ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) mendukung pelaksanaan Cap Go Meh oleh umar Tri Dharma Kota Kotamobagu. Selain sudah menjadi tradisi tahunan, kegiatan tersebut juga dinilai dapat mendorong perkembangan pariwisata di Kota Kotamobagu.
“Kegiatan ini dilaksanakan setiap tahunnya setelah imlek. Ini menjadi daya tarik tersendiri khusus di bidang pariwisata yang sedang giat-giatnya kita laksanakan. Oleh karena itu pemerintah sangat mendukung pelaksanaannya, apalagi ini adalah kegiatan keagamaan,” kata Asisten II, Gunawan Damopolii, usai rapat pertemuan dengan umar Tri Dharma.
Untuk menambah daya tarik wisatawan berkunjung ke Kotamobagu, perayaannya direncanakan akan didukung dengan berbagai kesenian serta budaya daerah.
“Nantinya akan kita ramu sedemikian rupa dengan mengolaborasi seni budaya daerah. Selain atrasksi barongsai, acara ini juga akan dimeriahkan dengan berbagai kesenian daerah,” ujarnya. (ads/gito)
TINGKATKAN PRODUKTIFITAS: Pemkot membantu pengrajin gula aren dengan menyiapkan infrastruktur rumah produksi dan mesin pencetak gula. Tampak salah satu mesin pencetak yang berada di rumah produksi.
ZONA KOTAMOBAGU – Potensi gula aren di Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur, sangat menjanjikan. Tak sedikit warga setempat yang menggantung hidup dan bekerja sebagai pengrajin gula yang berbahan dasar air nira tersebut.
Melihat besarnya potensi itu dan dinilai akan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat setempat, Pemerintah Kota (Pemkot) menaruh perhatian serius dengan memberi pelatihan kepada para pengrajin dan menyerahkan bantuan mesin pencetak gula.
Selain itu, saat ini juga pembangunan rumah produksi sedang dalam tahap perampungan. Semua yang dilakukan itu selain untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas gula aren yang muaranya pada peningkatan ekonomi masyarakat sebagai pengrajin, juga untuk menopang program pemerintah menjadikan Kota Kotamobagu sebagai kota model jasa di kawasan Bolmong Raya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker), Hidayat Mokoginta, mengungkapkan ada beberapa sisi bangunan rumah produksi gula aren yang akan dirampungkan, termasuk pengadaan peralatan kemasan gula aren.
“Setelah selesai dibangun dan peralatannya sudah lengkap, akan diserahkan ke kelompok tani,” ungkapnya.
Ditambahkannya, rumah produksi gula aren tersebut diperkirakan bisa difungsikan tahun 2019 mendatang.
“Jika sudah beroperasi, tentu itu akan menguntungkan para pengrajin. Proses pengolahannya akan lebih mudah dan cepat,” tambahnya.
Di Desa Moyag, terdapat lima kelompok yang setiap kelompoknya terdiri dari 25 pengarjin gula aren. Rata-rata produksi mencapai 50 buah per hari yang dihasilkan satu orang pengrajin. Pemerintah desa setempat bahkan melirik gula aren sebagai salah satu usaha yang akan dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU – Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, melakukan inspeksi mendadak di 8 kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Kamis (22/2). Kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi perhatian saat sidak perdana pasca dilantik sebagai Pjs walikota.
Sidak dilakukan sekira pukul 11.00 Wita hingga pukul 12.00 Wita dan dimulai dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) yang berada di Jalan Arief Rahman Hakim. Dari situ, Asisten II Pemprov Sulut itu kemudian mengunjungi perkantoran SKPD yang berada di Jalan Kampus Kelurahan Mogolaing dan terakhir di Puskesmas Kelurahan Motoboi Kecil.
Dari sidak yang dilakukan itu, didapati banyak Aparatur Sipil Negara (ASN) termasuk pimpinan SKPD yang tidak berada di tempat meski jam kerja masih berlangsung dengan berbagai alasan seperti tugas luar, istirahat, rapat dan lainnya. Melihat kondisi tersebut, Pjs tampak kecewa apalagi ketika mendapat informasi bahwa ada pimpinan SKPD ke luar daerah tanpa koordinasi terlebih dahulu.
“Saya sengaja melaksanakan sidak ini tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Bagi mereka yang tidak berada di tempat pasti ada sanksi, apalagi yang tugas luar tanpa ijin khususnya kepala SKPD,” katanya.
Ia mengungkapkan, ASN adalah pelayanan masyarakat sehingga tidak bisa seenaknya meninggalkan kantor terutama saat jam kerja berlangsung.
“Tadi belum jam istirahat sudah ada yang jalan (pulang), ada yang bilang ke pesta. Itu tidak bisa sama sekali. Fungsi kita (ASN) adalah memberi pelayanan yang prima ke masyarakat, tidak boleh seenaknya keluar kantor,” ungkapnya.
Lanjutnya, saat ini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sedang melakukan audit interim II. Oleh karena itu, ia meminta semua ASN terutama pimpinan SKPD untuk stand by atau tidak ke luar daerah jika belum ada urusan yang mendesak.
“Pemeriksaan BPK itu adalah prioritas. Kalau keluar daerah hanya bersifat koordinasi saja, tidak boleh. Kecuali bersifat penting, itupun harus koordinasi terlebih dahulu,” ujarnya.
Disisi lain, ia mengimbau semua ASN untuk terus meningkat disiplin dan kinerja masing-masing. “Disiplin harus terus ditingkatkan, begitu juga dengan kinerja. Kemudian harus selalu memberi pelayanan yang prima ke masyarakat,” imbaunya. (ads/gito)
Petugas Satpol PP saat menurunkan baliho yang terpasang di pusat kota.
ZONA KOTAMOBAGU – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menertibkan baliho kadaluarsa yang terpasang di sejumlah wilayah di Kota Kotamobagu. Pantauan koran ini, mulai Selasa (19/2) hingga Rabu (20/2), pasukan penegak Perda itu menurunkan baliho-baliho dan sejenisnya yang waktu pemasangannya sudah melewati batas yang ditentukan.
“Semua baliho atau sejenisnya yang sudah kadaluarsa dan yang tidak berijin akan kita turunkan,” kata salah satu petugas Satpol PP, Denny Damopolii.
Kepala Bidang Operasional, Bambang Dachlan, mengungkapkan penertiban baliho akan dilakukan hingga batas waktu yang ditentukan. “Penertiban ini dalam rangka menjaga keindahan kota,” ujarnya.
Ditambahkannya, penertiban baliho itu tak hanya terfokus di wilayah pusat kota saja, tapi menyasar semua wilayah empat kecamatan. “Kita harap ada kerja sama dari para pemasangan baliho agar menaati ketentuan yang berlaku. Kalau sudah lewat batas pemasangannya, pasti akan diturunkan,” tambahnya. (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Kesehatan (Dinkes) akan turun memeriksa semua tempat pengolahan home industri yang tersebar di wilayah Kota Kotamobagu. Hal itu dilakukan untuk memastikan kehigienisan produk home industri yang dijual ke masyarakat.
Kepala Bidang Promosi Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan, Soemartini Soegihardjo, mengatakan sebelumnya pihaknya sudah pernah turun ke 119 tempat usaha home industri. Saat itu katanya pihaknya tidak menemukan ada produk makanan yang menggunakan bahan berbahaya.
“Yang akan kita periksa adalah kebersihan lingkungan, cara pengolahan serta bahan makanan yang digunakan. Ini rutin kita lakukan agar ada jaminan kehigienisan dari setiap produk industri rumahan yang dijual ke masyarakat,” kata Kepala Bidang Promosi Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan, Soemartini Soegihardjo.
Lanjutnya, rencana turun ke semua tempat usaha home industri itu akan dilakukan dalam beberapa waktu kedepan. “Bukan hanya tempat pengolahan mie dan bakso saja, tapi ke tempat pengolahan kacang goyang, keripik, kolombeng dan lainnya,” ujarnya.
Ditambahkannya, pihaknya tak segan memberi sanksi tegas jika menemukan ada produk home indutri yang mengandung bahan berbahaya. Oleh karena itu, ia mengimbau agar para pelaku usaha dapat memperhatikan kebersihan serta kualitas produk usaha masing-masing. “Sejauh ini memang masih aman, tapi jika dikemudian hari didapati ada yang menggunakan bahan atau zat berbahaya, maka akan langsung ditindak tegas,” tambahnya. (ads/gito)
Pjs Walikota saat menandatangani komtimen bersama pemberantasan korupsi terintegrasi di wilayah Sulut.
ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) sepakat mendukung program pemberantasan korupsi terintegrasi di wilayah Sulawesi Utara. Kesepakatan itu ditandai dengan penandantanganan komitmen bersama oleh Pjs Walikota, Muhammad Mokoginta, bersama para bupati dan walikota di Sulawesi Utara, pada rapat koordinasi dan supervisi program pemberantasan korupsi terintegrasi yang dilaksanakan di Ruang JC Rrantung Kantor Gubernur, Rabu (21/2).
Menurut Pjs walikota, Pemkot sangat mendukung program pemberantasan korupsi terintegrasi di wilayah Sulawesi Utara. “Ini penting dalam rangka mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari KKN,” kata Mokoginta.
Pada kegiatan tersebut, ada 10 poin yang disepakati Pjs walikota bersama para kepala daerah lainnya dalam rangka mendung program tersebut, yakni melaksanakan proses perencanaan penganggaran dengan mengakomodir kepentingan publik, melaksanakan pengadaan barang dan jasa berbasik elektornik, melaksanakan pelayanan terpadu satu pintu dan proses penerbitan perjanjian pengelolaan sumber daya alam yang terbuka, melaksanakan tata kelola dana desa termasuk pemanfaatan yang efektif dan akuntabel, melaksanakan penguatan Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) sebagai bagian dari implementasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), memperkuat sistem integritas pemerintahan melalui ppembentukan komite integritas, pengendalian gratifitasi dan pelaporan LHKPN, membangn sinergitas dan partisipasi seluruh komponen masyarakat terhadap penguatan tata kelola pemerintahan, melaksanakan perbaikan pengelolaan SDN dan peneapan tunjangan perbaikan penghasilan, melaksanakan perbaikan manajemen aset daerah dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta melaksanakan rencana aksi dalam program pencegahan dan penindakan korupsi terintegrasi secara konsisten dan berkelanjutan. (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU – Para penyuluh pertanian dan perikanan diminta untuk memberi pendampingan terhadap para petani atau peternak di wilayahnya masing-masing. Hal ini ditegaskan Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian, Meiva Najoan, pada kegiatan temu koordinasi penyuluh pertanian dan perikanan se-Kotamobagu, Senin (19/2).
Menurutnya, peran penyuluh sangat penting untuk memajukan sektor pertanian dan peternakan di wilayah Kota Kotamobagu. “Penyuluh adalah ujung tombak kemajuan sektor pertanian dan perikanan. Untuk itu pendampingan terhadap petani dan peternak harus dilakukan,” katanya.
Terkait kegiatan temu koodinasi penyuluh tersebut, ia mengungkapkan hal itu merupakan bagian dari evaluasi rutin kinerja semua penyuluh serta menjadi wadah untuk menyampaikan segala program dan kegiatan yang akan dilaksanakan.
“Kegiatan ini harus dimanfaatkan sebagai sarana penyampaian program dan kegiatan yang akan dilaksanakan penyuluh di wilayahnya masing-masing,” ujarnya. (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) bersiap menghadapi Penilaian kedua (P2) oleh tim penilai adipura. Saat ini, Pemkot terus melakukan berbagai persiapan termasuk membenahi berbagai hal yang dinilai masih kurang.
“P2 diperkirakan akhir Maret atau awal April,” kata Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Gunawan Damopolii.
Ia mengungkapkan, ada beberapa sektor yang menjadi fokus tim penilaian pada P2 nanti, yakni Tempat Pembuangan Akhir (TPA), terminal dan sejumlah titik pantau lainnya. “Kita tinggal membenahi saja. Pada intinya, kita sudah siap menghadapi P2,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, penilaian pertama atau P1 sudah dilakukan beberapa waktu lalu. Saat itu, tim penilai melakukan penilaian disejumlah titik pantau seperti pemukiman, jalan arteri, pasar, pertokoan, perkantoran, sekolah, rumah sakit, hutan kota, taman kota, TPA, bank sampah dan lainnya. “P1 itu menjadi penentu kelanjutan penilaian ke tahap selanjutnya,” terangnya.
Disisi lain, ia mengimbau semua elemen masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan. “Menjaga kebersihan itu bukan hanya tugas pemerintah saja, tapi perlu ada kesadaran dan kerja sama dari semua elemen masyarakat,” imbaunya. (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menghadirkan aplikasi khusus untuk mendeteksi pengguna media sosial yang kerap menyebarkan informasi hoax. Aplikasi tersebut bernama Soxial Media Analityc.
“Aplikasi ini sudah mulai beroperasi sejak 2017 lalu,” kata Kepala Dinas Kominfo, Ahmad Yani Umar.
Diterangkannya, melalui aplikasi tersebut, penyebar informasi hoax serta ujaran kebencian melalui media sosial bisa terdeteksi, termasuk perangkat yang digunakan.
“Meskipu akun yang digunakan memiliki protec atau pengamanan tinggi, tetap bisa dideteksi oleh tim data center kami. Lokasinya, siapa orangnya dan bahkan kartu selular yang digunakan juga bisa terdeteksi,” terangnya.
Kasubag Humas Polres Bolmong, AKP Syaiful Tamu, mengungkapkan pihaknya akan membuat Memorandum of Understanding (MoU) serta melaunching tim siber cryme dengan melibatkan Dinas Kominfo. “Kita bekerja sama dengan Kominfo untuk melacak keberadaan dan pemilik akun palsu penyebar hoax dan ujaran kebencian,” ungkapnya. (ads/gito)
Psj Walikota saat mengikuti Rakornas persiapan pelaksanaan Pilkada serentak di Hotel Grand Sahid, Jakarta.
ZONA KOTAMOBAGU – Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) persiapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak Tahun 2018 yang dilaksanakan Kementrian Hukum dan Ham, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (20/2). Kegiatan tersebut dibuka Menkopolhukam, Wiranto, serta dihadiri Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi, serta para kepala daerah yang daerahnya menggelar Pilkada tahun ini.
“Ada beberapa poin penting yang dibahas pada Rekornas itu. Secara umum target dalam Pilkada 2018 ini adalah meningkatkan partisipasi pemilih, menghindari politik uang dan menciptakan kampanye damai,” kata Pjs Walikota, Muhammad Mokoginta.
Sementara itu, Kepala Kesbangpol, Irianto Mokoginta, mengungkapkan Pemkot siap mengawal dan menjalankan hasil rakornas tersebut. “Pada dasarnya Pemkot siap mengawal dan mensukseskan pelaksanaan Pilkada ini. Untuk itu kami mengimbau kepada semua masyarakat Kota Kotamobagu untuk selalu menjunjung tinggi semangat kekeluargaan, agar tercipta kondusifitas di tengah masyarakarat,” ungkapnya.
Pada rakor tersebut, Menkopolhukam menekankan agar penyelenggaraan Pilkada serentak tahun 2018 harus berjalan sukses, dan meminta semua stakeholder yang terlibat untuk harus bertanggung jawab sesuai dengan tugas masing-masing dalam hal pengawasan pelaksanaan Pilkada. (ads/gito)