ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) terus mencari terobosan baru untuk mengembangkan kopi di Kota Kotamobagu. Salah satunya adalah menggandeng Pusat Penelitian Kopi dan Kakao untuk melakukan riset di Area Perkebunan Mobalang Desa Poyowa Besar, Kecamatan Kotamobagu Selatan, sebagai lahan yang disiapkan untuk pengembangannya.
“Kami akan melakukan riset untuk memeriksa keadaan tanah dan iklim di situ, agar diketahui yang paling cocok itu tanaman kopi jenis apa. Kita akan kerja sama dengan Puslit Kakao,” katanya.
Lanjutnya, setelah penelitian itu pihaknya akan menentukan jenis kopi yang akan dikembangkan di perkebunan tersebut. “Mudah-mudahan tahun ini selesai agar tahun depan akan terealisasi,” ujarnya.
Akhir tahun lalu, Pemkot juga telah melaksanakan workshop aktualisasi penguatan sisten informasi daerah. Kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka menjalankan visi misi pemerintah daerah dalam pengembangan kopi sebagai salah satu produk unggulan daerah, secara efektif dan efisien yang sasarannya pada peningkatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
“Pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan daya saing produk unggulan daerah melalui inovasi-inovasi terbaru, dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu yang dilakukan adalah mengembangkan kopi organik yang menjadi salah satu produk unggulan daerah,” kata Asisten II, Gunawan Damopolii, beberapa waktu lalu.
Ia mengungkapkan, kopi organik Kotamobagu sudah tersebar di pasaran dan sudah banyak diminati masyarakat. Oleh karena itu, untuk pengembangannya diperlukan inovasi-inovasi terbaru. “Ini menjadi perhatian pemerintah untuk dikembangkan,” ungkapnya. (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU – Usulan penambahan kuota Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) oleh Pemerintah Kota (Pemkot) ke Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (KemenPAN-RB), mulai divalidasi. Kamis (17/5), Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) mengikuti rapat koordinasi bersama Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulawesi Utara dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional XI Manado.
“ Validasi data ini bertuujuan agar usulan yang diajukan benar-benar prioritas dan terfokus pada kesehatan, pendidikan dan pembangunan infrastruktur. Setelah validasi ini kemudian akan ditetapkan formasi bagi kabupaten dan kota,” kata Kepala BKPP, Sahaya Mokoginta.
Ia mengungkapkan, Pemkot telah mengajukan penambahan 851 kuota CPNS tahun ini, yang terdiri dari 500 tenaga guru, 301 tenaga kesehatan dan 50 tenaga teknis tertentu. “Sudah kita usulkan, soal berapa yang disetujui kita tetap menunggu hasil penetapan pemerintah pusat. Untuk penerimaan CPNS dipastikan setelah bulan ramadhan,” ungkap Sahaya.
Disisi lain, ia berharap kuota CPNS yang diusulkan bisa disetujui semua. Sebab, pengusulan itu disesuaikan dengan kebutuhan yang ada. “Kita memang masih membutuhkan pegawai. Mudah-mudahan yang kita usulkan itu bisa disetujui semuanya,” harap Sahaya. (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU – Meski berada di wilayah perkotaan, namun Kota Kotamobagu menyimpan potensi pertanian yang menjanjikan. Lahan luas dan subur menjadikan daerah yang disebut-sebut sebagai calon Provinsi Bolmong Raya ini cocok untuk ditanami atau sekadar pembibitan berbagai jenis tanaman pertanian. Cengkih adalah salah satu potensi pertanian yang menjanjikan untuk dikembangkan.
Yonce Mamangkey (65), warga Desa Moyag Tampoan, Kecamatan Kotamobagu Timur, menggarap potensi pembibitan cengkih. Sejak puluhan tahun lalu, bisnis itu ia geluti dan telah mendapat banyak keuntungan.
