Beranda blog Halaman 566

Terus Berprestasi, Kotamobagu Quintrick WTP

Pemerintah Kota (Pemkot) kembali mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Kepastian didapatnya penghargaan tertinggi di bidang pengelolaan keuangan itu setelah Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, menerima dokumen Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari Kepala BPK Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) di gedung BPK, Manado, Senin (4/6).

Pjs walikota menerima dokumen LHP dari Kepala BPK Perwakilan Sulut.

Raihan opini WTP atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2017 itu semakin menegaskan bahwa Kota Kotamobagu menjadi salah satu daerah langganan WTP di Sulut. Tercatat, sejak Tahun 2013 atau di awal pemerintahan hingga di tahun terakhir pemerintahan Walikota Tatong Bara, daerah yang digadang-gadang sebagai calon ibukota Provinsi Bolmong Raya ini selalu mendapatkan WTP setiap tahunnnya.

Pjs walikota menandatangani berita acara penyerahan dokumen LPH.

Capaian prestasi memanggakan itu merupakan sebuah kesyukuran karena didapat dengan hasil kerja sama dan kerja keras semua jajaran Pemkot serta dukungan penuh dari pihak legislatif. Opini WTP kelima secara berturut-turut itu  menunjukan komitmen Pemkot dalam mewujudkan sistem pengelolaan keangan yang transparan, efektif, efisien dan akuntabel.

“Alhamdulillah Kota Kotamobagu kembali mendapatkan opini WTP untuk kelima kalinya secara berturut-turut. Ini tentu menjadi pemicu dan pemacu semangat bagi semua jajaran pemerintahan untuk terus memaksimalkan kinerja khususnya di bidang pengelolaan keuangan daerah,” sebut Pjs Walikota, Muhammad Mokoginta.

Wakil Ketua DPRD Kotamobagu menerima dokumen LHP didampingi Pjs Walikota.

Ia berharap, prestasi tersebut akan terus dipertahankan dan lebih ditingkatkan lagi kedepannya. “Ini harus kita pertahankan bersama. Mana yang dianggap masih kurang itu kita benahi bersama, kalau yang sudah maksimal terus ditingkatkan lagi,” harapnya. (advertorial)

Kembangkan Kopi Robusta, Pemkot Siapkan 1.200 Hektare Lahan

Sofyan Mokoginta

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) menyiapkan lahan seluas 1.200 hektare untuk pengembangan kopi jenis robusta di Kota Kotamobagu. Hal ini diutarakan Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian, Ramjan Mokoginta.

Menurutnya, lahan seluas itu disiapkan di Area Perkebunan Mobalang, Desa Poyowa Besar, Kecamatan Kotamobagu Selatan. Alasan dipilihnya lokasi itu karena kualitas tanahnya yang sangat cocok untuk pengembangan kopi robusta. “Diukur dari ketinggiannya mencapai 950 meter di atas permukaan laut. Di sana cocok untuk pengembangan kopi,” katanya.

Ia mengakui, kopi merupakan salah satu potensi pertanian yang menjanjikan untuk dikembangkan. Kopi adalah satu produk unggulan daerah kita, dan ini akan terus dikembangkan,” ujarnya.

Kepala Badan Perencanaan Penelitian Pengembangan Daerah (Bappelitbangda), Sofyan Mokoginta, mengungkapkan pengembangan tanaman kopi di Kotamobagu sudah sesuai penetapan Kementrian Pertanian pada 2016 lalu, dan baru akan dimulai tahun ini. “Sebagai tindaklanjutnya kita akan bekerja sama dengan Puslit Koka (Pusat Penilitian Kopi dan Kakao) Jember untuk melakukan penelitian kembali unsur tanah dan iiklim di lokasi itu,” ungkapnya. (ads/gito)

Kelola Potensi Desa, Pemdes Kopandakan I Dapat PADes

Usaha Pertamini yang diolah BUMDes Kopandakan I.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Desa Kopandakan I, Kecamatan Kotamobagu Selatan, memanfaatkan anggaran besar yang masuk ke desa untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), beberapa sektor usaha dijalankan seperti menjual BBM lewat pertamini, kue, pangkalan gas LPG serta ternak ayam. Pengembangan semua jenis usaha itu selain untuk meningkatkan ekonomi masyarakat juga untuk menggenjot Pendapatan Asli Desa (PADes).

“Sudah jalan semuanya. Khususnya ternak ayam itu sudah mulai Bulan Januari, dan sejauh ini sudah mampu memberikan keuntungan yang besar untuk pemberdayaan masyarakat maupun sebagai salah satu sumber PADes,” kata Kepala Desa Kopandakan I, Muslim Tungkagi.

Ia mengungkapkan, kedepannya pihaknya akan mengembangkan semua jenis usaha yang sedang dikelola melalui BUMDes. “Tentu kedepannya akan lebih dikembangkan lagi. Kami targetkan tahun depan tidak ada lagi ibu-ibu di desa ini yang menganggur, semua sudah harus ada kesibukan lewat usaha yang dikelola BUMDes,” ungkapnya.

Ditambahkannya, jenis usaha yang diolah lewat BUMDes tersebut merupakan hasil keputusan bersama antara pemerintah dan masyarakat lewat musyawarah desa. “Kami berharap usaha ini bisa mendapatkan hasil yang baik dan menjadi sumber pendapatan desa yang dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat di sini,” harapnya. (ads/gito)

DLH Usul Tambahan 6 Unit Armada Pengangkut Sampah

Ilustrasi truk pengangkut sampah.

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengusulkan penambahan enam unit armada pengangkut sampah. Hal itu dimaksudkan untuk lebih memaksimalkan penanganan sampah yang ada di desa dan kelurahan.

Kepala Bidang Persampahan, Masril Lapadengan, mengatakan armada pengangkut sampah yang diusulkan itu adalah mobil jenis pick up. Usulan itu katanya akan dimasukkan pada Rencana Kerja (Renja) Tahun 2019. “Dengan adanya mobil pick up ini, sampah-sampah yang di lorong bisa dengan segera diangkut. Karena masalah selama ini adalah banyak sampah terutama yang ada di jalan lorong yang terlambat di angkat, itu karena mobil yang ada sekarang tak bisa masuk ke dalam,” katanya.

Diungkapkannya, saat ini pihaknya memiliki tiga unit mobil pick up pengangkut sampah. Jumlah tersebut diakuinya belum bisa menangani persoalan sampah di semua wilayah di Kota Kotamobagu. “Kendalanya kita adalah kekurangan armada. Agar bisa maksimal tentu perlu ada penambahan (armada) lagi,” ungkapnya.

Selain tiga unit pick up tersebut, terdapat juga 16 unit truk dan lima unit kendaraan roda tiga yang dioperasikan di semua wilayah. “Mudah-mudahan tahun depan ada ketambahan agar bisa lebih maksimal lagi,” tambahnya. (ads/gito)

Realisasi RTLH Tunggu Hasil Lelang

Sarida Mokoginta

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) akan merehab 14 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun ini. Anggaran sebesar Rp385 juta dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sudah disiapkan. Saat ini, melalui Dinas Sosial (Dinsos) Pemkot tinggal menunggu penyelesaian proses lelang yang sedang berlangsung di Unit Layanan Pengadaan (ULP) untuk realisasinya.

“Kita masih menunggu hasil lelang di ULP. Untuk satu unit anggarannya Rp27,5 juta,” kata Kepala Dinsos, Sarida Mokoginta.

Selain 14 unit yang dibiayai APBD tersebut, ia mengungkapkan pihaknya juga masih menunggu realisasi bantuan program yang sama dari pemerintah provinsi. “Kalau dari provinsi hanya dua unit. Sebenarnya ada enam unit, tapi setelah diverifikasi lapangan ternyata empat unit yang lain tidak memenuhi syarat, sehingga yang disetujui hanya dua unit saja. Kita masih menunggu realisasinya,” ungkapnya.

