Beranda blog Halaman 571

Pemkot Turunkan Tim Terpadu Sidak Pusat Perbelanjaan

Tim Terpadu Pemkot saat melakukan sidak di salah satu Indomaret.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) menurunkan tim terpadu yang terdiri dari Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM), Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) dan Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pusat perbelanjaan serta pasar tradisional, Selasa (15/5). Hasilnya, tim terpadu mendapati ada produk minuman kadaluarsa, kaleng susu penyot serta buah yang sudah tak layak jual namun masih terpajang sebagai bahan jualan di dua Indomaret berbeda.

“Sidak yang kita lakukan ini merupakan tindaklanjut dari keluhan masyarakat soal maraknya makanan atau minuman kadaluarsa. Setelah kita turun di Indomaret didapati ada kaleng susu yang menyot kemudian ada juga minuman coca cola dan fanta yang sudah kadaluarsa,” kata Kepala Disdagkop dan UKM, Herman Aray.

Lanjutnya, barang-barang atau produk minuman yang sudah melewati masa expired tersebut disita untuk dijadikan barang bukti. “Mana yang sudah tak layak jual kita sita. Kalau hanya disimpan di gudang mereka, jangan sampai itu dipajang lagi. Kita juga sudah koordinasi dengan manajemen mereka (Indomaret), termasuk memberi teguran lisan kepada petugas mereka agar lebih cermat dan teliti lagi,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sidak tersebut akan terus dilakukan. Hal itu guna memberi rasa aman dan nyaman kepada para konsumen dalam berbelanja produk makanan dan minuman.

“Masyarakat juga kita harapkan menjadi konsumen yang cerdas dengan memperhatikan masa kadaluarsa dari setiap barang yang dibeli. Kemudian kita harapkan juga ada kerja sama dari semua pelaku usaha, termasuk manajemen super market, mini market dan sejenisnya untuk memerhatikan kualitas barang dagangan,” ungkapnya. (ads/gito)

Produk UMKM Bisa Dipasarkan Lewat Tokopedia

Ahmad Yani Umar

ZONA KOTAMOBAGU – Berbagai produk Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) hasil olahan pelaku usaha di Kota Kotamobagu ternyata bisa dipasarkan lewat salah satu aplikasi pengembang terbesar di Indonesia, yakni Tokopedia. Hal ini merupakan salah satu dari sekian banyak ilmu yang didapat Dinas Komunikasi dan Informatika Informatika (Kominfo) saat berkunjung ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jakarta Smart City (JSC), pekan lalu.

Menurut Kepala Dinas Kominfo, Ahmad Yani Umar, ada beberapa hal yang didapat dan bisa diterapkan di Kota Kotamobagu, salah satunya adalah bekerja sama dengan berbagai star-up pengembang aplikasi.

“Jakarta Smart City memfasilitasi dengan menyediakan berbagai data pemerintahan melalui aplikasi open data yang bisa diakses oleh para pengembang aplikasi. Selain itu, dalam memasarkan berbagai produk daerah khususnya UMKM, tokopedia telah menyediakan laman khusus bagi Pemprov DKI Jakarta untuk memasarkan berbagai produk unggulannya. Jadi mereka tak perlu lagi membuat aplikasi tersendiri. Ini bisa kita terapkan untuk UMKM yang ada di Kotamobagu,” ungkapnya.

Untuk membantu memasarkan produk UMKM maupun berbagai potensi unggulan daerah lainnya, Dinas Kominfo saat ini juga sedang merancang akun facebook dan instagram bernama Kotamobagu Market. “Sekarang kita sementara mengumpulkan data, seperti nama produk, nama penjual, alamat termasuk nomor handphone. Insya allah tahun 2019 sudah jalan,” ujarnya. (ads/gito)

Polres Bolmong Perketat Pengamanan Mako

Petugas memeriksa kendaraan yang masuk ke Mapolres Bolmong.

ZONA KOTAMOBAGU – Rentetan aksi bom bunuh diri yang terjadi di tiga rumah ibadah dan Mapolrestabes di Surabaya serta Rusunawa Sidoarjo membuat Polres Bolmong lebih meningkatkan pengawasan dan pengamanan di wilayahnya. Dari pantauan, Senin (14/5), sejumlah petugas bersenjata lengkap disiagakan di depan Polres Bolmong. Setiap kendaraan ataupun tamu yang masuk diharuskan melewati pemeriksaan petugas dan wajib melapor di pos penjagaan.

Wakapolres, Kompol Suharman Sanusi SIK, mengatakan kondisi keamanan di semua jajaran dinaikkan menjadi siaga I. Oleh karena itu, pengamanan baik perorangan atau personil, markas komando (mako) maupun asrama polisi lebih ditingkatkan lagi.

