ZONA KOTAMOBAGU – Pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diminta segera memasukkan usulan Tenaga Harian Lepas (THL) yang dapat dipekerjakan kembali. Usulan itu dimasukkan ke wali kota melalui Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) untuk pembuatan Surat Keputusan (SK) paling lambat Tanggal 15 Januari 2020.
Berdasarkan surat edaran nomor: 005/SETDA-KK/04/I/2020 perihal pemanggilan THL Tahap I (Pertama) tertanggal 7 Januari 2020, tercantum formasi THL yang dapat dipekerjakan kembali, yakni; Sopir Kepala Dinas dan Sopir Operasional, Tenaga Kesehatan, Guru TK, SD dan SMP, THL pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Tenaga Teknis Diskominfo, Tenaga Operasional Dinas Perhubungan, Bagian Umum (Petugas Operasional, Juru Masak, serta Tenaga pembantu administrasi pada Tata Usaha Pimpinan), Cleaning Service dan Security pada masing-masing OPD, serta Satpol-PP dan Damkar.
Dalam surat edaran itu, juga disebutkan bahwa pengusulan THL itu wajib melampirkan surat bebas narkoba. Pemanggilan kembali THL tersdebut adalah untuk mendukung pelayanan kemasyarakatan dan peningkatan kegiatan operasional.
“THL tetap berjalan sebagaimana mestinya. SK-SK sementara disegarkan untuk Tahun 2020. Jadi tidak ada masalah soal THL ini,” ungkap wali kota,s aat diwawancarai sejumlah wartawan usai melantik ratusan pejabat struktural di Aula Kantor Wali Kota. (gjm)
ZONA KOTAMOBAGU – Wali Kota, Tatong Bara, mengisyaratkan akan kembali melakukan penyegaran struktur pemerintahan, pekan depan. Hal ini diutarakan wali kota, usai melantik ratusan pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot), di Aula Kantor Wali Kota, Rabu (8/1).
“Mudah-mudahan minggu depan ada penyempurnaan lagi, karena masih banyak jabatan yang kosong,” kata wali kota.
Penyegaran struktur pemerintahan yang direncakana akan dilakukan pekan depan itu difokuskan pada sejumlah formasi jabatan yang kosong, seperti Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas Sosial, Dinas Pertanian, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, dan sejumlah formasi jabatan eselon III dan IV lainnya. “Untuk eselon II masih beberapa lagi akan disegarkan kembali, sehingga kita konsultasikan dulu ke KASN. Walaupun tidak open bidding, tetap harus dikonsultasikan,” ungkap wali kota.
Wali kota mencontohkan, pejabat Assisten III yang dipindahkan ke Inspektorat harus terlebih dahulu dikonsultasikan ke KASN, meskipun tanpa proses open bidding. “Begitu juga dengan Jabatan Kepala Inspektorat, misalnya pindah kemana dijabatan eselon dua yang sama, tidak boleh kita ambil alih, tapi harus konsultasi dulu. Nanti keluar rekomendasi baru kita boleh laksanakan pelantikan,” tambah wali kota. (gjm)
ZONA KOTAMOBAGU – Sejumlah produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), seperti Kacang Goyang, Kopi, Selai Nenas dan Gula Merah menjadi oleh-oleh khas Kota Kotamobagu. Masyarakat khususnya yang berasal dari luar daerah, dan mencari hendak mencari oleh-oleh untuk dibawa ke daerah asal, telah tersedia aneka menu oleh-oleh khas Kota Kotamobagu yang disiapkan di UD Totabuan yang berlokasi di Kelurahan Motoboi Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan.
Rian Kiay, karyawan UD Totabuan, menuturkan setiap hari selalu ada yang datang membeli, baik warga Kota Kotamobagu maupun dari luar daerah. Produk yang paling banyak dicari adalah Kacang Goyang, Kopi dan Selai Nenas. “Kemarin ada yang datang dari Jepang. Mungkin orang itu wisatawan yang datang bersama temannya orang Indonesia. Dia beli Kacang Goyang,” tuturnya.
Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM), Herman Aray, mendorong pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas produk usahanya masing-masing, baik dari segi rasa maupun kemasan. “Banyak produk UMKM kita, dan itu banyak peminatnya. Tinggal bagaimana pelaku usaha itu mengelolahnya. Jika rasa enak dan kemasannya baik, maka sudah tentu akan dicari,” ujarnya.
Ditambahkannya, Kota Kotamobagu sebagai kota jasa dan perdagangan di kawasan Bolaang Mongondow Raya membuat banyak warga yang dari luar daerah datang berkunjung. Peluang itu katanya harus dimanfaatkan oleh pelaku UMKM. “Kita jangan kalah bersaing dengan daerah lain. Peluang terbuka lebar, tinggal bagaimana kita memanfaatkannya,” tambahnya. (gjm)
Wali Kota, Tatong Bara, saat menyematkan tanda pangkat jabatan kepada Camat dan empat Lurah yang dilantik bersamaan dengan ratusan pejabat struktural lainnya.
ZONA KOTAMOBAGU – Para camat dan lurah yang baru dilantik dan diambil sumpah jabatan, diminta untuk segera berkoordinasi dengan pejabat sebelumnya. Hal ini diutarakan Wali Kota, Tatong Bara, disela pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan di Aula Kantor Wali Kota, Rabu (8/1).
Menurut wali kota, koordinasi dengan pejabat camat dan lurah sebelumnya penting untuk segera dilakukan, guna mensinergiskan program dan kegiatan yang sedang dan akan dilaksanakan. “Ini penting agar ada keberlanjutan program di setiap wilayah pemerintahan,” kata wali kota.
Pada kesempatan itu, wali kota mengungkapkan peran camat dan lurah sangat strategis terutama dalam penyelenggaraan program pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Oleh karena itu, ia mengingatkan kepada soal koordinasi dan konsolidasi hingga ke tingkatan masyarakat. “Para camat agar mengingatkan kembali kepada lurah dan sangadi terkait tugas dan tanggungjawabnya. Kemudian bagi lurah yang baru dilantik, minta estafet apa yang telah dilaksanakan lurah sebelumnya. Saya harap ini harus jadi perhatian,” tutur wali kota.
Camat yang baru dilantik wali kota bersamaan dengan ratusan pejabat struktural lainny adalah Camat Kotamobagu Utara yang dijabat andy Mokoginta. Sementara lurah yang baru dilantik adalah Lurah Pobundayan Harry Massie, Lurah Matali Rohani Potabuga, Lurah Mogolaing Tony Ponongoa dan Lurah Upai Muldjono Mokoginta. (gjm)
Kapolres Kotamobagu, AKBP Prasetya Sejati SIK foto bersama dengan pengurus dan anggota PWI Kotamobagu.
ZONA KOTAMOBAGU – Jajaran pengurus dan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Kotamobagu berkunjung ke Mapolres Kotamobagu dalam agenda audiensi dan silahturahmi dengan Kapolres Kotamobagu, AKBP Prasetya Sejati SIK, Rabu (8/1/2020).
Kunjungan jajaran pengurus dan anggota PWI yang dipimpin langsung Ketua Gunady Mondo tersebut, disambut baik oleh Kapolres Kotamobagu di ruang kerjanya.
Dalam audensi itu dilakukan pembicaraan guna meningkatkan silaturahmi dan sinergitas antara kepolisian dengan insan pers.
Kapolres Kotamobagu, AKBP Prasetya Sejati SIK, mengaku senang dengan kedatangan jajaran dan pengurus PWI Kota Kotamobagu.
Prasetya mengatakan, hubungan baik antar jurnalis dengan kepolisian memang sangat penting untuk dijaga dengan baik.
“Lewat teman-teman media juga kita bisa mengekspose hasil-hasil kerja kepolisian terutama Tim Reskrim, dan jajaran lainnya dalam menindak dan meminimalisir angka kriminal di Kota Kotamobagu,” ungkapnya.
