Beranda blog Halaman 35

Pasar Malam GGC di Sinindian Hidupkan Ekonomi Lokal, Gandeng UMKM dan Dukung Pengelolaan Sampah

Pasar Malam GGC di Sinindian Hidupkan Ekonomi Lokal, Gandeng UMKM dan Dukung Pengelolaan Sampah
Suasana Pasar Malam GGC di Kelurahan Sinindian (Foto: Udi)

Kotamobagu, ZONABMR.COM — Mengisi masa liburan sekolah dan memberikan hiburan bagi masyarakat, pasar malam yang dikelola Manajemen Ganteng-Ganteng Ceria (GGC) hadir meriah di Lapangan Kelurahan Sinindian, Kecamatan Kotamobagu Timur.

Tak hanya menyuguhkan wahana hiburan seperti komidi putar, tong setan, rumah hantu dan lainnya, GGC juga memberi ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk mengembangkan usaha mereka.

Ditemui Sabtu 28 April 2025, Manajer GGC, Aldyansah, mengungkapkan bahwa keterlibatan UMKM menjadi bagian penting dalam kegiatan pasar malam ini.

“Kami menyediakan tenant-tenant bagi pelaku usaha lokal, mulai dari penjual makanan, mainan anak, sepatu, hingga pakaian. Ini bentuk dukungan kami terhadap ekonomi lokal,” ujarnya.

Pasar malam GGC terbuka setiap hari tanpa tiket masuk, kecuali pada malam-malam tertentu ketika diadakan pertunjukan musik yang menghadirkan artis lokal Sulawesi Utara hingga artis timur Indonesia yang sudah cukup dikenal, seperti Richard Jersey.

“Biasanya kami hadirkan hiburan musik di malam Kamis dan malam Minggu. Pada hari-hari itu, baru diberlakukan tiket masuk,” jelas Aldyansah.

Harganya pun cukup terjangkau, dengan tarif rata-rata sekitar Rp15.000 per wahana, menjadikan pasar malam ini ramah untuk semua kalangan masyarakat.

Lebih dari sekadar bisnis hiburan, GGC juga menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Aldyansah menuturkan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkot Kotamobagu untuk pengelolaan sampah di area pasar malam.

“Kami tidak hanya menyediakan tempat sampah di berbagai titik, tetapi juga telah berkomitmen memisahkan sampah basah dan sampah kering. Ini untuk mendukung proses pengelolaan sampah yang lebih baik,” tambahnya.

Kehadiran pasar malam GGC di Kotamobagu tak hanya menjadi sarana hiburan keluarga, tapi juga wujud sinergi antara pelaku usaha dan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesadaran lingkungan.

Semarak Hari Bhayangkara ke-79, Gubernur Sulut Ikut Jalan Sehat Bersama Polres Kotamobagu

Semarak Hari Bhayangkara ke-79, Gubernur Sulut Ikut Jalan Sehat Bersama Polres Kotamobagu
Gubernur Sulut, Yulius Selvanus Komaling Didampingi Kapolres Kotamobagu AKBP Irwanto dan Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib (Foto: Zul)

Kotamobagu, ZONABMR.COM — Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Polres Kotamobagu menggelar kegiatan jalan sehat yang diikuti oleh jajaran Forkopimda dan masyarakat Kota Kotamobagu, Sabtu (28/6/2025).

Acara ini menjadi istimewa karena turut dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen (Purn) Yulius Selvanus.

Kegiatan jalan sehat menempuh rute mengelilingi kawasan pusat kota, dimulai dari halaman Markas Komando (Mako) Polres Kotamobagu dan kembali finish di tempat yang sama.

Ribuan peserta tampak antusias mengikuti olahraga bersama yang berlangsung sejak pagi hari tersebut.

Dalam sambutannya, Gubernur Yulius Selvanus menekankan pentingnya menjaga kebugaran tubuh melalui kegiatan seperti jalan sehat.

