Beranda blog Halaman 4

Tak Berhenti di Seremoni, Om Dade Pimpin Panitia Menutup Pasar Senggol dengan Aksi Nyata hingga Bersihkan Sampah

Tak Berhenti di Seremoni, Om Dade Tutup Pasar Senggol dengan Aksi Nyata hingga Bersihkan Sampah (Foto: ZB)
Tak Berhenti di Seremoni, Om Dade Pimpin Panitia Tutup Pasar Senggol dengan Aksi Nyata hingga Bersihkan Sampah (Foto: ZB)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Bukan sekadar soal ramainya pengunjung atau derasnya transaksi, Pasar Senggol Kotamobagu 2026 justru dikenang karena satu hal, panitia yang tak pulang sebelum sampah terakhir diangkut.

Di saat banyak penyelenggara berhenti pada seremoni pembukaan, Pasar Senggol tahun ini menghadirkan wajah berbeda.

Di bawah kepemimpinan Sarjan Korompot atau yang akrab disapa Om Dade selaku ketua panitia dan Asosiasi pedagang, konsep leadership by action benar-benar dijalankan bukan dari balik meja, tetapi langsung di lapangan, dari awal hingga akhir.

Jelang Idul Fitri 1447 Hijriah, saat aktivitas pasar mencapai puncaknya, Sabtu dini hari (21/03/2026), Om Dade justru memilih menyusuri lapak-lapak pedagang. Tanpa protokoler, ia berdialog langsung, mendengar keluhan, dan menangkap realita yang selama ini kerap luput dari penyelenggara.

“Agar kita tahu kondisi sebenarnya di lapangan. Saya ingin pedagang dapat rezeki, pembeli juga bahagia,” ujarnya.

Langkah ini menjadi pembeda. Di tengah membludaknya pengunjung dari Bolaang Mongondow Raya hingga Minahasa Selatan, perputaran ekonomi ditaksir mencapai ratusan juta rupiah—terlihat dari padatnya transaksi di hampir seluruh lapak.

Tak Berhenti di Seremoni, Om Dade Tutup Pasar Senggol dengan Aksi Nyata hingga Bersihkan Sampah
Om Dade saat Menemui Para Pedagang Jelang Penutupan Pasar Senggol. (Foto: Udi)

Seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya mengaku merasakan langsung perbedaan pendekatan tersebut.

“Biasanya kami hanya diminta jualan, selesai ya sudah. Tapi kali ini panitia benar-benar turun, bahkan sampai urus sampah. Kami merasa dihargai,” ungkapnya.

Ia bahkan berharap ke depan penyelenggaraan pasar senggol tetap dipercayakan kepada figur yang sama.

“Kalau bisa tahun depan tetap ke Om Dade. Karena kami pedagang merasa diperhatikan, bukan hanya saat buka, tapi sampai selesai,” tambahnya.

Namun ujian sesungguhnya datang setelah euforia usai.

Pada hari kedua Lebaran, Ahad (22/03/2026), saat sebagian besar aktivitas telah berhenti dan lokasi dipenuhi sisa-sisa keramaian, Om Dade kembali turun. Bukan untuk menerima pujian, melainkan memimpin langsung pembersihan sampah yang menggunung.

Tumpukan plastik, sisa kemasan, dan limbah sisa makanan yang berserakan di seluruh area eks RSUD Datoe Binangkang tak dibiarkan berlama-lama.

Om Dade Memimpin Langsung Pembersihan Sisa-sis Sampah di Lokasi Pasar Senggol (Foto: Udi)
Om Dade Memimpin Langsung Panitia Membersihkan Sisa-sisa Sampah di Lokasi Pasar Senggol (Foto: Udi)

Panitia bergerak cepat, mengangkut sampah dengan estimasi volume mencapai 2 hingga 3 ton satu per satu dengan mengerahkan dua unit dump truck.

“Ini aset Pemkot Kotamobagu. Kami bertanggung jawab mengembalikannya dalam kondisi lebih baik dari saat dipinjam,” tegasnya.

Aksi ini menjadi penegasan bahwa kepemimpinan tidak berhenti saat acara selesai. Justru di titik itulah tanggung jawab diuji.

Enu Paputungan, warga Mongkonai, menilai apa yang dilakukan panitia sebagai standar baru yang patut dicontoh.

“Biasanya menunggu pemerintah turun membersihkan. Tapi ini panitia langsung bergerak. Ini harus jadi contoh,” ujarnya.

Aji Manoppo, warga Kotamobagu, juga mengapresiasi keberadaan pasar senggol yang menurutnya bukan hanya tempat transaksi, tetapi tradisi yang hidup.

“Kalau tidak ada, terasa kurang. Di sini lengkap dan harganya terjangkau,” katanya.

Apresiasi turut datang dari Pemerintah Kota Kotamobagu. Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, mengapresiasi kepada om Dade bersama panitia Pasar Senggol Bersahabat atas suksesnya penyelenggaraan pasar yang membludak jelang Idul Fitri.

Di balik kesuksesan ini, tersimpan satu pesan yang lebih besar, Pasar Senggol tahun ini bukan hanya tentang perputaran ekonomi rakyat, tetapi tentang standar baru dalam penyelenggaraan; bahwa tugas panitia tidak selesai saat lampu dipadamkan, melainkan saat dampak terakhir benar-benar dituntaskan.