Terkait itu juga, Prasetya meminta kepada teman-teman jurnalis untuk dapat menyampaikan berita sesuai dengan fakta di lapangan. “Supaya beritanya tersampaikan kepada masyarakat dengan baik dan benar, isinya pun berimbang,” imbuhnya.
Dalam pembicaraan hangat tersebut, Kapolres yang didampingi Kasubbag Humas Polres Kotamobagu IPTU Muh. Rusman Saleh, juga menyampaikan soal kamtibmas di wilayah hukum Polres Kotamobagu yang berjalan dengan baik.
“Saya salut dengan persatuan dan kerukunan antar umat beragama di Kota Kotamobagu, yang secara bersama-sama saling menjaga kamtibmas. Terima kasih atas kunjungan rekan-rekan media khususnya PWI Kota Kotamobagu yang telah datang ke Polres untuk beraudiensi dan silahturahmi. Tentu kami dari kepolisian berharap ke depan kemitraan ini terus berjalan dengan baik, walaupun saat ini sudah berjalan baik, maunya lebih baik lagi,” pungkas mantan Kapolres Talaud, yang baru saja bertugas di Kota Kotamobagu ini.
Sementara itu, Ketua PWI Kota Kotamobagu Gunady Mondo mengatakan, maksud dari audiensi dengan Kapolres Kotamobagu yang baru tersebut, untuk kembali memperkenalkan jajaran kepengurusan organisasi profesi wartawan yang baru terbentuk medio Oktober 2019 lalu.
“Menjaga kemitraan dengan pihak kepolisian sangat penting. Karena, dalam kerjanya, jurnalis membutuhkan kepolisian sebagai narasumber dalam peristiwa-atau kejadian dan kamtibmas khusunya di Kota Kotamobagu. Ke depan, kita ingin sinergitas dan kemitraan ini terjaga dengan sangat baik, serta saling menghargai masing-masing tugas antara jurnalis dan kepolisian,” terangnya.
Dalam kesempatan itu pula, Gun sapaan akrab pemimpin Redaksi salah satu Media Online tersebut, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi pertemuan itu.
“Ini awal yang baik untuk sinergitas dan kemitraan ke depan dengan pihak kepolisian. Terlebih jika kita bersama-sama berkomitmen menangkal hoax yang sudah merajalela di media sosial dan meresahkan masyarakat saat ini. Banyak terima kasih kepada pak Kapolres yang telah meluangkan waktu untuk kami,” ujarnya. (gjm)
Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan di Aula Kantor Wali Kota.
Wali Kota Tatong Bara, melantik dan mengambil sumpah jabatan kepada 232 pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot). Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dilakukan di Aula Kantor Wali Kota, Rabu (8/1), yang disaksikan Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, pejabat serta sejumlah ASN di lingkungan Pemkot Kotamobagu.
Dalam pelantikan itu, ada cukup banyak pejabat yang sebelumnya menduduki jabatan eselon III dipromosi ke jabatan eselon II baik definitif maupun sebegai Pelaksana Tugas (Plt), seperti Sugiarto Yunus yang sebelumnya Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) dipromosi sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) dan Anas Tungkagi yang sebelumnya Kepala Bagian (Kabag) Tata Pemerintahan (Tapem) dilantik menjadi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Begitu juga dengan pejabat yang eselon IV, ada beberapa yang dipromosi dalam jabatan Kepala Bidang (Kabid) atau setara eselon III.
Selain promosi, terdapat pula sejumlah pejabat yang sebelumnya menduduki jabatan eselon II dan III yang dimutasi ke jabatan yang lebih rendah maupun yang di-nonjob-kan. Tony Ponongoa misalnya, ia sebelumnya adalah Plt Kepala Dispora dan dimutasi menjadi Lurah Mogolaing. Kemudian ada juga sekretaris dan sejumlah Kepala Bidang yang menjadi pelaksana di sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Pelantikan ratusan pejabat itu adalah bagian dari penyegaran struktur pemerintahan Tatong Bara-Nayodo Koerniawan (TB-NK), dengan harapan kedepannya penyelenggaraan pemerintahan bisa lebih baik lagi.