“Untuk pengamanan perorangan kami tekankan kepada anggota yang melaksanakan patroli khususnya anggota lalu lintas dilakukan dengan dua orang. Kemudian untuk penjagaan mako disesuaikan dengan SOP (Standar Operasional Prosedur). Pintu masuk dan keluar dijaga ketat oleh anggota, dan setiap tamu yang masuk diperiksa barang yang dibawa dan wajib menitip kartu identitas di pos penjagan. Ini akan berlaku seterusnya,” tegasnya.

Tak hanya di Mako Polres, hal yang sama juga dilakukan di semua Polsek di bawah jajarannya. “Polsek jajaran juga harus lebih ditingkatkan pengamanannya. Anggota Babinkamtibmas juga demikian, pengawasan dan pengamanan harus lebih ditingkatkan lagi,” ujarnya.

Tak hanya itu, katanya pihaknya juga memfokuskan pengamanan di rumah-rumah ibadah. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. “Pengamanan juga kita lakukan di rumah ibadah, termasuk juga di pusat perbelanjaan,” ungkapnya.(gito)

 

 

Disdagkop dan UKM Gelar Pasar Murah

Pasar murah yang dilaksanakan Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM di Kelurahan Matali.

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM) menjual bahan pokok (bapok) murah melalui kegiatan pasar murah yang dilaksanakan di Kelurahan Matali, Kecamatan Kotamobagu Timur, Senin (14/5). Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk membantu warga dalam mendapatkan kebutuhan pokok jelang bulan ramadhan.

Pada pasar murah itu, bapok seperti beras, telur, mentega dan gula pasir dijual dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga dipasaran.

“Pasar murah ini sangat membantu kami, karena bahan-bahan yang dijual sangat murah. Seperti beras, kalau di pasar harganya sebelas ribu, di sini hanya enam ribu per kilo,” kata Hasdin Mokodompit, salah satu warga.

Kepala Seksie Pengawasan Tertib Niaga dan Distribusi Disdagkop dan UKM, Mahmud Soleman, mengungkapkan pada pasar murah itu pihaknya menyediakan lima ton beras, dua ton gula pasir, 1,5 ton tepung terigu, 750 liter minyak kelapa dan 6.000 butir telur. “Untuk beras per kilo gram dijual 30 ribu, kemudian tepung terigu tujuh ribu per kilo gram, gula pasir sepuluh ribu per kilo gram,mentega tiga puluh lima ribu, minyak kelapa dua belas ribu dan telur ayam tiga puluh lima ribu,” ungkapnya.

Lanjutnya, anggaran untuk pelaksanaan pasar murah tersebut sebesar Rp67 juta yang dialokasikan lewat Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). “Kedepannya kegiatan seperti ini akan dilaksanakan lagi. Mudah-mudahan volume anggarannya lebih besar lagi, agar bisa dilaksanakan di tiap kecamatan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disdagkop dan UKM, Herman Aray, menjelaskan gelaran pasar murah itu bertujuan memberi kemudahan bagi warga dalam memenuhi kebutuhan terutama menjelang ramadhan. “Kegiatan seperti ini rutin kita laksanakan, tak hanya momen seperti ini (ramadhan) tapi ada juga kegiatan yang sama jelang natal,” jelasnya.

Ia berharap, gelaran pasar murah tersebut memberi manfaat positif bagi warga khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pokok jelang ramadhan. “Harapan kita warga terbantukan dengan adanya kegiatan ini,” harapnya. (ads/gito)

Jembatan Roboh, Akses ke Air Terjun Molimpungan Putus

Kondisi jembatan yang menjadi akses ke lokasi wisata air terjun Molimpungan pasca dihantam banjir.

ZONA KOTAMOBAGU – Jembatan gantung yang menjadi akses utama menuju ke Perkebunan Yoyo’ Desa Kobo Kecil, Kecamatan Kotamobagu Timur, terputus. Pasalnya, jembatan yang baru saja direhabilitasi oleh pemerintah desa setempat tahun lalu dengan anggaran yang bersumber dari Dana Desa (Dandes), roboh diterjang arus air. Kejadian itu Sabtu (12/5). Selain berakibat pada terputusnya akses ke perkebunan warga, juga berdampak pada aktivitas masyarakat khususnya para wisatawan yang hendak berwisata ke Air Terjun Molimpungan.

“Awalnya tidk tahun kalau jembatan ini putus. Tadi pagi (kemarin, red) saya berniat ke kebun, dan saat sampai di sini (jembatan) ternyata sudah tidak bisa lagi dilewati,” kata Mijan Mokodompit, petani desa setempat.

