Beranda blog Halaman 510

Sidang PN Kotamobagu di Lokasi Potolo-Rumagit Sempat Tegang

 

ZONA HUKRIM – Pengadilan Negeri (PN) Kotamobagu menggelar sidang Pemeriksaan Setempat di lokasi perkebunan Potolo dan Rumagit yang merupakan areal perkebunan warga Desa Tanoyan dan Tungoi, Kabupaten Bolmong, Jumat (05/04). Sidang tersebut digelar untuk dua perkara yaitu perkara pidana Nomor 269/Pid.B/2018/PN.Ktg dan perkara perdata Nomor 13/Pdt.G/2019/PN.Ktg.

“Sidang ini merupakan pemeriksaan lokasi untuk perkara perdata serta pidana,” kata Dewantoro, S.H., M.H., hakim yang memimpin pembukaan sidang bersama sejumlah hakim lainnya serta panitera. Turut hadir Penuntut Umum Jenny Wajong dan Zulkarnain Perdana Mustaka serta Terdakwa Welly Lewan dan Agusri Lewan beserta sejumlah penasihat hukum, termasuk pihak Badan Pertanahan Nasional.

Data dirangkum menyebutkan, sidang pidana tersebut digelar lantaran adanya laporan saksi Adrian Kobandaha terkait pemalsuan dokumen serta adanya penyerobotan dan pengrusakan di tanah miliknya seluas ± 80 hektare oleh Welly Lewan dan Agusri Lewan. Sedangkan dalam perkara perdata, keabsahan dokumen tanah milik Adrian Kobandaha dan Wahyudi Tonote digugat oleh Herry Lewan.

Terpantau, sidang siang itu diawali pemeriksaan perkara pidana dan sempat terjadi ketegangan. Ketika saksi Adrian Kobandahan menunjuk lokasi yang diklaim sebagai miliknya, tiba-tiba mendapat penolakan keras dan keberatan banyak warga yang sedang beraktifitas di lokasi. Hal serupa terjadi saat dilakukannya pengecekan objek perkara perdata, hingga sejumlah petugas keamanan berupaya menenangkan warga.

Raja Bonar Wansi Siregar, S.H., M.H., salah satu hakim saat diwawancarai mengatakan, pihaknya menggelar sidang tersebut hanya untuk melihat lokasi yang menjadi objek perkara, “Jadi tidak ada penentuan soal tanah milik di sini, Majelis Hakim hanya mengecek dan melihat keberadaan objek yang diperkarakan baik yang pidana maupun perdata,” kata Siregar, yang juga Humas PN Kotamobagu.

Untuk agenda sidang berikutnya, lanjut Siregar, akan digelar Kamis depan tanggal 11 April 2019, “Untuk perkara pidana pekan depan agenda saksi meringankan dari Terdakwa. Untuk perkara perdata, digelar di hari yang sama. Agendanya saksi dari Penggugat,” urai Siregar, yang juga hakim anggota dalam dua perkara tersebut.(Zul/ldy)

Wali Kota Ingatkan CPNS Soal Pelayanan

Wali Kota Tatong Bara saat menyerahkan SK CPNS.

ZONA KOTAMOBAGU – Wali Kota Tatong Bara mengingatkan para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) soal pelayanan. Hal ini disampaikan wali kota dalam sambutannya usai menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada 232 CPNS, di Aula Kantor Wali Kota, Kamis (4/4).

Menurutnya, sebagai pelayan masyarakat, CPNS harus selalu siap melayani dan memberi pelayanan yang maksimal. “Ada dokter, perawat, guru dan sebagainya. Kalian adalah pelayan masyarakat,” kata wali kota.

Wali kota mengungkapkan, menjadi PNS adalah sebuah pilihan yang harus dijalankan. Sehingga ketika lulus menjadi CPNS, maka ada banyak hal yang harus diperhatikan, termasuk soal pelayanan. “Camkan betul bahwa masyarakat adalah majikan, kita adalah pelayan. Jangan diputar. Bos kita rakyat, jadi jangan kecewakan dan wajib dilayani dengan sepenuh hati,” ungkap wali kota.

Pada kesempatan itu, wali kota juga mengingatkan agar para calon abdi negara itu untuk selalu memperhatikan disiplin, kinerja, loyalitas, profesionalisme serta tanggung jawab. “Menjadi CPNS itu semuanya sudah diatur. Waktu datang pulang itu sudah ditentukan, kalau tidak mau, jangan masuk di wilayah ini,” tambah wali kota.