“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk dilakukan secara rutin. Bangun pagi, hirup udara segar, dan bergerak ringan adalah bagian dari pola hidup sehat. Seperti pepatah mengatakan mens sana in corpore sano — dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat,” ujar Gubernur.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh anggota Polri, khususnya jajaran Polres Kotamobagu.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, saya mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-79 kepada Polri, khususnya Polres Kotamobagu. Semoga terus menjadi pelindung dan pengayom masyarakat,” tambahnya.

Kapolres Kotamobagu, AKBP Irwanto SIK MH, mengungkapkan rasa bangganya atas kehadiran Gubernur dalam kegiatan tersebut. “Kami merasa sangat terhormat, karena Bapak Gubernur berkenan hadir dan ikut serta dalam jalan sehat bersama jajaran Polres Kotamobagu, Forkopimda, dan masyarakat. Ini menjadi semangat tersendiri bagi kami dalam memperingati Hari Bhayangkara,” ujarnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib dan Rendy V. Mangkat, Kepala Kejaksaan Negeri Kotamobagu, Dandim 1303 Bolaang Mongondow, Ketua Pengadilan Negeri, Kepala Kantor Kementerian Agama, Kepala Rutan Kotamobagu.

Ketua TP-PKK, Ketua Bhayangkari, serta tokoh muda kebanggaan BMR, Aditya Anugrah Moha (ADM) juga turut hadir.

Dalam kegiatan itu juga, Polres Kotamobagu membagikan door prize khusus untuk petani dan juga untuk umum, senilai ratusan juta rupiah.

Semangat kebersamaan dan semarak Hari Bhayangkara terlihat jelas sepanjang kegiatan, mencerminkan sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan keharmonisan di daerah.

Meriahkan Hari Bhayangkara ke-79! Yuk, Ikut Jalan Sehat Bareng Polres Kotamobagu!

Meriahkan Hari Bhayangkara ke-79! Yuk, Ikut Jalan Sehat Bareng Polres Kotamobagu!
Yuk, Ikut Jalan Sehat Bareng Polres Kotamobagu!

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Momen seru, sehat, dan penuh hadiah bakal hadir di Kota Kotamobagu!

Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Polres Kotamobagu menggelar Jalan Sehat Bersama yang terbuka untuk seluruh masyarakat, Sabtu, 28 Juni 2025, mulai pukul 06.00 WITA, dengan titik start dan finish di Mapolres Kotamobagu.

Dengan mengangkat tema nasional “POLRI untuk Masyarakat”, acara ini tak sekadar ajang olahraga, tapi juga momen spesial untuk menjalin silaturahmi, memperkuat kebersamaan, sekaligus menumbuhkan semangat hidup sehat di tengah masyarakat.

Apa saja yang bikin acara ini wajib kamu datangi?

Zumba bareng ZIN Beby Vivian – Instruktur zumba profesional ini siap mengajak kamu bergoyang dengan irama penuh semangat!

Dipandu oleh duo MC seru: MC Vicky dan Bripol Vinny Tamboto, sosok muda inspiratif yang sudah dikenal luas di Kotamobagu.

Guest Star: Overjoyed Band! – Grup musik lokal yang siap menghibur kamu dengan lagu-lagu asyik dan penuh warna!

Hadiah? Jangan khawatir, banjir door prize menanti!

Mulai dari peralatan elektronik, alat rumah tangga. Hingga hadiah spesial khusus untuk petani, seperti mesin paras, alat semprot dll.

AKP Edi Haryanto, Kasat Binmas Polres Kotamobagu, mengajak masyarakat untuk tidak melewatkan momen ini.

“Jalan sehat ini jadi bukti nyata kedekatan Polri dengan masyarakat. Yuk, kita semarakkan Hari Bhayangkara dengan kegiatan yang sehat, positif, dan menyenangkan,” ajaknya penuh semangat.

Jadi, catat tanggalnya dan ajak keluarga, teman, dan tetangga untuk ikut ramaikan! Sabtu, 28 Juni 2025, Pukul 06.00 WITA di Mapolres Kotamobagu.

Bersama kita buktikan: Polri hadir untuk masyarakat!

