Beranda blog Halaman 5

Aktivitas Tambang Ilegal di Hulu Lolotut Kian Terang-terangan, Warga Desak Penindakan Nyata

Aktivitas Tambang Ilegal di Hulu Lolotut Kian Terang-terangan, Warga Desak Penindakan Nyata
Ilustrasi (Foto: Generate AI)

Bolmong, ZONABMR.COM – Kegiatan pertambangan emas tanpa izin (PETI) di kawasan Gunung Tagin dan hulu Sungai Lolotut, Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, kembali menjadi perhatian masyarakat. Aktivitas yang diduga ilegal itu disebut-sebut berlangsung semakin terbuka, bahkan memanfaatkan alat berat dalam operasinya.

Sejumlah warga mengaku cemas melihat kondisi tersebut. Mereka menilai, jika terus dibiarkan, dampak kerusakan lingkungan akan semakin luas, terutama terhadap kawasan hutan dan aliran sungai di bagian hulu. Meski demikian, mereka memilih tidak mempublikasikan identitasnya.

“Alat berat jelas terlihat bekerja di atas. Kalau tidak dihentikan, hutan bisa rusak total,” ujar salah satu warga dengan nada prihatin.

Warga lain menyebut, keberadaan aktivitas tambang itu bukan lagi isu yang samar. Hampir seluruh masyarakat sekitar mengetahui kegiatan tersebut. Karena itu, mereka berharap pemerintah dan aparat penegak hukum tidak bersikap pasif.

“Semua orang tahu ada aktivitas di hulu. Kalau memang itu tidak berizin, mestinya segera ditindak,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) membenarkan adanya aktivitas PETI di wilayah tersebut. Kepala DLH Bolmong, Aldy Pudul, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan peninjauan lapangan pada Desember lalu bersama BPBD.

“Iya, ada aktivitas PETI di hulu Sungai Lolotut. Terakhir kami turun ke lokasi bulan Desember dan terdapat 1 unit alat berat. Kami sudah menyampaikan secara lisan untuk menghentikan aktivitasnya,” ujarnya, Selasa 24 Februari 2025.

Namun, peringatan tersebut diduga tidak diindahkan. Informasi terbaru bahkan mengindikasikan adanya penambahan alat berat di lokasi yang sama.

“Kalau sebelumnya satu unit, sekarang disebut sudah dua unit. Kami akan turun kembali dan memanggil pemiliknya,” tegas Aldy.

Secara hukum, pertambangan tanpa izin merupakan pelanggaran serius. Dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, pelaku kegiatan pertambangan ilegal dapat dikenai ancaman pidana penjara hingga lima tahun serta denda maksimal Rp100 miliar.

Masyarakat berharap penanganan persoalan ini tidak berhenti pada imbauan atau pemanggilan semata. Mereka menginginkan tindakan konkret agar aktivitas yang dinilai merugikan lingkungan dan masyarakat itu benar-benar dihentikan.

“Kami tidak punya daya untuk menghentikan. Harapan kami hanya satu, hukum ditegakkan dengan adil,” ungkap seorang warga lainnya.

Sorotan publik terhadap aktivitas tambang ilegal ini semakin menguat. Warga menilai, ketegasan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum menjadi kunci, bukan hanya untuk melindungi lingkungan, tetapi juga menjaga wibawa hukum di tengah masyarakat.*

Buku Asal-usul Nama Desa dan Kelurahan di Kotamobagu Segera Rampung Tahun ini

Buku Asal-usul Nama Desa dan Kelurahan di Kotamobagu Segera Rampung Tahun ini
Jalannya FGD Dokumentasi Tradisi Lisan Asal-usul Desa Kelurahan di Kotamobagu (Foto: Ind)

Kotamobagu, ZONABMR.COM — Buku tentang asal-usul nama desa di Kota Kotamobagu akan segera dirampungkan tahun ini. Hal itu sebagaimana dijelaskan Murdiono Prasetio A. Mokoginta melalui Focus Group Discussion (FGD) yang digelar pada Selasa (24/02/2026) di Balai Desa Kobo Kecil, Kotamobagu Timur.

FGD tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Chairun Mokoginta selaku budayawan Bolaang Mongondow dan Sahaya Mokoginta selaku Asisten I Pemkot Kotamobagu.

Chairun Mokoginta dalam penyampaiannya, menjelaskan asal mula kata lipu’ dalam bahasa Mongondow yang menjadi padanan kata ‘desa’. Menurutnya, lipu’ berarti benteng perlindungan dari hewan buas.

“Maka dibuatlah tempat khusus, dan dipagari. Kemudian di sanalah tinggal anak-anak dan perempuan. Sementara para lelaki berjaga saat malam tiba,” ucapnya.

Sementara, Sahaya Mokoginta menilai, topik yang diangkat sangat relevan bagi pembangunan daerah, dan juga merupakan strategi konkret dalam hal pelestarian kebudayaan.

