Beranda blog Halaman 681

Seleksi Sekda Bolmong Masih Sepi Pelamar

Aldy Pudul
Aldy Pudul

ZONA BOLMONG – Tampaknya, seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama atau Sekretaris Daerah (Sekda) Bolmong yang dibuka 27 Februari lalu, kurang diminati. Pasal, hingga pekan ini belum juga ada peserta yang memasukan berkas untuk berkopetensi merebut posisi tertinggi ASN di daerah lumbung beras tersebut.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) melalui Kepala Bidang Pengembangan Karir Aldy Pudul mengatakan, sebagaimana telah diamanatkan UU No.5/2014 tentang ASN dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi No.13/2014, pihaknya membuka kesempatan kepada ASN Bolmong untuk mendaftarkan diri mengikuti seleksi terbuka tersebut. Namun belum juga ada yang bmemasukkan berkas.

“Ya, sejak dibuka pendaftaran hingga saat ini belum ada satupun yang mendaftarkan diri untuk mengikuti sekeksi,” ungkap Aldi.

Ditambahkan, saat ini pihaknya masih terus menunggu ASN yang ingin mengikuti seleksi Sekda itu. “Ya, masih terus menunggu, kemungkinan beberapa hari ke depan ada yang akan mendaftarkan diri,” ujarnya.

Dijelaskan, berdasarkan jadwal pendaftaran akan sampai 17 Maret mendatang. “Apabila nanti tidak ada yang mendaftar hingga hari penutupan nanti, itu akan kita bicarakan lagi. Tapi kita berharap ada yang mendaftar, karena ini untuk Bolmong juga ke depan. Pendaftar juga bisa membawa berkas ke Kantor BKPP Bolmong,” katanya.(gung/ldy)

Berdayakan SDM, Kelompok IKM Bakal Diberi Bimtek

ZONA BOLMONG- Untuk memberdayakan Sumber Daya Manusia (SDM) serta pemanfaatan kemajuan teknologi khususnya di bidang mebel dan bengkel. Pemkab Bolmong bakal memberikan pembekalan lewat bimbingan teknis (Bimtek) kepada Kelompok Industri Kecil Menengah (IKM) di wilayah setempat.

Kepala Dinas Perdagangan dan ESDM, George Tanor mengatakan, Bimtek akan dilakukan pihaknya pada Maret ini. “Ya, kita akan laksanakan bimtek. Kegiatan ini ditujukan kepada perajin di bidang kayu khususnya yang bekerja di mebel dan perajin yang bekerja di bengkel,” ungkap Tanor.

Dirinya meminta para perajin yang akan mengikuti bimtek agar benar-benar mencermati secara saksama, sehingga usai mengikutinya dapat berguna untuk usaha ke depan. “Jadi harus tahu membaca peluang potensi pasar. Juga mengerti baik-baik cara atau teknis. Contohnya, jangan karena kita perajin mebel lalu kita seenaknya mau mengambil kayu yang berada di hutan lindung, itukan tidak boleh. Jadi kita harus paham betul-betul,” jelasnya.

Lebih lanjut Tanor berharap, kegiatan bersifat penting itu akan segera dilakukan. “Untuk peserta dibatasi, nanti kami akan mengundang 10 kelompok. Satu kelompok diisi lima orang, nantinya akan dibagi lima kelompok dari perajin mebel dan lima kelompok dari perajin bengkel,” tutupnya. (gung/ldy)

Pemkab Bolmong Laksanakan Sidak dan Monitoring

I Wayan Gede (Foto: beritatotabuan.com)

ZONA BOLMONG – Dalam rangka peningkatan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) dan monitoring di seluruh lingkup instansinya. Kegiatan yang digelar, Selasa (07/03) tersebut, dipimpin Asisten Administrasi Umum Sekda I Wayan Gede dan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bolmong Hamri Binol.

Menurut Wayan, sidak dan monitoring itu akan meningkatkan kinerja dan disiplin jam kerja ASN. “Ini berdasarkan perintah Penjabat Bupati dan Sekretaris Daerah untuk melakukan pemantauan kinerja terutama disiplin jam masuk dan jam pulang ASN. Sebagaimana kurun waktu pasca-penyesuaian OPD sudah mengalami peningkatan kinerja aparatur,” ujarnya.

Wayan melanjutkan, upaya itu nantinya dijadikan bahan pertimbangan pihaknya. “Dari hasil sidak dan monitoring ini akan dijadikan dasar evaluasi oleh pimpinan daerah setiap bulan berjalan,” ujarnya.