Kapolres Kotamobagu Tegaskan Sekolah Dilarang Lakukan Pungutan: “Kami Tidak Main-main!”

Anggota Polres Kotamobagu Dilarang Sombong
Kapolres Kotamobagu AKBP Irwanto, SIK, MH

Kotamobagu, ZONABMR.COM — Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kotamobagu, AKBP Irwanto SIK MH, mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh sekolah negeri di wilayah hukumnya. Ia menegaskan, tidak boleh ada pungutan dalam bentuk apa pun yang dibebankan kepada siswa atau orang tua murid.

Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Irwanto menilai praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan pendidikan, sekecil apa pun bentuknya, berpotensi merusak masa depan pelajar dan mengganggu upaya menciptakan Generasi Emas yang diidamkan bangsa.

“Segala bentuk pungutan tanpa dasar hukum yang membebani orang tua murid adalah pungli. Dan kami akan bertindak,” ujar Irwanto kepada wartawan, Selasa 24 Juni 2025.

Mantan Koorspripim Polda Sulut itu menekankan bahwa komitmen pemberantasan pungli di sekolah merupakan bagian dari misi besar bersama—antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan seluruh unsur pendidikan—untuk menjaga integritas dunia pendidikan.

“Generasi Emas itu bukan slogan kosong. Itu visi besar yang hanya bisa tercapai jika dunia pendidikan kita bersih dan berkualitas. Polisi tidak bisa kerja sendiri, kita butuh dukungan semua pihak,” tegas perwira dua melati tersebut.

Ia juga memastikan bahwa jajaran Polres Kotamobagu tidak akan mentolerir pelanggaran ini.

“Jika ada laporan dan bukti praktik pungli, kami tidak akan ragu mengambil tindakan tegas,” pungkasnya.

Sunandar Harsono Marwan: Sahabat Ceria yang Pergi dengan Senyum dan Semangat

~ Tapi bagaimana mungkin bisa lama marah pada seseorang yang setiap canda dan tawanya mampu mencairkan suasana? ~

Sunandar Harsono Marwan: Sahabat Ceria yang Pergi dengan Senyum dan Semangat
Sunandar Harsono Marwan

Opini, ZONABMR.COM – Tiga dekade lalu, pagi yang biasa di awal masa SMP menjadi awal dari sebuah persahabatan yang tak biasa.

Saat itu, saya mengenalnya untuk pertama kali—remaja berambut ikal dengan senyum ceria yang tak pernah absen.

“Sunandar Harsono Marwan,” jawabnya lugas ketika saya tanyakan namanya.

Sejak saat itu, kami berada di kelas yang sama meski tak sebangku, dan sejak saat itu pula, hidup saya tak pernah benar-benar lepas dari kehadirannya.

Sunandar Harsono Marwan: Sahabat Ceria yang Pergi dengan Senyum dan Semangat
Kenangan saat SMP bersama Almarhum

Sunandar—atau Nandar, begitu kami biasa memanggilnya—adalah sosok yang penuh warna.

Tingkah konyolnya seringkali membuat saya, ketua kelas saat itu, harus menahan kesal, apalagi ketika guru kelas sebelah datang menegur karena kegaduhan yang ia dan teman-teman buat saat jam kosong.

Tapi bagaimana mungkin bisa lama marah pada seseorang yang setiap canda dan tawanya mampu mencairkan suasana?

Persahabatan kami tak berhenti di dalam ruang kelas.

Letak rumah kami yang berdekatan, ia di Kampung Baru dan saya Mogolaing, membuat kami kerap berjalan kaki menyusuri Kotamobagu setiap sore, bersama satu sahabat lainnya.

Di masa itu, mikrolet masih mendominasi jalanan sebelum digantikan bentor.

Kami tumbuh bersama, dari bangku SMP ke SMA, dari sebangku menjadi sesama pengurus OSIS, hingga ia menjabat sebagai ketua OSIS dan saya tetap setia mendampinginya di belakang layar.

Setelah SMA, hidup kembali mempertemukan kami sebagai mahasiswa di kota yang sama—Manado. Ia kuliah di Politeknik, saya di Unsrat.