Ia mengungkapkan, putusnya jembatan tersebut membuat ia bersama para petani lainnya tak bisa beraktivitas di kebun. Sebab, jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses menuju ke perkebunan Yoyo’.

“Kalau tidak cepat diperbaiki, ini akan sangat mempengaruhi perekonomian warga di sini. Boleh ke kebun, asalkan harus menyebrang sungai, tapi itu sangat beresiko apalagi saat musim hujan seperti ini,” ungkapnya.

Saldan Hampan, warga yang sama berharap jembatan tersebut bisa segera diperbaiki. Jika tidak, warga setempat khususnya yang berprofesi sebagai petani akan kesulitan, terutama saat pergi dan pulang dari kebun.

“Perkenomian masyarakat bergantung di jembatan ini. Warga di sini (Kobo Kecil) rata-rata berprofesi sebagai petani dan berkebun di situ (Yoyo).

Sekretaris Desa (Sekdes), Irwan Mokodompit, mengatakan jembatan tersebut sudah dua kali direnovasi. Pertama dilakukan pada 2015 lalu dengan anggaran Rp18 juta, dan kedua di tahun 2017 dengan anggaran Rp50 juta.

“Ini sudah dibahas di tingkatan desa bersama bersama perangkat dan BPD. Selanjutnya akan kita koordinasikan dengan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah),” katanya. (ads/gito)

 

Ini Nama-nama Pemenang Pemilihan Uyo’-Nanu’ 2018

Malam gran final pemilihan Uyo’-Nanu’ Tahun 2018 di Hotel Sutanraja.

ZONA KOTAMOBAGU – Persaingan 30 finalis Uyo’-Nanu’ Tahun 2018 dalam memperebutkan mahkota ‘raja’ dan ‘ratu’ Kota Kotamobagu, telah berakhir. Handly Rezky Limpaton utusan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) dinobatkan sebagai Uyo 2018. Sedangkan Nanu tahun ini didapat oleh Amelia Loraine Poluan, utusan dari Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM). Malam penobatan dilakukan di Hotel Sutanraja, Sabtu (13/5).

Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Agung Adati, pemilihan Uyo’-Nanu’ merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahunnya. Peserta yang terpilih menjadi Uyo’ dan Nanu’ katanya akan menjadi perwakilan Kota Kotamobagu di ajang pemilihan Nyong-Noni Sulawesi Utara. “Mereka yang menjadi pemenang nantinya akan menjadi duta daerah untuk mempromosikan kebudayaan dan wisata Kota Kotamobagu,” katanya.

Sementara itu, Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada semua finalis Uyo’-Nanu’ tahun ini yang telah menunjukkan kemampuan dan potensi lewat kegiatan tersebut. “Tidak ada menang dan kalah, semua finalis adalah putra-putri terbaik Kotamobagu,” sebutnya.

Selain itu, ia juga meminta kepada semua finalis untuk bisa menjadi panutan di tengah masyarakat. “Apa yang didapat selama mengikuti ajang ini diharapkan bisa diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat. Kalian adalah putra-putri terbaik daerah ini,” tambahnya. (ads/gito)

 

Pemenang dan Gelar Atribut Nanu’-Uyo’ Tahun 2018:

Nanu : Amelia Loraine Poluan, utusan Dinas PerindagKop.
Uyo    : Handly Rezky Limpaton, utusan DP3A.

Wakil 1 Nanu: Putri Vidya Mokodompit, utusan Dinas Kominfo.
Wakil 1 Uyo: Faisal Farid Datunsolng, utusan BPKD.

Wakil II Nanu: Febiola Love Tumiwa, utusan Kawan Kota.
Wakil II Uyo: Afdhal Khairu Ummah Anggol, utusan Dinas Satpol PP.

Harapan 1 Nanu: Gistia Supit, utusan SMA Negeri 3 Kotamobagu.
Harapan 1 Uyo: Falens Paul Ekel, utusan Bappelitbangda.

Harapan II Nanu: Annisa Febriyanti, utusan DPMPTSP.
Harapan II Uyo: Firza Friansyach Badarab, utusan Dinas Pendidikan.

Nanu Berbakat: Ni Kadek Sukariani, utusan SMA Negeri 3 Kotamobagu.
Uyo Berbakat: Gerald Carundeng, utusan DPRD Kotamobagu.

Nanu Intelegensia: Putri Ocktavia Mokoginta, utusan BPKD.
Uyo Intelegensia Rezky: Sutrianto Mokoginta, utusan  Desa Tabang.

