Beranda blog Halaman 623

Bisnis Gula Aren Moyag Menjanjikan

USAHA: Potensi gula aren di Desa Moyag sangat menjanjikan. Tampak salah satu pengrajin melakukan pengepakan gula aren hasil olahannya.

ZONA KOTAMOBAGU – Potensi gula aren di Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur, sangat menjanjikan. Tak sedikit warga setempat yang menggantungkan hidup sebagai pengrajin gula yang berbahan dasar air nira tersebut.

“Beginilah pekerjaan kita. Membuat gula kemudian di pasarkan. Hasilnya, alhamdulillah sampai hari ini masih bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari,” kata Saripudin, salah satu pengrajin gula aren, Rabu (27/9).

Ia mengungkapkan, gula aren hasil olahannya dipasarkan di Kotamobagu dengan yang disesuaikan dengan ukurannya. “Ada yang harga Rp10 ribu, ada juga Rp15 ribu per buah,” ujarnya.

Sekretaris Desa (Sekdes) Moyag, Maskur Gumalangit, mengungkapkan terdapat lima kelompok tani yang produktif mengolah gula aren. Setiap kelompok terdiri dari 25 orang. “Produksi cukup lumayan. Rata-rata 50 buah per hari yang dihasilkan satu orang pengrajin kemudian dikalikan 125. Itulah rata-rata produksi setiap hari,” ungkapnya.

Dijelaskannya, pemasaran gula aren moyag direncanakan akan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Namun demikian, pengelolah BUMDes masih menunggu penyertaan modal yang bersumber dari Dana Desa (Dandes) tahap II yang akan segera dicairkan dalam beberapa waktu ke depan. “Jadi gula semut hasil olahan kelompok tani dibeli BUMDes kemudian dipasarkan. Kita juga sudah melobi beberapa pengusaha untuk membantu pemasarannya,” jelasnya.

Ditambahkannya, saat ini ada pabrik pengolahan gula aren yang sementara dibangun melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Pabrik tersebut diperkirakan akan beroperasi pada 2018 mendatang. “Kalau sudah ada pabrik tentu akan lebih mudah lagi. Proses pembuatannya gula lebih cepat dan juga produktifitasnya pasti meningkat,” tambahnya.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM), Herman Aray, menuturkan pihaknya sudah memberi pelatihan kepada para kelompok tani pengrajin gula aren, dengan harapan dapat memberi efek positif terhadap peningkatan mutu dan kualitas gula hasil olahan petani, sehingga bisa memiliki nilai jual yang tinggi di pasaran. “Untuk pemasarannya juga Pemkot akan membantu melalui kerja sama dengan perhotelan dan ritel untuk memasarkannya,” turunya. (ads/gito)

Sekkot Sidak Kantor SKPD

ZONA KOTAMOBAGU – Tingkat kedisiplinan Pegawai Negeri Sipil (PNS) sepertinya masih kurang. Jika tidak diawasi, masih ada saja yang melakukan tindakan indisipliner. Buktinya, dari hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Sekretaris Kota (Sekkot) Adnan Massinae bersama Kepala Badan Kepegewaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sahaya Mokoginta disejumlah Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD), Rabu (27/9), didapati ada PNS yang tak berada di kantor saat jam kerja.

Di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) misalnya, didapati hanya ada 4 PNS dan beberapa tenaga kontrak. Bahkan beberapa ruang kerja masih dalam keadaap tertutup. Kondisi yang sama juga terlihat di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Yang paling parah di Kantor Kelurahan Genggulang. Didapati hanya ada beberapa perangkat kelurahan. Bahkan didapati juga ada PNS yang hanya datang melakukan absensi sidik jari pagi dan sore.

“Kehadiran di pagi hari masih sangat kurang dibeberapa SKPD. Kita akan koordinasi dengan pimpinannya, apakah itu hanya kebetulan atau memang sudah begitu. Tapi sudah ada pimpinan SKPD yang memberi sanksi kepada stafnya yang sering datang terlambat, terbusannya juga sudah ada. Kalau secara umum kedisiplinan PNS sudah baik, dan ini harus dipertahankan,” kata Kepala BKPP, Sahaya Mokoginta.