Kami saling bergantian menginap di kos-kosan masing-masing, menikmati masa muda dengan segala cerita yang menyertainya.

Saya masih ingat ketika ia akhirnya mengontrak rumah di Malalayang bersama kakaknya. Di sanalah, persahabatan kami berakar semakin dalam.

Sunandar bukan hanya sahabat, tapi jiwa pemersatu.

Ia dikenal sebagai penggagas acara reuni dengan “kedok event” atau dengan alasan biar tidak lupa wajah jika ketemu di jalan yang entah bagaimana selalu sukses ia jalankan dengan gaya khasnya: spontan, hangat, dan penuh tawa.

Sunandar Harsono Marwan: Sahabat Ceria yang Pergi dengan Senyum dan Semangat
Reuni Alumni Angkatan 1998 SMP N 1 Kotamobagu yang Digagas Almarhum Nandar

Bahkan setelah menikah, ia tetap menjadi pusat pertemuan kami di tempat usahanya: rental PS yang kemudian menjadi saksi awal jatuh bangunnya sebagai wirausahawan.

Saya bersyukur menjadi bagian dari setiap bab perjalanan hidupnya: dari mendengarkan impian politiknya saat maju sebagai caleg, menyusun menu usaha kulinernya, mendokumentasikan jualannya, hingga sukses dengan usaha kuliner itu.

Ia tak pernah meminta imbalan, dan saya tak pernah meminta bayaran. Karena dalam persahabatan kami, keikhlasan adalah mata uang yang berlaku.

Beberapa tahun terakhir, intensitas pertemuan memang berkurang.

Tapi Nandar tetap jadi sosok yang paling rajin menyapa duluan di grup WA. Ia pula yang dengan semangat mengajak saya bergabung dengan Kokot Runners—komunitas lari yang belakangan begitu ia cintai.

Satu hal yang tak akan pernah saya lupa adalah percakapan terakhir kami. Ia tengah mempersiapkan diri ikut marathon di Jogja. Saya sempat khawatir, menyarankan agar ia tidak memforsir diri.

Tapi ia menjawab dengan yakin, “Ini yang terakhir. Setelah ini saya santai saja.” Saya tak pernah menyangka, itu benar-benar yang terakhir.

Ia jatuh di kilometer 41, satu kilometer sebelum garis akhir.

Namun bahkan di detik-detik terakhirnya, Nandar masih menyemangati pelari lain. Seorang peserta bahkan menulis pengalamannya di media daring Jogja—betapa Sunandar adalah penyemangat sejati.

Kini, sahabat itu telah tiada. Tapi semangat, tawa, dan kebaikannya akan terus hidup dalam ingatan semua orang yang pernah mengenalnya.

Selamat jalan, Ndar. Sahabat, pemersatu, dan penyemangat sejati—engkau pergi dengan cara yang paling menggambarkanmu: berlari bersama semangat, hingga akhir.

RSB Dukung WPR: Dorongan dari Balik Layar untuk Pertambangan Legal di Gorontalo

RSB Dukung WPR: Dorongan dari Balik Layar untuk Pertambangan Legal di Gorontalo
RSB Dukung WPR: Dorongan dari Balik Layar untuk Pertambangan Legal di Gorontalo

Gorontalo, ZONABMR.COM – Nama Revan Saputra Bangsawan (RSB) belakangan ramai disebut dalam berbagai diskusi soal pertambangan di Gorontalo.

Meski lebih banyak bergerak di balik layar, RSB akhirnya angkat suara, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembentukan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) di provinsi tersebut.

Menurut RSB, kehadiran WPR menjadi jalan tengah yang ideal untuk membuka akses legal bagi masyarakat dalam melakukan aktivitas tambang.

Ia menyebut, wacana ini bukan hal baru, melainkan hasil dari proses panjang bersama sejumlah kepala daerah, termasuk gubernur, para bupati, serta Ketua DPRD Provinsi Gorontalo.

