Beranda blog Halaman 556

Pembangunan 14 Unit RTLH Dimulai

Material banguan RTLH diterima warga penerima bantuan tersebut.

ZONA KOTAMOBAGU – Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), dimulai. Saat ini sedang berlangsung pendistribusian material bangunan ke masing-masing penerima.

“Yang diantar baru batu bata sebanyak 4.500 buah. Menurut mereka (pihak ketiga) akan segera dikirim bahan material lainnya,” kata Beni Manopo (52), warga Kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat.

Ia mengakui, bantuan RTLH yang diterimanya itu akan sangat membantu dalam pemenuhan kebutuhan tempat tinggal keluarganya. “Terima kasih kepada pemerintah khususnya ibu walikota yang sudah memperhatikan kami masyarakat kecil. Bantuan yang diberikan ini sangat berarti bagi kami,” sebutnya.

Kepala Bidang Sosial dan Fakir Miskin Dinas Sosial, Roi Paputungan, mengatakan anggaran pembangunan 14 unit RTLH tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp385 juta. “Setiap unit anggarannya dua puluh tujuh juta lima ratus. Pengerjaannya dilakukan secara serentak dan ditargetkan selesai Bulan November,” katanya.

Lanjutnya, program pembangunan RTLH dilaksanakan dalam rangka mengentaskan kemiskinan. Warga yang sebelumnya tinggal di rumah yang tak layak huni menjadi sasaran program tersebut. “Mudah-mudahan masyarakat khususnya penerima program ini akan merasakan manfaatnya dan bisa tinggal di rumah yang layak huni,” tambahnya.

Selain 14 unit yang dibiayai APBD tersebut, ia mengungkapkan pihaknya juga masih menunggu realisasi bantuan program yang sama dari pemerintah provinsi. “Kalau dari provinsi hanya dua unit. Sebenarnya ada enam unit, tapi setelah diverifikasi lapangan ternyata empat unit yang lain tidak memenuhi syarat, sehingga yang disetujui hanya dua unit saja. Kita masih menunggu realisasinya,” ungkapnya. (ads/gito)

Walikota Janji Naikkan Gaji Tenaga Kontrak

Tatong Bara

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) berencana menaikkan gaji tenaga kontrak di tahun 2019 mendatang. Hal itu dimaksudkan memotivasi para tenaga kontrak dalam meningkatkan kinerjanya.

Menurut Walikota Tatong Bara, Pemkot saat ini sedang mengevaluasi kinerja setiap tenaga kontrak. Evaluasi itu katanya penting dilakukan, agar kedepannya semua tenaga kontrak yang ada di tiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) memiliki kompetensi dan kemampuan bekerja.

“Evaluasi terus dilakukan, karena rencananya mulai Januari 2019 gajinya diterima setiap bulan dan kita rencanakan ada kenaikan,” kata walikota.

Selain mendorong agar terus meningkatkan kinerjanya, walikota juga meminta agar semua tenaga kontrak terus meng-up grade kemampuan khususnya di bidang informasi dan teknologi.

“Semua wajib mengetahui IT, sebab Kota Kotamobagu on the track smart city. Bukan hanya tenaga kontrak, PNS hingga perangkat kelurahan desa juga harus menyesuaikan dengan perkembangan teknologi saat ini,” ujar walikota.

Selain itu, walikota juga terus mendorong agar instansi yang berurusan dengan pelayanan publik harus terus memaksimalkan pelayanan melalui sistem yang berbasis teknologi.

“Ini perlu dilakukan. Kita tak boleh ketinggalan. Perkembangan teknologi saat ini harus kita manfaatkan untuk meningkatkan pelayanan ke masyarakat,” tambah walikota. (ads/gito)

Pemdes Poyowa Besar II Dorong Pengembangan Bisnis Ayam Petelur

Salah satu tempat usaha ayam petelur di Desa Poyowa Besar.