Lanjutnya, program RTLH dilaksanakan dalam rangka mengentaskan kemiskinan. Warga yang sebelumnya tinggal di rumah yang tak layak huni menjadi sasaran program tersebut. “Mudah-mudahan masyarakat khususnya penerima program ini akan merasakan manfaatnya dan bisa tinggal di rumah yang layak huni,” tambahnya. (ads/gito)

 

 

Optimis Raih WTP, Pekan Depan Pemkot Terima LHP

Syair Lentang

ZONA KOTAMOBAGU –Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2017, dikabarkan akan diserahkan Senin (4/6) pekan depan. Meski belum mendapat gambaran soal hasil pemeriksaan yang dilakukan  April lalu, namun Pemerintah Kota (Pemkot) optimis bisa mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

“Hasilnya belum diketahui. Kita masih menunggu pengumuman. Tapi insya allah kita bisa mendapatkan opini WTP. Itu adalah harapan kita semua,” kata Kepala Inspektorat, Syair Lentang.

Ia mengungkapkan, semua pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) akan mendampingi Penjabat Sementara (Pjs) Walikota menerima dokumen LHP. “Insya allah penyerahannya Hari Senin di gedung BPK Perwakilan Provinsi Sulut. Pimpinan SKPD akan sama-sama ke sana (Manado),” ungkapnya.

Seperti diketahui, dalam empat tahun terakhir Kota Kotamobagu selalu mendapatkan opini WTP dari BPK atas LKPD setiap tahunnya. Jika penghargaan tertinggi di bidang pengelolaan keuangan itu kembali di raih tahun ini, maka Kota Kotamobagu mencatatkan sejarah sebagai daerah peraih lima kali berturut-turut atau quintrick WTP.  (ads/gito)

Menu Buka Puasa di Pasar Ramadhan Aman Dikonsumsi

Petugas BPOM memeriksa menu buka puasa yang dijual di pasar ramadhan.

ZONA KOTAMOBAGU – Masyarakat khususnya para pembeli jajanan buka puasa yang dijual di pasar ramadhan tak perlu khawatir soal kelayakan makanan dan minuman atau sejenisnya. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Kamis (31/5), semua menu buka puasa yang dijajakan aman dikonsumsi. Dari 40 menu makanan yang diuji sample, semuanya negatif atau bebas dari bahan pengawet.

“Sample-nya kita ambil dari makanan dan minuman yang warnanya mencolok serta diduga mengandung boraks, formalin dan rodhamin. Setelah diperiksa semuanya aman dan negatif,” kata Kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen Sulut, Sarlita Mariah Patabang.

Ia mengungkapkan, pemeriksaan menu buka puasa yang dijual di pasar ramadhan merupakan agenda rutin tahunan. Hal itu bertujuan untuk memberi rasa aman dan nyaman kepada masyarakat khususnya dalam membeli jajanan buka puasa. “Mudah-mudahan seterusnya begini. Menu yang dijual aman dan layak dikonsumsi,” ungkapnya.

Kepala Seksi Pengawasan Tertib Niaga dan Distribusi Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM), Mahmud Soleman, menuturkan inspeksi mendadak ke sejumlah pasar ramadhan tersebut merupakan tindaklanjut dari kerja sama pihaknya dengan BPOM Provinsi Sulawesi Utara.

“Kegiatan seperti ini rutin kita laksanakan. Bukan hanya dimomen seperti ini, tapi di hari-hari biasa juga ada dengan sasaran pertokoan, pasar tradisional dan tempat perbelanjaan lainnya,” tuturnya. (ads/gito)

 

Berbagi Kasih, Kawan Kota-Dinas Kominfo Kunjungi Panti Asuhan

Penyerahan bantuan oleh Kepala Dinas Kominfo (kemeja dongker) kepada pengurus Panti Asuhan.

ZONA KOTAMOBAGU – Komunitas Wartawan Kotamobagu (Kawan Kota) bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mengunjungi ke Panti Asuhan Ar Rahman yang berada di Kelurahan Mongkonai Barat, Kecamatan Kotamobagu Barat.

Kegiatan tersebut dilakukan Kamis (31/5) yang diikuti sejumlah wartawan yang kesehariannya meliput di Kota Kotamobagu serta Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga kontrak Dinas Kominfo.

“Terima kasih dan apresiasi saya kepada teman-teman wartawan yang ikut terlibat dikegiatan seperti ini,” kata Kepala Dinas Kominfo, Ahmad Yani Umar.

Diungkapkannya, tujuan kegiatan tersebut semata untuk membantu anak-anak panti asuhan. “Bulan ramadhan adalah bulan penuh berkah. Ini momentum bagi kita semua untuk berbagi. Sedikit bantuan yang kita serahkan insya allah memberi manfaat besar bagi mereka yang tinggal di panti asuhan itu,” ungkapnya.