“Ada yang dari luar Kotamobagu memesan bibit cengkih di sini, baik secara perorangan ataupun kelompok,” katanya.
Ia mengungkapkan, pembibitan cengkih tersebut juga memberi pembuka lapangan kerja. Sebab, proses pembibitannya katanya memerlukan tenaga dari beberapa orang. “Bisa sampai 400 ribu bibit yang disiapkan. Tentu ini memerlukan tenaga sampai puluhan orang,” ungkapnya.
Sangadi (Kepala Desa, red), Halidun Tunggil, mengakui pembibitan cengkih yang dilakukan warga di desanya itu membantu penyediaan lapangan kerja. Oleh karena itu pihaknya terus mendorong serta memfasiliasi pengembangan pembibitan berbagai jenis komoditi pertanian.
“Ini juga bagian dari program pemerintah desa dalam mendorong berbagai potensi yang ada untuk dikembangkan, termasuk potensi pertanian yang nantinya akan dikelola lewat BUMDes (Badan Usaha Milik Desa),” ujarnya. (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU – Kelangkaan Liquified Petrolium Gas (LPG) ukuran tiga kilo gram langsung direspon Pemerintah Kota (Pemkot). Rabu (16/5), Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, bersama instansi terkait turun ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) mengechek langsung ketersediaan stok sekaligus menginvestigasi penyebab kelangkaan tersebut.
“Kita chek langsung, karena ini sudah meresahkan masyarakat,” katanya, saat berada di SPBE yang berlokasi di Kelurahan Mongkonai Barat, Kecamatan Kotamobagu Barat.
Ia mengungkapkan, kelangkaan LPG yang terjadi beberapa hari terakhir harus segera diatasi. Sebab LPG menjadi salah satu kebutuhan masyarakat. “Apalagi ini sudah memasuki bulan ramadhan, daya beli masyarakat meningkat hingga menjelang Idul Fitri nanti,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan, Alfian Hasan, menjelaskan kuota LPG di Kota Kotamobagu setiap harinya sebanyak 7.200 tabung. Jumlah tersebut katanya mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Kotamobagu. “Sangat disayangkan menjelang ramadhan ini terjadi kekosongan di agen dan pangkalan. Bisa saja ada yang dari luar daerah datang membeli LPG di sini (Kotamobagu),” jelasnya.
Ditambahkannya, pihaknya mengusulkan penambahan kuota sebanyak 20 persen dari kuota setiap harinya. “Mudah-mudahan mendapat persetujuan dari pertamina, agar selama bulan ramadhan sampai menjelang Idul Fitri tidak ada kelangkaan,” tambahnya.
Sementara itu, Kasat Intel Polres Bolmong, Sismor Haroni, mengaku pihaknya akan mengawasi pendistribusian LPG di lapangan dan siap menindak tegas jika ditemukan ada yang melakukan penimbunan atau penyelundupan ke luar daerah. “Akan kita awasi mulai dari pendistribusian hingga kuota yang diberikan ke setiap agen,” tegasnya. (ads/gito)
Kapolres menggilas ribuan botol miras menggunakan alat berat.
ZONA KOTAMOBAGU – Ribuan botol minuman keras berbagai jenis hasil operasi penyakit masyarakat (pekat) II tahun 2017 dan pekan I tahun 2018, dimusnahkan. Pemusnahan dilakukan menggunakan alat berat jenis stoom walls oleh Kapolres Bolmong, AKBP Gani Fernando Siahaan, dan disaksikan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Mapolres Bolmong, Rabu (16/5).
Dari ribuan miras yang dimusnahkan itu, terdiri dari 164 botol selera sari, 879 botol valentine, 40 botol segar sari, 40 botol draf bir, 54 botol casanova, 9 botol kasegaran, 685 botol bir tody burung, 529 botol burung sakti, 832 botol casablanca dan 658 botol minuman lainnya. Selain itu, terdapat juga miras jenis cap tikus sebanyak 1.380 liter yang terdiri dari 3.878 botol. Berbagai jenis miras tersebut disita diberbagai tempat, baik itu di warung dan toko serta tempat-tempat lain yang dapati saat operasi.