ZONA KOTAMOBAGU – Desa Poyowa Besar II, Kecamatan Kotamobagu Selatan, menjadi sentra produksi ayam petelur di Kota Kotamobagu. Tak sedikit warga setempat yang menggantungkan hidup sebagai pebisnis ayam petelur. Bahkan di desa tersebut, terdapat satu lokasi yang didalamnya berdiri kandang tempat produksi.

Salah satu pengusaha, Rafiq Mokodompit (31), mengakui dirinya sudah lebih dari 20 tahun berbisnis ayam petelur. Keuntungan yang yang didapat dari bisnis itu katanya sangat menjanjikan. “Ayam dan telur ayam ini sudah menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat. Alhamdulillah, sampai sekarang bisnis ini masih berjalan dan lancar,” sebutnya.

Ia menjelaskan, produksi telur ayam per hari bisa mencapai 40 bak, yang dalam satu bak berisi 30 butir telur. “Jumlah ayam ada seribu tujuh ratus ekor. Untuk harganya relatif, karena mengikuti harga dipasaran,” jelasnya.

Ia menyebut, modal yang dihabiskan untuk mengembangkan usaha tersebut tidak sedikit. Mulai dari pembuatan tempat, pembelian ayam hingga perawatannya memakan anggaran besar hingga mencapai Rp100 juta. “Modalnya cukup besar, tapi namanya berbisnis harus berani. Jika kita tekuni hasilnya cukup lumayan dan kita sendiri yang menikmatinya,” ungkapnya.

Sementara itu, Sangadi (Kepala Desa, red), Yendi Mokoagow, mengatakan pihaknya akan mendorong bisnis ayam petelur di desanya melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). “Untuk lebih meningkatkan produksinya, ini akan kita dorong lewat dana desa. Mungkin dari segi infrastruktur jalan atau kebutuhan lainnya,” ungkapnya. (ads/gito)

Lomba Masamper se-Sulut Sukses

Kepala Disparbud, Agung Adati, menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba.

ZONA KOTAMOBAGU – Lomba masamper tingkat Provinsi Sulut yang dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) bekerja sama dengan warga Nusa Utara di Kota Kotamobagu, sukses digelar. 18 grup dari berbagai daerah di Sulut tampil memukau dan menarik perhatian penonton maupun tim juri.

Dari lomba yang dilaksanakan Sabtu (21/7) hingga Minggu (22/7), grup asal Kota Manado berhasil menyapu bersih hadiah uang pembinaan dengan total puluhan juta rupiah yang disiapkan panitia. ST 25, Narwastu dan Smirna masing-masing menjadi juara I, II dan III. Sedangkan juara harapan I didapat Sahabat Tanpa Batas Kotamobagu, juara harapan II Glori Tumumpa Manado dan Arnas Manado mendapatkan juara harapan III.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Agung Adati, mengatakan ajang pesona masamper yang dikemas dalam sebuah lomba itu, merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mengangkat budaya masamper sebagai salah satu kearifan lokal di Sulawesi Utara.

“Lomba ini diikuti oleh 18 grup yang berasal dari berbagai daerah di Sulut. Kita bersyukur karena acara ini berjalan lancar dan sukses,” katanya.

Ia mengungkapkan, ajang pesona masamper itu akan menjadi agenda rutin tahunan. “Insya allah kegiatan ini akan menjadi ivent tahunan Pemkot Kotamobagu. Kegiatan seperti ini sangat memberi dampak terhadap pertumbuhan sektor pariwisata, karena dapat menarik wisatawan datang ke Kota Kotamobagu,” ungkapnya.

Ketua Panitia Pelaksana, Didi Manarat, mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada peserta lomba yang sudah memberikan yang terbaik serta tim juri yang sudah ikut membantu menyukseskan kegiatan ini. Terima kasih juga kepada Pemerintah Kota Kotamobagu yang sudah mendukung penuh kegiatan ini sehingga dapat terselenggara dengan baik,” sebutnya.