Sementara itu, Sekkot Adnan Massinae, mengungkapkan sidak tersebut dilakukan untuk melihat sejauh mana tingkat kedisiplinan PNS yang berada di luar kantor walikota. “Setiap PNS tentu dituntut untuk meningkatkan disiplin dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan ke masyarakat. Pelayan takkan maksimal jika tingkat disiplin masih sangat kurang,” ungkap Adnan.

Ditambahkannya, sidak tersebut akan terus dilakukan. Tujuannya adalah meningkatkan disiplin semua aparatur pemerintahan. “Sudah pasti akan diberi sanksi jika didapati ada yang tidak disiplin, baik itu PNS maupun tenaga kontrak,” tambahnya. (ads/gito)

Siahaan Komitmen Tuntaskan Tunggakan Kasus

Gani Fernando Siahaan

ZONAKOTAMOBAGU – Kapolres AKBP Gani Fernando Siahaan SIK MH berkomitmen untuk menuntaskan berbagai kasus yang sedang ditangani Polres Bolmong. Hal itu diutarakannya usai acara pisah sambut pejabat lama dan pejabat baru Kapolres Bolmong, Senin (25/9).

Menurutnya, selain mengutamakan pelayanan dirinya juga akan fokus menyelesaikan tunggakan kasus yang belum selesai. “Pastilah, mana kasus yang sementara ditangani akan dilanjutkan untuk diselesaikan,” ujarnya.

Meski tak merinci jenis kasus yang akan diprioritaskan, namun ia mengaku akan berkoordinasi dengan penyidik soal kasus yang sementara ditangani. “Setelah ini saya akan kumpul dan rapat bersama. Saya akan meminta laporan ke penyidik,” sebutnya.

Untuk memaksimalkan tugas dan tanggungjawabnya, mantan Kasubdit Tipidkor Polda Sulut itu meminta dukungan dari semua jajarannya serta elemen masyarakat di Bolmong Raya. “Bantu saya melaksanakan tugas. Tanpa kalian saya tidak bisa berbuat apa-apa,” ujarnya. (ads/gito)

Kelola Anggaran Besar, Sangadi Harus Berhati-hati

ZONA KOTAMOBAGU – Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp30 miliar dan Dana Desa (Dandes) tahap II sebesar Rp6,4 miliar yang akan dicairkan disisa empat bulan terakhir Tahun Anggaran 2017 ini, menjadi berkah tersendiri bagi 15 desa yang menerima. Akan tetapi, anggaran besar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) itu bisa saja menjadi masalah bagi para pengelolahnya jika salah memanfaatkan atau mengambil kebijakan.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pelatihan maupun bimbingan teknis bagi para pengelolahnya sudah dan selalu dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) melalui instansi terkait. Selain itu, para sangadi sebagai penanggung jawab penuh atas penggunaan dan pengelolaan ADD dan Dandes selalu diingatkan untuk berhati-hati dan memanfaatkan dana yang diberikan itu sesuai peruntukkannya.

“Sampai saat ini belum ada yang bermasalah. Jangan sampai itu terjadi. Korupsi bukan hanya sekadar mengambil uang saja, tapi menyalahi aturan saja itu pasti bermasalah,” kata Plt Sekretaris Kota (Sekkot), Adnan Massinae, dihadapan para sangadi saat evaluasi penyerapan ADD dan Dandes, pekan lalu.