“Setiap desa punya sejarah masing-masing yang kebanyakan diwariskan melalui tradisi lisan. Urgensinya agar sejarah lokal tidak terancam hilang akibat modernisasi dan perubahan generasi,” ungkapnya.

Selanjutnya, Murdiono menjelaskan, penelitian serta penulisan buku tersebut terdaftar dalam Program Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia ketegori Objek Pemajuan dan Cagar Budaya.

Adapun Dion, sapaan akrabnya, bertindak sebagai penerima manfaat dari proposal penelitian yang telah diajukan pada tahun 2025 lalu.

“Dana yang kita terima untuk penelitian dan penulisan buku ini sebesar Rp70 juta,” bebernya.

Melalui Program Dana Indonesiana, ia bertujuan untuk mendokumentasikan tradisi lisan di setiap desa dan kelurahan yang ada di Kota Kotamobagu.

“Kita akan mewawancarai dua orang di setiap desa dan kelurahan. Untuk narasumbernya akan kita minta pemerintah desa yang menunjuknya,” tambahnya.

Penelitian akan berlangsung selama dua bulan ke depan sejak dilaksanakannya FGD, setelah itu akan memasuki tahap penulisan buku.

“Sesuai jadwal kegiatan, Insya Allah, hasil penelitian berupa buku akan di-launching dan langsung dibedah pada tanggal 17 Agustus 2026 nanti,” pungkasnya.

Dana Indonesiana atau yang juga dikenal sebagai Dana Abadi Kebudayaan disediakan oleh pemerintah untuk mendukung perkembangan dan prestasi para budayawan serta menyalurkan ekspresi mereka. Selama beberapa tahun terakhir, Dana Indonesiana telah memberikan manfaat besar kepada para budayawan.

Pada tahun 2025, setidaknya tersedia anggaran sekitar Rp465 miliar dari hasil kelolaan Rp5 triliun Dana Abadi Kebudayaan yang bisa dimanfaatkan untuk Dana Indonesiana 2025.

Sebanyak 11 kategori program ditawarkan dalam skema pendanaan tahun 2025 yang merupakan perluasan dari tahun sebelumnya, terdiri atas:

1. Pendayagunaan Ruang Publik

2. Penciptaan Karya Kreatif Inovatif

3. Sinema Indonesia

4. Dokumentasi Karya Pengetahuan Maestro atau Objek Pemajuan Kebudayaan Rawan Punah

5. Dukungan Institusional

6. Kajian Objek Pemajuan Kebudayaan dan Cagar Budaya

7. Dana Pendamping Karya untuk Distribusi Internasional

8. Dukungan Interaksi Budaya

9. Program Kewirausahaan Budaya

10. Restorasi dan Pemeliharaan Artefak

11. Sustainable Cultural Heritage. (Ind)

800 Sak Semen dari JRBM Percepat Pembangunan Kampus Baru UDK di Poyowa

800 Sak Semen dari JRBM Percepat Pembangunan Kampus Baru UDK di Poyowa
800 Sak Semen dari JRBM Percepat Pembangunan Kampus Baru UDK di Poyowa (Foto: Jie/JRBM)

Kotamobagu, ZONABMR.COM –  Di atas lahan seluas satu hektar di Desa Poyowa Besar Satu, Kecamatan Kotamobagu Selatan, pembangunan kampus baru Universitas Dumoga Kotamobagu (UDK) terus berjalan sejak peletakan batu pertama dilakukan pada 6 Agustus 2024 oleh Penjabat Wali Kota Kotamobagu.

Kampus ini dirancang untuk menaungi delapan program studi, di antaranya Hukum Bisnis, Manajemen, Kehutanan, Lingkungan, dan Pertanian, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Bolaang Mongondow Raya (BMR).

Di tengah proses pembangunan tersebut, PT J Resources Bolaang Mongondow (PT JRBM) menyalurkan bantuan material bangunan berupa 800 sak semen kepada UDK, Jumat (31/01).

Bantuan ini diserahkan secara simbolis oleh Superintenden CSR PT JRBM, Riska Ariyanti, kepada Rektor UDK, Dr. Muharto, didampingi sejumlah pejabat teras kampus, dosen, serta mahasiswa.

Rektor UDK, Dr. Muharto, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan PT JRBM. Ia menilai bantuan tersebut sangat membantu proses pembangunan fasilitas kampus yang nantinya akan menunjang aktivitas akademik.

“Bantuan ini merupakan wujud sinergi yang baik antara dunia usaha dan dunia pendidikan. Kami berharap kerja sama dan hubungan baik ini dapat terus terjalin ke depannya,” ujarnya.

Mahasiswa UDK, Rahmatillah Aditya, mengaku ikut merasakan semangat dari proses pembangunan kampus baru tersebut. Menurutnya, bantuan yang diberikan PT JRBM menjadi motivasi tersendiri bagi mahasiswa.

“Kami sebagai mahasiswa tentu sangat senang melihat kampus ini terus dibangun. Bantuan seperti ini membuat kami merasa bahwa pendidikan di daerah kami benar-benar mendapat perhatian. Harapannya, nanti kami bisa belajar di tempat yang lebih layak dan nyaman,” ujar Rahmatillah.

