Beranda blog Halaman 553

Sampah Menumpuk, Selokan Tersumbat

Tumpukan sampah dalam selokan di Jalan Bolian.

ZONA KOTAMOBAGU – Tumpukan sampah menghiasi kompleks pasar serasi atau tepat berada di Jalan Bolian, Kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat. Pantauan koran ini, Selasa (7/8) sekira pukul 14.30 Wita, sampah pelastik, botol minuman dan lainnya tak diangkat dan berserakan di selokan.
“Setiap lewat di situ pasti akan tericum bau busuk, karena sampah yang sudah lama tapi belum diangkat. Selokan juga sudah tersumbat karena tumpukan sampah,” kata Aprianto, pengendara bentor.
Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Masril Lapadengan, mengaku pihaknya akan segera menindaklanjuti keluhan masyarakat itu dengan mengecek langsung keberadaan sampah tersebut. “Sampah itu juga akibat ulah masyarakat yang tidak ikut menjaga kebersihan dan melestarikan lingkungan. Di jalur itu ada petugas yang setiap hari mengangkat sampah. Tapi lapora ini tetap kita tindaklanjuti,” ujarnya.
Disisi lain, ia mengimbau masyarakat untuk agar tidak membuang sampah sembarangan. “Sampah bukan dibuang sembarangan, tapi ada tempat yang sudah disiapkan dan setiap harinya ada petugas yang akan mengangkatnya,” imbaunya. (ads/gito)

Pekan Depan, 131 JCH Menuju Tanah Suci

Walikota berjabat tangan dengan salah satu JCH

ZONA KOTAMOBAGU — Walikota Tatong Bara berpesan kepada 131 Jamaah Calon Haji (JCH) untuk tetap menjaga kesehatan jelang pemberangkatan ke tanah suci. Hal ini disampaikannya saat pelepasan para tamu Allah itu, Senin (7/8) di aula rumah dinas walikota.
Menurut walikota, semua JCH asal Kota Kotamobagu harus selalu menjaga kekompakan sebelum berangkat hingga tiba di tanah suci menunaikan ibadah haji. “Saya harap semua tetap kompak. Kemudian terus menjaga kesehatan sampai pada hari H pemberangkatan dan setibanya di sana (Mekkah). Harapan kita, pergi dengan jumlah 131 orang, kembali juga dengan jumlah yang sama,” kata walikota, dihadapan para JCH.
Pada kesempatan itu, walikota juga menyampaikan selamat kepada semua tamu allah itu karena mendapat panggilan dan melaksanakan ibadah haji tahun ini. “Atas nama pribadi, pemerintah dan seluruh masyarakat Kota Kotamobagu, saya mengucapkan selamat karena mendapatkan kesempatan ke tanah suci tahun ini. Saya yakin bapak dan ibu sekalian sudah memahami apa yang akan dilakukan di sana lewat bimbingan, petunjuk dan arahan dari petugas haji,” ujar walikota.
Walikota berharap, pelaksanaan ibadah haji tahun ini beralan lancar dan sesuai yang diharapkan bersama. “Saya akan pantau setiap saat kondisi jamaah di tanah suci. Saya harap juga petugas dapat melayani semua jamaah dengan maksimal agar proses pelaksanaan ibadah haji beralan lancar dan sesuai harapa kita semua,” harapnya.
JCH tertua yang berangkat tahun ini berusia 90 tahun, yakni Engo Ada Korompot, warga Desa Pontodon Timur, Kecamatan Kotamobagu Utara. Sedangkan JCH termuda berusia 26 tahun, yaitu Cecilia Dwi Paransi dengan usia 26 tahun.
“Kami mohon doa dari keluarga dan seluruh masyarakat Kota Kotambagu agar kami semua bisa menjalankan ibadah haji dengan baik dan bisa kembali ke Kota Kotamobagu bersama-sama dalam keadaan sehat-walafiat,” ujar keduanya senada.
131 JCH Kota Kotamobagu akan berangkat ke Asramah Haji Manado Sabtu (11/8) dan keesokanharinya atau Minggu (12/8) menuju Embarkasih Balikpapan. Sedangkan pemberangkatan ke Jeddah pada Senin (13/8) dan dijadwalkan akan kembali ke tanah air pada 25 September mendatang. (ads/gito)

Pemkot Diminta Tertibkan Pedagang Beras di Jalan Bumbungon

Mobil pedagang beras terparkir melintang di jalan kompleks Pasar 23 Maret.

ZONA KOTAMOBAGU — Pemerintah Kota (Pemkot) kembali dipusingkan oleh sejumlah pedagang beras yang berjualan di badan jalan kompleks Pasar 24 Maret atau tepat berada di Jalan Bumbungon. Meski sudah berulang kali ditertibkan, namun pedagang itu masih tetap saja berjualan di tempat yang bukan semestinya.