Pada kesempatan itu, ia meminta agar para sangadi dapat memanfaatkan tenaga pendamping desa. Menurutnya, tenaga pendamping digaji untuk mendampingi para sangadi yang mengelola dana desa. “Tenaga pendamping harus dimanfaatkan. Mereka mengerti soal regulasi dan aturan yang ada dan membantu apa yang belum diketahui sangadi dan perangkat terutama soal dana desa,” ujarnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Teddy Makalalag, mengungkapkan peruntukkan ADD tersebut adalah 70 persen untuk pembangunan, dan sisanya 30 persen untuk operasional termasuk tunjangan perangkat desa 30 persen. “Program dan kegiatan yang sudah dibiayai ADD tak bisa lagi dicover oleh Dana Desa, agar tidak tumpang tindih,” ujarnya.(ads/gito)

Oktober, Ruang Data Center Diresmikan

Ahmad Yani Umar

ZONAKOTAMOBAGU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengoperasional data center dan command center.

Menurut Plt Kepala Diskominfo, Ahmad Yani Umar, manfaat dari SOP tersebut agar para pembaca dapat mengetahui apa yang perlu dilakukan jika permasalahan ruang data center dan mengetahui prosedur yang berlaku.

“Termasuk soal apa-apa saja yang boleh dibawa ketika pengunjung masuk ke ruang data center itu. Sekarang sementara penyusunan SOP-nya. Kemudian juga akan disiapkan front office. Jadi tidak boleh sembarangan masuk ke dalam,” katanya, Selasa (26/9).

Lanjutnya, setelah SOP selesai pihaknya menjadwalkan peresemian ruang data center dan command center tersebut. Ia memperkirakan waktu pelaksanaannya pada Oktober mendatang. “Kita juga menyesuaikan dengan kesiapan walikota. Insya Allah Bulan Oktober sudah di launching. Kita berencana mengundang sejumlah daerah termasuk dari provinsi,” ujarnya.

Sekadar diketahui, Kota Kotamobagu merupakan daerah pertama di Sulut yang memiliki ruang data center dan command center. Keduanya fasilitas tersebut merupakan infrastruktur dasar dalam mewujudkan kota cerdas. (ads/gito)

Seleksi Terbuka Belum Jelas, Pemkot-Pansel Tunggu Persetujuan Mendagri

ZONA KOTAMOBAGU – Lanjutan seleksi terbuka calon pejabat tinggi untuk 11 formasi jabatan, belum jelas. Berdasarkan jadwal yang ditetapkan sebelumnya, tahapan wawancara dan presentasi makalah akan dilakukan mulai Senin (11/9) hingga Kamis (15/9). Akan tetapi, hingga pekan kedua setelah jadwal itu, tahapan tersebut belum juga dilakukan.

Pemerintah Kota (Pemkot) maupun Panitia Seleksi (Pansel) yang menyelenggarakan semua tahapan seleksi masih menunggu rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan persetujuan secara tertulis dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Hal itu lantaran Walikota Tatong Bara akan kembali mencalonkan diri sebagai calon Walikota Kotamobagu. Berdasarkan Undang-undang nomor 10 Tahun 2016 Pasal 71, tentang pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati dan walikota dan wakil walikota, disebutkan kepala daerah dilarang memutasi pejabat enam bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon, kecuali mendapat ijin tertulis dari Mendagri.

Menurut Ketua Panitia Seleksi (Pansel), Adnan Massinae, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kemendagri terkait kelanjutan proses seleksi yang sedang berlangsung. “Kita masih menunggu surat rekomendasi. Informasi sudah di meja Dirjen Otda,” kata Adnan, Senin (25/9).

Ia menyebut, proses seleksi tetap akan dilaksanakan. Namun demikian, ia enggan berspekulasi soal kepastian kelanjutannya. “Mudah-mudahan bulan ini sudah bisa lanjut (proses seleksi). Sebetulnya tidak masalah tanpa ada itu, tapi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, baiknya harus ada rekomendasi dulu baru lanjut seleksinya,” ujarnya. (ads/gito)

Adnan: Tingkatkan Etos Kerja dan Pelayanan

ZONA KOTAMOBAGU – Plt Sekretaris Kota Adnan Massinae, mengajak semua Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk terus meningkatkan etos kerja, disiplin dan pelayanan ke masyarakat. Hal itu diutarakannya saat mewakili Walikota Tatong Bara membacakan sambutan Gubernur Sulut Olly Dondokambey pada upacara peringatan HUT ke-53 Provinsi Sulut yang dirangkaikan dengan apel korpri, Senin (25/9), di Lapangan Boki Hotinimbang, Kotamobagu.