Musda Golkar Kotamobagu Memanas, CEP Dituding Berpihak — Klarifikasi Tak Redam Spekulasi

Musda Golkar Kotamobagu Memanas, CEP Dituding Berpihak — Klarifikasi Tak Redam Spekulasi
Musda Golkar Kotamobagu Memanas, CEP Dituding Berpihak — Klarifikasi Tak Redam Spekulasi (Foto: Udi)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Meski waktu bergulirnya Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Partai Golkar Kota Kotamobagu masih cukup lama, dinamika yang berjalan mulai memanas.

Tudingan kontroversial muncul dari seorang pemerhati politik yang meminta namanya tak dipublikasi yang menyebut Christiany Eugenia Paruntu (CEP) berpihak kepada salah satu bakal calon ketua.

Isu tersebut langsung memantik spekulasi liar di internal Partai Golkar. Perebutan kursi Ketua DPD II Golkar Kotamobagu disebut-sebut melibatkan figur-figur kuat dengan basis dukungan yang tidak bisa dianggap remeh.

Menanggapi tudingan itu, CEP yang juga anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Fraksi Partai Golkar memberikan klarifikasi saat menghadiri acara buka puasa bersama Wali Kota Kotamobagu di Sutan Raja Hotel Kotamobagu, Rabu (18/3/2026).

CEP menegaskan bahwa hingga saat ini pelaksanaan Musda masih menunggu jadwal resmi dari DPP Partai Golkar.

“Musda masih menunggu jadwal. Kita berharap dalam waktu dekat sudah ada ketentuan dari DPP,” ujarnya.

Menjawab tudingan keberpihakan, CEP memilih bersikap diplomatis. Ia menekankan bahwa dirinya realistis dalam melihat dinamika internal partai.

“Saya realistis saja. Siapapun yang nantinya terpilih, itu berarti memiliki kapasitas dan tentu sudah disetujui oleh DPP,” tegasnya.

Lebih lanjut, CEP memastikan tidak akan berpihak secara personal kepada kandidat tertentu dan berkomitmen mendukung siapapun yang terpilih sebagai Ketua DPD II Golkar Kotamobagu.

“Siapapun yang jadi ketua, saya akan tetap mendukung,” tambahnya.

Namun, pernyataan tersebut belum sepenuhnya meredam spekulasi. Sejumlah kalangan menilai sikap “netral” CEP justru membuka ruang tafsir politik, terutama di tengah kompetisi yang kian mengerucut.

Apalagi isu kedekatan CEP yang setiap datang ke Kotamobagu, hanya mengunjungi kediaman salah satu kandidat calon ketua DPD II.

Beberapa nama yang menguat sebagai bakal calon Ketua DPD II Golkar Kotamobagu di antaranya Herdi Korompot, Raski Mokodompit, Fachrian Mokodompit, dan Rendy Virgiawan Mangkat.

Keempatnya disebut memiliki jaringan dan kekuatan politik signifikan di tingkat lokal.

Situasi ini membuat Musda Golkar Kotamobagu diprediksi tidak hanya menjadi ajang konsolidasi, tetapi juga pertarungan pengaruh antar elit yang berpotensi memunculkan friksi internal jika tidak dikelola secara matang.

Seiring belum adanya jadwal resmi dari DPP, tensi politik di tubuh Golkar Kotamobagu dipastikan masih akan terus bergerak dinamis—bahkan cenderung memanas.

CEP Turun Langsung Bagikan Sembako di 4 Kecamatan Kotamobagu, Warga Sambut Antusias

CEP Turun Langsung Bagikan Sembako di 4 Kecamatan Kotamobagu, Warga Sambut Antusias
CEP Turun Langsung Bagikan Sembako di 4 Kecamatan Kotamobagu (Foto: Ren)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Momentum bulan suci Ramadan 1447 Hijriah dimanfaatkan oleh anggota DPR RI Komisi VI, Christiany Eugenia Paruntu (CEP), untuk berbagi kepada masyarakat. Ia melaksanakan aksi sosial berupa pembagian paket sembako di empat kecamatan yang ada di Kota Kotamobagu, Rabu (18/03/2026).

Kegiatan tersebut menyasar warga yang membutuhkan di wilayah Kotamobagu Utara, Kotamobagu Selatan, Kotamobagu Timur, dan Kotamobagu Barat.

Pembagian sembako ini menjadi bentuk kepedulian nyata CEP terhadap masyarakat, khususnya di tengah suasana Ramadan yang identik dengan semangat berbagi dan solidaritas.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini turut didampingi oleh anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Raski Mokodompit. Kehadiran keduanya menunjukkan sinergi antara wakil rakyat di tingkat pusat dan daerah dalam menjangkau serta membantu masyarakat secara langsung.

Christiany Eugenia Paruntu bahkan turun langsung ke lapangan, menyapa warga sekaligus menyerahkan bantuan secara simbolis. Kehadirannya bersama Raski Mokodompit disambut antusias oleh masyarakat yang merasa terbantu dengan adanya paket sembako tersebut.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmennya sebagai wakil rakyat untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam fungsi legislasi, tetapi juga dalam aksi nyata yang dirasakan langsung oleh warga.