Wali Kota, Tatong Bara, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat sekaligus mengingatkan kepada para pejabat yang dilantik untuk bisa menunjukkan dan memberi lompatan prestasi di bidangnya masing-masing. “Harus segera konsolidasi. Daerah ini menunggu kinerja dan prestasi bapak ibu sekalian. Harus berinovasi dan lebih baik lagi kedepannya demi kemajuan daerah yang kita cintai ini,” kata wali kota.
Selain itu, wali kota juga berharap agar pejabat yang baru dilantik itu untuk bisa menjaga amanah dan tanggung jawab yang diberikan. “Ini (pelantikan) adalah bagian dari penyegaran struktur pemerintahan. Tolong Jaga bae-bae. Jangan sampai ketika dapat jabatan susah diajak rapat, melaksanakan kerja susah. Ini harus perhatikan. Jangan sia-siakan amanah yang diberikan. Kalian yang dilantik hari ini adalah sudah terseleksi, dan daerah menunggu kinerja kalian,” harap wali kota. (advertorial)
Penandatanganan MoU oleh Ketua YLBH BMR Jemmy Gerardus Mokoagow, S.H., CLA
ZONA KOTAMOBAGU – Pengadilan Agama (PA) Kotamobagu menjalin kerja sama dengan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Bolaang Mongondow Raya (YLBH BMR) Tentang Lembaga Pemberi Layanan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Tahun Anggaran 2020. Kerja sama itu ditandai dengan acara penandatanganan Memorandum of understanding (MoU) oleh Wakil Ketua Pengadilan Agama Drs. Muslim MH, dan Sekretaris Pengadilan Agama, Hisbun Bangol S.Ag, serta Ketua YLBH BMR, Jemmy Gerardus Mokoagow SH CLA, Senin (6/1), di ruang rapat PA Kotamobagu.
Penandatanganan MoU oleh Sekretaris PA Kotamobagu, Hisbun Bangol S.Ag
Dalam sambutannya, Wakil Ketua PA Kotamobagu, Drs Muslim MH, mengatakan advokat dan tim YLBH BMR adalah mitra kerja pengadilan, “Secara personal saya tidak kenal para advokat dan jajaran pengurus YLBH BMR, namun sudah sering lihat beracara di Pengadilan Agama. Saya harapkan agar dalam memberikan pelayanan dilakukan secara prima bagi masyarakat yang memohon bantuan hukum ke pengadilan,” katanya.
Penandatanganan MoU oleh Wakil KPA Kotamobagu Drs Muslim MH
Lanjutnya, advokat Posbakum harus maksimal dan terus tingkatkan kompetensi dalam pembuatan dokumen-dokumen hukum karena di Pengadilan Agama jenis kasusnya khusus, apalagi untuk permohonan dispensasi kawin yang belakangan ini ada peningkatan pasca berlakunya Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan.
Foto bersama dengan para Hakim Pengadilan Agama Kotamobagu
“Jadi soal dispensasi kawin, perkawinan hanya diizinkan untuk pria dan wanita yang telah mencapai umur 19 tahun. Advokat Posbakum harus pelajari itu karena berkaitan dengan pembuatan dokumen yang dimohonkan, termasuk pelajari Perma Nomor 5 tahun 2019 Tentang Pedoman Mengadili Permohonan Dispensasi Kawin,” paparnya.
Foto bersama dengan Panitera Pengadilan Agama Kotamobagu Drs. Abdul Haris Makaminan dan jajarannya
Dirinya berharap, penyelenggaran Posbakum bisa lebih baik dari sebelumnya, “Ingat, jam kerja pegawai pengadilan dan Posbakum sama. Hari kerja juga demikian, hari senin sampai jumat. Advokat Posbakum jangan segan-segan berkoordinasi dan konsultasi bila menemui kesulitan. Kami akan selalu monitor dan evaluasi,” jelasnya.