Pelaksanaan sidak itu tambah Wayan, dilakukan kapan saja tanpa harus dikoordinasikan dengan pihak yang nantinya akan kami lakukan sidak. “Sidak dilaksanakan tanpa pemberitahuan dan sewaktu-waktu bisa dilaksanakan serta akan dilakukan secara rutin, baik di lingkup perangkat daerah dan sekretariat daerah,” tambahnya.(gung/ldy)

Prospek Bagus, Dinas Pertanian Garap Pengembangbiakkan Ikan Koi

Drs Hardi Mokodompit

ZONA KOTAMOBAGU– Satu lagi inovasi yang digagas Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Dinas Pertanian dan Perikanan yakni pengembangbiakkan ikan Koi.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Kotamobagu, Hardi Mokodompit, pihaknya sengaja memilih ikan koi karena merupakan jenis ikan hias air tawar yang popular, baik di Indonesia maupun di dunia.

“Ikan koi bahasa latinnya adalah cyprinus carpio L. Ikan hias ini pertama kali dikembangkan di negara Jepang. Ikan koi mempunyai prospek pasar yang bagus tidak hanya dometik tapi luar negeri. Bahkan sebagian masyarakat Jepang meyakini ikan koi merupakan ikan yang membaa hoki atau keberuntungan,” kata Hardi.

Di samping mempunyai warna yang khas, tambah Hardi, harga ikan koi termasuk ikan yang mahal. Biasanya para pecinta ikan koi memeliharanya di kolam kecil di rumah.

“Kota Kotamobagu mempunyai sumber daya air yang sangat melimpah. Jadi peluang ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Meski demikian kata hardi, pengembangbiakkan yang dilakukan Dinas Pertanian masih terbatas dan belum diperjualbelikan secara umum. Pasalnya, masih menunggu berlakunya Perda tentang Balai Benih Ikan.

“Jika Perda sudah berlaku, kami bisa menjual bibit ikan koi kepada masyarakat dan ini menjadi salah satu sumber PAD Kotamobagu,” jelasnya.(ads/gito)

Aparatur Desa se-Kotamobagu Ikuti Pelatihan Pengelolaan Dandes

ZONA KOTAMOBAGU – Seluruh aparat pemerintah desa di Kota Kotamobagu mendapat pembekalan pengelolaan keuangan desa tahun 2017, bertempat di Restoran Lembah Bening, Selasa (07/03). Pelatihan dalam bidang pengelolaan keuangan desa tersebut bertujuan untuk lebih menambah pengetahuan dalam pengelolaan dan perencanaan penggunaan dan desa (Dandes).

Sekretaris Daerah Kotamobagu Tahlis Gallang saat membuka pelatihan tersebut mengatakan, aparatur desa sangat penting untuk mengetahui soal regulasi dalam tata kelolah keuangan dana desa.

“Ini agar penyerapan anggaran sesuai ketentuan, sekaligus menyukseskan program Nawacita Presiden dan senergitas pengelolaan dana yang ada di desa,” kata Tahlis.

PP Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa yang dijabarkan dalam Peraturan Menteri Keuangan tentang Pengelolaan Dana Desa menegaskan, koordinasi itu diperlukan guna mempercepat road map dana desa dalam menetapkan menyalurkan serta melakukan pengelolaan. Dalam road map itu kata Tahlis, disertai proses persiapan peningkatan kapasitas aparatur desa.

“Pengelolaan dana desa memerlukan kesiapan aparatur desa dalam pengelolaan dana desa dan masyarakat dalam pemanfaatan dana tersebut,” papar Tahlis.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kotamobagu Teddy Makalalag menambahkan, kegiatan itu untuk menjabarkan kesiapan aparatur desa tenaga dan masyarakat desa dalam pengelolaan dan pemanfaatan dana.

“Kami juga perlu melakukan peningkatan kapasitas kelembagaan dan aparatur dalam pengelolaan dana desa dan termasuk kelanjutan pengelolaan aset desa,” urai dia.

Pelatihan yang diikuti 68 aparat dari 15 desa di Kotamobagu itu akan terus ditingkatkan setiap tahunnya. Setiap tahun kata Teddy, dituntut pengelolaan dana desa agar lebih baik lagi agar berguna untuk membangun desa.

“Pengelolaan dana ini bertumpu terutama pada aparatur desa. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas aparatur menjadi penting,’” tuturnya.

Masih kata Teddy, pelatihan aparatur pemerintah desa sebenarnya sudah berjalan baik menurut evaluasi. Namun, pelatihan harus kembali diintensifkan untuk memastikan aparatur desa paham betul soal pengelolaan dana desa hingga pertanggungjawabannya.