“Ramadan adalah bulan penuh berkah. Ini menjadi momentum untuk berbagi dan mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban warga,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

CEP Turun Langsung Bagikan Sembako di 4 Kecamatan Kotamobagu, Warga Sambut Antusias
CEP Turun Langsung Bagikan Sembako di 4 Kecamatan Kotamobagu (Foto: Ren)

Warga penerima bantuan mengaku bersyukur dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan. Mereka menilai bantuan sembako tersebut sangat membantu, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok selama bulan puasa.

Selain pembagian sembako, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk menyerap aspirasi masyarakat. Sejumlah warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai harapan dan kebutuhan yang diharapkan dapat diperjuangkan di tingkat pusat dan daerah.

Aksi sosial ini pun diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk meningkatkan kepedulian sosial, terutama di bulan suci Ramadan yang sarat dengan nilai kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama.***

Ironis! Lapak Resmi Sepi, Lapak Liar Berkuasa — Penertiban Pasar Senggol Ilegal Mandek

Ironis! Lapak Resmi Sepi, Lapak Liar Berkuasa — Penertiban Pasar Senggol Ilegal Mandek
Sarjan Korompot (Foto: Gi)

Kotamobagu, ZONABMR.COM Pasar Senggol di kawasan Eks RSUD Kotamobagu sejatinya sudah siap beroperasi. Tenda-tenda telah berdiri, instalasi listrik terpasang, dan area jualan telah ditata oleh panitia.

Namun di balik kesiapan fisik tersebut, fakta di lapangan justru memunculkan persoalan serius; ratusan lapak resmi dibiarkan kosong, sementara lapak liar di luar area pasar justru membengkak.

Dari total sekitar 288 lapak yang disiapkan panitia, tercatat sekitar 130 lapak hingga kini belum terisi pedagang.

Kondisi ini menjadi pukulan bagi panitia penyelenggara yang sejak awal berharap Pasar Senggol tahun ini kembali bergairah seperti tahun-tahun sebelumnya.

Ketua Asosiasi Pedagang Pasar, Sarjan Korompot atau yang akrab disapa Om Dade, Ahad (15/03/2025) mengatakan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada pedagang sejak jauh hari. Namun hingga kini, banyak pedagang belum juga menempati lapak yang telah disiapkan.

“Sudah lama kami sosialisasikan ke pedagang. Tapi sampai sekarang masih banyak lapak yang kosong,” ujarnya.

Ironisnya, di saat lapak resmi masih kosong, lapak-lapak senggol bayangan justru menjamur di sekitar kawasan pusat pertokoan.

Fenomena ini paling mencolok terlihat di sepanjang Jalan Kartini, yang kini dipenuhi pedagang yang membuka lapak di luar area resmi Pasar Senggol.

Jumlahnya bukan berkurang, tetapi terus bertambah dari hari ke hari. Tanpa penataan, tanpa pengawasan, dan tanpa aturan yang jelas.

Penertiban Satpol PP Tak Berefek Apa-apa

Padahal Satpol PP yang dipimpin langsung oleh Nasli Paputungan, Sabtu (13/03/2026) kemarin, telah turun langsung melakukan penertiban.

“Kami sudah mengimbau secara persuasif. Namun apabila tidak diindahkan, tentu pemerintah akan melakukan penertiban bersama Satpol PP, Dishub, dan pihak keamanan,” tegas Nasli.

Penertiban Pasar Senggol Ilegal Nyatanya Tak Berefek (Foto: Udi)

Namun nyatanya itu tak berefek apa-apa, malah pedagang pasar senggol ilegal semakin membludak.

Semakin ironis, sampai saat ini tak ada tindakan tegas dari Satpol PP seperti yang dikatakan Nasli.

Situasi ini jelas menimbulkan ketidakadilan bagi pedagang yang sudah membayar lapak resmi. Mereka mengikuti aturan, sementara di sisi lain pedagang liar bebas membuka lapak tanpa kewajiban apa pun.

Kondisi tersebut juga menyorot peran dua instansi yang memiliki tanggung jawab langsung dalam pengawasan dan penertiban kawasan pasar, yakni Satpol PP dan Disperindag Kotamobagu.

Publik tentu bertanya di mana peran pengawasan pemerintah ketika lapak liar tumbuh begitu cepat di depan mata?

Jika dibiarkan, keberadaan lapak bayangan ini bukan hanya merusak penataan Pasar Senggol, tetapi juga berpotensi mematikan lapak resmi yang sudah disiapkan panitia. Pedagang tentu akan memilih berjualan di lokasi bebas tanpa biaya jika tidak ada tindakan tegas dari pemerintah.

Karena itu, penertiban tidak bisa lagi ditunda. Satpol PP dan Disperindag harus turun tangan, bukan sekadar melihat situasi berkembang tanpa kendali.

Jika pemerintah tidak ada ketegasan Pemkot, Pasar Senggol Kotamobagu berisiko berubah dari pasar rakyat yang tertata menjadi kawasan perdagangan liar yang semrawut dan sulit dikendalikan.