Foto bersama dengan Pengurus YLBH BMR
Acara tersebut ditutup dengan foto bersama. Turut hadir para hakim, panitera dan jajaranya, pegawai Pengadilan Agama Kotamobagu serta jajaran pengurus YLBH BMR.(red)
ZONA KOTAMOBAGU – Usaha warungkopi (warkop) terus menjamur di Kota Kotamobagu. Hampir di setiap wilayah berjejer warkop yang jadi tempat favorit banyak orang, baik untuk sekadar mengisi waktu luang maupun melakukan aktivitas lain. Melihat kondisi ini, Pemerintah Kota (Pemkot) menyambut baik dan terus mendorong pengembangannya, karena diyakini akan mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
Virgi Mandar, pemilik warungkopi Jarod, mengaku dirinya sudah memulai usaha warkop tersebut sejak beberapa tahun yang lalu. Usaha itu dirintis sang ayah dan diteruskannya hingga saat ini. “Warungkopi Jarod ini adalah warungkopi pertama di Kota Kotamobagu. Alhamdulillah sampai saat ini masih bertahan di tengah ketatnya persaingan bisnis seperti ini,” ujarnya.
Soal keuntungan, ia mengungkapkan usaha yang digelutinya itu mendatangkan keuntungan yang cukup lumayan. “Biasanya ramai mulai sore sampai malam hari. Kebanyakan yang datang ke sini adalah anak-anak komunitas bola maupun pekerja swasta. Keuntungannya biar sedikit, tapi harus tetap disyukuri,” sebutnya.
Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM), Herman Aray, mendorong para pelaku usaha tetap konsisten dalam pengembangan bisnis usahanya. “Kota Kotamobagu menjadi tujuan banyak orang, dan warungkopi menjadi salah satu yang dicari. Ini peluang yang harus dimanfaatkan. Kita dorong pengembangan bisnis ini, karena dampaknya pasti pada peningkatan ekonomi masyarakat,” katanya. (gjm)
Wali Kota, Tatong Bara, saat menyerahkan SK kepada CPNS Angkatan tahun 2019, beberapa waktu lalu.
ZONA KOTAMOBAGU — Pemerintah Kota (Pemkot) mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,1 miliar untuk biaya prajabatan bagi 232 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) angkatan Tahun 2019.
“Semua ditanggung, kecuali transportasi itu masing-masing,” kata Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Sahaya Mokoginta.
Dalam pelaksanaannya, Pemkot akan bekerja sama dengan Badan Diklat Provinsi Sulawesi Utara. “Yang pasti waktunya di triwulan I ini. Tapi kita akan koordinasi dulu, termasuk soal teknis pelaksanaannya,” ujarnya.
Prajabatan CPNS akan berlangsung sekira 60 hari atau dua bulan dengan sistem on off. “Nanti mereka (CPNS) akan ada tugas lapangan yang disesuaikan dengan bidangnya masing-masing,” tambahnya. (gjm)
ZONA KOTAMOBAGU – Volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan akhir (TPA) di Tahun 2019 terbilang cukup banyak. Dari catatan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), sejak Januari hingga Desember volume sampah sebanyak 17.701,015 ton.
Jika dihitung rata-rata per bulan, volume sampah yang masuk ke TPA setiap bulan berada di atas angka 1 juta kilo gram. “Total volume sampah Tahun 2019 ada 17.701.015 kilo gram. Itu sesuai timbangan di TPA,” kata Sekretaris DLH, Imran Golonda.
Tingginya volume sampah yang setiap hari membuat TPA yang dibangun Pemkot di Kelurahan Mongkonai Barat pada lahan seluas 4,8 hektare, terancam over kapasitas. “TPA sudah hampir full, apalagi volume sampah terus bertambah,” ujar Kepala Seksi Pengelolaan Persampahan Limbah dan B3. (gjm)
Berikut Volume Sampah yang Masuk ke TPA Tahun 2019: