Beranda blog Halaman 514

Dinsos Tunggu Persetujuan Usulan Bantuan RTLH

Roi Paputungan

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Sosial (Dinsos) mengusulkan bantuan program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) ke Pemerinta Provinsi (Pemprov). Usulan tersebut telah disampaikan pada 2018 lalu, dan tinggal menunggu realisasinya.

“Kita usulkan 30 unit. Mudah-mudahan disetujui semua,” kata Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin, Roi Paputungan.

Selain mengusulkan ke Pemprov, pihaknya juga katanya telah mengusulkan bantuan yang sama ke Kementrian Sosial (Kemensos). “Usulan ke kementrian itu baru kita sampaikan tahun ini. Ada 50 unit yang diusulkan. Mudah-mudahan disetujui semua baik di Pemprov maupun di pusat. Kalau itu semua disetujui, berarti tahun ini ada 80 unit,” terangnya.

Ia mengungkapkan, selain mengusulkan bantuan RTLH, pihaknya juga mengajukan permohonan bantuan untuk Kelompok Usaha Bersama (KUBE), lansia dan bantuan sosial lainnya. “Tujuannya adalah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat,” ungkapnya. (ads/trz)

Depri: Buang Kebiasaan Asal Bapak Senang

Depri Pontoh

ZONA BOLMUT — Bupati Drs Hi Depri Pontoh mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemda Bolmut untuk memusnahkan karakter serta kebiasaan memberi laporan kinerja yang tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan, dengan tujuan asal pimpinan senang serta mengincar jabatan-jabatan tinggi dalam pemerintahan.

“Kita sedang mengusahakan kemaslahatan masyarakat, jadi semua harus kerja professional. Jangan sekali-kali membuat laporan yang bersifat ‘Asal Bapak Senang’ sementara hasil di lapangan berkata lain. Saya paling tidak suka dengan karakter bawahan seperti ini,” ujar Depri, saat diwawancarai awak media, akhir pekan kemarin.

Lebih lanjut Papa Adit (sapaan akrab Depri-red) menyatakan himbauan ini tidak hanya berlaku bagi para ASN, namun juga mencakup hingga ke 106 sangadi beserta jajarannya. Dia memastikan, akan melaksanakan inspeksi-inspeksi mendadak ke seluruh instansi guna memastikan pelayanan masyarakat berjalan sesuai harapan, serta memastikan data-data yang dilaporkan kepada pimpinan sesuai dengan hasil yang diraih di masyarakat.

“Setiap kali melaporkan kinerja, harus disertai data-data akurat. Harus melaporkan apa adanya, agar hal-hal yang belum baik bisa diperbaiki, sementara yang sudah baik akan ditingkatkan hingga berkilau. Saya ingatkan, justru oknum-oknum ASN yang suka member laporan tidak sesuai fakta ini yang akan saya evaluasi kinerjanya,” tegas Bupati Bolmut dua periode itu. (Rendy)

Potensi Bawang Merah Janjikan Untung Besar

Hasil panen bawang merah petani.

ZONA KOTAMOBAGU – Iklim dan cuaca di Kota Kotamobagu sangat cocok untuk pengembangan tanaman pertanian. Ada berbagai jenis tanaman yang berpotensi untuk dikembangkan, salah satunya adalah bawang merah.

Iskandal Basol (52), warga Kelurahan Mataran, Kecamatan Anggaraja, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, rela meninggalkan tanah kelahirannya dan datang ke Kota Kotamobagu hanya untuk menanam bawang merah. Hasil ia dapatkan terbilang sangat memuaskan. Dalam sekali panen, ia bisa meraup untuk hingga ratusan juta rupiah.

“Saya dan keluarga sudah hampir setahun di sini (Kota Kotamobagu). Di sini hanya menaman bawang merah saja. Kita ke sini karena iklim dan cuacanya cocok untuk tanaman jenis ini (bawang merah),” katanya.

Ia menjelaskan, selama berada di Kota Kotamobagu ia sudah tiga kali menanam dan panen bawang merah. Hasil setiap kali panen katanya cukup lumayan dan menguntungkan. “Pertama saya menanam di Kobo Kecil. Setelah dua kali panen di situ kemudian pindah di sini (Sinindian). Untuk satu kali panen ada 9 ton,” jelasnya.

Lanjutnya, untuk satu kali panen ia menanam bibit 1 ton yang dipesannya dari Makassar. Sedangkan hasil panen bawang merah itu katanya dibeli para pedagang dan masyarakat di lokasi penanaman. “Harganya bervariasi. Kalau satu kilo ada yang 30 ribu, 20 ribu dan juga 15 ribu. Tergantung kondisinya apakah masih basah, kering atau yang sudah siap pakai. Kemudian ada juga yang dijual per karung. Satu karung harganya 850 ribu,” terangnya.

Kepala Dinas Pertanian, Muljadi Suratinoyo, mengungkapkan pihaknya siap membantu para petani dalam mengembangkan tanaman pertaniannya. Bantuan yang dimaksud berupa bibit, pupuk hingga alsintan. “Selain itu kita juga melakukan pendampingan kepada petani dalam bercocok tanam,” ungkapnya.

Disisi lain, ia mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan perkebunan dengan menanami berbagai jenis tanaman pertanian. “Manfaatkan lahan yang ada untuk ditanami tanaman pertanian, karena itu bernilai ekonomis dan menguntungkan kita sendiri,” imbaunya. (ads/trz)

Wahana Flying Fox Segera Hadir di Desa Sia’

Herto Balansa

ZONA KOTAMOBAGU – Objek wisata flying fox akan segera hadir di Desa Sia’, Kecamatan Kotamobagu Utara. Saat ini, pemerintah desa setempat sedang menyiapkan infrastruktur.

Menurut Sangadi (kepala desa, red), Herto Balansa, lahan seluas dua hektare disiapkan untuk membangun wahana flying fox tersebut. “Ibu wali kota menginginkan sampai di puncak, tapi nanti kita lihat jadinya seperti apa,” katanya, akhir pekan lalu.

Ia mengungkapkan, wahana flying fox tersebut bisa menjadi objek wisata baru di Kota Kotamobagu. Ia optimis, katanya wahana flying fox itu akan ramai dikunjungi masyarakat. “Kita di sini (Kota Kotamobagu) masih kurang tempat wisata seperti ini. Jika ini sudah jadi, maka akan banyak pengunjungnya,” ungkapnya.

Selain flying fox, katanya ada juga wahana lain yang rencananya akan dibangun, yakni paralayang dan sebagainya. “Lokasi kita sangat strategis untuk wahana-wahana itu karena berada di dataran tinggi,” ujarnya. (ads/trz)

Bupati Warning Sangadi Soal Pemanfaatan Dandes

Depri Pontoh

ZONA BOLMUT — Bupati Bolmut Drs Hi Depri Pontoh mengingatkan 106 sangadi di daerah itu untuk memahami dengan baik arah pemanfaatan Dana Desa (Dandes) tahun 2019, yang telah diselaraskan dengan arah pembangunan skala nasional yakni membangun dari desa.

Papa Adit (sapaan akrab Depri-red) menegaskan sasaran utama pemanfaatan Dandes tahun 2019 yakni meningkatkan pelayanan public di desa, mengentaskan kemiskinan, memajukan perekonomian desa dan mengatasi kesenjangan pembangunan antar desa.

Lebih lanjut disampaikan, selain tujuan-tujuan yang telah disampaikan, aparat desa juga perlu memperhatikan skema padat karya tunai dalam pemanfaatan Dandes untuk pembangunan infrastruktur dan sarana serta prasarana. Selanjutnya, harus melanjutkan porsi pemanfaatan Dandes untuk pemberdayaan masyarakat, meningkatkan perekonomian desa melalui optimalisasi peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), menciptakan akuntabilitas pelaksanaan Dandes melalui kebijakan penyaluran berdasarkan kinerja pelaksanaan, serta merawat sinergi pengembangan desa melalui pola kemitraan dengan dunia usaha.

“Satu yang tidak boleh dilupakan, instansi teknis terkait beserta seluruh aparatur desa melaksanakan penguatan atas monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan Dandes, kapasitas SDM perangkat desa, serta menjaga pola koordinasi dari tingkat pusat, daerah, kecamatan hingga desa,” himbau orang nomor satu Bolmut itu. (Rendy)

Penyakit DBD Terus Mewabah

ZONA KOTAMOBAGU – Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) terus mewabah. Dari catatan Dinas Kesehatan (Dinkes), di awal Bulan Februari ini tercatat sudah ada 12 laporan kasus.

Koordinator Fogging Dinkes, Ernawati Sianturi, mengatakan kondisi cuaca yang tak menentu akhir-akhir ini membuat nyamuk pembawa virus dengue itu berkembang lebih cepat. Itu kemudian katanya didukung banyaknya tempat perindukan nyamuk, mulai dari sampah yang menampung air seperti kantong makanan yang dibuang di sembarang tempat, ban bekas hingga kaleng-kaleng bekas. “Ini yang harus diperhatikan masyarakat. Upaya pencegahan dini penyakit DBD adalah pemberantasan sarang nyamuk,” katanya.

Ia menjelaskan, ada 50 laporan kasus DBD sepanjang tahun ini. Jumlah kasus itu terbagi atas 38 di bulan Januari dan sisanya di awal Februari ini. Setiap laporan ini langsung kita tindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan epidemiologi (PE), kemudian memeriksa rumah-rumah dalam radius 100 meter untuk memastikan ada atau tidaknya jentik nyamuk. Sampai saat ini, katanya pihaknya sudah 32 kali melakukan foging di 16 lokasi. “Setiap lokasi kita fogging dua kali. Tapi fogging yang kita lakukan ini hanya membunuh nyamuk dewasa saja. Kalau masih ada jentiknya, maka keesokanharinya pasti sudah ada nyamuk lagi,” jelasnya.

Kepala Dinkes, Devie Lala, mengimbau masyarakat untuk rutin melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M plus atau menguras, menutup, menimbun plus memakai hand body anti nyamuk. Apalagi kondisi cuaca seperti saat ini akan banyak genangan air yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan jentik nyamuk,” imbaunya. (ads/trz)

Bupati Buka Bimtek Penyusunan Renstra dan Penerapan e-Planning

Bupati Depri Pontoh memberi sambutan saat membuka Bimtek tersebut.

ZONA BOLMUT – Bupati Drs Hi Depri Pontoh membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Perangkat Daerah dan penerapan Simda Perencanaan (e-Planning) yang bertempat di Swiss-Bell Hotel Maleosan, Kota Manado.

Dalam sambutannya, bupati menjelaskan e-Planning merupakan salah satu upaya untuk menurunkan potensi tingkat korupsi di Kabupaten Bolmut, melalui sistem perencanaan pembangunan Daerah yang terintegrasi. Sejalan dengan penerapan e-Planning, Pemerintah Daerah telah menetapkan Rencana Aksi melalui Keputusan Bupati Bolmut No. 138 Tahun 2018 tentang penetapan rencana aksi, koordinasi dan supervisi pemberantasan korupsi terintegrasi.

“Dari aspek perencanaan dan penganggaran ditargetkan pada Rahun 2019 ini sudah melakukan perbaikan sistem perencanaan dan anggaran berbasis elektronik (e-Planning) yang dilengkapi dengan Standar Harga Satuan (SHS) dan Analisis Standar Biaya (ASB), sekaligus mengembangkan aplikasi e-Budgetting yang mudah diakses online antara BPKD dan Perangkat Daerah,” kata bupati.

Bupati berharap, e-Planning dapat dikendalikan dan dikoordinasikan oleh Bapelitbang yang diintegrasikan dengan e-Budgetting yang dikelola BPKD. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah inkonsistensi antar dokumen perencanaan baik di tingkat program maupun kegiatan yang termuat dalam Renja OPD, Renstra OPD, terhadap RPJMD serta munculnya tambahan program atau kegiatan setelah pembahasan KUA PPAS.

“Melalui sistem e-Planning dan e-Budgetting terintegrasi, ke depan dapat menghasilkan sistem perencanaan yang lebih efektif, efisien serta akuntabel untuk mewujudkan komitmen Pemerintah Kabupaten Bolmut dalam melaksanakan rencana aksi program pemberantasan korupsi terintegrasi melalui penguatan aparatur serta perbaikan sistem dan tata kelola Pemerintahan Daerah,” tambah bupati.

Bupati juga menghimbau agar setelah Bimtek ini, Ranperda tentang RPJMD Kabupaten Bolmut Tahun 2018-2023 segera disiapkan dan dimantapkan serta disesuaikan dengan prioritas dan janji politik yang tertuang dalam visi “Mewujudkan Bolaang Mongondow Utara yang Berkelanjutan, Mandiri, berbudaya dan Berdaya saing”, untuk kemudian ditetapkan menjadi Perda.

Kegiatan yang digelar oleh Bapelitbang Kabupaten Bolmut tersebut diikuti oleh seluruh perangkat Daerah. Turut hadir Koordinator Pengawasan Bidang Akuntabilitas Pemerintah Daerah BPKP Perwakilan Provinsi Sulut Josep Paat, SE bersama jajaran dan Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kehumasan Sekda Jacomina H.J. Mamuaja, S.Pd. (Rendy)

Rekrutmen PPPK Akomodir Guru, Kesehatan dan Penyuluh Pertanian

ZONA KOTAMOBAGU – Teka-teki kapan perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), akhirnya terjawab. Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (KemenPAN-RB) telah mengeluarkan surat edaran tentang pengadaan PPPK tahap I tahun 2019.