232 CPNS hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) pada 2018 lalu itu terdiri dari; 126 tenaga guru, 80 tenaga kesehatan dan 26 tenaga teknis. (ads/trz)

Nasrun Koto Kembali Dipercaya Jadi Wakil Ketua MPD Sulut

Nasrun Koto (kedua dari kiri) foto bersama jajaran majelis pengawas usai pelantikan.

ZONA KOTAMOBAGU – Nasrun Koto SH MH kembali mendapat kepercayaan dari Kementrian Hukum dan Ham Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) sebagai Wakil Ketua Majelis Pengawas Daerah (MPD) Notaris Sulut. Pelantikan dan pengambilan sumpah majelis pengawas dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Perwakilan Sulut, Kamis (4/4), di Manado.

“Raya syukur kepada Allah karena lima periode dipercaya oleh negara menjadi majelis pengawas notaris daerah Sulut. Ini adalah sebuah amanah yang harus dijalankan dengan baik dan sesuai aturan perundang-undangan,” kata Nasrun, usai pelantikan.

Nasrun menjelaskan, tugas dan fungsi majelis pengawas adalah mengawasi atau menjaga agar para notaris selalu berada pada rel aturan perundang-perundangan. Selain itu, majelis pengawas juga katanya bertugas untuk melayani masyarakat khususnya yang membutuhkan jasa notaris.

“Majelis pengawas juga berhak melakukan pembinaan apabila ada notaris yang melanggar jabatan, serta melakukan pemeriksaan berkala bagi setiap notaris yang ada di Sulut. Kemudian jika ada notaris yang akan diminta keterangan oleh pihak berwajib, maka harus mendapat persetujuan dulu dari majelis pengawas,” jelasnya. (ads/trz)

Pemkot Gelar Festival Pesona Kuliner

Wali Kota Tatong Bara memberi sambutan saat membuka kegiatan Festival Kuliner.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) menggelar festival pesonakuliner, Kamis (4/4), di Lapangan Kelurahan Pobundayan, Kecamatan Kotamobagu Selatan. Kegiatan yang diikuti desa dan kelurahan serta BUMN itu merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 Kota Kotamobagu pada 23 Mei mendatang.

Kepala Disparbud, Agung Adati, mengungkapkan festival pesona kuliner tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mempromosikan kuliner khas daerah kepada masyarakat luas. “Melalui kegiatan ini kita harap kuliner khas Kotamobagu bisa dikenal luas masyarakat,” katanya.

Wali Kota Tatong Bara saat berada di lokasi kegiatan.

Sementara itu, Wali Kota Tatong Bara, mengapresiasi Disparbud yang setiap tahunnya selalu konsisten menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, festival kuliner itu menjadi wadah promosi untuk memperkenalkan makanan khas yang sasarannya adalah meningkatkan jumlah wisatawan berkunjung ke Kota Kotamobagu. “Kegiatan ini sangat baik, karena melalui kegiatan ini kita memperkenalkan bahwa Kota Kotamobagu memiliki kuliner khas,” ungkapnya.

Wali Kota Tatong Bara meninjau menu yang disiapkan peserta.

Ia berharap, melalui kegiatan tersebut pengembangan wisata kuliner di Kota Kotamobagu bisa sejalan dengan meningkatnya investasi. “Event ini akan memperkuat daya saing pariwisata utamanya dalam meningkatkan kunjungan wisatawan di daerah ini,” harapnya. (adverotial)

Juara III Press Futsal Competition, Pemain NKRI FC: Syukur Moanto’ Paman

Foto pemain dan manager NKRI FC bersama Wali Kota Manado.

MANADO —  NKRI FC meraih juara III Press Futsal Competition yang dilaksanakan Ikatan Wartawan Online (IWO) Manado, di Lapangan Tikala. Selain peringkat III, tim yang dimanageri Nasrun Koto SH MH itu juga didaulat sebagai tim terbaik pada turnamen yang memperebutkan piala tetap dan piala bergilir Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut.

Meski hasil yang didapat itu belum sesuai dari yang ditargetkan, namun para pemain dan official tetap mensyukurinya.

“Sebenarnya target kita adalah mempertahankan gelar juara I yang kita dapat tahun lalu. Tapi hasil ini (juara III) sudah cukup memuaskan,” kata Rusmin Mamonto, pemain NKRI FC.