“Meskipun saya lebih banyak berperan di balik layar, saya berkomitmen mengawal proses ini secara moril maupun materil. Ini demi kemaslahatan masyarakat,” ujarnya dalam pernyataan tertulis.

RSB juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mendorong terwujudnya WPR.

Ia menegaskan bahwa peran siapa pun, sekecil apa pun, akan sangat berarti dalam menciptakan sistem pertambangan yang sah dan berkeadilan.

“Kalau memang bisa saya bantu, saya bantu sepenuh hati,” tegasnya.

Dukungan terhadap inisiatif ini juga datang dari berbagai tokoh daerah.

Mantan Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, misalnya, menekankan pentingnya percepatan penyusunan dokumen legal agar pengelolaan WPR bisa segera berjalan.

“Sumber daya alam harus kembali kepada rakyat. Perusahaan yang punya izin wajib segera beroperasi agar manfaatnya langsung terasa,” tegasnya.

Ketua DPRD Gorontalo, Thomas Mopili, juga menyatakan hal senada.

Ia mengakui telah membicarakan pembentukan WPR bersama RSB dan menilai langkah tersebut sebagai upaya strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui legalisasi pertambangan rakyat.

Di Bone Bolango, Bupati Ismet Mile mengaku telah menjalin kolaborasi erat dengan RSB.

“Tujuan kami jelas: agar masyarakat bisa merasakan langsung hasil tambang lewat mekanisme yang sah dan transparan,” kata Ismet.

Kehadiran RSB di pusaran isu WPR sebenarnya bukan karena ambisi pribadi, melainkan lebih pada tanggung jawab moral saat namanya mulai banyak disebut di sejumlah media.

Ia menyebut, keterlibatannya murni sebagai bentuk kepedulian terhadap nasib masyarakat tambang dan masa depan pertambangan legal di Gorontalo.

Bagi RSB, WPR bukan sekadar skema. Ini adalah jembatan bagi masyarakat untuk mendapat kepastian hukum, sekaligus ruang bagi daerah untuk mengelola sumber daya alamnya secara adil, transparan, dan berkelanjutan.

Dituding Terlibat Tambang Emas Ilegal, Dua Oknum TNI Bantah: “Fitnah dan Tidak Berdasar”

Dituding Terlibat Tambang Emas Ilegal, Dua Oknum TNI Bantah: “Fitnah dan Tidak Berdasar”
Ilustrasi

BMR, ZONABMR.COM – Tuduhan keterlibatan dua anggota TNI dalam aktivitas tambang emas ilegal di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR), Sulawesi Utara, memicu kontroversi.

Namun pihak yang disebut langsung membantah keras dugaan tersebut, menyebutnya sebagai fitnah yang mencemarkan nama baik.

Dua prajurit TNI yang dimaksud—Serda FN dari Kodim 1303 Bolmong dan Serda BF dari Lanud Sri Manado—menyatakan bahwa mereka sama sekali tidak terlibat dalam praktik tambang ilegal sebagaimana diberitakan salah satu media online beberapa hari lalu.

“Itu tidak benar. Saya sangat kaget membaca berita itu,” tegas Serda BF saat dikonfirmasi. Ia menyebut, tidak pernah ada upaya konfirmasi dari pihak media sebelum namanya dicantumkan dalam pemberitaan.

Menurut BF, tudingan tersebut bukan hanya merugikan secara pribadi, tetapi juga mencoreng nama institusi TNI.

Ia menyatakan siap bekerja sama dengan aparat penegak hukum guna membuktikan bahwa dirinya bersih dari keterlibatan apa pun.

Hal serupa disampaikan oleh Serda FN. “Itu fitnah. Apa yang ditulis media tersebut sama sekali tidak benar,” ujarnya. FN juga menyoroti pencatutan nama Revan Sahputra Bangsawan (RSB) dalam laporan itu.

Ia menegaskan, baik dirinya maupun RSB tidak memiliki kaitan dengan aktivitas di lokasi tambang.

“RSB tidak terlibat, baik sebagai pemodal, pelindung, maupun bagian dari kegiatan pertambangan di wilayah mana pun,” tegasnya.

