Beranda blog Halaman 567

Kanopi Pasar Senggol Mulai Didirikan

Pendirian kanopi pasar senggol di Desa Poyowa Kecil.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) terus mematangkan persiapan jelang pembukaan pasar senggol di Desa Poyowa Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan. Sejak Rabu (30/5), tenda kanopi sudah mulai didirikan serta kebutuhan lainnya seperti listrik.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM), Herman Aray, mengatakan pendaftaran pedagang akan dibuka Kamis (31/5) hingga Minggu (3/6) pekan depan. “Untuk launching-nya kita rencakan tanggal 4 Juni oleh Pjs walikota,” kata Aray, saat berada di lokasi pasar senggol, kemarin.

Dijelaskannya, anggaran pelaksanaan pasar senggol tahun ini berkisar Rp90 juta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Besaran anggaran tersebut diperuntukkan pada sewa kanopi Rp60 juta dan pemasangan listrik Rp30 juta. “Nantinya pada pasar senggol ini kita mendapatkan PAD dari retribusi yang sesuai Perda tentang perdagangan, tentang damkar dan sampah,” jelasnya.

Lanjutnya, setiap pedagang yang berjualan di pasar senggol diharuskan membayar Rp287.500 per lapak. Selain biaya tersebut, ia menegaskan tak ada biaya lain yang dibebankan ke pedagang selain retribusi. “Jumlah itu (Rp287.500) untuk selama 11 hari berjualan. Tidak ada biaya lainnya. Sampai hari ini (kemarin, red) sudah banyak pedagang yang datang komunikasi dengan kami dan siap berjualan di sini. Ada yang dari Manado, Langowan, Gorontalo, Makassar dan juga pedagang lokal dari Bolmong Raya,” ujarnya.

Ditambahkannya, ijin lokasi pasar senggol tahun ini hanya berada di Desa Poyowa Kecil. Itu artinya, tidak kegiatan serupa yang dilaksanakan di desa atau kelurahan yang lain. “Kalau ada yang memaksa nanti akan berurusan dengan pihak keamanan,” tambahnya. (ads/gito)

 

Pemkot Dukung LPPD Kotamobagu Ikut Pesparawi Tingkat Nasional

Pjs Walikota foto bersama dengan pengurus LPPD Kotamobagu.

ZONA KOTAMOBAGU – Pjs Walikota Kotamobagu, Muhammad Mokoginta, memberikan dukungan terhadap pengurus Lembaga Pengembangan Pesta Paduan Suara Daerah (LPPD) yang akan mengikuti Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) tingkat nasional di Pontianak, Kalimantan Timur.

“Insha Allah Pemkot akan memberikan dukungan dana agar kegiatan ini membawa nama Kotamobagu ke tingkat nasional akan berjalan sukses dan lancar,” katanya, Senin (28/5).

Dihadapan pengurus LPPD Kotamobagu, ia berharap Kota Kotamobagu bisa meraih hasil maksimal pada ajang tersebut. “Raih predikat yang memuaskan dan bawa harum nama daerah. Saya berharap Kotamobagu menang,” harapnya.

Sementara itu, Humas LPPD Kotamobagu, Davud Wullur, kedatangan pengurus bertemu walikota untuk melaporkan terkait keikutsertaan utusan Kotamobagu dalam kegiatan Pesparawi tingkat nasional, sekaligus mengajukan proposal dukungan dana ke Pemkot Kotamobagu. (ads/gito)

Disnaker Tunggu Edaran Pemprov Soal Pembayaran THR Karyawan

ilustrasi

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disnaker) masih menunggu surat edaran dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) terkait kewajiban pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) oleh perusahaan kepada karyawannya masing-masing. Hal ini diutarakan Kepala Bidang Tenaga Kerja, Idris Amparodo.

Menurutnya, pihaknya akan langsung menindaklanjutinya jika sudah ada surat edaran dari Pemprov terkait hal tersebut. “Belum ada surat edarannya. Tapi itu pasti akan ada. Kalau sudah kita terima akan langsung ditindaklanjuti ke semua perusahaan yang ada,” katanya.

