ZONA KOTAMOBAGU – Walikota Tatong Bara dijadwalkan akan menerima penghargaan Satya Lencana dari Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat, 6 Juli mendatang. Hal itu sesuai undangan dari Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) dari Surat Keputusan Kepala BKKBN Pusat nomor 2.251/HL.102/G2/2018 tentang Tamu Prestasi KKBPK.
Tatong Bara menjadi satu-satunya Kepala Daerah (Kada) di Bolmong Raya (BMR) yang mendapatkan undangan tersebut. Sedangkan di Sulawesi Utara (Sulut), Tatong akan bersama Walikota Manado, Walikota Bitung dan Bupati Minahasa Tenggara menerima penghargaan itu di Graha Bumi Beringin, Manado.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), Aldjufri Ngandu, mengatakan penghargaan diberikan kepada kepala daerah yang peduli dan berkomitmen soal kependudukan.
“Pengendalian penduduk dan kesejahteraan keluarga menjadi salah bagian dari penilaian. Setelah menerima penghargaan yang sama di Lombok dua tahun lalu, Kota Kotamobagu tahun ini kembali menerima penghargaan ini,” katanya.
Ia mengakui, capaian tersebut merupakan bukti kerja sama dan kerja keras semua pihak serta dorongan dan dukungan penuh dari walikota. “Perhatian ibu walikota terhadap kependudukan, keluarga berencana dan kesejahteraan keluarga sangat tinggi. Kalau tidak ada supprot dan perhatian beliau serta dukungan masyarakat, mustahil penghargaan ini akan didapat,” sebut mantan Kabag Humas itu. (ads/gito)
ZONA POLITIK — Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Nomor Urut 1, Tatong Bara-Nayodo Koerniawan (TB-NK), terpilih menjadi walikota dan wakil walikota Kotamobagu periode 2018-2023. Meski belum ada keputusan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), namun dari hasil real qount desk Pilkada Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu, Paslon yang diusung 100 persen Partai Politik (Parpol) peraih kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotamobagu itu unggul 54,19 persen atau sebanyak 33.907. Sedangkan sang rival, Jainudin Damopolii-Suharjo Makalalag (Jadi-Jo) hanya mendapatkan dukungan 28.690 dengan presentase 45,81 persen. Dari hasil itu, pasangan TB-NK hampir dipastikan memenangi kontestasi Pilkada serentak tahun ini di Kota Kotamobagu.
Data didapat dari Desk Pilkada Pemkot, dari empat kecamatan, TB-NK berhasil menang telak di Kecamatan Kotamobagu Timur dan Kotamobagu Selatan dengan perolehan masing-masing 10.600 suara dan 11.070 suara. Sementara sang lawan, hanya mendapat dukungan 7.184 suara dan 6.643 suara. Sedangkan di dua kecamatan lainnya, yakni Kotamobagu Barat dan Kotamobagu Utara, meskipun kalah tapi perbedaan suara tak teraluh jauh. TB-NK memperoleh suara 8.356 suara dan 3.881 suara, dan JadiJo 9.483 suara dan 5.380 suara.
“Data yang masuk ini adalah yang dikirim relawan di tiap-tiap TPS,” kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Irianto Mokoginta.
Meski telah ada hasil real qount, namun ia mengaku tetap menunggu keputusan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Ini real qount, tapi tetap tunggu pleno KPU,” sebutnya.
Menanggapi perolehan suara tersebut, Calon Walikota terpilih, Nayodo Koerniawan, mengatakan capaian tersebut merupakan bukti kerja keras dari tim pemenangan, partai pengusung dan pendukung TB-NK. “Syukur moanto (terima kasih) kepada semua pendukung TB-NK. Ini adalah bukti bahwa kami pasangan calon dan semua pendukung memiliki komitmen untuk bersama-sama memajukan Kota Kotamobagu tercinta ini,” kata Nayodo.
Sementara itu, Calon Walikota terpilih, Tatong Bara, mengungkapkan kemenangan TB-NK adalah kemenangan rakyat Kota Kotamobagu. “Kemenangan yang kita idam-idamkan terbukti hari ini. Terima kasih kepada partai politik pengusung serta semua tim pemenangan yang sudah bekerja sehingga kita mendapatkan hasil ini,” ungkap Tatong, dihadapan para pendukungnya saat berada di kediamannya Kelurahan Mogolaing.
Disisi lain, ia mengimbau kepada semua pendukungnya untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. “Kita boleh bereuforia, tapi keamanan dan ketertiban masyarakat harus tetap kita jaga bersama. Saya minta juga kita tidak melakukan konvoi, karena ini perintah Pak Kapolres. Saya harap semua dapat mematuhinya,” imbaunya.
