Beranda blog Halaman 588

Kelurahan Pobundayan Produsen Batu Bata di BMR

Tempat pengolahan atau pencetakan batu bata di Kelurahan Pobundayan.

ZONA KOTAMOBAGU – Kota Kotamobagu dikenal sebagai daerah penghasil batu bata di wilayah Bolmong Raya. Salah satu produsen batu bata berada di Kelurahan Pobundayan, Kecamatan Kotamobagu Selatan. Sekira 50 persen warga di kelurahan tersebut menggantungkan hidupnya sebagai pengrajin material bangunan berbahan dasar tanah tersebut. Dalam sehari, ada puluhan ribu batu bata diproduksi para pengrajin dengan kualitas yang sudah tidak diragukan lagi.

Lurah Pobundayan, Apri Djunaidi Paputungan, mengatakan para pengrajin batu bata mengelola usaha tersebut secara berkelompok maupun perorangan. “Ada sekitar 10 kelompok di sini, tapi paling banyak diolah pribadi,” kata Apri, Selasa (27/2).

Salah satu pengrajin batu bata, Harto Yambo (45),  mengakui usaha batu bata yang sudah dijalaninya selama bertahun-tahun itu bisa mencukupi biaya hidup sehari-hari, termasuk membiayai kuliah dan sekolah dua anaknya. “Alhamdulillah hasilnya bisa untuk biaya sehari-hari,”sebutnya.

Lanjutnya, batu bata hasil olahannya itu dipesan warga untuk material bangunan rumah atau para pengusaha untuk proyek bangunan gedung, perkantoran dan lainnya. “Biasanya kalau sudah musim proyek itu banyak yang pesan, ada yang dari Dumoga, Poigar dan daerah lain di Bolmong Raya. Tapi mesipun tidak ada pemesan tetap kita bekerja (mencetak) seperti ini. Untuk ukuran 9 dijual empat ratus rupiah per buah, dan ukuran 12 harganya enam ratus rupiah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dirinya bersama beberapa orang rekannya bekerja mulai pagi hingga sore hari. Untuk mencetak batu bata sebanyak 10 ribu, diperlukan waktu hingga 25 hari yang dimulai dari tumpukan tanah yang telah dicampur air, pencetakan, penjemuran hingga pembakaran. “Yang memakan waktu lama itu adalah penjemuran, kalau cuaca cerah itu cepat kering. Kalau untuk pembakarannya biasanya hanya sehari saja. Pengolahannya masih secara manual, sehingga memakan waktu beberapa hari,” jelasnya.

Ia mengakui, selama ini dirinya belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah. “Ada informasi dari pemerintah menyerahkan mesin pencetak, tapi itu hanya diberi ke kelompok-kelompok. Memang kalau pakai mesin, prosesnya lebih cepat dan biayanya kurang. Per hari bisa 4.000,” sebutnya. (ads/gito)

Event Pesona Kotamobagu Masuk Kalender Event Pemprov Sulut

Pjs Walikota saat menghadiri kegiatan launching calender of event north sulawesi, di Hotel Sintesa Peninsula, Manado.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) mendukung penuh pelaksanaan berbagai event pariwisata yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut). Hal ini diutarakan Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, usai menghadiri launching calender of event north sulawesi yang dilaksanakan Pemprov Sulut di Hotel Sintesa Peninsula, Manado, Selasa (27/2).

Menurutnya, Pemkot siap ambil bagian dan menyukseskan berbagai event yang akan dilaksanakan Pemprov maupun pemerintah kabupaten dan kota lain di wilayah Sulewesi Utara. Hal itu katanya merupakan bagian dari upaya mempromosikan berbagai potensi wisata yang ada di Kota Kotamobagu. “Pada intinya pemerintah Kota Kotamobagu siap menyukseskan event pariwisata yang dilaksanakan di wilayah Sulawesi Utara,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Agung adati, mengungkapkan salah satu event pariwisata yang akan dilaksanakan Pemkot Kota Kotamobagu tahun ini adalah event Pesona Kotamobagu pada Mei mendatang. Kegiatan tersebut katanya telah tercatat dalam kalender event Pemprpov Sulut Tahun 2018.

“Ada berbagai rangkaian kegiatan, seperti pemilihan Nanu Uyo Kotamobagu, festival kuliner tradisional mongondow, pagelaan seni dan budaya mongondow serta  lomba permainan tradisional. Tujuannya adalah untuk mempromosikan potensi pariwisata dan budaya yang ada di Kota Kotamobagu,” ujar Agung. (ads/gito)

Dinas Kominfo Siap Layani Registrasi Kartu Prabayar

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mengimbau masyarakat khususnya para pengguna jasa telekomunikasi prabayar, untuk segera meregistrasi  ulang kartu prabayar, sebelum batas akhir yakni 28 Februari (hari ini).

Kepala Dinas Kominfo, Ahmad Yani Umar, mengatakan berdasarkan siaran pers Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemekominfo) nomor; 60/HM/Kominfo/02/2018 tertanggal 26 Februari tentang himbauan registrasi ulang, pengguna jasa telekomunikasi prabayar yang belum meregistrasi ulang kartu prabayar, maka terhitung 28 Februari dimulai hitung mundur untuk pemblokiran kartu prabayar yang belum diregistrasi.

“Kemenkonfo masih memberikan waktu bagi yang belum meregistrasi sampai tanggal 30 Maret 2018. Jika sampai waktu yang ditentukan itu (30 Maret) belum meregistrasi, akan dilakukan pemblokiran layanan telepon keluar dan sms keluar,” katanya.

Ia mengungkapkan, tahap selanjuutnya yakni jika kartu prabayar belum juga diregistrasi hingga 14 April, maka sehari setelahnya atau mulai 15 April akan dilakukan pemblokiran telepon masuk dan sms masuk. “Kemudian tahap berikutnya, jika belum juga diregistrasi kartu prabayar sampai 29 April, maka mulai 30 April ditambah blokir layanan internet. Jika sampai tanggal 30 April dan tidak diregistrasi, maka selluruh layanan sim card otomatis diblokir,” ungkapnya.

Ditambahkannya, bagi masyarakat yang ingin meregistrasi kartu prabayar, bisa mendatangi outlet-outlet provider masing-masing. “Bisa juga datang ke Kantor Dinas Kominfo,” tambahnya. (ads/gito)

Pjs Walikota Hadiri Launching Calender of Event North Sulawesi

Pemerintah Kota (Pemkot) mendukung penuh pelaksanaan berbagai event pariwisata yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut). Hal ini diutarakan Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, usai menghadiri launching calender of event north sulawesi yang dilaksanakan Pemprov Sulut di Hotel Sintesa Peninsula, Manado, Selasa (27/2).

Menurutnya, Pemkot siap ambil bagian dan menyukseskan berbagai event yang akan dilaksanakan Pemprov maupun pemerintah kabupaten dan kota lain di wilayah Sulewesi Utara. Hal itu katanya merupakan bagian dari upaya mempromosikan berbagai potensi wisata yang ada di Kota Kotamobagu. “Pada intinya pemerintah Kota Kotamobagu siap menyukseskan event pariwisata yang dilaksanakan di wilayah Sulawesi Utara,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Agung adati, mengungkapkan salah satu event pariwisata yang akan dilaksanakan Pemkot Kota Kotamobagu tahun ini adalah event Pesona Kotamobagu pada Mei mendatang. Kegiatan tersebut katanya telah tercatat dalam kalender event Pemprpov Sulut Tahun 2018.

“Ada berbagai rangkaian kegiatan, seperti pemilihan Nanu Uyo Kotamobagu, festival kuliner tradisional mongondow, pagelaan seni dan budaya mongondow serta  lomba permainan tradisional. Tujuannya adalah untuk mempromosikan potensi pariwisata dan budaya yang ada di Kota Kotamobagu,” ujar Agung. (advertorial)

Awal Tahun, DP3A Tangani 6 Laporan Kasus

Sitti Rafiqah Bora
Sitti Rafiqah Bora

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) menangani enam laporan kasus selang dua bulan pertama di tahun ini. Kasus-kasus tersebut yakni, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), penelataran anak dan cabul.

Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan Perlindungan Khusus Anak dan Pemenuhan Hak Anak, Citra Dewi Ololah, mengatakan semua laporan kasus tersebut telah ditindaklanjut, bahkan katanya ada beberapa diantaranya yang sudah terselesaikan.

“Ada yang sudah selesai, ada juga yang sementara ditangani. Tapi khusus kasus pencabulan kita limpahkan ke pihak yang berwenang,” katanya.

Diungkapkannya, pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi terjadinya KDRT, kekerasan terhadap perempuan dan anak. “Banyak program dan kegiatan yang kita lakukan dalam rangka mengantisipasi terjadinya kasus serupa. Ada PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga), PISA (Pusat Informasi Sahabat Anak) dan program lainnya yang sedang kita laksanakan,” ungkapnya.

Kepala DPPPA, Sitti Rafiqah Bora, menerangkan keharmonisan rumah tangga, pernikahan dini serta kurangnya pemahaman tentang cara hidup berumah tangga yang baik menjadi penyebab terjadi KDRT maupun tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak. “Dengan adanya PUSPAGA dan PISA kita harapkan kasus-kasus tersebut bisa dicegah,” terangnya. (ads/gito)

Dinas PRKP Usul 50 Rusus ke Kementrian PUPR

Imran Amon

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) mengusulkan pembangunan 50 unit rumah khusus (rusus) ke Kementrian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (KemenPUPR). Rusus tersebut disiapkan sebagai tempat tinggal Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kepala Dinas PRKP, Imran Amon, mengatakan pihaknya sudah menyiapkan lahan seluas dua hektare yang berlokasi di kompleks taman kota Kelurahan Pobundayan, Kecamatan Kotamobagu Selatan. “Kita telah menyiapkan lahannya dan tinggal menunggu persetujuan dari kementrian untuk pembangunannya,” kata Imran.

Dijelaskannya, rusus yang akan dibangun adalah rumah dengan type 36. ASN termasuk yang berasal dari luar Kota Kotamobagu katanya bisa tinggal di tempat tersebut. “Nantinya itu (rusus) akan disewakan kepada ASN dan tidak menutup kemungkinan juga masyarakat umum,” jelasnya.

Lanjutnya, pembangunan rusus tersebut selain dalam rangka menyiapkan hunian yang layak untuk ASN, juga menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). “ASN atau masyarakat yang tinggal disitu akan dikenakan biaya sewa. Tentu itu menjadi salah satu sumber PAD,” tambahnya. (ads/gito)

Dinas Kominfo Target Semua Desa dan Kelurahan Miliki KIM

 

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) kembali membentuk Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di delapan kelurahan tahun ini. KIM tersebut berfungsi sebagai wahana informasi dan komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah dan sebaliknya.

Kepala Bidang Statistik Informasi dan Komunikasi Publik, Fahri Damopolii, mengatakan tahun sebelumnya telah dibentuk KIM di enam desa dan kelurahan. Enam KIM tersebut katanya diberikan berbagai fasilitas penunjang seperti satu set komputer, printer, peralatan jaringan, akses poin wifi dan fasilitas internet. “Untuk tahun ini Kelurahan Biga, Upai, Gogagoman, Pobundaya, Motoboi Besar dan Kotobangon. Tadi (kemarin, red) kita sudah rapat dengan delapan lurah soal pembentukannya,” kata Fahri, Senin (26/2).

Diungkapkannya, pihaknya menargetkan semua desa dan kelurahan memiliki KIM. Namun untuk pembentukannya dilakukan secara bertahap. “Sekarang ini kita juga masih menunggu laporan dari tiap desa, karena ada desa yang menginisiatif membentuk KIM dengan anggaran dari dana desa,” ungkapnya.

Sementara itu, Lurah Motoboi Besar, Zulvan Pombaile, mengaku sangat menyambut baik pembentukan KIM tersebut. Katanya, banyak manfaat didapat dengan adanya KIM, seperti mempermudah pemerintah kelurahan dan desa dalam menyebarluaskan informasi seputar kegiatan yang dilaksanakan, mempromosikan potensi yang dimiliki desa dan kelurahan dan sebagainya.

“Tentunya kami sangat mendukung dan menyambut baik. Selanjutnya ini akan kita tindaklanjuti di kelurahan dengan membentuk kepengurusannya yang akan melibatkan unsur pemuda dan PKK di dalamnya,” sebutnya. (ads/gito)

Pemkot Tunggu Surat MenPAN-RB Soal Rekrutmen CPNS

Sahaya Mokoginta

ZONA KOTAMOBAGU — Pemerintah Kota (Pemkot) masih menunggu surat dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (MenPAN-RB) terkait rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun ini.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Sahaya Mokoginta, mengatakan pihaknya sudah mengajukan usulan kebutuhan pegawai ke KemenPAN-RB. Namun demikian, katanya pihaknya belum bisa memberi kepastian soal rekrutmen CPNS tahun ini. “Belum bisa kami pastikan (perekrutan CPNS), karena belum ada surat resmi dari kementrian,” kata Sahaya.

Ia mengungkapkan, pihaknya saat ini masih sangat membutuhkan pegawai untuk ditempatkan disejumlah instansi. Namun dari semua yang dibutuhkan itu, paling prioritas adalah tenaga guru dan kesehatan. “Yang kita usulkan disesuaikan dengan kebutuhan. Ada 800 formasi, yang terdiri dari tenaga guru, kesehatan dan teknis,” ungkapnya.

Usulan kebutuhan CPNS itu merupakan tindaklanjut dari surat MenPAN-RB nomor B/750/M.SM01.00/2017 perihal penyampaian kebutuhan Pegawai Negeri Sipil Tahun 2018. Dalam surat tersebut, usulan kebutuhan PNS diprioritaskan untuk tenaga pendidikan, kesehatan serta jabatan-jabatan yang mendukung pembangunan infrastruktur.

Saat ini PNS di lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu berjumlah 2.438 ditambah tenaga kontrak 1.649. (ads/gito)

Pjs Walikota Resmikan Masjid Az-Zahra Desa Moyag

Pjs walikota saat meresmikan Masjid Azzahra Desa Moyag.

ZONA KOTAMOBAGU – Penjabat Sementara (Pjs), Muhammad Mokoginta, meresmikan Masjid Az-zahra Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur, Minggu (25/2). Pada kesempatan itu, Pjs walikota mengapresiasi kepada masyarakat setempat yang telah menginisiatif serta berpartisipasi pada pembangunan masjid tersebut.

“Insya allah segala upaya dan partisipasi dalam membangun Masjid Az_Zahra ini, akan senantiasa bernilai ibadah,” sebutnya.

Dengan diresmikannya masjid tersebut, ia berharap dapat lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan. “Kita harapkan dengan diresmikannya masjid ini akan semakin meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita semua,” harapnya.

Hadir dalam peresmian itu, sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu serta pemerintah dan masyarakat desa setempat. (ads/gito)

Pjs Walikota Optimis Kotamobagu Kembali Bisa Raih Piala Adipura

Pjs walikota bersama jajaran SKPD saat berada di lokasi kerja bakti ASN.

ZONA KOTAMOBAGU — Penjabat Walikota, Muhammad Mokoginta, optimis Pemerintah Kota (Pemkot) akan kembali meraih penghargaan adipura tahun ini. Hal itu disampaikannya usai kerja bakti bersama jajaran Pemerintah Kota (Pemkot), Jumat (23/2).

Menurutnya, peluang mendapatkan penghargaan piala adipura sangat terbuka dengan melihat kondisi kebersihan yang ada di wilayah Kota Kotamobagu.

“Dengan melihat kondisi kebersihan yang ada di wilayah Kotamobagu saat ini, saya sangat optimis, pemerintah dan masyarakat Kotamobagu akan dapat kembali meraih adipura,” ujar Pjs walikota.

Pada kesempatan itu, ia mengimbau semua perangkat daerah serta masyarakat untuk terus bersinergi dalam menjaga kebersihan. “Kita harus bahu-membahu. Kebersihan tak hanya menjadi tugas pemerintah saja, tapi perlu dukungan dari semua elemen masyarakat, apalagi sekarang menjelang P2 adipura. Kebersihan harus tetap kita jaga bersama,” imbaunya.

Pada kesempatan itu, mantan Pjs Bupati Boltim itu juga memantau kondisi kebersihan disejumlah titik, seperti taman kota yang berada di eks kantor bupati Bolmong, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berada di Kelurahan Mongkonai, taman kota yang ada di pusat kota, serta sejumlah lokasi lainnya. (ads/gito)