kelanjutan pembangunan daerah.

“Silaturahmi ini bukan hanya dalam rangka Idulfitri, tetapi juga menjadi bagian dari upaya kita bersama menjaga kekompakan, mempererat hubungan emosional, dan membangun sinergi untuk kemajuan Bolaang Mongondow Raya,” ujar Yasti Soepredjo Mokoagow.

Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, dalam kesempatan tersebut mengungkapkan rasa terima kasih atas undangan yang diberikan oleh Yasti Soepredjo Mokoagow.

“Kami merasa terhormat dapat bersilaturahmi langsung dengan Ibu Yasti. Ini adalah momentum yang sangat baik, di mana kita tidak hanya saling bermaaf-maafan, tetapi juga mempererat kebersamaan yang menjadi modal penting dalam membangun daerah ke depan,” kata Weny Gaib.

Senada dengan hal tersebut, Bupati Bolmong, Yusra Alhabsyi, menambahkan bahwa tradisi silaturahmi saat Idulfitri harus terus dilestarikan sebagai bagian dari budaya bangsa.

“Melalui silaturahmi seperti ini, kami bisa membangun komunikasi yang lebih erat, memperkuat kerja sama lintas wilayah, serta menciptakan suasana harmonis dalam mendukung program-program pembangunan yang ada,” ujar Yusra Alhabsyi.

Suasana penuh keakraban tampak selama berlangsungnya silaturahmi.

Acara silaturahmi itu menegaskan pentingnya membangun kebersamaan di tengah dinamika politik dan pemerintahan, sekaligus menunjukkan bahwa semangat Idulfitri menjadi momentum memperkuat solidaritas antar-pemimpin dan masyarakat.

Dengan adanya kegiatan seperti itu, diharapkan hubungan antar-pemerintah daerah di wilayah Bolaang Mongondow Raya semakin solid dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di masa yang akan datang.

Diketahui, giat tersebut sekaligus menjadi ajang silaturahmi untuk masyarakat Bolmong Raya dengan Yasti Soepredjo Mokoagow.

Idul Fitri Penuh Makna: Komunitas TBS Hadir untuk Lansia di Kotamobagu Barat

Idul Fitri Penuh Makna: Komunitas TBS Hadir untuk Lansia di Kotamobagu Barat
Komunitas TBS Hadir untuk Lansia di Kotamobagu Barat

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Masih dalam nuansa perayaan Idul Fitri yang sarat makna, Komunitas Torang Baku Sayang (TBS) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat.

Melalui aksi berbagi sembako kepada lansia di Kelurahan Mongkonai Induk, Sabtu 13 April 2025, komunitas ini membuktikan bahwa kebahagiaan sejati terletak pada berbagi dan mempererat rasa kemanusiaan.

Menurut Ketua Komunitas TBS, Michael Solat Bibisa, aksi itu sebagai wujud nyata dari kontribusi positif Komunitas TBS kepada warga sekitar.

“Inisiatif berbagi sembako ini telah menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap bulan. Pada kesempatan ini, momentum Hari Raya Idul Fitri semakin memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap orang tua di Kelurahan Mongkonai Induk,” ujar lelaki yang akrab disapa Iqel.

Diungkapkan Iqel, Komunitas TBS berkomitmen untuk terus berkontribusi secara positif bagi masyarakat.

“Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban para saudara kita yang membutuhkan, khususnya para lansia, serta menambah kebahagiaan dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri,” harap Iqel.

Pelaksanaan aksi tersebut, turut didukung oleh jajaran pemerintah kelurahan setempat.

Dimana Lurah Mongkonai Induk, Hadiati Paputungan, didampingi Ketua RT Mitti Potabuga, berperan aktif dalam proses pendistribusian bantuan kepada warga.

“Inisiatif ini memiliki arti yang sangat besar bagi kami. Kehadiran Komunitas TBS membuat kami merasa diperhatikan sebagai bagian penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat lansia di Kelurahan Mongkonai Induk,” ucap Lurah Hadiati Paputungan.

Hadiati Paputungan menambahkan, adanya kegiatan dari TBS mempererat hubungan antara komunitas dan warga.

“Serta diharapkan dapat terus berlanjut demi memperkuat sinergi yang telah terjalin, tidak hanya di Mongkonai Induk tetapi juga di seluruh wilayah Kota Kotamobagu,” tutup Hadiati Paputungan.

Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, Komunitas TBS semakin menegaskan peran aktifnya dalam membangun solidaritas sosial dan memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat Kota Kotamobagu.

Wali Kota Kotamobagu Instruksikan OPD Kooperatif dalam Pemeriksaan LKPD oleh BPK RI

Wali Kota Kotamobagu Instruksikan OPD Kooperatif dalam Pemeriksaan LKPD oleh BPK RI
Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib saat Mengadakan Pertemuan dengan BPK RI Perwakilan Sulut

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, menginstruksikan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkot Kotamobagu untuk bersikap kooperatif dalam mendukung pelaksanaan pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2024 oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).

“Dengan adanya pemeriksaan BPK ini, saya mengimbau kepada seluruh OPD untuk berada di tempat selama proses pemeriksaan berlangsung serta bekerja sama dengan baik, karena hal ini merupakan bagian dari upaya untuk mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat di Kota Kotamobagu,” tegas Weny Gaib, Jumat 11 April 2025.

Pernyataan tersebut disampaikan Wali Kota usai pertemuan tertutup dengan BPK RI Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara, yang turut dihadiri oleh Inspektur Daerah Kotamobagu, Yusrin Mantali, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Pra Sugiarto Yunus, serta Ketua Tim Audit LKPD BPK RI Perwakilan Sulut, Andhy Winastono, beserta anggota tim pemeriksa.

Dalam kesempatan tersebut, Weny Gaib menjelaskan bahwa pemeriksaan ini merupakan bagian dari agenda rutin BPK RI dalam rangka melakukan evaluasi terhadap pengelolaan keuangan dan kinerja pemerintah daerah.

“BPK hadir untuk menyampaikan pemberitahuan dimulainya proses pemeriksaan, sebagaimana yang dilakukan setiap tahun, terkait dengan kinerja dan pengelolaan keuangan Pemerintah Kota Kotamobagu pada tahun anggaran sebelumnya,” ujar Weny Gaib.

Lebih lanjut, Weny Gaib menyampaikan bahwa selain pemeriksaan administrasi, BPK RI juga akan melakukan pemeriksaan fisik di lapangan.

“Mereka juga menyampaikan rencana untuk melakukan pemeriksaan fisik di lapangan dan mengharapkan adanya sinergi dari pemerintah daerah. Kita menyambut baik kehadiran BPK RI, memberikan dukungan penuh, serta berkomitmen untuk membantu dengan menyediakan seluruh informasi yang dibutuhkan,” tutup Weny Gaib.

Adapun pemeriksaan atas LKPD Tahun Anggaran 2024 tersebut dimulai pada Jumat, 11 April 2025 hari ini, dan akan berlangsung selama 35 hari ke depan.

Palestina dan Luka Kolektif Kita

Palestina dan Luka Kolektif Kita
Palestina dan Luka Kolektif Kita

~Lagu “We Will Not Go Down” selalu terngiang setiap kali melihat keteguhan rakyat Palestina, bukan hanya memainkan emosi tetapi menyadarkan betapa benar setiap lirik yang dinyanyikan Michael Heart.~

Oleh: Udi Masloman

Opini, ZONABMR.COM – Setiap zaman melahirkan tragedinya sendiri. Tapi ada tragedi yang, alih-alih berakhir, justru diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya—seperti luka terbuka yang dibiarkan membusuk di tengah riuh dunia yang pura-pura tuli.

Itulah Palestina bagi kita hari ini: simbol penderitaan yang tak kunjung disembuhkan, jeritan kemanusiaan yang terlalu sering dikalahkan oleh kepentingan politik dan kekuasaan.

Di tanah yang oleh banyak agama disebut suci itu, manusia diperlakukan lebih rendah dari debu.

Rumah-rumah dihancurkan dalam sekejap, kebun zaitun—yang seharusnya menjadi lambang perdamaian—ditumbangkan dengan buldoser.