Pantauan koran ini, sejumlah mobil bak terbuka yang bermuatan beras berjejer rapih di pinggir jalan. Kondisi itu menyebabkan terganggunya arus kendaraan yang melintas di jalan tersebut.
“Mobil mereka (pedagang beras) diparkir di jalan. Itukan jalan umum, bukan tempat berjualan. Jalan sudah jadi sempit karena mobil mereka diparkir melintang,” kata Arman Afandi, Pengendara Bentor.
Ia berharap, pemerintah melalui dinas terkait dapat segera menertibkan sejumlah pedagang yang dinilai sudah mengganggu ketertiban umum tersebut. “Harus ada penertiban, karena itu jalan umum bukan pasar,” tambahnya.
Menanggapinya, Kepala Disdagkop dan UKM, Herman Aray, mengungkapkan pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menindaklanjuti hal tersebut. “Kita akan turun bersama di lapangan. Kalau ada pedagang yang berjualan badan jalan, akan kita tertibkan,” ungkapnya.
Disisi lain, ia mengimbau semua pedagang untuk tidak melakukan aktivitas jual-beli di tempat yang dilarang, seperti badan jalan dan trotoar. “Bukan hanya pedagang beras, tapi semua. Kita harap ada kerja samanya,” imbaunya. (ads/gito)

Pemkot Peringati Hari Anak Nasional

Momentum peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2018 diharapkan menjadi wadah untuk menggugah keramahan dan kepedulian terhadap anak. Hal ini diutarakan Walikota Tatong Bara saat memberi sambutan pada peringatan HAN, Senin (6/8) di Lapangan Boki Hotinimbang.

Menurut walikota, peringatan HAN merupakan bagian dari upaya untuk menjamin pemenuhan atas hak hidup, tumbuh kembang, serta mendapatkan perlindungan dari tindakan kekerasan dan bentuk diskriminasi lainnya. Kata walikota, setiap anak berhak atas tumbuh dan berkembang sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki demi perwujudan anak-anak yang Gesit, Empati, Berani, Unggul dan Sehat (GENIUS). “Semua anak perlu mendapat perlindungan dan jaminan dalam pemenuhan hak-hak mereka,” kata walikota.

Pada kesempatan itu, walikota juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang selalu mendukung Pemerintah Kota (Pemkot) dalam melaksanakan berbagai program dan kegiatan, sehingga Kota Kotamobagu bisa mendapatkan penghargaan tingkat nasional dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPA), yakni Kota Layak Anak (KLA) Tahun 2018 dan Sekolah Ramah Anak (SRA) yang didapat Madrasah Aliyah Negeri (MAN) I Kotamobagu.

“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang selama ini terus memberi dukungan kepada pemerintah dalam pemenuhan hak anak serta memberi perlindungan terhadap anak,” sebut walikota.

Peringatan HAN itu dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para pejabat eselon II, III dan IV, tenaga honorer di serta ribuan siswa-siswi di Kota Kotamobagu. (advertorial)

Petani Bisa Pinjam Alsintan di Dinas Pertanian

muljadi-surotenojo
Muljadi Suratinoyo

 

ZONA KOTAMOBAGU — Dinas Pertanian akan meminjampakaikan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) berupa mesin perontok dan traktor kepada kelompok-kelompok tani di Kotomobagu. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pertanian, Muljadi Suratinoyo.

Menurutnya, ada enam unit mesin perontok dan 19 unit traktor roda dua serta dua unit traktor roda enam bantuan dari Kementrian Pertanian (Kementan). “Bantuan ini tidak diserahkan secara permanen, tapi hanya dipinjampakaikan. Kalau ada petani yang membutuhkan, bisa datang ke sini. Yang bisa menggunakannya hanyalah petani yang berada dalam satu kelompok,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, dua jenis Alsintan tersebut baru akan diserahterimakan secara simbolis oleh walikota pada 17 Agustus mendatang atau setelah selesai upacara HUT Kemerdekaan Republik Indonesia (RI). “Nanti setelah diserahkan baru boleh digunakan oleh petani,” ungkapnya.
Ia meyakini, dua jenis Alsintan itu akan sangat membantu petani mulai proses penanaman hingga panen nanti. “Mudah-mudahan bantuan ini bisa memberi manfaat positif kepada masyarakat khususnya petani,” tambahnya. (ads/gito)

Pemkot Surati Desa-Kelurahan Soal Data Hewan Kurban

Adin Mantali

 

ZONA KOTAMOBAGU — Pemerintah Kota (Pemkot) menyurati semua desa dan kelurahan terkait pemasukan data hewan kurban yang akan disembelih pada Hari Raya Idul Adha, 22 Agustus mendatang. Hal itu dimaksudkan agar bisa diketahui jumlah hewan yang akan disembelih nanti.

Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial (Kesos), Adin Mantali, mengatakan pemasukan data jumlah hewan kurban itu paling lambat dua hari sebelum hari H Idul Adha. Dengan begitu, akan memudahkan pihaknya mendata jumlah hewan hingga tempat penyembelihan yang ada di desa dan kelurahan. “Kami sengaja kirim surat lebih awal, karena pengalaman di tahun-tahun sebelumnya ada yang nanti pada hari H baru memasukkan data. Untuk itu kita harap agar surat yang kita kirim itu bisa segera ditindaklanjuti,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan, setiap tahunnya selalu ada penyembelihan hewan kurban baik yang dilakukan oleh pemerintah maupuan secara pribadi di desa dan kelurahan. “Kalau yang disembelih pemerintah itu bantuan dari walikota, SKPD dan pihak lainnya. Kalau di desa dan kelurahan itu biasanya milik orang pribadi. Kemudian untuk tahun lalu ada satu ekor sapi dari presiden. Tahun mudah-mudahan ada juga, karena sudah ada proposal yang dikirim baik ke presiden atau ke gubernur,” ungkapnya.
Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI), Sande Dodo, menuturkan pihaknya sudah menyurati semua SKPD terkait penyembelihan hewan kurban pada Idul Adha nanti. “Kita juga tinggal menunggu daftar penyumbang hewan kurban. Bisa perkelompok, bisa juga perorangan,” tuturnya. (ads/gito)

Dinas PPKB Maksimalkan Program Kependudukan dan KB

Aldjufri Ngandu

ZONA KOTAMOBAGU — Pengguna pengguna alat kontrasepsi non Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) terus meninkat. Data di Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berenca (DPPKB), tahun 2017 ada 3.215 pengguna suntik dan 1.991 menggunakan pil. Sedangkan di tahun 2018 (hingga bulan juni), pengguna suntik sebanyak 6.612 dan pil 3.611.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Penyuluhan dan Penggerakkan, Hasriati Assi, mengakui minat warga menggunakan alat kontrasepsi non MKJP masih cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya pengguna non MKJP dalam dua tahun terakhir. Namun demikian, pihaknya akan memaksimalkan sosialisasi ke masyarakat soal kelebihan penggunaan alat kontrasepsi tersebut non MKJP. “Ini tugas kita untuk menyosialisasikan kepada masyarakat soal penggunaan alat kontrasepsi MKJP. Ini lebih baik dibandingkan non MKJP,” ujarnya.

Namun demikian, ia menyebut secara perlahan sudah banyak masyarakat khususnya ibu-ibu yang beralih dari alat kontrasepsi non MKJP ke MKJP. “Peminat MKJP juga banyak. Sosialisasi akan terus kita maksimalkan, agar pengguna alat kontrasepsi bisa memahami bahwa itu yang lebih baik,” ujarnya.

Kepala DPPKB, Aldjufri Ngandu, mengungkapkan Pemkot melalui kebijakan Walikota Tatong Bara berkomitmen dalam program kependudukan, KB dan pembangunan keluarga. Hal itu dibuktikan dengan dialokasikannya anggaran untuk program tersebut, penyediaan sarana dan fasilitas penunjang serta menghadirkan Kampung KB dan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA).

“Salah satu fokus ibu walikota adalah di bidang ini (kependudukan dan KB). Kita sebagai instansi teknis sekarang ini sedang giat-giatnya melaksanakan berbagai program dan kegiatan, agar apa yang menjadi tujuan kedepannya akan dicapai,” ujarnya.

Seperti diketahui, pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Juli lalu, Walikota Tatong Bara mendapat Satyalancana Pembangunan dari Presiden Joko Widodo yang diserahkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia (Menko PMK), Puan Maharani, karena dinilai berkomitmen tinggi terhadap pelaksanaan program kependudukan, KB dan pembangunan keluarga. (ads/gito)

4 Kelompok Dapat Bantuan KRPL

Nurachim Mokoagow

ZONA KOTAMOBAGU — Dinas Ketahanan Pangan (DKP) akan segera menyalurkan Bantuan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Bantuan berupa benih, pupuk dan polybag akan diberikan kepada empat kelompok perempuan yang ada di Kelurahan Mongkonai Barat, Molinow, Motoboi Kecil dan Tumubui.

Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan, Nulisa Pudul, mengatakan bantuan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dengan anggaran sekira Rp27 juta. “Kita tinggal menunggu petunjuk pimpinan untuk penyalurannya. Rencananya pekan ini,” katanya.

Ia menjelaskan, tahun sebelumnya pihaknya juga menyalurkan bantuan yang sama kepada 15 kelompok berbeda yang tersebar di desa dan kelurahan. “Tahun lalu anggarannya delapan puluh juta, sehingga jumlah kelompok yang menerima bantuan lebih banyak. Tapi tahun ini hanya sedikit karena keterbatasan anggaran, dan yang disetujui hanya empat kelompok dengan anggaran dua puluh tujuh juta,” jelasnya.

Kepala DKP, Nurachim Mokoagow, berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik. Agar sasaran dari pemberian bantuan untuk pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga dapat terpenuhi. “Manfaatkan pekarangan rumah untuk menanam benih yang diberikan. Karena yang akan merasakan manfaat dari bantuan ini adalah ibu-ibu itu sendiri,” harapnya. (ads/gito)

Temui Menhub, Walikota Lobi Bantuan Bus dan Alat Penerang Jalan

Walikota Tatong Bara foto bersama Menhub (tengah).

ZONA KOTAMOBAGU — Walikota Tatong Bara melobi bantuan bus sekolah di Kementrian Perhubungan (Kemenhub). Jumat (3/8), walikota menemui Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, dan menyerahkan proposal bantuan.

Menurut walikota, upaya melobi bantuan bus tersebut adalah untuk memenuhi kebutuhan transportasi khusus para pelajar.

“Dengan adanya bus sekolah, tentu akan sangat membantu anak-anak kita ke sekolah,” kata walikota.

Selain bantuan bus, pada kesempatan itu walikota juga mengajukan proposal permohonan bantuan fasilitas alat penerang jalan yang rencananya akan dipasang pada 1.000 titik yang tersebar di wilayah Kota Kotamobagu.

“Alat penerang jalan ini juga kita butuhkan dalam rangka memberi jaminan keselamatan bagi pengguna jalan khusus di malam hari. Apalagi Kota Kotamobagu saat ini menjadi tujuan banyak orang, dan itu berdampak pada meningkatnya jumlah kendaraan,” ungkap walikota.

Walikota beharap, dua proposal yang diajukan tersebut bisa disetujui dan segera terealisasi. “Mudah-mudahan permohonan kita ini bisa disetujui,” harapnya.

Saat menemui Menhub di ruang kerjanya, walikota datang bersama Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow, anggota Komisi V DPR RI  Nurhayati serta Sesdit Perhubungan Udara Kemenhub Pramintohadi. (ads/gito)

Bawa Sabu, Pria Berambut Gondrong Ditangkap di Modayag

Tersangka saat diamankan petugas.

ZONA HUKRIM – Satuan Reserse Narkoba Polres Bolmong kembali mengungkap kasus peredaran sabu di Bumi Totabuan. Dalam pengungkapan kasus itu, seorang tersangka berinisial IM (34), warga Desa Pusian, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, diamankan bersama barang bukti satu paket sabu yang dibawanya dari Tompaso Baru, Kabupaten Minahasa Selatan. Tersangka ditangkap saat melintas di Jalan Raya Desa Modayag, Kabupaten Bolmong Timur.

Pengungkapkan kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat yang ditindaklanjuti petugas dengan melakukan penyelidikan selama beberapa hari. Sebelum dilakukan penangkapan, petugas terlebih dahulu membuntuti tersangka saat perjalanan pulang seusai membeli barang haram itu dari Desa Tompaso Baru menuju ke Desa Pusian.

Ketika melintas di Jalan Raya Desa Modayag Barat, petugas dengan kendaraan roda empat mencegat dan menghentikan sepeda motor jenis Kawasaki Ninja berwarna hijau tanpa nomor polisi yang dikendarai tersangka. Tak ada perlawanan saat dilakukan penangkapan, namun pria berambut gondrong itu mencoba mengelabui petugas dengan membuang barang bukti yang dibawanya itu di pinggiran jalan. Meski demikian, petugas berhasil menemukan barang bukti tersebut dan langsung membawa tersangka ke Polsek Modayag.

“Tersangka sudah ditahan dan sekarang dalam penyidikan,” kata Kasat Narkoba, AKP Stenly Mawidingan.

Ia mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan petugas, tersangka mengaku mendapat satu paket sabu itu setelah dibeli dari rekannya yang ada di Desa Tompaso Baru seharga Rp1 juta. “Dia (tersangka) mengaku sudah beberapa kali membeli sabu kepada temannya itu,” ungkapnya.

Atas perbuatannya itu, ia menambahkan tersangka diancam dengan pasal 112 Undang-undang nomor 35 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling rendah lima tahun.

“Kita mengimbau kepada masyarakat untuk menjauhi narkoba. Kita terus melakukan operasi untuk memberantas peredaran narkoba di Bolmong Raya. Kalau ditemukan, pasti akan ditindak tegas,” tambahnya.

Sebelumnya Satres Narkoba Polres Bolmong juga berhasil mengungkapkan peredaran 1,4 kilo gram ganja dan 10 paket sabu. Dari pengungkapkan dua kasus sebelumnya itu, ada enam orang yang diamankan petugas. (trz/gito)