Keduanya mendesak agar klarifikasi ini menjadi perhatian publik dan pihak media, seraya mengingatkan pentingnya akurasi dan etika dalam pemberitaan.

Mereka juga menyerukan agar informasi yang belum diverifikasi tidak disebarluaskan secara sembarangan.

Hingga laporan ini ditulis, media yang pertama kali memuat tudingan tersebut belum memberikan tanggapan resmi atas keberatan dari pihak-pihak yang disebutkan.

Benarkah RSB Terlibat PETI dan Dibekingi Oknum TNI? Ini Faktanya

Tolak Tambang Ilegal, Revan Saputra Bangsawan Dorong Pembentukan Koperasi Pertambangan Rakyat
Revan Saputra Bangsawan

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Nama Revan Saputra Bangsawan (RSB) kembali muncul dalam sejumlah pemberitaan terkait aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR). Bahkan, ia dituding mendapat dukungan dari oknum anggota TNI.

Namun benarkah tudingan tersebut?

Dikonfirmasi terpisah, RSB membantah keras semua tuduhan itu.

“Saya tidak pernah terlibat PETI, apalagi dibekingi siapa pun. Ini murni fitnah,” tegasnya.

Yang menarik, sejumlah warga justru menyatakan hal berbeda dari pemberitaan.

Buyung Pontoh, seorang petani, menuturkan bahwa RSB selama ini dikenal aktif membantu pembangunan jalan perkebunan dan tak pernah terlihat di lokasi tambang ilegal.

“Kalau soal tambang, saya rasa itu hanya tudingan tanpa bukti,” ujarnya.

Warga lain, Robi Dayo, bahkan menantang media yang memuat tuduhan tersebut untuk menunjukkan bukti di lapangan.

“Silakan cek lokasi yang dimaksud. Kalau memang benar. Tapi saya tahu persis siapa RSB,” katanya.

RSB sendiri mengaku siap membantu para penambang tradisional agar bisa bekerja secara legal, termasuk mendorong pembentukan koperasi dan Wilayah Pertambangan Rakyat.

Kasus ini menjadi sorotan, karena pentingnya akurasi informasi dan tanggung jawab media dalam menyampaikan berita yang berimbang.

Sebelumnya, Frangky Nento, personel Intel TNI AD dari Kodim 1303 Bolmong, menyampaikan keberatannya atas pemberitaan sejumlah media yang menyebut dirinya mengaku sebagai anggota Badan Intelijen Negara (BIN).

Pernyataan tersebut disampaikan Nento dalam klarifikasinya kepada media, Senin 9 Juni 2025 malam, di sebuah rumah kopi di Manado.

“Saya sangat keberatan dan marah karena diberitakan mengaku sebagai anggota BIN, padahal saya tidak pernah mengatakan hal itu. Jika saya memang pernah mengaku, buktikan! Saya siap membayar siapa saja yang bisa membuktikan,” ujar Nento dengan nada tegas.

Menanggapi polemik pemberitaan sepihak terhadap RSB, Plt Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara, Vanny Loupatty, menyarankan agar konflik ini menjadi bahan refleksi bagi kalangan jurnalis.

“Kita harus tetap menjaga profesionalitas dan integritas sebagai insan pers. Jika menyebut sebuah karya sebagai investigasi, maka harus dilakukan dengan metodologi yang benar dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Loupatty mengingatkan bahwa praktik jurnalistik yang tidak utuh dan bersifat tendensius bisa merusak kepercayaan publik terhadap media.

“Jurnalistik yang dilakukan secara setengah-setengah hanya akan menciptakan preseden buruk dan membuka ruang bagi kriminalisasi terhadap wartawan. Mari kita bangun jurnalistik yang adil dan bermartabat,” tutupnya.

