Beranda blog Halaman 639

SKPD Pemkot Diminta Fokus Indikator RPJMD

ZONA KOTAMOBAGU – Seluruh jajaran SKPD lingkup Pemerintah Kotamobagu kembali diingatkan untuk melihat kembali visi-misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kotamobagu dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemkot Kotamobagu. Begitu disampaikan Wali Kota Ir. Tatong Bara, saat memimpin Apel Korpri, di Lapangan Kotamobagu, Selasa (18/7) pagi.

Pencapaian Indikator RPJMD dalam periodisasi kepemimpinan yang akan berakhir September 2018, menjadi hal yang diminta untuk diperhatikan bersama. “Buka kembali RPJMD, konsolidasikan lagi pencapaian visi-misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam periodisasi kepemimpinan yang akan berakhir Septeber 2018, masih ada 2 kali periode penanggaran, yakni APBD Perubahan Tahun Anggaran 2017, dan APBD Reguler Tahun Anggaran 2018,” ujar Wali Kota.

Tahun perencanaan tematik pada 2017 ini adalah Tahun Investasi dan Perekonomian Daerah. Penanggaran dalam APBD Perubahan tahun ini harus mengarah pada pencapaian indikator-indikator sasaran yang telah ditetapkan.

“Seluruh SKPD saya minta untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian dalam APBD Perubahan Tahun Anggaran 2017. Anggaran-anggaran yang seharusnya masih bisa ditunda atau ditiadakan, kita hilangkan saja dulu untuk lebih fokus mengejar target indikator yang belum tercapai. Ini harus kita kejar,” ungkapnya.

Hal ini menjadi penting diperhatikan oleh seluruh SKPD, agar apa yang telah dijanjikan oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam periodisasi 5 tahun kepemimpinan dapat dipenuhi. “Kita harus mengejar target indikator yang telah ditetapkan, agar seluruh janji serta komitmen Wali Kota dan Wakil Wali Kota saat dilantik di hadapan rakyat Kotamobagu, dapat kita penuhi,” ungkapnya.(ads/gito)

PMI Temukan Katong Darah Terivenksi HIV

ZONA BOLMONG – Kantor Unit Pelayanan Transfusi Darah (UPTD) Bolaang Mongondow menemukan darah pendonor yang terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). Penyakit mematikan itu ditemukan melalui proses screening yang dilakukan di Laboratorium setempat.

Koordinator pengambilan darah UPTD Bolmong, Hartono Karno menyatakan, ada beberapa kantung darah yang terinveksi HIV. Dan dara tersebut tidak kita berika kepada yang memerlukan “Kami kan tidak tahu detail riwayat pendonor. Makanya, screening kantor transfusi dara amat ketat untuk memastikan darah yang siap pakai benar-benar aman sampai kepada orang yeng membutuhkan,” ungkapnya.

Untuk warga yang melakukan donor darah, PMI selalu mengambil sampel darah melalui tabung. Selanjutnya, darah dalam tabung di-screening untuk memastikan reaktif (mengandung virus,red) atau nonreaktif (aman,red). “Proses penyaluran darah transfusi harus melalui proses screening di laboratorium terlebih dahulu. Sayangnya ada beberapa kantung darah yang terinfeksi virus tersebut,” bebernya.

Selain virus HIV, screening yang dilakukan juga mendeteksi beberapa virus lain, antaranya Hepatitis A, hepatitis B, hingga penyakit kelamin Sipilis. “Sebelum darah dinyatakan nonreaktif, kantong darah dimasukkan di refrigerator karantina terlebih dahulu,” ujarnya.(gung)

Efisiensi Anggaran, Pemkab Pangkas Dana SPPD

ZONA BOLMONG – Pemerintah Kabupaten Bolmong telah mengeluarkan kebijakan penandatanganan SPPD hanya ada pada bupati, wakil bupati, sekretaris daerah serta asisten. Pemkab pun memangkas dana SPPD hingga Rp 5-7 miliar.

Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow mengatakan, kebijakan itu dilakukan agar semua perjalanan dinas terkontrol. Kepala dinas dan badan tidak seenaknya melakukan perjalanan dinas. “Tak ada lagi pejabat Bolmong yang melakukan perjalanan dinas seenaknya. Apalagi terkesan hanya menghambur-hamburkan uang daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Bolmong Tahlis Gallang mengatakan, pemangkasan tersebut untuk efisiensi anggaran. “Ada kegiatan prioritas yang tidak bisa kita tunda. Tapi ada juga kegiatan yang bisa ditunda, seperti perjalanan dinas. Supaya perencanaan keuangan tertuju pada hal yang produktif,” ujarnya.(gung)

Gelar Halalbihalal, Wali Kota Serahkan Bantuan Mesin Cetak Batu Bata

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu memberikan bantuan mesin cetak batu bata kepada para pengrajin batu bata di wilayahnya. Bantuan tersebut diserahkan Wali Kota Ir Hj Tatong Bara, pada kegiatan Halalbihalal yang diselenggrakan di Kecamatan Kotamobagu Selatan, tepatnya di Desa Poyowa Kecil, Selasa (18/07).

“Semoga alat bantu cetak ini bisa lebih meningkatkan produktifitas batu bata para pelaku usaha di wilayah Kotamobagu Selatan,” ungkap Wali Kota.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kotamobagu, Hidayat Mokoginta melalui Kepala Bidang Perindustrian, Fadlun Paputungan, mengatakan, penyerahan bantuan itu baru secara simbolis. “Ada empat kelompok yang menerima bantuan mesin cetak dari Pemkot.” katanya, kemarin.

Ia menjelaskan, bantuan mesin cetak itu sebanyak enam unit. Tapi, pada saat penyerahan, baru empat yang disiapkan di lokasi tersebut, sisanya akan menyusul. “Para penerima bantuan sebelumnya telah mengajukan proposal di instansi kami. Dan para pengarajin itu, di antaranya berasal dari Kelurahan Pobundayaan, Sinindian dan Desa Poyowa Kecil serta Desa Tabang,” ungkapnya.

Ditambahkan, progaram bantuan itu ditata dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2017. Dengan usulan dana yang disiapkan sekira 150 juta, untuk belanja mesin cetak batu bata ini. “Diharapkan bantuan yang telah diserahkan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. Ini juga merupakan bentuk dukungan pemerintah kepada para pengrajin guna meningkatkan produksi batu bata di daerah ini,” tambahnya.(ads/gito)

Wali Kota Lepas Capaska Kotamobagu ke Tingkat Nasional dan Provinsi

ZONA KOTAMOBAGU – Prestasi sisiwi SMA Negeri 1 Kotamobagu Wulan Thania Mokoginta, patut diapersiasi. Betapa tidak, setelah mengikuti beberapa tes, dirinya terpilih menjadi Calon Paskibraka tingkat nasional. Buah hati pasangan dari Sopfian Mokoginta dan Verawati Tawail ini, dilepas Wali Kota Kotamobagu, Ir Hj Tatong Bara, untuk bergabung dengan anggota Paskibraka lainnya di Jakarta.

Selain Wulan, satu siswa asal Kotamobagu juga terpilih sebagai calon Paskibraka tingkat Provinsi. Adalah Bintang Datu Bijak Mokoginta, putra anggota DPRD Kotamobagu Adrianus Mokoginta.

Dalam sambutannya, Wali Kota berharap agar kedua siswa berprestasi tersebut dapat menjaga nama daerah serta mempromosikan Kotamobagu di tingkat nasional. “Harapan kita, agar mereka di sana bisa lebih berprestasi,” kata Wali Kota usai melepas secara resmi anggota utusan Kotamobagu untuk bergabung di tingkat nasional, Selasa (18/07) pagi.

Menurut Wali Kota, tingkat prestasi tersebut akan terlihat jika mereka bisa menjadi penggerek bendera saat upacara kemerdekaan 17 Agustus mendatang. Namun tentunya semua tergantung kepada kecakapan mereka saat latihan nanti di istana. “Patut disyukuri, bahwa kualitas siswa Kotamobagu cukup bisa dibanggakan, sebab bisa menjadi utusan Kotamobagu khusunya Sulut ke Nasional,” ucapnya.

Sekadar diketahui, seleksi yang mereka lalui cukup ketat dan berjenjang. Setelah seleksi di tingkat sekolah masing-masing, mereka diseleksi untuk tingkat kota. Setelah lulus tingkat kota, mereka diseleksi lagi untuk tingkat provinsi. Terakhir, mereka mengikuti seleksi untuk nasional.(ads/gito)

Adnan: Rancangan APBD-P 2017 Fokus Infrastruktur

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) kotamobagu secepatnya akan menyerahkan rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Semntara (PPAS) ke DPRD untuk dilakukan pembahasan bersama.

Menurut Plt Sekretaris Kota Kotamobagu Adnan Massinae, saat ini penyusunan dan pembahasan di SKPD sementara digenjot. “Kita upayakan minggu ini sudah rampung. Dan secepatnya akan diserahkan ke DPRD. Insha Allah kita targetkan pekan depan,” katanya, kemarin.

Untuk Rancangan APBD Perubahan akan diserahkan ke DPRD untuk sama-sama dibahas bersama Badan Anggaran (Banggar). Lanjutnya, pada RAPBD Perubahan 2017, Pemkot akan memprioritaskan program kegiatan bidang infrastruktur, sesuai dengan misi dan visi.

Fokus pemerintah pada program prioritas di APBD Perubahan yakni menyangkut investasi infrastruktur. “APBD-P, Pemkot Kotamobagu akan fokus membuat perencanaan pembangunan yang menyentuh langsung kepada kehidupan masyarakat,” tuturnya.

Ia mengaku, masih banyak sarana infrastruktur pertanian yang merupakan urat nadi perekonomian masyarakat. “Untuk SKPD diminta agar mengurangi kegiatan seremonial yang kurang bermanfaat untuk kepentingan masyarakat, mengingat keterbatasannya anggaran daerah,” tambahnya.(ads/gito)

Pemkot Agendakan Penyaluran Bantuan Mesin Batu Bata

Hidayat Mokoginta

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dispernaker) Kotamobagu, akan menyerahkan bantuan enam unit mesin pembuat batu bata kepada para kelompok penerima. Rencananya, penyerahan bantuan itu akan diserahkan Wali Kota Kotamobagu, Ir Hj Tatong Bara, Selasa, 18 Juli 2017.

Menurut Kepala Dispernaker Kotamobagu, Hidayat Mokoginta, untuk lokasi penyerehan bantuan belum bisa dipastikan akan dipusatkan kelurahan/desa mana. “Waktu penyerahannya kemungkinan besok (hari ini.red), tapi bisa saja berubah, kita masih menunggu agenda Wali Kota,” kata Hidayat, kemarin.

Ia mengatakan, bantuan ini bertujuan untuk lebih meingkatkan kulitas batu bata yang ada di wilayah setempat. “Penyerahan bantuan mesin cetak ini, tujuannya untuk menunjang produktifitas dari batu bata yang ada di Kotamobagu. Bukan hanya kualitasnya yang bagus, tapi jumlah produksi yang setiap jamnya mencapai 3.000 buah,” ujarnya.

Ia menambahkan, bagi kelompok penerima bantuan agar dapat memanfaatkan bantuan ini sebaik mungkin. “Ya, harapannya masyarakat bisa memanfaatkan bantuan pemerintah ini untuk menunjang usahanya,” harapnya.(ads/gito)

Berprestasi, Pemkot Terima Aplikasi e-Performance dari Pemerintah Pusat

ZONA KOTAMOBAGTU – Progaram Smart City yang diterapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu antaranya pengoperasian aplikasi e-Government, rupanya menarik perhatian Pemerintah Pusat, dalam hal ini MenPAN-RB, Asman Abnur.

Menurut Wali Kota, Ir Hj Tatong Bara, belum lama ini dirinya bertemu Menteri Asman dan menyampaikan beberapa program yang tengah dijalankan saat ini, termasuk penerapan e-Government. Program itu dinilai merupakan salah satu prestasi Pemkot Kotamobagu. Atas apresiasi tersebut, pemerintah pusat menyumbangkan aplikasi e-Performance untuk Kotamobagu.

“Untuk launcing e-Performance tingkat nasional dilaksanakan hari ini (Kemarin, red),  bertempat di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Jakarta. Namun, untuk launching e-Goverment dan e-Perfomance tingkat daerah akan dilaksanakan di Kotamobagu, rencananya pekan ini,” ungkap Tatong, kemarin.

Plt Kepala Dinas Kotamobagu, Ahmad Yani Umar menambahkan, Pemkot sudah siap untuk kegiatan tersebut, akan tetapi tetap menunggu jadwal atau kesiapan dari pemerintah pusat. “Karena banyak prestasi yang diraih dalam rangka tata kelola dan reformasi birokrasi. Kotamobagu ditunjuk untuk pemerintah pusat untuk pelaksanaan launching aplikasi tersebut. Bahkan, Menteri akan tugaskan teknisi dari KemenPAN-RB untuk memasang langsung aplikasi di Kota Kotamobagu,” tambahnya.

Diketahui, aplikasi e-Performance adalah aplikasi sistem akuntabilitas kinerja yang bertujuan untuk memudahkan proses pemantauan dan pengendalian kinerja dalam rangka meningkatkan akuntabilitas dan kinerja unit kerja di lingkup pemerintahan. e-Performance menampilkan proses perencanaan kinerja, penganggaran kinerja, keterkaitan kegiatan/sub kegiatan dalam pencapaian target kinerja, dan monitoring serta evaluasi pencapaian kinerja dan keuangan.(ads/gito)

Bolmong Bersih dari Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Nangsi Mokoginta

ZONA BOLMONG – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPP-PA) Bolmong terus memonitor tiap kecamatan yang ada di Bolmong untuk menekan kasus pelecehan anak dan perempuan.

Kepala DPP-PA Nangsi Mokoginta mengatakan, pihaknya terus mengontrol kasus tersebut agar tak terjadi di Bolmong. “Kami terus melakuakan monitor di tiap kecamatan, bahkan satu minggu sekali kami turun di 15 kecamatan se-Bolmong,” katanya, Senin (18/7) siang tadi.

Lanjutnya, bukan hanya pencegahan, pihaknya juga memikirkan hal yang kemungkinan terjadi seperti bekerja sama dengan berbagai pihak. “Kami telah bekerja sama dengan berbagai pihak seperti Polsek, Kejaksaan, Pengadilan, Dinkes serta Rumah Sakit. Hal ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan terjadi,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, untuk kekerasan terhadap perempuan dan anak sampai sejarang belum ada laporan. Dan untuk pelecehan sudah 1 kali terjadi. “Untuk kasus pelcehan seksual terhadap anak sudah satu kasus dan hal ini terjadi bulan Mei. Kasus ini sudah dua kali disidang. Dan tanggal 2 Agustus nanti sudah tahap pada pemeriksaan tersangka untuk penjatuhan hukuman. Dan kasus ini terus kami tangani,” jelasnya.(gung)

Penderita Kusta Jangan Malu Berobat

ZONA BOLMONG – Dinas Kesehatan Kabupaten Bolmong mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan diskriminasi terhadap penderita penyakit kusta (leprosy). Alasannya, perbuatan tersebut justru membuat penyakit kusta sulit diobati. Padahal penderita kusta bisa disembuhkan secara total.

“Jika penderita didiskriminasi, bisa membuat penderita merasa malu keluar rumah, sehingga enggan untuk berobat. Hasilnya, penyakit semakin parah. Padahal, penderita kusta dapat disembuhkan secara tuntas. Sebab kusta bukanlah penyakit mematikan dan bukan pula penyakit keturunan,” ujar Wiyono selaku Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular, Penyakit Tidak Meluar dan Kesehatan Jiwa (PPM PTM dan Kesja), Selasa (18/7).

Lanjutnya, obat bagi penderita kusta gratis, bahkan pengobatan hingga sembuh. Memang ada anggapan yang kurang baik bagi masyarakat terkait penyakit ini, namun warga harus mencegah lebih awal.

“Jangan malu berobat, kalau sudah temukan bercak mati rasa langsung ke Puskesmas. Penanganan yang cepat akan meminimalisir sakit yang lebih parah. Lebih baik mencegah dari pada mengobati,” jelasnya.