Dia berharap, dari kegiatan tersebut dapat lebih mempererat kemitraan antara para wartawan dengan Pemerintah Kota (Pemkot). “Kemitraan yang sudah lama terjalin dengan baik ini semoga tetap bertahan dan menjadi lebih baik lagi,” harapnya.

Usai mengunjungi panti asuhan, para wartawan serta ASN dan tenaga kontrak Dinas Kominfo menggelar buka puasa bersama di Kantor Dinas Kominfo. (ads/gito)

Puluhan Unggas di Motoboi Kecil Mati Mendadak

Petugas dari Dinas Pertanian mengidentifikasi penyebab kematian unggas di Kelurahan Motoboi Kecil.

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Pertanian langsung bergerak cepat mengidentifikasi penyebab kematian 37 unggas di Kelurahan Motoboi Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan. Kuat dugaan, unggas-unggas yang mati mendadak itu terserang virus flu burung. Rabu (30/5), tim dari Dinas Pertanian turun ke lokasi ditemukannya unggas yang mati mendadak.

“Dalam sepekan terakhir kita mendapat laporan dari warga ada 37 ayam yang mati mendadak. Itu sudah kita tindaklanjuti. Tadi (kemarin, red) kita memeriksa bangkai dua ekor ayam yang tersisa. Hasilnya negatif. Penyebabnya hanya penyakit ayam biasa, yaitu avian influenza,” kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Abdul Manaf Pudul.

Selain di Kelurahan Motoboi Kecil, kejadian yang sama juga terjadi di Kelurahan Matali, Kecamatan Kotamobagu Timur. Sekira dua tahun yang lalu, dua kelurahan tersebut dan beberapa desa dan kelurahan lainnya pernah diserang virus flu burung. “Di Matali itu ada 21 ekor ayam dan tujuh ekor itik. Setelah kita chek ternyata tidak ada,” ujarnya.

Ia mengakui, pihaknya sudah berulang kali menyampaikan kepada warga untuk berhati-hati dan selalu menjaga kebersihan kandang dan kesehatan unggas. “Perubahan cuaca juga rentan dengan serangan penyakit ke unggas. Ini harus diantisipasi dan perlu diwaspadai, apalagi Kota Kotamobagu pernah ada kasus seperti ini (flu burung),” tambahnya. (ads/gito)

Bantu Warga, Disdagkop Provinsi Jual Bapok Murah

Antusias warga Kelurahan Mongondow memadati lokasi pasar murah yang dilaksanakan Disdagkop dan UKM Provinsi Sulut murah.

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar pasar murah di Kelurahan Mongondow, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Rabu (30/5). Kegiatan tersebut dilakukan atas kerja sama dengan Disdagkop dan UKM Kota Kotamobagu.

Kepala Bidang Perdagangan Disdagkop dan UKM Provinsi Sulut, Hanny Wajong, mengatakan alasan dipilihnya Kelurahan Mongondow karena di wilayah tersebut mayoritas masyarakatnya akan merayakan Idul Fitri.”Tujuan kegiatan ini adalah untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok jelang lebaran,” katanya.

Pada pasar murah itu, sejumlah kebutuhan pokok seperti  dijual dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga normal di pasaran.

“Untuk beras premium kita jual sembilan ribu per kilo gram dan gula pasir 10 ribu. Kemudian mentega sebesar 250 gram harganya tujuh ribu, minyak goreng kemasan sederhana 10 ribu serta tepung terigu tujug ribu per kilo gram. “Melalui kegitan ini kita harap masyarakat dapat terbantukan,” ujarnya.

Kepala Seksi Pengawasan Tertib Niaga dan Distribusi Disdagkop dan UKM Kotamobagu, Mahmud Soleman, mengungkapkan gelaran kegiatan tersebut merupakan tindaklanjut dari usulan pihaknya beberapa waktu ke Pemprov Sulut terkait pelaksaan pasar murah. “Alhamdulillah kegiatan itu bisa terlaksana hari ini (kemarin, red). Berapa hari lalu juga kita melaksanakan kegiatan seperti ini. Tujuannya adalah memberi kemudahan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya. (ads/gito)