Nanu Persahabatan: Putri Masita Sumeru, utusan DPRD Kotamobagu.
Uyo Persahabatan: Moh Wirayuda Mokodompit, utusan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah.

Nanu Fotogenik: Aurelia Fili Nayoan, utusan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah.
Uyo Fotogenik: Keffin Riffaldo Bororing, utusan SMK KRISTEN Kotamobagu.

Nanu Favorite: Khairunnisa Mokoagow, Dinsos.
Uyo Favorite: Brian Cristofel Carundeng, SMA Kristen Kotamobagu.

*** Sumber: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Kembangkan e-Government, Dinas Kominfo Tambah Ilmu di Jakarta

Kepala Dinas Kominfo (tengah) dan jajarannya saat berada di UPT JSC.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) serius mengembangkan e-Government. Study banding dengan daerah lain yang lebih maju dilakukan sebagai bahan perbaikan kedepannya. Jumat (11/5), Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengunjungi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jakarta Smart City (JSC) yang dikelola Dinas Kominfo DKI Jakarta.

Menurut Kepala Dinas Kominfo, Ahmad Yani Umar, kunjungan ke UPT JSC itu penting dilakukan guna menambah ilmu dan pengetahuan dalam penerapan dan pengembangan e-Governement di Kota Kotamobagu. “Jakarta Smart City ini menjadi salah satu rujukan pemerintah daerah di Indonesia dalam implementasi kota cerdas. Apalagi Jakarta sebagai ibu kota negara dengan kompleksitas permasalahan pemerintahan yang begitu tinggi, terutama aspek pelayanan publiknya. Dengan penerapan berbagai layanan aplikasi berbasis teknologi informasi dan komunikasi, terjadi peningkatan yang signifikan dari sisi pelayanan pemerintahan yang semakin efektif dan efisien,” katanya.

Dari kunjungan ke UPT JSC itu, ia mengakui ada beberapa hal yang didapat dan bisa diterapkan di Kota Kotamobagu, salah satunya adalah bekerja sama dengan berbagai star-up pengembang aplikasi. “Jakarta Smart City memfasilitasi dengan menyediakan berbagai data pemerintahan melalui aplikasi open data yang bisa diakses oleh para pengembang aplikasi. Selain itu, dalam memasarkan berbagai produk daerah khususnya UMKM, tokopedia telah menyediakan laman khusus bagi Pemprov untuk memasarkan berbagai produk unggulannya. Jadi mereka tak perlu lagi membuat aplikasi tersendiri, dan ini bisa kita terapkan untuk UMKM yang ada di Kotamobagu,” ungkapnya.

Disisi lain, ia mengungkapkan kunjungan pihaknya ke UPT JSC tersebut mendapat penyambutan yang baik dari Dinas Kominfo DKI Jakarta. “Alhamdulillah mereka terbuka dan menyambut kedatangan kami dengan baik. Mereka juga mempresentasikan profil Jakarta Smart City dengan berbagai layanan aplikasinya yang semuanya sudah terintegrasi,” sebutnya. (ads/gito)

 

Potensi Menjanjikan, Hutan Kota Bonawang Tawarkan Keindahan Alam

Hutan Kota Bonawang Kelurahan Mongkonai Barat.

ZONA KOTAMOBAGU – Hutan Kota Bonawang yang berada di Kelurahan Pobundayan, Kecamatan Kotamobagu Barat, menjadi salah satu objek wisata alam yang menjanjikan. Hijaunya pepohonan ditambahnya banyaknya flora dan fauna di tempat tersebut, menjadi pemandangan tersendiri dan bisa membuat para pengunjung terpesona dengan keindahannya.

“Banyak pengunjung yang datang melihat flora dan fauna atau sekadar berfoto-foto di sini,” kata S Alwi, penjaga hutan kota.

Ia mengungkapkan, perawatan dan pemeliharaan area dan semua yang tumbuh di hutan kota tersebut terus dilakukan, sehingga flora maupun fauna yang ada tetap terjaga dengan baik.

“Setiap hari ada juga petugas kebersihan yang bertugas memberishkan sampah anorganik juga pelastik-pelastik sisa makanan dan minuman,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Agung Adati, menuturkan selain hutan kota, Kota Kotamobagu juga memiliki banyak objek wisata alam dan buatan yang tersebar di sejumlah desa dan kelurahan.

“Pemerintah menaruh perhatian serius terhadap pengembangan semua objek wisata, tapi itu dilakukan secara bertahan,” tuturnya.

Disisi lain, ia mengimbau kepada semua pemerintah desa yang memiliki objek wisata di desa masing-masing untuk bisa mengintervensi anggaran melalui dana desa dalam pengembangannya.

“Desa juga bisa mengalokasikan anggaran untuk pengembangannya. Kalau itu terkelola dengan baik, maka bisa mendatangkan PADes (Pendapatan Asli Desa) bagi desa itu sendiri,” tambahnya. (ads/gito)

 

Pemkot Dapat 16,5 miliar BKK dari Pemprov

Pjs walikota menerima BKK dari Gubernur Sulut.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) mendapat dana segar sebesar Rp16,5 miliar dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut). Dana tersebut diserahkan Gubernur Olly Dondokambey dan diterima Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, Jumat (11/5), di Manado.

Menurut Pjs walikota, dana tersebut merupakan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pemprov ke tiap daerah yang diperuntukkan pada dua sektor, yakni kesehatan Rp15,5 miliar dan olahraga Rp1 miliar.

“Untuk sektor kesehatan kita gunakan pada pengadaan alkes (alat kesehatan) di RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Kotamobagu, dan di sektor olahraga untuk pembangunan sarana dan prasarana fisik,” katanya.

Ia berharap, kebutuhan alkes di RSUD Kotamobagu serta sarana olahraga dapat terpenuhi dengan adanya suplai anggaran tersebut. “Setelah ini, kita dinas terkait segera menindaklanjutinya,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Tony Ponongoa, mengungkapkan BKK sebesar Rp1 miliar itu akan digunakan pada pembangunan lapangan futsal yang lokasinya telah disiapkan di kompleks gelora ambang.

“Semua cabang olahraga sudah ada fasilitas, futsal yang belum. Jadi kita fokuskan anggaran itu ke situ,” ungkapnya.

Untuk pemanfaatan anggaran tersebut, katanya pihaknya masih akan berkoordinasi dengan pihak legislatif untuk pergeseran anggaran tersebut. “Anggaran itu masuk ke RKA-nya Dispora, jadi kita akan konsultasi dulu dengan dewan. Setelah itu baru action,” (ads/gito)

Selain BPHTB, tak ada Biaya Penerbitan Sertifikat Prona PTSL

Marham Anas Tungkagi
Anas Tungkagi

ZONA KOTAMOBAGU – Sertifikat hak kepemilikan tanah melalui Program Nasional (Prona) Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun 2017 telah diterbitkan dan mulai didistribusikan kepada masyarakat melalui desa dan kelurahan masing-masing. Penyerahan sertifikat sebagai kepastian hukum atas hak kepemilikan tanah dan bangunan itu dilakukan secara gratis.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tapem), Anas Tungkagi, menegaskan tidak biaya lain yang dikenakan dalam proses serah-terima sertifikat tersebut, kecuali Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Katanya, Pemerintah Kota (Pemkot) telah meng-cover semua anggaran mulai dari pengukuran hingga biaya materai melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2017.

“Tidak ada biaya yang dibebankan ke masyarakat, kecuali BPHTB karena itu tidak teranggarkan di APBD karena saat program ini berjalan belum diketahui berapa banyak tanah milik warga yang kena BPHTB dan berapa anggarannya,” kata Anas.

Ia mengungkapkan, dari 6.000-an sertifikat tanah yang diterbitkan lewat Prona PTSL Tahun 2017, hanya sekira 200-an saja yang dikenakan BPHTB dengan jumlah yang berbeda-beda. “Tidak semua sama, karena disesuaikan dengan luas tanah masing-masing,” ungkapnya.

Sangadi (kepala desa, red) Moyag Todulan, Sartono Makalalag, mengakui pihaknya bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) sudah mulai mendistribusikan sertifikat warga yang diurus lewat Prona PTSL. “Di sini ada 200 lebih, tapi belum semuanya diserahkan. Masih ada 19 warga yang belum menerima sertifikat karena belum menyelesaikan BPHTB,” katanya.

Lanjutnya, penetapan BPHTB dirumuskan oleh pihak BPN. Biaya yang dikenakkan ke setiap warga katanya berbeda-beda karena disesuaikan dengan luas lahan masing-masing. “Tidak semua kena BPHTB, hanya tanah bangunan yang nilainya di atas 60 juta itu yang kena (BPHTB), kalau di bawah itu tidak. Kemudian nilainya juga bervariasi, ada yang hanya 900 ribu, ada yang satu juga, ada juga yang 10 juta. Kalau besar nilainya, berarti besar juga lahannya,” ujarnya.

Ditambahkannya, penyetoran BPHTB tersebut langsung ke bank karena akan dicatat sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Penyetorannya bukan ke desa atau ke BPN, tapi ke bank,” tambahnya. (ads/gito)