800 Sak Semen dari JRBM Percepat Pembangunan Kampus Baru UDK di Poyowa

General Manager External Relation and Security PT JRBM, Andreas Saragih, mengatakan bahwa perusahaan melihat pembangunan kampus UDK sebagai kebutuhan nyata masyarakat BMR terhadap akses pendidikan yang lebih baik.

“Kami melihat semangat masyarakat di sini terhadap pendidikan. Karena itu, ketika UDK membangun kampus baru, kami merasa perlu ikut membantu sesuai kemampuan yang ada. Harapannya, fasilitas ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh mahasiswa dan menjadi tempat belajar yang semakin layak bagi generasi muda BMR,” kata Andreas.

Pembangunan kampus UDK di Poyowa Besar Satu mendapat dukungan pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Kehadiran kampus baru ini diharapkan menjadi ruang belajar yang lebih representatif bagi mahasiswa, sekaligus mendorong lahirnya sumber daya manusia yang siap berkontribusi bagi pembangunan daerah.*****

Antrian Solar di SPBU Kotobangun Ganggu Lalu Lintas, Warga Desak Penertiban Tegas

Antrian Solar di SPBU Kotobangun Ganggu Lalu Lintas, Warga Desak Penertiban Tegas
Antrian Kendaraan di SPBU Kotobangon yang Memakan Setengah Badan Jalan (Foto: ZB/Far)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Antrian kendaraan pengantre Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di sekitar SPBU Kotobangun, Kecamatan Kotamobagu Timur, terus menimbulkan gangguan serius terhadap kelancaran lalu lintas.

Puluhan kendaraan, mayoritas truk pengangkut barang, terlihat mengantre hingga memakan badan jalan utama Kelurahan Kotobangun, mempersempit arus kendaraan dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas (lakalantas).

Pantauan ZONABMR.COM di lapangan, Senin (9/2/2026), menunjukkan antrian kendaraan berlangsung sejak pagi hingga sore hari. Truk-truk berukuran besar berhenti di bahu bahkan badan jalan, menyebabkan perlambatan arus lalu lintas dari dua arah.

Sejumlah pengendara roda dua dan kendaraan kecil terpaksa bermanuver di ruang sempit untuk melintas, menciptakan situasi yang dinilai rawan kecelakaan.

Kondisi tersebut dikeluhkan warga sekitar yang mengaku hampir kerap terjadi insiden di lokasi itu, terutama saat volume kendaraan meningkat.

“Sudah sering nyaris tabrakan, apalagi motor. Truk-truk parkir di badan jalan. Ini sangat berbahaya,” ujar seorang warga Kotobangun.

Warga menilai praktik antrean kendaraan di badan jalan melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang secara tegas melarang kendaraan berhenti dan parkir di badan jalan maupun bahu jalan karena mengganggu keselamatan pengguna jalan.

Atas kondisi tersebut, masyarakat mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) serta Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kotamobagu untuk segera turun tangan melakukan penertiban dan penegakan hukum di lapangan.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Kotamobagu sejatinya telah mengeluarkan surat imbauan resmi kepada seluruh pengelola SPBU di wilayah Kotamobagu terkait pengendalian antrean dan penyaluran BBM bersubsidi.

Dalam surat tersebut, Pemkot menegaskan sembilan poin kewajiban pengelola SPBU, di antaranya pengaturan jam antrean, pembatasan kendaraan sesuai stok harian, larangan parkir di badan jalan, pemeriksaan STNK, serta pengawasan terhadap potensi penyalahgunaan solar bersubsidi.

Namun demikian, SPBU Kotobangun dinilai masyarakat belum sepenuhnya menerapkan ketentuan tersebut, sehingga antrean kendaraan masih kerap meluber ke badan jalan.

Pemkot Kotamobagu juga menegaskan bahwa setiap pelanggaran yang ditemukan oleh Tim Pengawas Penyaluran BBM Bersubsidi, baik melalui temuan lapangan maupun laporan masyarakat, akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Masyarakat berharap imbauan tersebut tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi dibarengi dengan pengawasan intensif dan tindakan tegas di lapangan, guna mencegah kemacetan berkepanjangan serta menekan risiko lakalantas di jalur utama Kotamobagu Timur.

Sementara, Kasat Lantas Polres Kotamobagu, IPTU Luster Simanjuntak saat dihubungi via aplikasi perpesanan WhatsApp menegaskan hal itu menjadi perhatian pihaknya. “Siap, diatensi,” singkatnya.

Bersinar di Gorontalo Swimming Championship, Prestasi Ayi Dkk Disambut Bangga MI Al-Khairaat Kotamobagu

Bersinar di Gorontalo Swimming Championship, Prestasi Ayi Dkk Disambut Bangga MI Al-Khairaat Kotamobagu
Ayi dan Rekan-rekannya Bersama Kepala Sekolah dan para Guru MI Al-Khairaat Kotamobagu (Foto: Udi)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Tepuk tangan, rasa haru, dan kebanggaan menyatu di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Khairaat Mogolaing setelah para atlet cilik yang merupakan murid MI tersebut tampil bersinar pada Gorontalo Swimming Championship 2026, yang berlangsung 29–31 Januari 2026.

Salah satu yang paling menyita perhatian adalah Anggrainy Putri Haryanto Bibisa, bocah mungil yang akrab disapa Ayi.

Di usianya yang masih sangat belia, Ayi mampu berdiri tegak di podium tertinggi, menyabet tiga medali emas pada Kelompok Umur ≤7 tahun, masing-masing di nomor 50 meter gaya bebas, gaya dada, dan gaya kupu-kupu.

Bagi para guru MI Al-Khairaat, prestasi Ayi dan rekan-rekannya bukan sekadar deretan medali. Ia adalah simbol ketekunan, disiplin, dan keberanian bermimpi sejak usia dini.

“Ini kebanggaan yang luar biasa bagi kami. Terlebih Ayi masih duduk di kelas 1, tetapi sudah mampu mengharumkan nama sekolah dan daerah,” ujar Siti Nurcahyanita Hanafi, wali kelas Ayi, Senin (09/02/2026).

Siti mengaku, sejak awal pihak sekolah berkomitmen untuk tidak membatasi potensi siswa, termasuk di bidang olahraga. Ketika jadwal latihan renang bertabrakan dengan jam pelajaran, solusi selalu dicari.

“Kami carikan waktu belajar untuk mengejar ketertinggalan. Prinsip kami, prestasi akademik dan non-akademik harus berjalan beriringan,” tuturnya.

Ayi bersama Siti Nurcahyanita Hanafi dan Azqiara Khairunissa Bengga (Foto: Udi)

Prestasi Ayi juga menjadi bagian penting dari keberhasilan Totabuan Citawaya Akuatik yang keluar sebagai peringkat ketiga perolehan medali terbanyak pada kejuaraan renang bergengsi tingkat Indonesia Timur tersebut.

Tak hanya Ayi, panggung prestasi juga diisi oleh siswa MI Al-Khairaat lainnya. Agista Aisya Tunggali tampil luar biasa dengan raihan 9 medali emas dan 1 perak, sementara Aisyafiah Zufaira Burase dan Azqiara Khairunissa Bengga masing-masing mempersembahkan 1 medali perunggu.

Kepala MI Al-Khairaat Mogolaing, Hj. Ulfa Aldjeredi, S.Ag., M.Pd., menyebut capaian tersebut sebagai anugerah sekaligus amanah.

“Kami bangga dan bersyukur. Prestasi ini menunjukkan bahwa jika anak-anak diberi ruang, dukungan, dan kepercayaan, mereka mampu melampaui batas yang sering kita anggap mustahil,” ucapnya.

Di balik medali emas yang berkilau, tersimpan kisah sederhana. Ayi mengaku kecintaannya pada renang tumbuh dari sosok sang ibu, yang merupakan mantan atlet nasional.

“Ayi memang suka berenang. Ayi ingin seperti bunda,” katanya lirih, sembari tersenyum malu-malu saat didampingi wali kelasnya.

Kejuaraan ini bukan hanya soal kemenangan, tetapi juga tentang harapan. Harapan bahwa dari Kota Kotamobagu, dari sekolah sederhana, akan lahir atlet-atlet hebat yang kelak mengharumkan nama daerah di panggung yang lebih besar.

Prestasi Ayi dan kawan-kawan di Gorontalo Swimming Championship 2026 menjadi penegas bahwa pembinaan olahraga usia dini di Kotamobagu berada di jalur yang tepat—menyemai mimpi, sejak anak-anak masih belajar mengeja cita-cita.

Dapur MBG Imandi Resmi Beroperasi, Perkuat Program Presiden Prabowo di Dumoga Timur

Dapur MBG Imandi Resmi Beroperasi, Perkuat Program Presiden Prabowo di Dumoga Timur
Dapur MBG Imandi Resmi Beroperasi, Perkuat Program Presiden Prabowo di Dumoga Timur (Foto: Nen/ZB)

Kotamobagu, ZONABMR.COM — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi mulai beroperasi di Kecamatan Dumoga Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Jumat (06/02/26).

Peresmian ini ditandai dengan launching Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan dapur MBG Imandi sebagai bagian dari penguatan program strategis Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas gizi anak usia sekolah.

Kegiatan launching berlangsung di lingkungan Sekolah Yayasan Cinta Kasih satu pintu (satap) TPA–KB–TK–SD–SMP–SMK–SMA–SLB, Kelurahan Imandi.

Prosesi pengguntingan pita dilakukan di bangunan dapur MBG yang berada di belakang gedung Yayasan Cinta Kasih.

Program MBG merupakan inisiatif nasional yang mulai diintensifkan pada awal tahun 2026 melalui ribuan titik SPPG di seluruh Indonesia, termasuk di satuan pendidikan dan dapur umum di berbagai daerah, sebagai langkah konkret pemerintah dalam membangun sumber daya manusia unggul sejak usia dini.

Bupati Bolaang Mongondow Yusra Alhabsy, S.E., M.Si yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Deker Rompas, S.E., M.M menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Sulawesi Utara, Yayasan Cinta Kasih Imandi, serta seluruh pihak yang terlibat dalam terlaksananya program tersebut.

“Peresmian SPPG dan dapur MBG ini merupakan langkah awal yang sangat penting dalam membangun sumber daya manusia masa depan bangsa, khususnya di Kabupaten Bolaang Mongondow,” ujar Deker dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, SPPG berfungsi sebagai dapur umum untuk memasak dan mendistribusikan makanan bergizi gratis bagi peserta didik sesuai program Presiden Prabowo Subianto.

Program ini juga menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam mengatasi permasalahan gizi buruk dan stunting, serta mendukung tumbuh kembang anak usia sekolah guna meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan.

“Program MBG bertujuan memastikan tidak ada anak sekolah yang terhambat proses belajarnya akibat kekurangan asupan gizi. Karena itu, paket makanan yang didistribusikan harus tepat waktu, sehat, higienis, dan sesuai standar kebutuhan gizi,” tegasnya.

Pemerintah Daerah Bolmong juga menekankan pentingnya pengelolaan dapur MBG yang profesional dan bertanggung jawab, termasuk penerapan sistem pengawasan ketat serta kebersihan dapur agar keamanan dan kesehatan pangan benar-benar terjamin.

Sementara itu, Ketua Yayasan Cinta Kasih Imandi sekaligus mitra SPPG, Elvie Fifi Finasang, S.Pd menyampaikan komitmennya untuk menjalankan amanah program nasional tersebut dengan sepenuh hati dan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Perjalanan hingga sampai di titik ini bukan hal yang mudah. Banyak perjuangan dan pengorbanan yang telah kami lalui. Namun dengan kekuatan, kesabaran, dan doa, kami akan terus bekerja keras demi suksesnya program Makan Bergizi Gratis,” ungkapnya.

Ia juga memohon dukungan serta doa dari seluruh pihak agar dapur MBG Imandi dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi anak-anak sekolah di Kecamatan Dumoga Timur.

Diketahui, Dapur SPPG Imandi berada di bawah binaan Yayasan Rovelam Manado sebagai mitra pendamping dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, sesuai standar operasional dan pengawasan Badan Gizi Nasional.

Kegiatan peresmian dan launching SPPG dapur MBG Imandi ini turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow Ketut Kolak, SKM, Camat Dumoga Timur Margaretha Untu, S.Pd, Lurah Kelurahan Imandi Denny Walalangi, Kepala SPPG Imandi sekaligus Koordinator BGN Dumoga Timur Alviansyah Bonde, Ketua Yayasan Rovelam Peduli Manado Gerson Laoh, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh jajaran pengelola dapur MBG Imandi.

Luar Biasa! Totabuan Citawaya Akuatik Kotamobagu Raih Medali Emas Terbanyak Ketiga di Gorontalo Swimming Championship

Luar Biasa! Totabuan Citawaya Akuatik Kotamobagu Raih Medali Emas Terbanyak Ketiga di Gorontalo Swimming Championship
Atlet-atlet Totabuan Citawaya Akuatik Kotamobagu Raih Prestasi Membanggakan di Gorontalo Swimming Championship (Foto: TCW Akuatik Club/udi)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Prestasi membanggakan ditorehkan Totabuan Citawaya Akuatik Kotamobagu pada ajang Gorontalo Swimming Championship Indonesia Timur yang berlangsung di kolam renang Lahilote Kota Gorontalo, 29–31 Januari 2026.

Dengan kekuatan 16 atlet dan dua pelatih, klub asal Kotamobagu ini sukses menembus tiga besar perolehan medali terbanyak, mengoleksi 19 medali emas, 9 perak, dan 8 perunggu.

Ketua Klub Totabuan Citawaya Akuatik, Edy Haryanto, menyampaikan rasa bangga atas perjuangan para atlet yang tampil konsisten dan penuh determinasi sepanjang kejuaraan.

“Saya sangat bangga dengan perjuangan atlet-atlet kami hingga mampu meraih perolehan medali terbanyak ketiga di event ini. Semoga hasil ini menjadi pemicu semangat bagi seluruh atlet untuk terus gigih berlatih, karena tidak ada hasil manis yang bisa diraih dalam waktu singkat,” ujar Edy.

Deretan Peraih Medali Totabuan Citawaya Akuatik

1. Agista Aisya Tunggali (KU 3 Putri) – 9 emas, 1 perak

  • 400 m gaya bebas (emas)
  • 200 m gaya bebas (emas)
  • 100 m gaya bebas (emas)
  • 50 m gaya bebas (emas)
  • 100 m gaya kupu-kupu (emas)
  • 50 m gaya kupu-kupu (emas)
  • 100 m gaya punggung (emas)
  • 50 m gaya punggung (emas)
  • 200 m gaya ganti putri (emas)
  • 50 m gaya dada (perak)

2. Anggrainy Putri Haryanto Bibisa (KU Pemula Putri, ≤7 tahun) – 3 emas

  • 50 m gaya bebas (emas)
  • 50 m gaya dada (emas)
  • 50 m gaya kupu-kupu (emas, naik kelas KU 5)

3. Carrisa Magdalena Lamongi (KU 3 Putri) – 3 emas, 3 perak

  • 200 m gaya dada (emas)
  • 100 m gaya dada (emas)
  • 50 m gaya dada (emas)
  • 100 m gaya kupu-kupu (perak)
  • 50 m gaya kupu-kupu (perak)
  • 50 m gaya punggung (perak)

4. Katarina Fransiska Lamongi (KU 2 Putri) – 1 emas, 2 perunggu

  • 50 m gaya kupu-kupu (emas)
  • 50 m gaya bebas (perunggu)
  • 50 m gaya dada (perunggu)

5. Ryuzaki Al Aqsa Mokodompit (KU 2 Putra) – 3 perak, 4 perunggu

  • 200 m gaya ganti (perak)
  • 50 m gaya bebas (perak)
  • 100 m gaya kupu-kupu (perak)
  • 50 m gaya kupu-kupu (perunggu)
  • 100 m gaya bebas (perunggu)
  • 100 m gaya punggung (perunggu)

6. Muhammad Rizan Fauzi Tunggali (KU 1 Putra) – 1 perak, 1 perunggu

  • 200 m gaya dada (perak)
  • 50 m gaya dada (perunggu)

7. Cristian Fransiscu Uada Pilomali (KU 4 Putra) – 1 perak, 2 perunggu

  • 200 m gaya ganti (perak)
  • 100 m gaya dada (perunggu)
  • 100 m gaya kupu-kupu (perunggu)

Medali Estafet dan Beregu

8. Estafet 4×100 m Gaya Ganti Putri – Emas

  • Agista Aisya Tunggali
  • Katarina Fransiska Lamongi
  • Carrisa Magdalena Lamongi
  • Arashel Scatzi Mahila Mokoginta

9. Estafet 200 m Gaya Bebas Putri – Emas

  • Katarina Fransiska Lamongi
  • Arashel Scatzi Mahila Mokoginta
  • Carrisa Magdalena Lamongi
  • Agista Aisya Tunggali

10. Estafet 200 m Gaya Ganti Mix – Emas

  • Agista Aisya Tunggali
  • Muhammad Rizan Fauzi Tunggali
  • Carrisa Magdalena Lamongi
  • Ryuzaki Al Aqsa Mokodompit

Apresiasi Akuatik Kotamobagu

Ketua Akuatik Kotamobagu, Aisya Christine Bibisa, memberikan apresiasi tinggi atas perjuangan klub-klub asal Kotamobagu yang tampil di ajang tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi dan merasa bangga atas perjuangan luar biasa dari dua klub asal Kotamobagu, yakni Totabuan Citawaya Akuatik dan Zynergy. Semoga capaian ini tidak menurunkan semangat berlatih, agar para atlet selalu siap menghadapi tantangan kapan pun undangan bertanding datang,” ujarnya.

Pada kejuaraan ini, klub-klub renang Sulawesi Utara menunjukkan dominasi. Nusantara Swimming Club Manado keluar sebagai peraih medali terbanyak pertama, disusul Lahilote Club Gorontalo di posisi kedua, dan Totabuan Citawaya Akuatik Kotamobagu di peringkat ketiga.

Beri Teladan, Kapolres Kotamobagu Ikut Tes Kesamaptaan Bersama Personel

Beri Teladan, Kapolres Kotamobagu Ikut Tes Kesamaptaan Bersama Personel
Beri Teladan, Kapolres Kotamobagu Ikut Tes Kesamaptaan Bersama Personel (Foto: Humas Polres Kotamobagu)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Kapolres Kotamobagu AKBP Irwanto SIK, MH, bersama para Pejabat Utama (PJU) dan seluruh personel Polres Kotamobagu melaksanakan Tes Kesamaptaan Jasmani yang digelar di Mako Polres Kotamobagu, Jumat (30/01/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya menjaga kesiapan fisik serta meningkatkan profesionalisme anggota dalam menjalankan tugas kepolisian.

Tes kesamaptaan berlangsung dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan.

Kehadiran Kapolres yang turun langsung mengikuti seluruh rangkaian tes bersama personel menjadi simbol nyata kepemimpinan yang memberi teladan.

Mulai dari lari, pull up, sit up, push up hingga shuttle run, seluruh personel mengikuti kegiatan dengan antusias dan disiplin tinggi.

Kapolres Kotamobagu AKBP Irwanto SIK, MH., menegaskan bahwa tes kesamaptaan jasmani bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian penting dalam membangun kesiapan personel secara menyeluruh.

