Beranda blog Halaman 638

Buka Kejuaraan Road Race, Wali Kota: Jadikan Ajang Promosi Daerah

ZONA KOTAMOBAGU— Wali Kota Kotamobagu, Ir. Tatong Bara membuka secara resmi kejuaraan Wali Kota Open Tournament Road Race Championship 2017, Jumat (21/7). Kegiatan itu dilaksanakan di Sirkuit Paloko Kinalang, Jalur Dua Kotamobagu.

Dalam sambutannya Wali Kota mengatakan, selain sebagai wadah penyaluran minat dan bakat serta untuk mencari bibit-bibit pembalap potensial, kegiatan itu merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya pemerintah dalam membangun dan membentuk generasi muda yang berkarakter kuat dan tentu memiliki daya saing.

“Ajang ini saya harapkan bisa melahirkan pembalap-pembalap muda potensial yang mampu bersaing dan mengangkat prestasi otomotif di daerah ini, baik ditingkat kota, provinsi, hingga ke level nasional,” ucap Wali Kota.

Lebih lanjut Wali Kota mengajak seluruh pihak untuk mensukseskan kegiatan ini. Sebab di samping sebagai wadah pencarian bakat, kegiatan seperti itu juga merupakan ajang untuk mempromosikan daerah.

“Dengan pelaksanaan kejuaraan ini, Kotamobagu tentunya akan dikunjungi banyak peserta dari luar daerah. Ini tentu harus kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk mempromosikan daerah tercinta ini,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan, sejumlah anggota DPRD Kotamobagu, Ketua KPUD Kotamobagu, Nayodo Kurniawan, yang juga Ketua Panitia Pelaksana, Ketua dan jajaran Pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Sulut, serta sejumlah pejabat Pemkot.(ads/gito)

Pemkot Gelar Bimtek Pendamping dan Pengelola Kube Jasa serta e-Warung

ZONA KOTAMOBAGU— Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Sosial Kotamobagu melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk Pendamping dan Pengelola Kube Jasa dan e-Warung, di Kantor Dinas Sosial Kota Kotamobagu, Kamis (20/7).

”Program e-Warung merupakan program Kementerian Sosial RI untuk membantu para penerima rastra di Kotamobagu.  Program ini akan dimulai tahun 2018 dan saat ini persiapan e-Warung di Kotamobagu sudah 90%,” ungkap Kepala Dinas Sosial Kotamobagu Muljadi Surotenojo, ST. MM.

Lebih lanjut Surotenojo mengungkapkan, untuk Kotamobagu sendiri, saat ini sudah ada enam e-Warung yang tersebar di empat kecamatan untuk melayani 5510 warga penerima rastra. Dengan Kalkulasi, satu e-Warung bisa melayani 1000 warga penerima rastra.

Untuk itu, Ia berharap agar program dari Pemerintah Pusat tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik, khususnya bagi masyarakat penerima rastra.

“Dengan adanya e-Warung ini, saudara-saudara kita yang kurang beruntung akan lebih dimudahkan berbelanja dengan menggunakan kartu, untuk itu saya berharap agar dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” harapnya.

Kagiatan menghadirkan pemateri Zainal Abidin, S.Pd, M.Si, selaku Kasi Pendampingan Sosial, Direktorat Penanganan Fakir Miskin Perkotaan, Kementerian Sosial RI, dan Frans Sendow, S.Sos, Kasi Penanganan Fakir Miskin Perkotaan dan Pedesaan, Provinsi Sulut. Peserta terdiri dari Lurah/Sangadi se-Kota Kotamobagu, pendamping kube, koordinator PKH, TKSK, pengelola e-Warung, serta unsur Dinas Sosial Kota Kotamobagu.(ads/gito)

Ikut Ajang Kompetensi Pelayanan Umum se-Sulut, Noval Optimis Aplikasi Si Jempol Terbaik

Noval Manoppo
Kepala KPTSP, Noval Manoppo

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu melalui Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) optimis jadi yang terbaik dalam ajang uji kompentensi pelayanan umum tingkat kabupaten dan kota se-Sulawesi Utara (Sulut). Kegiatan itu diselenggarankan Pemerintah Provinsi Sulut, Rabu (19/07) hingga Jumat (21/07) siang tadi di Manado.

Dalam ajang itu, DPMPTSP Kota Kotamobagu, mengikutkan rancangan aplikasi online yang diberi nama Sistem Informasi Perizinan dan Penandatanganan Online atau Si Jempol. Aplikasi tersebut salah satu inovasi terbaru bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu.