Bagi panitia dan pedagang resmi, Pasar Senggol bukan sekadar deretan tenda musiman. Ia adalah ruang ekonomi rakyat yang setiap tahun menjadi harapan banyak orang menjelang Hari Raya.

Namun harapan itu akan runtuh jika aturan dibiarkan dilanggar dan pemerintah memilih diam.

Kini publik menunggu apakah penertiban akan benar-benar dilakukan, atau lapak liar akan terus dibiarkan tumbuh tanpa kendali?

Silaturahmi Ramadan Bersama Jurnalis, Senator Cherish Gelar Buka Puasa di D’Talaga Resto

Silaturahmi Ramadan Bersama Jurnalis, Senator Cherish Gelar Buka Puasa di D'Talaga Resto
Silaturahmi Ramadan Bersama Jurnalis, Senator Cherish Gelar Buka Puasa di D’Talaga Resto (Foto: Scu)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Momentum Ramadan dimanfaatkan Senator Cherish Harriette Mokoagow untuk mempererat silaturahmi dengan insan pers di Bolaang Mongondow Raya melalui kegiatan buka puasa bersama yang digelar pada Sabtu (14/03/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di D’Talaga Resto yang berlokasi di Desa Bungko, Kecamatan Kotamobagu Selatan.

Puluhan jurnalis dari berbagai media di wilayah Bolaang Mongondow Raya tampak menghadiri kegiatan tersebut.

Suasana berlangsung hangat dan penuh keakraban, dengan para jurnalis saling berbincang santai sembari menunggu waktu berbuka puasa.

Meski menjadi penggagas kegiatan, Cherish tidak sempat menghadiri langsung acara tersebut karena tengah menjalankan agenda kedinasan sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia di Jakarta.

Kehadiran Cherish diwakili oleh ibundanya, Suri Soepredjo yang menyampaikan sambutan kepada para jurnalis dan undangan yang hadir.

Ibunda Cherish, Suri Soepredjo Mokoagow, Mewakili Memberikan Sambutan (Foto: Scu)
Ibunda Cherish, Suri Soepredjo Mokoagow, Mewakili Memberikan Sambutan (Foto: Scu)

Dalam sambutannya, Suri menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukanlah agenda politik, melainkan bentuk rasa syukur sekaligus upaya menjaga hubungan baik dengan para jurnalis.

“Ini bukan agenda politik. Kegiatan ini murni sebagai ungkapan rasa syukur di bulan Ramadan sekaligus menjaga tali silaturahmi dengan rekan-rekan jurnalis serta para undangan yang hadir,” ujar Suri.

Ia juga menyampaikan salam dari Cherish kepada para jurnalis yang hadir serta harapan agar hubungan baik antara dirinya dan kalangan media di daerah tetap terjaga.

Cherish Harriette Mokoagow

“Cherish menyampaikan salam kepada teman-teman media. Beliau berharap kebersamaan seperti ini dapat terus terjalin sebagai ruang silaturahmi yang hangat,” tambahnya.

Menjelang azan magrib, suasana di lokasi acara terlihat semakin akrab. Para jurnalis berdiskusi ringan mengenai berbagai dinamika pemberitaan daerah, sebelum kemudian bersama-sama menikmati hidangan berbuka yang telah disiapkan pihak penyelenggara.

Diketahui, sebelum terjun ke dunia politik, Cherish Harriette Mokoagow pernah berkarier sebagai wartawan televisi di Jakarta.

Pada Pemilu 2019, ia berhasil terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia perwakilan Sulawesi Utara dengan perolehan suara terbanyak yakni 180.224 suara.

Pada Pemilu 2024, Cherish kembali dipercaya masyarakat Sulawesi Utara untuk melanjutkan tugas sebagai senator di DPD RI.

Melalui kegiatan buka puasa bersama ini, diharapkan hubungan baik antara tokoh publik dan komunitas media di daerah tetap terjaga, sekaligus memperkuat tradisi silaturahmi selama bulan Ramadan.

Mari Jo Belanja! Pasar Senggol Kotamobagu Diserbu Pengunjung, Warga Berburu Kebutuhan Lebaran

Mari Jo Belanja! Pasar Senggol Kotamobagu Diserbu Pengunjung, Warga Berburu Kebutuhan Lebaran
Suasana Pasar Senggol Kotamobagu (Foto: Udi)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Suasana Pasar Senggol Kotamobagu mulai dipadati pengunjung sejak resmi dibuka pada Sabtu (14/3/2026). Warga terlihat berbondong-bondong datang ke kawasan Eks RSUD Datoe Binangkang, Kampung Baru, Kelurahan Kotamobagu, untuk berburu berbagai kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Di lokasi pasar senggol, ratusan lapak pedagang tampak berjajar rapi di sepanjang area yang telah disiapkan.

Berbagai jenis barang dijajakan pedagang, mulai dari pakaian, sepatu, tas, aksesoris hingga perlengkapan rumah tangga yang banyak diburu masyarakat untuk kebutuhan Lebaran.

Memasuki malam hari, suasana pasar senggol semakin semarak. Lampu-lampu dari setiap lapak pedagang menyala terang menerangi area pasar, sementara pengunjung terlihat hilir mudik menyusuri lorong-lorong lapak sambil memilih barang dan melakukan tawar-menawar dengan para pedagang.