Dijelaskannya, saat ini terdapat 4.175 tenaga kerja yang bekerja di 351 perusahaan yang beroperasi di wilayah Kota Kotamobagu. Untuk menjamin hak semua karyawan itu, katanya pihaknya akan melakukan pengawasan di lapangan. “Perusahaan wajib memberi THR bagi karyawannya. Pengawasan tetap kita lakukan agar semua karyawan bisa mendapatkan hak-haknya,” jelasnya.

Disisi lain, ia mengimbau semua perusahaan untuk dapat menaati ketentuan soal pembayaran THR. “Dua minggu sebelum hari raya, THR sudah bisa dibayarkan. Kita harap semua perusahaan mematuhinya,” imbaunya. (ads/gito)

Disparbud Rencana Bangun Museum Sejarah Bolaang Mongondow

Agung Adati

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) berencana membangun museum sejarah Bolaang Mongondow. Hal itu dimaksudkan agar ada tempat untuk mengumpulkan, menyajikan, merawat dan melestarikan bukti materil sejarah Bolaang Mongondow.

“Museum sudah harus ada di Kota Kotamobagu. Melalui museum itu kita bisa mengetahui sejarah Bolaang Mongondow. Keberadaan museum ini bisa menjadi spirit pemersatu masyarakat Bolaang Mongondow Raya,” kata Kepala (Disparbud), Agung Adati.

Ia mengungkapkan, lokasi pembangunan museum direncanakan di Gedung Bobakidan yang berada di Kelurahan Kotobangon, Kecamatan Kotamobagu Timur. “Gedung itu (Bobakidan) representatif untuk jadi musem. Untuk anggarannya masih akan dibicarakan lagi dengan instansi terkait. Sebab ini sangat terkait dengan KUA-PPAS (Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara). Yang pasti sebagai instansi teknis rencana ini kami akan masukan di Renstra (Rencana Strategis) Tahun 2019-2023,” ungkapnya.

Ditambahkannya, pihaknya juga berencana merehab bagunan Gedung Bobakidan dan bahkan telah menyiapkan Detail Enginering Design (DED). “Untuk anggarannya sekitar 12 miliar. Gedung itu nantinya akan berfungsi sebagai gedung kesenian,” tambahnya. (ads/gito)

Pemkot Kembali Gelar Lomba Monuntul

Adin Mantali

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) kembali menggelar lomba monuntul tahun ini. Hal ini diutarakan Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Sosial (Kesos), Adin Mantali. Menurutnya, lomba monuntul akan dilaksanakan tiga hari sebelum lebaran.

“Iya, tetap akan dilombakan seperti tahun lalu,” kata Adin.

Ia mengungkapkan, monuntul atau pasang lampu merupakan tradisi umat muslim di Bolmong Raya di tiga hari sebelum Idul Fitri. “Tanpa dilombakan juga tetap akan dilaksanakan masyarakat. Namun untuk memotivasi dan mendorong kreatifitas tiap desa dan keluharan sehingga monuntul ini dilombakan,” ungkapnya.

Lanjutnya, peserta lomba tersebut adalah desa dan kelurahan. Ada beberapa kriteria yang menjadi fokus penilaian panitia. “Harapan kita semua desa dan kelurahan dapat ikut ambil bagian pada kegiatan,” ujarnya.

Ditambahkannya, dalam pelaksanaannya pihaknya akan menggandeng pihak swasta menjadi sponsor kegiatan tersebut. “Dengan adanya sponsor itu bisa saja ada ketambahan hadiah dari mereka,” tambahnya. (ads/gito)

41 Kelompok Tani Kedelai Dapat Bantuan

muljadi-surotenojo
Muljadi Suratinojo

ZONA KOTAMOBAGU – Pengembangan potensi pertanian menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kota (Pemkot). Berbagai terobosan telah dilakukan, seperti pemberian bantuan berupa bibit, pupuk ataupun alat mesin pertanian kelompok tani. Semua itu dilakukan dalam rangka meningkatkan produktifitas hasil pertanian yang muaranya pada peningkatan ekonomi masyarakat khususnya para petani.

Tak hanya petani kopi, jagung dan padi yang mendapat bantuan, petani kedelai juga tak luput dari perhatian pemerintah. Dinas Pertanian sudah mendata kelompok tani yang akan menerima bantuan kedelai dari pemeritah pusat. Terdapat 41 kelompok yang kabarnya akan mendapatkan bantuan kedelai untuk dikembangkan pada lahan seluas 2.000 hektare.

“Lahan untuk penanamannya disiapkan oleh kelompok penerima bantuan. Data yang ada pada kami ada 41 kelompok,” kata Kepala Dinas Pertanian, Muljadi Suratinoyo.

Ia berharap, bantuan yang diberikan pemerintah tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik. Sehingga tujuan pemerintah untuk meningkatkan produktivitas kedelai dan bisa memberi dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya para petani, bisa terealisasi.

“Bantuan ini merupakan bentuk subsidi sehingga dapat memancing minat petani untuk membudidayakan tanaman kedelai. Oleh karena itu diharapkan agar kelompok penerima bantuan dapat memanfaatkannya dengan  baik,” harapnya. (ads/gito)

Produk Home Industri Kotamobagu Tembus Eropa

Herman Aray
Herman Aray

ZONA KOTAMOBAGU – Dodol kacang hasil olahan Hasniati Tungkagi, Ibu Rumah Tangga (IRT) asal Desa Kopandakan I, Kecamatan Kotamobagu Selatan, rupanya sudah go internasional. Usaha home industri yang sudah dilakoninya hampir 10 tahun ini telah sampai ke salah satu negara di Benua Eropa, Prancis.

“Setiap tahun dodol kacang ini selalu dipesan saudara saya yang menikah dengan warga Prancis. Pengirimannya biasa di momen seperti ini (jelang Idul Fitri) lewat jasa pengiriman,” katanya.

Tak hanya itu, dodol kacang bermerk KUBE Mopira Kopandakan I hasil olahannya itu juga dipasarkan di Pulau Jawa. Setiap bulan katanya ada keluarganya yang sudah menetap di Jawa memesan dodol kacang. “Harganya 10 ribu pe paket yang berisi 12,” ujarnya.

Ia mengakui, di hari biasanya pesanan dodol kacang mencapai 20 hingga 30 bungkus. Sedangkan di momen ramadhan seperti ini katanya permintaan mengalami peningkatan. Bahkan beberapa hari jelang Idul Fitri permintaan bisa mencapai 200  bungkus atau paket. “Alhamdulillah hasilnya lumayan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” sebutnya.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM), Herman Aray, meminta semua pelaku UKM untuk terus meningkatkan kualitas produk usahanya masing-masing agar bisa bersaing dengan produk lain di pasaran. “Kota Kotamobagu adalah kota jasa. Ini merupakan peluang usaha yang harus dimanfaatkan,” imbaunya. (ads/gito)

Perbaiki Lapangan, Pemdes Moyag Kembangkan Potensi Sepak Bola di Desa

Lapangan Sepak Bola Desa Moyag.

ZONA KOTAMOBAGU – Anggaran miliaran rupiah yang masuk ke desa dimanfaatkan Pemerintah Desa (Pemdes) untuk pembangunan, pemberdayaan masyarakat maupun pengembangan potensi yang ada di desa masing-masing. Di Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur, Pemdes setempat mengalokasikan anggaran lewat Dana Desa (Dandes) untuk perbaikan lapangan sepak bola. Program itu bertujuan untuk menggali meningkatkan minat sekaligus menggali bibit potensi sepak bola di desa tersebut.

“Anggaran untuk perbaikan lapangan sudah di tata dalam RKA (Rencana Kegiatan Anggaran) tahun ini. Ini adalah usulan dari karang taruna yang disetujui bersama pemerintah desa. Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah perataan tanah lapangan dan pembuatan tempat duduk penonton,” kata Sekretaris Desa (Sekdes), Maskur Gumalangit.

Ia mengakui, dukungan infrastruktur sangat mempengaruhi pengembangan olahraga sepak bola. Oleh karena itu, pihaknya mengalokasikan anggaran di sektor olahraga dengan harapan kedepannya Desa Moyag bisa menjadi salah satu desa penghasil bibit sepak bola di Kota Kotamobagu.

“Infrastruktur lapangan yang memadai menjadi wadah bagi para generasi muda untuk menyalurkan minat dan bakat dalam bermain sepak bola,” ujarnya. (ads/gito)

Lokasi Pasar Senggol di Poyowa Kecil

Herman Aray

ZONA KOTAMOBAGU – Teka-teki dimana lokasi pasar senggol tahun ini, akhirnya terjawab. Pemerintah Kota (Pemkot) dikabarkan telah menentukan lokasinya yang sama seperti tahun lalu, yakni di Desa Poyowa Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan.

“Dengan berbagai pertimbangan, sudah diputuskan lokasi pasar senggol tetap di Desa Poyowa Kecil,” kata Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM), Herman Aray.

Ia menjelaskan, hal-hal yang menjadi pertimbangan sehingga dipilihnya Desa Poyowa Kecil sebagai lokasi pasar senggol adalah untuk mengurangi kemacetan di pusat kota jelang hari raya idul fitri. “Lokasinya sudah diputuskan sekarang tinggal persiapannya saja,” jelasnya.

Lanjutnya, pasar senggol tersebut direncanakan akan dibuka mulai Senin (4/6) sampai dengan selesai. “Pendaftarannya rencana mulai tanggal 30 (Mei) sampai Tanggal 3 Juni,” ujarnya.

Sebelumnya, Penjabat Sementara (PJs) Walikota Muhammad Mokoginta, mengungkapkan sebelum menetapkan lokasi pasar senggol, pihaknya terlebih dahulu melakukan kajian dengan mempertimbangkan berbagai hal. “Penetapan lokasi yang cocok tentu dilihat dari faktor dan indikator yang ada,” ungkapnya. (ads/gito)

Permintaan Nenas Meningkat Jelang Idul Fitri

ZONA KOTAMOBAGU – Kelurahan Mongkonai Barat, Kecamatan Kotambagu Barat, dikenal sebagai penghasil nenas di Kota Kotamobagu. Ditanam dan diolah oleh warga setempat, buah nenas menjanjikan keuntungan yang besar. Terlebih di saat bulan ramadhan seperti ini, permintaan buah nenas meningkat drastis. Hal itu menjadi berkah tersendiri bagi para petani dan penjualnya.

“Iya, ada peningkatan mulai dari awal puasa. Sebelum puasa yang terjual biasanya hanya 20 buah saja, tapi sekarang sudah naik jadi lebih dari 30 atau 40 buah per hari,” kata Saryani Lobud, salah satu penjual Nenas di Kelurahan Mongkonai Barat, Kecamatan Kotamobagu Barat.

Ia memprediksi, permintaan nenas ini akan terus mengalami peningkatan seiring dengan semakin dekatnya Hari Raya Idul Fitri. “Nenas ini biasanya dijadikan selai untuk kue kering. Jadi kalau sudah dekat hari raya, pasti banyak yang datang membeli. Kalau soal ketersediaan stok, masih aman sampai hari ini,” ujarnya.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan, Ramjan Mokoginta, mengatakan jumlah panen nenas tahun ini cukup banyak. Meski tak merinci berapa jumlah per satu kali panen, namun ia meyakini hasil panen petani itu bisa mencukupi permintaan buah nenas jelang idul fitri.

 “Jumlah panen nenas tahun ini meningkat. Jadi stoknya aman saat ini,” katanya.

Sekadar diketahui, Nenas yang ada di Kelurahan Mongkonai tersebut memiliki ciri khas tersendiri. Selain memiliki ukuran yang besar juga rasanya manis sehingga cocok untuk dijadikan selai. Karena keunggulannya itu, investor dari Negeri China tertarik untuk mengembangkannya dan berencana mendirikan pabrik Nenas di Kelurahan Mongkonai. (ads/gito)