“Dengan demikian, dana desa dipastikan sepenuhnya untuk pembangunan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Kepala desa dan aparatur desa lain menjadi kunci tercapainya tujuan digulirkannya dana desa,” jelasnya.(ads/gito)

Pemkot Kotamobagu Kembali Gelar Pasar Murah

ZONA KOTAMOBAGU – Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga cabai dan tomat, Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu terus melakukan kegiatan pasar murah di wilayahnya.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi UKM (Disperdagkop-UKM) Kotamobagu, Herman Aray mengatakan, kegiatan itu diselenggarakan atas kerja sama Pemkot Kotamobagu dan Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) Gorontalo.

“Harga tomat dan cabai di pasaran sebelumnya Rp125 hingga 140 ribu per kilonya. Dengan kegiatan ini Pemkot Kotamobagu memberikan harga Rp95 ribu per kilo,” kata Aray saat dikonfirmasi zonabmr.com, Senin (06/03).

Aray menambahkan, pihaknya akan kembali mengelar kegiatan serupa pekan depan. “Kegiatan ini rencananya akan kembali digelar pada Sabtu pekan depan. Untuk pelaksanaanya kita masih akan melihat lokasi mana yang akan digunakan nanti,” ungkapnya.(ads/gito)

Pemkot Kotamobagu Ganti Dua Guru Kontrak

Dra. Rukmi Simbala, MAP

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu melakukan proses penggantian dua guru kontrak yang mendapat SK pada tahun 2016 lalu. Hal tersebut sebagaimana disampaikan Kepala Sub Bagian Kepegawaian Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Kotamobagu, Kusnadi Pobela, Senin (06/03) pagi tadi

“Dua guru SD itu sudah tidak bekerja lagi sebagai guru,” kata Pobela. Lanjutnya, saat ini Diknas tengah melakukan perpanjangan SK para guru kontrak yang terangkat pada tahun yang sebelumnya. “SK-nya tinggal diserahkan. Untuk guru TK dan SD jumlahnya 105, SMP 17 dengan total keseluruhan 122,” ujarnya.

Kepala Diknas Kota Kotamobagu, Rukmi Simbala juga mengatakan, di tahun 2017 akan ada penerimaan 40 guru kontrak dengan ketentu harus memiliki Nomor Unik Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).

“Selain itu syaratnya, guru tersebut juga sudah mengabdi maksimal 5 tahun dan memiliki ijazah S1,” katanya.

SK yang diterbitkan itu berlaku selama 3 bulan. Waktu tersebut juga merupakan rekomendasi dari Badan Pemeriksa Keuangan. “Ini agar supaya proses evaluasi juga lebih mudah. Sehingga jika ada para guru kontrak yang tidak bekerja maksimal langsung diganti. Yang kinerjanya baik pasti dilanjutkan,” ujar Rukmi.(ads/gito)

Humas Setda Tomohon “Berguru” di Diskominfo Kotamobagu

Suasana pertemuan di ruangan Kadis Kominfo Kotamobagu

ZONA KOTAMOBAGU – Setelah pekan sebelumnya menerima kunjungan dari Diskominfo Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, kali ini Diskominfo Kotamobagu kembali menerima kunjungan kerja dari Bagian Humas dan Protokoler Pemerintah Kota Tomohon, Senin (03/2). Kunjungan tim Humas Setda Tomohon tersebut diterima Kadis Kominfo Moch Agung Adati,, Kabid Statistik Informasi dan Komunikasi Publik Moch. Fahri Damopolii, dan Kasi Kemitraan Informasi dan Komunikasi Publik, Dewi Fatmasari.

Kasubag Humas Setda Tomohon, Swasti Yogi Winadio mengaku, kedatangan mereka bertujuan untuk saling tukar pikiran mengenai metode pengelolaan penyebarluasan informasi pemerintahan yang saat ini dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika Kotamobagu.

“Tujuan kami ke sini yaitu selain tukar pikiran mengenai pengelolaan penyebarluasan informasi pemerintah kepada masyarakat melalui kerja sama dengan media cetak maupun eletronik, juga kami ingin meniru beberapa metode kerja sama antara pihak pemerintah dengan media yang belum diterapkan di Pemkot Tomohon sendiri,“ ungkap

Ditambahkan, kunjungan itu juga merupakan rekomendasi dari beberapa media cetak maupun eletronik yang menjalin kerja sama dengan Setda Tomohon. “Ada rekomendasi dari beberapa media bahwa salah satu daerah yang mempunyai tata kelola terbaik mengenai kerja sama dengan media selain Pemprov Sulut, yaitu Pemerintah Kota Kotamobagu.”