Musisi Lokal BMR Mulai Menggeliat: Saatnya Kita Bangun Ekosistem yang Sehat untuk Musik Daerah

~Mari kita dukung mereka bukan karena mereka “teman”, tapi karena mereka hebat dengan karya-karyanya~

Musisi Lokal BMR Mulai Menggeliat: Saatnya Kita Bangun Ekosistem yang Sehat untuk Musik Daerah
Ilustrasi

Opini, ZONABMR.COM – Di tengah hiruk-pikuk perkembangan musik nasional yang sering kali didominasi oleh industri besar dan kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, atau Surabaya, geliat para musisi lokal dalam beberapa tahun terakhir di wilayah Bolmong Raya (BMR) mulai terasa menghangat.

Dari genre pop, rock, hip hop, hingga folk dan musik tradisional, seniman musik dari berbagai penjuru BMR mulai berani muncul ke permukaan, memperkenalkan karya-karya orisinil yang tak kalah menarik dari produk-produk musik arus utama.

Mereka hadir menciptakan karya orisinil dari ruang-ruang komunitas kecil, hingga meramaikan kanal digital dengan semangat dan idealisme yang kuat.

Fenomena ini banyak dimotori oleh event-event kolektif yang digagas secara mandiri oleh komunitas musik lokal—sebut saja Jarod Fest, Easternmost, Bersuanada dll.

Event semacam ini bukan hanya jadi ruang tampil, tapi juga jadi ajang konsolidasi, kolaborasi, dan pembuktian bahwa potensi musik daerah ini bukan sekadar pelengkap panggung hiburan lokal, melainkan bisa menjadi wajah baru musik Indonesia dari Timur.

Tentu ini adalah angin segar bagi perkembangan musik di tingkat lokal.

Para local heroes kini tidak hanya puas menjadi penghibur di pesta atau acara komunitas, tapi mulai berani menulis lagu sendiri, merekam, bahkan mempublikasikannya lewat platform digital.

Ini adalah lompatan penting, karena musik orisinil adalah napas dari sebuah identitas yang khas dan otentik.

Jangan Sekadar Tren Musiman

Namun, ada satu kekhawatiran yang tak bisa dihindari: jangan sampai geliat ini hanya menjadi seperti cendawan di musim hujan—tumbuh cepat tapi menghilang saat kemarau datang.

Untuk menjaga keberlangsungan perkembangan ini, perlu dibangun ekosistem yang kuat: dukungan, apresiasi, dan solidaritas.

Sayangnya, kita harus jujur mengakui bahwa dukungan terhadap musisi lokal masih jauh dari ideal.

Budaya gengsi, merasa lebih unggul, hingga meremehkan pencapaian rekan sendiri masih kerap menjadi batu sandungan.

Ini adalah penyakit sosial yang sering kali mematikan semangat kolaboratif dalam komunitas kreatif.

“Kadang kita kalah bukan karena tak mampu, tapi karena sesama pelaku saling diam dan tak mau saling dorong” – Indra Umbola (Gitaris Krayon InS & Ampowplur)

Solusi: Kolaborasi, Apresiasi, dan Ruang Tampil

Jika kita ingin musik lokal bertumbuh dan memiliki tempat yang layak di panggung nasional, maka semangat kebersamaan dan saling dukung harus dikedepankan.

Pemerintah, pelaku usaha, media lokal, dan tentu saja masyarakat luas, harus mengambil bagian dalam menciptakan ruang yang aman, suportif, dan terbuka bagi para musisi lokal.

Kolaborasi: Musisi lintas genre dan generasi harus saling membuka pintu kerja sama.

Media lokal: Perlu memberi ruang lebih untuk promosi karya orisinil, bukan hanya berita viral.

Pemerintah daerah: Dapat menginisiasi festival tahunan khusus karya orisinil BMR.

Sponsor lokal: UMKM, kafe, dan bisnis lain bisa ikut mendukung lewat pembiayaan mini-event atau rilisan.

Karena pada akhirnya, para musisi ini bukan hanya sedang berkarya untuk dirinya sendiri. Mereka adalah wajah kita, suara daerah kita, dan potensi besar yang bisa mengangkat nama Bolmong Raya.