Menurutnya, fisik yang prima merupakan modal utama bagi setiap anggota Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Kondisi fisik yang baik sangat menentukan kinerja anggota di lapangan. Yang tidak kalah penting, kegiatan seperti ini juga memperkuat rasa kebersamaan dan soliditas di internal Polres Kotamobagu,” ujarnya.

Pelaksanaan tes kesamaptaan ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antar personel lintas fungsi. Semangat saling menyemangati terlihat jelas selama kegiatan berlangsung, mencerminkan kekompakan Polres Kotamobagu sebagai satu kesatuan yang solid dan siap menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan.

Melalui kegiatan ini, Polres Kotamobagu menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kesehatan, profesionalisme, dan soliditas personel, demi terwujudnya pelayanan kepolisian yang optimal serta terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Kotamobagu.

Dari Kotamobagu, Jaton Bangkit Menjaga Akar: Sanggar Totabuan Matuari KKJI Resmi Berdiri

Dari Kotamobagu, Jaton Bangkit Menjaga Akar: Sanggar Totabuan Matuari KKJI Resmi Berdiri
Dari Kotamobagu, Jaton Bangkit Menjaga Akar: Sanggar Totabuan Matuari KKJI Resmi Berdiri (Foto: Udi)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Sanggar Seni Budaya Totabuan Matuari Kerukunan Keluarga Jawa Tondano Indonesia (KKJI) Kotamobagu resmi terbentuk melalui rapat pembentukan kepengurusan (28/01/26) yang digelar di kediaman Wakil Ketua KKJI Kotamobagu Hasim Pulukadang, Kelurahan Pobundayan, Kecamatan Kotamobagu Selatan.

Rapat tersebut dihadiri Ketua KKJI BMR dan Kotamobagu Farid Asimin, Ketua Dewan Pembina Ali Nurhamidin, Sekretaris KKJI Abu Bakar Masloman, serta sejumlah tokoh Jawa Tondano (Jaton) dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari Wakil Ketua Pengadilan Agama, politisi, pengusaha, jurnalis, hingga ketua RW.

Selain pembentukan sanggar, rapat ini juga menetapkan struktur kepemimpinan melalui musyawarah mufakat.

Dalam forum tersebut, Hasim Pulukadang secara resmi dipilih sebagai Ketua Sanggar Seni Budaya Totabuan Matuari, sementara Nurhayati Nurhamidin ditetapkan sebagai Ketua KKJI Kecamatan Kotamobagu Selatan.

Ketua KKJI BMR dan Kotamobagu, Farid Asimin, dalam sambutannya menegaskan bahwa eksistensi komunitas Jawa Tondano (Jaton) harus terus dirawat melalui wadah budaya yang terorganisir.

“Terima kasih atas kehadiran semua pihak. Ini membuktikan bahwa Jaton bisa eksis di mana saja. Kita mewarisi semangat juang nenek moyang para pejuang kemerdekaan, kesungguhan dalam beragama, serta semangat guyub dan silaturahmi yang harus terus dijaga,” ujar Farid. Ia juga mengingatkan bahwa KKJI dibentuk pada tahun 2012 di Gedung DPR RI Jakarta sebagai wadah pemersatu masyarakat Jawa Tondano di Indonesia.

Dalam rapat tersebut, peserta juga mengajukan sejumlah usulan nama sanggar. Setelah melalui berbagai pertimbangan, seluruh peserta sepakat menetapkan nama Sanggar Seni Budaya Totabuan Matuari sebagai identitas resmi.

Ketua Sanggar terpilih, Hasim Pulukadang, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menargetkan kegiatan perdana sanggar dapat terlaksana dalam waktu dekat.

“Insya Allah sebelum bulan Juni kita sudah bisa melaksanakan kegiatan, baik hadrah maupun lomba seni lainnya,” kata Hasim.

Sementara itu, Ketua KKJI Kecamatan Kotamobagu Selatan, Nurhayati Nurhamidin, mengungkapkan bahwa akan lebih dahulu mempersiapkan tim hadrah anak-anak laki-laki sebagai langkah awal menghadapi Festival Budaya Jaton (Fesbudjaton) di Gorontalo.

“Untuk Kecamatan Kotamobagu Selatan, kami akan membentuk lebih dulu tim hadrah anak-anak laki-laki sebelum Fesbudjaton di Gorontalo. Sedangkan untuk Dames, sejauh ini sudah tiga kali tampil,” ujar Nurhayati.

Ia menambahkan, terdapat tiga kategori yang direncanakan akan diikutsertakan dalam ajang tersebut, yakni hadrah anak-anak, dana-dana remaja, dan Dames. Selain itu, tidak menutup kemungkinan akan disertakan peserta pidato berbahasa Jaton bagi anggota yang dinilai fasih.

Dari sudut pandang generasi muda, Effendy Masloman menilai kehadiran sanggar ini bukan sekadar ruang seni, tetapi juga ruang menjaga ingatan dan identitas.

