Beranda blog Halaman 646

2018, Pemkot Naikan Tunjangan Pemuka Agama

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota akan berupaya untuk menaikan tunjangan operasional para pemuka agama yang ada di daerahnya. Menurut Wali Kota Ir Hj Tatong Bara, pemuka agama merupakan tulang punggung penyeimbang pembangunan daerah.

“Pemuka agama merupakan tulang punggung penyimbang pembangunan di daerah, patutlah memberikan perhatian untuk menaikan tunjangan,” kata Tatong usai menyerahkan tunjangan operasional kepada para pemuka agama, di Aula Kantor Wali Kota, Senin (19/06) kemarin.

Lanjut dikatakan, suksesnya pembangunan yang ada di Kotamobagu, tidak lepas dari peran serta masyarakat, termsuk para tokoh agama. Tunjangan operasional yang diberikan ini tidaklah sebanding dengan kerja serta bantuan yang diberikan oleh para pemuka agama, sehingga patut diberikan apresiasi.

“Ini bentuk apresiasi dari pemerintah kepada para pemuka agama. Sehingga diharapkan peran serta dan kerja sama untuk menyukseskan program  pemerintah,” ucapnya.

Lebih lanjut Wali Kota juga menyinggung upaya pemerintah untuk terus meningkatkan kesejahteraan para pemuka agama melalui kenaikan tunjangan operasional. Ia menjanjikan di tahun anggaran 2018 nanti, akan berusaha untuk menaikkan tunjangan para pemuka agama.

“Tentunya, hal itu juga harus diimbangi peningkatan kinerja. Contohnya, rumah ibadah harus ramai setiap waktu, masyarakat harus terus diajak untuk rajin beribadah, dan tidak ada lagi buta aksara atau buta huruf Alquran bagi umat Islam di daerah tercinta ini,” sebut Wali Kota.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemkot Kotamobagu Andin Mantali menjelaskan, untuk pemberian tunjangan operasional kepada 700 pemuka agama ini sudah masuk triwulan III. Setiap pemuka agama menerima Rp900 ribu per triwulannya. “Hanya dimintai laporan, setelah itu langsung kita bayarkan,” irainya.

Turut hadir dalam kegiatan itu antaranya, Sekretaris Daerah Kotamobagu, Adnan Massinae, Kabag Kesra, Adin Mantali, Ketua Baznas, Hi. Rusdin Bonde, pengurus BKSUA Kotamobagu, serta para kepala SKPD.(adv/gito)

Pemkot Jamin Ketersediaan Stok Gas Elpiji

Alfian Hassan

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu menjamin stok elpiji tiga kilogram tidak ada kelangkahan. Sebagaimana pemerintah telah melakukan koordinasi dengan pihak Pertamina untuk menambah stok.

Menurut Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan Kotamobagu, Alfian Hassan, pihaknya juga akan turun ke tiap agen dan pangkalan untuk mengantisipasi kelangkahan gas elpiji. “Kita sudah tambah 1.200 stok elpiji,” kata Alfian, kemarin.

Menurutnya, warga tak perlu khawatir jika ada kabar kelangkahan elpiji. “Jadi belum ada kelangkaan. Yang terjadi hanya kekosongan gas saja, tapi itu sudah diselesaikan pihak Pertamina,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini ada 13 armada yang telah disiapkan Pertamina untuk menyuplai gas elpiji ke tiap pangkalan yang tersebar di wilayah setempat. Kotamobagu katanya, ada ketambahan 1.200 stok lagi dari 5.600 jumlah sebelumnya dan menjadi 6.720.

“Diimbau kepada setiap pangkalan agar tetap mengacu sesuai Harga Eceran Tertinggi yakni Rp18.000 per tabung,” harapnya.(ads/gito)

Tahlis Gallang Buka Diklat PIM III

ZONA BOLMONG – Sekretaris Daerah Bolaang Mongondow (Bolmong) Tahlis Gallang resmi membuka pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklat PIM) Tingkat III, Senin (19/06).

