ZONA KOTAMOBAGU – Aplikasi Sistem Keluhan Masyarakat (SIKeMas) mulai banyak digunakan masyarakat. Sejak launching pada Juli lalu, aplikasi buatan tim IT Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) itu telah menampung 93 laporan masyarakat yang berkaitan pelayanan publik, fasilitas umum dan lainnya.
“Dari 93 laporan, ada 53 yang telah ditindaklanjuti dan sudah selesai. Sisanya belum ditindaklanjuti, karena itu berkaitan dengan instansi vertikal seperti PDAM dan PLN. Laporan yang akan ditindaklanjuti hanya berkaitan dengan SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu,” kata Kepala Data Center Diskominfo, Rudi Yuanto Uno.
Dijelaskannya, dari semua keluhan masyarakat yang disampaikan lewat aplikasi SIKeMas, paling banyak ditujukan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) soal persampahan, Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) soal ketertiban umum, serta Dinas Perhubungan (Dishub) yang berkaitan dengan perparkiran. “Laporan yang ditindaklanjuti hanya yang berada di Kotamobagu. Misalnya soal sampah, ada masyarakat yang iseng-iseng melaporkan ada tumpukan sampah tapi fotonya diambil dari daerah lain, itu tidak bisa karena koordinat atau dimana posisi pengambilan foto akan terbaca oleh sistem kami. Jadi tidak boleh berdusta,” jelasnya.
Ditambahkannya, aplikasi SIKeMas sudah di download via play store sebanyak 163 dengan rating 4,9. Setiap hari katanya selalu ada laporan yang disampaikan lewat aplikasi itu. “Rata-rata ada lima keluhan setiap hari. Aplikasi ini terus kita kembangkan, agar bisa memudahkan masyarakat sebagai penggunanya,” tambahnya.
Sistem kerja aplikasi SIKeMas terintegrasi dengan semua SKPD. Aplikasi berbasis android itu menyerap berbagai informasi berupa keluhan, saran dan masukan masyarakat, mulai dari persoalan layanan pendidikan, kesehatan, infrastruktur, perumahan dan kawasan permukiman, persampahan, ketertiban umum, pengurusan ijin, hingga perilaku para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Kotamobagu.
“Dengan adanya aplikasi ini diharapkan dapat lebih mendorong interaksi antara pemerintah dan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik dan pemerintahan di Kota Kotamobagu,” kata Kepala Diskominfo, Ahmad Yani Umar. (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU – Sektor perkebunan menjadi salah satu unggulan Kota Kotamobagu. Ada berbagai jenis tanaman perkebunan yang cocok untuk dikembangkan. Salah satunya adalah Kakao. Data di dapat dari Badan Pusat Statistik (BPS), pengembangan jenis tanaman perkebunan itu merata di empat wilayah kecamatan, dengan luas tanam terbesar berada di Kecamatan Kotamobagu 209,50 hektare dan Kecamatan Kotamobagu Utara dengan luas 193 hektare. Sedangkan Kecamatan Kotamobagu Selatan memiliki luas tanam 157,75 hektare dan Kecamatan Kotamobagu Barat 114 hektare, dengan total produksi mencapai ratusan ton per tahun.
Tak sedikit petani di Kota Kotamobagu yang memilih Kakao sebagai tanaman unggulan. Besarnya potensi serta ditunjang dengan tanah yang subur, menjadi alasan petani memilih salah satu jenis tanaman perkebunan itu sebagai sumber pendapatan.
“Sebenarnya tidak sulit menanam dan merawat Kakao, asalkan kita fokus dan tekuni pasti hasilnya lumayan,” kata Ilham Laoh, petani Kakao di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara.
Ia mengakui, yang menjadi kendala para petani dalam pengembangan potensi kakao adalah bibit unggul serta infrastruktur jalan perkebunan. “Kita juga perlu pendampingan agar bisa meningkatkan hasil produksi,” ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian, Muljadi Suratinoyo, menuturkan pihaknya sudah menyalurkan bantuan 1.000 bibit kakao ke kelompok tani pada Bulan Juli lalu. “Bantuan sudah kita salurkan, dengan harapan itu dapat dimanfaatkan dengan baik. Agar tujuan pemerintah memberikan bantuan itu untuk peningkatan ekonomi masyarakat, dapat terwujud,” tuturnya. (ads/gito)
Intro text we refine our methods of responsive web design, we’ve increasingly focused on measure and its relationship to how people read.
Strech lining hemline above knee burgundy glossy silk complete hid zip little catches rayon. Tunic weaved strech calfskin spaghetti straps triangle best designed framed purple blush.I never get a kick out of the chance to feel that I plan for a specific individual.
Separated they live in Bookmarksgrove right at the coast of the Semantics, a large language ocean. A small river named Duden flows by their place and supplies it with the necessary regelialia. It is a paradisematic country, in which roasted parts of sentences fly into your mouth.
A wonderful serenity has taken possession of my entire soul, like these sweet mornings of spring which I enjoy with my whole heart. Even the all-powerful Pointing has no control about the blind texts it is an almost unorthographic life One day however a small line of blind text by the name of Lorem Ipsum decided to leave for the far World of Grammar. The Big Oxmox advised her not to do so, because there were thousands of bad Commas, wild Question Marks and devious Semikoli, but the Little Blind Text didn’t listen.
On her way she met a copy. The copy warned the Little Blind Text, that where it came from it would have been rewritten a thousand times and everything that was left from its origin would be the word “and” and the Little Blind Text should turn around and return to its own, safe country.
A wonderful serenity has taken possession of my entire soul, like these sweet mornings of spring which I enjoy with my whole heart. I am alone, and feel the charm of existence in this spot, which was created for the bliss of souls like mine. I am so happy, my dear friend, so absorbed in the exquisite sense of mere tranquil existence, that I neglect my talents.
But nothing the copy said could convince her and so it didn’t take long until a few insidious Copy Writers ambushed her, made her drunk with Longe and Parole and dragged her into their agency, where they abused her for their projects again and again. And if she hasn’t been rewritten, then they are still using her.
A busy man keeps working while he waits. | Image: Unsplash
Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts. Separated they live in Bookmarksgrove right at the coast of the Semantics, a large language ocean. A small river named Duden flows by their place and supplies it with the necessary regelialia.
A collection of textile samples lay spread out on the table – Samsa was a travelling salesman – and above it there hung a picture that he had recently cut out of an illustrated magazine and housed in a nice, gilded frame. It showed a lady fitted out with a fur hat and fur boa who sat upright, raising a heavy fur muff that covered the whole of her lower arm towards the viewer.
Gregor then turned to look out the window at the dull weather. Drops of rain could be heard hitting the pane, which made him feel quite sad. “How about if I sleep a little bit longer and forget all this nonsense”, he thought, but that was something he was unable to do because he was used to sleeping on his right, and in his present state couldn’t get into that position. However hard he threw himself onto his right, he always rolled back to where he was.
The will to win, the desire to succeed, the urge to reach your full potential these are the keys that will unlock the door to personal excellence.
One morning, when Gregor Samsa woke from troubled dreams, he found himself transformed in his bed into a horrible vermin. He lay on his armour-like back, and if he lifted his head a little he could see his brown belly, slightly domed and divided by arches into stiff sections.
A wonderful serenity has taken possession of my entire soul, like these sweet mornings of spring which I enjoy with my whole heart. Even the all-powerful Pointing has no control about the blind texts it is an almost unorthographic life One day however a small line of blind text by the name of Lorem Ipsum decided to leave for the far World of Grammar. The Big Oxmox advised her not to do so, because there were thousands of bad Commas, wild Question Marks and devious Semikoli, but the Little Blind Text didn’t listen.
His room, a proper human room although a little too small, lay peacefully between its four familiar walls. A collection of textile samples lay spread out on the table – Samsa was a travelling salesman – and above it there hung a picture that he had recently cut out of an illustrated magazine and housed in a nice, gilded frame.
It showed a lady fitted out with a fur hat and fur boa who sat upright, raising a heavy fur muff that covered the whole of her lower arm towards the viewer. Gregor then turned to look out the window at the dull weather. Drops of rain could be heard hitting the pane, which made him feel quite sad.
ZONA KOTAMOBAGU – Tumpukan sampah menghiasi kompleks pasar serasi atau tepat berada di Jalan Bolian, Kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat. Pantauan koran ini, Selasa (7/8) sekira pukul 14.30 Wita, sampah pelastik, botol minuman dan lainnya tak diangkat dan berserakan di selokan.
“Setiap lewat di situ pasti akan tericum bau busuk, karena sampah yang sudah lama tapi belum diangkat. Selokan juga sudah tersumbat karena tumpukan sampah,” kata Aprianto, pengendara bentor.
Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Masril Lapadengan, mengaku pihaknya akan segera menindaklanjuti keluhan masyarakat itu dengan mengecek langsung keberadaan sampah tersebut. “Sampah itu juga akibat ulah masyarakat yang tidak ikut menjaga kebersihan dan melestarikan lingkungan. Di jalur itu ada petugas yang setiap hari mengangkat sampah. Tapi lapora ini tetap kita tindaklanjuti,” ujarnya.
Disisi lain, ia mengimbau masyarakat untuk agar tidak membuang sampah sembarangan. “Sampah bukan dibuang sembarangan, tapi ada tempat yang sudah disiapkan dan setiap harinya ada petugas yang akan mengangkatnya,” imbaunya. (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU — Walikota Tatong Bara berpesan kepada 131 Jamaah Calon Haji (JCH) untuk tetap menjaga kesehatan jelang pemberangkatan ke tanah suci. Hal ini disampaikannya saat pelepasan para tamu Allah itu, Senin (7/8) di aula rumah dinas walikota.
Menurut walikota, semua JCH asal Kota Kotamobagu harus selalu menjaga kekompakan sebelum berangkat hingga tiba di tanah suci menunaikan ibadah haji. “Saya harap semua tetap kompak. Kemudian terus menjaga kesehatan sampai pada hari H pemberangkatan dan setibanya di sana (Mekkah). Harapan kita, pergi dengan jumlah 131 orang, kembali juga dengan jumlah yang sama,” kata walikota, dihadapan para JCH.
Pada kesempatan itu, walikota juga menyampaikan selamat kepada semua tamu allah itu karena mendapat panggilan dan melaksanakan ibadah haji tahun ini. “Atas nama pribadi, pemerintah dan seluruh masyarakat Kota Kotamobagu, saya mengucapkan selamat karena mendapatkan kesempatan ke tanah suci tahun ini. Saya yakin bapak dan ibu sekalian sudah memahami apa yang akan dilakukan di sana lewat bimbingan, petunjuk dan arahan dari petugas haji,” ujar walikota.
Walikota berharap, pelaksanaan ibadah haji tahun ini beralan lancar dan sesuai yang diharapkan bersama. “Saya akan pantau setiap saat kondisi jamaah di tanah suci. Saya harap juga petugas dapat melayani semua jamaah dengan maksimal agar proses pelaksanaan ibadah haji beralan lancar dan sesuai harapa kita semua,” harapnya.
JCH tertua yang berangkat tahun ini berusia 90 tahun, yakni Engo Ada Korompot, warga Desa Pontodon Timur, Kecamatan Kotamobagu Utara. Sedangkan JCH termuda berusia 26 tahun, yaitu Cecilia Dwi Paransi dengan usia 26 tahun.
“Kami mohon doa dari keluarga dan seluruh masyarakat Kota Kotambagu agar kami semua bisa menjalankan ibadah haji dengan baik dan bisa kembali ke Kota Kotamobagu bersama-sama dalam keadaan sehat-walafiat,” ujar keduanya senada.
131 JCH Kota Kotamobagu akan berangkat ke Asramah Haji Manado Sabtu (11/8) dan keesokanharinya atau Minggu (12/8) menuju Embarkasih Balikpapan. Sedangkan pemberangkatan ke Jeddah pada Senin (13/8) dan dijadwalkan akan kembali ke tanah air pada 25 September mendatang. (ads/gito)
Mobil pedagang beras terparkir melintang di jalan kompleks Pasar 23 Maret.
ZONA KOTAMOBAGU — Pemerintah Kota (Pemkot) kembali dipusingkan oleh sejumlah pedagang beras yang berjualan di badan jalan kompleks Pasar 24 Maret atau tepat berada di Jalan Bumbungon. Meski sudah berulang kali ditertibkan, namun pedagang itu masih tetap saja berjualan di tempat yang bukan semestinya.
Pantauan koran ini, sejumlah mobil bak terbuka yang bermuatan beras berjejer rapih di pinggir jalan. Kondisi itu menyebabkan terganggunya arus kendaraan yang melintas di jalan tersebut.
“Mobil mereka (pedagang beras) diparkir di jalan. Itukan jalan umum, bukan tempat berjualan. Jalan sudah jadi sempit karena mobil mereka diparkir melintang,” kata Arman Afandi, Pengendara Bentor.
Ia berharap, pemerintah melalui dinas terkait dapat segera menertibkan sejumlah pedagang yang dinilai sudah mengganggu ketertiban umum tersebut. “Harus ada penertiban, karena itu jalan umum bukan pasar,” tambahnya.
Menanggapinya, Kepala Disdagkop dan UKM, Herman Aray, mengungkapkan pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menindaklanjuti hal tersebut. “Kita akan turun bersama di lapangan. Kalau ada pedagang yang berjualan badan jalan, akan kita tertibkan,” ungkapnya.
Disisi lain, ia mengimbau semua pedagang untuk tidak melakukan aktivitas jual-beli di tempat yang dilarang, seperti badan jalan dan trotoar. “Bukan hanya pedagang beras, tapi semua. Kita harap ada kerja samanya,” imbaunya. (ads/gito)
Momentum peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2018 diharapkan menjadi wadah untuk menggugah keramahan dan kepedulian terhadap anak. Hal ini diutarakan Walikota Tatong Bara saat memberi sambutan pada peringatan HAN, Senin (6/8) di Lapangan Boki Hotinimbang.
Menurut walikota, peringatan HAN merupakan bagian dari upaya untuk menjamin pemenuhan atas hak hidup, tumbuh kembang, serta mendapatkan perlindungan dari tindakan kekerasan dan bentuk diskriminasi lainnya. Kata walikota, setiap anak berhak atas tumbuh dan berkembang sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki demi perwujudan anak-anak yang Gesit, Empati, Berani, Unggul dan Sehat (GENIUS). “Semua anak perlu mendapat perlindungan dan jaminan dalam pemenuhan hak-hak mereka,” kata walikota.
Pada kesempatan itu, walikota juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang selalu mendukung Pemerintah Kota (Pemkot) dalam melaksanakan berbagai program dan kegiatan, sehingga Kota Kotamobagu bisa mendapatkan penghargaan tingkat nasional dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPA), yakni Kota Layak Anak (KLA) Tahun 2018 dan Sekolah Ramah Anak (SRA) yang didapat Madrasah Aliyah Negeri (MAN) I Kotamobagu.
“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang selama ini terus memberi dukungan kepada pemerintah dalam pemenuhan hak anak serta memberi perlindungan terhadap anak,” sebut walikota.
Peringatan HAN itu dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para pejabat eselon II, III dan IV, tenaga honorer di serta ribuan siswa-siswi di Kota Kotamobagu. (advertorial)
ZONA KOTAMOBAGU — Dinas Pertanian akan meminjampakaikan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) berupa mesin perontok dan traktor kepada kelompok-kelompok tani di Kotomobagu. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pertanian, Muljadi Suratinoyo.
Menurutnya, ada enam unit mesin perontok dan 19 unit traktor roda dua serta dua unit traktor roda enam bantuan dari Kementrian Pertanian (Kementan). “Bantuan ini tidak diserahkan secara permanen, tapi hanya dipinjampakaikan. Kalau ada petani yang membutuhkan, bisa datang ke sini. Yang bisa menggunakannya hanyalah petani yang berada dalam satu kelompok,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, dua jenis Alsintan tersebut baru akan diserahterimakan secara simbolis oleh walikota pada 17 Agustus mendatang atau setelah selesai upacara HUT Kemerdekaan Republik Indonesia (RI). “Nanti setelah diserahkan baru boleh digunakan oleh petani,” ungkapnya.
Ia meyakini, dua jenis Alsintan itu akan sangat membantu petani mulai proses penanaman hingga panen nanti. “Mudah-mudahan bantuan ini bisa memberi manfaat positif kepada masyarakat khususnya petani,” tambahnya. (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU — Pemerintah Kota (Pemkot) menyurati semua desa dan kelurahan terkait pemasukan data hewan kurban yang akan disembelih pada Hari Raya Idul Adha, 22 Agustus mendatang. Hal itu dimaksudkan agar bisa diketahui jumlah hewan yang akan disembelih nanti.
Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial (Kesos), Adin Mantali, mengatakan pemasukan data jumlah hewan kurban itu paling lambat dua hari sebelum hari H Idul Adha. Dengan begitu, akan memudahkan pihaknya mendata jumlah hewan hingga tempat penyembelihan yang ada di desa dan kelurahan. “Kami sengaja kirim surat lebih awal, karena pengalaman di tahun-tahun sebelumnya ada yang nanti pada hari H baru memasukkan data. Untuk itu kita harap agar surat yang kita kirim itu bisa segera ditindaklanjuti,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan, setiap tahunnya selalu ada penyembelihan hewan kurban baik yang dilakukan oleh pemerintah maupuan secara pribadi di desa dan kelurahan. “Kalau yang disembelih pemerintah itu bantuan dari walikota, SKPD dan pihak lainnya. Kalau di desa dan kelurahan itu biasanya milik orang pribadi. Kemudian untuk tahun lalu ada satu ekor sapi dari presiden. Tahun mudah-mudahan ada juga, karena sudah ada proposal yang dikirim baik ke presiden atau ke gubernur,” ungkapnya.
Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI), Sande Dodo, menuturkan pihaknya sudah menyurati semua SKPD terkait penyembelihan hewan kurban pada Idul Adha nanti. “Kita juga tinggal menunggu daftar penyumbang hewan kurban. Bisa perkelompok, bisa juga perorangan,” tuturnya. (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU — Pengguna pengguna alat kontrasepsi non Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) terus meninkat. Data di Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berenca (DPPKB), tahun 2017 ada 3.215 pengguna suntik dan 1.991 menggunakan pil. Sedangkan di tahun 2018 (hingga bulan juni), pengguna suntik sebanyak 6.612 dan pil 3.611.
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Penyuluhan dan Penggerakkan, Hasriati Assi, mengakui minat warga menggunakan alat kontrasepsi non MKJP masih cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya pengguna non MKJP dalam dua tahun terakhir. Namun demikian, pihaknya akan memaksimalkan sosialisasi ke masyarakat soal kelebihan penggunaan alat kontrasepsi tersebut non MKJP. “Ini tugas kita untuk menyosialisasikan kepada masyarakat soal penggunaan alat kontrasepsi MKJP. Ini lebih baik dibandingkan non MKJP,” ujarnya.
Namun demikian, ia menyebut secara perlahan sudah banyak masyarakat khususnya ibu-ibu yang beralih dari alat kontrasepsi non MKJP ke MKJP. “Peminat MKJP juga banyak. Sosialisasi akan terus kita maksimalkan, agar pengguna alat kontrasepsi bisa memahami bahwa itu yang lebih baik,” ujarnya.
Kepala DPPKB, Aldjufri Ngandu, mengungkapkan Pemkot melalui kebijakan Walikota Tatong Bara berkomitmen dalam program kependudukan, KB dan pembangunan keluarga. Hal itu dibuktikan dengan dialokasikannya anggaran untuk program tersebut, penyediaan sarana dan fasilitas penunjang serta menghadirkan Kampung KB dan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA).
“Salah satu fokus ibu walikota adalah di bidang ini (kependudukan dan KB). Kita sebagai instansi teknis sekarang ini sedang giat-giatnya melaksanakan berbagai program dan kegiatan, agar apa yang menjadi tujuan kedepannya akan dicapai,” ujarnya.
Seperti diketahui, pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Juli lalu, Walikota Tatong Bara mendapat Satyalancana Pembangunan dari Presiden Joko Widodo yang diserahkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia (Menko PMK), Puan Maharani, karena dinilai berkomitmen tinggi terhadap pelaksanaan program kependudukan, KB dan pembangunan keluarga. (ads/gito)