Beranda blog Halaman 661

Tak Dapat Rasta, Warga Miskin Mengadu ke Pemkot

Ilustrasi beras sejahtera

ZONA KOTAMOBAGU – Pendataan daftar nama penerima beras sejahtera (rastra) sepertinya belum menjangkau semua warga miskin yang masuk kategori layak penerima. Terbukti, satu warga di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, mengaku tak mendapat beras subsidi pemerintah tersebut.

Adalah Ratini Dondo (62), janda beranak tiga itu pada Rabu (03/05) pagi mendatangi Kantor Bagian Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Kotamobagu untuk mengadukan perihasl ia tidak masuk daftar nama penerima rastra. Sambil menangis di hadapan para staf kantor, Ratini mengaku ia datang ke kantor kelurahan mengecek namanya, tapi tidak ada di daftar penerima.

“Setelah saya tanyakan ke lurah, tapi dia (lurah) menyuruh saya ke kantor Dinas Sosial, kemudian saya pergi ke situ (Dinas Sosial) tapi kata mereka cek di bagian ekonomi,” akunya.

Setiap tahun, kata Ratini, dirinya selalu mendapatkan jatah rastra. Namun ia mengaku heran karena tahun ini namanya tak ada lagi dalam daftar penerima. “Dari dulu saya selalu dapat, mulai dari jatah lima kilo setiap bulan, tapi kenapa tahun ini tidak dapat. Kasihan saya hanya hidup sendiri, suami saya sudah meninggal sejak Tahun 2007,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan, Alfian Hasan, mengungkapkan daftar nama penerima rastra merupakan usulan dari tiap kelurahan dan desa kemudian disetujui Kementrian Sosial melalui Surat Keputusan (SK).

“Daftar nama penerima itu sudah lama, kemudian tahun lalu kita verifikasi lagi sehingga ada pengurangan. Nama-nama yang menerima rastra tahun ini berdasarkan SK kementrian,” ungkapnya.

Ia mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kementrian terkait adanya warga miskin yang tak masuk dalam daftar penerima rastra. “Bukan Pemkot yang menyetujui nama-nama penerima rastra, tapi dari kementrian. Jadi kita akan koordinasi lagi dengan mereka (kementrian),” tambahnya.

Sayangnya, upaya konfirmasi kepada Lurah Upai, Ridwan Mokoagow, belum berhasil. Dihubungi melalui nomor ponsel 085298688XXX tidak tersambung.(ads/gito)

Tunjang Peningkatan Prestasi, Adrianus: Rp1 Miliar Disiapkan Bangun Dua Lapangan Tenis

Adrianus Manoppo

ZONA BOLMONG – Guna menunjang prestasi di bidang olahraga, dalam waktu dekat Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Bolmong bakal membangun lapangan tenis. Hal tersebut dikatakan Kepala Dispora Bolmong melalui Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Adrianus Manoppo.

“Tahun ini akan diadakan pembagunan lapangan tenis. Lokasinya masih di kompleks perkantoran Pemkab Bolmong, lebih tepatnya di depan Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (BPPKB),” ujarnya.

Alasan pihaknya ingin membangun lapangan tenis karena belum adanya perkembangan dari atlet tenis di Kabupaten Bolmong. “Terkait anggarnya sekitar Rp1 milliar. Rencananya ada dua lapangan. Nantinya lapangan tenis tersebut lengkap dengan tribun mini serta ruang ganti para pemain,” paparnya.

Ditambahkan, pihaknya berupaya agar lapangan tersebut bisa dipakai saat malam dengan mempersiapkan kelengkapan lampu penerangan. “Harapan saya dengan adanya lapangan tenis ini, para atlet di Bolmong bisa berprestasi dan mengharumkan nama daerah di tingkat kabupaten, nasional maupun internasional,” tutupnya.(gung)

Pemkab Giat Tingkatkan Minat Baca Masyarakat

ZONA BOLMONG – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) terus meningkatkan minat baca masyarakat dengan menyalurkan bantuan buku tahap pertama.