Tahlis dalam sambutanya menyampaikan, sistem manajemen kepegawaian, pejabat struktural eselon III atau pejabat administrator, dituntut untuk dapat memainkan peranan yang menentukan dalam menangani isu-isu strategis. Itu khususnya yang memerlukan penanganan lintas kementerian, lembaga atau lintas wilayah bahkan antar-negara.

“Sudah menjadi tugas pejabat struktural eselon III untuk meningkatkan kinerja sektor atau wilayah yang dipimpinnya, melalui penetapan visi atau arah kebijakan daerah yang tepat fungsi dan tepat sasaran,” ujarnya.

Ia mengucapkan selamat pada 40 pejabat yang ikut diklat tersebut. Mereka, kata dia, adalah yang terpanggil dari banyak yang terpilih. “Ada proses, ada aturan main. Lalu muncullah 40 nama ini. Semoga diklat ini tak lalu begitu saja, setelah dari sini harus lebih berkualitas dari yang belum ikut,” ungkapnya.

Tahlis juga berterima kasih dan mengapresiasi Badan Diklat Sulut yang bersedia melakukan Diklat Pim III di Bolmong.

Kepala Bandiklat Sulut Jefry Senduk berharap pelaksanaan diklat berkelanjutan. “Ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah kabupaten dan provinsi untuk memantapkan sumber daya Aparatur Sipil Negara. Pejabat administrator memberi peranan penting,” tutupnya.(gung)

Wali Kota Buka Kegiatan Penukaran Uang Rupiah Baru

ZONA KOTAMOBAGU – Jelang Idulfitri, usaha perbankan di berbagai wilayah Indonesia khususnya di Sulawesi Utara (Sulut) mulai melayani penukaran uang rupiah baru. Sebagaimana itu pula dilakukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut bersama perbankan di Kotamobagu yang dipusatkan di lapangan Boki Hotinimbang, Senin (19/6).

Penukaran uang baru tersebut dibuka Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara, dan dihadiri oleh Anggota DPR RI Komisi XI, Aditya Anugerah Moha, Kepala perwakilan BI Sulut, Seluruh pimpinan Bank se-Kotamobagu, serta warga Kotamobagu.

“Melalui proses penukaran uang ini, diharapkan akan lebih mendorong gairah perekonomian di Kota Kotamobagu, termasuk perputaran uang. Harapan pemerintah, ekonomi di Kotamobagu akan terus meningkat. Terlebih dengan hadirnya sejumlah Bank yang ada di Kotamobagu,” kata Tatong

Terpisah, Kepala BI Sulut, Soekowardojo mengatakan, penukaran tersebut selain bertujuan untuk mempermudah bagi masyarakat, hal ini juga untuk menggairahkan ekonomi, khususnya di hari Idul Fitri 1438. Sementara kebutuhan uang tunai diproyeksikan sebesar Rp1,97 Triliun untuk tingkat Provinsi Sulut sebesar Rp1,47 Triliun.

“Kami perkirakan kebutuhan akan uang tunai untuk lebaran mengalami peningkatan sebesar 35 persen jika dibandingkan dengan Lebaran tahun 2016 hanya Rp1,46 triliun. Bahkan kami proyeksikan butuh uang tunai didominasi oleh uang pecahan besar dengan Rp20 ribu ke atas,” jelas Soekowardojo.

Pecahan uang rupiah baru yang disipakan pada penukaran tersebut, mulai Rp1000 hingga Rp100.000. diperkirakan akan mencapai sekitar 93 persen, dari total outflow, sedangkan sisa tujuh persen adalah pecahan kecil.(ads/gito)

Kunjungi Pasar Senggol, Wali Kota Ingatkan Jangan Ada Pungli

ZONA KOTAMOBAGU – Wali Kota Kotamobagu, Ir Hj Tatong Bara, mengunjungi lokasi Pasar Senggol yang terletak di Desa Poyowa Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Sabtu (17/06) malam.

Wali Kota saat berhdapan dengan sejumlah pedagang mengingatkan, agar pasar senggol bebas dari pungutan liar (Pungli). “Saya ingatkan aktifitas Pasar Senggol jangan ada pungli. Tidak ada lagi biaya-biaya di luar retribusi sampah dan lapak,” kata Wali Kota.

Dalam kunjungan itu, Wali Kota juga melihat kondisi lapak yang mulai ditempati para pedagang. Kunjungannya di Pasar Senggol untuk menyakinkan para pedagang bahwa tidak ada Pasar Senggol lainnya. “Jadi selain di Poyowa Kecil, tidak ada lagi Pasar Senggol lainnya,” tuturnya.

Kedatangan Wali Kota disambut warga dan pedagang. Warga memberikan apresiasi atas kebijakan Wali Kota karena saat ini Pasar Senggol Poyowa Kecil tidak membebani para pedagang. Mereka pun turut diberikan pelayanan dan fasilitas dari warga. Selain menyediakan jualan buka dan sahur, disiapkan juga tempat ibadah dan WC umum.(ads/gito)

Rotasi Pejabat Eselon II Pemkot Usai Lebaran

ZONA KOTAMOBAGU – Usai lebaran Idul Fitri, Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu merencanakan agenda rotasi pejabat eselon II. Hal dilakukan agar para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lebih fokus pada keahlian di masing-masing instansi.

“Biasanya rotasi jabatan itu, selain agar visi misi lebih terarah, ini juga untuk mengukur kemampuan pimpinan SKPD di setiap instansi yang dipimpinnya,” kata Plt Sekretaris Kota  Kotamobagu, Adnan Massinae.

Menurutnya, proses rotasi jabatan dipastikan akan berbeda dari biasanya. Akan diangkat satu persoalan di setiap SKPD yang ada, kemudian hasil pemecahan masalah pada kasus tersebut dijadikan sebagai salah satu dasar penilaian.

“Penempatannya akan dilihat siapa yang mampu memecahkan masalah itu. Masing-masing pimpinan SKPD akan membuat cara pemecahan masalah nanti itu yang akan disesuaikan dengan penempatan nanti,” papar Massinae.(ads/gito)

Kembangkan Kopi Kotamobagu, Pemkot dan BI Teken MoU

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu dan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara (Sulut) melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terkait program pengembangan produk unggulan yakni kopi. MoU tersebut ditandatangani di Rumah Dinas Wali Kota, Minggu (18/06).

Menurut Kepala Perwakilan BI Sulut, Soekowardojo, potensi pengembangan komoditas kopi di daerah Sulut khusunya di Kotambagu dinilai sangat menjanjikan. “Kami melihat potensi komoditas kopi di Kota Kotamobagu cukup besar dengan kualitas yang tidak kalah dari daerah lain,” katanya.

Penandatangan kerja sama di bidang komoditas kopi itu, selain potensi sangat besar, kopi Kotamobagu juga sudah memiliki sertifikat organik yang banyak dicari pasar nasional maupun internasional. “BI sendiri juga akan siap untuk memperkenalkan produk ini kepada pengekspor kopi di Indonesia,” ucapnya.

Wali Kota Kotamobagu, Ir Hj Tatong Bara mengatakan, sebelum dilakukan MoU sudah dilakukan pertemuan dengan pihak BI Perwakil Sulut untuk membicarakan soal kerja sama tersebut. Menurutnya, kerjasama yang dilakukan demi peningkatan eknomi kerakyatan di daerah.

“Jika sudah masuk pasar ekspor, bukan saja peningkatan ekonomi kerakyatan, tapi mampu meningkatkan devisa bagi negara,” jelasnya.

Wali Kota berharap, kerja sama itu akan meningkatkan pendapatan petani di Bolaang Mongondow Raya. “Mudah-mudahan, kerja sama ini dapat menjamin petani, terkhusus di Kota Kotamobagu,” harapnya.(ads/gito)

Pemkot Rencanakan Perluas Lokasi Pasar Senggol di Poyowa

Herman Aray

ZONA KOTAMOBAGU – Pasca-dibuka Wali Kota Kotamobagu, Ir Hj Tatong Bara pada Sabtu (17/06/2017) malam, Pasar Senggol di Desa Poyowa Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan terus dipenuhi ratusan pedagang.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dispardagkop-UKM) Kotamobagu, Herman Aray mengatakan, sebelum diresmikan, lapak pasar senggol yang disediakan, semuanya telah ditempati para pedagang.

“Semuanya berjalan lancar. Bahkan, lapak yang kita disediakan penuh dengan pedagang,” ungkap Aray.

Lanjutnya, pedagang yang telah mendaftar ke panitia berjumlah 192 orang. Rencananya, pihak panitia kembali akan menambah lapak pasar senggol dikarenakan masih ada lagi sejumlah pedagang yang belum mendapat lokasi tapi sudah mendaftar.

“Masih ada sekitar 40-an pedagang yang mendaftar. Rencananya kami akan menambah lapak agar semunya terakomodir,” tambahnya.

Panitia, lanjut Aray, juga akan melakukan verfikasi soal para pedagang yang akan berdagang di lokasi tersebut. “Kami minta pedagang agar membawa langsung barang dagangannya ke lokasi. Ini dilakukan untuk menghindari oknum-oknum atau calo yang mengatasnamakan panitia atau pemerintah untuk meraup keuntungan. Silakan ke lokasi jika ingin bedagang,” imbaunya.(ads/gito)

Pasca-Dilantik, Plt Sekda Langsung Kejar Penuntasan Temuan BPK

ZONA KOTAMOBAGU – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretari Daerah (Sekda) Kotamobagu, Adnan Massinae pasca dilantik langsung berjibaku dengan sejumlah tugas, antaranya menindaklanjuti sejumlah temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tahun anggaran 2016.

“Kita akan segera menindaklanjuti temuan tersebut sesuai dengan batas waktu yang diberikan BPK yakni 60 hari kedepan,” ucap Adnan.

Dia mengatakan, meski DPRD Kota Kotamobagu membentuk Panitia Khusus (Pansus) LHP BPK, pihaknya tetap akan bergerak menindak lanjuti temuan tersebut. “Soal Pansus di DPRD nanti tentu akan ada rekomendasi. Yang jelas, saat ini kita fokus dulu menyelesaikan temuan dari BPK,” tambahnya.

Diketahui, BPK RI memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Pemkot Kotamobagu terhadap pngelolaan keuangan tahun anggaran 2016. Namun demikian, ada beberapa rekomendasi BPK yang bersifat adminsitasi yang harus dituntaskan oleh Pemkot Kotamobagu.(ads/gito)

Penyaluran Gaji 13, Tahlis: Semua Tergantung Bendahara OPD

Tahlis Gallang

ZONA BOLMONG — Pemkab Bolmong dalam waktu dekat segera mencairkan gaji 13 bagi para Aparatur Negeri Sipil (ASN). Sebagaimana Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati telah menerbitkan Petunjuk Teknis (Juknis) untuk pemberian tunjangan gaji 13 bagi ASN tersebut.

Sekertaris Daerah Bolmong Tahlis Gallang mengatakan, Juknis untuk gaji 13 sudah terbit. “Ya, juknis sudah ada, saat ini tinggal berkoordinasi dengan Badan Keuangan Daerah,” katanya, Jumat (16/6) pagi tadi.

Lanjutnya, untuk waktu pencairan itu tergantung Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mengajukan berkas. “Kalau berkas lengkap, besok pun sudah bisa dicairkan. Semua tergantung bendahara OPD,” ujarnya.

Dirinya mengimbau, kepada bendahara OPD agar secepatnya mengajukan berkas ke BKD agar cepat dicairkan. Apalagi para ASN butuh untuk kebutuhan Hari raya Idul Fitri. “Saya harap besok Bendahara OPD secepatnya berkoordinasi dengan BKD. Agar gaji ke-13 segera dicairkan,” tutupnya.(gung)