“Berada di daerah bukan hambatan untuk berkarya. Saatnya anak muda BMR agar lebih percaya diri dan tidak takut menunjukkan karya ke publik” – Armen Djafar (Gitaris Sun Band)

Jika diberi panggung dan dukungan, tak mustahil nama mereka bisa mengharumkan daerah ini di kancah nasional, bahkan internasional.

Jadi, jika kamu dengar lagu musisi lokal hari ini, jangan hanya dengar—angkat, dukung, dan bagikan.

Mari kita dukung mereka bukan karena mereka “teman”, tapi karena mereka hebat dengan karya-karyanya. ***

Udi Masloman
Udi Masloman

*Penulis adalah Pemimpin Redaksi Zonabmr. Aktif di pergerakan musik lokal daerah, frontman dan penulis lagu di band Krayon INS. Pernah menjadi penyiar di stasiun radio lokal DC FM; saat ini menjabat sebagai Ketua DPC organisasi  pers Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Kabupaten Bolmong

Frangky Nento Bantah Mengaku sebagai Anggota BIN, Tantang Pihak yang Bisa Buktikan

Frangky Nento Bantah Mengaku sebagai Anggota BIN, Tantang Pihak yang Bisa Buktikan
Frangky Nento

Manado, ZONABMR.COM – Frangky Nento, personel Intel TNI AD dari Kodim 1303 Bolmong, menyampaikan keberatannya atas pemberitaan sejumlah media yang menyebut dirinya mengaku sebagai anggota Badan Intelijen Negara (BIN).

Pernyataan tersebut disampaikan Nento dalam klarifikasinya kepada media, Senin (9/6/2025) malam di sebuah rumah kopi di Manado.

“Saya sangat keberatan dan marah karena diberitakan mengaku sebagai anggota BIN, padahal saya tidak pernah mengatakan hal itu. Jika saya memang pernah mengaku, buktikan! Saya siap membayar siapa saja yang bisa membuktikan,” ujar Nento dengan nada tegas.

Klarifikasi Pertemuan

Menanggapi pemberitaan soal pertemuannya dengan seorang wartawan berinisial MRN alias Nasution di Swiss-Belhotel Manado, Nento membantah tudingan bahwa dirinya menjebak wartawan tersebut.

Ia menegaskan kehadirannya dalam pertemuan itu atas permintaan pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan terkait dugaan aktivitas tambang ilegal.

“Saya hanya diminta untuk mendampingi dan membantu memberikan informasi yang benar, bukan dalam kapasitas menjebak siapa pun,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nento menyayangkan isi pemberitaan yang menurutnya tidak melalui proses konfirmasi dan menampilkan foto yang tidak sesuai dengan konteks.

Penangkapan MR Nasution

Terkait penangkapan wartawan MR Nasution oleh aparat Polresta Manado pada Minggu siang, Nento menilai tindakan itu sebagai bagian dari upaya menjaga kenyamanan dan ketertiban.

“Nasution bukan ditangkap, tapi diamankan. Ada orang yang merasa dirugikan oleh pemberitaan yang tidak berimbang. Tentu wajar jika mereka berusaha memulihkan nama baik mereka melalui jalur hukum atau klarifikasi,” kata Nento.

Menurutnya, kehadiran aparat kepolisian dalam situasi tersebut merupakan bagian dari tugas negara untuk menjamin keamanan bagi semua pihak.

Respons PWI Sulut

Menanggapi polemik ini, Plt Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara, Vanny Loupatty, menyarankan agar konflik ini menjadi bahan refleksi bagi kalangan jurnalis.

“Kita harus tetap menjaga profesionalitas dan integritas sebagai insan pers. Jika menyebut sebuah karya sebagai investigasi, maka harus dilakukan dengan metodologi yang benar dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Loupatty mengingatkan bahwa praktik jurnalistik yang tidak utuh dan bersifat tendensius bisa merusak kepercayaan publik terhadap media.

“Jurnalistik yang dilakukan secara setengah-setengah hanya akan menciptakan preseden buruk dan membuka ruang bagi kriminalisasi terhadap wartawan. Mari kita bangun jurnalistik yang adil dan bermartabat,” tutupnya.