Menurut Kepala DPMPTSP Kotamobagu Noval Manoppo, aplikasi ini telah dirancang untuk memudahkan masyarakat dalam pengurusan izin usaha. “Sistem online-nya, berkenan dengan penandatanganan berkas untuk lebih mempermudah agar masyarakat dalam mengurus dokumen perizinan lebih cepat,” kata Noval.

Aplikasi itu pula akan bersaing di provinsi dalam ajang Kompetisi Pelayanan Umum di Pemprov. “Masing-masing kabupaten dan kota se-Sulut, menunjukan kebolehan mereka dalam ajang kompetisi itu dengan berbagai macam inovasi yang nantinya akan menjadi penilaian pihak Pemprov,” ungkap Noval.

Pemkot kotamobagu di tahun lalu, sudah pernah menjadi yang terbaik dalam kompetisi yang sama lewat aplikasi sicari tau cair (Sicaca). “Untuk aplikasi Si Jempol ini, kami optimis sistem yang ini akan menjadi terbaik seperti tahun lalu yang pernah diraih oleh Pemkot,” ungkapnya.(ads/gito)

Gelar Halalbihalal, Pemkot Umumkan Juara Lomba Monuntul

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota Kotamobagu, Kamis (20/7) siang kemarin, akhirnya mengumumkan juara Lomba Monuntul yang dilaksanakan dalam rangka memeriahkan bulan suci Ramadan beberapa waktu lalu. Juara I berhasil diraih Desa Bungko, Juara II Kelurahan Kobo Besar dan Juara III diraih Desa Tabang. Sementara itu Keluarahan Matali meraih Juara Favorit.

Pengumuman juara lomba monuntul dilaksanakan bertepatan dengan Halalbihalal Tingkat Kota Kotamobagu, yang dilaksanakan di halaman Kantor Polres Bolaang Mongondow.

Menurut Wali Kota, dengan diumumkannya juara lomba monuntul ini, dapat memotivasi seluruh masyarakat Kota Kotamobagu untuk tetap melaksanakan kegiatan itu di tahun-tahun mendatang. “Monuntul merupakan tradisi yang harus kita jaga dan lestarikan. Saya berharap semangat monuntul dapat memotivasi kita semua untuk berbuat yang terbaik bagi daerah yang kita cintai ini,” ungkap Wali Kota.

Ketua tim penilai lomba monuntul, Drs. Hi. Syamsu B. Tolotugon, M.Pd., menyampaikan ada beberapa faktor yang menjadi dasar penilaian lomba. “Kami menilai tingkat partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan lomba, kombinasi penggunaan lampu hias dan lampu botol atau tuntul, serta kreatifitas dari desa/kelurahan masing-masing,” katanya.

Sekadar diketahui, lomba monuntul yang dilaksanakan setiap tahun oleh Pemerintah Kota Kotamobagu, memperebutkan total hadiah sebesar 37.5  Juta. Juara I mendapat hadiah sebesar Rp. 15.000.000, Juara II Rp. 10.000.000, Juara III Rp. 7.500.000, dan Juara Favorit Rp. 5.000.000.

Turut hadir dalam kegiatan di antaranya, Kapolres Bolmong, AKBP. Faisol Wahyudi, S.IK, Ketua DPRD Kotamobagu, Hi. Ahmad Sabir, SE, para Anggota DPRD Kotamobagu, Sekretaris Daerah Kotamobagu, Adnan Massinae, S.Sos, M.Si, para Asisten Setda Kotamobagu, para kepala SKPD, serta masyarakat setempat.(adv/gito)

Kembangkan Induk Pariwisata Kotamobagu, Bappalitbangda Gelar FGD

ZONA KOTAMOBAGU — Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappalitbangda) Kota Kotamobagu, mengelar Focus Group Discussion (FGD) tentang pengembangan sektor pariwisata, Kamis (20/07) kemarin.

Menurut Kepala Bidang Litbang Atmawijaya Damopolii, dalam pertemuan tersebut, direncanakan induk pariwisata di Kotamobagu, mulai dari metodologi, strategi dan kebijakan, serta pandangan umum tentang parawisata Kota Kotamobagu.

“Pengembangan wisata ini tergantung survei dan pemetaan seluruh potensi objek wisata di Kotamobagu,” kata Atmawijaya.

Selain itu, untuk penepatan hasil-hasilnya, mulai dari survei lokasi yang unggul, ternama, sampai potensi lainnya. Pembahasan rencana pembangunan pariwisata ke depan itu akan dikembangkan lewat matriks implementasi program pariwisata.

“Lewat program ini, pemetaan strategi implementasi pariwisata dengan tujuan ke depan bisa menopang turis masuk ke Kotamobagu dan investasi,” tuturnya.(ads/gito)

Jalan Penghubung Bolmong-Bolsel Lumpuh

ZONA BOLMONG – Intensitas curah hujan yang cukup tinggi beberapa pecan terakir, mengakibatkan jalan penghubung Bolmong dan Bolsel rusak parah, tepatnya di Desa Doloduo dan Molibagu.

Kepala BPBD Bolmong Channy Wayong mengatakan, kerusakan parah jalur tersebut terjadi sejak Kamis (20/7) dini hari. Jalan yang rusak sepanjang 60 meter itu hanya bisa dilewati roda dua dan mini bus. “Sampai sekarang mobil yang bermuatan berat seperti truk belum bisa lewat di jalan yang rusak ini, karena takutnya bisa longsor. Sedangkan motor dan mobil biasa masih bisa lewat,” ujarnya.

Untuk tindak lanjut, kata Channy, pihaknya saat ini sedang berkoordinasi dengan Balai Jalan Nasional Provinsi Sulut selaku penanggung jawab jalan. “Saat ini pihak Balai Jalan Nasional sedang memobilisasi alat berat untuk penanganan lebih lanjut,” ungkapnya.

Terpisah, Arif Manoppo, salah satu pengendara truk mengeluhkan bahwa kerusakan jalan itu membuat mereka tak bisa mengantar barang. Ia berharap pemerintah cepat menangani hal itu. “Sampai sekarang kami para pengendara truk tak bisa mengantar barang ke Kotamobagu dan Manado. Kami minta kepada pemerintah bisa segera mencari solusi dengan jalan ini,” keluhnya.(gung)

Wali Kota Ingatkan ASN Pemkot Hati-hati Bicara di Media Sosial

Ir. Tatong Bara

ZONA KOTAMOBAGU – Wali Kota Kotamobagu Ir. Tatong Bara, menekankan pentingnya ASN Pemkot untuk tidak sembarangan bicara di media sosial, terutama hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pemerintah yang bersifat rahasia, apalagi sampai menghina pihak-pihak tertentu.

“Pemkot Kotamobagu belum lama ini menerima penghargaan dalam hal pengelolaan kepegawaian terbaik tingkat nasional. Jangan nodai apa yang telah kita raih dengan mengunggah postingan-postingan yang berpotensi menghina oknum, organisasi atau lembaga tertentu,” imbau Wali Kota dalam gelaran Apel Korpri, Selasa (18/7) lalu.

Dengannya ia kembali mengingatkan seluruh ASN Pemkot Kotamobagu untuk lebih hati-hati dalam menggunakan media sosial. Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) memuat sanksi yang teramat jelas bagi siapa saja yang mengunggah postingan di media sosial dan kemudian berpotensi merugikan pihak lain. Kebiasaan bermedia sosial jangan sampai membuat para ASN lupa diri.

“Saya minta seluruh ASN Pemkot Kotamobagu untuk membaca dan mencermati kembali Undang-undang ITE. Sanksinya sudah cukup jelas diatur. Sebagai ASN kita telah diatur melalui mekanisme peraturan perundang-undangan yang berlaku, agar kita mampu membatasi diri kita dan tidak terjebak pada hal-hal yang tidak dibenarkan. Jangan sampai kita melupakan jati diri sebagai ASN,” ujarnya.(ads/gito)

APBD Perubahan 2017, Wali Kota: Tidak Ada Penambahan Anggaran Perjalanan Dinas

ZONA KOTAMOBAGU — Seluruh jajaran SKPD lingkup Pemerintah Kota Kotamobagu diminta untuk tidak menambah anggaran perjalanan dinas dalam instrument APBD Perubahan Tahun Anggaran 2017 yang saat ini dalam tahap pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD).

“Perjalanan dinas adalah anggaran tahunan yang sudah disusun sejak awal penyusunan APBD. Saya minta dalam pembahasan APBD perubahan Tahun Anggran 2017 yang sedang berlangsung saat ini, tidak ada lagi anggaran tambahan untuk perjalanan dinas,” kata Wali Kota Ir. Tatong Bara saat memimpin Apel Korpri ASN, di Lapangan Kotamobagu, Selasa (18/7) pagi.

Tahun ini, lanjut Wali Kota, berbeda dengan tahun sebelumnya, sebagaimana ada surplus dalam sisi anggaran. “Tahun ini kita benar-benar harus ikat pinggang,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menambahkan larangan bagi SKPD untuk tidak melakukan penambahan anggaran pada pos belanja perjalanan dinas ini, punya landasan argumentasi yang kuat. “Pekerjaan tahun 2016 yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), dan sudah dikerjakan pihak ketiga, sampai hari ini belum di transfer oleh Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Keuangan.”

Di samping itu, tambah Wali Kota, di tahun 2017 ini pagu Dana Alokasi Umum (DAU) harus dikurangi dengan besaran 3 sampai 4 persen. “Sehingga kita harus melakukan efisiensi kurang lebih 21 Milyar untuk menutupi kekurangan yang ada,” ujarnya.(ads/gito)

SKPD Pemkot Diminta Fokus Indikator RPJMD

ZONA KOTAMOBAGU – Seluruh jajaran SKPD lingkup Pemerintah Kotamobagu kembali diingatkan untuk melihat kembali visi-misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kotamobagu dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemkot Kotamobagu. Begitu disampaikan Wali Kota Ir. Tatong Bara, saat memimpin Apel Korpri, di Lapangan Kotamobagu, Selasa (18/7) pagi.

Pencapaian Indikator RPJMD dalam periodisasi kepemimpinan yang akan berakhir September 2018, menjadi hal yang diminta untuk diperhatikan bersama. “Buka kembali RPJMD, konsolidasikan lagi pencapaian visi-misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam periodisasi kepemimpinan yang akan berakhir Septeber 2018, masih ada 2 kali periode penanggaran, yakni APBD Perubahan Tahun Anggaran 2017, dan APBD Reguler Tahun Anggaran 2018,” ujar Wali Kota.

Tahun perencanaan tematik pada 2017 ini adalah Tahun Investasi dan Perekonomian Daerah. Penanggaran dalam APBD Perubahan tahun ini harus mengarah pada pencapaian indikator-indikator sasaran yang telah ditetapkan.

“Seluruh SKPD saya minta untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian dalam APBD Perubahan Tahun Anggaran 2017. Anggaran-anggaran yang seharusnya masih bisa ditunda atau ditiadakan, kita hilangkan saja dulu untuk lebih fokus mengejar target indikator yang belum tercapai. Ini harus kita kejar,” ungkapnya.

Hal ini menjadi penting diperhatikan oleh seluruh SKPD, agar apa yang telah dijanjikan oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam periodisasi 5 tahun kepemimpinan dapat dipenuhi. “Kita harus mengejar target indikator yang telah ditetapkan, agar seluruh janji serta komitmen Wali Kota dan Wakil Wali Kota saat dilantik di hadapan rakyat Kotamobagu, dapat kita penuhi,” ungkapnya.(ads/gito)

PMI Temukan Katong Darah Terivenksi HIV

ZONA BOLMONG – Kantor Unit Pelayanan Transfusi Darah (UPTD) Bolaang Mongondow menemukan darah pendonor yang terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). Penyakit mematikan itu ditemukan melalui proses screening yang dilakukan di Laboratorium setempat.

Koordinator pengambilan darah UPTD Bolmong, Hartono Karno menyatakan, ada beberapa kantung darah yang terinveksi HIV. Dan dara tersebut tidak kita berika kepada yang memerlukan “Kami kan tidak tahu detail riwayat pendonor. Makanya, screening kantor transfusi dara amat ketat untuk memastikan darah yang siap pakai benar-benar aman sampai kepada orang yeng membutuhkan,” ungkapnya.

Untuk warga yang melakukan donor darah, PMI selalu mengambil sampel darah melalui tabung. Selanjutnya, darah dalam tabung di-screening untuk memastikan reaktif (mengandung virus,red) atau nonreaktif (aman,red). “Proses penyaluran darah transfusi harus melalui proses screening di laboratorium terlebih dahulu. Sayangnya ada beberapa kantung darah yang terinfeksi virus tersebut,” bebernya.

Selain virus HIV, screening yang dilakukan juga mendeteksi beberapa virus lain, antaranya Hepatitis A, hepatitis B, hingga penyakit kelamin Sipilis. “Sebelum darah dinyatakan nonreaktif, kantong darah dimasukkan di refrigerator karantina terlebih dahulu,” ujarnya.(gung)