Tak jarang terdengar pedagang memanggil calon pembeli, menawarkan dagangan mereka dengan berbagai promo menarik. Anak-anak yang datang bersama orang tua pun tampak menikmati suasana keramaian pasar musiman yang menjadi tradisi setiap bulan Ramadan di Kota Kotamobagu.

Keramaian biasanya mulai terasa setelah waktu berbuka puasa hingga usai salat tarawih. Banyak warga memanfaatkan waktu malam untuk berbelanja bersama keluarga sekaligus menikmati suasana Pasar Senggol yang hanya hadir setahun sekali.

“Sekarang sudah mulai ramai, ba pumpun jo. Banyak masyarakat yang datang belanja kebutuhan lebaran,” ujar salah satu pedagang di lokasi Pasar Senggol.

Salah satu pengunjung, Yunia Gobel, warga Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), mengaku sengaja datang ke Kotamobagu untuk berbelanja kebutuhan Idul Fitri.

Menurutnya, Pasar Senggol Kotamobagu menjadi salah satu tujuan utama masyarakat setiap menjelang Lebaran karena pilihan barang yang dijual cukup lengkap.

“Setiap tahun saya datang belanja di Pasar Senggol Kotamobagu. Biasanya di sini cukup lengkap, mulai dari pakaian sampai kebutuhan lain untuk Lebaran,” kata Yunia.

Pasar Senggol sendiri merupakan agenda tahunan di Kota Kotamobagu yang selalu dinantikan masyarakat karena menjadi pusat perdagangan musiman menjelang Idul Fitri.

Tahun ini, Pasar Senggol dipusatkan di kawasan Eks RSUD Kotamobagu dengan jumlah lapak yang diperkirakan mencapai lebih dari 300 pedagang. Pasar senggol tersebut dijadwalkan akan berlangsung hingga malam takbiran menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Dengan semakin ramainya pengunjung setiap malam, Pasar Senggol Kotamobagu diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat selama bulan Ramadan sekaligus menjadi pusat aktivitas belanja warga menjelang Lebaran.

Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama BKMT Sulut: 1.000 Sembako Dibagikan, 7 Jamaah Dapat Umrah Gratis

Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama BKMT Sulut: 1.000 Sembako Dibagikan, 7 Jamaah Dapat Umrah Gratis
Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama BKMT Sulut (Foto: Udi)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Ribuan jamaah memadati Masjid Agung Baitul Makmur Kotamobagu dalam kegiatan Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) se-Sulawesi Utara, Ahad (8/3/2026).

Dalam kegiatan penuh kebersamaan di bulan suci Ramadan tersebut, sebanyak 1.000 paket sembako dibagikan kepada masyarakat, sementara tujuh jamaah beruntung mendapatkan hadiah umrah gratis.

Suasana di halaman hingga bagian dalam masjid tampak penuh kehangatan. Para jamaah, yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Utara, terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari silaturahmi, tausiyah, hingga menanti momen pengundian hadiah umrah.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Wilayah BKMT Sulawesi Utara, Yasti Soepredjo Mokoagow, yang juga anggota DPR RI.

Ribuan Jamaah Anggota BKMT se-Sulut Memadati Aula Masjid Agung Baitul Makmur Kotamobagu. (Foto: Udi)

Dalam sambutannya, Yasti menyampaikan terima kasih serta penghargaan kepada seluruh pengurus dan jamaah BKMT yang hadir dalam agenda tingkat provinsi tersebut.

“Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh yang hadir. Ini adalah agenda BKMT Provinsi Sulawesi Utara untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat program-program BKMT ke depan,” ujar Yasti.

Ia menjelaskan, BKMT Indonesia berdiri sejak 1 Januari 1981 dan hingga kini terus berkembang dengan berbagai program yang tidak hanya bergerak di bidang keagamaan, tetapi juga sosial, budaya, dan ekonomi.

Menurut Yasti, majelis taklim memiliki peran strategis dalam mendorong penguatan ekonomi mikro keluarga, khususnya bagi para ibu rumah tangga yang menjadi bagian dari jamaah.

“Majelis taklim bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga wadah pemberdayaan umat. Dari sini lahir banyak kegiatan yang membantu ekonomi keluarga,” katanya.

Salah satu contoh nyata, lanjut Yasti, adalah program bantuan dana bergulir yang dijalankan BKMT Kota Kotamobagu bagi para anggotanya.

“Saya mengapresiasi BKMT Kotamobagu yang membuat program bantuan dana bergulir dan sampai saat ini berjalan dengan baik. Program ini sangat membantu ekonomi keluarga,” ujarnya.

Program tersebut dinilai menjadi contoh bagaimana majelis taklim dapat berperan dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui skema ekonomi mikro.

Bahkan, setelah melihat langsung catatan pengelolaan program tersebut, Yasti berkomitmen untuk menambah modal bagi program dana bergulir BKMT Kotamobagu.

“Saya sudah memeriksa catatannya dan BKMT Kotamobagu sangat bagus. Insya Allah saya akan menambah modal untuk BKMT Kotamobagu, dan mudah-mudahan BKMT kabupaten/kota lain bisa mengikuti,” tambahnya.