“Sanggar ini bagi kami bukan hanya tempat berlatih seni, tetapi tempat menjaga ingatan. Sebagai generasi muda Jawa Tondano yang tumbuh besar di Kotamobagu, kami hidup di tengah perubahan zaman yang sangat cepat. Tanpa ruang seperti ini, sangat mudah bagi kami untuk lupa dari mana kami berasal,” ungkap Effendy.

Ia menegaskan bahwa kehadiran Sanggar Totabuan Matuari menjadi penanda penting bagi keberlanjutan budaya Jaton.

“Lewat sanggar ini, kami ingin tetap terhubung dengan akar kami—dengan bahasa, seni, dan nilai-nilai yang diwariskan leluhur. Ini tentang memastikan bahwa identitas Jaton tidak berhenti di generasi kami, tetapi terus hidup ke generasi berikutnya,” tutupnya.

Sejarah Singkat Suku Jawa Tondano (Jaton)

Suku Jawa Tondano (Jaton) merupakan komunitas etnis hasil perjumpaan sejarah antara orang Jawa dan masyarakat Minahasa di Sulawesi Utara.

Akar sejarah Jaton bermula pada awal abad ke-19, tepatnya setelah berakhirnya Perang Jawa (1825–1830) yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro melawan pemerintah kolonial Belanda.

Pasca kekalahan Perang Jawa, Belanda mengasingkan sejumlah pengikut dan laskar Pangeran Diponegoro ke berbagai wilayah Nusantara, salah satunya ke daerah Tondano, Minahasa.

Para pengasingan ini kemudian menetap, berbaur, dan membangun kehidupan baru bersama masyarakat lokal Minahasa, termasuk melalui perkawinan dan interaksi sosial-budaya.

Dari proses inilah lahir komunitas Jawa Tondano, yang kemudian dikenal dengan sebutan Jaton.

Secara kultural, Jaton memiliki identitas khas yang memadukan unsur tradisi Jawa dengan adat Minahasa, serta nilai-nilai keislaman yang kuat. Bahasa, seni, dan tradisi Jaton berkembang sebagai identitas unik yang berbeda dari Jawa di Pulau Jawa maupun Minahasa secara umum.

Hingga kini, komunitas Jaton tersebar di beberapa wilayah Sulawesi Utara dan Bolaang Mongondow Raya, termasuk Kotamobagu, dan tetap menjaga tradisi, seni, serta nilai-nilai leluhur sebagai bagian penting dari jati diri dan sejarah mereka.

Pemkot Kotamobagu Siapkan Rp12 Miliar untuk Infrastruktur Jalan dan Jembatan Tahun 2026

Pemkot Kotamobagu Siapkan Rp12 Miliar untuk Infrastruktur Jalan dan Jembatan Tahun 2026
Pemkot Kotamobagu Siapkan Rp12 Miliar untuk Infrastruktur Jalan di Tahun 2026 (Foto: Ris)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyiapkan anggaran sebesar Rp12.074.000.000 dari APBD Tahun Anggaran 2026 untuk pembangunan hingga perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah Kota Kotamobagu.

Anggaran tersebut dialokasikan pada bidang Bina Marga dan akan digunakan untuk sejumlah pekerjaan yang tersebar di berbagai desa dan kelurahan.

Kepala Dinas PUPR Kotamobagu Claudy Mokodongan, melalui Kepala Bidang Bina Marga Haris Momintan, mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 terdapat delapan paket pekerjaan yang telah dipersiapkan.

“Untuk tahun ini ada delapan paket pekerjaan yang terdiri dari pembangunan jalan, pembangunan jembatan, rekonstruksi jalan, serta pemeliharaan rutin jalan,” ujar Haris Momintan, Rabu (28/1/2026) di ruang kerjanya.

Adapun paket pekerjaan tersebut meliputi pembangunan jembatan bawah rangka baja di Perkebunan Monsi, Kelurahan Mongondow, relokasi jembatan rangka baja eks Jembatan Rona, jasa konstruksi konsultasi pengawasan, peningkatan Jalan Kebun Ampera, peningkatan Jalan Ibolian, pemeliharaan berkala Jalan Zakaria Imban, pembangunan Jalan Kompleks Sanggar Tani di Kelurahan Motoboi Kecil, serta pemeliharaan rutin jalan yang tersebar di sejumlah titik.

Momintan menjelaskan, seluruh paket pekerjaan tersebut saat ini sudah masuk tahap persiapan dan akan segera dilelang melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Kotamobagu.

“Semua pekerjaan ini sudah dalam persiapan untuk dilakukan pelelangan lewat ULP Kota Kotamobagu,” jelasnya.

Ia berharap proses lelang hingga pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan lancar dan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Semoga semua berjalan dengan lancar sampai ada pemenang dan seluruh pekerjaan tersebut segera dilaksanakan. Ini lelang terbuka, siapa saja bisa ikut mendaftar dengan menaati seluruh regulasi yang ada,” tandas Momintan.

Diketahui, pada tahun 2025 Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kotamobagu total telah menyelesaikan 18 item pekerjaan.