Grup atau peserta yang mendapatkan juara I berhak atas uang pembinaan sebesar Rp15 juta. Sedangkan juara II dan III masing-masing mendapatkan Rp10 juta dan Rp7,5 juta. Sementara untuk juara harapan I mendapatkan Rp6 juta, harapan II Rp5 juta dan harapan III Rp4 juta. (ads/gito)

 

Pekan Depan, Walikota Terima Penghargaan dari Presiden

Sitti Rafiqah Bora
Sitti Rafiqah Bora

ZONA KOTAMOBAGU – Satu lagi penghargaan tingkat nasional diberikan pemerintah pusat ke Kota Kotamobagu. Kali ini yang didapat adalah penghargaan Kota Layak Anak (KLA) Tahun 2018. Kepastian diraihnya penghargaan dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) itu sesuai undang bernomor B-940/KPP-PA/Dep.IV/TKA.01.02/07/2018 perihal penghargaan KLA Tahun 2018 yang ditujukan ke Walikota Kotamobagu tertanggal 17 Juli 2018.

“Alhamdulillah, evaluasi kabupaten/kota layak anak sudah selesai dan Kota Kotamobagu dapat penghargaan KLA Tahun 2018. Insya allah penghargaan ini akan diterima ibu walikota Hari Senin (pekan depan) di Kota Surabaya, dan sesuai rencana akan diserahkan oleh Presiden Joko WIdodo,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA), Sitti Rafiqah Bora.

Dijelaskannya, ada 24 indikator yang terbagi dalam lima kluster yakni, kelembagaan, hak sipil dan kebebasan, keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan masyarakat dan kesejahteraan sosial pendidikan dan waktu luang. “Tim penilai atau verifikasi lapangan terdiri dari Kementrian PPPA, Kementrian Kesehatan, Kementrian Dalam Negeri dan tim independen,” jelasnya.

Selain penghargaan KLA 2018, Kota Kotamobagu juga mendapatkan penghargaan Sekolah Ramah Anak (SRA) Tahun 2018. Dari hasil penilaian oleh tim verifikasi lapangan dan keputusan bersama tim juri, ditetapkan tiga sekolah di Sulawesi Utara yang mendapatkan penghargaan SRA terbaik Tahun 2018. “MAN I Kotamobagu bersama SMA Advent Klabat dan SMK Negeri I Sonder mendapatkan penghargaan itu. Kita bersyukur, karena Kota Kotamobagu mendapat dua penghargaan sekaligus,” ujarnya.

Ia mengakui, raihan penghargaan KLA dan SRA 2018 itu berkat dukungan dan kerja sama semua elemen masyarakat terkait pelaksanaan program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang dilaksanakan Pemkot Kotamobagu. “Ini juga tak lepas dari peran media yang selalu menyosialisasikan program pemerintah terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan sedang dan akan dilaksanakan,” sebutnya. (ads/gito)

18 Grup Masamper se-Sulut Rebutan Hadiah Puluhan juta

Agung Adati

ZONA KOTAMOBAGU – Lomba masamper se-Sulawesi Utara (Sulut) akan dilaksanakan di Lapangan Boki Hotinimbang, Sabtu (21/7) malam ini. 18 grup yang berasal dari berbagai daerah di Sulut, sudah terkonfirmasi atau mendaftar mengikuti lomba berhadiah puluhan juta rupiah itu.

Ketua Panitia Pelaksana, Didi Manarat, mengatakan jumlah pendaftar masih memungkinkan bertambah hingga sehari sebelum lomba dilaksanakan. “Yang terdaftar sementara sudah 18 grup. Setiap grup terdiri atas 25 orang. Untuk sementara Kota Manado yang paling banyak, ada 10 grup. Kemudian Kota Bitung 3 grup, Minahasa Selatan 2 grup, Bolmong 1 grup dan Kota Kotamobagu 2 grup. Setiap pemenang lomba dari juara I, II, III dan harapan I, II dan III mendapatkan hadiah uang pembinaan,” katanya.