 “Kami menyalurkan 5000 buku. Masih banyak lagi buku yang akan disalurkan, tapi untuk penerima buku tahap selanjutnya masih kembali didata,” ujarnya Kepala DPK Marharitje Marham.

Untuk bantuan buku ke sekolah-sekolah di Bolmong, tambah Marham, sudah mulai dijalankan tahun ini. “Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, semua sekolah kami berikan bantuan buku. Sampai saat ini juga kami terus mendata di sekolah mana yang membutuhkan buku tersebut,” ungkapnya.

Lanjut Marham bahwa pihaknya sampai saat ini terus menjalankan perpustakaan keliling. Itu terus digiatkan demi memberikan pengetahuan dan perkembangan dan lebih meningkatkan minat baca masyarakat Bolmong, terlebih yang jauh dari pusat kota Lolak.

“Satu bulan itu kita laksanakan 2 kali untuk perpustakaan keliling ini, dan kita lihat desa mana yang tempat strategis. Ini untuk pemuda, petani, nelayan serta seluruh komponen masyarakat. Dan buku ini ketika dibaca tidak akan dibayar. Siapa saja yang mau membaca itu gratis, inikan untuk memberikan pengetahuan lebih kepada masyarakat,” tutupnya.(gung)

Wadan Lantamal Beri Pesan Jaga Hasil TMMD

ZONA BOLMONG – Dengan berakhirnya kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), bukan berarti pengabdian TNI kepada masyarakat berakhir. Hal tersebut dikatakan Wadanlantamal VIII Manado Kolonel Marinir Edy Setiawan dalam sambutan penutupan TMMD di Lapangan Bilalang 3, Kecamatan Bilalang, Bolmong, Kamis (04/05).

 “Dengan telah berakhirnya TMMD ini agar segala hasil pembangunan atau pengenbangan sarana fisik yang telah dibangun bisa bermanfaat untuk masyarakat dan dipelihara dengan baik oleh pemerintah serta masyarakat setempat demi kepentingan rakyat,” ujar Setiawan.

Dandim 1303 Bolmong Letkol Sampang Sihotang dalam laporannya mengatakan, TMMD yang dilaksanakan selama  30 hari digiatkan secara fisik dan non fisik melibatkan: 100 personel TNI AD, 6 Personil TNI Angakatan Laut (AL), 2 Personil TNI Angkatan Udara (AU), Polri 14 orang Personil, Pemerintah Daerah 21 Orang, serta masyarakat 50 orang personel.

Seluruh personel melakukan pembangunan fisik seperti perkerasan jalan sepanjang 4 kilometer jalan penghubung Desa Tuduaog Baru dan Desa Kolingaan; rehab masjid, pembuatan jamban, pembangunan gedung 3 pilar. Kemudian non-fisik seperti melakukan kegiatan penyuluhan kesehatan, pengobatan gratis, penyuluhan bela negara dan radikalisme, serta sembako murah bagi masyarakat,” ungkap Sihotang.

Sementara itu, Asisten Administrasi Pemerintahan Sekdakab Bolmong Chris Titov Kamasaan, menyampaikan terima kasih kepada TNI yang  telah membantu memrogramkan TMMD itu masuk di daerah, sehingga masyarakat Bolmong dapat memanfaatkan fasilitas yang telah dibangun.

“Dengan adanya fasilitas yang dibangun dari kegiatan TMMD sangat membantu pemerintah dan khususnya masyarakat,” tutupnya.