“Ini (miras) adalah hasil operasi pekat yang sudah mendapat putusan pengadilan,” kata Kapolres.
Ia mengungkapkan, banyaknya miras yang disita melalui operasi pekat menunjukkan bahwa peredaran miras di Bolmong Raya masih cukup banyak. Namun demikian, pihaknya mengaku akan terus memberantas berbagai jenis penyakit masyarakat, termasuk miras. “Pekat akan terus kita perangi, termasuk ini (miras),” ungkapnya.
Ditambahkannya, saat ini sedang berlangsung operasi pekat. Berbagai jenis penyakit masyarakat seperti judi, minuman keras, prostitusi serta kejahatan jalanan menjadi sasaran operasi. “Apalagi ini bulan ramadhan. Operasi ini kita giatkan agar selama bulan ramadhan ini kondisi tenang, aman dan nyaman,” tambahnya. (gito)
Petugas gabungan saat menertibkan kawasan pasar dan terminal serasi.
ZONA KOTAMOBAGU – Tim gabungan yang terdiri dari Satuan Lalu Lintas Polres Bolmong, Dinas Perhubungan, Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM, Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Organisasi Angkutan Darat (Organda) menertibkan arus lalu lintas di kawasan Pasar dan Terminal Serasi, Kelurahan Gogagoman, Rabu (16/5). Pasalnya, di jalur tersebut sering macet lantaran para pedagang sudah keluar dari area pasar dan memilih menempati bahu jalan sebagai tempat berjualan.
Dari pantauan, proses penertiban berlangsung aman dan lancar. Tanpa perlawanan, pedagang buah, ayam, rempah dan lainnya dengan sendirinya mengangkat barang dagangan maupun meja dan kursi kemudian dipindahkan ke dalam area pasar.
“Kami mendukung semua program dari Pemerintah Kota (Pemkot), termasuk soal penertiban jalan agar tidak menimbulkan kemacetan,” kata Kasat Lantas, Magdalena Anita Sitinjak.
Ia mengungkapkan, para pedagang yang sudah memakai badan jalan sebagai tempat berjualan perlu ditertibkan. Sebab peruntukkan jalan katanya bukan untuk tempat berjualan. “Kita tertibkan agar tidak ada lagi kemacetan di situ,” ungkapnya.
Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Dinas Satpol PP, Bambang Dachlan, mengungkapkan penertiban itu merupakan bagian dari penegakan Peraturan Daerah (Perda) tentang Trantibum serta menindaklanjuti keluhan masyarakat soal kemacetan di area tersebut.
“Apalagi ini sudah memasuki bulan ramadhan. Intensitas kendaraan pasti meningkat. Masyarakat banyak yang mengeluh kalau di situ selalu macet karena pedagang sudah berjualan di jalan,” ungkapnya.
Lanjutnya, saat penertiban itu pihaknya masih memberi toleransi kepada para pedagang dan hanya meminta untuk berpindah tempat atau tidak lagi berjualan di tempat yang dilarang. “Kalau ini tidak diindahkan dan masih berjualan lagi di sini (jalan), akan ada tindakan yng lebih tegas lagi seperti menyita barang dagangannya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM), Herman Aray, menuturkan pihaknya sudah menyiapkan tempat berjualan bagi para pedagang di pasar serasi, pasar 23 maret dan beberapa pasar lainnya. “Di pasar sudah ada lapak, tenda dan fasilitas penunjang lainnya. Silahkan menempatinya, tidak boleh berjualan di trotoar atau badan jalan,” tuturnya. (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU – Penjabat Sementara (Pjs), Muhammad Mokoginta, mengingatkan para sangadi dan lurah untuk terus kembali menggiatkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskmaling) di desa dan kelurahan masing-masing. Hal ini diutarakannya saat memberi sambutan pada sholat tarawih perdana di Masjid Raya Baitul Makmur (MRBM), Rabu (16/5).
Menurutnya, Indonesia saat ini sedang berduka dan sedang marak teror atau aksi bom bunuh diri. Oleh karena itu, ia mengingatkan semua elemen masyarakat untuk selalu mengingkat kewaspadaan. “Siskamling di tiap desa dan kelurahan harus lebih digiatkan. Kemudian pengawasan terhadap orang asing harus lebih ditingkatkan. Kalau melihat ada sesuatu yang mencurigakan, langsung laporkan ke pihak yang berwajib,” katanya.
Selain itu, ia juga mengimbau semua elemen masyarakat untuk selalu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). “Keamanan dan ketertiban harus kita jaga bersama, agar kita merasa aman dan nyaman melaksanakan ibadah selama bulan ramadhan ini,” imbaunya.
Terkait dengan bulan ramadhan, dihadapan para jamaah sholat tarawih, Asisten II Pemprov Sulut itu, mengungkapkan bahwa ramadhan merupakan momentum bagi semua umat islam untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan. “Bulan ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa. Untuk itu saya mengajak kepada semua umat muslim khususnya yang ada di Kota Kotamobagu agar dapat mengisinya dengan kegiatan-kegiatan ibadah,” ungkapnya. (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU – Jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dikurangi 4,5 jam per pekan selama bulan ramadhan atau menjadi 32,5 jam dibandingkan hari kerja biasanya sebanyak 37 jam. Penetapan jam kerja itu sesuai Surat Edaran MenPAN-RB nomor: 335/2018 tentang penetapan jam kerja ASN, TNI dan Polri selama bulan ramadhan.
Menurut Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Sahaya Mokoginta, pengurangan jam kerja tersebut dimaksudkan untuk menjaga dan meningkatkan kualitas pelaksanaan ibadah puasa bagi ASN khususnya yang beragama muslim. “Pengurangan jam kerja ini berlaku bagi instansi pemerintah pusat dan daerah,” katanya.
Meski ada pengurangan jam kerja dan sedang menjalankan ibadah puasa, ia meminta agar semua ASN tetap bekerja seperti biasanya. “Semangat kerja tak boleh berkurang, begitu juga dengan disiplin. Kemudian pelayanan harus tetap maksimal,” tegasnya.
Ia berharap, semua ASN dijajaran Pemkot Kotamobagu dapat mematuhi jam kerja yang sudah ditentukan. “Jam kerja yang lebih singkat ini diharapkan dimanfaatkan dengan baik agar tidak mengganggu pelayanan ke masyarakat,” harapnya. (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU – Warga khususnya Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kota Kotamobagu mengeluhkan sulitnya mendapatkan Liquified Petrolium Gas (LPG) berukuran tiga kilo gram dalam beberapa hari terakhir ini. Padahal, LPG terebut sudah menjadi kebutuhan utama para IRT.
“Sudah berapa hari ini LPG langkah. Di warung-warung dan pangkalan rata-rata kosong. Kalaupun ada, jumlahnya hanya sedikit dan dalam waktu yang tidak lama langsung habis. Itupun harganya sudah lebih mahal. Biasa hanya 18 ribu, sekarang sudah jadi 35 ribu,” kata Dade Putong, warga Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara.
Keluhan yang sama juga disampaikan Nini Mokolintad. IRT asal Desa Kopandakan I itu mengaku dirinya sulit mendapatkan LPG. Padahal itu katanya merupakan salah satu kebutuhan dapur. “Kita harap agar kondisi ini segera teratasi, apalagi sekarang ini sudah memasuki bulan ramadhan,” sebutnya.
Menanggapinya, Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang), Alfian Hasan, mengungkapkan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE). “Informasi soal kelangkaan LPG ini baru diketahui. Nanti akan segera kita koordinasikan dengan pihak SPBE,” ungkapnya. (ads/gito)
Para tokoh agama membacakan pernyataan sikap pada aksi damai dan doa lintas agama serta deklarasi tolak hoax dan paham radikalisme, yang dilaksanakan di Lapangan Boki Hotinimbang.
ZONA KOTAMOBAGU – Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, meminta pemerintah desa dan kelurahan untuk terus meningkatkan keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat. Hal itu diungkapkannya saat menyampaikan pernyataan sikap pada aksi damai dan doa lintas agama serta deklarasi tolak hoax dan paham radikalisme, yang dilaksanakan di Lapangan Boki Hotinimbang, Selasa (15/5).
Menurutnya, rentetan kasus bom bunuh diri di beberapa tempat di Surabaya dan Sidoarjo menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk terus meningkatkan kewaspadaan. “Pemerintah desa dan kelurahan saya harap lebih mengaktifkan lagi Siskamling (Sistem Keamanan Lingkungan). Kemudian masyarakat harus selalu waspada dan lebih peka lagi dengan lingkungan sekitar,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Ahmad Sabir, meminta masyarakat selalu menjaga kebersamaan, persatuan dan kesatuan. “Kita harus bersatu agar kuat. Sistem keamanan di semua tempat harus diperketat lagi. Begitu juga di desa dan kelurahan, kalau melihat ada orang yang gerak-geriknya mencurigkan, silahkan dilaporkan ke pihak berwajib,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Bolmong AKBP Gani Fernando Siahaan SIK MH, mengungkapkan tindakan radikal yang dilakukan oknum tertentu dibeberapa tempat di Indonesia merupakan sebuah ancaman terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Ada tindakan radikal yang terjadi di Mako Brimob dan beberapa tempat di Surabaya. Ini bukan main-main. Ini adalah ancaman serius,” kata Kapolres.
Meski demikian, ia meminta masyarakat untuk tidak perlu resah namun tetap meningkatkan kewaspadaannya. “Kami aparat keamanan tidak takut. Kami juga tidak ragu menindak tegas jika ada laporan masyarakat soal orang-orang yang mencurigakan di lingkungan sekitar. Mari kita sama-sama katakan bahwa kita tidak takut dengan radikalisme dan terorisme,” tegas Kapolres.
Selain Pjs Walikota, Ketua DPRD dan Kapolres Bolmong, pernyataan sikap juga disampaikan Kejari Kotamobagu, Ketua Pengadilan Negeri (PN) serta Ketua Pengadilan Agama (PA) Kotamobagu. Pernyataan sikap mereka senada yang pada intinya mengajak masyarakat selalu waspada serta selalu menjaga keamanan dan kedamaian di lingkungan sekitar.
Kegiatan tersebut dilaksanakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dengan mengusung tema “Damai itu Indah dan Hidup Rukun Adalah Sumber Inspirasi Kebahagiaan”.
Diakhir kegiatan, tokoh lintas agama juga menyampaikan pernyataan sikap. Ada lima poin yang disampaikan mereka dihadapan Forkopimda, jajaran ASN serta elemen masyarakat Kota Kotamobagu. Pertama, mendukung kepolisian mengusut dan menangkap pelaku hoax baik oleh perorangan maupun kelompok. Kedua, mengecam keras oknum atau kelompok yang melakukan tindakan aksi terorisme di Mako Brimob dan beberapa tempat di Surabaya. Ketiga, mendorong pihak kepolisian melakukan penanganan dan pemberantasan tegas dan tuntas terhadap segala bentuk aksi terorisme. Keempat, mengimbau masyarakat yang beragama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Kong Hu Cu agar tidak mudah terprovokasi dengan isu hoax dan. Kelima mengajak semua elemen masyarakat lebih memperkokoh dan menguatkan semangat kebersamaan dan kebangsaan di Kota Kotamobagu. (ads/gito)