Dalam sambutan itu, ia menyebut berbagai capaian yang telah diraih Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut selama ini, menjadi kebanggaan dan patut disyukuri serta dimaknai dengan rintisan kerja yang semakin paripurna, sebagaimana tema peringatan HUT Provinsi tahun ini, Sulut Kerja Hebat.

“Melalui konteksi inilah, mari kita kerja, kerja dan kerja. Dengan tetap menjaa sinergitas langkah dan saliing bahu-membahu dalam merealisasikan berbagai agenda kerja strategis pembangunan daerah di berbagai bidang,” katanya.

Lanjutnya, di moment HUT Provinsi Tahun ini, Pemkot kembali meraih prestasi membanggakan dengan raihan nilai sangat tinggi atas Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) se-Sulut. “Prestasi yang didapat ini harus menjadi pemacu dan pemicu semangat kita semua dalam rangka meningkatkan kualitas penyelenggaraan roda pemerintahan,” ujarnya. (ads/gito)

Tiga Warga Tabang ‘Rebutan’ Kursi Sangadi

ZONA KOTAMOBAGU – Tiga dari delapan bakal calon Sangadi Tabang yang mengambil formulir pendaftaran ke panitia Pemilihan Sangadi (Pilsang) antar waktu, mengembalikan formulir ke sekretariat panitia hingga akhir tahapan pendaftaran, Sabtu (23/9).  Selanjutnya, berkas pendaftaran dari ketiga bakal calon tersebut akan diverifikasi untuk ditetapkan sebagai calon sangadi.

Ketua Panitia Pilsang antar waktu, Fadly Mokoagow, mengatakan berdasarkan Peraturan Walikota (Perwako), jumlah minimum pendaftar adalah dua orang dan maksimum tiga orang. Jika jumlah jumlah pendaftar melebihi batas yang ditentukan, maka akan dilaksanakan uji tertulis untuk mencari tiga bakal calon. “Tapi yang mendaftar ini hanya tiga orang, jadi tidak ada lagi ujian tertulis. Kita langsung masuk ke tahapan verifikasi berkas sampai pada tanggal 2 Oktober. Kemudian penetapan calon yang memenuhi syarat administrasi,” ujarnya.

Dijelaskannya, tiga bakal calon yang mengembalikan berkas pendfataran adalah Dat Potabuga, Joko Prasojo dan Junius Dilapanga. “Hanya tiga orang itu. Yang lain sampai pendaftaran ditutup tidak datang mengembalikan formulir pendaftaran,” jelasnya.

Ditambahkannya, berdasarkan jadwal yang ditentukan, waktu pemungutan suara dilaksanakan pada 12 Oktober mendatang. “Insya allah tidak ada perubahan,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Bagian Tata Pemerintahan, Anas Tungkagi, mengungkapkan gelaran Pilsang antar waktu di Desa Tabang sesuai dengan Undang-undang nomor 6 Tahun 2014 tentang desa dan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 43 Tahun 2014 tentang peraturan pelaksanaan undang-undang nomor 4 tahun 2014.

“Dalam paragraf 2 pasal 45 dikatakan pemilihan sangadi antar waktu dilaksanakan melalui musyawarah desa. Sekarang tahapannya sudah berjalan,” katanya, beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan, proses pemilihan sangadi di Desa Tabang tidak dipilih melalui pemilihan langsung (pilsung), melain hanya hanya dipilih unsur perwakilan desa, seperti unsur aparat desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, tokoh wanita, perwakilan kelompok tani, pengrajin, tenaga profesi dan pemerhati perempuan. “Setiap perwakilan hanya tiga orang. Itupun di undi. Misalnya untuk perangkat desa, tidak semua dapat memilih tapi hanya diwakili tiga orang. Memang pemilihan antar waktu ini berbeda dengan pemilihan yang umum dilaksanakan. Hasil koordinasi kami di Sulut baru Desa Tabang yang melaksanakan begitu (Pilsang antar waktu),” jelasnya. (ads/gito)

SKPD Diminta Kooperatif Selama Pembahasan KUA-PPAS

ZONA KOTAMOBAGU – Setelah diparipurnakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Jumat (22/9), draf Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (R-APBD) Perubahan, akan mulai dibahas oleh tiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bersama ditiap komisi yang menjadi mitra kerja masing-masing.

“Pembahasan dijadwalkan mulai pekan depan (pekan ini, red). Tapi akan dilihat lagi. Intinya, secepatnya pembahasan ini dilakukan,” kata Sekretaris Dewan (Sekwan), Husain Mamonto, usai paripurna, pekan lalu.

 Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD, Ishak Sugeha, mengungkapkan pihaknya akan memacu pembahasan akan bisa segera ditetapkan. “Insya allah secepatnya. Kita akan maksimalkan pembahasan ini,” kata Ishak.

Untuk memaksimalkan proses pembahasan, Ketua DPC Demokrat Kotamobagu itu meminta agar tiap SKPD kooperatif dan memperhatikan jadwal masing-masing. “Kita harap kerja sama yang baik oleh pihak eksekutif,” ujarnya.

Plt Sekretaris Kota (Sekkot), Adnan Massinae, mengimbau para pimpinan SKPD untuk fokus dan mempersiapkan berbagai dokumen yang dibutuhkan saat pembahasan. “Pimpinan SKPD harus hadir dan tak boleh hanya mengirim perwakilan saja. Untuk tugas luar, sementara waktu jangan dulu dilakukan, terkecuali ada hal yang mendesak,” imbaunya. (ads/gito)

Diduga Bermasalah, Inspektorat Tinjau Proyek Dandes 2016

ZONA KOTAMOBAGU – Tim auditor Inspektorat turun meninjau realisasi proyek pekerjaan jalan perkebunan Pinatoyan di Desa Poyowa Besar I. Hal itu sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat terkait dugaan ketidakberesan proyek berbanderol lebih dari Rp200 juta yang bersumber dari Dana Desa (Dandes) Tahun 2016 itu.

Kepala Inspektorat, Sa’ir Lentang, mengatakan pihaknya mendapat laporan dari warga setempat soal fisik proyek itu. Meski mengaku sedikit ada kejanggalan atas laporan tersebut, namun pihaknya tetap menindaklanjutinya. “Tim sudah turun meninjau dan sedang mengumpulkan data-data di lapangan. Kemungkinan akan selesai dalam waktu satu minggu,” katanya.

Ia mengaku, pihaknya belum bisa menyimpulkan pekerjaan proyek tersebut, sebab proses audit masih sedang berlangsung. Namun ia memastikan pihaknya akan menindaklanjuti jika dari hasil pemeriksaan nanti terbukti ada masalah dalam proses pengerjaannya.

“Kita belum bisa simpulkan, karena masih sementara pengumpulan data. Jika masalahnya dalam perencanaan maka kami akan menindaklanjutinya dengan memanggil semua yang terkait dalam pelaksanaan kegiatan itu. Kalau hanya soal administrasi, tentu kita akan minta untuk diperbaiki,” sebutnya.

Sangadi Poyowa Besar I, Yandi Mokoagow, mengungkapkan akses jalan perkebunan yang dibuka itu sepanjang 1,7 kilometer dengan anggaran Rp215 juta dari dana desa tahun 2016. “Memang sudah ada permintaan masyarakat untuk pembukaan jalan perkebunan Pinatoan-Mareta yang baru dibuka, dan itu sudah disampaikan melalui musyawarah desa,” ungkapnya.(ads/gito)