Sementara itu, anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), Ridwan Kalauw, mengungkapkan setelah tahapan pemungutan dan penghitungan suara di tiap TPS, formulir C1 dimasukkan dalam kotak berhologram kemudian akan diserahkan ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk direkapitulasi di tingkat kecamatan. “Pleno PPK tahapannya mulai Tanggal 28 Juni sampai Tanggal 4 Juli. Kemudian pleno KPU tahapannya Tanggal 4 Juli sampai 6 Juli,” ungkapnya. (trz/gito)
Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Nomor Urut 1, Tatong Bara (kanan) dan Nayodo Koerniawan (kiri) saat kampanye akbar di Kelurahan Molinow.
ZONA POLITIK — Tim pemenangan Pasangan Calon (Paslon) Tatong Bara-Nayodo Koerniawan (TB-NK), meyakini Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Periode 2018-2023, akan dimenangkan pasangan TB-NK.
Kayakinan itu berdasarkan hasil survey yang dilakukan Pusat Demokrasi dan Hak Asasi Manusian (Pusdeham). Dari dua kali survey yang dilakukan pada Bulan Mei dan Juni, presentase kemenangan pasangan TB-NK selalu berada di atas angka 60 persen. Sedangkan sang rival, Jainudin Damopolii-Suharjo Makalalag (JaDi-Jo), hanya berada pada angka 37,4 persen. Sementara yang belum menentukan pilihan sebanyak 1,6 persen.
“Survey ini dilakukan pada 6 – 13 Juni 2018, dengan margin of error plus minus 5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Jumlah sample yakni 500. Metode penarikan sample menggunakan metode multistage random dengan metode wawancara tatap muka,” kata Sekretaris Tim Pemenangan TB-NK, Ismail Dahab.
Lanjutnya, dari dua kali survey yang dilakulan pada Bulan Mei dan Juni, pasangan JaDi-Jo mengalami kenaikan lebih dibanding pasangan TB-NK. Namun demikian, kenaikan angka presentasi pasangan nomor urut 2 itu tidak signifikan.
“Pada Bulan Mei elektabilitas JaDi-Jo 35,6 persen, dan di Bulan Juni 37,0 persen. Untuk pasangan TB-NK pada Bulan Mel 60,8 persen dan pada Bulan Juni 61,4 persen. Pemilih yang belum menentukan pilihan mengalami penurunan. Di Bulan Mei 3,6 persen dan di Bulan Juni hanya 1,6 persen,” terangnya.
Melihat angka-angka tersebut dengan mempertimbangkan waktu yang sangat singkat, bisa dipastikan elektabilitas JaDi-Jo tak dapat melampaui TB-NK. “Insya allah, Tanggal 27 Juni (besok) pasangan TB-NK menang,” tambahnya. (trz)
ZONA KOTAMOBAGU – Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) diliburkan pada Rabu (27/6), dalam rangka Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2018. Hal ini disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Sahaya Mokoginta.
Menurutnya, Keputusan Presiden (Kepres) nomor 14 Tahun 2018 tentang hari pemungutan suara pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati serta walikota dan wakil walikota Tahun 2018 sebagai libur nasional, sudah diterbitkan.
“Tetap libur. Meskipun bulan ada surat edaran tapi Kepres sudah ada. Kemungkinan besok (hari ini, red) akan kita tindaklanjuti dengan surat edaran,” kata Sahaya.
Walikota Tatong Bara, mengimbau semua elemen masyarakat yang memiliki hak pilih untuk menyalurkan hak pilihnya pada hari H pemungutan suara. “Kita imbau masyarakat agar mempergunakan kesempatan ini untuk menyalurkan hak pilihnya pada 27 Juni. Jangan Golput, karena ini ajang untuk menunjukan tanggung jawab kita sebagai warga negara. Satu suara itu penting, untuk itu mari kita ke TPS menyalurkan hak pilih,” imbau walikota. (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU – Potensi ternak babi ternyata sangat menjanjikan. Di Kelurahan Tumubui, Kecamatan Kotamobagu Timur, tak sedikit warga yang menggantungkan hidupnya lewat beternak babi. Salah satunya adalah Veki Rondonuwu (44). Mulai beternak babi sejak 2009 lalu, ia kini bisa menikmati hidupnya. Mampu menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi serta bisa membangun rumah lewat hasil ternaknya.
Ia mengakui, setiap kali panen ia bisa mendapatkan penghasilan hingga jutaan rupiah. “Puji tuhan, dengan beternak babi saya bisa bangun rumah dan membiayai sekolah dan kuliah anak-anak saya,” katanya.