Pemain lainnya, Risnan Labenjang, mengapresiasi hasil yang didapat NKRI FC. Raihan hasil itu katanya merupakan buah kerja sama dan kerja keras semua pemain. “Ini juga tak lepas dari dukungan penuh pak manager (Nasrun Koto). Syukur Maanto Paman (sapaan akrab Nasrun Koto) yang selalu setia mendampingi kami sejak awal sampai akhir turnamen. Kita doakan, semoga kesuksesan selalui menyertai,” sebutnya, diaminkan Juandri Paputungan, Reza Ramadhan, Tri Ismail, Sisman Damopolii, Imran Asiaw, Savdar Fransisco, Mawardi Mamonto. (trz)

Kalah di Semi Final, Nasrun Koto Semangati Pemain NKRI FC

Foto bersama Tim NKRI FC sebelum pertandingan semi final.

MANADO — NKRI FC mengalami kekalahan 0-1 dari PWI Minahasa Selatan pada pertandingan babak semi final turnamen futsal antar wartawan yang dilaksanakan Ikatan Wartawan Online (IWO) Manado, di Lapangan Tikala.

Meski kecewa dengan hasil itu, namun manager NKRI FC, Nasrun Koto SH MH, tetap menyemangati para pemainnya. Menurutnya, kekalahan yang dialami timnya itu bukan disebabkan oleh permainan tim, melainkan faktor non teknis.

“Kekalahan itu hal biasa. Kita bukan kalah soal kualitas permaian, justeru sebaliknya kita unggul dari segi penguasan bola serta bisa menciptakan banyak peluang. Hanya faktor kemujuran yang belum berpihak kepada kita. Apalagi kita lihat bersama tadi, ada momen tertentu yang harusnya kita dapat hadiah penalty tapi wasit yang memimpin pertandingan memutuskan lain,” ujarnya.

Usai pertandingan, manager yang dikenal dekat dan akrab dengan pemain-pemainnya itu meminta agar semua menerima hasil pertandingan, dan selalu menunjukkan sportivitas. “Apapun hasil pertandingannya, tetap harus kita terima. Yang pasti kita sudah berusaha fair. Tetap semangat semuanya,” sebutnya. (trz)

Merasa Dirugikan, NKRI FC Soroti Kepemimpinan Wasit

Foto bersama Tim NKRI FC sebelum pertandingan semi final.

MANADO — Langkah NKRI FC Kotamobagu di turnamen futsal antar wartawan yang dilaksanakan Ikatan Wartawan Online (IWO) Manado, harus kandas dibabak semi final. Di babak empat besar yang dilaksanakan di Lapangan Tikala, Selasa (2/4), NKRI FC dipaksa mengalah 0-1 dari PWI Minahasa Selatan (Minsel).

Hasil itu cukup membuat official dan para pemain kecewa. Pasalnya, kekalahan yang dialami tim yang dimanageri Nasrun Koto SH MH itu bukan karena faktor permaian, tapi keputusan wasit yang dinilai sangat merugikan NKRI FC.

“Dalam pertandingan ada yang menang  dan ada yang kalah. Tapi jika kekalahan disebabkan karena keputusan wasit, tentu itu sulit untuk kita terima,” kata Rusmin Mamonto, salah satu pemain.

Pemain NKRI FC lainnya, Risnan Labenjang, juga menyoroti kepemimpinan wasit yang memimpin pertandingan itu. Ia menilai, wasit tersebut belum paham soal aturan pertandingan futsal. “Jelas-jelas terjadi pelanggaran di dalam kotak penalty, tapi bukan diberi penalty. Itukan sangat merugikan kami. Patut kita pertanyakan kualitas, kemampuan dan pengetahuannya soal aturan-aturan pertandingan,” sebutnya. (trz)

Grab Kotamobagu Siap Patuhi Aturan Pemerintah

Grab Kotamobagu. (Foto: Istimewa).

ZONA KOTAMOBAGU – Kehadiran grab di Kota Kotamobagu belakangan mendapat sorotan dari Pemerintah Kota (Pemkot). Pasalnya, perusahaan yang bergerak di bidang layanan jasa transportasi itu sudah lama beroperasi, namun belum pernah melapor ke pihak pemerintah soal operasional maupun keberadaan kantor perwakilan di Kotamobagu.

“Minimal melapor ke sini (Dinas Kominfo) terkait operasional maupun keberadaan kantor mereka. Ini untuk memudahkan pengawasan kami, sekaligus tindak lanjut dari setiap laporan masyarakat atau penumpang yang disampaikan lewat aplikasi Si-KeMas. Ini juga untuk memberi rasa aman dan nyaman bagi masyarakat sebagai pengguna jasa transportasi berbasis online ini,” kata Kepala Dinas Kominfo, Ahmad Yani Umar.

Menanggapinya, Government Realtions Managers for Sulawesi Grab Indonesia, Akmal Chaer, mengaku pihaknya selalu dan akan terus menghargai dan menaati berbagai ketentuan yang berlaku di wilayah operasi, termasuk di Kota Kotamobagu.

“Kami terus mengupayakan terciptanya kolaborasi dengan Pemerintah Kota Kotamobagu, dan juga pemangku kepentingan industri terkait pemberian layanan transportasi yang lebih efisien dan aman bagi masyarakat,” ujarnya.

Ditambahkannya, pihaknya terus berkomitmen menghadirkan dampak positif terhadap industri transportasi di Kotamobagu. “Teknologi kami memungkinkan para pengemudi mendapatkan pemasukan yang lebih baik dengan cara efisien. Jadi kehadiran grab di Kota Kotamobagu juga membuka lebih banyak lapangan pekerjaan, dan diharapkan dapat meningkatkan kehidupan para mitra pengemudinya dan masyarakat secara umum,” ungkapnya. (trz)

TB-NK Isyaratkan Rolling Pejabat, Nayodo: Setelah ada Sekda Definitif

Wali Kota Tatong Bara (kanan) dan Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan (kiri) saat berada di salah satu cafe yang ada di Kotamobagu, beberapa waktu lalu.

ZONA KOTAMOBAGU – Wali Kota Tatong Bara dan Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan (TB-NK), mengisyaratkan akan melakukan rolling jabatan dalam waktu dekat ini. Rolling atau mutasi itu dimaksudkan untuk memperkuat struktur pemerintahan TB-NK.

“Dalam waktu dekat ini akan ada reposisi pejabat. Ini untuk memaksimalkan pemerintahan. Untuk rolling selanjutnya tergantung wakil wali kota,” kata Wali Kota, Tatong Bara, usai mengukuhkan 71 pejabat eselon II, III dan IV, sore tadi.

Untuk menentukan siapa pejabat yang akan mengisi formasi jabatan tersebut, wali kota menyebut telah menyerahkannya kepada Wakil Wali Kota, Nayodo Koerniawan. “Pak Wakil Wali Kota sejak awal marathon turun ke masyarakat termasuk di dinas dinas, agar bisa diketahui apa yang menjadi permasalahan di tingkat bawah. Dari pendalaman beliau (wakil wali kota), perlu ada reposisi. Saya sudah Saya sudah sampaikan, silahkan buat konfigurasi kemudian kita duduk dan bahas bersama Baperjakat,” ujar wali kota.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan, mengungkapkan roling pejabat akan dilaksanakan dalam beberapa waktu ke depan. “Secepatnya. Kita akan bentuk tim dulu. Mungkin sesudah ada pejabat Sekda definitif,” tutur Nayodo. (ads/trz)

Pemdes Boroko Timur Razia Tempat Kost

Robby Pakaya

ZONA BOLMUT – Pemerintah Desa (Pemdes) Boroko Timur bekerja sama dengan Polsek Urban dan Koramil Kaidipang, melakukan razia disejumlah tempat kost, Senin (25/3) malam. Hasilnya, didapati ada banyak warga yang berasal dari luar daerah yang tinggal dan menetap di di desa tersebut namun tidak pernah melapor ke pemerintah desa setempat.

Menurut Kepala Desa Boroko Timur, Robby Pakaya, razia bersama pihak keamanan itu dilakukan untuk mengawasi aktivitas masyarakat, terutama warga pendatang yang tinggal sementara atau sudah menetap di Desa Boroko Timur. “Saat razia kita dapati ada yang sudah tinggal di sini (Desa Boroko Timur), tapi belum melapor ke pemerintah desa,” katanya.

Ia mengungkapkan, dari banyaknya warga yang didapai tersebut, sekira 60 persen diantaranya merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN). Oleh karena itu, ia menyarankan agar para ASN itu dapat segera melapor ke pemerintah desa. “Mereka belum terdaftar sebagai warga Bolmut, dan masih ber-KTP daerah asal mereka. Sebaiknya mereka melapor, agar nantinya akan didata. Ini juga akan memudahkan kami dalam mengawasi aktivitas masyarakat di sini,” ungkapnya.

Ditambahkannya, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui instansi teknis, terkait banyaknya warga pendatang yang tinggal di Desa Boroko Timur. “Sebagai ASN mereka bekerja di daerah ini, maka harusnya sudah beridentitas Bolmut. Nanti ini akan kita koordinasikan dengan instansi terkait,” tambahnya. (Rendy)