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Moch. Agung Adati menyambut baik kedatangan bagian humas Setda Tomohon tersebut. ”Pada dasarnya, kami menyambut baik siapa saja yang ingin datang untuk bertukar pikiran mengenai metode kerja sama penyebarluasan informasi pemerintah daerah, termasuk dari Pemkot Tomohon. Kuncinya, jika metode kerja sama antara pihak pemerintah dengan media dilakukan dengan baik dan benar, maka itu pasti akan bermanfaat untuk kemajuan daerah,” akunya.(ads/gito)

Dandes Kotamobagu Naik, Desa Penerima Bertambah

ZONA KOTAMOBAGU – Jumlah penerima dana desa (Dandes) di Kotamobagu tahun ini bertambah. Tiga desa yang tidak terakomodir pada 2015 dan 2016 lalu, tahun ini terakomodir oleh pemerintah pusat.

Tiga desa tersebut yakni Pontodon Timur, Kecamatan Kotamobagu Utara, Moyag Tampoan dan Todulan, Kecamatan Kotamobagu Timur. Dengan begitu jumlah penerima dana desa menjadi 15 dari 12 desa sebelumnya.

Selain ketambahan jumlah desa penerima dana, tahun ini juga 12 desa mengalami kenaikan dana. Menurut Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Hamdan Monigi, rata- rata dana yang akan masuk ke desa tahun ini mengalami kenaikan sekira 20 persen dari tahun 2016.

“Informasi terakhir yang kami terima, Maret ini Dandes sudah ditransfer pemerintah pusat ke RKUD (Rekening Kas Umum Daerah). Kita tinggal menunggu. Kalau sudah masuk RKUD langsung dikirim ke rekening masing- masing desa,” ungkapnya.

Sebelumnya Sekretaris Kota Kotamobagu Tahlis Gallang mengatakan, dari evaluasi yang sudah dilakukan, rata- rata pengelolaan dana desa 2016 mencapai 100 persen. Data itu, kata Tahlis, menunjukkan pengelolaan dana desa di Kotamobagu maksimal dan baik.

“Untuk dana desa 2017 sama seperti 2016 lalu. Pengawalan akan terus dilakukan agar tidak ada desa yang salah jalan. Pengelolaan dana desa harus selalu transparan, serta bentuk pertanggungjawabannya itu yang penting. Harus jelas karena ada audit,” katanya.(ads/ldy)

Berikut Besaran Dana Desa di Kotamobagu:

Nama Desa          Anggaran 2017              Anggaran 2016
Bilalang I1.041.743.000860.803.000
Bilalang II1.131.487.000924.233.000
Pontodon907.277.000729.487.000
Sia856.171.000703.068.000
Pontodon Timur871.840.000
Moyag923.606.000801.377.000
Kobo Kecil1.108.010.000923.956.000
Moyag Tampoan867.829.000
Moyag Todulan873.958.000
Poyowa Besar I1.224.078.000898.644.000
Poyowa Besar II1.133.543.000904.570.000
Tabang1.073.053.000873.627.000
Bungko935.449.000780.392.000
Kopandakan I1.104.881.000890.978.000
Poyowa Kecil1.118.557.000950.775.000
Total 15.171.482.00010.241.910.000
(Sumber: Dinas PMD Kotamobagu)

Sejumlah Titik Rawan Bakal Dipasang Rambu Lalu Lintas

ZONA BOLMONG — Di Tahun 2017 ini, Dinas Perhubungan Bolmong memrogramkan pemasangan rambu lalu lintas di beberapa titik rawan. Itu dilakukan guna mengantisipasi kecelakaan lalu lintas.

Kepala Bidang Prasarana Dinas Perhubungan Bolmong, Zulfadhli Binol mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bolmong sudah memrogramkan pemasangan rambu lalu lintas tahun ini, dengan anggaran berkirasar Rp100 Juta.

“Juga ada pembagian jalan antara jalan nasional, provinsi, dan kabupaten,” ujarnya.

Ia menjelaskan, memang ada pembagian tugas antara Dinas Perhubungan Bolmong dan Sulut. Untuk program tahun 2017, rambu-rambu lalu lintas seperti di Passi, Dumoga akan dibangun.

“Ada yang dua jalur, akan pasang tanda putar balik. deliniator, marka jalan, paku jalan. Semuanya sudah kami programkan tahun ini. Ada juga yang jalan provinsi, tapi sudah kami usulkan untuk dibangun,” katanya.

Apabila nantinya sudah dipasang rambu-rambu lalu lintas tersebut, seharusnya masyarakat juga turut merawat.

“Jadi, masyarakat harus menjaga apa yang sudah dibangun, dirawat bersama, sehingga lebih bertambah, bukan berkurang pembangunannya,” harap Binol(gung)