Ia mengungkapkan, saat ini persiapan pelaksanaan lomba tersebut sudah hampir rampung dan tinggal menunggu hari H pelaksanaannya. “Secara keseluruhan sudah siap. Mudah-mudahan kegiatan berjalan lancar sesuai yang kita harapkan bersama,” ungkapnya.

Ia mengakui, gelaran kegiatan tersebut terlaksana atas dukungan penuh dari Pemerintah Kota (Pemkot). “Terima kasih kepada ibu walikota yang mendukung penuh pelaksanaan kegiatan ini. Mudah-mudahan lewat kegiatan lomba masamper ini, dapat lebih mempererat hubungan warga Nusa Utara dengan masyarakat lainnya,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Agung Adati, mengungkapkan pelaksanaan lomba masamper tersebut merupakan wujud kepedulian Pemkot dalam mengangkat budaya masamper sebagai salah satu kearifan lokal di Sulawesi Utara. “Lomba ini diikuti oleh komunitas masyarakat Nusa Utara, dan antusias masyarakat untuk mengikutinya cukup besar,” ungkap Agung. (ads/gito)

Pemkot Dapat Anggaran 1,7 miliar dari Dirjen Cipta Karya

Imran Amon

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) mendapat anggaran sebesar Rp1,7 miliar dari Dirjen Cipta Karya Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR). Anggaran tersebut diperuntukan pada pembangunan sanitasi di Desa Bilalang I dan Kelurahan Kotobangon pada program pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat.

“Ibu walikota sudah menandatangani kerja sama dengan pemerintah pusat terkait pelaksanaan program pembangunan sanitasi berbasis masyarakat. Alhamdulillah, Kota Kotamobagu mendapatkan dua lokasi, yaitu di Desa Bilalang I dan Kelurahan Kotobangon. Anggarannya enam ratus juta per lokasi,” kata Kepala Dinas Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (PRKP), Imran Amon.

Ia menjelaskan, pembangunan sanitasi di dua lokasi tersebut akan segera dilaksanakan yang akan ditandai dengan peletakkan batu pertama oleh Walikota Tatong Bara. “Setelah penandatangan kerja sama itu, langsung action plan di lapangan. Proses pengerjaannya melalui swakelola atau dengan memberdayakan masyarakat setempat. Pemerintah daerah hanya menyiapkan lahannya, untuk anggaran dari APBN,” jelasnya.

Ditambahkannya, tidak semua daerah di Indonesia mendapatkan anggaran untuk program dalam rangka pencapaian universal acces. Di Sulawesi Utara katanya hanya ada enam daerah, yakni Kota Kotamobagu, Minahasa Tenggara, Minahasa, Tomohon, Tahuna dan Manado. “Di Bolmong Raya hanya Kota Kotamobagu yang dapat,” tambahnya. (ads/gito)

Walikota Tandatangani Kerja Sama dengan Dirjen Cipta Karya KemenPUPR

Walikota Tatong Bara dan kepala daerah lainnya saat menandatangani perjanjian kerja sama

Pemerintah Kota (Pemkot) mendukung pencapaian target nasional universal acces 100 persen air bersih, 0 persen kawasan kumuh dan 100 sanitasi. Rabu (18/7), Walikota Tatong Bara menandatangani kerja sama dengan Dirjen Cipta Karya Kementrian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terkait pelaksanaan program pembangunan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) dan Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) Reduse Reuse dan Recycle (3R) di Kota Kotamobagu.

Walikota foto bersama dengan kepala daerah lain.

Perjanjian kerja sama itu selain berisi soal dukungan dalam pencapaian universal acces, berisi juga kesiapan Pemkot dalam pembangunan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) yang akan dibangun di Desa Bilalang I dan Kelurahan Kotobangon.

“Pemkot mendukung secara penuh pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat yang akan dilaksanakan di Kota Kotamobagu. Kita sudah menyiapkan lahan yang rencananya akan menjadi lokasi pembangunan IPAL (Instalasi Pembuangan Air Limbah) Komunal,” kata walikota.