Upacara penutupan TMMD ke-98 Desa Mandala dihadiri Kasdim Korem 131 Santiogo Kolonel. Inf. Endro satoto, Forkompimda Bolmong, perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Bolaang Mongondow Raya, Forkopimcam, pimpinan perangkat daerah, kepala desa se-Kecamatan Bilalang, tokoh masyarakat, agama serta peserta upacara dari berbagai unsur.(gung)

Wali Kota Lepas Peserta Kontingen Penas KTNA

ZONA KOTAMOBAGU – Sebanyak 21 Anggota Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Kotamobagu yang akan mengikuti Pekan Nasional (Penas) ke-XV di Banda Aceh, resmi dilepas Wali Kota, Ir Hj Tatong Bara, Rabu (03/05).

Wali Kota mengatakan, tujuan dari penyelenggaraan penas tersebut antara lain sebagai wadah memvisualisasikan kreatifitas dan inovasi dalam mengelola potensi pertanian, perikanan, kelautan dan kehutanan dengan berbagai teknologi tepat guna dan modern.

“Selain itu untuk meningkatkan kemampuan manajerial dalam pengelolaan usaha tani yang profesional serta memantapkan kelembagaan petani nelayan dan petani hutan sebagai mitra kerja pemerintah dalam rangka kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan pangan menuju kesejahteraan petani dan keluarganya.”

Ditambahkan, pemerintah sangat mendukung terkait dengan keberangkatan kontingen untuk saling bertukar ilmu dan pengalaman di KTNA. KTNA merupakan berbagai program termasuk di bidang pertanian dan kelautan, banyak sekali terdapat pemberdayaan petani dan nelayan.

“Program-program ini terbukti sangat memberikan motivasi dan semangat serta optimisme dalam berusaha tani. Mudah-mudahan konsistensi ini terus dipertahankan, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan para nelayan dan petani,” ungkapnya.

Ia juga memberikan apresiasi positif terhadap keikutsertaan KTNA Kota Kotamobagu dalam PENAS 2017. “Sebab, kegiatan ini sudah sangat tepat dan dapat memberi motivasi menuju kedaulatan pangan karena mengandung makna peningkatan kualitas SDM petani dan nelayan untuk menuju petani yang handal, tangguh, dan mandiri serta tumbuh rasa bangga menjadi petani,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kotamobagu Hardy Mokodompit melaporkan pada penas yang akan berlangsung di Banda Aceh tanggal 6-11 Mei mendatang. “Jumlah peserta sebanyak 21 orang. Nantinya akan membawa produk andalan yang ada di Kotamobagu,” kata Hardy.(adv/gito)

Diduga Depresi, Warga Bilalang Ini Gantung Diri

ZONA HUKRIM –  Seorang lelaki warga Desa Bilalang 1, Kecamatan Kotamobagu Utara, ditemukan gantung diri di pohon mengunakan tali nilon, Rabu (03/05). Lelaki 27 tahun yang diketahui bernama Otik Manangin tersebut ditemukan sekitar pukul 08.00 Wita, tepatnya di perkebunan Toundopot, Desa Apado, Kecamatan Bilalang.

Menurut Uding Longkun (48) warga sekampung dengan korban, kali pertama melihat korban ketika ia dalam perjalanan menuju ke kebun. Ia mengaku kaget ketika melihat sosok orang tergantung di pohon.  Merasa penasaran, ia mendekati dan ternyata sosok yang tergantun itu dikenalinya.

“Setelah saya mendekat, mayat itu saya kenal, karena sekampung dengan saya. Saat itu juga saya langsung memberi tahukan kepada pihak keluarga dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Passi,” ungkap Uding.

Menerima laporan tersebut, pihak keluarga korban dan aparat langsung bergegas menuju lokasi di yang berjarak sekitar 4 km. Setiba di lokasi, korban langsung dievakuasi ke rumahnya untuk dikebumikan.

“Menurut keterangan Albert Managin keluarga korban, korban mengakhiri hidupnya kemungkinn karena depresi dan putus asa akibat penyakit batuk-batuk berdarah yang dideritanya selama 5 bulan belakangan,” kata Kapolres Bolmong, AKBP Faisol Wahyudi SIK, melalui Kassubag Humas AKP Syaiful Tammu.