Selain program ekonomi, Yasti juga menekankan pentingnya kaderisasi dalam organisasi BKMT agar keberlanjutan gerakan dakwah dan pemberdayaan masyarakat tetap terjaga.

“Berbicara soal kader, Insya Allah akan lahir banyak kader perempuan dari BKMT yang bisa berkontribusi untuk daerah dan bangsa,” ujarnya.

Ia juga menyoroti sejumlah pengurus daerah yang dinilai belum maksimal menjalankan kegiatan organisasi.

“Bagaimana kita akan diapresiasi kalau programnya tidak berjalan. Karena itu tetap semangat semuanya. Dalam syiar tidak ada kata lelah dan tidak ada kata menyerah,” tegasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten I Pemerintah Kota Kotamobagu, Sahaya Mokoginta yang mewakili Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib selaku tuan rumah, para ketua BKMT kabupaten/kota, serta pengurus dan anggota BKMT se-Bolaang Mongondow Raya dan Sulawesi Utara.

Yasti Soepredjo Mokoagow saat Menyerahkan Bingkisan Pada Anak Yatim dan Bantuan Sembako (Foto: Udi)

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, BKMT Sulut membagikan 1.000 paket sembako kepada masyarakat, khususnya para lansia dan warga kurang mampu.

Suasana semakin semarak saat pengundian hadiah umrah berlangsung. Para jamaah tampak antusias menyaksikan proses pengundian, yang disambut tepuk tangan dan doa dari peserta ketika nama pemenang diumumkan.

Sebelum kegiatan silaturahmi dan buka puasa dimulai, Yasti yang juga anggota Komisi V DPR RI terlebih dahulu menyerahkan bingkisan kepada puluhan anak yatim piatu di lokasi kegiatan.

Menjelang waktu berbuka, suasana masjid semakin khidmat. Jamaah yang sejak sore mengikuti kegiatan bersama-sama memanjatkan doa, sebelum akhirnya berbuka puasa dalam suasana penuh kekeluargaan di Masjid Agung Baitul Makmur Kotamobagu.

APPI Kotamobagu Gelar Buka Puasa Bersama, Perkuat Silaturahmi Industri Pembiayaan

APPI Kotamobagu Gelar Buka Puasa Bersama, Perkuat Silaturahmi Industri Pembiayaan
Para Kepala Cabang Perusahaan Pembiayaan yang Tergabung dalam APPI Kotamobagu (Foto: ZB/Udi)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Kota Kotamobagu menggelar kegiatan buka puasa bersama dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Sutan Raja, Kota Kotamobagu, Kamis (6/2/2026) tersebut dihadiri pimpinan, perwakilan serta staf perusahaan pembiayaan yang beroperasi di wilayah Kota Kotamobagu dan sekitarnya.

Kegiatan yang diikuti sekitar puluhan peserta itu berlangsung sejak sore hari hingga menjelang waktu salat Isya. Para peserta yang terdiri dari pimpinan cabang perusahaan pembiayaan, perwakilan serta staf tampak menikmati suasana kebersamaan yang berlangsung santai dan penuh keakraban.

Selain berbuka puasa bersama, para peserta juga memanfaatkan momen tersebut untuk berdiskusi secara informal mengenai berbagai hal terkait penguatan industri pembiayaan di daerah.

Kebersamaan saat berbuka puasa pun terasa hangat. Nampak seluruh peserta saling berbagi pandangan dan pengalaman dalam diskusi ringan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan.

Diskusi tersebut membahas berbagai upaya untuk memperbaiki serta memperkuat kualitas perusahaan pembiayaan di Kota Kotamobagu, termasuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat serta menjaga stabilitas industri pembiayaan di tengah berbagai tantangan ekonomi.

Ketua APPI Kotamobagu, Yohanis Batara Randa yang juga menjabat sebagai Kepala Cabang FIFGROUP Kotamobagu, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut sekaligus mengapresiasi kehadiran para pimpinan cabang bersama staf perusahaan pembiayaan.

“Selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh rekan-rekan. Semoga di bulan suci yang penuh berkah, rahmat dan ampunan ini kita semua senantiasa diberikan kesehatan dalam beraktivitas serta mampu meraih target dan kesuksesan bersama,” ujar Yohanis.

Ia menambahkan, kegiatan buka puasa bersama tersebut tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi momentum penting bagi seluruh anggota APPI Kotamobagu untuk mempererat tali silaturahmi serta memperkuat sinergi antar perusahaan pembiayaan.

“Kegiatan buka puasa bersama ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum penting bagi seluruh anggota APPI Kotamobagu untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat sinergi antar perusahaan pembiayaan. Di tengah dinamika ekonomi, kebersamaan ini diharapkan mampu membangun kolaborasi yang lebih solid demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kotamobagu dan sekitarnya,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris APPI Kotamobagu, Muhammad Khabir yang juga Kepala Cabang Mandiri Tunas Finance (MTF) Kotamobagu, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk kebersamaan sekaligus ungkapan rasa syukur di bulan suci Ramadhan.