Walikota Tatong Bara bersama para tamu dan undangan saat menghadiri kegiatan penandatangan kerja sama

Penandatanganan kerja sama itu dilakukan disela kegiatan penyiapan infrastruktur berbasis masyarakat pada satuan kerja penyehatan lingkungan permukiman masyarakat. (advertorial)

Efisiensi Anggaran, Kegiatan tak Penting Dipangkas

Ilustrasi

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) memastikan akan mengefisiensi anggaran pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018. Hal ini diutarakan Kepala Bidang Anggaran Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), Helftrits Lahimade.

Menurutnya, sejumlah kegiatan yang belum terlalu mendesak dan bukan skala prioritas akan dipangkas. Hal itu dilakukan guna mengefisiensi beban belanja dalam APBD Perubahan. “Kegiatan yang belum prioritas akan kita pending dulu, seperti belanja perjalanan dinas, makan minum dan kegiatan lain yang belum mendesak. Untuk kegiatan yang berkaitan dengan pelayanan publik, tetap akan kita akomodir,” katanya.

Ia mengungkapkan, saat ini sementara dilakukan fasilitasi Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Perubahan dan selanjutnya akan masuk pada penyusunan draf Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan. “Ini akan kita pacu, karena ibu walikota menargetkan Bulan Agustus sudah dibawa ke dewan untuk dibahas bersama. Mudah-mudahan semua berjalan sesuai yang kita harapkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BPKD Inontat Makalalag, menerangkan ada beberapa hal yang menjadi skala prioritas pada APBD Perubahan. Salah satunya adalah pelunasan utang ke pihak ketiga yang belum terselesaikan tahun lalu. Ada sekitar enam miliar untuk beberapa kegiatan, termasuk pembangunan tower rumah sakit,” terangnya.

Ia memastikan, APBD Perubahan takkan mengakomodir kegiatan-kegiatan fisik yang waktu pengerjaannya memakan waktu beberapa bulan. “Tidak ada kegiatan fisik, karena pertimbangan waktu pengerjaannya memakan waktu yang lama sementara tahun anggaran tinggal menyisahkan beberapa bulan lagi,” tambahnya. (ads/gito)

Pemkot Dorong Pengembangan Budidaya Mina Padi

muljadi-surotenojo
Muljadi Suratinoyo

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Pertanian dan Perikanan memanfaatkan potensi sawah untuk membudidaaya ikan mina padi melalui kelompok-kelompok budidaya ikan yang ada di Kota Kotamobagu. Menurut Kepala Bidang Perikanan dan Budidaya, Anto Mamonto, budidaya mina padi belum banyak diketahui orang. Padahal itu katanya menjanjikan keuntungan yang besar.

“Sistem mina padi ini merupakan cara pemeliharaan ikan di sela-sela tanaman padi. Jenis ikan yang paling baik untuk pada sistem ini adalah Ikan Nila, karena dia bisa tumbuh dengan baik meskipun di air yang dangkal,” katanya.

Dijelaskannya, pertumbuhan tanaman padi tidak akan terganggung dengan adanya pemeliharaan ikan di sawah, sebab sistem pengairannya disesuaikan sehingga proses produksinya tak akan terganggu. “Budidaya mina padi ini menguntungkan khususnya bagi para petani,” jelasnya.

Lanjutnya, pihaknya akan memberi bantuan kepada empat kelompok budidaya ikan. Setiap kelompok akan mendapatkan Rp6,5 juta untuk pengadaan 3.000 bibit untuk luas 1.000 meter persegi. “Anggarannya dari DAK (Dana Alokasi Khusus). Rencananya bantuan ini akan kita salurkan pada Bulan Agustus,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian, Muljadi Suratinoyo, mengungkapkan sasaran dari pengembangan budidaya mina padi itu adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya petani. “Keuntungannya besar. Ini akan kita kembangkan, karena bisa membantu menggerakkan roda ekonomi masyarakat,” ungkapnya. (ads/gito)