Dalam surat edaran nomor B/335/FP3K/M.SM.01.00/2019 yang diterima Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Kotamobagu, terlampir jadwal pengadaan PPPK tahap I yang diawali dengan pengumuman penerimaan PPK hingga pengumuman hasil seleksi (selengkapnya lihat grafis). Dalam surat edaran itu juga, disebutkan bahwa kebutuhan mendesak yang menjadi prioritas pemerintah adalah untuk pemenuhan guru, tenaga kesehatan, dan penyuluh pertanian eks kategori II. Untuk sistem seleksi menggunakan CAT UNBK Kemendikbud.

Adapun peseryaratan seleksi PPPK tahap I tahun 2019 adalah, tenaga guru di lingkungan pemerintah daerah dengan kualifikasi pendidikan minimal S-1 dan masih aktif mengajar. Untuk tenaga kesehatan memiliki kualifikasi pendidikan minimal D-III bidang kesehatan dan mempunyai STR. Sedangkan untuk penyuluh pertanian, memiliki kualifikasi pendidikan minimal SMK bidang pertanian plus sertifikasi di bidang pertanian. Dari hasil pemetaan data tenaga honorer daerah kategori II, yang dapat mendaftar adalah 22 orang yang terdiri dari guru 17 orang, tenaga kesehatan 0 dan lima orang lainnya penyuluh pertanian berdasarkan SK Menteri Pertanian atau MoU antara Kementrian Pertanian dengan Pemerintah Daerah.

“Formasi yang dibuka sesuai yang dikeluarkan pemerintah pusat,” kata Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Sahaya Mokoginta.

Ia mengakui, pihaknya siap melaksanakan rekrutmen PPPK tahap I tahun ini. “Pada prinsipnya kita siap, untuk teknisnya nanti kita menunggu dari pusat,” tambahnya. (ads/trz)

Kemenkes Tugaskan 18 Dokter Internsip ke Kotamobagu

Rutman Lantong

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) mendapat bantuan 18 tenaga dokter internsip dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes). Para dokter tersebut akan ditempatkan di sejumlah fasilitas kesehatan milik Pemerintah Kota (Pemkot).

Kepala Bagian Tata Usaha RSUD, Rutman Lantong, mengatakan kehadiran 18 dokter internsip itu akan sangat membantu pemerintah dalam memaksimalkan pelayanan kesehatan. “Program internsip dokter Indonesia ini adalah salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia,” katanya.

Ia menjelaskan, para dokter yang dikirim ke Kemenkes itu akan magang selama 1 tahun, dengan tempat tugas yakni di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Puskesmas. “Mulai hari ini (kemarin, red) mereka mulai masuk kerja. Mudah-mudahan kehadiran para dokter ini bisa membantu kita dalam memberikan pelayanan prima di bidang kesehatan,” jelasnya.

Disisi lain, ia berharap para dokter yang dikirim Kemenkes itu bisa memberi pelayanan yang terbaik ke masyarakat khususnya pasien yang membutuhkan pelayanan. “Tenaga mereka sangat kita butuhkan. Untuk itu kita harap mereka bisa memberi pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” harapnya. (ads/trz)

Gedung Mesin Pengering Padi Segera Rampung

Bangunan gedung mesin pengering padi yang sedang dalam perampungan.

ZONA KOTAMOBAGU – Kota Kotamobagu segera memiliki gedung mesin pengering padi. Saat ini, gedung yang dibangun dengan anggaran Rp1,2 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) itu sedang dalam pengerjaan. Progres pembangunannya sudah mencapai 80 persen.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Perkebunan Dinas Pertanian, Ramjan Mokoginta, mengatakan gedung mesin pengering padi itu berada wilayah Kecamatan Kotamobagu Selatan. Alasan dipilihnya wilayah itu karena memiliki areal persawahan yang besar dibandingkan wilayah kecamatan lainnya. “Pembangunannya ditargetkan selesai bulan ini,” katanya, kemarin.

Ia menjelaskan, mesin pengering padi itu berkapasitas besar dan mampu mengeringkan padi hingga 10 ton. Adapun pengguna mesin tersebut katanya adalah petani baik kelompok maupun perorangan. “Dengan adanya mesin pengering ini, maka petani tak perlu kuatir padi akan rusak, terutama di musim hujan. Nantinya jika ada padi yang basah bisa dikeringkan lewat mesin itu. Ini tentu akan sangat membantu petani kita,” jelasnya.

Ditambahkannya, gedung mesin pengering padi itu merupakan usulan dari kelompok tani monogit yang ada di Desa Tabang. “Pengelola gedung adalah kelompok tani monogit,” tambahnya. (ads/trz)