Ia mengungkapkan, seekor babi ia jual seharga Rp5 juta. Jika dalam sebulan atau tiap kali panen mencapai 10 ekor, maka ia bisa mendapatkan penghasilan hingga Rp50 juta. “Harga jual berbeda-beda, karena disesuaikan dengan beratnya. Kalau berat mencapai 130 kilo gram, harganya empat juta sampai lima juta per ekor. Biasanya yang datang membeli dari Minahasa. Kalau sudah dekat natal, tahun baru atau ada pengucapan, banyak pembeli yang datang,” ungkapnya.
Ia mengakui, kendala yang dihadapinya selama beternak babi adalah kurangnya pasokan pakan ternak hingga terbatasnya bantuan bibit dari pemerintah. “Yang menjadi kendala yakni pakannya. Karena babi harus diberikan makanan yang sesuai agar kualitas dagingnya juga akan sangat baik. Kalau sudah berumur tiga bulan harus diberi makan pelet, sedangkan kalau sudah memasuki usai dewasa atau sudah dekat panen, makanannya sudah ditambah jagung dan konsentrat. Harapannya, mudah-mudahan ada bantuan dari pemerintah berupa pakan ternak atau biaya untuk perawatannya,” ujarnya.
Kepala Bidang Peternakan, Manaf Pudul, mengimbau semua peternak babi untuk memperhatikan kesehatan ternaknya masing-masing. “Ada banyak peternak babi di sini. Kita mendorong pengembangannya, karena itu sangat berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,” tuturnya. (ads/gito)
Walikota Tatong Bara memimpin apel kerja perdana pasca cuti kampanye.
ZONA KOTAMOBAGU – Setelah aktif menjabat walikota pasca cuti kampanye dalam rangka Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018, Tatong Bara, langsung memimpin apel kerja perdana, Senin (25/6), yang diikuti pejabat eselon II, III, IV, para staf serta tenaga kontrak.
“Saya menjalankan cuti bersama sesuai amanat Undang-undang untuk ikut kampanye mengikuti kontestasi Pilkada. Hari ini, suasana membahagiakan bagi saya bisa bertemu kembali dengan saudara-saudara sekalian. Melalui kesempatan ini saya mengucapkan minal aidin wal faidzin mohon maaf lahir dan bathin,” kata Tatong, dalam sambutannya.
Pada kesempatan itu, Tatong menekankan agar semua Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun tenaga kontrak agar tetap fokus menjalankan tugas pemerintahan, pembangunan dan melayani masyarakat. Beragam prestasi yang didapat Pemerintah Kota (Pemkot) seperti opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke-lima secara berturut-turut dan penghargaan perencanaan pembangunan daerah, harus tetap dipertahankan. Semua keberhasilan itu katanya merupakan bukti kerja keras dan kerja sama semua jajaran Pemkot.
“Apel perdana ini memberi motivasi dan semangat serta kebersamaan dalam melaksanakan tugas kembali, setelah saya menjalani masa cuti,” ujar Tatong.
Disisi lain, ia mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada, Muhammad Mokoginta, yang dalam waktu kurang lebih lima bulan menjalankan tugas sebagai Penjabat Sementara (Pjs). “Terima kasih kepada Pak Rudi (Muhammad Mokoginta) yang sudah memimpin Kotamobagu selama lima bulan,” sebutnya. (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU – Gaji 13 sebesar Rp9,6 miliar siap dicairkan pada awal Juli mendatang. Besaran gaji yang diperuntukan bagi 2.298 Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu akan dibayarkan setelah pembayaran gaji rutin Juli.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), Inontat Makalalag, mengatakan pembayaran gaji 13 disesuaikan dengan momen penerimaan siswa baru. “Salah satu tujuan pemerintah memberikan gaji 13 ini adalah untuk menopang pendidikan anak sekolah,” katanya.
Lanjutnya, pembayaran gaji 13 tersebut disesuaikan dengan besaran gaji pokok, tunjangan keluarga dan tunjangan jabatan masing-masing PNS. “Besarannya beda-beda. Untuk mekanisme pembayarannya sama seperti gaji rutin setiap bulan,” ujarnya.
Ia mengakui, pihaknya siap membayar gaji tersebut. Namun demikian, katanya semua disesuaikan dengan kesiapan masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Kalau sudah tiba waktunya, kita langsung bayar, tinggal tergantung pengajuan dari tiap SKPD,” ujarnya.
Selain gaji 13, sebelumnya PNS juga menerima Rp9,6 miliar untuk gaji 14. Besaran angka tersebut telah dibayarkan sebelum Hari Raya Idul Fitri. (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU – Kepala Dinas Pendidikan, Rukmi Simbala, mengingatkan semua kepala sekolah dan guru di 75 Sekolah Dasar (SD) dan 19 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Kotamobagu, untuk tidak melakukan pungutan liar kepada siswa baru yang mendaftar di sekolah masing-masing. Menurutnya, ada sanksi yang akan diberikan bagi pihak sekolah yang kedapatan melakukan praktek pungli.