Anak-anak, yang baru belajar mengeja nama mereka sendiri, harus belajar juga bagaimana mengeja “pengungsian”, “blokade”, bahkan “kematian.”

Kita hidup di dunia yang seharusnya lebih sadar, lebih beradab, lebih berempati.

Namun ironisnya, kita menyaksikan genosida di Palestina berjalan di hadapan mata kita, sambil terus berdebat tentang istilah, tentang siapa yang lebih berhak atas rasa sakit.

Kita lupa bahwa, pada akhirnya, nyawa manusia tidak memiliki denominasi. Darah yang mengalir dari tubuh anak kecil di Gaza tidak bertanya: “Apakah aku layak dikabarkan?”

Darah itu hanya mengalir, menuntut keadilan yang entah kapan datangnya.

Apa artinya berbicara tentang hak asasi manusia, tentang perdamaian dunia, ketika kita membiarkan genosida ini berlangsung?

Apa gunanya resolusi, konferensi, pidato panjang, jika di lorong rumah sakit lapangan di Gaza, seorang ibu masih harus memilih anak mana yang mungkin bisa diselamatkan lebih dulu?

Palestina bukan sekadar isu politik, bukan semata konflik geopolitik.

Palestina adalah ujian kemanusiaan kita. Sejauh mana kita berani memihak pada yang tertindas?

Sejauh mana kita mau mengakui bahwa ketidakadilan, di mana pun ia terjadi, adalah ancaman bagi keadilan di mana pun?

Kita bisa memilih untuk diam, karena merasa kecil di hadapan kekuasaan besar.

Tapi sejarah akan mencatat bukan hanya para pelaku kejahatan itu, melainkan juga mereka yang memilih diam saat kejahatan berlangsung.

Palestina mengajarkan kita satu hal: bahwa kemanusiaan bukan sekadar kata, melainkan keberanian untuk berdiri, bahkan ketika dunia memilih untuk berpaling. ***

Udi Masloman
Udi Masloman

*Penulis adalah Pemimpin Redaksi Zonabmr. Aktif terlibat di aksi-aksi peduli Palestina. Saat ini penulis tercatat sebagai Ketua Organisasi Pers DPC Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Kabupaten Bolmong

Informasi Pelantikan Tahlis Gallang sebagai Sekprov Sulut Dipastikan Tidak Benar

Informasi Pelantikan Tahlis Gallang sebagai Sekprov Sulut Dipastikan Tidak Benar
Ilustrasi

Manado, ZONABMR.COM — Masyarakat Sulawesi Utara, khususnya di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR), dihebohkan dengan beredarnya kabar mengenai pelantikan Tahlis Gallang sebagai Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Utara pada Jumat, 11 April 2025.

Informasi tersebut menyebar luas melalui sejumlah akun dan grup media sosial seperti Facebook dan WhatsApp.

Tidak sedikit warganet yang bahkan telah mengucapkan selamat kepada mantan Sekretaris Daerah di tiga kabupaten/kota tersebut.

Namun, setelah dikonfirmasi, informasi tersebut dipastikan tidak benar.

Berdasarkan keterangan sumber resmi, hingga saat ini belum ada pelantikan Sekprov Sulut yang baru, dan Jabatan tersebut masih dijabat oleh Steve Kepel.

“Itu informasi tidak benar, hoaks,” tegas sumber tersebut.

Sumber tersebut juga menjelaskan, saat ini Tahlis Gallang belum memenuhi syarat untuk menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) atau Pelaksana Harian (Plh) Sekprov Sulut.

Menurutnya, Tahlis Galkang masih aktif sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UKM, sekaligus menjabat sebagai Plt Asisten II di Pemerintah Provinsi Sulut.

“Hari ini, Gubernur tengah melaksanakan tugas di luar daerah, demikian pula dengan Tahlis Gallang yang sedang bertugas di wilayah lain. Oleh karena itu, informasi terkait pelantikan tersebut tidak berdasar,” tambahnya.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, serta selalu melakukan verifikasi melalui sumber-sumber resmi sebelum menyebarkannya lebih lanjut.