Dikatakan, terkait peristiwa itu, keluarga korban tidak keberatan dan tidak mempermasalahkan karena dianggap murni gantung diri. Sehingga keluarga korban sudah tidak mengizinkan dilakukan otopsi korban. “Korban pada hari itu juga langsung dikebumikan keluarganya,” jelas Syaiful.(gito)

Wali Kota Resmikan Gerai KFC Kotamobagu

Wali Kota resmikan Gerai KFC Kotamobagu (2)

ZONA KOTAMOBAGU – Usaha waralaba tersohor asal Amreika, Kentucky Fried Chicken (KFC), resmi hadir di Kotamobagu. Itu terbukti dengan diresmikannya gerai KFC Kotamobagu oleh Wali Kota Kotamobagu, Ir. Tatong Bara, Selasa (02/5).

Dalam sambutannya, Wali Kota merasa bangga dan berterima kasih kepada pihak PT. Fastfood Indonesia,Tbk selaku pemegang hak waralaba tunggal KFC, yang telah mempercayakan Kota Kotamobagu sebagai salah satu daerah untuk berinvestasi.

Wali Kota resmikan Gerai KFC Kotamobagu (1)

“Sesuai dengan tema pemerintah Kota Kotamobagu tahun ini, yaitu tahun investasi dan perekonomian daerah, ini jelas merupakan energi positif bagi kita sekalian. Ini terbukti dengan banyaknya investor yang masuk di Kotamobagu, salah satunya KFC.” ujar Wali Kota.

Manager Restaurant KFC Kotamobagu, Gifari Minabari, menjelaskan dengan diresmikannya gerai waralaba KFC di Kotamobagu, tercatat sudah 1.732 gerai KFC se-Indonesia dan khusus di Sulawesi Utara adalah gerai yang ke 14.

Wali Kota resmikan Gerai KFC Kotamobagu (3)

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kotamobagu, karena telah memberikan banyak kemudahan kepada kami untuk berinvestasi, di antaranya kemudahan pengurusan pengurusan perizinan. Dan Sebagai bentuk kepedulian kami terhadap kotamobagu, seluruh karyawan kami ambil langsung dari Kotamobagu,” jelas Gifari.

Turut serta dalam peresmian tersebut antaranya, Kapolsek Kotamobagu, Kompol. Ruswan Buntuan, Kadis Kominfo, Moch. Agung Adati, ST, M.Si, Kadis PM-PTSP, Noval. C. Manoppo, SE, Kadis P3A, Sitti Rafiqah Bora, SE, Pimpinan Paris Super Store, Sanny Wijoyo, Kepala BUMN/BUMD serta lurah/aangadi se-Kota Kotamobagu.(adv/gito)

Syahril: Kartu Nelayan Syarat Utama Mendapat Bantuan

ilustrasi nelayan

ZONA BOLMONG – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bolmong, Syahril Mokoagow mengatakan, pihaknya membuka pengurusan kartu nelayan agar terdata sebagai profesi nelayan dan mendapat bantuan nelayan.

“Kelebihan kartu tersebut selain kita tahu profesi nelayan, mereka juga akan mendapatkan bantuan. Karena itu syarat utama jika ingin mendapatkan bantuan,” ujar Syahril.

Dijelaskan, seluruh nelayan harus mengurus kartu tersebut agar kedepan bisa terdata dalam program yang ada di perikanan nanti. “Untuk percetakan kartu nelayan dinas telah membuka ruang bagi nelayan yang ingin mengurus kartu tersebut. Selain fungsinya banyak jumlah nelayan di wilayah Bolmong terdata semua,” ungkapnya.

Syahril menambahkan, untuk mempermudah pengadaan kartu nelayan pihaknya sudah mengadakan alat percetakan. Namun untuk percetakan kartu nelayan masih menunggu dari pusat.  “Soalnya blangko yang akan digunakan adanya di pusat. Olehnya sekarang ini kewenangan dinas perikanan Bolmong hanya melakukan pendataan untuk dikirim kepusat,” jelasnya.