“Bukber APPI ini adalah bentuk kebersamaan dan rasa syukur di bulan Ramadhan, sekaligus untuk mempererat silaturahmi antar perusahaan pembiayaan,” kata Khabir.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para pelaku industri pembiayaan untuk menyamakan visi dan misi dalam memperkuat industri pembiayaan di daerah.

“Dalam kegiatan ini kami juga menyamakan visi dan misi untuk memperkuat industri pembiayaan. Kami saling memberikan masukan untuk pertumbuhan pembiayaan dan menjaga stabilitas industri pembiayaan yang penuh tantangan,” jelasnya.

Ketua APPI Kotamobagu Yohanis Batara Randa Bersama Sekretaris Muhammad Khabir dan Bendahara Dovvy Emanda (Foto: ZB/Udi)

Bendahara APPI Kotamobagu, Dovvy Emanda yang juga Kepala Cabang Hasjrat Multifinance Kotamobagu, turut menekankan pentingnya menjaga kebersamaan antarperusahaan pembiayaan melalui momentum Ramadhan.

“Buka puasa bersama ini menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antar perusahaan pembiayaan di Kotamobagu. Selain itu, kegiatan seperti ini juga memperkuat komunikasi dan kebersamaan agar industri pembiayaan di daerah dapat terus berkembang dengan baik,” ujar Dovvy.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut pimpinan perusahaan pembiayaan atau perwakilan bersama staf dari berbagai perusahaan yang beroperasi di Kota Kotamobagu.

Adapun perusahaan pembiayaan yang hadir antara lain FIFGROUP, Mandiri Tunas Finance (MTF), Hasjrat Multifinance (HMF), BFI Finance, Mandiri Utama Finance (MUF), SMS Finance, Indomobil Finance Indonesia (IMFI), Adira Finance, BCA Finance (BCAF), Smart Finance, WOM Finance, serta Mandala Finance.

Kegiatan buka puasa bersama tersebut menjadi momentum memperkuat kebersamaan antar pelaku industri pembiayaan di Kota Kotamobagu yang selama ini turut berperan dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya dalam sektor pembiayaan kendaraan dan kebutuhan produktif lainnya di wilayah Bolaang Mongondow Raya.

Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh pimpinan perusahaan pembiayaan yang hadir sebagai simbol kebersamaan dan soliditas antar anggota APPI Kotamobagu.***

Rutan Kotamobagu Berbagi Takjil, Perkuat Kepedulian dan Reintegrasi Sosial di Bulan Ramadhan

Rutan Kotamobagu Berbagi Takjil, Perkuat Kepedulian dan Reintegrasi Sosial di Bulan Ramadhan
Rutan Kotamobagu Berbagi Takjil, Perkuat Kepedulian dan Reintegrasi Sosial di Bulan Ramadhan (Foto: Udi)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Suasana hangat kebersamaan terasa di depan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kotamobagu, Kamis (5/3/2026) sore.

Dalam semangat berbagi di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, jajaran Rutan Kotamobagu turun langsung ke jalan membagikan takjil kepada masyarakat yang melintas di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kotamobagu, Kecamatan Kotamobagu Barat.

Kegiatan sosial tersebut dipimpin langsung Kepala Rutan (Karutan) Kelas IIB Kotamobagu, Aris Yuliyanta, bersama para pegawai Rutan. Mereka membagikan ratusan paket takjil kepada pengendara roda dua, roda tiga, roda empat, hingga warga sekitar yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.

Aksi sederhana namun penuh makna itu disambut antusias masyarakat. Sejumlah pengendara mengaku terbantu, terutama bagi mereka yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka hampir tiba.

Karutan Kotamobagu, Aris Yuliyanta, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program bakti sosial yang rutin dilaksanakan pihak Rutan setiap bulan.

“Biasanya bakti sosial ini kami lakukan untuk membantu keluarga warga binaan yang kurang mampu. Bantuan tersebut berasal dari hasil program ketahanan pangan yang dikelola di dalam Rutan,” ujarnya.

Namun khusus di bulan Ramadhan, kata Aris, kegiatan sosial tersebut diarahkan untuk berbagi takjil kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan.

“Karena bertepatan dengan bulan Ramadhan, maka kali ini kami menyalurkan dalam bentuk pembagian takjil kepada masyarakat. Kami juga memanfaatkan momen ini untuk memperkenalkan layanan pemasyarakatan yang ada di Rutan Kotamobagu,” jelasnya.

Aris menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun jembatan sosial antara lembaga pemasyarakatan dengan masyarakat luas. Melalui kegiatan-kegiatan positif, pihak Rutan ingin menunjukkan bahwa proses pembinaan di dalam Rutan tidak hanya berfokus pada menjalani masa hukuman, tetapi juga mempersiapkan warga binaan agar dapat kembali diterima di tengah masyarakat.

“Ini juga bagian dari upaya reintegrasi sosial. Kami ingin masyarakat melihat bahwa di dalam Rutan ada proses pembinaan, ada kegiatan produktif, dan ada semangat untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat secara lebih baik,” tambahnya.

Ia menegaskan, kegiatan bakti sosial akan terus dilakukan secara rutin setiap bulan sebagai bentuk kepedulian Rutan kepada masyarakat serta keluarga warga binaan yang membutuhkan.

“Semoga kegiatan sederhana ini bisa memberi manfaat dan membawa berkah bagi kita semua di bulan Ramadhan,” tutupnya.

DPRD Bolmong Rekomendasikan Pemberhentian Sementara Sangadi Otam

DPRD Bolmong Rekomendasikan Pemberhentian Sementara Sangadi Otam
DPRD Bolmong Rekomendasikan Pemberhentian Sementara Sangadi Otam (Foto: ZB)

Bolmong, ZONABMR.COM – Polemik kepemimpinan di Desa Otam, Kecamatan Passi Barat, memasuki babak baru setelah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow secara resmi merekomendasikan pemberhentian sementara Sangadi (Kepala Desa) Otam usai pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama masyarakat dan pemerintah daerah, Senin, 2 Maret 2026, di Gedung DPRD Bolmong, Lolak.

Rekomendasi tersebut tertuang dalam Dokumen DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Nomor 9 Tahun 2026 tentang aduan masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan tugas, fungsi, dan wewenang Kepala Desa Otam.

RDP turut dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow, di antaranya Asisten I Setda, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Inspektorat Daerah, Bagian Hukum Setda, Camat Passi Barat, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta perwakilan masyarakat Desa Otam.

Dalam forum tersebut, DPRD menerima penjelasan bahwa hasil pemeriksaan Inspektorat terkait pengelolaan Dana Desa Otam saat ini tengah berproses di Kejaksaan Negeri Kotamobagu dan telah memasuki tahapan penyelidikan.

Surat rekomendasi DPRD Bolmong

Berdasarkan perkembangan itu, DPRD Bolaang Mongondow meminta Bupati Bolaang Mongondow mengambil langkah administratif berupa pemberhentian sementara terhadap Sangadi Otam hingga terdapat kepastian hukum dari aparat penegak hukum.

Langkah tersebut dinilai penting guna menjaga stabilitas pemerintahan desa di tengah meningkatnya ketegangan sosial dan tuntutan masyarakat yang terus bergulir dalam beberapa bulan terakhir.

Rekomendasi DPRD tersebut secara resmi ditandatangani Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow, Tony Tumbelaka, dan disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow untuk segera ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Sangadi Serahkan Keputusan kepada Pemkab Bolmong

Menanggapi rekomendasi tersebut, Sangadi Otam, Idrus Mokodompit, menyatakan menghormati seluruh proses yang sedang berjalan dan menyerahkan sepenuhnya keputusan terkait jabatannya kepada pihak Inspektorat.

“Saya menghormati seluruh proses yang sedang berjalan. Dalam RDP tadi saya tidak lagi banyak melakukan pembelaan dan menyerahkan sepenuhnya keputusan terkait jabatan saya kepada Inspektorat. Apa pun hasil pemeriksaan di lapangan atas tuduhan yang disampaikan, saya siap mengikuti keputusan yang diambil,” ujar Idrus Mokodompit.

Pernyataan tersebut sekaligus menandai sikap kooperatif pihak pemerintah desa di tengah meningkatnya tekanan publik terhadap kepemimpinan di Desa Otam.

Masyarakat Desak Sangadi Mundur

Di sisi lain, tokoh masyarakat Desa Otam, Eki Adampe, secara tegas meminta Sangadi Otam untuk mengundurkan diri dari jabatan demi meredam konflik sosial yang berkembang di masyarakat.

“Kami meminta Sangadi Otam untuk secara legowo mengundurkan diri dari jabatan, karena dugaan penyalahgunaan kewenangan yang terjadi sudah menimbulkan keresahan di masyarakat. Apalagi terdapat persoalan keterlibatan sebagai penyedia barang dalam pengelolaan dana TJSL PLN serta pengelolaan Dana Desa yang dinilai tidak sesuai mekanisme,” tegas Eki Adampe.

Perbedaan sikap antara tuntutan masyarakat dan proses administratif pemerintah tersebut menjadikan persoalan Desa Otam tidak lagi sekadar isu internal desa, melainkan telah berkembang menjadi perhatian politik daerah.

Laporan dan Aksi Warga Jadi Pelengkap

Aduan masyarakat Desa Otam terkait dugaan pengelolaan Dana Desa tahun anggaran 2022 hingga 2024 serta dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN sebelumnya telah dilaporkan ke Inspektorat Kabupaten Bolaang Mongondow.

Desakan evaluasi kepemimpinan juga sempat disuarakan Organisasi Gama Adat Desa Otam pada 6 Februari 2025 serta melalui aksi demonstrasi masyarakat pada 23 Juli 2025.

DPRD menegaskan bahwa rekomendasi pemberhentian sementara yang dikeluarkan merupakan hasil pembahasan resmi melalui mekanisme RDP dan didasarkan pada perkembangan proses pemeriksaan oleh lembaga pengawas pemerintah.

Dengan keluarnya rekomendasi tersebut, keputusan akhir kini berada di tangan Bupati Bolaang Mongondow sebagai pejabat yang memiliki kewenangan administratif untuk menentukan status jabatan Sangadi Otam sambil menunggu kepastian hukum dari aparat penegak hukum.