“Semua sekolah baik negeri atau swasta tidak boleh melakukan pungutan kepada siswa baru. Ini sudah kita sampaikan saat pertemuan dengan semua kepala sekolah. Pasti ada sanksi jika ada oknum yang melakukan pungli,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, pihaknya akan melakukan pengawasan agar praktek pungli tidak terjadi saat penerimaan siswa baru nanti. “Jangan nodai dunia pendidikan kita dengan praktek pungli. Ini harus diperhatikan. Akan kita awasi,” ungkapnya.
Ditambahkannya, saat ini sudah ada beberapa sekolah yang membuka penerimaan siswa baru. “Penerimaan siswa baru dilakukan dua tahap. Tahap I sementara dilakukan dan tahap II nanti masuk libur sekolah,” tambahnya. (ads/gito)
Pjs walikota saat berbaur dengan masyarakat di perayaan gebyar Kulipat.
ZONA KOTAMOBAGU – Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, mencanangkan Gebyar Kulipot dan Ketupat (KuliPat) di Kelurahan Motoboi Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Jumat (22/6). Kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan itu dipusatkan di Lapangan Aruman Jaya.
Menurut Pjs walikota, kegiatan tersebut merupakan ajang untuk silaturahmi antar sesama masyarakat. “Mudah-mudahan melalui kegiatan ini hubungan silaturahmi diantara kita semua terus terjalin dan tetap terjaga dengan baik,” kata Pjs walikota.
Pada kesempatan itu, Pjs walikota juga mengajak kepada semua masyarakat untuk saling memaafkan atas segala salah dan khilaf. “Saya mengajak kepada kita semua untuk saling melepaskan dan menghilangkan semua ganjalan hati yang ada dalam diri kita masing-masing dengan cara saling memberi maaf antara satu dengan yang lainnya. Hal ini penting, karena dengan bersilaturahmi dapat tumbuh rasa saling menghargai dan menjaga antar sesama,” ujar Pjs walikota.
Sementara itu, Tokoh Pemuda Kelurahan Motoboi Kecil, Yudi Dilapanga, mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada Pjs walikota yang sudah berkenan membuka kegiatan tersebut. “Mudah-mudahan kegiatan ini tetap berkelanjutan dan menjadi agenda rutin tahunan,” sebutnya. (ads/gito)
Ketua DPC PKB Kotamobagu, Jusran Deby Mokolanut saat berorasi pada kampanye akbar TB-NK.
ZONA POLITIK — Kampanye akbar Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Nomor Urut 1, Tatong Bara-Nayodo Koerniawan (TB-Nk), berlangsung spektakuler. Kampanye yang dihadiri sekira 30-an ribu massa itu digelar di Lapangan Kelurahan Molinow, Kecamatan Kotamobagu Barat, Jumat (22/6).
Dari pantauan, kampanye tersebut dihadiri para tokoh politik Bolmong Raya. Bahkan beberapa diantaranya berksempatan menyampaikan orasi politik. Salah satunya adalah Jusran Deby Mokolanut. Dalam orasinya, Ketua DPC PKB Kota Kotamobagu itu menyebut jika pasangan TB-NK berkomitmen untuk memajukan Kota Kotamobagu. Oleh karena itu, legislator Daerah Pemilihan (Dapil) Kotamobagu Selatan tersebut mengajak masyarakat untuk menjatuhkan pilihan kepada Paslon nomor urut 1 itu.
“Ibu Tatong Bara dan Nayodo Koerniawan berkomitmen untuk membangun daerah ini. Dan itu sudah dibuktikan oleh Ibu Tatong di periode pertamanya. Di bidang pendidikan, ada program anak asuh daerah yang sudah berjalan. Itu sangat membantu dan memudahkan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan sekolah anak-anak,” ujarnya.
Lanjutnya, selain bidang pendidikan, bidang kesehatan juga tak luput dari perhatian Tatong Bara di periode pertamanya memimpin Kota Kotamobagu. Hal itu dibuktikan dengan dibangunnya rumah sakit yang representatif, serta dihadirkannya Puskesmas dan Pustu di semua wilayah. “Di bidang infrastruktur, kita lihat bersama bahwa semua jalan-jalan sudah mulus. Maka dari itu, ajaklah saudara-saudara kita untuk bersama-sama memenangkan Tatong Bara dan Nayodo Koerniawan,” katanya. (trz)