Lanjutnya, semua nelayan di wilayah Bolmong dapat mengurus kartu nelayan dengan mudah. Asalkan datanya lengkap. “Seluruh nelayan bisa mengurus kartu tersebut, karena Dinas Perikanan Bolmong tidak memiliki target sampai kapan berakhir percetakan kartu nelayan ini,” tutupnya.(gung)

DKP Bolmong Sipakan 13 Ton Berat Bagi Masyarakat Pesisir

Imi Manangin

ZONA BOLMONG – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow menyiapkan cadangan 13 ton beras bagi masyarakat yang ada di pesisir, atau jauh dari pusat kota Lolak.

“Ya, kita telah mempersiapkan cadangan pangan 13 ton beras untuk tahun 2017, dan ini hanya pada masyaranat yang ada di pesisir, seperti, Mengkang, Matayangan, Pindolili dan ada beberapa Desa lagi,” ujar Kepala DKP Imi Manangin.

Lanjutnya, cadangan pangan itu nantinya akan disebarkan ketika permintaan dari desa sudah ada, dan pihaknya akan segera menindak secepatnya. “Ketika sudah ada permintaan, kami secepatnya akan menindaklanjuti. Dan ini tujuannya demi kesejahteraan masyarakat Bolmong khususnya,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Manangin menambahkan, bagi masyarakat yang mendapat musibah dan bencana alam serta yang mengalami kekeringan, nantinya juga akan mendapat bantuan beras. “Ya, kita sama-ratakan bantuan beras seperti ini. Tapi BPBD dulu yang turun ketika terjadi bencana, setelah sebulan baru kita salurkan bantuan beras dari DKP,” tutupnya.(gung)

200 Sekdes di Bolmong Ikut Bimtek

ZONA BOLMONG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bolmong menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Aparatur Pemerintahan Desa Dalam Bidang Manajemen Pemerintahan Desa Tahun 2017. Bimntek yang digelar di Hotel Sutan Raja Kotamobagu pada Rabu (03/05) siang, dibuka Asisten Administrasi Pemerintahan Sekda Christofel Titov Kamasaan dan diikuti 200 Sekertaris Desa (Sekdes) se-Bolmong.

Dalam sambutannya, Kamasaan mengatakan bahwa desa adalah ujung tombak pemerintahan yang merupakan satu kesatuan masyarakat hukum dan memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat. “Sekdes adalah salah satu yang mengatur dan mengurus masyarakat,” ungkapnya.

Lanjutnya, desa sebagai basis penyelenggaraan pelayanan publik, sehingga untuk dapat menjalankan peran tersebut secara efektif dan efisien, diperlukan adanya pengembangan dan peningkatan pengetahuan aparatur pemerintah desa, yang sesuai dengan perkembangan kemajuan masyarakat.

“Sekdes sebagai penyelenggara diimbangi pula dengan pengembangan kapasitas aparatur pemerintah desa agar berdampak pada perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat desa,” ungkapnya.

Ia mengingatkan. melalui pelaksanaan bimbingan teknis kali ini diharap seluruh peserta dapat memahami dengan baik manajemen pemerintahan desa dalam aspek perencanaan, pengawasan, kelembagaan dan keuangan desa. Termasuk laporan penyelenggaraan pemerintahan desa.

“Peserta harusnya dapat memahami kegiatan ini agar nantinya diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Sehingga fungsi pelayanan, pemberdayaan dan pembangunan di desa dapat terlaksana dengan baik,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Albert Tangkere dalam Laporannya mengatakan tujuan pelaksanaan bimtek ini untuk meningkatkan pelayanan prima terhadapa masyarakat. “Bimtek ini untuk meningkatkan pemahaman tentang administrasi dan pengelolaan keuangan desa agar bisa berdampak pada masyarakat.” Tutupnya.(gung)